cover
Contact Name
Mochamad Fariz Irianto
Contact Email
mochamadfarizirianto@gmail.com
Phone
+62857-3233-1291
Journal Mail Official
pengabdianmasyarakatmentari@gmail.com
Editorial Address
Jalan Terusan Mergan Raya No. 11 Tanjungrejo Sukun Kota Malang Telp : 0857-3233-1291 email : pengabdianmasyarakatmentari@gmail.com
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mentari
ISSN : -     EISSN : 30637066     DOI : https://doi.org/10.59837/jpmm
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mentari publishes articles every month (12 times a year). It disseminates thoughts and ideas based on the results of research and the use of technology implemented in the public sector. The fields of study include but are not limited to Mathematics and Natural Sciences, Social Sciences, Law, Cultural Studies, Economics, Health, Food and Agriculture, Education, Information Technology, etc.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 8 (2026): Maret" : 8 Documents clear
Peningkatan Pengetahuan Guru Dalam Pencegahan Early Childhood Caries (ECC) Melalui Edukasi Perawatan Gigi Anak Usia Dini di Al-Biruni Padang Aulia, Rahmi Khairani; Arini, Mustika; Fitri, Haria; Wulandari, Reno Wiska
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mentari Vol. 2 No. 8 (2026): Maret
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmm.v2i8.239

Abstract

Early Childhood Caries (ECC) merupakan salah satu masalah kesehatan gigi dan mulut yang paling sering terjadi pada anak usia dini dan dapat berdampak jangka panjang terhadap kualitas hidup anak. Tingginya prevalensi ECC di Indonesia tidak terlepas dari rendahnya pengetahuan dan keterampilan dalam perawatan gigi anak, baik di lingkungan keluarga maupun sekolah. Guru taman kanak-kanak (TK) dan preschool memiliki peran strategis dalam membentuk kebiasaan hidup sehat anak sejak usia dini. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru TK dan Preschool Al-Biruni Kota Padang dalam pencegahan ECC melalui edukasi perawatan gigi anak usia dini. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, penyuluhan interaktif, pelatihan praktik menyikat gigi anak, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan guru secara signifikan, ditandai dengan hasil post-test yang mencapai 100% jawaban benar pada seluruh indikator penilaian. Evaluasi lanjutan enam bulan setelah kegiatan menunjukkan adanya perubahan perilaku di lingkungan sekolah berupa penerapan kebiasaan menyikat gigi bersama setelah sarapan. Kegiatan ini membuktikan bahwa edukasi terstruktur kepada guru efektif sebagai upaya pencegahan ECC yang berkelanjutan di lingkungan pendidikan anak usia dini.
Edukasi Pentingnya Donor Darah di Kalangan Siswa Sekolah Menengah Basri, Ririn Feriana; Akram, Sitti Rahbiah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mentari Vol. 2 No. 8 (2026): Maret
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmm.v2i8.243

Abstract

Donor darah merupakan tindakan mulia yang dapat menyelamatkan nyawa. Darah diambil dari seseorang secara sukarela yang kemudian stok darah tersebut disimpan di bank darah untuk digunakan dalam transfuse darah. Pemberian edukasi pentingnya donor darah adalah salah satu upaya memberikan pemahaman kepada remaja, remaja dengan pemahaman mendalam mengenai manfaat donor darah cenderung lebih aktif berpartisipasi dalam kegiatan donor, terutama ketika berada di lingkungan yang suportif dan memiliki akses informasi yang baik. Pemberian edukasi dilakukan dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di SMAN 12 Makassar, terkait pentingnya donor darah, manfaat donor darah dan kriteria donor darah. Peserta berjumlah 50 siswa kelas XI. Diharapkan kegiatan edukasi mengenai pentingnya donor darah dapat terus dilaksanakan di berbagai sekolah menengah sebagai upaya menumbuhkan kesadaran sejak masa remaja.
Penguatan Kapasitas Komunikasi Masyarakat di era Digital melalui Public Speaking Himni, Lailatul; Sari, Dian Fitriarni; Setiawan, Yasha Langitta
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mentari Vol. 2 No. 8 (2026): Maret
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmm.v2i8.244

Abstract

Penguatan kapasitas komunikasi masyarakat di era digital menjadi kebutuhan penting seiring meningkatnya peran media sosial dan platform daring sebagai ruang komunikasi publik. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan public speaking masyarakat, khususnya generasi muda di Kota Padang Panjang, sebagai instrumen pemberdayaan dalam menghadirkan komunikasi yang positif, edukatif, dan bertanggung jawab di ruang digital. Public speaking dipahami tidak hanya sebagai kemampuan berbicara di depan publik, tetapi juga sebagai kompetensi strategis untuk menyampaikan gagasan, membangun literasi digital, dan memengaruhi opini publik secara konstruktif. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif yang mengombinasikan pemaparan materi dan praktik langsung. Materi meliputi pengenalan karakteristik ruang digital, teknik penyusunan pesan komunikasi yang efektif, dan latihan berbicara di depan peserta dengan menyesuaikan konteks komunikasi digital. Melalui proses ini, peserta dilibatkan secara aktif untuk mengembangkan kepercayaan diri, kejelasan pesan, dan kemampuan persuasif dalam berkomunikasi. Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan adanya peningkatan keberanian dan kemampuan peserta dalam menyampaikan pesan secara lebih terstruktur, dan tumbuhnya kesadaran akan peran komunikasi sebagai modal sosial dan kepemimpinan komunitas. Penguatan keterampilan public speaking dalam komunikasi digital terbukti relevan sebagai strategi pengembangan kapasitas masyarakat, sekaligus mendorong generasi muda menjadi agen perubahan yang berdaya dan bertanggung jawab di ruang digital.
Bullying Bukan Candaan: Ada Konsekuensi Hukumnya (Studi Pengabdian kepada Masyarakat di Desa Malango, Kecamatan Taluditi, Kabupaten Pohuwato) Amili, Halisma; Irwan, Irwan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mentari Vol. 2 No. 8 (2026): Maret
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmm.v2i8.245

Abstract

Bullying merupakan perilaku menyimpang yang kerap dianggap sebagai candaan, khususnya di kalangan pelajar dan remaja. Pandangan tersebut menyebabkan tindakan perundungan sering diremehkan, padahal berdampak serius terhadap kondisi psikologis korban dan berpotensi menimbulkan konsekuensi hukum bagi pelakunya. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran hukum masyarakat mengenai bahaya bullying serta implikasi hukumnya. Metode yang digunakan adalah penyuluhan hukum melalui ceramah interaktif dan diskusi dengan melibatkan pelajar, pendidik, dan masyarakat umum di Desa Malango, Kecamatan Taluditi, Kabupaten Pohuwato. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta bahwa bullying bukan sekadar perilaku bercanda, melainkan bentuk kekerasan verbal, fisik, dan psikis yang diatur dalam peraturan perundang-undangan, seperti Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, Undang-Undang Perlindungan Anak, dan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik. Kegiatan ini diharapkan mampu mendorong terbentuknya lingkungan sosial yang aman, beradab, serta bebas dari praktik perundungan.
Implementasi Penyuluhan Hukum Tentang Hak Terdakwa dalam Sistem Persidangan Pidana di Rutan Salemba Salsabilla, Rahma Andhara
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mentari Vol. 2 No. 8 (2026): Maret
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmm.v2i8.247

Abstract

Bantuan hukum merupakan bentuk dukungan dan layanan hukum yang diberikan kepada setiap orang yang membutuhkan pendampingan untuk memahami, menghadapi, dan menyelesaikan permasalahan hukum. Pemberian bantuan hukum dilaksanakan oleh lembaga atau organisasi yang berkomitmen menjamin akses terhadap keadilan tanpa membedakan agama, etnis, suku, ras, ideologi, maupun status sosial dan ekonomi. Dalam konteks peradilan pidana, penyuluhan hukum menjadi salah satu instrumen penting untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran hukum terdakwa selama menjalani proses persidangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran penyuluhan hukum dalam menjamin pemenuhan hak-hak terdakwa serta menilai sejauh mana kegiatan tersebut meningkatkan pemahaman terdakwa terhadap hak-haknya dalam proses persidangan pidana di Rumah Tahanan Negara Kelas I A Jakarta Pusat. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan yuridis empiris, yang dilakukan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyuluhan hukum memberikan dampak positif terhadap peningkatan pemahaman terdakwa mengenai hak-hak hukum yang melekat pada dirinya, seperti hak atas pendampingan penasihat hukum dan hak untuk memperoleh persidangan yang adil. Peningkatan pemahaman tersebut mendorong terdakwa untuk lebih aktif dalam memperjuangkan hak-haknya selama proses persidangan, sehingga berkontribusi pada terwujudnya proses peradilan pidana yang lebih berkeadilan serta menjunjung tinggi perlindungan hak asasi manusia.
Pelaksanaan Kegiatan Magang Mahasiswa Hukum di Kantor Notaris dan PPAT dalam Praktik Pembuatan Akta Autentik Irianto, Tanzil Whijaya Bimo
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mentari Vol. 2 No. 8 (2026): Maret
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmm.v2i8.250

Abstract

Kegiatan magang merupakan bagian dari pembelajaran praktis mahasiswa hukum untuk memahami penerapan hukum secara langsung di lapangan. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan kegiatan magang mahasiswa pada Kantor Notaris dan PPAT Hj. Lilis Supartini, S.H., M.Kn., khususnya dalam praktik pembuatan akta autentik dan administrasi kenotariatan. Metode penulisan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan memaparkan tahapan kegiatan magang sejak awal hingga akhir pelaksanaan. Selama kegiatan magang, mahasiswa terlibat dalam pemeriksaan dokumen para pihak, penyusunan konsep akta, proses pembacaan dan penandatanganan akta, serta administrasi pertanahan yang berkaitan dengan Akta Jual Beli (AJB) dan balik nama hak atas tanah. Hasil kegiatan magang menunjukkan bahwa praktik kenotariatan menuntut ketelitian, kepatuhan terhadap prosedur hukum, serta penerapan prinsip kehati-hatian untuk menjamin keabsahan akta autentik. Kegiatan magang ini memberikan pemahaman komprehensif mengenai peran notaris sebagai pejabat umum serta pentingnya akta autentik dalam menjamin kepastian dan perlindungan hukum bagi para pihak.
Sosialisasi UU Nomor 12 Tahun 2022 Tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual Dalam Upaya Meningkatkan Pemahaman Siswa Siswi di SMAN 1 Ciruas Lestari, Nida Silvia; Ndawa, Evarista; Peramahdelana, Elsa
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mentari Vol. 2 No. 8 (2026): Maret
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmm.v2i8.257

Abstract

Tujuan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa tentang pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di lingkungan sekolah. Sekolah yang idealnya adalah tempat yang aman bagi seluruh peserta didik, sehingga pelaksanaan proses pendidikan dan pergaulan di lingkungan sekolah berjalan dengan aman dan kondusif. Namun realitanya yang terjadi saat ini maraknya kekerasan seksual yang pelaku ataupun korbannya berasal dari kalangan pelajar dan permasalahan yang ditemukan yakni masih banyak siswa-siswi SMAN 1 Ciruas yang belum paham tentang UU TPKS. Untuk mengatasi persoalan tersebut maka dilakukan sosialisasi tentang UU TPKS kepada siswa-siswi SMAN 1 Ciruas. Metode yang dilakukan dalam pengabdian ini yaitu yuridis empiris dengan menganalisis data primer hasil pengabdian lapangan dengan melakukan sosialisasi UU No. 12 Tahun 2023 Tentang Tindak Piidana Kekerasan Seksual pada siswa-siswi SMAN 1 ciruas. Kegiatan ini dibagi kedalam 3 sesi, pada sesi pertama terdapat pemaparan dari narasumber. Materi yang disampaikan yaitu tentang jenis-jenis TPKS, upaya pencegahan, penanganan, perlindungan, pemulihan korban TPKS, sanksi pidananya, serta peran lembaga pendidikan dalam mendukung pencegahan TPKS. Pada sesi kedua dilaksanakan diskusi dan tanya jawab. Kemudian pada sesi ketiga, tim PKM memberikan hadiah kepada siswa-siswi yang turut berpartisipasi aktif dalam diskusi tanya jawab. Dengan dilakukannya sosialisasi ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman siswa-siswi SMAN 1 Ciruas tentang UU TPKS, serta dapat bermanfaat dalam mencegah dan melindungi diri dari terjadinya Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) di lingkungan sekolah.
Sosialisasi Peran Sentral Pemuda Dalam Mewujudkan Visi Generasi Emas Tahun 2045 di Provinsi Banten 2025 Rosidin, Angga; Mustofa, Ilham; Maulana, Jaka
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mentari Vol. 2 No. 8 (2026): Maret
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmm.v2i8.259

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kapasitas kepemimpinan pemuda di Provinsi Banten dalam menyongsong visi Indonesia Emas 2045. Masalah utama yang dihadapi adalah minimnya literasi strategis di kalangan pemuda mengenai tantangan bonus demografi serta kurangnya keterlibatan aktif mereka dalam pembangunan daerah. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah sosialisasi partisipatif yang dikombinasikan dengan Focus Group Discussion (FGD) dan lokakarya kepemimpinan. Kegiatan dilaksanakan di Kota Serang dengan melibatkan 50 perwakilan organisasi kepemudaan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta yang signifikan berdasarkan evaluasi pre-test dan post-test, dengan kenaikan skor rata-rata sebesar 35%. Selain itu, terbentuklah forum komunikasi pemuda lintas organisasi yang berkomitmen untuk mengawal pembangunan daerah. Kesimpulan dari pengabdian ini adalah bahwa pendekatan edukasi interaktif efektif dalam menumbuhkan motivasi dan kesiapan pemuda Banten untuk berperan sebagai agen perubahan menuju tahun 2045. Kegiatan ini merekomendasikan perlunya pendampingan berkelanjutan dari pemerintah daerah dan akademisi untuk menjaga momentum pergerakan pemuda.

Page 1 of 1 | Total Record : 8