cover
Contact Name
Muhammad Hadi Widanto
Contact Email
lppm@unsurya.ac.id
Phone
+6282113935439
Journal Mail Official
lppm@unsurya.ac.id
Editorial Address
LPPM Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma Kampus A Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma lt. 2 No. 210 Jl. Halim Perdana Kusuma No.1, RT.1/RW.9, Halim Perdana Kusuma Kec. Makasar, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 13610
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Manajemen Kesehatan dan Keperawatan
ISSN : 3063069X     EISSN : 30629225     DOI : https://doi.org/10.35968/7v6eq255
Core Subject : Health,
AIM Tujuan utama dari jurnal ini adalah untuk menyediakan platform bagi para Mahasiswa, Dosen, Peneliti, praktisi profesional di bidang kesehatan untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, dan penelitian terkini yang relevan dengan manajemen kesehatan dan keperawatan. Kami bertujuan untuk mendorong pertukaran gagasan yang inovatif dan solusi praktis yang dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan pengelolaan sumber daya di berbagai konteks pelayanan kesehatan. SCOPE Jurnal ini mencakup berbagai topik dalam manajemen kesehatan dan keperawatan, termasuk namun tidak terbatas pada: Strategi manajemen kesehatan Kebijakan kesehatan dan peraturan Manajemen operasional rumah sakit dan fasilitas kesehatan lainnya Manajemen sumber daya manusia di bidang kesehatan Inovasi dalam manajemen layanan kesehatan Penggunaan teknologi informasi dalam manajemen kesehatan Manajemen risiko dan kualitas dalam pelayanan kesehatan Manajemen keperawatan klinis dan administratif Evaluasi dan penelitian kesehatan masyarakat Kolaborasi lintas disiplin dalam manajemen kesehatan Keperawatan medikal bedah Keperawatan Kegawatdaruratan dan bencana keperawatan anak keperawatan maternitas keperawatan jiwa keperawatan gerontik keperawatan komunitas manajemen dan kepemimpinan keperawatan Jurnal ini menyambut kontribusi dari para peneliti, praktisi, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya yang tertarik dalam pengembangan teori dan praktik manajemen kesehatan dan keperawatan.
Articles 62 Documents
Usulan Perancangan Pemasangan Alarm Detector dan Sprinkler pada Kampus C Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarama Achmad Takbiriyantono; Waspada Tedja Bhirawa; Basuki Arianto; Wardaya
Jurnal Manajemen Kesehatan dan Keperawatan Vol. 1 No. 2 (2024): Jurnal Manajemen Kesehatan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/21wpfx05

Abstract

Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma saat ini memanfaatkan Campus A, Campus B, dan Campus C yang baru dibangun. Penelitian ini berfokus pada Campus C, sebuah gedung bertiga lantai yang memerlukan langkah-langkah keselamatan kebakaran yang andal. Bahaya kebakaran di gedung ini meliputi instalasi listrik dan bahan bangunan yang mudah terbakar. Untuk mengatasi risiko ini, penelitian ini menggunakan diagram sebab-akibat (diagram Fishbone) untuk menganalisis faktor-faktor penyebab bahaya kebakaran, yang dikategorikan ke dalam Aspek Pekerja, Bahan Baku, Mesin, Metode, dan Lingkungan. Dengan menggunakan metode 5W+1H Quality, penelitian ini merekomendasikan pemasangan 132 alat pemadam kebakaran otomatis (sprinkler) dengan pipa ¾" dan saluran pipa sepanjang 460 meter. Kebutuhan pasokan air adalah 277 m³/menit, yang memerlukan sistem pompa dengan kapasitas 277 m³/menit. Tiga pompa dengan kapasitas masing-masing 100 m³/jam dan satu pompa cadangan direkomendasikan untuk kapasitas ini. Selain itu, diusulkan tangki penyimpanan air dengan kapasitas 300 m³ untuk 60 menit, dengan ukuran panjang 4 meter, lebar 5 meter, dan kedalaman 1,5 meter. Penelitian ini juga merekomendasikan penerapan Prosedur Operasi Standar (SOP) K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja) untuk meningkatkan keselamatan dan manajemen bahaya kebakaran di Campus C. SOP ini mencakup perbaikan pada faktor manusia, bahan, mesin, metode, dan lingkungan di Campus C.   The building facilities currently used by Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma (Unsurya) is Campus A and Campus B and the new Campus C. In this research examined campus C Unsurya, which is a three (3) floor building. The building must be equipped with reliable fire safety facilities. There are several functions of space that can trigger fires, namely electrical installations and flammable building materials. Based on the background above, adequate active protection means are needed in accordance with applicable regulations. Cause-and-effect diagrams / Fishbone diagrams are used to analyze the factors that cause fire hazards. The factors that influence and cause fire hazards can generally be classified as follows: Workers, Raw Materials, Machines, Methods, and Environment. 5W+1H Quality using to determine recommendation. Based on calculations, it was determined to place 132 sprinklers to overcome the danger of fire with a quantity of ¾" pipe material with a pipe line 460 meters long. Meanwhile, the water supply is 277 m3/minute. With the required water supply, a pump with a pump capacity capable of producing 277 m3/minute is needed. With this capacity, three pumps with a capacity of 100 m3 /hour and one spare pump can be used. A water storage tank is needed for 300 m3 for 60 minutes with a length of 4 meters, width of 5 meters and depth of 1.5 meters. It is proposed to use a Standard Operating Procedure (SOP) regarding K3 or safety and how to handle fire hazards in the Unsurya Campus C building which includes improvements to human factors, materials, machines, methods and the environment of the Campus C Unsurya.  
Konsumsi Ikan Gabus Mempercepat Penyembuhan Luka Pasca Bedah Caesar di RSAU Jakarta Alfisyah Miladiah; Luluk Eka Meylawati; Siti Rochanah; Muhamad Iqbal
Jurnal Manajemen Kesehatan dan Keperawatan Vol. 1 No. 2 (2024): Jurnal Manajemen Kesehatan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/5qdy0v34

Abstract

Ikan gabus merupakan ikan air tawar yang banyak manfaat yaitu asam amino non-esensial yang dikandungnya sangat penting dalam penyembuhan luka pada manusia. Ikan gabus banyak dikonsumsi oleh orang pasca operasi untuk membantu pemulihan luka operasi. Penelitian deskriptif mengidentifikasi manfaat ikan gabus dalam membantu penyembuhan luka operasi pasca melahirkan caesar. Penelitian ini dilakukan pada dua orang pasca persalinan caesar. Pasien 1 konsumsi ikan gabus sedangkan pasien 2 tidak mengkonsumsi ikan gabus. Penelitian ini menggunakan metode wawancara, observasi, dan pemeriksaan fisik. Alat ukur yang digunakan yaitu lembar observasi luka operasi dengan REEDA (Redness, Edema, Ecchymosis, Discharge, Approximation) dan skala nyeri. Ikan gabus dikonsumsi pasien satu kali sehari selama 4 hari di RSAU Jakarta. Hasil:  Pasien 1 skor REEDA yaitu 1, skala nyeri 1, sedangkan pasien 2 yaitu skor REEDA adalah 2 dan skala nyeri 2. Kesimpulan: Konsumsi Ikan gabus baik dalam mempercepat penyembuhan luka terutama pada ibu pasca melahirkan caesar sehingga baik ditambahkan dalam konsumsi harian pasca operasi caesar.   Cork fish is a freshwater fish that has many benefits, namely the non-essential amino acids it contains are very important in wound healing in humans. Cork fish is widely consumed by people after surgery to help the recovery of surgical wounds. Descriptive research identifies the benefits of cork fish in helping wound healing after cesarean delivery. This study was conducted on two people after cesarean delivery. Patient 1 consumed cork fish while patient 2 did not consume cork fish. This study used interview, observation, and physical examination methods. The measuring instruments used were a surgical wound observation sheet with REEDA (Redness, Edema, Ecchymosis, Discharge, Approximation) and a pain scale. Cork fish was consumed by patients once a day for 4 days at RSAU Jakarta. Results:  Patient 1 REEDA score is 1, pain scale is 1, while patient 2 is REEDA score is 2 and pain scale is 2. Conclusion: Consumption of cork fish is good in accelerating wound healing, especially in mothers after cesarean delivery so it is good to be added to daily consumption after cesarean section.
Penerapan Teknik Relaksasi Otot Progresif dalam Penurunan Kadar Gula Darah Sewaktu pada Penderita Diabetes di RSAU Jakarta Anisa Sarah Febiana; Sinta Fresia; Wahyuni Dwi Rahayu; Isnita Dewi Fortuna
Jurnal Manajemen Kesehatan dan Keperawatan Vol. 1 No. 2 (2024): Jurnal Manajemen Kesehatan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/x2gqhf62

Abstract

Diabetes Melitus merupakan salah satu penyakit akibat fungsi atau struktur dari jaringan atau organ tubuh yang secara progresif menurun dari waktu ke waktu karena usia atau gaya hidup. Diabetes adalah salah satu penyakit yang tidak menular yang akan meningkat jumlahnya di masa yang akan datang. Tujuan karya tulis ilmiah ini yaitu untuk menggambarkan terapi relaksasi otot progresif dalam penurunan kadar gula darah sewaktu pada klien dengan Diabetes Melitus di Rumah Sakit dr. Esnawan Antariksa Jakarta. Karya tulis ilmiah ini menggunakan metode studi kasus. Jumlah responden 2 orang yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dengan masalah keperawatan yaitu Diabetes Melitus. Pengumpulan data berupa wawancara, pengecekan langsung gula darah sewaktu yang dicatat pada lembar observasi. Hasil penelitian menunjukan adanya perbandingan penurunan kadar gula darah sewaktu setelah dilakukan latihan teknik relaksasi otot progresif. Pemberian latihan teknik relaksasi otot progresif pada penderita Diabetes Melitus terbukti mampu memberikan hasil berupa penurunan kadar gula darah sewaktu.
Pengaruh Pemberian Jus Apel Hijau terhadap Penurunan Kadar Kolesterol pada Keluarga dengan Masalah Hiperkolesterolemia di Wilayah Pinang Ranti Gani Igha Pramisty; Amri, Khaerul; Azis Fahruji; Imelda Avia
Jurnal Manajemen Kesehatan dan Keperawatan Vol. 1 No. 2 (2024): Jurnal Manajemen Kesehatan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/h9vy5e91

Abstract

Hiperkolesterolemia merupakan salah satu gangguan metabolisme lipid yang ditandai dengan peningkatan kadar kolesterol dalam darah. Penatalaksanaan hiperkolesterolemia dapat dilakukan dengan dua cara yaitu dengan cara farmakologi dan cara nonfarmakologi. Adapun dengan cara nonfarmakologi salah satunya yaitu dengan apel hijau. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan dari mengkonsumsi jus apel hijau terhadap penurunan kadar kolesterol pada keluarga dengan masalah hiperkolesterolemia. Metode studi kasus ini adalah studi komparatif, kasus ini bertujuan untuk mengetahui dan membandingkan pengaruh terapi jus apel hijau terhadap penurunan kadar kolesterol pada 2 keluarga dengan masalah kesehatan hiperkolestrolemia. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh terhadap penurunan kadar kolesterol, pada Ny. Y kadar kolesterol sebelum diberikan terapi jus apel hijau adalah 225 mg/dL, setelah diberikan terapi jus apel hijau 215 mg/dL. Pada Ny. W kadar kolesterol sebelum diberikan terapi jus apel hijau adalah 230 mg/dL, setelah diberikan terapi jus apel hijau 210 mg/dL. Kesimpulan dari pengaruh terapi jus apel hijau dapat menurunkan kadar koleserol dengan rata – rata 15 mg/dL dari 2 subjek yang ada dalam waktu 7 hari. Saran diharapkan studi kasus selanjutnya dalam melakukan penelitian hendaknya menambah jumlah responden agar menghasilkan penelitian yang lebih efektif.   Hypercholesterolemia is one of the lipid metabolism disorders characterized by increased cholesterol levels in the blood. The management of hypercholesterolemia can be done in two ways, namely by pharmacology and non-pharmacology. As for the nonpharmacological way, one of them is with green apples. The purpose of this study aims to determine the effect of the application of consuming green apple juice on lowering cholesterol levels in families with hypercholesterolemia problems. This case study method is a comparative study, this case aims to determine and compare the effect of green apple juice therapy on lowering cholesterol levels in 2 families with hypercholesterolemia health problems. The results showed an effect on lowering cholesterol levels, in Mrs. Y the cholesterol level before being given green apple juice therapy was 225 mg/dL, after being given green apple juice therapy 215 mg/dL. In Mrs. W, the cholesterol level before being given green apple juice therapy was 230 mg/dL, after being given green apple juice therapy 210 mg/dL. The conclusion of the effect of green apple juice therapy can reduce cholesterol levels by an average of 15 mg/dL from 2 existing subjects within 7 days. Suggestions are expected that the next case study in conducting research should increase the number of respondents in order to produce more effective research.
Implementasi Terapi Okupasi (Mewarnai) Terhadap  Peningkatan Kepercayaan Diri Pada Pasien Dengan Masalah Keperawatan Isolasi Sosial Di Panti Sosial Bina Laras Harapan Sentosa 2 Cipayung Jakarta Timur Salsabila Noviyani Kharisma; Aziz Fahruji; Nur Afni Wulandari
Jurnal Manajemen Kesehatan dan Keperawatan Vol. 1 No. 3 (2024): Jurnal Manajemen Kesehatan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/64t34b78

Abstract

Masalah gangguan jiwa di dunia menjadi masalah yang semakin meluas, WHO memperkirakan ada sekitar 450 juta data statistik pasien gangguan jiwa, berdasarkan data statistik pasien gangguan jiwa meningkat sangat tinggi. Dari hasil wawancara peneliti dengan petugas kesehatan di Panti Bina Laras Harapan Sentosa, terdapat 411 pasien berjenis kelamin perempuan dan dibagi menjadi III klaster dengan gangguan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengimplementasikan Terapi Okupasi (mewarnai) untuk meningkatkan kepercayaan diri pada pasien dengan masalah keperawatan Isolasi Sosial. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan teknik total sampling. lembar observasi untuk mendokumentasikan respon pasien, lembar Informed Consent atau lembar persetujuan, Alat Media Terapi Okupasi Mengecat Patung Semen, lembar Standar Operasional Prosedur (SOP) Setelah dilakukan implementasi selama 3 hari tanda dan gejala Isolasi Sosial pada Ny. S mulai berkurang. Dari skor 7 menjadi skor 1, Setelah dilakukan implementasi selama 3 hari tanda dan gejala Isolasi Sosial pada Ny.O mulai berkurang. Dari Skor 6 menjadi 3. Sebelum dilakukan implementasi terapi okupasi mewarnai patung semen selama 3 hari pada kedua responden, tanda dan gejala Isolasi Sosial tersebut skor 1 dan 3. Setelah dilakukan Implementasi Terapi Okupasi mewarnai patung semen dalam selama 3 hari pada kedua Responden didapatkan tanda dan gejala menurun.   The problem of mental disorders in the world is becoming an increasingly widespread problem. WHO estimates that there are around 450 million statistical data on mental disorders patients, based on statistical data, mental disorders patients are increasing very high. From the results of researchers' interviews with health workers at Panti Bina Laras Harapan Sentosa, there were 411 female patients and they were divided into three clusters with disorders. The aim of this research is to implement Occupational Therapy (coloring) to increase self-confidence in patients with social isolation nursing problems. This research uses descriptive research with total sampling techniques. This study uses a patient data format to obtain patient data, observation sheets to document patient responses, Informed Consent sheets, Occupational Therapy Media Tools for Painting Cement Statues, Standard Operating Procedure (SOP) sheets. After implementation for 3 days, signs and symptoms of Isolation Social at Mrs. S starts to decrease. From a score of 7 to a score of 1, after implementation for 3 days, the signs and symptoms of social isolation in Mrs. O began to decrease. From a score of 6 to 3. Before the implementation of occupational therapy, coloring the cement statue for 3 days for both respondents, the signs and symptoms of Social Isolation were scored 1 and 3. After the implementation of Occupational Therapy, coloring the cement statue for 3 days for the two respondents, signs and symptoms were obtained. symptoms decrease.  
Implementasi Mobilisasi Dini Terhadap Penurunan Skala Nyeri pada Pasien Post Apendiktomi di Ruang Merak RSAU Dr. Esnawan Antariksa Raka, Raka pradana; Harwina Widya Astuti; Sinta Fresia
Jurnal Manajemen Kesehatan dan Keperawatan Vol. 1 No. 3 (2024): Jurnal Manajemen Kesehatan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/52dgaj98

Abstract

Apendiksitis merupakan kondisi gangguan pencernaan berupa peradangan pada usus buntu yang dipengaruhi beberapa faktor seperti konsumsi makanan cepat saji dan aktivitas yang berlebihan sehingga menimbulkan rasa nyeri. Apendiktomi merupakan intervensi bedah yang bertujuan untuk mengurangi risiko memperburuk kondisi pasien. Pada beberapa pasien post apendiktomi rasa nyeri yang timbul mengakibatkan keengganan untuk bergerak, hal tersebut dapat memperpanjang waktu pemulihan dan meningkatkan kemungkinan komplikasi. Mobilisasi dini sebagai salah satu intervensi non-farmakologis untuk menurunkan skala nyeri yang timbul pada pasien post apendiktomi. Studi kasus ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi mobilisasi dini terhadap penurunan skala nyeri pada pasien post apendiktomi di Ruang Merak RSAU dr. Esnawan Antariksa. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus deskriptif. Subjek studi kasus ini sebanyak 2 subjek sesuai kriteria inklusi. Pengambilan data diambil dengan menggunakan instrumen berupa lembar observasi Numeric Rating Scale dan standar prosedur operasional terapi mobilisasi dini. Hasil studi kasus setelah dilakukan mobilisasi dini menunjukkan tingkat nyeri dari kedua pasien mengalami penurunan dari skala nyeri 6-7 (nyeri sedang) ke skala nyeri 1 (ringan). Kesimpulan dari studi kasus ini menunjukkan bahwa ada penurunan skala nyeri pada kedua pasien yang terjadi setelah dilakukan pemberian mobilisasi dini pada pasien post apendiktomi.   Appendicitis is a condition of indigestion in the form of inflammation of the appendix which is influenced by several factors such as consumption of fast food and excessive activity, causing pain. Appendectomy is a surgical intervention that aims to reduce the risk of worsening the patient's condition. In some patients post appendectomy the pain results in reluctance to move, which can prolong recovery time and increase the likelihood of complications. Early mobilization is one of the non-pharmacological interventions to reduce the pain scale that arises in post appendectomy patients. This case study aims to describe the implementation of early mobilization to reduce the pain scale in post appendectomy patients in the Merak Room of RSAU dr. Esnawan Antariksa. The research method used is a descriptive case study. The subjects of this case study were 2 subjects according to the inclusion criteria. Data collection was taken using instruments in the form of, Numeric Rating Scale observation sheets and standard operational procedures for early mobilization therapy. The results of the case study after early mobilization showed that the pain level of the two patients decreased from a pain scale of 6-7 (moderate pain) to a pain scale of 1 (mild). The conclusion of this case study shows that there is a decrease in the pain scale in both patients that occurs after the provision of early mobilization in post appendectomy patients.
Implementasi Terapi Spiritual Berdzikir Pada Pasien Skizofrenia dengan Masalah Resiko Perilaku Kekerasan di Panti Bina Laras Sentosa II Cipayung Nia, Siti Marwah Artania; Aziz Fahruji; Nur Afni Wulandari Arifin
Jurnal Manajemen Kesehatan dan Keperawatan Vol. 1 No. 3 (2024): Jurnal Manajemen Kesehatan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/7phzs612

Abstract

Pasien Resiko Perilaku kekerasan merupakan suatu kondisi dimana individu mengalami perilaku marah yang ekstrim (kemarahan) atau ketakutan (panik) sebagai respon terhadap perasaan terancam, baik berupa ancaman serangan fisik atau konsep diri. Perilaku kekerasan menjadi salah satu respon marah yang diekspresikan dengan melakukan ancaman, mencederai orang lain, dan atau merusak lingkungan. Perasaan terancam ini dapat berasal dari stresor eksternal (penyerangan fisik, kehilangan orang berarti dan kritikan dari orang lain) dan internal (perasaan gagal di tempat kerja, perasaan tidak mendapatkan kasih sayang dan ketakutan penyakit fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Analisis Intervensi Melatih Cara spiritual: zikir pada pasien Resiko Perilaku Kekerasan. Penelitian yang digunakan ini ialah deskriptif dengan rancangan studi kasus penelitian ini  untuk melakukan intervensi melatih cara spiritual zikir untuk mengontrol perilaku kekerasan. Penelitian ini menggunakan pasien resiko perilaku kekerasan di panti sosial bina laras harapan II Cipayung dengan subjek 2 responden yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Setelah dilakukan intervensi selama 3 hari pasien menunjukkan adanya perubahan emosi terkontrol. Hasil intervensi dengan dilakukannya melatih berzikir pada pasien resiko perilaku kekerasan cukup efektif, pengendalian marah pasien dapat terkontrol Terapi spiritual berzikir dari penelitian ini yaitu, pasien mampu mengulangi terapi dengan mandiri secara kontinyu.   Patients at Risk for Violent Behavior is a condition where individuals experience extreme anger (anger) or fear (panic) as a response to feelings of threat, whether in the form of threats of physical attack or self-concept. Violent behavior is a response to anger that is expressed by making threats, injuring other people, and/or destroying the environment. This feeling of threat can come from external stressors (physical attacks, loss of significant others and criticism from others) and internal (feelings of failure at work, feelings of not getting love and fear of physical illness.  This research aims to determine the Analysis of Training Interventions Spiritual way: Dhikr for patients at risk of violent behavior. Objective: This research aims to determine the intervention analysis of training spiritual Dhikr in patients at risk of violent behavior. Method: The research used is descriptive with a case study design for this research to carry out an intervention to train the spiritual method of dhikr to control violent behavior. This study used patients at risk of violent behavior at the Bina Laras Harapan II Cipayung social institution as subjects with 2 respondents who met the inclusion and exclusion criteria. After intervention for 3 days the patient showed controlled emotional changes. The results of the intervention by practicing dhikr in patients at risk of violent behavior are quite effective, controlling the patient's anger can be controlled. The spiritual therapy of dhikr from this study is that the patient is able to repeat the therapy independently on an ongoing basis.
Implementasi Pendidikan Kesehatan Hand Hygiene dalam Upaya Pencegahan Diare pada Anak Usia Pra Sekolah di PAUD Kuntum Mekar Irihadi, Tirta; Anggraeni, Fitri; Ambarwati, Dwi
Jurnal Manajemen Kesehatan dan Keperawatan Vol. 1 No. 3 (2024): Jurnal Manajemen Kesehatan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/1vg3nq45

Abstract

Diare merupakan defekasi encer yang terjadi lebih dari tiga kali dalam 24 jam. Pendidikan kesehatan adalah kegiatan pembelajaran yang dibangun secara sadar dan mencakup berbagai bentuk komunikasi untuk meningkatkan pemahaman tentang kesehatan. Hand hygiene adalah tindakan membersihkan tangan mengunakan sabun dan air mengalir atau dengan hand sanitizer. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hasil implementasi pendidikan kesehatan hand hygiene dalam upaya pencegahan diare pada anak usia pra sekolah di PAUD Kuntum Mekar. Jenis penelitian ini menggunakan studi kasus deskriptif. Subjek dalam kasus ini sebanyak 4 orang sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi yang terdiri dari 10 pernyataan tentang langkah-langkah cuci tangan yang baik dan benar. Hasil dari penelitian yang dilakukan sebanyak 2 hari pengambilan data sebelum dilakukan pendidikan kesehatan hand hygiene didapatkan skor rata-rata 4,5 dengan kategori kurang baik dan sesudah dilakukan pendidikan kesehatan hand hygiene didapatkan skor rata-rata 7 dengan kategori baik, skor rata-rata perbandingan sebelum dan sesudah dilakukan pendidikan kesehatan hand hygiene adalah 4,5 : 7 dengan mengalami peningkatan. Kesimpulan penelitian ini adalah implementasi pendidikan kesehatan hand hygiene mampu meningkatkan keterampilan mencuci tangan dalam upaya pencegahan diare pada anak usia pra sekolah di PAUD Kuntum Mekar.   Diarrhea is watery defecation that occurs more than three times in 24 hours. Health education is a learning activity that is built consciously and includes various forms of communication to increase understanding about health. Hand hygiene is the act of cleaning your hands using soap and running water or with a hand sanitizer. The aim of this research is to determine the results of the implementation of hand hygiene health education in efforts to prevent diarrhea in pre-school children at PAUD Kuntum Mekar. This type of research uses descriptive case studies. The subjects in this case were 4 people according to the inclusion and exclusion criteria. The instrument used was an observation sheet consisting of 10 statements regarding the steps for good and correct hand washing. The results of research carried out for 2 days of data collection before the hand hygiene health education was carried out obtained an average score of 4.5 in the poor category and after the hand hygiene health education was carried out an average score of 7 was carried out in the good category, the average score is a comparison before and after hand hygiene health education was 4.5: 7 with an increase. The conclusion of this research is that the implementation of hand hygiene health education is able to improve hand washing skills in an effort to prevent diarrhea in pre-school children at PAUD Kuntum Mekar.
Implementasi Rendam Kaki Dengan Rebusan Serai Dan Garam Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Keluarga Dengan Masalah Kesehatan Hipertensi Di Wilayah Kebon Pala RW 11 Salsabila Putri Arlinda; Khaerul Amri; Nawang Pujiastuti
Jurnal Manajemen Kesehatan dan Keperawatan Vol. 1 No. 3 (2024): Jurnal Manajemen Kesehatan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/zwehvy47

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit tekanan darah yang tinggi, hal ini termasuk dalam masalah degeneratif yang terjadi di masyarakat maupun keluarga. Penatalaksaan hipertensi dapat dilakukan dengan dua cara yaitu dengan farmakologi dan nonfarmakologi salah satunya dengan terapi rendam kaki dengan rebusan serai dan garam. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui implementasi terapi rendam kaki dengan rebusan serai dan garam terhadap penurunan tekanan darah pada keluarga dengan masalah hipertensi di RW 11 Kelurahan Kebon Pala. Sampel yang digunakan studi kasus dengan 2 orang subjek Ny. M berusia 63 tahun & Ny. E 55 tahun. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 03 Juni 2024 sampai dengan 09 Juni 2024. Metode yang digunakan adalah Deskriptif Komparatif, Instrumen yang digunakan adalah tensi meter digital, lembar observasi. Hasil dari penelitian sebelum diberikan terapi rendam kaki dengan rebusan serai dan garam didapatkan subjek 1 Ny. M yaitu 154/95 mmHg dan subjek 2 Ny. E yaitu 150/98 mmHg. Hasil pemeriksaan pada hari terakhir setelah diberikan terapi rendam kaki dengan rebusan serai dan garam selama 7 hari didapatkan subjek 1 Ny. M yaitu 144/80 mmHg dan subjek 2 Ny. E yaitu 140/90 mmHg. Untuk hasil perbandingan pada kedua subjek sebelum dan sesudah diberikan terapi rendam kaki dengan rebusan serai dan garam didapatkan nilai rata-rata perbandingan 24 mmhg diastole dan 15 mmhg sistole. Semua subjek mengalami penurunan tekanan darah menjadi normal. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa terapi rendam kaki dengan rebusan serai dan garam berpengaruh untuk penurunan tekanan darah pada keluarga dengan masalah hipertensi di RW 11 Kelurahan Kebon Pala.    Hypertension is a disease of high blood pressure, this is a degenerative problem that occurs in society and families. Management of hypertension can be done in two ways, namely pharmacological and non-pharmacological, one of which is foot soak therapy with a decoction of lemongrass and salt. The aim of this research is to determine the implementation of foot soak therapy with boiled lemongrass and salt to reduce blood pressure in families with hypertension problems in RW 11 Kebon Pala Village. The sample used was a case study with 2 subjects, Mrs. M is 63 years old & Mrs. E 55 years old. This research was carried out from 03 June 2024 to 09 June 2024. The method used was the observation method, digital pressure meter, operational procedure unit sheet, observation sheet. The results of the research before being given foot soak therapy with boiled lemongrass and salt were obtained by subject 1 Mrs. M, namely 154/95 mmHg and subject 2 Mrs. E is 150/98 mmHg. The results of the examination on the last day after being given foot soak therapy with lemongrass decoction and salt were obtained by subject 1 Mrs. M, namely 144/80 mmHg and subject 2 Mrs. E is 140/90 mmHg. For comparison results for the two subjects before and after being given foot soak therapy with a decoction of lemongrass and salt, the average comparison value was 24 mmHg diastole and 15 mmHg systole. All subjects experienced a decrease in blood pressure to normal. The conclusion of this study shows that foot soak therapy with boiled lemongrass and salt has an effect on reducing blood pressure in families with hypertension problems in RW 11 Kebon Pala Village.
Implementasi Terapi Emotional Freedom Technique dalam Mengatasi Masalah Keperawatan Kecemasan pada Lansia di Panti Bina Laras Harapan Sentosa 2 Cipayung Jakarta Timur Dwi Surya Darma; Aziz Fahruji; Nur Afni Wulandari Arifin
Jurnal Manajemen Kesehatan dan Keperawatan Vol. 1 No. 3 (2024): Jurnal Manajemen Kesehatan dan Keperawatan
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/ynrs6e20

Abstract

Kecemasan pada lansia sering terjadi akibat adanya riwayat penyakit, menghadapi kematian dan juga kecemasan teman di masa tua. Lansia di Panti Bina Laras Harapan Sentosa 2 didapatkan bahwa lansia mengalami kecemasan akibat penyakit yang dialami, kekhawatiran terjadi kematian dan tidak ada keluarga yang menemani. Tujuan dalam penelitian ini yaitu melakukan implementasi terapi emotional freedom technique dalam mengatasi masalah keperawatan kecemasan pada lansia di panti Bina Laras Harapan Sentosa 2 Cipayung Jakarta Timur. Metode penelitian berupa deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian dilakukan di Panti Bina Laras Harapan Sentosa 2 Cipayung Jakarta Timur terhadap 2 orang lansia. Penilaian kecemasan menggunakan kuesioner Geriatric Anxiety Scale. Penyajian data dalam bentuk tabel dan dijelaskan dalam bentuk narasi. Hasil penelitian didapatkan subjek pertama dengan karakteristik jenis kelamin laki-laki, usia 75 tahun, agama Islam, pendidikan SMP, duda pasangan meninggal, pekerjaan terakhir dagang dan lama di panti 8 tahun. Sedangkan subjek kedua dengan karakteristik jenis kelamin perempuan, usia 70 tahun, agama Islam, pendidikan SD, janda pasangan meninggal, pekerjaan terakhir karyawan dan lama di panti 5 tahun. Pemaparan fokus studi sebelum dilaksanakan terapi Emotional Freedom Technique subjek pertama dengan kecemasan sedang (skor 41) dan subjek kedua dengan kecemasan sedang (skor 42).    Anxiety in the elderly often occurs due to a history of illness, facing death and also anxiety about friends in old age. It was found that elderly people at Panti Bina Laras Harapan Sentosa 2 experienced anxiety due to their illness, fear of death and no family to accompany them. The aim of this research is to implement emotional freedom technique therapy in overcoming anxiety nursing problems in the elderly at the Bina Laras Harapan Sentosa 2 Cipayung, East Jakarta. The research method is descriptive with a case study approach. The research was conducted at Panti Bina Laras Harapan Sentosa 2 Cipayung, East Jakarta on 2 elderly people. Anxiety assessment uses the Geriatric Anxiety Scale questionnaire. Presentation of data in tabular form and explained in narrative form. The results of the research showed that the first subject was male, 75 years old, Muslim, junior high school education, deceased spouse, last job in trade and 8 years in the orphanage. Meanwhile, the second subject had the characteristics of female gender, age 70 years, Muslim religion, elementary school education, widow of deceased partner, last job employee and length of time in the orphanage 5 years. Exposure to the focus of the study before carrying out Emotional Freedom Technique therapy was the first subject with moderate anxiety (score 41) and the second subject with moderate anxiety (score 42).