cover
Contact Name
Muhammad Hadi Widanto
Contact Email
lppm@unsurya.ac.id
Phone
+6282113935439
Journal Mail Official
lppm@unsurya.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) 210 Kampus A Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma Jl. Protokol Halim Perdanakusuma - Komplek Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta - 13610
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Bakti Dirgantara
ISSN : 30474310     EISSN : 30473578     DOI : https://doi.org/10.35968/9kycng41
Core Subject : Education,
Tujuan dari Jurnal Bakti Dirgantara adalah hasil dari pada penelitian yang kemudian di aplikasikan dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat dimana publikasi ilmiah yang fokus pada pengembangan dan penerapan pengetahuan serta keterampilan dalam memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Jurnal Bakti Dirgantara dengan Scope meliputi : Ilmu Kedirgantaraan Ilmu Komputer Ilmu Teknik Ilmu Hukum, Ilmu Manajemen Ilmu Ekonomi Ilmu Sosial Ilmu Keperawatan
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 46 Documents
Edukasi Prosedur Pengiriman dan Pemeriksaan Keamanan Kargo Udara di SMA Negeri 67 Halim Perdanakusuma Willy Hermawan, I Gusti Ngurah; Widyastuti, Dewi Dyah; Permatasari, Rita Intan; Juhaeti; Wijayanti, Dian; Damayanti, Novita
Jurnal Bakti Dirgantara Vol. 1 No. 2 (2024): Jurnal Bakti Dirgantara
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/kq812s92

Abstract

Perkembangan pesat industri logistik dan penerbangan, pengetahuan tentang prosedur pengiriman kargo udara menjadi sangat relevan dan penting. Siswa sebagai calon profesional masa depan perlu dilengkapi dengan informasi yang memadai mengenai langkah-langkah pengiriman dan pemeriksaan keamanan kargo, untuk memastikan keselamatan dan efisiensi dalam operasional. Tujuan dari Pengabdian kepada Masyarakat ini yaitu memberikan informasi kepada pelajar tentang prosedur pengiriman kargo dan pos menggunakan pesawat udara yang harus mengikuti program keamanan kargo udara dan memberikan pemahaman terhadap aturan pemeriksaan kargo dan pos di Regulated Agent sebagai upaya pencegahan sedini mungkin terhadap ancaman bahaya keamanan dan keselamatan penerbangan yang dapat merugikan banyak pihak. Dengan latar belakang masalah adanya ketidakpahaman terhadap barang terlarang, pengirim seringkali kurang memahami jenis barang yang dilarang untuk dikirimkan melalui pesawat udara, sehingga ada risiko pengiriman barang terlarang yang tidak disadari, seperti terkirimnya bahan berbahaya. Pengabdian Kepada Masyarakat telah dilaksanakan dengan tertib dan lancar di SMAN 67 Halim Perdanakusuma, Jakarta pada tanggal 23 April 2024 berdasarkan Surat Perjanjian Penugasan dan Surat Tugas dari LPPM, dengan jumlah peserta sebanyak 58 siswa.  Berdasarkan pada hasil pre-test tentang materi pengiriman kargo udara, diperoleh data: paham= 38,98%, cukup paham= 12,14%, tidak paham= 85,56%. Sedangkan pada Post-test diperoleh data: paham= 75%, cukup paham= 25%, tidak paham= 0%. Penilaian tentang kemampuan narasumber diperoleh: sangat baik= 92,67% dan baik= 7,33%. Sedangkan pelayanan penyelenggara diperoleh data:  sangat puas= 47,84%, puas= 45,26, dan cukup puas= 6,90%.   The rapid development of the logistics and aviation industries makes knowledge of air cargo shipment procedures highly relevant and important. As future professionals, students need to be equipped with adequate information regarding the steps involved in cargo shipment and security checks to ensure safety and operational efficiency. The purpose of this Community Service is to provide information to students about cargo and postal shipping procedures using aircraft that must follow the air cargo security program and to provide an understanding of cargo and postal inspection rules at Regulated Agents as an effort to prevent potential security and safety threats to aviation that could harm many parties as early as possible. With the background of the problem being a lack of understanding of prohibited items, senders often do not fully comprehend the types of goods prohibited from being sent by air, resulting in the risk of unknowingly shipping prohibited items, such as dangerous materials. The Community Service was carried out at SMAN 67 Halim PK, Jakarta April 23, 2024, with a total of 58 student participants. Based on the pre-test results on air cargo shipping material, the following data was obtained: understood= 38.98%, somewhat understood= 12.14%, did not understand= 85.56%. While in the post-test, the data obtained was: understood= 75%, somewhat understood= 25%, did not understand= 0%. The assessment of the speaker's ability showed: very good = 92.67% and good = 7.33%. As for the organizer's service, the data obtained was: very satisfied = 47.84%, satisfied = 45.26%, and somewhat satisfied = 6.90%.
Menumbuhkan Motivasi dan Etos Kerja di Lingkungan Satuan Polisi Pamong Praja Jakarta Timur Sri Widodo; Sri Yanthy Yosepha; A. Dirwan; Syamsunasir; Samto Hadi; Ahmad Faisal
Jurnal Bakti Dirgantara Vol. 1 No. 2 (2024): Jurnal Bakti Dirgantara
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/hj68ws21

Abstract

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jakarta Timur memiliki peran vital dalam menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat. Namun, rendahnya motivasi dan etos kerja di kalangan anggotanya dapat menghambat efektivitas tugas mereka. Oleh karena itu, diperlukan suatu upaya untuk meningkatkan motivasi dan etos kerja tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menumbuhkan motivasi dan etos kerja anggota Satpol PP Jakarta Timur melalui serangkaian kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang terencana dan terarah. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini meliputi pelatihan, workshop, dan sesi diskusi interaktif. Kegiatan ini melibatkan partisipasi aktif anggota Satpol PP dan menghadirkan narasumber yang kompeten di bidang motivasi dan pengembangan SDM. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner sebelum dan setelah kegiatan untuk mengukur perubahan tingkat motivasi dan etos kerja. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam motivasi dan etos kerja anggota Satpol PP setelah diberikan materi tentang bagaimana membangun lingkungan kerja yang sehat.   The Civil Service Police Unit (Satpol PP) of East Jakarta plays a vital role in maintaining public order and security. However, low motivation and work ethic among its members can hinder the effectiveness of their duties. Therefore, there is a need for efforts to enhance motivation and work ethic. This study aims to cultivate motivation and work ethic among Satpol PP members in East Jakarta through a series of well-planned community service activities. The methods employed in this initiative include training, workshops, and interactive discussion sessions. These activities involve active participation from Satpol PP members and feature competent speakers in the fields of motivation and human resource development. Data collection was conducted using questionnaires administered before and after the activities to measure changes in motivation and work ethic levels. The results indicate a significant increase in both motivation and work ethic among Satpol PP members following the delivery of content focused on building a healthy work environment.
Kegiatan Bakti Desa Himpunan Mahasiswa Hukum Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma di Desa Sirnajaya, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor Asri, Ardison; Diding Rahmat; Bambang Widarto; Ario Wendra; Aria Cesar Kusuma Atmaja
Jurnal Bakti Dirgantara Vol. 1 No. 2 (2024): Jurnal Bakti Dirgantara
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/3xn29e80

Abstract

Kegiatan Bakti Desa ini merupakan inisiasi organisasi Himpunan Mahasiswa Hukum (HIMAKUM) Fakultas Hukum Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma (Unsurya). Sebagai program kerja HIMAKUM Periode 2023-2024, maka pelaksanaan kegiatan Bakti Desa di periode ini dilaksanakan di Desa Sirnajaya, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Kegiatan Bakti Desa ini merupakan salah satu bentuk kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang dilakukan oleh mahasiswa fakultas hukum yang dikoordinasi oleh organisasi HIMAKUM dibawah bimbingan Fakultas Hukum Program Studi Ilmu Hukum dan Rektorat Unsurya. Melalui kegiatan Bakti Desa ini, mahasiswa dapat menerapkan ilmu yang sudah didapatkan di bangku perkuliahan ke dalam kehidupan nyata kepada lingkungan sekitar dan masyarakat tempat kegiatan Bakti Desa dilaksanakan. Hal tersebut diwujudkan melalui beberapa aspek yaitu aspek pendidikan, aspek sosial, dan aspek lingkungan. Pengabdian Kepada Masyarakat melalui Bakti Desa ini merupakan langkah kecil tetapi dapat menjadi ajang untuk menjalin kolaborasi dan kemitraan antara pemerintah desa, organisasi masyarakat, dan pihak kampus yang peduli terhadap pembangunan berkelanjutan khususnya pembangunan dibidang hukum. Oleh karenanya kegiatan ini perlu terus dilaksanakan dengan berkesinambungan sebagai perwujudan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Peningkatan Kesehatan Melalui Penyuluhan Kesehatan Tentang Pencegahan Infeksi Pasca Pemasangan Chateter Double Lumen (CDL) Pada Keluarga Pasien Hemodialisa Di RSAU dr. Esnawan Antariksa Fresia, Sinta; Herwina Widya Astuti; Nur Afni Wulandari; Dinda Amelia; Dharul Triwijaya
Jurnal Bakti Dirgantara Vol. 1 No. 2 (2024): Jurnal Bakti Dirgantara
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/b5p1c239

Abstract

https://drive.google.com/file/d/16XcZNTS9r0JX_xZzozWwBvmVOlOrhMXa/view?usp=sharing
Pelatihan Proses Manufaktur Material Komposit dalam Meningkatkan Keterampilan Siswa SMKN 4 Depok untuk Penyelarasan Pendidikan dengan Tren Industri Muhammad Hadi Widanto; Muhamad Jayadi; Riskha Agustianingsih; Rafika Arum Sari; Budi Aji Warsiyanto
Jurnal Bakti Dirgantara Vol. 1 No. 2 (2024): Jurnal Bakti Dirgantara
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/36512c82

Abstract

Pelatihan vokasi bagi siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) memegang peran sentral dalam mempersiapkan generasi muda untuk menghadapi kebutuhan pasar kerja yang semakin kompleks. Disamping itu, Material komposit adalah jenis material yang menawarkan kekuatan, ringan, dan ketahanan yang luar biasa. Industri otomotif, penerbangan, energi terbarukan, dan konstruksi semuanya memanfaatkan material komposit untuk mencapai performa yang optimal.Kegiatan pengabdian Masyarakat dengan memberikan pelatihan tentang material komposit merupakan salah satu upaya untuk menyelaraskan luaran kompetensi pendidikan dengan kebutuhan tenaga kerja. Metode pelatihan dilakukan dengan pemaparan dan dilanjutkan dengan praktikum untuk memberikan pemahaman yang mendalam terkait material komposit. Dari hasil pelatihan menunjukkan peningkatan pengetahuan siswa oleh siswa. Hasil kepuasan mitra yaitu 90% siswa setuju bahwa materi mudah dipaham. Adapun hal yang disenangi pada pelatihan dimana 54% karena materi mudah dipahami, 31% karena ada praktikum, dan 15% karena menambah pengetahuan. Vocational High School (SMK) students plays a central role in preparing the younger generation to face the increasingly complex needs of the job market. In addition, composite materials are a type of material that offers exceptional strength, lightweight, and durability. The automotive, aviation, renewable energy, and construction industries all utilize composite materials to achieve optimal performance. Community service activities by providing training on composite materials are an effort to align educational competency outcomes with workforce needs. The training method is carried out by exposure and continued with practicum to provide a deep understanding of composite materials. The results of the training showed an increase in student knowledge by students. The results of partner satisfaction are 90% of students agree that the material is easy to understand. The things that are liked in the training where 54% because the material is easy to understand, 31% because there is a practicum, and 15% because it adds knowledge.
Workshop  Perakitan Alat Pembangkit Energi Terbarukan (EBT) Sederhana Bagi Siswa/Siswi di Lingkungan Pondok Pesantren Nurul Muta’allimin Depok Raden Muh Sultoni; Munnik Haryanti; Yulianti, Bekti; Yohanes Dewanto; Effendi Dodi; Rahman Bayu Pratama
Jurnal Bakti Dirgantara Vol. 1 No. 2 (2024): Jurnal Bakti Dirgantara
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/8222wf71

Abstract

Pemerintah Indonesia telah  menandatangani perjanjian internasional dalam hal perubahan iklim  pada 22 April 2016 yaitu  Paris Agreement to the United Nations Framework Convention on Climate Change. Salah satu pasal di perjanjian tersebut adalah upaya untuk meningkatkan penggunaan  energi terbarukan dan partisipasinya dari masyarakat. Energi terbarukan yang dimaksud antara lain  pemanfaatan tenaga surya, tenaga air dan tenaga bayu  sebagai pembangkit energi Listrik. Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2014 tentang Kebijakan Energi Nasional mendorong pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT) dan mengurangi penggunaan energi minyak bumi secara bertahap. Oleh kaena itu Program Studi Teknik Elektro Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma merasa terpanggil untuk menyebarluaskan pengetahuan tentang energi baru dan terbarukan khususnya Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA)  dan Pembangkit Listrik tenaga Bayu (angin) (PLTB). Salah satu cara menyebarkan pengetahuan mengenai Energi Baru & Terbarukan tersebut adalah melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) berupa pelatihan (workshop) kepada siswa siswi Pondok Pesantren Nurul Muta’allimin di Depok Jawa Barat menggunakan miniatur miniatur pembangkit Listrik PLTS, PLTA, & PLTB.  Dari hasil evaluasi akhir pelaksanaan kegiatan, peserta dapat merakit miniatur dengan dengan baik dan  86,66% peserta memahami materi yang telah diberikan.   The Indonesian government has signed an international agreement on climate change on April 22, 2016, namely the Paris Agreement to the United Nations Framework Convention on Climate Change. One of the articles in the agreement is an effort to increase the use of renewable energy and its participation from the community. The renewable energy in question includes the use of solar power, hydropower and wind power as electricity generators. Government Regulation Number 79 of 2014 concerning National Energy Policy encourages the use of New Renewable Energy (EBT) and reduces the use of petroleum energy gradually. Therefore, the Electrical Engineering Study Program of Marshal Suryadarma Aerospace University feels called to disseminate knowledge about new and renewable energy, especially Solar Power Plants (PLTS), Hydroelectric Power Plants (PLTA) and Wind Power Plants (PLTB). One way to spread knowledge about New & Renewable Energy is through Community Service (PKM) activities in the form of training (workshop) for students of the Nurul Muta'allimin Islamic Boarding School in Depok, West Java using miniatures of PLTS, PLTA, & PLTB power plants. From the results of the final evaluation of the implementation of the activity, participants were able to assemble the miniatures well and 86,66% of participants understood the material that had been given.
Pengoperasian dan Pemeliharaan Smoke Generator serta Smoke Tunnel Sederhana Sebagai Alat Peraga Penunjang Pembelajaran Aerodinamika dengan Elektronika pada Siswa Menengah Kejuruan Agustianingsih, Riskha; Amat Chaeroni; Ayu Martina; Agus Sugiharto; Tri Susilo; Evi Endarti
Jurnal Bakti Dirgantara Vol. 1 No. 2 (2024): Jurnal Bakti Dirgantara
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/jr32bw24

Abstract

Pendidikan vokasi di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dirancang untuk mempersiapkan siswa memasuki dunia kerja dengan menyesuaikan kurikulum sesuai kebutuhan industri, khususnya dalam bidang aeronautika yang berkembang pesat. Tantangan utama yang dihadapi SMK adalah keterbatasan fasilitas dan alat peraga, terutama dalam bidang aerodinamika dan elektronika. Alat peraga, seperti smoke generator dan smoke tunnel, sangat penting untuk mendukung pemahaman konsep yang sulit dipahami secara abstrak. Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) oleh Jurusan Teknik Aeronautika Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan di SMK dengan menyediakan alat peraga praktis dan pelatihan yang relevan. Program ini melibatkan dosen dan mahasiswa dari universitas serta siswa SMKN 4 Depok dalam kegiatan yang mencakup sesi pengenalan, praktik langsung, dan evaluasi pemahaman. Hasil pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman siswa, dengan 97% siswa memperoleh skor 70-100 setelah kegiatan, dibandingkan dengan 52% sebelum kegiatan. Evaluasi menggunakan skala Likert menunjukkan bahwa 68% responden sangat setuju dengan pemahaman materi, 64% merasa alat peraga membuat pembelajaran lebih menarik, dan 76% menyatakan alat peraga berguna untuk percobaan aerodinamika. Program ini berhasil meningkatkan pemahaman konsep aerodinamika secara keseluruhan dan dianggap efektif dalam mendukung pembelajaran di SMK. 
Peningkatan Kemampuan Mengontrol Halusinasi Melalui Terapi Aktivitas Kelompok pada Pasien dengan Halusinasi di Panti Sosial Bina Laras Harapan Sentosa 2 Wulandari Arifin, Nur Afni; Sinta Fresia; Imelda Avia; Naufal; Amanda
Jurnal Bakti Dirgantara Vol. 1 No. 2 (2024): Jurnal Bakti Dirgantara
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/05abwx65

Abstract

Prevalensi gangguan jiwa berat mengalami kenaikan yang signifikan. Penderitanya merasakan sensori yang tidak bersumber dari kehidupan nyata melainkan dari pasien itu sendiri, sensori palsu tersebut antara lain  berupa penglihatan, suara, perabaan, pengecapan, atau penghidu. Danpak yang dapat di timbulkan oleh sensori palsu (halusinasi) tersebut adalah pasien kehilangan kontrol terhadap dirinya sehingga pasien akan merasa panik dan sulit untuk mengendalikan perilakunya. Pasien yang dalam pengaruh halusinasinya dapat melukai dirinya sendiri dengan cara melakukan bunuh diri (suicide), merusak lingkungan yang ada disekitarnya menyakiti bahkan membunuh orang lain (homicide). Terapi aktivitas kelompok sensori persepsi dilakukan untuk meningkatkan kemampuan pasien dalam mengontrol halusinasinya. Pasien diseleksi dengan lembar obsrvasi tanda dan gejala halusinasi, sebanyak 7 orang pasien halusinasi yang lolos seleksi dipilih sebagai peserta terapi aktivitas kelompok sensori persepsi. Terapi dilaksanakan secara berkelompok ini dievaluasi dengan lembar observasi terapi aktiitas kelompok sensori persepsi. Kegiatan dilaksanakan secara terorganisir dan telah mendapat persetujuan dari pihak Panti Sosial. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pasien dalam mengenal dan mengontrol halusinasinya. Seluruh pasien mampu memperagakan cara menghardik halusinasi. Kgiatan ini direncanakan akan berlanjut dengan pemberian pelatihan kepada caregiver ataupun perawat agar tetap dapat dilanjutkan terapi kelompok seperti ini.    The prevalence of severe mental disorders has significantly increased. People suffering from these disorders experience false sensations that are not based on real stimuli, such as visual, auditory, tactile, gustatory, or olfactory hallucinations. These false sensory perceptions can cause individuals to lose control, leading to panic and difficulty managing their behavior. Patients under the influence of hallucinations may harm themselves by attempting suicide, causing damage to their surroundings, or even harming or killing others (homicide). Sensory perception group activity therapy aims to enhance patients' ability to manage their hallucinations. Participants are selected based on the signs and symptoms of hallucinations, and a total of 7 patients have been chosen to take part in the therapy. The therapy's effectiveness is measured using an observation sheet. The activities are carefully planned, organized, and approved by the relevant social institution. Evaluation results have shown improvement in patients' ability to recognize and control their hallucinations. All patients were able to demonstrate how to reject their hallucinations. There are plans to continue this activity by training caregivers or nurses to ensure the continuity of group therapy.
Pendampingan Keluarga Dalam Peningkatan Kesehatan Pencegahan Demam Berdarah Dengue Astuti, Harwina Widya; Luluk Eka Meylawati; Fitri Anggraeni; Dwi Ambarwati; Mayang Dwi Riksa
Jurnal Bakti Dirgantara Vol. 2 No. 1 (2025): Jurnal Bakti Dirgantara
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/1txt8t24

Abstract

Penyakit Demam Berdarah Dengue merupakan suatu penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti betina yang menyebar dengan cepat ke seluruh daerah. Penyakit ini adalah salah satu masalah kesehatan yang terus meningkat dan menyebar di Indonesia. Jumlah kasus DBD meningkat dari 8 kali dalam dua dekade terakhir. Penyakit ini meningkat pada setiap awal musim hujan dan mengakibatkan kejadian luar biasa dan menimbulkan wabah lima tahunan di Indonesia. Angka kematian akibat DBD sebanyak 145 kasus. Kasus DBD di wilayah Jakarta Timur terutama di wilayah Kecamatan Makasar menempati urutan ke-10. Meningkatnya kejadian DBD dan cepatnya siklus hidup nyamuk Aedes aegypti betina menjadi alasan penting perlunya dilakukan pengendalian vektor dengan melakukan pencegahan dan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Tujuan pengabdian ini adalah melakukan upaya pencegahan DBD di Perum Pulo Nirwana Regency. Metode kegiatan ini dengan melakukan PSN baik melakukan 3 M (menguras, menutup, dan mengubur) dan melakukan fogging. Hasil kegiatan adalah tidak ditemukannya jentik nyamuk dan telah dilaksanakan fogging di lima blok perumahan. Kesimpulan pada pelaksanaan kegiatan bahwa lingkungan bersih, tidak ada pengumpulan udara yang menjadi sarang nyamuk, tampungan udara dalam keadaan tertutup baik, tidak ada barang-barang bekas dan setiap rumah telah mendapatkan fogging.   Dengue fever is a disease transmitted through the bite of female Aedes aegypti mosquitoes that spreads rapidly to all regions. This disease is one of the growing and spreading health problems in Indonesia. The number of dengue cases has increased more than 8 times in the last two decades. The disease increases at the beginning of each rainy season and results in extraordinary events and five-year outbreaks in Indonesia. The death rate from DHF is 145 cases. DHF cases in East Jakarta, especially in Makasar sub-district, ranked 10th. The increasing incidence of DHF and the fast life cycle of the female Aedes aegypti mosquito are important reasons for the need to control vectors by preventing and eradicating mosquito nests (PSN). The purpose of this service is to make efforts to prevent DHF in Perum Pulo Nirwana Regency. The method of this activity is by doing PSN both doing 3 M (draining, covering, and burying) and doing fogging. The results of the activity were that no mosquito larvae were found and fogging was carried out in five housing blocks. The conclusion on the implementation of the activity is that the environment is clean, there are no puddles that become mosquito nests, water reservoirs are well closed, there are no used items and every house has received fogging.
Pelatihan Dasar 3D Printing Untuk Peningkatan Pengetahuan Dan Keterampilan Guru SMK Penerbangan Gutama Jakarta arifin, Mufti; Muhammad Hadi Widanto; Muhamad Jayadi
Jurnal Bakti Dirgantara Vol. 2 No. 1 (2025): Jurnal Bakti Dirgantara
Publisher : Universitas Dirgantara Marsekal Suryadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35968/a4sa2m49

Abstract

Teknologi 3D printing menjadi salah satu Teknologi utama dalam implementasi revolusi industri 4.0. Teknologi ini telah menjadi salah satu tren Teknologi masa depan. Produk 3D printing telah banyak dikenal masyarakat terutama dalam bentuk jasa printing. Siswa Sekolah Menengah Kejuruan selayaknya juga menguasai kemampuan printing 3D. Laboratorium komputasi Fakultas Teknik Dirgantara dan Industri dilengkapi dengan printer 3D dan digunakan oleh Prodi Teknik Penerbangan pada mata kuliah Computer Aided Design (CAD). Kemampuan mewujudkan desain menggunakan 3D printing perlu disebarluaskan salah satunya ke SMK melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM). Mitra PKM adalah SMK Penerbangan Gutama dan bentuk PKM adalah pelatihan pada guru pengampu mata pelajaran. Peserta pelatihan diberikan pengenalan perangkat lunak solidwork untuk desain gambar yang menjadi masukan printer 3D. Peserta pelatihan terdiri dari 7 guru dengan kondisi awal hanya 14% yang mengetahui prinsip kerja mesin 3D printing dan belum pernah ada yang mengoperasikan mesin 3D printing. Pelatihan pertama menghasilkan seluruh guru mengetahui prinsip kerja mesin 3D printing. Pelatihan kedua yang diikuti 4 peserta meningkatkan pengalaman dan kemampuan keempat guru mengoperasikan mesin 3D printing. Observasi lanjutan menunjukkan SMK Penerbangan Gutama telah mampu berkreasi menggunakan mesin 3D printing yang mereka miliki 3D printing technology is one of the main technologies in implementing the industrial revolution 4.0. This technology has become one of the future Technology trends. 3D printing products are widely known to the public, especially in the form of printing services. Vocational High School students should also master 3D printing skills. The computing laboratory of the Faculty of Aerospace and Industrial Engineering is equipped with a 3D printer and is used by the Aeronautical Engineering Study Program in Computer Aided Design (CAD) courses. The ability to realize designs using 3D printing needs to be disseminated among vocational schools through Community Service (PKM) activities. The PKM partner is Gutama Aviation Vocational School and the form of PKM is training for subject teachers. Training participants are given an introduction to Solidwork software for designing images that are input to a 3D printer. The training participants consisted of 7 teachers with the initial condition being that only 14% knew the working principles of a 3D printing machine and none of them had ever operated a 3D printing machine. The first training resulted in all teachers knowing the working principles of 3D printing machines. The second training, which was attended by 4 participants, increased the experience and ability of the four teachers to operate 3D printing machines. Further observations show that Gutama Aviation Vocational School has been able to be creative using the 3D printing machines they have.