cover
Contact Name
Mutiah
Contact Email
Ikom.fish@unesa.ac.id
Phone
+628563086790
Journal Mail Official
Ikom.fish@unesa.ac.id
Editorial Address
Jl. Ketintang, Gedung i7, Department of Communication Science, Faculty of Social Science and Law, Universitas Negeri Surabaya, Surabaya, Indonesia. Postal Code 60231
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
THE COMMERCIUM
ISSN : -     EISSN : 2809591     DOI : https://doi.org/10.26740/tc.v8i2
Core Subject : Education, Social,
The Commercium adalah Jurnal Ilmu Komunikasi yang memuat tulisan hasil penelitian mahasiswa. Jurnal ini diterbitkan oleh Program Studi S1 Ilmu Komunikasi Universitas Negeri Surabaya. Jurnal the commercium terbit 3 kali dalam setahun. Fokus dan scope penelitian di bidang Ilmu Komunikasi mencakup : Komunikasi Pemasaran Public Relations Periklanan Komunikasi Politik Komunikasi Pembangunan dan Perubahan Sosial Manajemen Media
Articles 757 Documents
Model Kampanye Sosial BKKBN Jawa Timur dalam Implementasi Program Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) Sebagai Upaya Mengatasi Isu Fatherless Jelita Salsabila Dyah pitaloka
The Commercium Vol 10 No 3 (2026): The Commercium - Juli 2026
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v10i3.81341

Abstract

Fenomena fatherless tidak hanya merujuk pada ketidakhadiran ayah secara fisik, tetapi juga minimnya keterlibatan ayah secara emosional, psikologis, dan sosial dalam kehidupan anak. Kondisi ini antara lain dipengaruhi oleh budaya patriarki yang masih menempatkan ayah sebagai pencari nafkah, sementara tanggung jawab pengasuhan lebih banyak dibebankan kepada ibu. Sebagai respons atas persoalan tersebut, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mengembangkan Program Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) untuk mendorong keterlibatan ayah dalam pengasuhan dan pendidikan anak. Penelitian ini bertujuan menganalisis model kampanye sosial BKKBN Provinsi Jawa Timur dalam implementasi Program GATI sebagai upaya mengatasi isu fatherless. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model kampanye komponensial yang meliputi sumber, pesan, saluran, penerima, efek, umpan balik, dan gangguan kampanye. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program GATI dilaksanakan secara kolaboratif oleh Tim Bina Keluarga Remaja (BKR), Tim Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE), pengelola website Siap Bahagia, serta mitra seperti Penyuluh Keluarga Berencana (PLKB), komunitas, sekolah, Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R), dan pemerintah daerah. Pesan mengenai keterlibatan ayah dikemas secara informatif, edukatif, persuasif, dan solutif melalui Layanan Konseling Siap Bahagia, KOMPAK TENAN, DEKAT, dan SEBAYA, serta disebarluaskan melalui media sosial, website, kegiatan komunitas, sekolah, dan forum masyarakat. Kampanye ini menghasilkan efek awal berupa peningkatan pengetahuan, kesadaran, dan tindakan sederhana yang mencerminkan keterlibatan ayah, meski perubahan perilaku jangka panjang belum sepenuhnya terukur. Hambatan yang dihadapi meliputi keterbatasan partisipasi ayah, sensitivitas pesan bagi keluarga tanpa figur ayah, interaksi media sosial yang belum optimal, penyesuaian pesan dengan karakteristik saluran dan khalayak yang belum maksimal, keterbatasan anggaran, serta kendala teknis. Penelitian ini merekomendasikan penguatan strategi pesan, segmentasi khalayak, pengelolaan saluran secara berkelanjutan, dan evaluasi dampak yang terukur.
STRATEGI PROVIDER BY.U MELALUI EVENT “GOES TO SCHOOL” PADA KALANGAN SISWA DI SURABAYA Bryant Herdani; Jauhar Wahyuni
The Commercium Vol 10 No 3 (2026): The Commercium - Juli 2026
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v10i3.81342

Abstract

Pertumbuhan operator digital di Indonesia memperketat persaingan untuk menjangkau pelajar Generasi Z sebagai pasar potensial. Provider by.U merespons kondisi tersebut melalui event Goes to School, yaitu kunjungan langsung ke sekolah-sekolah di Surabaya untuk memperkenalkan layanan secara interaktif. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan strategi provider by.U melalui event Goes to School pada kalangan siswa di Surabaya serta memetakan posisi strategisnya dengan analisis SWOT. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan tujuh informan yang terdiri atas Supervisor Marketing, Direct Sales, Sales Administratif Telkomsel, dan empat siswa dari empat sekolah berbeda, disertai observasi serta dokumentasi. Keabsahan data diperiksa melalui triangulasi sumber dan teknik, sedangkan analisis data mengikuti reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa by.U menjadikan sekolah sebagai arena pemasaran melalui booth interaktif, turnamen, mini game, merchandise, demonstrasi produk, serta kolaborasi dengan OSIS. Format kegiatan memenuhi elemen entertainment, excitement, dan enterprise, sekaligus mengomunikasikan harga kompetitif, fleksibilitas paket, dan fitur tanpa masa aktif. Analisis SWOT secara kualitatif menempatkan by.U pada Kuadran I atau Strategi Agresif. Kekuatan strategi terletak pada pengalaman langsung dan relevansi nilai produk, sedangkan kelemahannya meliputi brand awareness yang belum merata, keterbatasan tim, dan kendala jaringan. Peluang berasal dari tingginya kebutuhan internet pelajar dan keterbukaan sekolah untuk berkolaborasi, sementara ancaman muncul dari operator digital lain dan dominasi provider yang lebih dahulu dikenal. Strategi ini menghasilkan respons positif dan rekomendasi antarsiswa, tetapi perlu diperluas dengan perbaikan jaringan, variasi aktivitas, dan tindak lanjut pascaevent.
Komunikasi Pemasaran Taste-Me PT. Sumber Tirta Hakiki dalam Menumbuhkan Brand Awareness di Pasar Product Condiments Muhammad Putra; Teguh Dwi Putranto
The Commercium Vol 10 No 3 (2026): The Commercium - Juli 2026
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v10i3.81346

Abstract

Persaingan pada pasar saus tiram di Indonesia menempatkan Taste-Me sebagai merek kondimen impor yang harus berhadapan dengan merek-merek yang lebih dahulu dikenal konsumen. Penelitian ini bertujuan mengetahui pelaksanaan komunikasi pemasaran offline PT. Sumber Tirta Hakiki dalam menumbuhkan brand awareness Taste-Me pada konsumen rumah tangga. Penelitian menggunakan paradigma konstruktivisme, pendekatan kualitatif, dan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan dua informan internal perusahaan dan enam konsumen ibu rumah tangga berusia 25-35 tahun, observasi aktivitas promosi, serta dokumentasi. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber, sedangkan analisis dilakukan menggunakan teknik pattern matching dengan menghubungkan dimensi brand awareness David A. Aaker dan teori Stimulus-Organism-Response. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi pemasaran offline dilaksanakan melalui sales promotion, events and experiences, dan personal selling berupa sampling, demo memasak, promosi harga, bundling, hadiah, pameran, kolaborasi mitra, serta penjelasan langsung oleh technical chef dan tenaga promosi. Pesan utama yang disampaikan meliputi kepastian halal, rasa lebih umami dan tekstur lebih pekat, serta kegunaan produk untuk berbagai masakan. Pengalaman mencicipi dan komunikasi interpersonal membantu konsumen memahami produk, tetapi pesan utama belum diterima secara merata. Brand awareness Taste-Me pada informan berada pada rentang belum mengenal secara kuat, brand recognition, hingga brand recall. Secara umum, kesadaran merek berada pada tahap brand recognition menuju brand recall dan belum menunjukkan posisi top of mind yang konsisten. Penguatan kesadaran merek memerlukan keselarasan pesan, integrasi promosi dengan pengalaman produk, evaluasi awareness yang terpisah dari penjualan, dan ketersediaan produk yang berkelanjutan.
Adaptasi Media Musik Homeless Surabaya terhadap Perubahan Pola Konsumsi Media melalui Instagram Reels sebagai Kanal Distribusi Informasi Musik Brahmantyo Rayhan Kasih; Dwi Prasetyo
The Commercium Vol 10 No 3 (2026): The Commercium - Juli 2026
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v10i3.81352

Abstract

Fenomena platformization dan dinamika attention economy telah mengubah lanskap industri media, melahirkan model homeless media yang beroperasi sepenuhnya menumpang pada ekosistem media sosial global. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi adaptasi dan eksistensi homeless media musik independen di Kota Surabaya di tengah dominasi logika media sosial. Surabaya dipilih sebagai lokus penelitian karena merepresentasikan karakteristik secondary city dengan dinamika subkultur musik yang dinamis namun memiliki keterbatasan infrastruktur konglomerasi media nasional. Menggunakan Teori Niche Media dari John Dimmick, penelitian ini membedah pemanfaatan sumber daya media berdasarkan tiga dimensi relung: niche breadth (keluasan relung), niche overlap (tumpang tindih relung), dan competitive superiority (keunggulan kompetitif). Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan dengan metode analisis komparatif lintas kasus pada enam homeless media musik di Surabaya, yaitu Arbiter, Asoy Media, Dilarang Duduk, Folkslokal, Note For Note, dan Rockin Verse. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan para pengelola media serta observasi konten digital. Hasil penelitian diharapkan dapat merumuskan sebuah tipologi model adaptasi homeless media dalam memenangkan persaingan memperebutkan atensi audiens, sekaligus memberikan kontribusi teoretis pada kajian ekonomi politik media digital di wilayah secondary cities.
STRATEGI PESAN MAYASI DALAM MENYAMPAIKAN PRODCUCT KNOWLEDGE MELALUI KONTEN INSTAGRAM @mayasi.id Imran Qudratullah; Puspita Sari Sukardani
The Commercium Vol 10 No 3 (2026): The Commercium - Juli 2026
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v10i3.81353

Abstract

Perkembangan komunikasi pemasaran digital mendorong merek untuk mengemas informasi produk secara menarik sekaligus mudah dipahami. Mayasi memanfaatkan Instagram @mayasi.id untuk menyampaikan product knowledge kepada audiens, terutama Generasi Z. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi pesan Mayasi dalam menyampaikan informasi produk melalui konten Instagram. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan Social Media Specialist, Content Planner, dan Graphic Designer Mayasi, observasi konten feeds, reels, dan stories, serta dokumentasi materi promosi digital. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan teknik, sedangkan analisis dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pesan Mayasi disusun melalui content pillar yang mencakup konten engagement, promosi, informasi, dan edukasi. Penyampaian pesan menerapkan mix appeals dengan menggabungkan informasi atribut, varian, kemasan, rasa, dan manfaat produk dengan humor, POV, tren, serta visual yang relatable. Pengelolaan pesan dilakukan melalui sapaan “Hi Sobat Gensi”, bahasa semi formal dan santai, call to action, konten permainan, fitur interaktif, serta kolaborasi dengan influencer/KOL. Product knowledge disampaikan melalui kombinasi visual dan copywriting, penggunaan hook, konsistensi warna merek, dan konten teaser secara bertahap. Strategi tersebut bersifat adaptif dan efektif membangun kedekatan dengan Generasi Z, tetapi proporsi konten edukasi perlu diperkuat agar informasi produk tersampaikan lebih komprehensif.
STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN DALAM MENJALANKAN BISNIS MEDIA RADIO DI ERA DIGITAL (STUDI KASUS RADIO SUARA SURABAYA) Berlian Ike Wulandari; Eko Pamuji
The Commercium Vol 10 No 3 (2026): The Commercium - Juli 2026
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v10i3.81354

Abstract

Perkembangan teknologi digital membawa perubahan pada industri media radio di Indonesia yang menumbuhkan tantangan tersendiri bagi stasiun-stasiun radio berupa adanya tekanan bisnis hingga berakibat pada penghentian operasional. Di tengah kondisi ini, Radio Suara Surabaya menjadi salah satu radio swasta di Surabaya menunjukkan positioning yang baik berdasarkan loyalitas pendengar serta kebertahanan bisnis medianya di era digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi komunikasi pemasaran yang diimplementasikan oleh Radio Suara Surabaya dalam menjalankan bisnis media di era digital dengan menggunakan pendekatan kualitatif, metode studi kasus, melalui wawancara medalam, serta teori Integrated Marketing Communication (IMC) sebagai pisau analisis. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa Radio Suara Surabaya mengimplementasikan enam elemen IMC yang paling dominan diterapkan oleh Radio Suara Surabaya, yaitu advertising, event and experience, public relations, interactive marketing, personal selling, dan word of mouth. Dari aktivitas strategi komunikasi pemasaran yang telah dilakukan, penelitian ini juga menemukan bahwa kondisi loyalitas pendengar cenderung stabil, namun pada dasarnya bisnis media radio tetap mengalami tekanan dikarenakan pergeseran daya konsumsi iklan yang bergeser pada platform digital seperti pada influencer dan KOL
Representasi Realitas Ekonomi dalam Konten Instagram Akun @hanhancuk: Analisis Semiotika Roland Barthes I Made Justin Kusuma Ananda
The Commercium Vol 10 No 3 (2026): The Commercium - Juli 2026
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v10i3.81356

Abstract

Media sosial tidak hanya menyebarkan informasi ekonomi, tetapi juga membentuk cara audiens memahami kekayaan, kelas sosial, dan sistem finansial. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan representasi realitas ekonomi dalam konten Instagram akun @hanhancuk melalui semiotika Roland Barthes. Penelitian menggunakan paradigma interpretif, pendekatan kualitatif, dan jenis penelitian deskriptif. Korpus penelitian mencakup seluruh 87 Reels yang dipublikasikan pada 10 Maret sampai 30 April 2026. Data dikumpulkan melalui observasi nonpartisipan dan dokumentasi, kemudian dikelompokkan ke dalam empat klaster tematik. Setiap konten dibaca melalui denotasi, konotasi, dan mitos, sedangkan kategori lapisan dominan digunakan sebagai strategi penyajian hasil. Temuan menunjukkan 23 konten dominan denotasi, 31 dominan konotasi, dan 33 dominan mitos. Konten denotatif terutama menjelaskan mekanisme ekonomi secara langsung. Konten konotatif membangun kritik melalui satire, ironi, dialog fiktif, dan metafora. Konten dominan mitos menaturalisasi pandangan bahwa kekayaan dan ketimpangan ditentukan oleh penguasaan pengetahuan atas celah sistem. Secara keseluruhan, @hanhancuk merepresentasikan realitas ekonomi secara ganda. Akun ini membuka praktik ekonomi yang dianggap tidak transparan, tetapi sekaligus memproduksi mitos bahwa literasi finansial individual merupakan jalan keluar utama dari persoalan struktural.
KOMODIFIKASI FRAGMENTASI TUBUH JENNIFER COPPEN (ANALISIS WACANA KRITIS SARA MILS DALAM IKLAN AZARINE GLOWKISS SUNSCREEN LIP BALM) Cindya Firyal Adini; Aditya Fahmi Nurwahid
The Commercium Vol 10 No 3 (2026): The Commercium - Juli 2026
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v10i3.81357

Abstract

Representasi perempuan dalam iklan kosmetik kerap memunculkan ambiguitas antara kebebasan berekspresi dan komodifikasi tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk membongkar komodifikasi fragmentasi tubuh yang diproduksi di balik layar iklan Azarine Glowkiss Sunscreen Lip Balm melalui sosok Jennifer Coppen sebagai muse. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan mengaplikasikan Analisis Wacana Kritis (AWK) model Sara Mills untuk membedah posisi subjek-objek dan posisi pembaca dalam teks wacana iklan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa posisi subjek ditempati oleh perusahaan yang menggunakan diksi asertif untuk memproduksi hegemoni kecantikan dalam teks wacana iklan. Pada posisi objek, muse mengalami objektifikasi terselubung melalui praktik fragmentasi tubuh, eksistensi dan personanya direduksi sebatas komoditas. Pada posisi pembaca, temuan menunjukkan teks memosisikan pembaca ke dalam ruang hegemonik yang mendisiplinkan audiens untuk menginternalisasi insekuritas terhadap tubuh mereka sendiri demi menstimulasi konsumsi. Wacana perempuan dalam iklan ini tidak menyuarakan kebebasan, melainkan sebagai taktik hegemonik untuk menormalisasi rasa tidak aman (insecurity) audiens untuk melanggengkan praktik kapitalisme perusahaan.
Strategi Customer Relationship Management pada Perusahaan Jasa Keselamatan dan Kesehatan Kerja dalam Mempertahankan Loyalitas Pelanggan (Studi Kasus pada PT Nusantara Traisser) Arini Rahmatul Hidayah
The Commercium Vol 10 No 3 (2026): The Commercium - Juli 2026
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v10i3.81359

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi Customer Relationship Management (CRM) yang diterapkan PT Nusantara Traisser dalam mempertahankan loyalitas pelanggan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Informan penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling yang terdiri atas Manager Marketing, Koordinator Marketing, Staff CRM, Training Officer, dan pelanggan PT Nusantara Traisser. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT Nusantara Traisser menerapkan strategi CRM melalui tiga dimensi utama, yaitu Operational CRM, Analytical CRM, dan Collaborative CRM. Operational CRM diwujudkan melalui pelayanan yang responsif dan pendampingan pelanggan selama proses layanan. Analytical CRM dilakukan melalui pengelolaan dan pemanfaatan data pelanggan untuk memahami kebutuhan pelanggan secara lebih mendalam. Sementara itu, Collaborative CRM diterapkan melalui komunikasi yang berkelanjutan melalui berbagai saluran komunikasi untuk menjaga hubungan dengan pelanggan. Implementasi ketiga dimensi tersebut berkontribusi dalam membangun hubungan jangka panjang yang ditunjukkan melalui penggunaan kembali layanan, kesediaan pelanggan untuk merekomendasikan perusahaan kepada pihak lain, serta keberlanjutan kerja sama dengan perusahaan. Penelitian ini menemukan bahwa loyalitas pelanggan tidak hanya dipengaruhi oleh kualitas layanan teknis, tetapi juga oleh kemampuan perusahaan dalam mengelola hubungan pelanggan secara berkelanjutan melalui strategi CRM yang terintegrasi. Dengan demikian, penerapan Customer Relationship Management menjadi faktor penting dalam mempertahankan loyalitas pelanggan pada perusahaan jasa Keselamatan dan Kesehatan Kerja.
Implementasi Kampanye Media Sosial Melalui Instagram Untuk Memperkuat Brand Awareness Kopi Telu Citraland Sebagai Cafe Dan Restoran Keluarga Joean Abiyozza; Gilang Gusti Aji
The Commercium Vol 10 No 3 (2026): The Commercium - Juli 2026
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/tc.v10i3.81360

Abstract

Projek akhir ini meluncurkan implementasi kampanye pemasaran digital melalui Instagram untuk memperkuat brand awareness Kopi Telu Citraland sebagai kafe dan restoran keluarga. Projek ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kelanjutan (engagement) digital dan minimnya konten yang menonjolkan identitas outlet ramah keluarga Citraland, akibat dominasi visual dari dua outlet Kopi Telu lainnya yang berbasis alam. Menggunakan analisis SOSTAC dan SWOT, strategi yang diterapkan adalah memproduksi konten terstruktur berdasarkan empat pilar utama: Ambience, Product Knowledge, Fun Content, dan Informative. Eksekusi kampanye fokus pada emosional branding melalui pendekatan visual storytelling dengan palet warna warm tone, pencahayaan alami (ambient lighting), foto human interest secara candid, serta kombinasi copywriting tentang nilai keluarga. Selain itu, dibentuk segmen kreatif "Telurazi" untuk mengabadikan momen kebersamaan keluarga sebagai bukti sosial digital yang kuat. Hasil implementasi menunjukkan bahwa kombinasi strategi visual terarah dan copywriting berbasis cerita berhasil membangun ikatan emosional dengan audiens, meningkatkan keterlibatan organik, memancing pertumbuhan User-Generated Content (UGC), serta memperkuat Kopi Telu Citraland sebagai top-of-mind brand awareness destinasi utama berkumpulnya keluarga.