cover
Contact Name
Dian Zuiatna
Contact Email
dianzuiatna@helvetia.ac.id
Phone
+6285276779848
Journal Mail Official
pemasilkes@helvetia.ac.id
Editorial Address
Jl. Kapten Sumarsono 107, Helvetia, Medan, Sumatera Utara - 20124, Indonesia.
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Kesehatan
ISSN : -     EISSN : 2807579X     DOI : https://doi.org/10.33085/.v5i1.5887
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Masyarakat merupakan jurnal yang dikelola dan diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengadian kepada Masyarakat Institut Kesehatan Helvetia. Jurnal ini memuat artikel hasil Pengadian kepada Masyarakat di bidang kesehatan yang terkait aspek : Kesehatan Masyarakat, Ilmu Gizi, Kebidanan, Keperawatan, Farmasi, Administrasi Rumah Sakit dan Fisioterapi. Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Kesehatan diterbitkan 2 (Dua) kali setahun, yaitu pada bulan Januari dan Juli, artikel yang diterima akan diterbitkan secara online. Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Kesehatanl terus mengundang para penulis untuk mempublikasikan artikel, terutama yang merupakan hasil-hasil Pengabdian kepada Masyarakat kontemporer di bidang kesehatan.
Articles 72 Documents
Penyuluhan Tentang Pemberian ASI Eksklusif di Desa Pintu Langit Kecamatan Angkola Julu Kota Padangsidimpuan Novita Sari Batubara; Rya Anastasya Siregar; Rizka Heriansyah; Tapi Endang Lubis
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Kesehatan Vol 4, No 2 (2023): Edisi Juli
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/.v4i2.5756

Abstract

ASI eksklusif atau pemberian ASI secara eksklusif adalah pemberian air susu ibu (ASI) saja, tanpa tambahan cairan lain seperti susu formula, jeruk, madu, air teh, air putih, dan tanpa tambahan makanan padat seperti pisang, pepaya, bubur susu, dan nasi tim pada bayi hingga usia 6 bulan. Setelah bayi usia 6 bulan, Ia harus mulai diperkenalkan dengan makanan padat, sedangkan ASI tetap diberikan sampai bayi usia 2 tahun atau bahkan lebih dari 2 tahun. Para ahli menemukan bahwa manfaat ASI akan sangat meningkat bila bayi hanya diberi ASI saja sampai usia 6 bulan kehidupannya Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah penyuluhan dan wawancara. Kegiatan penyuluhan ini dilaksanakan di Desa Pintu Langit Kecamatan Angkola Julu Kota Padang Sidimpuan. Hasil dari kegiatan ini adalah memberikan dampak yang baik bagi masyarakat yaitu menambah pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya ASI eksklusif dan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memberikan ASI saja pada bayinya tanpa makanan tambahan lain sampai umur 6 bulan. Diharapkan setelah dilakukan kegiatan penyuluhan pemberian ASI eksklusif ini semakin meningkatnya jumlah masyarakat yang memberikan ASI eksklusif selain itu diharapkan kepada masyarakat khususnya calon ibu dan ibu yang mempunyai bayi 0-6 bulan agar memberikan ASI saja selama 6 bulan dan melakukan pemeriksaan kesehatan rutin di posyandu sekali dalam sebulan untuk mengetahui tumbuh kembang dan kesehatan bayinya.
Upaya Peningkatan Pengetahuan Remaja di Sekolah MTSN Binjai Selatan Sumatera Utara tentang Hygiene Perorangan Neni Ekowati Januariana
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Kesehatan Vol 1, No 1 (2020): Edisi Januari
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/.v1i1.4602

Abstract

Hygiene perorangan merupakan suatu tindakan yang dilakukan untuk menjaga kesehatan tubuh serta memelihara kebersihan dan kesehatan seseorang untuk kesejahteraan yang meliputi baik fisik maupun psikis. Bertujuan untuk mencegah terjangkitnya penyakit serta untuk memperbaiki status kesehatannya. Kebersihan akan mempengaruhi kesehatan, kenyamanan, keamanan dan kesejahteraan individu tersebut. Masih banyak remaja yang belum tahu tentang hygiene perorangan sehingga promosi kesehatan perlu dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan para remaja. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan remaja tentang personal hygiene. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dalam satu hari pada bulan Mei 2018 di MTsN Binjai, Sumatera Utara. Kegiatan dimulai dengan mengidentifikasi tingkat pengetahuan remaja tentang personal hygiene dengan melakukan pretest tertulis. Setelah itu dilakukan pendidikan kesehatan dengan penyuluhan melalui media power point yang dilanjutkan dengan posttest dengan soal yang sama untuk menilai pengetahuan setelah penyuluhan. Hasil pretest dari 71 remaja menunjukkan pengetahuan baik 9 orang, cukup 26 orang dan kurang 36 orang, dan hasil postest menunjukkan adanya peningkatan yaitu baik 40 orang, cukup 21 orang dan kurang 10 orang. Kesimpulan dari kegiatan pengabdian ini adalah penyuluhan dapat membawa perubahan pengetahuan remaja tentang personal hygiene di MTsN Binjai Selatan, Sumatera Utara.. Disarankan bagi pihak sekolah agar selalu melakukan penyuluhan kesehatan mengenai hygiene perorangan agar siswa bisa menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Edukasi Pertolongan Pertama pada Keracunan Makanan dan Zat Korosif yang Tertelan di SMK Tirtayasa Jakarta Djupri, Diana Rhismawati; Hanifah, Muchlida Zaki; Muchlid, Muchlid
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Kesehatan Vol 3, No 2 (2022): Edisi Juli
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/.v3i2.5608

Abstract

Keracunan makanan sangat mudah terjadi apabila tidak cermat dalam menyimpan ataupun memasak makanan. Gejala keracunan makanan dapat terlihat setelah beberapa menit, jam, atau hari setelah mengonsumsi makanan yang terkontaminasi. Gejala dan tanda keracunan seperti mual, muntah, sakit tenggorokan dan pernafasan, kejang perut, diare, gangguan penglihatan, perasaan melayang, paralysis, demam, menggigil, rasa tidak enak, letih, pembengkakan kelenjar limfe, wajah memerah dan gatal – gatal akibat mengkonsumsi pangan yang diduga mengandung cemaran biologis atau kimia. Kondisi keracunan dan tertelan zat korosif dapat membahayakan dan membutuhkan penanganan segera. Sehingga penting sekali kita dapat melakukan pertolongan pertama pada keracunan makanan dan zat korosif yang tertelan untuk mencegah kecacatan organ bahkan kematian. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan guru dan siswa/i mengenai pertolongan pertama pada keracunan makanan dan zat korosif yang tertelan sehingga kejadian tersebut dapat dikendalikan dengan cepat karena keracunana makanan merupakan keadaan darurat medis yang dapat menyebabkan kerusakan sel dan fungsi tertentu tubuh akibat konsumsi zat atau makanan yang mengandung racun. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu daring dengan penyampaian edukasi penyuluhan melalui zoom meeting dan pembagian leaflet dalam bentuk soft file yang dibagikan ke email masing-masing peserta pengabdian masyarakat dan diakhiri dengan tanya jawab.
Edukasi SEMU (Spiritual Emotional Freedom Tecnique & Murrottal Al Quran) dan PEKUTI (Peningkatan Kualitas Tidur) pada Lansia Untuk Pencegahan Hipertensi Siregar, Maya Ardilla; Lasmawanti, Sri; Syaftriani, Afina Muharani; Kaban, Ani Rahmadhani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Kesehatan Vol 5, No 2 (2024): Edisi Juli
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jpmik.v5i2.6163

Abstract

Lansia (lanjut usia) yang mengalami kualitas tidur yang buruk akan berdampak pada fisiologis tubuh. Seorang lansia akan membutuhkan waktu lebih lama untuk masuk tidur (berbaring lama di tempat tidur sebelum tertidur) dan mempunyai lebih sedikit atau lebih pendek waktu tidur nyenyaknya. Perubahan pola tidur dapat menjadi bagian dari proses penuaan normal. Namun, perubahan proses tidur dapat berakibat pada kualitas tidur buruk. Akibat dari kualitas tidur yang buruk salah satunya adalah peningkatan tekanan darah atau timbulnya hipertensi. Hipertensi pada lansia dapat mengakibatkan penyakit penyakit komplikasi lain seperti stroke, penyakit jantung kongestif dan lainnya. Tidur merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia berdasarkan Maslow. Sehingga sangat penting bagi seorang perawat atau tenaga medis untuk memenuhi kebutuhan istirahat dan tidur pasien. Sebagai seorang perawat, terapi untuk meningkatkan kualitas tidur pasien dapat dilakukan dengan farmakologi dan nonfarmakologi. Untuk terapi nonfaramakologi, dapat dilakukan oleh perawat secara mandiri, yaitu SEFT (Spiritual Emotional Freedom Tecnique) dan Mendengarkan Murottal Al Quran. SEFT menekankan kepada pendekatan dengan spiritual melalui kegiatan relaksasi mandiri dengan ketukan-ketukan. SEFT dan Murottal Al Quran memberikan energi positif yang merelaksasikan gelombang-gelombang otak sehingga meninggkatkan relaksasi dan mengantarkan lansia untuk tidur dengan kualitas tidur yang baik. Kegiatan dilaksanakan di UPT Pelayanan Sosial Lanjut Usia Binjai. Jumlah peserta pengabdian berjumlah 24 orang lansia. Metode pelaksanakan dilaksanakan dengan menggunakan ceramah diskusi, dan simulasi roleplay selama 30 menit yang dilakukan bersama dengan lansia. Lansia terlihat antusias dan memahami edukasi yang diberikan. Edukasi SEMU dan PEKUTI yang dilakukan membantu lansia dalam meningkatkan kualitas tidur sehingga dapat mencegah terjadinya hipertensi.
Penyuluhan Gizi Seimbang Anak Sekolah Dasar pada Masa Pandemi Covid-19 di Perguruan Swasta Advent 4 Medan Agnes Sry Vera Nababan; Yulita Yulita
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Kesehatan Vol 3, No 1 (2022): Edisi Januari
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/.v3i1.5561

Abstract

Gizi merupakan salah satu faktor utama penentu kualitas hidup dan sumber daya manusia. Status gizi baik apabila tubuh memperoleh zat-zat gizi yang seimbang dalam jumlah yang cukup. World Health Organization (WHO) telah merekomendasikan menu gizi seimbang pada masa pandemi COVID-19, artinya disetiap menu makanan harus mencakup gizi yang lengkap, baik itu makronutrien seperti karbohidrat, protein, lemak, serta mikronutrien dari vitamin dan mineral. Pandemi COVID-19 memaksa anak-anak untuk menjaga jarak dan selalu menerapkan protokol kesehatan. Kondisi tersebut secara otomatis akan membuat anak memiliki gaya hidup sendiri dan berisiko mengalami masalah gizi akibat kurangnya kegiatan dan aktivitas fisik. Kesehatan  individu  perlu  dikembangkan mulai  dari  usia  dini  bagi  anak-anak khususnya pada  usia  sekolah  dasar. Adapun tujuan dari dilakukannya pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan penyuluhan tentang gizi seimbang pada anak sekolah dasar serta memberikan edukasi tentang pentingnya gizi seimbang anak sekolah dasar pada masa pandemi COVID-19 agar anak-anak mengetahui apa itu gizi seimbang dan bagaimana cara konsumsi makanan yang baik selama pandemi COVID-19. Pelaksanaan pengabdian masyarakat ini dilakukan di Perguruan Swasta Advent 4 Medan, edukasi diberikan pada anak-anak Sekolah Dasar (SD) dengan jumlah sebanyak 30 orang. Metode yang digunakan dalam pelaksanaan pengabdian masyarakat ini adalah dengan memberikan penyuluhan melalui ceramah dan memberikan leaflet berisi materi edukasi pada peserta kegiatan. Hasil evaluasi penyuluhan yang didapatkan yaitu peserta mengetahui apa itu gizi seimbang dan memahami bagaimana gizi seimbang untuk konsumsi sehari-hari.
Penyuluhan Tentang Pentingnya Imunisasi MR (Measles Rubella) di Klinik Ummu Humairah Br Sitepu Tanjung Pura Debby Pratiwi; Marlina Marlina; Mela Rantika
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Kesehatan Vol 2, No 1 (2021): Edisi Januari
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/.v2i1.5526

Abstract

Penyakit Measles dan Rubella merupakan penyakit infeksi menular melalui saluran nafas yang disebabkan oleh virus  Rubella. Batuk dan bersin dapat menjadi jalur masuknya virus rubella. Rubella merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus genus Morbillivirus. Gejala Rubella muncul sekitar 10 hari setelah infeksi, dan ruam coklat kemerahan muncul sekitar 14 hari setelah infeksi. WHO (World Health Organization) memiliki 6 daerah intervensi, yaitu: Africa (AFR) Eastern Mediterranean (EMR) Europe (EUR)  SEAR (South East Asia ) WPR(Western Pacific) yang memilki  diangka kejadian MR yang berbeda-beda dan dibagi berdasarkan pada rate campak 5 kasus per 1.000.000 penduduk disetiap daerah intervensinya. SEAR merupakan daerah intervensi WHO yang menduduki posisi ke-3 terbesar sebelum WPR (6 per 1.000.000 penduduk) AFR (4 per 1.000.000 penduduk Indonesia menjadi salah satu dari 11 negara anggota SEAR yang menduduki posisi ke-3 tertinggi dengan rate kejadian campak anatara 10 sampai 50 kasus atau dengan presentase insiden campak sebesar 18% sebelum Bangladesh dengan rate antara10-50 kasus dan India dengan rate sebesar 10-50 kasus. Data Profil Kesehatan Sumatera Utara cakupan imunisasi dasar lengkap di Sumatera Utara tahun 2018 dapat dilihat tiga terbesar kabupaten/kota dengan cakupan imunisasi lanjutan Campak/MR2 secara berturut-turut adalah Labuhanbatu Selatan (94,09%), Tanjung Balai (91,57%) dan Nias (89,02%). Sedangkan kabupaten/kota dengan cakupan tiga terendah adalah Karo (4,68%), Asahan (7,15%) dan Nias Utara (8,54%. Berdasarkan latar belakang diatas,maka penulis tertarik untuk melakukan pengabdian Masyarakat dengan  judul “Penyuluhan Tentang Pentingnya Imunisasi Mr Pada Anak Tahun Di Klinik Ummu Humairah Br. Sitepu Tanjung Pura Kab. Langkat.
Pendampingan Pembentukan Pos Kesehatan Pesantren di Pondok Pesantren Nuruddin Desa Sungai Sarik Triana, Ani; Ardhiyanti, Yulrina; Megasari, Kiki; Frisca, Della
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Kesehatan Vol 5, No 1 (2024): Edisi Januari
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/.v5i1.5943

Abstract

Pondok Pesantren (Ponpes) Nuruddin Desa Sungai Sarik merupakan salah satu sekolah yang ada di Kecamatan Kampar Kiri Kabupaten Kampar dan menjadi mitra dalam kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat. Ponpes Nuruddin ini adalah satu-satunya pondok pesantren yang berada di Wilayah Rantau Setingkai Kecamatan Kampar Kiri Kabupaten Kampar yang melaksanakan pendidikan pesantren modern di bawah naungan Kementerian Agama Kabupaten Kampar. Permasalahan yang kompleks terkait perilaku kesehatan warga pesantren Nuruddin dikarenakan ponpes tersebut berada dilokasi yang terisolir dan jauh dari akses fasilitas kesehatan, tidak adanya jaringan internet atau telepon, kurang mendapat perhatian dari tenaga kesehatan yang berada di wilayah tersebut hal ini dikarenakan tenaga kesehatan yang jarang berada di desa. Tujuan kegiatan yaitu terbentuknya Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren) Nuruddin Desa Sungai Sarik sehingga dapat meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan warga pesantren. Metode kegiatan ini advokasi dan koordinasi, promosi dan sosialisasi, penyediaan sumber dana, pelatihan kader kesehatan (santri husada) siap guna, survei mawas diri, penyediaan sarana prasarana dan fasilitas kesehatan, pelaksanaan jasa layanan kesehatan, monitoring dan evaluasi, pencatatan dan pelaporan. Hasil kegiatan adalah terbentuknya Poskestren dan jaringan sistem informasi di Pondok Pesantren Nuruddin. Kesimpulan dari kegiatan ini  yaitu telah terlaksana program pembentukan Poskestren yang ada di Pondok Pesantren Nuruddin yang dapat dimanfaatkan dan secara berangsur sistem informasi dapat  terlaksana dengan baik. Diharapkan adanya pemantauan secara berkelanjutan oleh Pihak Puskesmas Kampar Kiri.
Pendidikan Kesehatan Reproduksi (Vulva Hygiene) Sebagai Upaya Pencegahan Keputihan pada Remaja Putri dan Cara Membuat Pembalut Go Green Elviera Liesmayani; Mey Elisa Safitri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Kesehatan Vol 1, No 2 (2020): Edisi Juli
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/.v1i2.5451

Abstract

Remaja merupakan bagian dari penduduk Indonesia yang jumlahnya mencapai 37% dari total keseluruhan penduduk yakni sekitar 237,6 juta orang. Hal ini dapat dijadikan aset kesehatan yang besar karena pada remaja mengalami perubahan fisik, psikis hingga kematangan organ reproduksi. Masalah kesehatan reproduksi wanita memiliki resiko 33% kali lebih besar daripada reproduksi pria yang hanya sebesar 12,3% (WHO). Masalah reprouduksi yang paling di temukan pada masa remaja adalah adalah keputihan. Meskipun keputihan bersifat fisiologis, namun harus tetap di waspadai karena jika tidak mendapat perawatan khusus maka keputihan akan menjadi patologis. Artinya , bahwa masalah tersebut menjadi serius karena akan berdampak pada fungsi reproduksi bagi wanita yaitu salah satuya fungsi untuk kehamilan pada masa dewasa nya nanti. Salah satu upaya mencegah keputihan adalah dengan menjaga kebersihan alat reproduksi eksternal wanita , yang dikenal dengan vulva hygiene. Terutama pada saat menstrusi, wanita dianjurkan mengghunakaan pembalut yang baik, seperti yang mengandung daya serap tinggi dan tidak menimbulakn alergi. Persoalan lain yang ditimbulkan akibat penggunaan pembalut adalah limbah yang dihasilkan oleh pembalut. Oleh Karena itu perlu juga kita mengingatkan untuk wanita pengguna pembalut agar lebih bijaksana, baik dalam memilih pembalut maupun limbahnya, agar tetap terjaga bumi yang hijau. Metode  yang akan digunakan adalah menggunakan teknik pendidikan kesehatan dalam bentuk penyuluhan kepada santri remaja putri yang ada di pesantren Ma’had Muhammad Saman  Desa Telaga Sari Kec. Sunggal Deli Serdang. Adapun media yang digunakan adalah menggunakan Infokus dan laptop.
Edukasi dan Promosi Kesehatan Infark Miokard Akut pada Pasien Rawat Jalan di Poliklinik Jantung RS Advent Medan Derma Wani Damanik; Rauda Rauda
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Kesehatan Vol 4, No 1 (2023): Edisi Januari
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/.v4i1.5658

Abstract

Penyakit sistem sirkulasi (jantung atau pembuluh darah menempati posisi utama tingkat kematian yaitu sebesar 26,30% dari jumlah total sebesar 20.800.000 orang, laporan ini berasal dari penelitian yang dilakukan oleh Badan Kesehatan Nasional. Dari total 6.000.0000 ( enam juta) orang jumlah kematian akibat jantung sebanyak 59,72% masuk ke dalam golongan infrak miokard akut. Infark myocardium didefinisikan berupa kondisi dimana pada saat aliran darah mengalir dari pembuluh darah menuju ke arteri koroner jantung mengalami penyempitan yang akan menyebabkan matinya sel otot jantung. Infark Miokard nerupakan kegawatdaruratan jantung yang menjadi masalah kesehatan yang penting karna morbiditas dan mortalitasnya yang tinggi, factor yang mempengaruhi lama rawat infark miokard akut dirumah sakit kadar leukosit,dan kadar troponin T nya pada saat masuk rumah sakit. Tujuan kegiatan ini untuk meningkatan wawasan mengenai infark miokard  pada pasien jantung di RS Advent Medan. Metode yang digunakan penyuluhan dengan materi tentang Infark Mikoradium, publikasi/sosialisasi dan administrasi.
Sosialisasi Pentingnya Tracer sebagai Kartu Pelacak Berkas Rekam Medis Keluar dari Rak Penyimpanan Sulisna, Aida; Meliala, Sri Agustina
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Kesehatan Vol 3, No 2 (2022): Edisi Juli
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/.v3i2.5580

Abstract

Tracer rekam medis merupakan sarana yang dimanfaatkan guna mengontrol penggunaan rekam medis. Biasanya digunakan untuk menggantikan dokumen rekam medis yang keluar dari rak penyimpanan. Dalam rekam medis yang lengkap dan benar dapat diperoleh informasi yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan tersebut antara lain untuk bahan bukti di pengadilan, pendidikan dan pelatihan serta dapat digunakan untuk bahan analisis dan evaluasi mutu pelayanan rumah sakit. Mengingat kegunaan rekam medis yang banyak maka diperlukan pengendalian terhadap pengisian formulir rekam medis. Filling dalam bidang rekam medis adalah suatu ruangan yang bertanggung jawab terhadap penyimpanan, retensi dan pemusnahan dokumen rekam medis. Selain itu filling juga menyediakan dokumen rekam medis yang telah lengkap isinya sehingga dapat memudahkan penggunaan mencari informasi sewaktu-waktu jika diperlukan. Pentingnya Tracer sebagai kartu pelacak berkas rekam medis keluar dari rak penyimpanan berkas rekam medis sangat pelu untuk disosialisasikan kepada masyarakat tenaga kesehatan dalam hal ini Klinik Pratama Klambir. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan pengetahuan tentang pentingnya tracer sebagai kartu pelacak berkas rekam medis keluar dari rak penyimpanan di Klinik Pratama Klambir. Kegiatan ini diharapkan dapat menciptakan budaya pemanfaatan tracer sebagai kartu pelacak berkas rekam medis ketika keluar dari rak penyimpanan dikarenakan tracer rekam medis begitu penting sebagai kartu pelacak ketika berkas keluar dari rak penyimpanan. Dengan begitu, berkas rekam medis akan dengan mudah ditemukan kembali saat dibutuhkan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu sosialisasi dengan memberikan penyuluhan berupa ceramah dan tanya jawab mengenai pentingnya tracer rekam medis.