cover
Contact Name
Muhammad Hadi Widanto
Contact Email
lppm@unsurya.ac.id
Phone
+6282113935439
Journal Mail Official
lppm@unsurya.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) 210 Kampus A Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma Jl. Protokol Halim Perdanakusuma - Komplek Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta - 13610
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Bakti Dirgantara
ISSN : 30474310     EISSN : 30473578     DOI : https://doi.org/10.35968/9kycng41
Core Subject : Education,
Tujuan dari Jurnal Bakti Dirgantara adalah hasil dari pada penelitian yang kemudian di aplikasikan dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat dimana publikasi ilmiah yang fokus pada pengembangan dan penerapan pengetahuan serta keterampilan dalam memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Jurnal Bakti Dirgantara dengan Scope meliputi : Ilmu Kedirgantaraan Ilmu Komputer Ilmu Teknik Ilmu Hukum, Ilmu Manajemen Ilmu Ekonomi Ilmu Sosial Ilmu Keperawatan
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 54 Documents
Pelaksanaan Kegiatan Pengembangan Potensi Organisasi Mahasiswa Hukum (PPOMH) Sebagai Wahana Membentuk Jiwa Kepemimpinan Pada Mahasiswa Hukum Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma Ardison Asri; Diding Rahmat; Bambang Widarto; Ario Wendra; Aulia Gita
Jurnal Bakti Dirgantara Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Bakti Dirgantara
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/hwn7pt28

Abstract

Pengembangan Potensi Organisasi Mahasiswa Hukum (PPOMH) merupakan kegiatan yang dirancang untuk memperkuat kemampuan kepemimpinan mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma (Unsurya). Kegiatan ini menjadi bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang dikoordinasikan oleh Himpunan Mahasiswa Hukum (Himakum) dengan pendampingan fakultas dan rektorat. Tujuan PPOMH adalah membentuk karakter kepemimpinan yang kompeten, berintegritas, dan berorientasi pada tanggung jawab organisasi. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu persiapan dan koordinasi, pelaksanaan program, evaluasi serta feedback, dan pelaporan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa PPOMH berjalan efektif, yang ditunjukkan oleh tingginya partisipasi peserta, peningkatan keaktifan mereka dalam mengambil peran kepemimpinan, serta capaian indikator keberhasilan pada setiap sesi. Evaluasi pasca kegiatan mengonfirmasi adanya peningkatan soft skills kepemimpinan, termasuk sikap adil, jujur, tegas, terbuka, dan konsisten dalam menjalankan tugas. Kesimpulannya, PPOMH mampu menghasilkan mahasiswa yang unggul secara akademis sekaligus memiliki kompetensi kepemimpinan yang relevan dengan kebutuhan organisasi dan dunia kerja. Program ini perlu dilanjutkan secara berkelanjutan sebagai kontribusi nyata terhadap pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.   The Development of Legal Student Organizational Potential (PPOMH) is designed to strengthen leadership competencies among students of the Faculty of Law at Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma (Unsurya). This program forms part of a community service initiative coordinated by the Law Student Association (Himakum) under the supervision of the faculty and university leadership. The purpose of PPOMH is to shape student leaders who are competent, responsible, and possess strong integrity. The implementation consisted of several stages, including preparation and coordination, program execution, evaluation and feedback, and final reporting. The results indicate that PPOMH was carried out effectively, demonstrated by high participant engagement, increased willingness to assume leadership roles, and the achievement of targeted indicators in each session. Post-activity evaluation confirmed an improvement in leadership soft skills, including fairness, honesty, assertiveness, openness, and consistency in performing duties. In conclusion, PPOMH successfully fostered students who excel academically while developing leadership competencies relevant to organizational needs and the professional environment. This program should be continued sustainably as a tangible contribution to the implementation of the Tri Dharma of Higher Education.
Peningkatan Literasi Digital dan Pelatihan Dasar Penggunaan Aplikasi Microsoft Office Anggota TP PKK Kelurahan Sukmajaya Fitria Risyda; Yulisa Gardenia; Yoke Lucia Renica Rehatalanit; Muryan Awaludin; Tata Sumitra; Hari Mantik
Jurnal Bakti Dirgantara Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Bakti Dirgantara
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/rmknw153

Abstract

Kemajuan teknologi informasi menuntut penguasaan keterampilan digital, termasuk penggunaan perangkat lunak perkantoran, guna mendukung efektivitas kerja dan administrasi organisasi. Penggunaan teknologi informasi juga meliputi pekerjaan yang ada di dalam organisasi kemasyarakatan TP PKK kelurahan Sukmajaya. Namun, beberapa anggota TP PKK Kelurahan Sukmajaya masih menghadapi keterbatasan pemahaman dan keterampilan teknologi informasi yang berdampak pada pengelolaan data dan penyusunan laporan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kompetensi digital anggota TP PKK dalam pemanfaatan teknologi informasi untuk mendukung administrasi organisasi. Metode yang digunakan berupa pelatihan dan praktik langsung meliputi pengenalan dasar teknologi informasi, penggunaan komputer dan internet, serta penggunaan aplikasi Microsoft Word, Excel, dan PowerPoint untuk penyusunan laporan kegiatan PKK. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan anggota TP PKK Sukmajaya pada penguasaan aplikasi Microsoft Word dan Excel sebesar 14,3% serta Power Point sebesar 21,4%, disertai tingkat kepuasan mitra yang tinggi mencapai 86% peserta menyatakan sangat puas. Kegiatan ini berimplikasi pada peningkatan efektivitas administrasi organisasi dan mendorong pemanfaatan teknologi informasi dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat di era digital khususnya pada anggota TP PKK Kelurahan Sukmajaya.   Advances in information technology require mastery of digital skills, including the use of office software, to support the effectiveness of organizational work and administration. The use of information technology also encompasses work within the community organization TP PKK Sukmajaya Village. However, some members of TP PKK Sukmajaya Village still face limitations in understanding and skills in information technology which impacts data management and report preparation. This community service activity aims to improve the digital competence of TP PKK members in utilizing information technology to support organizational administration. The methods used are training and direct practice covering basic introduction to information technology, computer and internet use, and the use of Microsoft Word, Excel, and PowerPoint applications for preparing PKK activity reports. The results of the activity showed an increase in knowledge of TP PKK Sukmajaya members in mastery of Microsoft Word and Excel applications by 14.3% and PowerPoint by 21.4%, accompanied by a high level of partner satisfaction reaching 86% of participants stating they were very satisfied. This activity has implications for increasing the effectiveness of organizational administration and encouraging the use of information technology in community empowerment activities in the digital era, especially for TP PKK members of Sukmajaya Village.
Evaluasi Daya Terima Nugget Ayam dan Udang sebagai Pemberian Makanan Tambahan Berbasis Pangan Lokal pada Anak Stunting di Desa Soco, Kabupaten Ngawi Widya Sunu Prawita; Nisrina Azzah Umamah; Nadhifatul Ilmi Islamiya; Regieta Ramasanti; Rahma Ramadhani; Zuhudil Akmal; Dian Yuliati
Jurnal Bakti Dirgantara Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Bakti Dirgantara
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/mw4az378

Abstract

Prevalensi stunting di Kabupaten Ngawi, khususnya di Desa Soco, masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat yang memerlukan intervensi gizi berbasis pangan lokal yang tidak hanya bergizi tetapi juga memiliki daya terima tinggi pada anak. Salah satu kendala dalam program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) adalah rendahnya penerimaan anak terhadap produk yang disediakan sehingga berdampak pada keberlanjutan konsumsi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengevaluasi daya terima nugget ayam dan udang sebagai alternatif PMT berbasis pangan lokal yang dikembangkan sesuai preferensi anak dan kondisi masyarakat setempat. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif melalui uji hedonik (organoleptik) terhadap lima parameter sensori, yaitu rasa, aroma, warna, tekstur, dan penampilan, dengan melibatkan delapan panelis yang terdiri dari anak stunting dan ibu pendamping. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sebagian besar panelis memberikan penilaian “suka” hingga “sangat suka” pada seluruh parameter, meskipun terdapat masukan terkait variasi aroma, warna, dan tekstur yang perlu disempurnakan. Temuan ini menunjukkan bahwa nugget ayam dan udang memiliki tingkat penerimaan yang baik serta berpotensi dikembangkan sebagai PMT yang terjangkau, mudah dibuat, dan kontekstual dengan kebutuhan masyarakat desa. Inovasi ini tidak hanya berkontribusi pada diversifikasi PMT lokal, tetapi juga mendukung pendekatan pengabdian partisipatif dalam upaya pencegahan stunting di tingkat komunitas.   The prevalence of stunting in Ngawi Regency, particularly in Soco Village, remains a public health concern that requires nutrition interventions based on local food resources that are not only nutritious but also highly acceptable to children. One of the main challenges in the Supplementary Feeding Program (PMT) is the low level of children’s acceptance of the provided foods, which affects the sustainability of consumption. This community service activity aimed to evaluate the acceptability of chicken and shrimp nuggets as an alternative locally based PMT developed in accordance with children’s preferences and the socio-cultural conditions of the local community. The study employed a descriptive qualitative approach through hedonic (organoleptic) testing of five sensory parameters—taste, aroma, color, texture, and appearance—involving eight panelists consisting of stunted children and their mothers. The evaluation results indicated that most panelists rated the product from “liked” to “highly liked” across all parameters, although some feedback related to aroma, color, and texture variations suggested areas for further improvement. These findings indicate that chicken and shrimp nuggets demonstrate good acceptability and have the potential to be developed as an affordable, easy-to-prepare PMT that is contextually aligned with the needs of rural communities. This innovation not only contributes to the diversification of local PMT products but also supports a participatory community service approach in efforts to prevent stunting at the community level
Tech & Trash: Inovasi TPA Berbasis Rocket Stove dan Pengelolaan Sampah UMKM dalam Mewujudkan Lingkungan Bersih di Desa Soco, Kab. Ngawi okta Reviana; Mara Nailatul Ilmia; Dian Yuliati; Rizka Rikhatul Jannah; Annafi Irsyadia; Nazwa Putri Iftakhdianti; M ivo maghfur
Jurnal Bakti Dirgantara Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Bakti Dirgantara
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/7k5jmn19

Abstract

Permasalahan pengelolaan sampah di Desa Soco, Kecamatan Jogorogo, Kabupaten Ngawi ditandai oleh ketiadaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) tingkat desa, rendahnya kesadaran masyarakat, serta praktik pembakaran terbuka yang berdampak pada kualitas lingkungan dan kesehatan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengimplementasikan dan mengevaluasi efektivitas TPA alternatif berbasis teknologi Rocket Stove sebagai solusi pengelolaan sampah ramah lingkungan yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat dan pelaku UMKM. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan partisipatif, melalui observasi lapangan, wawancara dengan warga dan pelaku UMKM, serta pemantauan kondisi lingkungan sebelum dan sesudah intervensi. Program dilaksanakan melalui pembangunan Rocket Stove, penyediaan fasilitas tempat sampah di area UMKM, serta edukasi pemilahan dan pengelolaan sampah. Hasil kegiatan menunjukkan adanya penurunan volume sampah berserakan di sekitar UMKM dari rata-rata 5 kg/hari menjadi 3 kg/hari, berkurangnya praktik pembakaran terbuka, serta meningkatnya kesadaran masyarakat dalam membuang dan mengelola sampah secara lebih bertanggung jawab. Selain dampak teknis, kegiatan ini memperkuat kolaborasi antara mahasiswa, perangkat desa, dan masyarakat dalam pengelolaan lingkungan. Inovasi TPA berbasis Rocket Stove terbukti berpotensi sebagai model teknologi tepat guna yang aplikatif, berkelanjutan, dan dapat direplikasi pada wilayah pedesaan dengan karakteristik serupa.   Waste management problems in Soco Village, Jogorogo District, Ngawi Regency are characterized by the absence of a village-level landfill, low community awareness, and the widespread practice of open burning, which negatively affects environmental quality and public health. This community service program aimed to implement and evaluate the effectiveness of an alternative landfill based on Rocket Stove technology as an environmentally friendly waste management solution involving active participation from the community and micro, small, and medium enterprises (MSMEs). A qualitative descriptive method with a participatory approach was employed, using field observations, interviews with residents and MSME actors, and environmental condition monitoring before and after the intervention. The program consisted of constructing a Rocket Stove facility, providing waste bins in MSME areas, and conducting education on waste segregation and management. The results showed a reduction in scattered waste around MSME locations from an average of 5 kg/day to 3 kg/day, a decrease in open burning practices, and improved community awareness regarding responsible waste disposal and management. Beyond technical outcomes, the program strengthened collaboration among students, village authorities, and local residents in environmental management efforts. The Rocket Stove–based alternative landfill demonstrates strong potential as an appropriate, sustainable, and replicable technology model for waste management in rural areas with similar characteristics.
Sosialisasi Bahaya dan Pencegahan Kejahatan Narkotika Bagi Generasi Muda di Lingkungan Karang Taruna Rukun Warga (RW) 08, Kelurahan Halim Perdana Kusuma, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur Indah Sari; Selamat Lumban Gaol; Subhan Zein Sgn; Ardison Asri; Suwito Suwito; Widiraharjo Widiraharjo; Luis Bayu Gustian Erlangga; Daffa Dwi Apriansyah
Jurnal Bakti Dirgantara Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Bakti Dirgantara
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/wvh1ke28

Abstract

Maraknya tindak pidana narkotika yang melibatkan generasi muda menunjukkan masih rendahnya pemahaman dan kesadaran hukum masyarakat terhadap bahaya serta pencegahan penyalahgunaan narkotika. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran hukum generasi muda, khususnya anggota Karang Taruna Rukun Warga (RW) 08 Kelurahan Halim Perdana Kusuma, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, mengenai bahaya dan pencegahan kejahatan narkotika. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan hukum melalui ceramah, diskusi interaktif, simulasi kasus, serta evaluasi menggunakan pretest dan posttest. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terkait pengertian, jenis, dampak, serta sanksi hukum penyalahgunaan narkotika, yang tercermin dari perbandingan hasil pretest dan posttest serta tingginya partisipasi peserta dalam sesi diskusi. Meskipun demikian, keterbatasan waktu pelaksanaan menjadi kendala dalam pendalaman materi secara menyeluruh. Kegiatan ini memberikan kontribusi positif dalam menumbuhkan kesadaran hukum masyarakat dan menegaskan pentingnya keberlanjutan program sosialisasi serta kerja sama periodik dengan Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Jakarta Timur sebagai upaya pencegahan narkotika berbasis komunitas.   The increasing involvement of young people in narcotics-related crimes indicates a low level of legal awareness and understanding regarding the dangers and prevention of narcotics abuse. This Community Service Program (PkM) aimed to enhance legal knowledge and awareness among the younger generation, particularly members of the Youth Organization in Neighborhood Association (RW) 08, Halim Perdana Kusuma Village, Makasar District, East Jakarta. The program employed legal counseling methods through lectures, interactive discussions, case simulations, and evaluation using pretest and posttest instruments. The results demonstrated an improvement in participants’ understanding of the definition, types, impacts, and legal sanctions related to narcotics abuse, as reflected in the comparison between pretest and posttest outcomes and the high level of participant engagement during discussions. However, limited time allocation constrained the depth of material delivery. This program contributes positively to strengthening community-based legal awareness and highlights the importance of sustainable outreach activities and periodic collaboration with the East Jakarta City National Narcotics Agency (BNNK) in preventing narcotics abuse.
Edukasi Bahaya Merokok Pada Remaja untuk Pencegahan Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) Pada Remaja di SMAN 2 Sukatani Asep Widi Muharom Solih Setiawan; Imelda Avia; Selvi Febrianti; Galuh Dwi Cahya; Lecya Bella Ramadhani; Adinda Fauziah; Dasa Sigit Sugiharto
Jurnal Bakti Dirgantara Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Bakti Dirgantara
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/hkfzgq55

Abstract

Merokok pada remaja merupakan ancaman serius karena pada masa ini tubuh dan otak masih berkembang, sehingga paparan nikotin dapat menyebabkan kecanduan permanen serta gangguan fungsi paru dan jantung. Kebiasaan merokok sejak usia muda juga meningkatkan risiko terkena Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK). Urgensi kegiatan ini terletak pada tingginya angka perokok baru di Jawa Barat yang mencapai 53,8%, di mana novelty PkM ini mengintegrasikan edukasi patofisiologi PPOK sebagai daya tawar persuasif guna memutus inisiasi merokok dini . Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja di SMAN 2 Sukatani mengenai bahaya merokok sebagai upaya pencegahan PPOK. Metode yang digunakan adalah penyuluhan kesehatan melalui ceramah dan diskusi interaktif serta pengukuran tingkat pengetahuan melalui pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan rata-rata nilai pengetahuan dari 60,2 menjadi 85,6. Peningkatan pengetahuan ini merupakan indikator awal yang krusial bagi transformasi perilaku kesehatan peserta, bukan sekadar capaian angka kuantitatif. Kegiatan ini memberikan kontribusi nyata dalam upaya promotif-preventif dengan membangun kesadaran kognitif remaja untuk menghindari faktor risiko utama penyakit kronis. Disimpulkan bahwa edukasi secara berkala diperlukan untuk membentuk karakter remaja yang positif dan bebas asap rokok   Smoking among adolescents is a serious threat because during this period the body and brain are still developing, so exposure to nicotine can cause permanent addiction and impaired lung and heart function. The habit of smoking from a young age also increases the risk of developing Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD). The urgency of this activity lies in the high number of new smokers in West Java, which reached 53.8%, where the novelty of this PkM integrates education on the pathophysiology of COPD as a persuasive bargaining power to break the early initiation of smoking. This activity aims to increase the knowledge and awareness of adolescents at SMAN 2 Sukatani regarding the dangers of smoking as an effort to prevent COPD. The method used is health education through lectures and interactive discussions as well as measuring the level of knowledge through pre-tests and post-tests. The results of the activity showed an increase in the average knowledge score from 60.2 to 85.6. This increase in knowledge is a crucial early indicator for the transformation of participants' health behavior, not just a quantitative achievement. This activity makes a real contribution to promotive-preventive efforts by building adolescents' cognitive awareness to avoid the main risk factors for chronic diseases. It was concluded that regular education is needed to form positive and smoke-free adolescent characters.
Pelatihan Dasar Autocad 2 Dimensi Untuk Siswa/i SMK dan SMA Nurwijayanti Kusuma; Sumpena; R Muh Sulthoni
Jurnal Bakti Dirgantara Vol. 3 No. 2 (2026): Jurnal Bakti Dirgantara (In-Press)
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/s8311t27

Abstract

Pelatihan dasar AutoCAD 2D ini bertujuan meningkatkan keterampilan menggambar teknik digital siswa SMK GUTAMA melalui pembelajaran berbasis praktik dan proyek. Kegiatan dilaksanakan pada 20 siswa dalam beberapa sesi pelatihan yang mencakup pengenalan antarmuka AutoCAD, penggunaan perintah dasar, pengaturan layer, dimensi, teks, latihan menggambar objek 2D, dan penyusunan proyek akhir berupa portofolio gambar teknik. Evaluasi dilakukan menggunakan instrumen pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman kognitif, serta rubrik penilaian portofolio yang meliputi ketepatan ukuran, penggunaan layer, kerapian gambar, penggunaan dimensi, dan kelengkapan objek. Indikator keberhasilan ditetapkan melalui peningkatan skor tes dan ketuntasan penyelesaian portofolio. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 85%siswa mengalami peningkatan skor ≥20 poin, dan 100% siswa berhasil menyelesaikan portofolio desain 2D. Nilai rata-rata pre-test sebesar [15%], rata-rata post-test sebesar [85%], dengan rata-rata peningkatan sebesar [90%] poin. Temuan ini menunjukkan bahwa pelatihan AutoCAD 2D efektif untuk memperkuat kompetensi dasar desain teknik digital siswa serta mendukung pemanfaatan laboratorium komputer sekolah secara lebih optimal.
Pendampingan Penyelarasan Pembelajaran Akuntansi Berbasis SKKNI No. 264 Tahun 2023 pada MGMP Akuntansi Jakarta Timur II Eneng Sugihyanty; Amor Marundha; Safri Safri
Jurnal Bakti Dirgantara Vol. 3 No. 2 (2026): Jurnal Bakti Dirgantara (In-Press)
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/wmn1m704

Abstract

The changing demands of the labor market require accounting education at the secondary school level to be aligned with the latest Indonesian National Work Competency Standards (Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia—SKKNI). The Accounting Teachers' Working Group (MGMP) of East Jakarta II continues to face challenges in understanding and implementing SKKNI Decree No. 264 of 2023, particularly regarding occupational levels and their integration into classroom instruction. This community service program aimed to enhance teachers' understanding of SKKNI, facilitate consensus on the appropriate occupational level for accounting instruction, and develop recommendations for aligning learning with industry competency standards. The program employed a participatory approach through workshops, focus group discussions (FGDs), and technical mentoring. The results indicate improved teachers' understanding of the SKKNI structure, competency units, competency elements, performance criteria, and occupational level concepts. The program also resulted in an MGMP agreement to adopt Level II as the minimum occupational standard for accounting instruction in vocational high schools and produced recommendations for curriculum alignment, including the integration of SKKNI competency units into teaching materials, the development of competency-based assessments, the incorporation of workplace case studies, and the strengthening of contextual learning practices. Participant evaluations also indicated a high level of satisfaction, with 86.6% rating the speakers' mastery of the subject matter as very good. These outcomes strengthened collaboration between higher education institutions and the MGMP in supporting the implementation of competency-based accounting education that is more closely aligned with the needs of business and industry.
Pelatihan Aplikasi Komputer Akuntansi Accurate Offline untuk Meningkatkan Kompetensi Digital Akuntansi Siswa dan Guru di SMK PGRI 1 Jakarta Timur Dian Wijayanti; Safri
Jurnal Bakti Dirgantara Vol. 3 No. 2 (2026): Jurnal Bakti Dirgantara (In-Press)
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/61ksq607

Abstract

The Community Service Program was conducted at SMK PGRI 1 East Jakarta to enhance the digital accounting competencies of students and teachers through training on the use of the Accurate Offline accounting software. The partner institution faced challenges related to the limited practical experience of participants in operating accounting software commonly used in the workplace, despite having a basic understanding of accounting principles. The program involved 26 participants consisting of accounting students and teachers. The implementation method included needs assessment, pre-test, material presentation, hands-on training, mentoring, post-test, and evaluation. The training materials covered Accurate installation, company account setup, subsidiary account management, opening balance entry, and system configuration and backup procedures. The evaluation results demonstrated improvements across all training topics. The average percentage of participants who understood the material increased from 29.8% in the pre-test to 63.0% in the post-test, representing an improvement of 33.2 percentage points. The highest gains were observed in subsidiary account management and opening balance setup, each showing a 35% increase in understanding. In addition to improving conceptual knowledge, the training enhanced participants’ practical skills in operating Accurate Offline to complete the accounting cycle digitally. These findings indicate that Accurate Offline training is effective in strengthening accounting computer competencies and supporting the readiness of vocational school students and teachers to meet the demands of technology-based accounting practices.
Peningkatan Kompetensi Auditor Internal PT PLN Nusantara Power melalui Pengabdian Masyarakat dengan Tema In-House Training ISO 19011:2018 dan Workshop Audit Internal PLN NP-IMS Rio Afrianda
Jurnal Bakti Dirgantara Vol. 3 No. 2 (2026): Jurnal Bakti Dirgantara (In-Press)
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/c0xkq233

Abstract

The implementation of the PLN Nusantara Power Integrated Management System (PLN NP-IMS) requires competent internal auditors in accordance with ISO 19011:2018 to ensure effective management system auditing and continual improvement. A needs assessment identified gaps in auditors' competencies, particularly in risk-based auditing, audit program development, evidence collection, audit reporting, and follow-up of audit findings. This community service program aimed to enhance the knowledge and practical skills of PT PLN Nusantara Power employees through an In-House Training on ISO 19011:2018 and an Internal Audit Workshop for PLN NP-IMS. The program adopted a Participatory Learning and Action (PLA) approach combining lectures, interactive discussions, case studies, workshops, and audit simulations. Program effectiveness was evaluated using pre-tests, post-tests, competency observations, and participant satisfaction questionnaires. The results showed that the average participant score increased from 64.8 to 88.6, representing an improvement of 23.8 points. The average competency observation score reached 4.43 (good category), while participant satisfaction achieved 4.87 (excellent category). Beyond improving individual competencies, the program established a shared understanding of internal audit practices and strengthened the implementation of PLN NP-IMS. These findings demonstrate that the training approach was effective in enhancing internal auditor competency and supporting the implementation of an integrated management system within PT PLN Nusantara Power.