cover
Contact Name
Linlin Lindayani
Contact Email
jabarhipmebi@gmail.com
Phone
+6285318687966
Journal Mail Official
jabarhipmebi@gmail.com
Editorial Address
Jl. Dr. Otten No. 32 Bandung-Jawa Barat 4071. Tlp. 0224231057
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Medical-Surgical Journal of Nursing Research
ISSN : -     EISSN : 27762238     DOI : -
Core Subject : Health, Education,
Medical-Surgical Journal of Nursing Research merupakan publikasi ilmiah hasil penelitian bidang asuhan keperawatan klien dewasa dengan gangguan/masalah pada berbagai sistem tubuh meliputi sistem kardiovaskuler, sistem pernafasan, sistem muskuloskeletal, sistem integumen, sistem persepsi-sensori, sistem neurobehavior, sistem endokrin, sistem pencernaan dan sistem perkemihan, sistem darah dan immumologi, integumen dan penginderaan
Articles 41 Documents
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN TUBERCULOSIS PARU PADA BALITA DI RW 02 CIMAHI DESA CITANGLAR WILAYAH KERJA PUSKESMAS SURADE KABUPATEN SUKABUMI Waluya, Ady; Budhiana, Johan; Safariyah, Erna
Medical-Surgical Journal of Nursing Research Vol. 2 No. 1 (2023): Medical-Surgical Journal of Nursing Research
Publisher : Himpunan Perawat Medikal Bedah Indonesia (HIPMEBI) Regional Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70331/jpkmb.v1i2.15

Abstract

Tuberculosis merupakan Infeksi Menular yang disebabkan oleh mycobacterium Tuberculosis, setiap hari di seluruh dunia hampir 500 balita meninggal karena Tuberculosis, Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui Faktor-faktor yang mempengaruhi Kejadian Tuberkulosis pada balita. Kejadian Tuberculosis dipengaruhi oleh status gizi yang buruk,tidak diberikannya kekebalan aktif berupa Imunisasi BCG, kurangnya Pengetahuan Ibu balita, lingkungan rumah yang kurang memadai. Jenis penelitian yang digunakan adalah korelasional. Populasi dari penelitian ini merupakan semua ibu beserta balitanya dan lingkungan rumah, Uji validitas menggunakan rumus point Biserial  dan reliabilitas menggunakan rumus cronbach alfha. Data yang diperoleh diolah dengan Coefisien Contingensi  untuk Mengetahui  pengaruh antara status gizi balita, Imunisasi BCG, pengetahuan Ibu balita, Imunisasi BCG, Lingkungan rumah terhadap kejadian Tuberculosis pada balita. Hasil penelitian menunjukan bahwa kejadian Tuberculosis pada balita dipengaruhi oleh pengetahuan sebesar 29 % dengan nilai CC = 0,539 dan P = 0,00,dan Kejadian Tuberculosis pada Balita dipengaruhi oleh Status Gizi sebesar 29,3 % dengan Nilai CC = 0,544 dan P = 0,000, dan kejadian Tuberculosis dipengaruhi oleh Imunisasi BCG sebesar 15,9% dengan nilai CC = 0,39 dan P = 0,000 serta kejadian dipengaruhi Oleh lingkungan rumah sebesar 43% dengan nilai CC = 0,656 dan P = 0,000. Diperlukan penanganan yang berkesinambungan untuk menanggulangi kejadian tuberkolosis yang mengacu pada faktor yang mempengaruhi tuberkolosis pada balita diantaranya status gizi, pengetahuan ibu tentang tuberkolosis, BCG, dan lingkungan rumah.
KEMAMPUAN PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 MELAKUKAN SENAM KAKI UNTUK MENCEGAH TERJADINYA ULKUS DIABETIKUM Amaniah, N. Anjali Nur; Waluya, Nandang Ahmad
Medical-Surgical Journal of Nursing Research Vol. 2 No. 1 (2023): Medical-Surgical Journal of Nursing Research
Publisher : Himpunan Perawat Medikal Bedah Indonesia (HIPMEBI) Regional Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70331/jpkmb.v1i2.18

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya angka kejadian ulkus diabetikum di Indonesia. sehingga perlu dilakukan penatalaksanaan secara farmakologis dan non-farmakologis. Salah satu penatalaksanaan non-farmakologis yaitu senam kaki. Senam kaki dapat meningkatkan nilai ABI (angkle brachial indeks) namun tidak semua pasien diabetes melakukan senam kaki, tergantung bagaimana kemampuan pasien tersebut. Diperlukkan kemampuan dalam melakukan senam kaki. Penelitian ini bertujuan mendapatkan informasi dari berbagai jurnal hasil literature review yaitu mengenai kemampuan pasien diabetes mellitus tipe 2 dalam melakukan senam kaki. Jenis penelitian ini termasuk penelitia deskriptif dengan metode literature review melalui pencarian jurnal di google scholar dengan kata kunci “Diabetes Mellitus”, “Kemampuan”, “Pengetahuan” dan “Senam Kaki” sehingga didapatkan  artikel jurnal yang sesuai dari 330 jurnal berdasarkan karakteristi responden dari tahun 2011-2021, tahun dan hasil. Hasil penelitian didapatkan pasien yang mampu dalam melakukan senam kaki 8,7%-72,7% dan yang tidak mampu 27,3-100%, pengetahuan pasien diabete mellitus tipe 2 mengenai senam kaki yang baik 19,6%-80,3%, yang cukup 58,7% sedangkan yang tidak baik 19,7%-100%. Kesimpulan sebagian besar pasien diabetes mellitus tipe 2 kurang mampu dalam melakukan senam kaki. Saran dari hasil literature review yaitu peneliti menyarankan petugas kesehatan dapat meningkatkan kemampuan senam kaki pada pasien DM tipe 2 melalui pemberian edukasi atau simulasi senam kaki sehingga resiko terjadi ulkus dapat dihindari.
PERAN AKTIVITAS FISIK DALAM MENINGKATKAN KUALITAS HIDUP PASIEN HEMODIALISA Rizkilillah, Magfira; KD, Sansri Diah; Sasmita, Anah
Medical-Surgical Journal of Nursing Research Vol. 2 No. 1 (2023): Medical-Surgical Journal of Nursing Research
Publisher : Himpunan Perawat Medikal Bedah Indonesia (HIPMEBI) Regional Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70331/jpkmb.v1i2.19

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh meningkatnya prevalensi penyakit ginjal kronis (PGK) di Indonesia. Ketergantungan pasien pada mesin cuci darah menyebabkan penurunan metabolisme karena keadaan penyakit atau karena perawatan hemodialisa. Penurunan aktivitas fisik dan kelemahan otot mempengaruhi kemampuan untuk melakukan tugas yang mempengaruhi kualitas hidup. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik dengan kualitas hidup pada pasien hemodialisis di RS Al-Ihsan. Penelitian ini menggunakan desain korelasional dengan pendekatan cross sectional. Total studi termasuk 61 pasien dialisis di Rumah Sakit Al-Ihsan. Pengambilan sampel teknis dengan pengambilan purposive sampel. Hasil uji chi-square didapatkan hubungan aktivitas fisik dengan kualitas hidup (p value = 0,001). Panduan bagi para klinisi di ruang dialisis untuk mengenali manfaat aktivitas fisik bagi pasien PGK. Peneliti selanjutnya dapat menginvestigasi intervensi aktivitas fisik yang tepat untuk pasien PGK sehingga aktivitas yang diberikan tepat dan sesuai untuk pasien PGK.
EVIDENCE-BASED NURSING FOR PREVENTION AND MANAGEMENT OF DELIRIUM IN PATIENTS UNDERGOING CARDIAC SURGERY: CASE STUDIES Fitri, Siti Ulfah Rifa'atul; Maneewat, Khomapak; Herliani, Yusshy Kurnia; Harun, Hasniatisari
Medical-Surgical Journal of Nursing Research Vol. 2 No. 1 (2023): Medical-Surgical Journal of Nursing Research
Publisher : Himpunan Perawat Medikal Bedah Indonesia (HIPMEBI) Regional Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70331/jpkmb.v1i2.20

Abstract

Delirium management is critical to lowering the risk for patients as well as health care providers, such as a nurse who takes complete care of the patient and plays an important role in delirium prevention from the start of post-operative care until the patient is transferred to the ward and then discharged. The purpose of this study was to examine the usefulness of instruments for screening delirium in patients undergoing cardiac surgery as well as the effectiveness of evidence-based nursing interventions for delirium prevention and management in cardiac surgery patients. This study used a case study design with five hospitalized patients who had cardiac surgery, including patients admitted 1-2 days before or within 7 days of the procedure. Based on NICE guidelines, the authors provided data collection methods for screening for delirium and intervention for delirium prevention and management in patients following cardiac surgery. According to data acquired from five responders, two patients in the high-risk age group are already in the delirium phase, while the other three patients have not shown delirium postoperatively. The most typical intervention in all cases is re-orientation and immobility (use cardiac rehabilitation), as well as basic communication. This study attempted to integrate three screening measures for delirium, then evaluated and compared the findings to see if the patient received the same or a different score on each instrument.
INTERVENSI UNTUK MENGURANGI KECEMASAN AKIBAT BULLYING PADA REMAJA PEREMPUAN DENGAN OVERWEIGHT Firdaus, Rosalia; Amira DA, Iceu; Mulya, Adelse Prima
Medical-Surgical Journal of Nursing Research Vol. 2 No. 2 (2023): Medical-Surgical Journal of Nursing Research
Publisher : Himpunan Perawat Medikal Bedah Indonesia (HIPMEBI) Regional Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70331/jpkmb.v2i1.21

Abstract

Remaja perempuan dengan overweight rentan mengalami kecemasan akibat perilaku bullying sebab kondisi fisiknya yang dianggap tidak ideal. Kecemasan pada remaja dapat menyebabkan kehidupan sosial terganggu, harga diri rendah, menarik diri dari lingkungan, penurunan prestasi akademik, depresi, dan bahkan dapat menimbulkan risiko bunuh diri. Tinjauan literatur ini bertujuan untuk mengidentifikasi intervensi apa saja yang dapat dilakukan untuk mengurangi kecemasan akibat bullying pada remaja perempuan yang overweight. Metodeang digunakan adalah narrative review dengan menggunakan pedoman PRISMA 2020. Pencarian artikel dilakukan pada 6 database Cambridge Core, NCBI, PubMed, Springerlink, EBSCO dan Garuda. Studi yang diikutsertakan dalam penelitian ini adalah studi kuantitatif dan kualitatif yang membahas intervensi non farmakologis untuk menurunkan kecemasan pada remaja perempuan overweight. Studi dipublikasikan dalam bahasa Indonesia dan Inggris yang dipublikasikan dalam rentang tahun 2012-2021 yang disertai teks lengkap (full-text). Pada pencarian awal ditemukan 3.826 artikel dari enam basis data dan didapatkan 14 artikel yang sesuai dengan kriteria inklusi. Berdasarkan hasil temuan, terdapat beberapa intervensi non farmakologis yang terbukti dapat mengurangi kecemasan pada remaja perempuan overweight akibat bullying, yaitu dukungan sosial, peningkatan harga diri, pengendalian berat badan dan peningkatan coping. Dukungan dari perawat, guru, dan orang tua sangat dibutuhkan kontribusinya untuk mengurangi kecemasan pada remaja perempuan overweight akibat bullying.
REHABILITASI SOMATOSENSORIK AKTIF PADA PASIEN STROKE: SEBUAH NARRATIVE REVIEW Sya'fa, Siti Noor; Pratiwi, Sri Hartati; Nursiswati, Nursiswati
Medical-Surgical Journal of Nursing Research Vol. 2 No. 2 (2023): Medical-Surgical Journal of Nursing Research
Publisher : Himpunan Perawat Medikal Bedah Indonesia (HIPMEBI) Regional Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70331/jpkmb.v2i1.22

Abstract

Defisit somatosensorik merupakan kondisi kehilangan fungsi somatosensorik dan telah menjadi keluhan utama pasien stroke. Rehabilitasi somatosensorik aktif telah disarankan sebagai metode untuk mengatasi defisit somatosensorik. Tinjauan naratif ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis rehabilitasi somatosensorik aktif. Penelitian ini mengikuti pedoman PRISMA dan menggunakan jenis analisis konten. Berdasarkan hasil penelusuran pada PubMed, Cinahl, Sage Journals, dan Google Scholar diperoleh 751 artikel. Setelah dilakukan seleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, 733 artikel dieliminasi. Kemudian, enam artikel dimasukkan karena menyajikan hasil yang lebih signifikan dan dinyatakan dengan spesifik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mirror therapy (MT), kombinasi MT dengan task-based mirror therapy (TBMT), dan sensory retraining dapat meningkatkan fungsi sentuhan dan proprioseptif. Kemudian kombinasi MT dengan TBMT juga terbukti meningkatkan fungsi suhu. Kesimpulannya, ketiga jenis rehabilitasi tersebut dapat diterapkan pada pasien stroke dengan defisit somatosensorik ekstremitas atas.
HUBUNGAN BURNOUT DENGAN JOB SATISFACTION PADA TENAGA KESEHATAN DI PUSKESMAS RAJAGALUH SELAMA PANDEMI COVID-19 Haelena Wibowo, Gita Amoria; Mediawati, Ati Surya; Rosidin, Udin
Medical-Surgical Journal of Nursing Research Vol. 2 No. 2 (2023): Medical-Surgical Journal of Nursing Research
Publisher : Himpunan Perawat Medikal Bedah Indonesia (HIPMEBI) Regional Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70331/jpkmb.v2i1.23

Abstract

Dampak terjadinya Pandemi Covid -19 dirasakan oleh berbagai sistem, salah satunya yaitu sistem pelayanan kesehatan, terjadi banyak perubahan pada sistem pelayanan kesehatan seperti terdapat peningkatan beban kerja yang dapat menyebabkan terjadinya burnout dan berpengaruh pada kondisi kepuasan kerja tenaga kesehatan khususnya di Puskesmas. Tujuan dilakukannya penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara Burnout dengan Job Satisfction pada Tenaga Kesehatan selama Pandemi Covid-19. Penelitian ini berjenis deskriptif korelatif dengan desain cross sectional study yang bersifat kuantitatif melibatkan sebanyak 50 responden terdiri dari Tenaga Kesehatan yang bekerja di Puskesmas Rajagaluh dengan teknik sampling yang digunakan yaitu total sampling. Proses pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuisioner Maslach Burnout Inventory (MBI) dan Minnesota Satisfaction Quisionare (MSQ) yang diaplikasikan ke dalam angket serta platform kuisioner daring. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa tingkat burnout dan job satisfaction responden berada pada kategori sedang, kemudian uji korelasi menggunakan product moment pearson mendapatkan hasil bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara keduanya dengan nilai Asymp Sign 0,000 < 0,05, berdasarkan dimensi emotional exhaustion didapatkan nilai 0,000 < 0,05 diketahui bahwa terdapat hubungan antara dimensi emotional exhaustion dan job satisfaction. Pada dimensi depersonalization dan Low Personal Accomplishment didapatkan hasil bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kedua dimensi tersebut dengan job satisfaction. Kesimpulan pada penelitian ini menunjukkan bahwa semakin tinggi burnout yang dialami oleh tenaga kesehatan maka akan semakin menurunkan kondisi job satisfaction para tenaga kesehatan. Dengan demikian, tenaga kesehatan perlu waspada serta melakukan koping yang efektif untuk menurunkan kondisi burnout yang terjadi.
KAITAN PENGETAHUAN, KONSEP DIRI, DAN EFIKASI DIRI PENCEGAHAN PERILAKU BERISIKO HIV PADA REMAJA Wilandika, Angga; Sanusi, Santy; Nurakbar, Majid Fahrizal
Medical-Surgical Journal of Nursing Research Vol. 2 No. 2 (2023): Medical-Surgical Journal of Nursing Research
Publisher : Himpunan Perawat Medikal Bedah Indonesia (HIPMEBI) Regional Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70331/jpkmb.v2i1.24

Abstract

Infeksi Human Immunodeficiency Virus pada remaja tercatat salah satu infeksi dengan tingkat kejadian yang tinggi. Kejadian infeksi HIV ini dipercaya akibat kurang terpaparnya pengetahuan HIV pada remaja dan kecenderungan melakukan perilaku berisiko HIV. Pengetahuan akan membentuk konsep diri dan keyakinan efikasi diri yang pada akhirnya menentukan perilaku remaja. Studi ini bertujuan mengkaji hubungan antara pengetahuan dengan konsep diri dan efikasi diri dalam mencegak perilaku berisiko HIV pada remaja. Desain cross sectional digunakan dalam studi ini dengan mengikutsertakan 78 orang siswa salah satu sekolah menengah atas swasta di Kota Bandung. Rekruitmen sampel menggunakan convenience sampling dengan kriteria inklusi yaitu siswa yang tercatat aktif di sekolah dan berusia 15-19 tahun. Variabel dalam studi ini yaitu pengetahuan HIV, konsep diri, dan efikasi diri diukur menggunakan kuesioner. Analisis yang digunakan yaitu analisis deskriptif untuk menjabarkan karakteristik demografi siswa sekolah dan analisis inferensial untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dengan konsep diri dan efikasi diri menggunakan Uji Kendall’s Tau c. Temuan studi menunjukkan pengetahuan secara signifikan berkorelasi dengan efikasi diri pencegahan perilaku berisiko HIV (t = 4,155; p <0,05). Sementara itu, hubungan pengetahuan dengan konsep diri pada siswa ditemukan tidak berhubungan. Pengetahuan yang memadai berkontribusi dalam penguatan efikasi diri untuk melakukan pencegahan perilaku berisiko HIV pada remaja. Dengan demikian, peningkatan pengetahuan HIV perlu diprioritaskan dalam rangka menguatkan keyakinan diri remaja untuk mampu dan berhasil mencegah keterlibatan mereka dalam perilaku berisiko HIV.
DERAJAT INTERDIALYTIC WEIGHT GAIN (IDWG) BUKAN SEBAGAI PREDIKTOR PERUBAHAN TEKANAN DARAH INTRADIALITIK Wayunah, Wayunah; Handayani, Eka Juwita; Somantri, Dadang
Medical-Surgical Journal of Nursing Research Vol. 2 No. 2 (2023): Medical-Surgical Journal of Nursing Research
Publisher : Himpunan Perawat Medikal Bedah Indonesia (HIPMEBI) Regional Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70331/jpkmb.v2i1.25

Abstract

Salah satu masalah yang sering dialami pasien GGK yang menjalani hemodialisa adalah penambahan berat badan di antara dua waktu hemodialisa atau dikenal dengan interdialytic weight gain (IDWG). Meningkatnya derajat IDWG pada pasien yang menjalani hemodialisa dianggap dapat memengaruhi perubahan tekanan darah intradialitik. Studi ini bertujuan untuk menentukan hubungan antara derajat IDWG dan perubahan tekanan darah intradialitik pada pasien GGK yang dirawat di RSUD Kabupaten Indramayu. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif analitik cross-sectional. Jumlah sampel sebanyk 98 responden, yang diambil menggunakan consecutive sampling. Alat pengumpul data adalah lembar observasi. Data dianalisis menggunakan uji Pearson chi-square. Hasil penelitian ini didapatkan derajat IDWG pada pasien GGK di ruang hemodialisa RSUD Kabupaten Indramayu dalam ketegori derajat ringan sebanyak 44 (44,9%). Perubahan tekanan darah intradialitik pada pasien GGK di ruang hemodialisa RSUD Kabupaten  Indramayu sebanyak 61 (62,2%) mengalami kenaikan tekanan darah intradialitik sistolik, dan sebanyak 55 (56,1%) mengalami penurunan tekanan darah intradialitik diastolik. Hasil analisa lanjut didapatkan nilai p value 0,232 dan 0,785. Karena kedua p value > ? 0,05 artinya tidak ada hubungan antara derajat IDWG dengan perubahan tekanan darah intradialitik, baik sistolik maupun diastolik. Selanjutnya perlu adanya penelitian tentang faktor determinan perubahan tekanan darah intradialitik pada pasien GGK yang menjalani hemodialisa.
THE EFFECT OF EFFLEURAGE MASSAGE ON REDUCING THE LEVEL OF PAIN DURING THE ACTIVE PHASE IN WOMEN IN LABOR Fitria, N. Yeni; Wulandari, Sri; Hidayati, Dewi; Fauzi, Achmad
Medical-Surgical Journal of Nursing Research Vol. 2 No. 2 (2023): Medical-Surgical Journal of Nursing Research
Publisher : Himpunan Perawat Medikal Bedah Indonesia (HIPMEBI) Regional Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70331/jpkmb.v2i1.26

Abstract

Persalinan fisiologis akan selalu disertai rasa sakit. Nyeri fisiologis dapat berubah menjadi patologis dan membahayakan keselamatan ibu dan janin. Ada cara meredakan nyeri tanpa efek samping dan mudah dilakukan, yaitu Massage effleurage. Namun, bukti empiris mengenai efektivitasnya masih belum banyak dilaporkan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh pijat effleurage terhadap penurunan nyeri persalinan. Penelitian eksperimental kuasi-eksperimental dilakukan di RSUD Bekasi, bidan BPM Sri Wulandari Pakisjaya Karawang, dan BPM Anila Novita Dewi. pada bulan April sampai Mei 2023 sebanyak 45 ibu bersalin mendapatkan pelayanan persalinan normal dan 45 ibu bersalin mendapatkan pijat effleurage. Analisis yang dilakukan adalah uji t independen. Analisis efektivitas pijat effleurage menunjukkan bahwa perbedaan rata-rata derajat nyeri antara 2 kelompok adalah 4,98 pada kelompok pijat effleurage dan 6,58 pada kelompok pelayanan persalinan normal dan signifikan secara statistik (p value <0,001; 95% CI 0,93 – 2.27). Intervensi massase effleurage efektif dalam mengurangi nyeri pada ibu bersalin.