cover
Contact Name
Rolan Rusli
Contact Email
admin@jurnalfamul.com
Phone
+6282154639509
Journal Mail Official
admin@jurnalfamul.com
Editorial Address
Gedung Administrasi Fakultas Farmasi Universitas Mulawarman, Jalan Penajam, Kampus UNMUL Gn. Kelua, Samarinda, 75119. Indonesia.
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Jurnal Sains dan Kesehatan
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : 23030267     EISSN : 24076082     DOI : 10.25026/jsk
Jurnal Sains dan Kesehatan menerima naskah karya asli (Artikel Penelitian, Artikel Review, dan Studi Kasus), baik eksperimental maupun teoretis, dalam bidang-bidang berikut: Sains dan Kesehatan (Kedokteran, Farmasi, Kesehatan Masyarakat, Keperawatan, Kebidanan, Gizi, dan lain-lain). Tujuan penerbitan Jurnal Sains dan Kesehatan adalah untuk menyediakan informasi ilmiah tentang perkembangan ilmu dan teknologi di bidang Ilmu Pengetahuan dan Kesehatan.
Articles 750 Documents
Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Rimpang Jeringau Merah (Acorus sp.) dengan Metode DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil): Antioxidant Activity of Ethanol Extract of Red Jeringau Rhizome (Acorus sp.) by DPPH Method (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazil) Nera Umilia Purwanti; Ressi Susanti
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2022): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v4i1.1092

Abstract

Rimpang jeringau merah (Acorus sp.) secara empiris digunakan oleh masyarakat Dayak untuk mengobati sejumlah penyakit seperti demam berdarah, penyakit kulit dan kolik. Sangat sedikit penelitian yang meneliti efektivitas penggunaan rimpang tanaman jeringau merah. Salah satu langkah untuk mengevaluasi efektivitas rimpang Acorus sp.  adalah dengan melakukan studi aktivitas antioksidan rimpang tanaman. Metode yang digunakan untuk mengukur aktivitas antioksidan adalah metode penangkal radikal bebas DPPH (2,2 diphenyl1picrylhydrazyl) pada bagian air, bagian butanol, bagian heksana dan bagian etil asetat. Hasil penelitian diperoleh IC50 di dalam air adalah 31,189 ppm; fraksi butanol 13,631 ppm; fraksi heksana 28 ppm; dan bagian etil asetat adalah 8,585 ppm.
Hubungan Tingkat Pendapatan dan Pendidikan dengan Perilaku Masyarakat Melakukan Swamedikasi Gastritis di Kelurahan Nunleu Kota Kupang: Relationship of Income and Education Level with the Decision of the Community to Self-Medicate Gastritis in Nunleu Village Kupang City Marisa Stifani Mandala; Lucia Vita Inandha; Inaratul Rizkhy Hanifah
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2022): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v4i1.1094

Abstract

Swamedikasi setiap tahun meningkat, data pada Badan Pusat Statistik menyatakan Provinsi Nusa Tenggara Timur tahun 2018 sampai 2020 berturut-turut sebesar 60,93%, 59,72%, dan 61,31%. Seseorang melakukan swamedikasi karena biaya dan waktu terbatas, serta minimnya akses pelayanan kesehatan. Pendidikan dan pendapatan diduga berpengaruh dalam perilaku swamedikasi. Penyakit gastritis merupakan salah satu penyakit yang sering dilakukan swamedikasi, BPS menyatakan dari 10 penyakit utama terbanyak di Kota Kupang, gastritis menempati urutan kedua dengan jumlah 21.760 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pendidikan, pendapatan terhadap perilaku swamedikasi gastritis Masyarakat Kelurahan Nunleu, Kota Kupang.Metode penelitian yaitu observasional analitik dengan menggunakan rancangan cross sectional study. Penelitian dilakukan di kelurahan Nunleu, Kota Kupang tahun 2021 dengan metode pengambilan sampel adalah purposive sampling menggunakan instrumen kuesioner dengan jumlah sampel 332 sesuai kriteria inklusi. Hasil penelitian menunjukan responden memiliki pendidikan terakhir terbanyak yaitu perguruan tinggi (53,0%) dan pendapatan terbanyak <RP.1.5000.000 (51,5%). Responden yang memiliki pendidikan tinggi (63,3%) memiliki perilaku swamedikasi gastritis yang baik (47,9%), dan berpendapatan rendah (51,8%) memiliki perilaku swamedikasi gastritis baik (45,8%.). Uji statistic chi-square memperoleh hasil terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan dengan perilaku (p-value 0,000 < 0,05) demikian juga tingkat pendapatan dengan perilaku masyarakat melakukan swamedikasi gastritis (p-value 0,000 < 0,05).
Keterbatasan Pangan Balita Perkotaan dan Pedesaan Provinsi Papua Indonesia pada Masa Pandemi COVID-19: Urban and Rural Food Limitations of the Province of Papua Indonesia during the COVID-19 Pandemic Semuel Piter Irab; Rosmin Tingginehe; Yacob Ruru
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2022): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v4i1.1095

Abstract

Corona Virus disease – (COVID-19) adalah penyakit infeksi yang ditemukan bulan desember 2019  di Kota Wuhan, China. COVID-19 merupakan golongan virus severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2). Akibat  gangguan sistem pernapasan,  gejala ringan, flu, infeksi paru-paru, dan menyerupai  penyakit pneumonia. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis dampak social distancing dan lockdown pada  keterbatasan  pangan balita  perkotaan dan pedesaan. Metode Cross-sectional digunakan pada analisis keterbatasan pangan  balita perkotaan  dan  pedesaan  masa pandemi COVID-19 Provinsi Papua yang dilakukan Maret – Juli 2020. Tempat penelitian di Kabupaten/kota Jayapura dan Kabupaten Jayawijaya, mewakili semua Kabupaten di Provinsi Papua. Populasi seluruh balita, sampel balita di perkotaan dan pedesaan. Analisis data mengunakan independent samples t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan pandemi COVID-19 perkotaan dan pedesaan (p-value = 0,012), transportasi bahan makanan perkotaan dan pedesaan (p-value < 0,001), pekerjaan kepala keluarga perkotaan dan pedesaan (p-value = 0,002), pendapatan kepala keluarga perkotaan dan pedesaan (p-value = 0,004), sumber vitamin  mineral perkotaan dan pedesaan ( p-value < 0,001),  sumber protein (10 – 15%) perkotaan dan pedesaan (p-value < 0,001), sumber karbohidrat (60-75%) perkotaan dan pedesaan (p-value = 0,028), sumber lemak (10-20%) perkotaan dan pedesaan (p-value = 0,019), sumber energi (1250-1750 kkal) perkotaan dan pedesaan (p-value < 0,001). Tidak ada perbedaan bantuan Pemerintah perkotaan dan pedesaan pada pandemi COVID-19 Provinsi Papua (p-value = 0,564). Dapat disimpulan  bahwa pembatasan status sosial ekonomi pada masa pandemic COVID-19, berdampak pada keterbatasan pangan balita perkotaan dan pedesaan Provinsi Papua. Balita perkotaan dan perdesaan mengkonsumsi makanan jumlah dan sumber zat gizi berbeda.
Gambaran Tingkat Kepuasan Mutu Pelayanan Poliklinik Gigi Rumah Sakit TK. IV Samarinda Selama Masa Pandemi COVID-19: The Description of Satisfaction Level towards Quality Service at Dental Polyclinic of Hospital TK. IV Samarinda during the COVID-19 Pandemic Dea Pratiwi Sadaningsih; Listiyawati Listiyawati; Imran Irsal
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 4 No. 1 (2022): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v4i1.1097

Abstract

Dental care has been significantly impacted by the COVID-19 pandemic. Aerosol dispersal in most dental procedures can present a high risk of infection to both dentists and patients. Dental Polyclinic of Tk.IV Hospital is one of the hospitals in Samarinda that is still operating during the pandemic COVID-19, implementing health protocols such as limiting dental procedures and reducing dental visits. These restrictions will probably affect patients’ perceptions of service quality they receive and show health quality service provided by the hospital. This study aims to describe the level of satisfaction towards service quality at the Dental Polyclinic of Tk.IV Hospital Samarinda during the COVID-19 pandemic. This descriptive observational study was based on interview and questionnaire administration for 104 patients with inclusion and exclusion criteria. Two variables observed in this study were service quality with SERVQUAL dimension and patients’ level of satisfaction. The findings revealed that the average patients’ level of satisfaction was 92.62%. The dimensions of tangible 91.4%, reliability 92.8%, responsiveness 92.55%, assurance 93.93%, and empathy 92.45% were satisfactory, ranging from 81% and 100%. In general, according to those five dimensions, patients reported that the service quality was excellent and very satisfactory
Profil Hematologi Pasien Covid-19 Berdasarkan Beratnya Kasus: Haematology Profile of Covid-19 Patients Based on the Severity of Cases Taureni Hayati; Mirna Albertina Wijaja; Sri Murtiyani Kusumastuti
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 4 No. 3 (2022): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v4i3.1104

Abstract

This study aims to determine the hematology profile of Covid-19 patients based on the severity of the case. The method used is descriptive. Data collection techniques are patient clinic data, complete patient blood, NRL, and ALC. The results of the study are a) characteristics of COVID-19 patients in weight that cases in women are more than men, b) the absence of the influence of hemoglobin levels in COVID-19 patients, c) hematocrit values do not affect the incidence of COVID-19, d) there is an effect of leukocytes on the symptoms of COVID-19 patients, e) there is no influence of platelets with the incidence of COVID-19, and f) there is an effect of NLR on the symptoms of COVID-19 patients, and g) there is an effect of ALC on the symptoms of COVID-19 patients. The conclusion of this study is a) there are differences in leukocyte, NLR, and ALC profiles in COVID-19 patients, b) there is no difference in hemoglobin, hematocrit, and platelet profiles in the symptoms of COVID-19 patients, and c) there are significant differences in hematological profiles in COVID-19 patients can help classify COVID-19 patients based on the severity of cases.
Uji Aktivitas Antiaskariasis Seduhan dari Simplisia Daun Pecut Kuda (Stachytarpheta jamaicensis L. Vahl) Terstandar: Anthelmintic Activity Test of Infusion from Standardized of Pecut Kuda Leaf (Stachytarpheta jamaicensis L. Vahl) Simplicia Julia Harpina; Iman Surya Pratama; Agriana Rosmalina Hidayati; Dyke Gita Wirasisya
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 4 No. 5 (2022): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v4i5.1107

Abstract

Daun pecut kuda secara empiris (Stachytarpheta jamaicensis L. Vahl) telah digunakan sebagai obat cacing. Namun, aktivitas sebagai antiaskariasis belum diteliti lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan aktivitas antiaskariasis seduhan dari simplisia daun pecut kuda yang distandardisasi sesuai Materia Medika Indonesia. Parameter standardisasi meliputi parameter spesifik dan non spesifik. Pada simplisia dan seduhan dilakukan uji kandungan metabolit sekunder. Uji aktivitas antiaskariasis dilakukan secara in vitro menggunakan Ascaris suum dengan kontrol positif Albendazol 10% b/v, kontrol negatif NaCl 0,9% b/v dan seduhan daun pecut kuda 2,4; 5; 10% b/v. Rerata waktu kematian dianalisis dengan uji Kruskal-Wallis dan Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjuukan simplisia daun pecut kuda telah memenuhi parameter bahan organik asing, organoleptik, reaksi identifikasi, kadar sari larut etanol dan belum memenuhi parameter kadar abu total, kadar abu tidak larut asam dan kadar sari larut air. Kandungan metabolit sekunder pada simplisia dan seduhan daun pecut kuda positif mengandung alkaloid, flavonoid, tannin dan steroid. Seduhan daun pecut kuda memiliki aktivitas sebagai antiaskariasis dengan konsentrasi efektif 2,5% b/v meski lebih rendah dibandingkan kontrol positif (p <0,05).
Aplikasi Ekstrak Tanaman Kecombrang (Etlingera elatior) Sebagai Pengawet Alami pada Daging Ikan Nila (Oreochromis niloticus): Application of Kecombrang (Etlingera elatior) Plant Extract as a Natural Preservative in Tilapia (Oreochromis niloticus) Meat Nurlaili Nurlaili; Ayu Maulida; Clara Theresia; Febby Anggie Sandika; Umi Hairah
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 4 No. 2 (2022): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v4i2.1110

Abstract

Kecombrang (Etlingera elatior) merupakan salah satu jenis tanaman rempah-rempah asli Indonesia yang termasuk dalam family Zingiberaceae. Senyawa aktif pada tanaman kecombrang dapat berperan sebagai antibakteri karena dapat menghambat bahkan mematikan sel bakteri sehingga ikan bisa bertahan lebih lama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan ekstrak tananam kecombrang sebagai pengawet daging ikan nila. Metode yang digunakan berupa ekstrak ikan nila yang telah direndam dengan ekstrak kecombrang dan penentuan protein dengan uji biuret. Hasil penelitian ini yaitu tanaman kecombrang dapat digunakan sebagai pengawet alami pada ikan nila, yang mana bunga kecombrang lebih efektif dapat menghambat kadar protein ikan nila dibandingkan daun kecombrang.
Evaluation of Remdesivir in Liver Functions Covid-19 Patients At Bhayangkara H.S Samsoeri Mertojoso Hospital Surabaya Maria Angelia Yoshida; Didik Hasmono; Ruddy Hartono; Mohammad Subkhan
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 4 No. 5 (2022): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v4i5.1120

Abstract

Remdesivir is one of the effective anti-viral drugs used as a Covid-19 therapy at moderate, severe and critical degrees. Side effects that need to be considered in the use of remdesivir is hepatotoxicity. The active metabolite of remdesivir (GS-44152) is thought to play a role in mitochondrial damage in liver cells, inhibiting bile acid transport, and inducing oxidative stress. This study was conducted to evaluate the use of remdesivir associated with changes in liver function SGOT and SGPT. This study was retrospective observation of moderate, severe and critical COVID-19 patients receiving remdesivir with inclusion criteria of all inpatient medical records at Bhayangkara Hospital Surabaya for the period of August 2020-July 2021. The results showed that significant increase of liver enzymes occurred in SGPT (Pre 29 .50; Post 33.50) while in SGOT (Pre 33.00; Post 26.00), enzymes were significantly decreased. The decrease was greater in the SGPT (Pre 69.00; Post 47.00) and SGOT (Pre 56.00; Post 32.00) hepatoprotector groups. The use of remdesivir had no effect on liver function as indicated by an increase in SGPT value and a decrease in SGOT value, both of which were still in the normal range.
Quantitative and Qualitative Analysis of Antibiotics in the Intensive Care Unit (ICU) Mareta Rindang Andarsari; Lisa Ariyanti Zainu; Sri Rahayu Saleh; Aminatush Sholichah; Dewi Wara Shinta; Cahyo Wibisono Nugroho
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 5 No. 5 (2023): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v5i5.1128

Abstract

The high incidence of infection in the ICU requires frequent use of antibiotics, thereby increasing the risk of developing antibiotic resistance when used irrationally. To assess the quantity and quality of antibiotic use, the World Health Organization (WHO) recommends using the Anatomical Therapeutic Chemical (ATC) classification system or the Defined Daily Dose (DDD) method. In that study, 25 articles were analyzed, including 21 quantitative research articles and four qualitative research articles. These articles were obtained from three databases: PubMed Central (PMC), Research Gate, and Google Scholar. The most commonly used antibiotics in the ICU are ceftriaxone (1×2g, IV) with a DDD value of 358,139/100 bed-days, meropenem (3×2g, IV) with a DDD value of 289,747/100 bed-days, and piperacillin-tazobactam (4×4.5g, IV) with a DDD value of 164,816/100 bed-days. These values indicate the number of antibiotics used in relation to 100 days of sleep. In addition, evaluation of the quality of antibiotic use in the ICU revealed that it is generally characterized by irrational use. By conducting such research, healthcare professionals can optimize the use of antibiotics in the ICU, leading to more effective treatment outcomes while minimizing the development of antibiotic resistance. Keywords: Antibiotics, ATC/DDD, Gyssens, intensive care unit
Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Daun Rosemary (Rosemarinus officinalis L.) dengan Metode DPPH dan FRAP serta Pengaplikasiannya sebagai Zat Aktif dalam Losion: Antioxidant Activity Test of Rosemary Leaves (Rosemarinus officinalis L.) Ethanolic Extract with DPPH and FRAP Method and Its Application as an Active Substance in Lotion Ni Ketut Esati; Elisabeth Oriana Jawa La; Gusti Ayu Dewi Lestari
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 4 No. 4 (2022): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v4i4.1129

Abstract

Salah satu tanaman yang mempunyai nilai ekonomis tinggi yaitu tanaman rosemary (Rosemarinus officinalis L.).  Tanaman ini mempunyai aroma dan rasa yang khas dan banyak mengandung senyawa yang dapat dimanfaatkan sebagai antioksidan, antijamur, antivirus, antibakteri, antitumor, antitrombotik, dan antidepresan. Pemanfaatan tanaman rosemary terutama ekstrak daunnya dapat dilakukan dengan terlebih dahulu melakukan pengujian terhadap ekstrak tersebut, sehingga tujuan dari penelitian ini adalah melakukan pengujian kandungan metabolit sekunder, uji aktivitas antioksidan dengan metode DPPH dan FRAP, serta mengaplikasikannya sebagai zat aktif dalam produk lotion. Dari hasil penelitian ini didapatkan rendemen ekstrak etanol daun rosemary sebanyak 16,87%. Hasil pengujian ekstrak tersebut mengandung senyawa metabolit sekunder diantaranya alkaloid, flavonoid, tannin, dan triterpenoid, namun memberikan hasil yang negatif terhadap saponin. Uji aktivitas antioksidan dengan metode DPPH dan FRAP ekstrak menghasilkan nilai IC50 berturut-turut 10,68 ppm dan 51,84 ppm. Dengan demikian ekstrak etanol daun rosemary memiliki aktivitas antioksidan yang sangat kuat dengan pengujian metode DPPH dan aktivitas yang kuat dengan metode FRAP. Produk antioksidan sediaan topikal berupa lotion dengan zat aktif dari ekstrak etanol daun rosemary menghasilkan uji organoleptis yang baik.

Filter by Year

2015 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 7 No. 6 (2025): J. Sains Kes. Vol. 7 No. 5 (2025): J. Sains Kes. Vol. 7 No. 4 (2025): J. Sains Kes. Vol. 7 No. 3 (2025): J. Sains Kes. Vol. 7 No. 2 (2025): J. Sains Kes. Vol. 7 No. 1 (2025): J. Sains Kes. Vol. 6 No. 6 (2024): J. Sains Kes. Vol. 6 No. 5 (2024): J. Sains Kes. Vol. 6 No. 4 (2024): J. Sains Kes. Vol. 6 No. 3 (2024): J. Sains Kes. Vol. 6 No. 2 (2024): J. Sains Kes. Vol. 6 No. 1 (2024): J. Sains Kes. Vol. 5 No. 6 (2023): J. Sains Kes. Vol. 5 No. 5 (2023): J. Sains Kes. Vol. 5 No. 4 (2023): J. Sains Kes. Vol. 5 No. 3 (2023): J. Sains Kes. Vol. 5 No. 2 (2023): J. Sains Kes. Vol. 5 No. 1 (2023): J. Sains Kes. Vol. 5 No. SE-1 (2023): Spesial Edition J. Sains Kes. Vol. 4 No. 6 (2022): J. Sains Kes. Vol. 4 No. 5 (2022): J. Sains Kes. Vol. 4 No. 4 (2022): J. Sains Kes. Vol. 4 No. 3 (2022): J. Sains Kes. Vol. 4 No. 2 (2022): J. Sains Kes. Vol. 4 No. SE-1 (2022): Spesial Edition J. Sains Kes. Vol. 4 No. 1 (2022): J. Sains Kes. Vol. 3 No. 6 (2021): J. Sains Kes. Vol. 3 No. 5 (2021): J. Sains Kes. Vol. 3 No. 4 (2021): J. Sains Kes. Vol. 3 No. 3 (2021): J. Sains Kes. Vol. 3 No. 2 (2021): J. Sains Kes. Vol. 3 No. 1 (2021): J. Sains Kes. Vol. 2 No. 4 (2020): J. Sains Kes. Vol. 2 No. 3 (2020): J. Sains Kes. Vol. 2 No. 2 (2019): J. Sains Kes. Vol. 2 No. 1 (2019): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 10 (2018): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 9 (2018): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 8 (2017): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 7 (2017): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 6 (2016): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 5 (2016): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 4 (2015): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 3 (2015): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 2 (2015): J. Sains Kes. Vol. 1 No. 1 (2015): J. Sains Kes. More Issue