cover
Contact Name
Ali Sadikin
Contact Email
alisadikin@unja.ac.id
Phone
+6281256137743
Journal Mail Official
biodik@unja.ac.id
Editorial Address
https://online-journal.unja.ac.id/biodik/issue/archive
Location
Kota jambi,
Jambi
INDONESIA
Biodik: Jurnal Ilmiah Pendidikan Biologi
Published by Universitas Jambi
ISSN : -     EISSN : 25800922     DOI : https://doi.org/10.22437/
Biodik : Jurnal Ilmiah Pendidikan Biologi receiving and publishing article in the form of research (scientific article) in the field of biology education and utilization of biological research in learning. Moreover, this journal bridges the gap between research and practice, providing information, ideas and opinion, in addition to critical examinations of biology research and teaching. Through the coverage of policy and curriculum developments, the latest results of research into the teaching, learning and assessment of biology are brought to the fore. Special emphasize are as follow: 1. Research on Learning Biology/Science (Biology learning materials at all education levels, learning planning, learning models, biology teaching skills).). 2. Pure Research of Biology developed or studied to the sources, materials, or instructional media Biology/Science(Biology learning materials at all education levels and application in society, learning media, application of information technology for biology learning). 3. Curriculum of Biology Education at all education levels (learning design, competency analysis, syllabus and learning planning) 4. Class Action Research (CAR) and Lesson Study (material analysis, methods, student needs, student personality, student problems) 5. Other Qualitative Research, Quantitative, Research & Development and Mixedof Biology Education. 6. The school management and Biology/science laboratory management. 7. Biology/Science Learning Evaluation 8. Teacher Professional Issues/Trends in Biology Education. 9. Another study for the scope of Biology Education.
Articles 540 Documents
Validitas E-Modul Berbasis Guided inquiry Pada Materi Perubahan Lingkungan Untuk Melatihkan Keterampilan Literasi Sains Siswa : (Validity of Guided inquiry-Based E-Modules on Environmental Change Material to Train Students' Science Literacy Skills) Amalia, Isna Rifqi; Kuntjoro, Sunu
BIODIK Vol. 12 No. 1 (2026): March 2026 (inprogress)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biodik.v12i1.53204

Abstract

21ˢᵗ century learning requires students to possess critical thinking skills and scientific literacy to address global challenges. However, the Programme for International Student Assessment (PISA) reports that Indonesian students’ scientific literacy remains low, partly due to the dominance of conventional instructional approaches and limited teaching materials that foster scientific processes and critical thinking. Guided inquiry–based learning supported by digital media, such as e-modules, offers a potential solution to this issue. This study aimed to develop and describe a guided inquiry–based e-module on environmental change to facilitate students’ scientific literacy skills. This research employed a Research and Development (R&D) approach using the 4D model, consisting of the define, design, develop, and disseminate stages. The e-module comprises four learning activities designed in accordance with guided inquiry syntax and scientific literacy indicators. Validation was conducted by a subject matter expert, a media expert, and a senior high school biology teacher, focusing on presentation, content feasibility, and language aspects. The results indicate that the developed e-module achieved an average validity score of 97.25%, categorized as very valid, indicating that it is suitable for use as a learning medium to support students’ scientific literacy skills. Abstrak. Pembelajaran abad ke-21 menuntut peserta didik memiliki keterampilan berpikir kritis dan literasi sains sebagai bekal dalam menghadapi berbagai permasalahan global. Namun, hasil Programme for International Student Assessment (PISA) menunjukkan bahwa tingkat literasi sains peserta didik di Indonesia masih tergolong rendah. Kondisi ini dipengaruhi oleh pembelajaran sains yang masih didominasi metode konvensional serta keterbatasan bahan ajar yang mampu melatihkan proses ilmiah dan berpikir kritis peserta didik. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan keterampilan literasi sains adalah melalui penerapan pembelajaran berbasis inkuiri terbimbing (guided inquiry) yang didukung oleh media pembelajaran digital, seperti e-modul. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan dan mendeskripsikan profil e-modul berbasis guided inquiry pada materi perubahan lingkungan sebagai sarana untuk melatihkan keterampilan literasi sains siswa, serta untuk menganalisis tingkat validitas e-modul yang dikembangkan. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan menggunakan model 4D yang meliputi tahap define, design, develop, dan disseminate. E-modul yang dikembangkan memuat empat kegiatan pembelajaran dengan fitur-fitur yang disusun sesuai sintaks guided inquiry dan indikator literasi sains. Validasi dilakukan oleh tiga validator, yaitu dosen ahli materi, dosen ahli media, dan guru biologi SMA, menggunakan lembar validasi yang menilai aspek penyajian, kelayakan isi, dan kebahasaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa e-modul berbasis guided inquiry memperoleh skor rata-rata validitas sebesar 97,25% dengan kategori sangat valid. Hasil tersebut menunjukkan bahwa e-modul yang dikembangkan dinyatakan valid dan layak digunakan sebagai media pembelajaran untuk melatihkan keterampilan literasi sains siswa.
Pengembangan LKPD Elektronik IPA dengan Model Problem-Based Learning (PBL) untuk Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis Peserta Didik Kelas VII di SMP Muhammadiyah 1 Palembang: (Developing Electronic Science Student Worksheets Using the Problem-Based Learning (PBL) Model to Improve Critical Thinking Skills in Grade VII Students at Muhammadiyah 1 Junior High School, Palembang) Ikopala, Silvyanda; Hidayat, Saleh; Syahri, Indawan
BIODIK Vol. 11 No. 04 (2025): December 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biodik.v11i04.49850

Abstract

The purpose of this study was to determine: 1) the validity of the E-LKPD (Electronic Student Worksheet) IPA (Natural Sciences) product developed with the PBL (Problem Based-Learning) model according to material experts, language experts, media experts, teaching materials experts, evaluation experts and learning device experts, 2) the practicality of the E-LKPD IPA product developed with the PBL model based on teacher and student responses, 3) the effectiveness of the E-LKPD IPA product that will be developed with the PBL model to improve critical thinking skills of grade VII students. The development model used is the 4D model by Thiagarajan., et al. (1974) namely define, design, develop, and disseminate. The resulting product is an E-LKPD regarding the classification of living things for grade VII students that is valid, practical, and effective. The validity of the E-LKPD with the PBL model that has been carried out by the validator gets valid and very valid qualification results. Practicality was obtained from the results of the E-LKPD readability questionnaire trial showing a strong response. E-LKPD using the PBL model on the material of classification of living things was proven to be more effective in improving students' critical thinking skills compared to the control class that did not receive E-LKPD treatment. The effectiveness value can be measured through the N-Gain results with experimental classes 1 and 2 achieving a value of 0.7 which is included in the high category while control class 1 obtained a value of 0.3 which is included in the low category and control class 2 obtained a value of 0.6 which is included in the medium category Abstrak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: 1) kevalidan produk E-LKPD IPA yang dikembangkan dengan model PBL menurut ahli materi, ahli bahasa, ahli media, ahli bahan ajar, ahli evaluasi dan ahli perangkat pembelajaran, 2) kepraktisan produk E-LKPD IPA yang dikembangkan dengan model PBL berdasarkan respon guru dan peserta didik, 3) keefektifan produk E-LKPD IPA yang akan dikembangkan dengan model PBL untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis peserta didik kelas VII. Model pengembangan yang digunakan yaitu model 4D oleh Thiagarajan., et al. (1974) yaitu define, design, develop, dan disseminate. Produk yang dihasilkan adalah E-LKPD mengenai klasifikasi makhluk hidup untuk peserta didik kelas VII yang valid, praktis, dan efektif. Kevalidan E-LKPD dengan model PBL yang telah dilakukan oleh validator mendapatkan hasil kualifikasi valid dan sangat valid. Kepraktisan diperoleh dari hasil uji coba angket keterbacaan E-LKPD menunjukkan respon kuat. E-LKPD yang menggunakan model PBL pada materi klasifikasi makhluk hidup terbukti lebih efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis peserta didik dibandingkan dengan kelas kontrol yang tidak mendapatkan perlakuan E-LKPD. Nilai keefektifan dapat diukur melalui hasil N-Gain dengan kelas eksperimen 1 dan 2 mencapai nilai 0,7 yang termasuk dalam kategori tinggi sedangkan kelas kontrol 1 memperoleh nilai 0,3 yang termasuk dalam kategori rendah dan kelas kontrol 2 memperoleh nilai 0,6 yang termasuk ke dalam kategori sedang.
Efektivitas Representasi Visual dalam Meningkatkan Pengetahuan Konten Biologi Peserta Didik pada Topik Sistem Saraf Manusia: (The Effectiveness of Visual Representation in Enhancing Students' Knowledge of Biological Content on Human Nervous System Topic) Mangiri, Leoni Rannu; Faisal, Faisal; Mu'nisa, Andi
BIODIK Vol. 11 No. 04 (2025): December 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biodik.v11i04.37145

Abstract

In this study, visual representation refers to the use of various forms of visual aids, such as graphs, tables, symbols, pictures, diagrams, and written descriptions, to present complex information. This study aims to determine the impact of using visual representations on factual and conceptual knowledge regarding the human nervous system. The research employed a quasi-experimental design with pretest and posttest. The research results showed a significant increase in factual and conceptual knowledge among students taught with visual representations compared to the control group. Abstrak. Representasi visual yang digunakan dalam penelitian ini mengacu pada penggunaan berbagai bentuk alat bantu visual, seperti grafik, tabel, simbol, gambar, diagram, dan deskripsi tertulis, untuk menyajikan informasi yang kompleks.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan representasi visual terhadap pengetahuan faktual dan konseptual pada topik sistem saraf manusia. Penelitian menggunakan desain kuasi-eksperimen dengan pretest-posttest. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan faktual dan konseptual pada siswa yang diajar dengan representasi visual dibandingkan dengan kelompok kontrol.
Pengaruh Model Problem Based Learning terhadap Kemampuan Argumentasi Ilmiah Peserta Didik pada Materi Ekosistem di Kelas X SMAN 2 Medan: (The Effect of Problem Based Learning Model on Students' Scientific Argumentation Ability on Ecosystem Material in Class X SMAN 2 Medan) Ritonga, Ilma; Simatupang, Halim
BIODIK Vol. 11 No. 04 (2025): December 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biodik.v11i04.46840

Abstract

This study aims to examine the effect of Problem Based Learning model on students' scientific argumentation skills on Ecosystem material. This type of research is a quasi experiment with pretest-posttest control group design. The research population was all students of class X SMAN 2 Medan. Sampling was done by purposive sampling technique, consisting of two classes: experimental class using Problem Based Learning model and control class using contextual learning approach, each totalling 36 students. The instrument used was an essay to measure students' scientific argumentation skills based on components such as claiming, qualification, justification, data+support, and rebuttal. Based on the results of the study, the learning process, with the influence of the Problem Based Learning model can improve the scientific argumentation skills of students. It is proven that the Problem Based Learning model has a significant effect on students' scientific argumentation skills, indicated by the value of t count> t table (6.032>1.994) The results of the effect size analysis show that the effect of the Problem Based Learning model has a strong effect, with a Cohen's d value of 1.422. The conclusion of this study is that Problem Based Learning has an effect on students' scientific argumentation skills on ecosystem material in class X SMAN 2 Medan. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh model Problem-Based Learning terhadap kemampuan argumentasi ilmiah peserta didik pada materi Ekosistem. Jenis penelitian ini adalah quasi experiment dengan desain pretest-posttest control group design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas X SMAN 2 Medan. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling, terdiri dari dua kelas: kelas eksperimen yang menggunakan model Problem Based Learning dan kelas kontrol yang menggunakan pendekatan pembelajaran berlangsung, masing-masing berjumlah 36 siswa. Instrumen yang digunakan berupa esai untuk mengukur kemampuan argumentasi ilmiah siswa berdasarkan komponen seperti mengklaim, kualifikasi, pembenaran, data+dukungan, dan bantahan. Berdasarkan hasil penelitian, proses pembelajaran, dengan pengaruh model Problem Based Learning dapat maningkatkan kemampuan argumentasi ilmiah peserta didik. Hal ini terbukti ditemukan bahwa model Problem-Based Learning berpengaruh signifikan terhadap kemampuan argumentasi ilmiah peserta didik, ditunjukkan oleh nilai t hitung> t tabel (6,032 >1,994) Hasil analisis Effect Size menunjukkan bahwa pengaruh model Problem-Based Learning berpengaruh kuat, dengan nilai Cohen's d sebesar 1,422. Simpulan dari penelitian ini adalah  bahwa Problem Based Learning berpengaruh terhadap kemampuan argumentasi ilmiah peserta didik pada materi ekosistem di kelas X SMAN 2 Medan Katakunci: Argumentasi Ilmiah, Eosistem, Problrm Based Learning. Siswa SMA
Pegembangan Articulate Storyline Materi Keanekaragaman Hayati Untuk Meningkatkan Kemampuan Literasi Sains Siswa : (Developing an Articulated Storyline for Biodiversity to Improve Students' Scientific Literacy Skills) Setyawan , Migy Hadi; Alfi , Cindya; Fatih , Mohamad
BIODIK Vol. 11 No. 04 (2025): December 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biodik.v11i04.49604

Abstract

The research focuses on the development of Articulate Storyline media for biodiversity material to enhance the scientific literacy skills of fourth-grade students. This learning media was developed to improve students’ scientific literacy by utilizing the interactive features available in Articulate Storyline, such as animations, interactive quizzes, and simulations. The type of research used is Research and Development (R&D), employing the ASSURE model which consists of six steps: (1) Analyze learners, (2) State objectives, (3) Select methods, media, and materials, (4) Utilize media and materials, (5) Require learner participation, and (6) Evaluate and revise. The validation results show that the media expert obtained a percentage of 94% (very valid category), the material expert 95% (very valid category), and the test item validation 100% (very valid category). Meanwhile, the N-gain score achieved 85%, which is categorized as “Effective.” Therefore, it can be concluded that the use of Articulate Storyline media for biodiversity material is effective in improving the scientific literacy skills of fourth-grade students. Abstrak. Penelitian pegembangan articulate storyline materi keanekaragaman hayati untuk meningkatkan kemampuan literasi sains siswa kelas IV. Media pembelajaran ini dikembangkan untuk meningkatkan kemampuan literasi sains siswa dengan memanfaatkan fitur-fitur interaktif yang ada pada Articulate Storyline, seperti animasi, kuis interaktif, dan simulasi. Jenis penelitian ini adalah Reasearch and Development (R&D). Penelitian dan pengembangan ini mengambil model ASSURE terdiri atas 6 langkah yakni: 1) Analyze learner, 2) State objectives, 3) Select methods, media, and materials, 4) Utilize media and materials, 5) Require learner participation, dan 6) Evaluate and revise. Hasil validasi pada persentase ahli media mendapatkan 94% (kategori sanagat valid), ahli media 95 % (kategori sangat valid) dan validasi soal tes 100% (kategori sangat valid). Sedangkan Perolehan persentase N-gain menunjukkan 85% termasuk tafsiran “Efektif”. Jadi dapat disimpulkan bahwa penggunaan Articulate Storyline materi keanekaragaman hayati efektif untuk meningkatkan literasi sains siswa kelas IV.
Penelusuran Jejak Karbon: Implementasi Pembelajaran Kontekstual Berbasis Literasi dan Numerasi Sains untuk Meningkatkan Kesadaran Lingkungan pada Siswa SMP: (Implementation of Contextual-based Science Literacy and Numeracy Learning: Carbon Footprint Tracing to Raise Students’ Environmental Awareness) Azizah, Lutfia; Nadhif Tsalist, Farhah; Priska Ardyanti, Vicensia; Siswandari, Puti
BIODIK Vol. 12 No. 1 (2026): March 2026 (inprogress)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biodik.v12i1.49675

Abstract

Students' understanding of climate change is crucial for developing pro-environmental behaviors. However, studies on climate change understanding based on science literacy and numeracy are still limited. This study aims to analyze students' understanding of climate change based on the context of science literacy and numeracy. The participants were 24 ninth-grade students. Students' understanding of climate change in the context of science was assessed using an open-ended survey that had been validated through expert judgement. The data were analyzed using the percentage of students' answers. In the context of literacy, the results showed that 35.8% of students believed that climate change was caused by the use of energy from fossil fuels, and 50% of students recognized its impact on ecosystems and extreme weather. Up to 67% of students stated that adopting pro-environmental habits including walking, taking public transportation, and shutting off electronics when not in use contributes to its prevention. In the context of numeracy, students can calculate their carbon footprint and understand its meaning, but only 20% were able to interpret numerical data. These findings indicate the need to strengthen contextual science learning based on numeracy so that students can understand data-based concepts. The implementation of science learning based on contextual literacy and numeracy based on data can encourage students' knowledge about the impact of climate change and their intention towards pro-environmental behavior. Abstrak. Pemahaman siswa tentang perubahan iklim penting untuk menjaring sikap ramah lingkungan mereka. Namun, kajian pemahaman perubahan iklim berdasarkan literasi dan numerasi sains masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemahaman siswa mengenai perubahan iklim berdasarkan literasi dan numerasi sains. Partisipan terdiri atas 24 siswa kelas 9 SMP. Pemahaman siswa tentang perubahan iklim dijaring menggunakan open-ended survey dan dianalisis dengan persentase kategorisasi jawaban. Pada konteks literasi, hasil menunjukkan bahwa 35,8% siswa berpendapat perubahan iklim akibat penggunaan energi dari bahan bakar fosil dan 50% siswa mengenali dampaknya terhadap ekosistem dan memicu cuaca ekstrem. Sebanyak 67% siswa menyatakan bahwa sikap ramah lingkungan seperti berjalan kaki, menggunakan transportasi umum, dan mematikan alat elektronik saat tidak digunakan adalah bentuk kontribusi terhadap pencegahan perubahan iklim. Pada konteks numerasi, siswa dapat menghitung jejak karbon dengan benar dan mengerti maknanya. Akan tetapi, hanya 20% siswa yang mampu menginterpretasikan data numerik. Temuan ini mengindikasikan perlunya penguatan pembelajaran sains kontekstual berbasis numerasi sehingga siswa dapat memahami konsep berbasis data. Implementasi pembelajaran sains berbasis literasi dan numerasi kontekstual berdasarkan data dapat mendorong pengetahuan siswa tentang dampak perubahan iklim dan niat untuk berperilaku ramah lingkungan.
Pengembangan Media Pembelajaran Pop-Up Book Materi Genetik Kelas IX di SMPN SATAP Ekin II Kabupaten Belu: (Development of Pop-Up Book Learning Media for Grade IX Genetics Material at SMPN SATAP Ekin II, Belu Regency) Ati, Yolania Grasela; Meha, Agus Maramba; Manu, Theodora S.N
BIODIK Vol. 11 No. 04 (2025): December 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biodik.v11i04.49773

Abstract

This study aims to develop pop-up book learning media on genetic material in grade IX of SMPN Satap Ekin II Belu Regency and assess its feasibility and effectiveness in increasing students' interest and motivation to learn. This type of research is Research and Development (R&D) with an ADDIE development model that includes the stages of analysis, design, development, implementation, and evaluation. The validation results showed a score of 80.0% by material experts, 78.3% by media experts, and 97.7% by linguists, with the category of valid–very valid without revision. The small group trial obtained 94.9% and the large group 92.6% with a very valid category. The pop-up book media obtained a feasibility of 88.7%, showing that this media is very suitable for use in learning and is able to increase students' interest and motivation to learn judging from the trial questionnaire that the average learning interest from the small group and large group trials obtained results of 4.80 and 4.62 with very high interpretation, thus that this pop-up book media is declared feasible as a learning medium and can also increase interest and motivation to learn student. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran pop-up book pada materi genetik kelas IX di SMPN SATAP Ekin II Kabupaten Belu serta menilai kelayakan dan efektivitasnya dalam meningkatkan minat dan motivasi belajar siswa. Jenis penelitian ini merupakan Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE, yang meliputi tahap analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Hasil validasi menunjukkan nilai sebesar 80,0% oleh ahli materi, 78,3% oleh ahli media, dan 97,7% oleh ahli bahasa, dengan kategori valid–sangat valid tanpa revisi. Uji coba kelompok kecil memperoleh 94,9%, dan uji coba kelompok besar memperoleh 92,6% dengan kategori sangat valid. Media pop-up book ini memiliki tingkat kelayakan sebesar 88,7%, menunjukkan bahwa media tersebut sangat layak digunakan dalam pembelajaran serta mampu meningkatkan minat dan motivasi belajar siswa. Berdasarkan hasil angket uji coba, rata-rata skor minat belajar siswa pada uji coba kelompok kecil dan besar masing-masing sebesar 4,80 dan 4,62 dengan interpretasi sangat tinggi. Dengan demikian, media pembelajaran pop-up book dinyatakan layak digunakan dan efektif dalam meningkatkan minat serta motivasi belajar siswa. 
Evaluasi Implementasi Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Untuk Meningkatkan Kemampuan Berkomunikasi Dalam Pembelajaran Biologi Kelas XI di SMA Negeri 17 Palembang: (Evaluation of the Implementation of Jigsaw-Type Cooperative Learning Model to Enhance Communication Skills in Grade XI Biology Learning at SMA Negeri 17 Palembang) Rochma, Siti; Ummas Gennisa , Marlina; Wardhani , Sri; Astriani , Meli
BIODIK Vol. 12 No. 1 (2026): March 2026 (inprogress)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biodik.v12i1.52448

Abstract

Learning Evaluation is an important instrument to measure the success, growth, and development of students. This research is motivated by the low communication skills of students in Biology learning at SMA Negeri 17 Palembang. Activities are still dominated by one-way interactions so that students have difficulty conveying ideas and collaborating. This study aims to evaluate the implementation of the Jigsaw type cooperative learning model on the Immune System material to improve the communication skills of grade XI students. The research method used in this study is an evaluative research method with a quantitative descriptive approach using the CIPP Model, namely Context, Input, Process, Product. The population in this study were all grade XI students at SMA Negeri 17 Palembang, who took the Biology subject in the Even Semester of the 2024/2025 Academic Year. The research sample was determined using a purposive sampling technique, totaling 65 people. The main instrument used in data collection in this evaluation study was the CIPP evaluation questionnaire, which was compiled based on the Stufflebeam model using a Likert scale consisting of statements addressed to respondents with a response scale represented by 5 for very good, 4 for good, 3 for sufficient, 2 for less, and 1 for very less. The results of the study showed that the program implementation was running very well in all aspects. In detail, the Context aspect obtained a score of 91.15%, the Input aspect achieved 84.87%, the Process aspect reached 87.18%, and the Product aspect reached 86.92%, which proved a significant increase in students' communication skills. Thus, the Jigsaw method is an efficient and comprehensive interactive method for achieving curriculum objectives as well as interpersonal skills groups. Recommendations for further research include testing the method's consistency on materials with varying complexity, integrating digital technology variables (blended learning), and long-term observation of students' communication skills retention. Abstrak. Evaluasi Pembelajaran adalah instrumen penting untuk mengukur keberhasilan, pertumbuhan, dan perkembangan peserta didik. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan berkomunikasi murid dalam pembelajaran Biologi di SMA Negeri 17 Palembang. Kegiatan masih didominasi interaksi satu arah sehingga murid kesulitan menyampaikan gagasan dan berkolaborasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw pada materi Sistem Imumitas untuk menigkatkan kemampuan berkomunikasi murid kelas XI. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian evaluatif dengan pendekatan deskriptif kuantitatif menggunakan Model CIPP yakni Context, Input, Process, Product. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh murid Kelas XI di SMA Negeri 17 Palembang  yang mengikuti mata pelajaran Biologi pada Semester Genap Tahun Pelajaran 2024/2025. Sampel penelitian ditentukan menggunakan teknik purposive sampling yaitu berjumlah 65 orang. Instrumen utama yang digunakan dalam pengumpulan data dalam penelitian evaluasi ini adalah angket evaluasi CIPP yang disusun berdasarkan model Stufflebeam dengan menggunakan skala Likert yang terdiri dari pernyataan – pernyataan yang ditujukan pada responden dengan skala jawaban yang diwakili angka 5 untuk sangat baik, angka 4 untuk baik, angka 3 untuk cukup, dan angka 2 untuk kurang dan angka 1 untuk sangat kurang, sehingga hasil penelitian diperoleh gambaran bahwa pelaksanaan program berjalan dengan sangat baik dalam seluruh aspek. Secara rinci, aspek Context memperoleh skor 91,15%, aspek Input meraih 84,87%, aspek Process mencapai 87,18%, dan aspek Product mencapai 86,92% yang membuktikan peningkatan kemampuan berkomunikasi murid secara signifikan. Dengan demikian, metode Jigsaw merupakan salah satu metode yang efisien dan menyeluruh untuk mencapai tujuan kurikulum sekaligus kelompok keterampilan interpersonal. Rekomendasi penelitian selanjutnya mencakup pengujian konsistensi metode pada materi dengan kompleksitas berbeda, integrasi variabel teknologi digital (blended learning), serta pengamatan jangka panjang terhadap retensi keterampilan komunikasi murid.
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Two Stay Two Stray (TSTS) Berbantuan Media 3 Dimensi Online (Assemblar Edu) Terhadap Hasil Belajar Siswa : (The Influence Of The Cooperative Learning Model Of The Two Stay Two Stray (TSTS) Type Assisted By 3D Online Media (Assemblar Edu) On The Learning Outcomes) May, Florence Rambu; Bano, Vidriana Oktoviana; Huda, Marleni Rosalia Ndapa
BIODIK Vol. 12 No. 1 (2026): March 2026 (inprogress)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biodik.v12i1.52683

Abstract

This study aims to describe the influence of the Two Stay Two Stray (Ts-Ts) Cooperative Learning Model Assisted by 3-Dimensional Online Media (Assemblar Edu) on the learning outcomes of class IX students at Muhammadiyah Waingapu Middle School. The sample in this study was 34 ninth-grade students, divided into two classes in the odd semester of the 2025/2026 academic year. The average posttest score for the experimental class was 80.58, higher than the average score for the control class, which was 75.36, with an average increase of 15.64 points in the experimental class. This is proven by the results of the hypothesis test using the Paired Sample t-test with a Sig. (2-tailed) value = 0.000 < 0.05, which indicates a significant difference between the pretest and posttest scores after the learning treatment was given. These results indicate that the use of the TS-TS model assisted by Assembalr Edu media is more influential than the Discovery Learning model. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Two Stay Two Stray (Ts-Ts) Berbantuan Media 3 Dimensi Online (Assemblar Edu) Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas IX Di SMP Muhammadiyah Waingapu. Sampel dalam penilitian adalah siswa Kelas IX yang berjumlah 34 orang dan terbagi dalam 2 kelas pada semester ganjil tahun ajaran 2025/2026. Nilai rata-rata hasil posttest kelas eksperimen sebesar 80,58 lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol sebesar 75,36, dengan peningkatan rata-rata sebesar 15,64 poin pada kelas eksperimen. Hal ini dibuktikan melalui hasil uji hipotesis menggunakan Paired Sample t-test dengan nilai Sig. (2-tailed) = 0,000 < 0,05, yang menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara nilai pretest dan posttest setelah perlakuan pembelajaran diberikan. Hasil ini menunjukkan bahwa penggunaan model TS-TS berbantuan media Assemblar Edu lebih berpengaruh dibandingkan dengan model Discovery Learning. 
Pengembangan E-Modul Lingkungan Hidup Berbasis Project-Based Learning Bermuatan Eco-Preneurship dan Potensi Lokal: (Development of an Environmental e-Module Based on Project-Based Learning Integrating Eco-Preneurship and Local Potentials) Hakim, Nasrul; Hayati, Dwi Kurnia; Dewi, Asih Fitriana; Sari , Tika Mayang
BIODIK Vol. 12 No. 1 (2026): March 2026 (inprogress)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/biodik.v12i1.53998

Abstract

The demands of 21st-century learning require higher education to produce graduates who are able to think critically and provide solutions to emerging problems. In ecological studies, environmental changes are closely associated with human activities. One of the major by-products of these activities is waste, which continues to accumulate and becomes increasingly difficult to manage. However, the lack of appropriate learning resources remains a challenge in the teaching process. This study aimed to develop an environmental module based on Project-Based Learning (PjBL) integrated with ecopreneurship and local potential. The study employed the 4-D development model, consisting of Define, Design, Develop, and Disseminate stages. The validation results showed that the module was highly feasible: the design expert evaluation reached 92%, the material expert evaluation 91%, and the language expert evaluation 90%, all of which were categorized as very good. In addition, responses from Biology Tadris lecturers scored 87.5%, while limited trials involving Biology Tadris students achieved 90%, both of which were also categorized as very good. Based on these findings, it can be concluded that the developed teaching module is suitable for use in the learning process. Abstrak. Tuntutan pembelajaran abad 21 adalah mampu menghasilkan lulusan yang berpikir kritis dan mampu member solusi atas segala permasalahan yang muncul. Dalam kajian ekologi, selalu muncul perubahan lingkungan yang sangat berkaitan dengan aktivitas manusia. Hasil samping aktivitas manusia adalah limbah yang semakin lama semakin banyak dan sulit diolah. Permalasahan yang dihadapi adalah belum adanya referensi yang dapat digunakan dalam pembelajaran.  Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul lingkungan hidup berbasis project base learning beruatan ecopreneurship dan potensi lokal. Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model pengembangan 4 D yang meliputi Define, Design, Develop, dan Disseminate. Hasil validasi ahli desain diperoleh skor 92% termasuk dalam kategori sangat baik. Hasil validasi ahli materi diperoleh skor 91% sebesar dan termasuk dalam kategori sangat baik. Validasi ahli bahasa diperoleh skor 90% dan termasuk kategori sangat baik. Hasil respon dosen Tadris biologi diperoleh skor 87,5% dan termasuk kategori sangat baik. Hasil ujicoba terbatas kepada mahasiswa tadris biologi diperoleh skor 90% dan termasuk kategori sangat baik. Berdasarkan data hasil penelitian dapat disimpulkan produk buku ajar yang dikembangkan layak digunakan dalam proses pembelajaran.