cover
Contact Name
Marisa Dewi Ariesta
Contact Email
jurnal.karya_masyarakat@starki.id
Phone
+6288291781983
Journal Mail Official
marissa_dewi@starki.id
Editorial Address
Kompleks Billy & Moon, RT. 1/RW 6, Pondok Kelapa, Kec. Duren Sawit, Kota Jakarta Timur 13450
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Karya untuk Masyarakat (JKuM)
ISSN : -     EISSN : 27209423     DOI : https://doi.org/10.36914/jkum.v5i2
Jurnal Karya untuk Masyarakat (JKuM) terkait dengan pengabdian masyarakat di Indonesia. Ruang lingkup untuk jurnal ini terkait: 1. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat 2. Sosial 3. CSR
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 104 Documents
Sosialisasi dan Pelatihan Pemanfaatan Media Digital dalam Pengembangan Usaha Kuliner Lasmery RM Girsang; Ilona V.O Situmeang; Muhamad Isnaini; Putri Ramadaniar; Albert Marvindo
Jurnal Karya untuk Masyarakat (JKuM) Vol 5, No 2 (2024): Jurnal Karya untuk Masyarakat
Publisher : STARKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36914/jkum.v5i2.1160

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dilatarbelakangi oleh semakin tergerusnya kepedulian generasi muda akan kuliner khas Betawi (seperti kerak telor, laksa, bir pletok, gado-gado, soto betawi, toge goreng dan sebagainya) yang harus tetap dijaga kelestariannya ditengah persaingan antar kuliner asing/global yang ada. PkM ini bertujuan untuk mendapatkan solusi agar terciptanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan komunikasi pemasaran digital dan diselnggarakan melalui metode pelatihan singkat yang menyasar pada sepuluh mitra yang merupakan pedagang kuliner khas Betawi di area Setu Babakan (Jakarta Selatan). Hasil PkM menunjukkan para pedagang memahami teknologi media digital yang dapat membantu percepatan usaha dagang produk makanan yang dijual ke pembeli/pengunjung Setu Babakan. Selain itu, literasi media digital diperlukan mitra demi meningkatkan pengetahuan dan keterampilan untuk bersaing dengan penjual lain yang telah terlebih dahulu ‘melek’ teknologi. Hal ini sekaligus menepis kekhawatiran akan imbas kemajuan teknologi terhadap produk yang dijual mitra secara konvensional. Dengan dilaksanakannya PkM ini, melek media digital telah tercapai dimana mitra mulai aktif menggunakan platform media sosial (whatsapp, google, instagram, GoBiz) untuk mengembangkan bisnis kuliner kedepannya. ABSTRACT This Community Service activity is based on the eroding concern of the younger generation for Betawi culinary (such as kerak telor, laksa, bir pletok, gado-gado, soto Betawi, toge goreng and so on) whose preservation must be maintained amidst the competive global culinary. This community service aims to find solutions to increase digital marketing communication knowledge and skills and is held through a short training method targeting ten partners as Betawi culinary traders in the Setu Babakan area (South Jakarta). The community service results that traders understand digital media technology which can help accelerate the trading business of food products sold to buyers/visitors of Setu Babakan. Apart from that, partners need digital media literacy to increase their knowledge and skills to compete with other sellers who are already literate in technology. This also eliminates concerns about the impact of technological advances on products sold by partners conventionally. With the implementation of this community service, digital media literacy has been achieved where partners are starting to actively use social media platforms (WhatsApp, Google, Instagram, GoBiz) to develop their culinary business in the future.
Pelatihan Teknologi Pembuatan Lem Poli Vinil Asetat (PVAc) pada Produsen Album Elvira Sari Purnavita; Sri Sutanti
Jurnal Karya untuk Masyarakat (JKuM) Vol 1, No 2 (2020): Jurnal Karya untuk Masyarakat
Publisher : STARKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36914/jkum.v1i2.389

Abstract

Di Era digital seperti ini, industri album photo masih potensial untuk digemari oleh masyarakat sebagai konsumen. Salah satu, produsen yang menggeluti dalam bidang album foto hingga saat ini yaitu “ALBUM ELVIRA”. Perusahaan ini memiliki kendala dalam harga produksi karena selama ini pembelian lem yang relatif mahal menambah cost produksi. Oleh karena itu, produsen album Elvira berkeinginan untuk mampu memproduksi lem sendiri, sehingga mampu menekan cost biaya produksi dan harga jual album dapat bersaing di pasaran. Untuk mengatasi permasalahan tersebut maka diberikan workshop dan pelatihan pembuatan polimer Poli Vinil Asetat (PVAc) yang dapat diaplikasikan sebagai lem pada kertas. Metode yang diterapkan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini yaitu pemberian materi dan workshop mengenai polimer Poli Vinil Asetat (PVAc). Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini mitra Album Elvira bersikap kooperatif dan antusias dalam mengikuti kegiatan pemberian materi dan diskusi. Dari kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat diambil kesimpulan (1) Mitra telah mengetahui monomer penyusun, formulasi, dan prosedur pembuatan polimer PVAc. (2) Mitra dapat membuat polimer PVAc untuk selanjutnya diaplikasikan menjadi lem kertas untuk menjawab kendala yang selama ini dihadapi oleh mitra. (3) Pada pelatihan dihasilkan emulsi polimer PVAc yang cukup stabil, larut air, dengan PH 6 dan memiliki ukuran partikel kurang dari satu micron, serta masa simpan pada suhu kamar selama sebulan.
Pemanfaatan Pekarangan sebagai Sumber Inspirasi Dapur bagi Warga RW-09 Kebon Pala, Jakata Timur Sitti Wardiningsih; Sitinah Sitinah; Flourentina D.I.; Retno Indriyati K; Edy Supryanto
Jurnal Karya untuk Masyarakat (JKuM) Vol 3, No 1 (2022): Jurnal Karya untuk Masyarakat
Publisher : STARKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36914/jkum.v3i1.686

Abstract

ABSTRAK Pemanfaatan pekarangan di lahan sekitar rumah sangat penting untuk menjaga kualitas ekosistem dan keanekaragaman vegetasi. Tanaman pekarangan merupakan tanaman yang dapat beradaptasi dengan lingkungan lokal dan memiliki fungsi ekonomi, sosial, dan ekologi. Walaupun dengan keterbatasan lahan yang sangat sempit tetapi, keterbatasan lahan bukan halangan untuk berkreasi dan berinovasi dalam mewujudkan inspirasi kebutuhan untuk aktivitas di dapur. Pemanfatan pekarangan dengan menanam kebutuhan sehari-hari untuk bahan kebutuhan dapur berupa sayur dan emponempon dengan memanfaatkan pollyback plastik hitam dan limbah botol plastik aqua yang dijadikan pot sebagai wadah untuk menanam secara vertikal. Kegiatan pengabdian pada masyarakat kali ini bertemakan pemanfaatan pekarangan rumah sebagai ruang produtif energi dapur. Kegiatan ini bertujuan untuk membangkitkan warga masyarakat kreatif dalam pemanfaatan pekarangan sebagai ruang insprirasi lahan produktif dan untuk memberikan pencerahan tentang pemanfatan lahan sempit dengan teknik vertikal yaitu menata tanaman dengan memanfaatkan barang bekas. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian dilakukan dengan pendekatan metode ceramah dan diskusi. Hasil akhir dari pengabdian pada masyarakat ini memberikan dampak perubahan serta pengetahuan tentang menanam secara vertikal di pekarangan rumah pada lingkungan Rukun Warga-09 Kelurahan Kebon Pala, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, Provinsi DKI Jakarta.
Penguatan Inovasi dan Kreativitas Pengelola Lembaga Penyiaran di OKU Raya dalam Mempertahankan Eksistensi Radio Lokal di Era Digital Hendra Alfani
Jurnal Karya untuk Masyarakat (JKuM) Vol 5, No 1 (2024): Jurnal Karya untuk Masyarakat
Publisher : STARKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36914/jkum.v5i1.1052

Abstract

Pengelola radio siaran lokal dituntut mampu menyusun langkah inovasi dan membangun kreativitas secara berkelanjutan untuk mempertahankan esksitensinya di era teknologi digital berbasis jaringan internet. Kehadiran jaringan internet yang melahirkan media baru, tidak hanya mendominasi ruang informasi publik, tetapi juga merubah pola serta kebiasaan masyarakat dalam mengakses informasi, hiburan dan konten lainnya. Radio siaran yang pernah menjadi idola bahkan sebagai rujukan utama khalayak untuk mengakses berita dan tayangan lainnya di era konvensional, harus segera melakukan adaptasi dengan situasi itu. Konvergensi dengan segala variabel ikutanya, langkah inovasi dan kreativitas adalah peta jalan yang harus dipilih untuk mempertahankan eksistensinya di era digital. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah knowledge sharing, kelompok diskusi terfokus dan praktik penyusunan kertas kerja. Hasil kegiatan pengabdian ini sangat signifikan, peserta sangat antusias mengikuti tahapan kegiatan dan berhasil menyusun tiga dokumen kertas kerja yaitu pemetaan masalah dan tantangan, pemetaan analisis kebutuhan dan penyusunan rencana tindak lanjut inovasi dan kreativitas program siaran. Kegiatan ini berhasil mencapai tujuan yang sudah direncanakan. ABSTRACT Local broadcast radio managers are required to be able to develop innovation steps and develop creativity in a sustainable manner to maintain their existence in the era of digital technology based on internet networks. The presence of the internet network has given birth to new media, not only dominating the public information space, but also changing people's patterns and habits in accessing information, entertainment and other content. Broadcast radio, which was once an idol and even the main reference point for audiences to access news and other broadcasts in the conventional era, must immediately adapt to this situation. Convergence with all the accompanying variables, innovation and creativity is the roadmap that must be chosen to maintain its existence in the digital era. The methods used in this service activity are knowledge sharing, focused discussion groups and practice in preparing working papers. The results of this service activity were very significant, participants were very enthusiastic about participating in the activity stages and succeeded in compiling three working paper documents, namely mapping problems and challenges, mapping needs analysis and preparing follow-up plans for broadcast program innovation and creativity. This activity succeeded in achieving the planned goals.
PELATIHAN KETERAMPILAN SEDERHANA BAGI IBU-IBU PKK KELURAHAN BITUNGSARI BOGOR Cresensiana Widi Astuti
Jurnal Karya untuk Masyarakat (JKuM) Vol 1, No 1 (2020): Jurnal Karya untuk Masyarakat
Publisher : STARKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36914/jkum.v1i1.303

Abstract

Dalam masyarakat desa, sebagian besar perempuan terpinggirkan karena pada umumnya mereka tidak memiliki akses terhadap Pendidikan formal yang memungkinkan mereka untuk direkrut bekerja. Kecenderungan yang berkembang adalah menikah untuk melepaskan diri dari kemiskinan dan untuk mencari sandaran hidup karena mereka lalu menjadi isteri seseorang. Situasi yang kurang menguntungkan ini lalu menjadi ‘beban’ tersendiri bagi para perempuan tersebut karena mereka harus mengurus anak-anak dan pekerjaan rumahtangga sekaligus. Mereka lalu menjadi tergantung kepada laki-laki yang menjadi suaminya dan tak berdaya dalam banyak aspek kehidupan. Arikel ini hendak melaporkan kegiatan pemberdayaan perempuan (ibu-ibu rumahtangga) di Kelurahan Bitungsari, Bogor, Jawa Barat, dengan memberikan pelatihan keterampilan sederhana. Diharapkan ketrampilan sederhana ini akan memampukan mereka memiliki sumber penghasilan tanpa harus meninggalkan rumah mereka. Kata Kunci: pemberdayaan perempuan; pelatihan keterampilan.
Pelatihan Daring Kepemimpinan OSIS Siswa Sekolah Menengah Kejuruan dimasa PANDEMI COVID-19 Reimond Hasangapan Mikkael Napitupulu; Hanif Aulawi; Sukirno Sukirno; Muhammad Takrim; Ade Sapta
Jurnal Karya untuk Masyarakat (JKuM) Vol 2, No 2 (2021): Jurnal Karya untuk Masyarakat
Publisher : STARKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36914/jkum.v2i2.590

Abstract

Pelatihan daring Kepemimpinan OSIS pada saat pandemi Covid-19 saat ini mengalami perubahan pada pimpinan dalam memantau bawahanya. Maka dari itu diperlukan strategi yang tepat dalam mengelola OSIS di dalam lingkungan sekolah. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat berbentuk pelatihan secara daring yang ditujukan khususnya untuk siswa Sekolah Menengah Kejuruan Telesandi Bekasi bertujuan untuk menumbuhkan rasa percaya diri para anggota OSIS dimasa Pandemi saat ini. Kegiatan dilakukan secara daring melalui media zoom meeting berbentuk pelatihan. Kegiatan memiliki manfaat yang dapat dilihat dari antusiasme para peserta melalui pertanyaan tentang konsep kepemimpinan OSIS dimasa Pandemi saat ini, mulai dari minat siswa yang akan masuk kedalam OSIS
Sosialisasi Sekolah Ramah Anak di Jenjang Pendidikan Sekolah Dasar di Kota Bogor Jeanne Noveline Tedja; Erna Ermawati Chotim
Jurnal Karya untuk Masyarakat (JKuM) Vol 4, No 2 (2023): Jurnal Karya untuk Masyarakat
Publisher : STARKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36914/jkum.v4i2.959

Abstract

Dalam perwujudan kebijakan Kota Layak Anak, pendirian Sekolah Ramah Anak (SRA) merupakan salah satu contoh nyata. Program Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) adalah salah satu inisiatif utama Indonesia melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Deklarasi Hak Asasi Manusia dan Konvensi Hak-hak Anak, dan World Fit for Children di tingkat internasional serta UUD 1945 merupakan dasar hukum penditrian Sekolah Ramah Anak. KLA merupakan sebuah wilayah yang melaksanakan proses pembangunan berlandaskan pada prinsip hak anak dengan cara mengintegrasikan komitmen serta sumber daya dari pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha. Penyelenggaraan ini dilakukan secara terencana serta berkelanjutan dalam kebijakan-kebijakan, program-program, dan kegiatan-kegiatan guna memastikan realisasi hak-hak sekaligus perlindungan bagi para anak-anak. SRA adalah lembaga pendidikan yang mencakup formal, nonformal, dan informal yang aman, bersih, dan sehat. SRA mendorong kesadaran lingkungan dan nilai-nilai budaya sambil menjamin terpenuhinya hak-hak anak dan terlindungnya para peserta didik dari kekerasan, diskriminasi, serta perlakuan tidak adil. Sistem sekolah yang ramah anak juga memberikan dukungan terhadap partisipasi anak dalam proses perencanaan, implementasi kebijakan, dan pengawasan kegiatan pembelajaran untuk memastikan hak-hak mereka terpenuhi dalam sistem pendidikan. Tujuan dari kegiatan keterlibatan masyarakat yang berjudul Sosialisasi Sekolah Ramah Anak adalah untuk memberikan pemahaman kepada guru dan kepala sekolah mengenai sifat, konsep, prinsip, tujuan, strategi, dan tahapan-tahapan implementasi Sekolah Ramah Anak sehingga kebijakan ini dapat dilaksanakan di semua sekolah dasar di Kota Bogor. Metode yang digunakan untuk implementasi adalah melalui kegiatan sosialisasi dan focus group discussion (FGD) dengan guru dan kepala sekolah dari semua sekolah dasar di Kota Bogor. Hasil dari kegiatan sosialisasi dan FGD kepada guru dan kepala sekolah SD se-Kota Bogor adalah pemahaman mengenai sifat, konsep, strategi, dan tahapan-tahapan implementasi Sekolah Ramah Anak yang dimiliki oleh sekolah dan elemen-elemennya. Child Friendly Schools are a real example of fulfilling one indicator among many other indicators in the Child Friendly Cities policy. The Child Friendly Cities Program is one of Indonesia's main initiatives through the Ministry of Women's Empowerment and Child Protection, which is legally based on the Declaration of Human Rights and the Convention on the Rights of the Child, and World Fit for Children at the international level and the 1945 Constitution. KLA is an area that carries out a development process based on the principle of children's rights by integrating commitments and resources among the government, the community, and the business world. This implementation is carried out in a planned-sustainable manner in term of policies, programs and activities to ensure the realization of rights as well as children protection. Child Friendly Schools (SRA) are educational institutions that include formal, non-formal and informal safe, clean and healthy. SRA encourages environmental awareness and cultural values while guaranteeing the fulfillment of children's rights and protection from violence, discrimination and unfair treatment. In addition, SRA supports children's participation in the process of planning, implementing policies, and supervising learning activities to ensure that their rights are fulfilled by the education system. The purpose of the community engagement activity entitled Socialization of Child Friendly Schools is to provide teachers and principals with an understanding of the nature, concepts, principles, goals, strategies, and stages of implementation of Child Friendly Schools so that this policy can be implemented in all elementary schools in the City. Bogor. The method used for implementation is through outreach activities and focus group discussions with teachers and principals of all elementary schools in Bogor City. The result of socialization activities and focus group discussions with teachers and principals of elementary schools in Bogor City is an understanding gained by school and its elements about the nature, concepts, strategies, and stages of Child Friendly Schools implementation.
Implementasi Teknologi Hidroponik dan Budidaya Lele Sebagai Upaya Peningkatan Ketahanan Pangan Rustanta, Agustinus
Jurnal Karya untuk Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Karya untuk Masyarakat
Publisher : STARKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36914/7yd5ts25

Abstract

Ketahanan pangan merupakan isu penting di Indonesia, terutama di wilayah perkotaan dengan keterbatasan lahan dan tingginya ketergantungan terhadap pasokan eksternal. Artikel ini membahas implementasi teknologi hidroponik, budidaya lele, dan pembuatan ecoenzym sebagai solusi inovatif untuk meningkatkan ketahanan pangan di lingkungan rumah tangga. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan di RW 07, Kelurahan Jakamulya, Kabupaten Bekasi, selama tiga tahun (2021-2023). Program ini bertujuan memberdayakan masyarakat melalui pelatihan dan praktik langsung, sehingga mereka dapat memanfaatkan lahan sempit secara optimal untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga. Metode yang digunakan meliputi tahapan pengembangan model, pelatihan, dan implementasi bersama mitra masyarakat. Proses diawali dengan studi literatur dan percobaan mandiri oleh peneliti untuk merancang instalasi hidroponik, kolam lele skala rumah tangga, dan fermentasi limbah organik menjadi ecoenzym. Setelah model berhasil, kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan warga dalam membangun dan mengoperasikan sistem ini. Pendampingan dilakukan hingga masyarakat mampu mengelola instalasi secara mandiri. Evaluasi keberhasilan dilakukan melalui wawancara, survei, serta analisis hasil panen. Hasil program menunjukkan bahwa hidroponik dan budidaya lele efektif dalam meningkatkan kemandirian pangan. Tanaman hidroponik, seperti selada dan kangkung, serta ikan lele, berhasil dipanen dengan siklus waktu singkat. Ecoenzym yang dihasilkan dari limbah organik juga bermanfaat sebagai pupuk, pembersih alami, dan penghilang bau. Selain mengurangi biaya rumah tangga, kegiatan ini memperkuat solidaritas warga melalui kerja sama dan berbagi hasil panen. Kegiatan ini menunjukkan bahwa teknologi sederhana dapat menjadi solusi ketahanan pangan yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Model ini dapat direplikasi di wilayah lain sebagai upaya kolektif untuk membangun kemandirian pangan keluarga sekaligus mendukung keberlanjutan lingkungan.    ABSTRACT Food security is an important issue in Indonesia, especially in urban areas with limited land and high dependence on external supplies. This article discusses the implementation of hydroponic technology, catfish farming, and ecoenzyme manufacturing as innovative solutions to improve food security in the household environment. This community service activity was carried out in RW 07, Jakamulya Village, Bekasi Regency, for three years (2021-2023). This program aims to empower the community through training and hands-on practice, so that they can make optimal use of narrow land to meet their family's food needs. The methods used include the stages of model development, training, and implementation with community partners. The process began with a literature study and independent experiments by researchers to design hydroponic installations, household-scale catfish ponds, and fermentation of organic waste into ecoenzymes. After the model was successful, the activity continued with training for residents in building and operating this system. Assistance is carried out until the community is able to manage the installation independently. Success evaluation is carried out through interviews, surveys, and crop analysis. The results of the program show that hydroponics and catfish cultivation are effective in increasing food independence. Hydroponic crops, such as lettuce and kale, as well as catfish, are successfully harvested with a short time cycle. Ecoenzymes produced from organic waste are also useful as fertilizers, natural cleaners, and deodorizers. In addition to reducing household costs, this activity strengthens the solidarity of residents through cooperation and sharing of crops. This activity shows that simple technology can be a sustainable and environmentally friendly food security solution. This model can be replicated in other regions as a collective effort to build family food independence while supporting environmental sustainability. 
Strategi komunikasi Politik dalam Meningkatkan Literasi dan Partisipasi Petani serta Nelayan Kabupaten Pangandaran dalam Pemilu 2024 melalui Sosialisasi Aji Sabda, Galang Ikhwan; Shinta Dewi, Evie Ariadne; Gemiharto, Ilham; Lisnarini, Naurah
Jurnal Karya untuk Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Karya untuk Masyarakat
Publisher : STARKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36914/dfyahw33

Abstract

Literasi dan partisipasi politik merupakan elemen penting dalam demokrasi, namun komunitas petani dan nelayan sering kali menghadapi kesenjangan informasi yang signifikan. Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan peran strategi komunikasi politik dalam meningkatkan partisipasi politik petani dan nelayan di Kabupaten Pangandaran menjelang Pemilu 2024, yang merupakan bagian dari upaya pemberdayaan komunitas marjinal.Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dilakukan dengan metode pendekatan partisipatif, termasuk kegiatan sosialisasi yang interaktif, forum diskusi yang mendorong keterlibatan aktif peserta, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test untuk mengukur tingkat peningkatan pemahaman. Peserta yang terlibat terdiri dari petani dan nelayan yang menjadi kelompok sasaran utama. Hasil menunjukkan bahwa pendekatan sosialisasi komunikasi politik yang inovatif berhasil menciptakan ruang dialog yang kondusif. Sementara itu, pendidikan politik berbasis komunitas terbukti efektif dalam memberdayakan kelompok sasaran dengan meningkatkan literasi politik mereka dan memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang hak dan kewajiban politik. Kombinasi pendekatan ini tidak hanya meningkatkan pemahaman politik, tetapi juga memperkuat partisipasi aktif masyarakat dalam demokrasi. Partisipasi ini berpotensi menciptakan perubahan signifikan dalam cara komunitas marjinal terlibat dalam proses politik, sekaligus mendukung kualitas demokrasi lokal yang lebih inklusif dan berkeadilan.   Kata Kunci: Literasi Politik, Partisipasi Politik, Komunikasi Politik, Pendidikan Komunitas, Pemilu 2024   ABSTRACT Political literacy and participation are essential elements of democracy. However, farmer and fisher communities often face significant information gaps. This article aims to elucidate the role of political communication strategies in enhancing political participation among farmers and fishers in Pangandaran Regency ahead of the 2024 Elections, as part of efforts to empower marginalized communities.This Community Service (PkM) program was conducted using a participatory approach, encompassing interactive socialization activities, discussion forums that encouraged active participant engagement, and evaluations through pre-tests and post-tests to measure levels of understanding improvement. Participants consisted of farmers and fishers as the primary target groups. The findings indicate that innovative political communication socialization successfully created a conducive dialogue space. Furthermore, community-based political education proved effective in empowering the target groups by enhancing their political literacy and providing a deeper understanding of political rights and responsibilities. The integration of these approaches not only improved political understanding but also strengthened active community participation in democracy. This participation has the potential to drive significant changes in how marginalized communities engage in political processes, while simultaneously supporting a more inclusive and equitable quality of local democracy.   Keywords: Political Literacy, Political Participation, Political Communication, Community Education, 2024 Elections
Penguatan Keterampilan Komunikasi Digital Melalui Program Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa di SMA Budhaya II Santo Agustinus Hendrik Maturbongs, Yoseph
Jurnal Karya untuk Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Karya untuk Masyarakat
Publisher : STARKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36914/11kwfj29

Abstract

Abstract The digital era presents challenges and opportunities in developing communication skills, particularly among the younger generation. This study aims to enhance students' digital communication skills by integrating elements of effective communication into the Leadership Training Program (LDKS) at SMA Budhaya II Santo Agustinus. The implementation methods included interactive lectures, digital communication simulations, and participatory discussions to teach the basics of effective communication, such as message clarity, media selection, and empathy in online communication. Survey results revealed that 90.3% of participants were satisfied with the program, 85.5% were satisfied  with  the  enthusiasm  during  activities,  and  95.2%  stated  the  program  strengthened interpersonal relationships. The evaluation also indicated improved understanding of digital communication skills. Limitations such as physical facilities and training duration were noted for future improvement. This program demonstrates that effective communication theories can be practically applied in digital-based leadership training, positively impacting students’ interpersonal skills.   Abstrak Era digital memberikan tantangan dan peluang dalam pengembangan keterampilan komunikasi, terutama bagi generasi muda. Penelitian Pengabdian Masyarakat ini bertujuan meningkatkan keterampilan komunikasi digital siswa melalui integrasi elemen komunikasi efektif dalam program Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) di SMA Budhaya II Santo Agustinus. Metode pelaksanaan meliputi ceramah interaktif, simulasi komunikasi digital, dan diskusi partisipatif untuk mengajarkan dasar komunikasi efektif, seperti kejelasan pesan, pemilihan media, dan empati dalam komunikasi daring Kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) di SMA Budhaya II Santo Agustinus memberikan gambaran nyata tentang pentingnya komunikasi efektif di era digital. Tujuan utama   dari   penelitian   pengabdian   masyarakat   dan   kegiatan   ini   adalah   untuk   meningkatkan keterampilan komunikasi digital siswa melalui pendekatan yang terintegrasi dalam program pelatihan kepemimpinan. Berdasarkan hasil kegiatan, dapat disimpulkan bahwa peserta mengalami peningkatan yang signifikan dalam pemahaman dan kemampuan mereka terkait komunikasi digital, sebagaimana dibuktikan oleh tingkat kepuasan yang tinggi terhadap acara ini. Evaluasi juga menunjukkan peningkatan pemahaman terhadap komunikasi digital. Kendala seperti keterbatasan fasilitas fisik dan waktu  pelatihan  menjadi  perhatian  untuk  perbaikan.  Program  ini  membuktikan  bahwa  teori komunikasi efektif dapat diterapkan secara praktis dalam pelatihan kepemimpinan berbasis digital, memberikan dampak positif pada keterampilan interpersonal siswa.    

Page 10 of 11 | Total Record : 104