cover
Contact Name
Heriansyah
Contact Email
heriansyahabdulhamid@poltekkes-mks.ac.id
Phone
+6285255574016
Journal Mail Official
mediakeperawatanmakassar@poltekkes-mks.ac.id
Editorial Address
JURUSAN KEPERAWATAN POLTEKES KEMENKES MAKASSAR Jl. Monumen Emmi Saelan 3 Makassar
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar
ISSN : 20870035     EISSN : 26220148     DOI : https://doi.org/10.32382/medkes.v17i2.2822
Core Subject : Health,
Jurnal Media Keperawatan Politeknik Kesehatan Makassar merupakan media publikasi artikel-artikel hasil riset dan tinjauan literatur. Kami menerima artikel-artikel dalam bidang keperawatan dan kesehatan secara umum termasuk juga masalah kesehatan populer.
Articles 112 Documents
ANALISIS KUALITAS HIDUP PASIEN USIA PRODUKTIF YANG KEMBALI BEKERJA PASKA INTERVENSI KORONER PERKUTAN (IKP): Quality of Life Analysis Productive Age Patients Returning to Work Pasca Percutaneous Coronary Intervention (IKP) Alhadisa Alhadisa; Fakrul Ardiansyah; Revani Hardika
Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar Vol 17 No 01 (2026): Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmk.v17i01.2254

Abstract

Sindrom Koroner Akut (SKA) salah satu dari penyakit kardiovaskular yang memerlukan tindakan Intervensi Koroner Perkutan (IKP) berdampak signifikan terhadap kapasitas fungsional terutama lingkup domain fisik. Kembali bekerja memberikan tantangan tersendiri bagi pasien usia produktif yang seringkali memengaruhi kesejahteraan secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kualitas hidup pasien usia produktif yang kembali bekerja paska IKP di RSUD dr. Soedarso Pontianak. Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain cross sectional dengan melibatkan 147 pasien yang dipilih melalui metode purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner SF-36 dan dianalisis menggunakan uji statistik Chi-Square. Tujuh variabel independen yang diteliti meliputi usia, jenis kelamin, pekerjaan, penyakit penyerta, kelelahan, efikasi diri dan dukungan sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketujuh variabel tersebut berhubungan signifikan dengan kualitas hidup (p < 0.05). Secara spesifik, hasil uji statistik menunjukkan usia (p=0.003), jenis kelamin (p=0.018), pekerjaan (p=0.038), penyakit penyerta (p=0.016), kelelahan (p=0.003), efikasi diri (p=0.018), dan dukungan sosial (p=0.001) memiliki kaitan erat. Di antara responden, 46.2% melaporkan kualitas hidup yang tinggi, namun terdapat tantangan pada dominan pekerjaan. Dukungan sosial ditemukan sebagai faktor yang paling dominan memengaruhi kualitas hidup pasien. Kualitas hidup pasien paska IKP dipengaruhi oleh integrasi faktor fisik dan psikososial, dengan dukungan sosial sebagai faktor kunci yang memitigasi tantangan pada domain pekerjaan bagi pasien di usia produktif.
DETEKSI INFEKSI STAPHYLOCOCCUS AUREUS MELALUI UJI MOLEKULER POLYMERASE CHAIN REACTION (PCR) SEBAGAI DASAR INTERVENSI KEPERAWATAN DALAM PENCEGAHAN SEPSIS PADA LUKA ULKUS DIABETIK: Detection of S. Aureus Infection Through Molecular PCR Test as a Basis for Nursing Intervention in Preventing Sepsis in Diabetic Ulcer Wounds. Nur Laela Alydrus; anugerah hardianti; Andi Aridhasari Sudirman; Andi Sudirman; Ka&#039;bah; Rugayyah Alyidrus
Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar Vol 17 No 01 (2026): Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmk.v17i01.2258

Abstract

Latar Belakang: Ulkus kaki diabetik merupakan komplikasi serius diabetes mellitus yang memiliki risiko tinggi mengalami infeksi dan berkembang menjadi sepsis. Identifikasi dini bakteri patogen, khususnya Staphylococcus aureus, sangat penting untuk mendukung intervensi keperawatan yang tepat waktu dan mencegah komplikasi sistemik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis deteksi Staphylococcus aureus melalui Polymerase Chain Reaction sebagai dasar intervensi keperawatan dalam pencegahan sepsis pada ulkus kaki diabetik. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif observasional dengan melibatkan 16 pasien ulkus kaki diabetik. Pengumpulan data dilakukan melalui pengkajian klinis dan pemeriksaan molekuler menggunakan Polymerase Chain Reaction untuk mendeteksi Staphylococcus aureus. Variabel yang diamati meliputi karakteristik pasien, kondisi luka, lama menderita ulkus, serta hasil Polymerase Chain Reaction. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pasien berjenis kelamin perempuan (69%) dan berusia 55–64 tahun (50%). Sebagian besar mengalami ulkus kronik dengan lama luka lebih dari satu bulan (69%). Kondisi luka bervariasi, dengan ulkus basah dan jaringan merah masing-masing sebesar 44%, serta luka bernanah sebesar 12%. Hasil Polymerase Chain Reaction menunjukkan bahwa hanya 6% pasien yang positif Staphylococcus aureus. Kasus positif ditemukan pada luka bernanah yang menunjukkan infeksi aktif. Meskipun prevalensi Staphylococcus aureus rendah, keberadaan luka kronik dan tanda infeksi klinis menunjukkan risiko tinggi terjadinya infeksi sistemik dan sepsis. Temuan ini menegaskan pentingnya integrasi deteksi molekuler dengan pengkajian klinis dalam praktik keperawatan. Kesimpulan: Polymerase Chain Reaction memiliki peran penting dalam deteksi dini Staphylococcus aureus dan mendukung intervensi keperawatan berbasis bukti dalam pencegahan sepsis pada ulkus kaki diabetik. Integrasi diagnostik molekuler cepat dengan pemantauan klinis diperlukan untuk meningkatkan luaran pasien dan menurunkan risiko komplikasi berat. Kata Kunci: ulkus kaki diabetik; Staphylococcus aureus; Polymerase Chain Reaction; pencegahan sepsis; intervensi keperawatan; luka kronik
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG DIET UNTUK MENGONTROL TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI DI RSUD LABUANG BAJI MAKASSAR: Implementation Of Health Education On Dietary Management To Control Blood Pressure Among Patients With Hypertension At Labuang Baji Regional General Hospital, Makassar Ambo Dalle; Junaidi; Rauf Harmiady; Sudirman; Wulan Andriani
Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar Vol 17 No 01 (2026): Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmk.v17i01.2267

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang paling umum di seluruh dunia. Menurut World Health Organization (WHO), hipertensi merupakan penyebab utama kematian dini secara global, karena berkontribusi secara signifikan terhadap risiko penyakit jantung, stroke, gagal ginjal, dan komplikasi kesehatan lainnya. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran implementasi pendidikan kesehatan tentang diet dalam mengontrol tekanan darah pada pasien hipertensi di RSUD Labuang Baji Makassar. Penelitian ini menggunakan penelitian studi kasus deskriptif yang bertujuan untuk memberikan deskripsi suatu kasus tertentu dan menjelaskan hasil penelitian secara terperinci. Jumlah subyek kasus dalam penelitian ini adalah 3 pasien hipertensi. Hasil penelitian menunjukkan dari hasil wawancara sebelum dilakukan pendidikan kesehatan didapatkan data bahwa 1 orang pasien mengatakan mengetahui tentang diet hipertensi dan 2 orang pasien mengatakan tidak mengetahui tentang diet hipertensi sedangkan dari hasil wawancara dan setelah pemberian pendidikan kesehatan didapatkan hasil bahwa ketiga responden mengetahui tentang diet hipertensi yang awalnya tidak tahu menjadi tahu. Kesimpulan bahwa sebelum dilakukannya pendidikan kesehatan terdapat dua responden yang tidak mengetahui tentang diet hipertensi, kemungkinan disebabkan oleh karena kedua responden tersebut baru beberapa bulan terakhir mengetahui kalau dirinya mengalami hipertensi dan baru pertama kali datang berobat di Rumah Sakit Labuang Baji, sehingga pemahaman tentang diet hipertensi masih relatif kurang, yang berbeda dengan informan kedua yang telah lama mengalami hipertensi dan berulangkali datang berobat.  Setelah dilakukan pendidikan kesehatan, pengetahuan ketiga responden menjadi meningkat yang awalnya tidak/kurang tahu menjadi tahu, termasuk informan kedua yang mengakui bahwa setelah diberikan edukasi maka pengetahuan tentang diet hipertensi menjadi semakin bertambah
PENGARUH TERAPI KOMPRESI TERHADAP PENURUNAN EDEMA PADA PASIEN CHF DI RSUD PROF. DR. H. A. ANWAR MAKKATUTU BANTAENG: The Effect of Compression Therapy on Reducing the Degree of Edema in Patients with CHF at RSUD Prof. Dr. H. A. Anwar Makkatutu Bantaeng salmah arafah; sumarmi sumarmi; Dewiyanti Dewiyanti; Kamriana Kamriana; Alwi Alwi; Nur Hijrah Syaharani
Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar Vol 17 No 01 (2026): Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmk.v17i01.2282

Abstract

Latar belakang: Congestive Heart Failure (CHF) merupakan gangguan fungsi jantung yang menyebabkan penumpukan cairan sehingga menimbulkan edema pada ekstremitas. Edema yang tidak ditangani dapat mengganggu aktivitas dan memperburuk kondisi pasien. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat dilakukan adalah terapi kompresi. Tujuan penelitian: Mengetahui pengaruh terapi kompresi terhadap penurunan derajat edema pada pasien Congestive Heart Failure (CHF) di RSUD Prof. Dr. H. M. Anwar Makkatutu Bantaeng. Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest. Teknik sampling menggunakan accidental sampling dengan jumlah sampel 65 responden. Derajat edema diukur sebelum dan sesudah terapi kompresi, kemudian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon dengan tingkat signifikansi p<0,05. Hasil penelitian: Hasil menunjukkan adanya penurunan derajat edema setelah pemberian terapi kompresi. Uji Wilcoxon menunjukkan nilai p=0,000 yang berarti terdapat pengaruh signifikan terapi kompresi terhadap penurunan derajat edema pada pasien CHF. Kesimpulan: Terapi kompresi berpengaruh terhadap penurunan derajat edema pada pasien Congestive Heart Failure (CHF) di RSUD Prof. Dr. H. M. Anwar Makkatutu Bantaeng.
PENGGUNAAN E-BOOK SEBAGAI EDUKASI PERAWATAN BAYI BARU LAHIR PADA IBU PRIMIPARA DI RSKDIA PERTIWI MAKASSAR: The Use of E-books as Education for Newborn Care for Primiparous Mothers at Pertiwi Women and Children Hospital Makassar Agusti Fauziah; Hariani; Sudirman; Abdul Kadir Ahmad; Nasrullah; Nuralamsyah; Laurensius
Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar Vol 17 No 01 (2026): Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmk.v17i01.2283

Abstract

Perawatan bayi baru lahir yang tepat sangat penting bagi ibu primipara yang baru menjalani peran sebagai orang tua. Kurangnya pengetahuan dan keterampilan dalam merawat bayi dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan pada neonatus. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu primipara tentang perawatan bayi baru lahir melalui media edukasi berbasis e- book. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan tiga responden ibu primipara yang melahirkan di RSKDIA Pertiwi Makassar. Data dikumpulkan melalui wawancara pre-test dan post-test menggunakan pedoman terstruktur setelah pemberian e-book edukatif. Proses edukasi dilakukan melalui distribusi e-book digital yang dapat diakses melalui perangkat smartphone. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan kepercayaan diri pada ketiga responden dalam hal perawatan bayi, termasuk pemahaman tentang ASI eksklusif, kebersihan bayi, tanda bahaya, dan cara mempererat ikatan ibu-bayi. Selain itu, para ibu menyatakan bahwa e-book mudah diakses dan dipahami, meskipun terdapat masukan untuk perbaikan tampilan visual. Kesimpulannya, e-book terbukti efektif sebagai media edukasi dalam meningkatkan pengetahuan ibu primipara mengenai perawatan bayi baru lahir. Penggunaan e-book direkomendasikan sebagai metode pembelajaran yang modern dan praktis, baik di lingkungan rumah sakit maupun sebagai materi ajar institusi pendidikan keperawatan
EFEKTIVITAS VIDEO AUDIO VISUAL DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN ORANG TUA TERHADAP PERTOLONGAN PERTAMA PADA ANAK TERSEDAK DI WILAYAH PUSKESMAS MANGASA: The Effectiveness Of Audio-Visual Videos In Improving Parental Knowledge And Skills Regarding First Aid For Choking Children In The Mangasa Public Health Center Area Rauf Harmiady; Heriansyah; Sukma Saini; Dyah Ekowatiningsih; Naharia Laubo; Anastasia Dwi Sasmita
Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar Vol 17 No 01 (2026): Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmk.v17i01.2298

Abstract

Latar Belakang: Tersedak merupakan keadaan darurat yang sering terjadi pada anak-anak dan dapat menyebabkan kematian bila tidak segera ditangani secara tepat. Namun, masih banyak orang tua yang belum memiliki pengetahuan dan keterampilan yang cukup dalam menangani situasi tersebut. Penggunaan media edukasi yang menarik dan mudah dipahami, seperti video audio visual, sangat penting dalam meningkatkan kesiapan orang tua dalam menghadapi kondisi gawat darurat seperti tersedak. Tujuan Penelitian: Untuk mengevaluasi efektivitas media video edukasi dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan orang tua mengenai pertolongan pertama pada anak yang mengalami tersedak. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimen dengan pendekatan pretest-posttest tanpa kelompok kontrol. Penelitian dilakukan pada bulan April 2025 di wilayah kerja Puskesmas Mangasa, Kota Makassar dengan jumlah responden sebanyak 30 orang tua yang memiliki anak usia 1–5 tahun. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan lembar observasi sebelum dan sesudah intervensi berupa pemutaran video edukasi tentang teknik pertolongan seperti back blow dan Heimlich maneuver. Hasil Penelitian: Hasil menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada pengetahuan dan keterampilan orang tua setelah intervensi. Sebelum intervensi, 56,7% berada pada kategori kurang, meningkat menjadi 90% dalam kategori baik setelah intervensi. Uji Wilcoxon menunjukkan nilai signifikansi (p = 0,000). Kesimpulan: Video audio visual terbukti efektif meningkatkan pengetahuan dan keterampilan orang tua dalam memberikan pertolongan pertama pada anak tersedak, serta dapat dijadikan media edukasi dalam promosi kesehatan.
PENERAPAN STIMULASI KETERLAMBATAN BICARA PADA ANAK DENGAN GANGGUAN BERBICARA DI PAUD SEKOLAH ALAM INSAN KAMIL SAMATA: Application Of Speech Delay Therapy For Children With Speech Disorders At The INSAN KAMIL SAMATA NATURAL SCHOOL PAUD Simunati; Amar Mansyur; Ruslan Hasani; Nasrullah
Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar Vol 17 No 01 (2026): Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmk.v17i01.1655

Abstract

Latar Belakang : perkembangan bahasa pada setiap anak pastilah berbeda. Hal ini di pengnaruhi oleh stimulus yang di berikan oleh orang terdekat yang ada di sekelilingnya. Pada anak usia dini berusia 5-6 tahun, tahap perkembangan bahasa dapat juga kita amati dari kelancaran saat anak berbicara apakah anak sudah lancar berbicara atau belum. Tujuan Penelitian : untuk mengetahui penerapan terapi keterlambatan bicara pada anak dengan gangguan berbicara di PAUD Sekolah Alam Insan Kamil Samata. Metode Penelitian : Penelitiana ini merupakan deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling yang melibatkan 1 responden sebagai sampel dalam penelitian ini. Hasil Penelitian : pada hasil kegiatan penjaringan di temukan 1 orang anak yang mengalami gangguan bicara (Speech Delay), dimana hasil kegiatan penjaringan di temukan anak mampu mengucapkan artikulasi dengan benar namun terebata-bata serta pengucapanya yang kurang percaya diri dan anak mampu menjawab jenis hewan dan buah-buahan. Pada hasil kegiatan stimulasi pada hari pertama yaitu 40% anak hanya mampu menyebutkan 4 nama hewan dengan artikulasi yang benar, hari kedua yaitu 50% anak hanya mampu menyebutkan 5 nama hewan dengan artikulasi yang benar, hari ketiga yaitu 60% anak mampu menyebutkan 6 nama hewan dengan artikulasi yamg benar, untuk hari keempat yaitu anak mampu menyebutkan 7 nama hewan dengan artikulasi yang benar, dan hari kelima anak mampu menyebutkan 9 nama hewan dengan artikulasi yang benar, selanjutnya metode tanya jawab didapatkan hasil pada hari pertama yaitu 50% anak hanya mampu menjawab 5 nama buah, hari kedua yaitu 50% anak hanya mampu menjawab 5 nama buah, hari ketiga yaitu 60% anak mampu menjawab 6 nama buah, hari keempat yaitu 70% anak mampu menjawab 7 nama buah dan hari kelima yaitu 90% anak mampu menjawab 9 nama buah.Kesimpulan : Berdasarkan penelitian yang telah di lakukan, yaitu penerapan terepi keterlambatan bicara pada anak dengan gangguan berbicara di PAUD Sekolah Alam Insan Kamil Samata dapat di simpulkan, Penerapan melatih artikulasi yang benar pada anak yang dari awalnya anak tidak mampu mengucap atau meniru apa yang di katakan, dan setelah di lakukan stimulasi dengan menggunakan artikulasi yang jelas dan tanya jawab seperti (nama hewan dan buah-buahan) anak mampu mengucapkan namun masih terbata-bata. Penerapan melatih bicara dapat meningkatkan kemampuan secara verbal dan non-verbal sehinggah tumbuh kembangnya dapat di katakan sesuai dengan anak seusianya.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN KEPATUHAN IBU DENGAN KELENGKAPAN IMUNISASI DASAR BAYI USIA 9-18 BULAN DI PUSKESMAS KARANG REJO: The Relationship Between Maternal Knowledge And Compliance With The Completeness Of Basic Immunization In Infants Aged 9-18 Months Harpiyanti; Ana Damayanti; Nurman Hidaya; Donny Tri Wahyudi
Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar Vol 17 No 01 (2026): Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmk.v17i01.2264

Abstract

Pendahuluan: Imunisasi dasar merupakan langkah penting dalam mencegah penyakit berbahaya pada bayi. Namun, lebih dari 1,8 juta anak Indonesia tidak mendapat imunisasi rutin lengkap selama 6 tahun terakhir, dari 2018 sampai 2023. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan dan kepatuhan ibu dengan kelengkapan imunisasi dasar pada bayi usia 9-18 bulan. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain retrospektif. Penelitian dilakukan dengan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel 215. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji chi-square. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berusia 19-59 tahun (100%), berpendidikan SMA (50,2%), dan bekerja sebagai ibu rumah tangga (67,9%). Sebanyak 94,4% ibu memiliki pengetahuan baik tentang imunisasi, 90,2% patuh terhadap jadwal imunisasi, dan 92,1% bayi menerima imunisasi dasar lengkap. Kesimpulan: Hasil penelitian didapatkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan ibu dengan kelengkapan imunisasi dasar dan ada hubungan antara kepatuhan ibu dengan kelengkapan imunisasi dasar. Upaya peningkatan pengetahuan dan kepatuhan ibu dapat dilakukan melalui penyuluhan kesehatan dan pemanfaatan media informasi untuk meningkatkan kesadaran ibu terhadap pentingnya imunisasi dasar.
ANALISIS DETERMINAN KEMANDIRIAN LANSIA DALAM ACTIVITY OF DAILY LIVING (ADL) DI DESA NUA JA KECAMATAN ENDE KABUPATEN ENDE: Analysis of the Determinants of Independence in Activities of Daily Living (ADL) among Older Adults in Nua Ja Village, Ende District, Ende Regency Aris Wawomeo; Pius Kopong Tokan
Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar Vol 17 No 01 (2026): Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmk.v17i01.2276

Abstract

Kemandirian dalam Activities of Daily Living (ADL) merupakan kemampuan penting bagi lansia dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Penurunan kondisi fisik dan fungsional pada lansia dapat meningkatkan ketergantungan dan menurunkan kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi kemandirian lansia dalam Activities of Daily Living (ADL) di Desa Nua Ja. Penelitian menggunakan desain survei deskriptif kuantitatif dengan melibatkan 50 lansia berusia ≥60 tahun yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Variabel penelitian meliputi usia, kondisi fisiologis, fungsi kognitif, dan dukungan keluarga. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis secara deskriptif dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase dengan menerapkan prinsip etik informed consent, anonimitas, dan kerahasiaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia di atas 65 tahun (86%), berpendidikan sekolah dasar (42%), dan bekerja sebagai petani (50%). Dukungan keluarga memengaruhi kemandirian lansia pada seluruh responden (100%), diikuti usia (82%) dan kondisi kesehatan fisiologis (70%), sedangkan fungsi kognitif menunjukkan pengaruh yang minimal (80%). Penelitian ini menyimpulkan bahwa dukungan keluarga, usia, dan kesehatan fisiologis merupakan faktor utama yang memengaruhi kemandirian lansia dalam ADL di Desa Nua Ja.
HUBUNGAN STUNTING DENGAN PERKEMBANGAN BAHASA DAN SOSIAL PADA BALITA USIA 1-3 TAHUN DI DESA MONCONGKOMBA KECAMATAN POLONGBANGKENG SELATAN KABUPATEN TAKALAR: The Relationship Between Stunting And Sociald Development In Toddlers Aged 1-3 Years In Moncongkomba Village, Polongbangkeng Selatan District, Takalar Regency Dina Oktaviana; Patmawati; Ernawati; Dewiyanti; Suardi; Nur Citrayani Wahid
Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar Vol 17 No 01 (2026): Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmk.v17i01.2285

Abstract

Latar Belakang: Jumlah anak balita 1-3 tahun di Wilayah Moncongkomba, Kecamatan Polongbangkeng Selatan, Kabupaten Takarar mencapai 115 balita pada tahun 2024. Anak usia 1-3 tahun merupakan periode perkembangan otak yang sangat penting dan mencakup perkembangan motorik, bahasa, sosial, dan kognitif. Anak harus makan makanan yang bergizi agar proses perkembangan dan pertumbuhan mereka tidak terganggu. Jika asupan makanan tidak mencukupi, anak bisa menderita gangguan pertumbuhan disebut stunting. Tujuan: untuk mengetahui hubungan stunting dengan perkembangan bahasa dan sosial pada anak usia 1-3 tahun. Metode : pendekatan cross-sectional digunakan untuk penelitian deskriptif dan analitis. Dengan subjek penelitian sebanyak 115 responden yang berusia 1-3 tahun. Data diolah menggunakan uji statistic Fisher’s Exact Test. Hasil: hasil penelitian membuktikan bahwa ada hubungan stunting dengan perkembangan bahasa dan sosial pada balita usia 1-3 tahun dengan skor p=0,001 dimana α<0,05. Kesimpulan: ada hubungan signifikan anatara stunting dengan perkembangan bahasa dan sosial pada balita usia 1-3 tahun di Desa Moncongkomba, Kecamatan Polongbangkeng Selatan, Kabupaten Takalar

Page 11 of 12 | Total Record : 112