cover
Contact Name
Heriansyah
Contact Email
heriansyahabdulhamid@poltekkes-mks.ac.id
Phone
+6285255574016
Journal Mail Official
mediakeperawatanmakassar@poltekkes-mks.ac.id
Editorial Address
JURUSAN KEPERAWATAN POLTEKES KEMENKES MAKASSAR Jl. Monumen Emmi Saelan 3 Makassar
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar
ISSN : 20870035     EISSN : 26220148     DOI : https://doi.org/10.32382/medkes.v17i2.2822
Core Subject : Health,
Jurnal Media Keperawatan Politeknik Kesehatan Makassar merupakan media publikasi artikel-artikel hasil riset dan tinjauan literatur. Kami menerima artikel-artikel dalam bidang keperawatan dan kesehatan secara umum termasuk juga masalah kesehatan populer.
Articles 90 Documents
GAMBARAN KARAKTERISTIK IBU HAMIL DENGAN KASUS MOLA HIDATIDOSA DI RSUD SYEKH YUSUF KABUPATEN GOWA: Description of the characteristics of pregnant women with hydatidiform mole cases at Syekh Yusuf Hospital, Gowa Regency Hariani; Suhartatik; La Ubo, Naharia; Fauziah, Agusti; J, Abd Hady
Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar Vol 15 No 1 (2024): Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan : Mola hidatidosa adalah pertumbuhan massa jaringan dalam uterus yang tidak akan bertumbuh menjadi janin ataupun bayi dan ini salah satu hasil konsepsi yang tidak normal. Mola hidatidosa adalah kelainan trofoblas gestasional yaitu termasuk bentuk kanker dari penyakit trofoblas gestasional yang biasanya disebut dengan koriokarsinoma. Kehamilan mola hidatidosa biasanya terjadi dengan gejala perdarahan pervagina pada trimester pertama. Mola hidatidosa dapat dipastikan pada usia kehamilan kurang dari 20 minggu melalui serangkaian pemeriksaan anamnesis dan pemeriksaan fisik. Berdasarkan derajat proliferasi dan perubahan jaringan, mola hidatidosa dapat dibedakan menjadi mola hidatidosa komplit dan mola hidatidosa parsial. Penderita mola hidatidosa biasanya mengalami keluhan keluarnya darah berwarna hitam kemerahan atau mengalami pembesaran perut atau rahim melebihi usia kehamilan. Metode : Penelitian ini menggunakan metode penelitian dekktiptif sedeerhana. Hasil : Hasil penelitian yang dilihat dari data sekunder kejadian kasus mola hidatidosa di RSUD Syekh Yusuf Kabupaten Gowa pertahun 2020 – 2022 terdapat 32 orang yang mengalami kasus mola hidatidosa. Karakteristik ibu hamil dengan kasus mola hidatidosa berdasarkan usia ibu yang memiliki frekuensi tertinggi yaitu ibu dengan usia < 20 tahun dan >35 tahun terdapat 17 orang dengan persentase 53,1%. Karakteristik ibu hamil dengan kasus mola hidatidosa berdasarkan tingkat pendidikan yang memiliki frekuensi tertinggi yaitu ibu dengan tingkat pendidikan SMA terdapat 17 orang dengan persentase 53,1%. Karakteristik ibu hamil dengan kasus mola hidatidosa berdasarkan paritas yang memiliki frekuensi tertinggi yaitu ibu primipara (1 anak) dan tidak memiliki anak terdapat 19 orang dengan persentase 59,4%. Kesimpulan : Ibu dengan kasus mola hidatidosa memiliki hubungan erat dengan ibu yang berusia di bawah 20 tahun dan ibu dengan usia lebih dari 35 tahun. Kata kunci : ibu hamil, mola hidatidosa, usia ibu, tingkat pendidikan, dan paritas.
GAMBARAN PENGETAHUAN PERAWAT DALAM PENANGANAN RESUSITASI CAIRAN PADA LUKA BAKAR DI INSTALASI GAWAT DARURAT: Description Of Nurses' Knowledge In Handling Fluid Resuscitation In Burn In The Emergency Room Junaidi, Abd Hady; Mustafa, Mardiana; Ekowatinigsih, Dyah; Saparuddin, Adnin Fauziah; Hariani; Baharuddin
Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar Vol 15 No 1 (2024): Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Resusitasi cairan pada luka bakar dilakukan oleh perawat berperan penting dalam mengurangi edema pada tubuh pasien dan memberikan konstribusi terhadap ketepatan dan efisiensi perawatan selanjutnya untuk mempercepat proses penyembuhan pasien sesuai dengan program yang direncanakan.Perawat dalam melakukan proses pertolongan luka bakar menggunakan resusitasi cairan sangat penting untuk mencegah terjadinya komplikasi mortalitas akibat syok. Tujuan penelitian ini Untuk mengetahui pengetahuan perawat dalam penanganan resusitasi cairan pada luka bakar. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian deskriptif sederhana, teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan total sampling yaitu 20 responden perawat yang bekerja di ruang IGD. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa dari 20 orang responden berdasarkan tingkat pengetahuan baik sebanyak 3 orang (15%), berpengetahuan cukup sebanyak 16 orang (80%), dan yang berpengetahuan kurang sebanyak 1 orang (5%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah mayoritas pengetahuan perawat dalam penanganan resusitasi cairan pada luka bakar adalah kategori cukup. Peneliti menyarankan kepada responden untuk meningkatkan pengetahuan tentang penanganan resusitasi cairan pada luka bakar, serta mengikuti pelatihan-pelatihan tentang penanganan luka bakar di berbagai tempat seminar.
HUBUNGAN STATUS GIZI DENGAN KEJADIAN PENYAKIT INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT PADA ANAK USIA TODDLER DI POSYANDU PACCINONGAN WILAYAH KERJA PUSKESMAS TINO KABUPATEN JENEPONTO: The Relationship Of Nutritional Status And The Incidence Of Acute Respiratory Tract Infections In Toddler-Age Children In Posyandu Paccinongan dewi, Dewiyanti
Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar Vol 14 No 2 (2023): Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT Background: Acute Respiratory Infection (ARI) is an infectious disease of the upper or lower respiratory tract which can cause a wide spectrum of disease ranging from mild infections to severe and deadly diseases, depending on the causative pathogen, host factors and environmental factors. Research objective: To determine the relationship between nutritional status and the incidence of ISPA in children under five at Posyandu Pacinnongan in the Tino Community Health Center Working Area, Jeneponto Regency. Research Method: This research uses an analytical observational research method with a cross-sectional study research plan. The sampling method in this research used nonprobability sampling with incidental sampling techniques. This research used 48 samples from 65 populations. Research Results: The results of the analysis of nutritional status were that 28 (58.4%) respondents had good nutritional status and 20 (41.6%) respondents had poor nutritional status and 28 (58.4%) respondents had never experienced ISPA A. . The incidence of ISPA was 20 (41.6%) respondents. The results of the statistical test analysis of the chi square test obtained p = 0.002 < 0.05. Conclusion: There is a relationship between nutritional status and the incidence of ISPA in children under five at the Pacinnongan posyandu in the Tino Community Health Center Working Area, Jeneponto Regency. Keywords: Nutritional status, ISPA, Toddler Age Children ABSTRAK Latar belakang: Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) adalah penyakit menular dari saluran pernapasan atas atau bawah yang dapat menimbulkan berbagai spektrum penyakit berkisar dari infeksi ringan sampai penyakit yang parah dan mematikan, tergantung pada patogen penyebabnya, faktor penjamu dan faktor lingkungan. Tujuan penelitian: Untuk mengetahui hubungan antara status gizi dengan kejadian ISPA pada Anak usia toddler di Posyandu Pacinnongan Wilayah Kerja Puskesmas Tino Kabupaten Jeneponto. Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan metode penelitian observasional analitik dengan rancangan penelitian studi potong lintang (cross sectional). Metode pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan Non probability Sampling dengan teknik Sampling insidental/accidental sampling. Penelitian ini menggunakan 48 sampel dari 65 populasi. Hasil Penelitian : Hasil analisis status gizi yang memiliki status gizi baik sebanyak 28 (58,4%) responden dan status gizi Kurang sebanyak 20 (41,6%) responden dan kejadian ISPA A sebanyak 28 (58,4%) responden tidak pernah mengalami Kejadian ISPA sebanyak 20 (41,6%) responden. Hasil analisis uji statistic uji chi squaer diperoleh p = 0.002 < 0.05. Kesimpulan : Ada hubungan status gizi terhadap kejadian ISPA pada anak usia toddler di posyandu Pacinnongan Wilayah Kerja Puskesmas Tino Kabupaten Jeneponto. Kata Kunci : Status gizi, ISPA, Anak Usia Toddler
KAPASITAS FUNGSIONAL PARU PASIEN TUBERKULOSIS PARU Ismail; Baharuddin K; Sukriyadi; Basri, Muhammad; Yulianto
Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar Vol 14 No 2 (2023): Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kapasitas Fungsional adalah kemampuan seseorang untuk melakukan aktivitas sehari-hari dapat dinilai dari kapasitas fungsionalnya. oleh karen itu, kapasitas fungsioanl paru didefenisikan sebagai kemampuan seseorang untuk menyerap oksigen sepenuhnya atau dikenal sebagai VO2max. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kapasitas fungsional paru pada penderita tuberkulosis paru. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode penelitian desktiptif sederhana. Dalam rencana penelitian ini untuk menggambarkan kapasitas fungsional paru pada penderita tuberkulosis paru di ruang infection center RSUP Wahidin Sudirohusodo Makassar. Hasil dan pembahasan: Hasil penelitian yang dilakukan peneliti terhadap 15 responden menunjukkan kapasitas fungsional paru pada penderita tuberkulosis paru sebanyak 8 orang (53,33%) termasuk dalam kategori lemah, sebanyak 6 orang (40%) dalam kategori normal dan 1 orang (6,67%) termasuk kategori kuat. Sampai saat ini intervensi pada pasien Tb tetap fokus pada terapi obat. Latihan pernapasan adalah bentuk perawatan. Secara fisiologis, latihan pernapasan merangsang sistem saraf parasimpatis sehingga meningkatkan produksi endorfin, menurunkan denyut jantung, meningkatkan pengembangan paru-paru sehingga dapat berkembang secara optimal, dan melemaskan otot. Latihan pernapasan dapat meningkatkan fungsi paru-paru dan menurunkan risiko perubahan fisik pada penderita Tb. Kesimpulan: Berdasarkaan hasil yang diperoleh dari penelitian maka dapat disimpulkan bahwa dari 15 responden yang menjadi subyek penelitian sebagian besar penderita tuberkulosis paru masuk dalam kategori lemah yaitu sebanyak 8 responden (53,33%).
GAMBARAN PENGETAHUAN ORANG TUA TERHADAP PENANGANAN PERTAMA DIARE PADA ANAK DI DESA TELLUMPOCCOE DIWILAYAH KERJA PUSKESMAS MARUSU KABUPATEN MAROS Ekowatiningsih, Dyah; Mustafa, Mardiana; Heriansyah, Heriansyah; Harmiady, Rauf; Amelia, Rezky
Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar Vol 14 No 2 (2023): Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Diare adalah buang air besar dengan frekuensi BAB lebih dari 4 kalidengan konsistensi feses encer pada anak. Diare menjadi penyebab kematian kedua pada anak dengan tingkat morbitas diseluruh dunia sebanyak 1,7 miliar setiap tahunnya dengan jumlah mortalitas 525.00 kematian anak dibawah usia 5 tahun. Sedangkan di Indonesia pada tahun 2018 bayi yang mengalami diare sebanyak 1.637.708 kasus tingkat morbitas ini masih cukup tinggi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan orang tua terhadap penanganan pertama diare pada anak didesa tellumpoccoe di wilayah kerjapuskesmas marusu kab. Maros. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalahpenelitian deskriptif sederhana dengan jumlah sampel 37 responden yang didapatkan dengan cara “purposive sampling” dengan alat pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil Dan Pembahasan : hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan orang tua didesa Tellumpoccoe dengan pengetahuan baik sebanyak 1 responden (2,7%), pengetahuan cukup13 reponden (35,1%), pengetahuan kurang sebanyak 23 responden (62,1%). Pengetahuan kurang pada orang tua dapat terjadi karena beberapa faktor seperti usia, pendidikan, dan pekerjaan. Selain itu dapat disebabkan apakah orang tua memiliki kemauan dalam mencari informasi Kesehatan sehingga dapat mempengaruhi pengetahuan orang tua dalam penangangan pertama pada anak diare. Kesimpulan:Berdasarkan pengisian kuesioner didapatkan hasil penelitian pengetahuan orang tua didesa Tellumpoccoe masih tergolongkurang, yaitu orang tua dengan pengetahuan kurang sebanyak 23 responden (62,1%).
ANALISIS PENERAPAN TERAPI RELAKSASI OTOT PROGRESIF PADA KLIEN DENGAN MASALAH KEPERAWATAN MANAGEMEN KESEHATAN TIDAK EFEKTIF: Analysis Of The Application Of Progressive Muscle Relaxation Therapy In Clients With Nursing Problems Ineffective Health Management Murwani, Arita; Refansyah, Erul Ahmad; Mahmudah, Ani Mahsunatul; Amry, Riza Yulina; Hikmawati, Ana Nur
Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar Vol 15 No 1 (2024): Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi merupakan suatu keadaan dimana terjadi peningkatan pada tekanan darah yang memberi gejala akan berlanjut ke suatu organ target seperti stroke untuk otak, penyakit jantung koroner untuk pembuluh darah jantung, dan hipertrofi ventrikel kanan untuk otot jantung.Penatalaksanaan hipertensi dibagi menjadi dua cara yaitu non farmakologis dan farmakologis. Terapi non farmakologis merupakan terapi tanpa menggunakan agen obat dalam proses terapinya, sedangkan terapi farmakologis menggunakan obat atau senyawa yang dalam kerjanya dapat menurunkan tekanan darah pasien. Pemberian terapi non farmakologis salah satunya adalah terapi relaksasi otot progresif. Penelitian ini untuk menganalisis terapi relaksasi otot progresif pada klien dengan masalah keperawatan managemen kesehatan tidak efektif pada tahap perkembangan keluarga usia lanjut di Pleret. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan menggunakan pendekatan studi kasus. Setelah dilakukan intervensi keperawatan dengan pemberian terapi relaksasi otot progresif ada pengaruh terapi relaksasi otot progresif terhadap hipertensi yang terjadi pada Tn.Y dan Ny.M, sebelum dilakukan pemberian terapi relaksasi otot progresif tekanan darah Tn.Y 150/80 mmHg dan setelah dilakukan intervensi mangalami penurunan tekanan darah menjadi 140/80 mmHg. Pada Ny.M sebelum dilakukan pemberian terapi relaksasi otot progresif tekanan darah 160/80 mmHg dan setelah dilakukan intervensi mangalami penurunan tekanan darah menjadi 150/80 mmHg. Ada pengaruh terapi relaksasi otot progresif terhadap hipertensi dengan masalah keperawatan manajemen kesehatan tidak efektif yang terjadi pada Tn.Y dan Ny.M.
PENGARUH PENGARUH EDUKASI BERCAKAP-CAKAP MELALUI SUPPORTIF KELUARGA TERHADAP PENURUNAN RESPON HALUSINASI PENDENGARAN PADA LANSIA: The Effect Of Conversation Education Through Family Supportive On Reducing Responses To Hearting Hallucinations In The Elderly Arafah, Salmah; Kamriana, Kamriana; Zainuddin, Zainuddin
Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar Vol 14 No 2 (2023): Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Halusinasi merupakan salah satu gangguan jiwa yang sangat mengancam kehidupan sehingga Terjadi perubahan persepsi klien yang mempersepsikan sesuatu yang sebenarnya tidak terjadi, suatu penerapan panca indera, merasa melihat, mendengar, membau, ada rasa raba dan rasa kecap meskipun tidak ada sesuatu rangsang yang tertuju pada kelima indera tersebut. Tujuan penelitian adalah Mengidentifikasi pengaruh penerapan edukasi bercakap-cakap melalui supportif keluarga terhadap penurunan respon halusinasi pada pasien halusinasi pendengaran Di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Mappakasunggu Kabupaten Takalar. Desain Penelitian ini menggunakan desain penelitian, yang merupakan pra-eksperiman dengan rancangan penelitian one pretest and postest design. Besar sampel pada penelitian ini adalah keluarga dan pasien yang mengalami halusinasi pendengaran di Wilayah UPT Puskesmas Mappakasunggu Kabupaten Takalar sebanyak 10 orang. Hasil penelitian ada pengaruh penerapan edukasi bercakap-cakap melalui supportif keluarga terhadap penurunan respon halusinasi pada pasien halusinasi pendengaran Di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Mappakasunggu Kabupaten Takalar dengan nilai p = 0,001. Saran dalam penelitian ini bagi petugas kesehatan Perlunya peningkatan peran serta program promosi kesehatan bagi keluarga penderita halusinasi dalam penerapan edukasi bercakap-cakap dalam meningkatkan kemampuan mengontrol halusinasi pada pasien halusinasi pendengaran dengan diterapkanya teori bercakap-cakap responden dapat mengalihkan suara-suara yang di dengar saat halusinasi muncul. Kata Kunci : Edukasi bercakap-cakap, Halusinasi pendengaran , Lansia
GAMBARAN EFEKTIVITAS PENGGUNAAN NEBULIZER UNTUK MENURUNKAN SESAK NAPAS PADA PASIEN ASMA DI RS. Dr TADJUDDIN CHALID MAKASSAR Saini, Sukma; Dalle, Ambo; Junaidi
Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar Vol 14 No 2 (2023): Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Sistem pernapasan manusia adalah sistem yang bertugas mengangkut oksigen dari udara luar ke jaringan tubuh dan mengeluarkan karbondioksida melalui paru-paru. Asma merupakan penyebab kematian nomor sepuluh di Indonesia. Meskipun asma adalah penyakit yang dapat dicegah, penyakit ini dapat mematikan. Untuk serangan asma, pengobatan yang paling cocok adalah pemebrian nebulizer nebulizer, yang merupakan pilihan terbaik untuk peradangan, terutama pada penderita asma. Tujuan: Untuk mengetahui tentang gambaran efektivitas penggunaan nebulizer untuk menurunkan sesak nafas pada pasien Asma Bronkhial di RS. Dr. Tajuddin Chalid Makassar. Metode: Penelitian deskriptif adalah jenis penelitian ilmiah ini. Yaitu menggambarkan bagaimana terapi nebulizer menurunkan sesak napas pada pasien asma bronkhial di RS.Dr.Tadjuddin Chalid Makassar. Hasil: Karekteristik responden dari 30 orang berdasarkan umur menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia 35-64 tahun, sebagian besar yang berpendidikan SMA, dan sebagian besar responden yang efektif menggunakan nebulizer.
PENGALAMAN LANSIA DALAM MENANGANI RETIREMENT SYNDROME DENGAN PENDEKATAN BUDAYA TRI HITA KARANA: STUDI FENOMENOLOGI Agustini, Ni Rai Sintya; Priastana, I Ketut Andika
Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar Vol 14 No 2 (2023): Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Seseorang yang mengalami retirement syndrome cenderung menunjukkan emosi yang tidak stabil, sering cemas, stres, dan depresi. Kondisi-kondisi seperti ini akan berlanjut pada kualitas hidup yang berangsur menurun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengalaman lansia dalam menangani retirement syndrome dengan pendekatan Budaya Tri Hita Karana sehingga ditemukan faktor-faktor terkait yang dapat dikembangkan dalam menangani retirement syndrome. Metode: Desain dalam penelitian ini menggunakan desain Kualitatif dengan pendekatan Fenomenologi. Penelitian ini akan dilaksanakan pada tahun 2023 di Desa Pohsanten, Kabupaten Jembrana, Bali. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah 15 orang dengan pendekatan Purposive. Peneliti melakukan pengumpulan data dengan metode in depth interview dan observasi. Alat yang membantu pengumpulan data yaitu pedoman wawancara, recorder, alat tulis, dan catatan lapangan (field note). Validitas data diuji dengan metode Triangulasi. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis data model Spradley. Hasil: Hasil penelitian menemukan beberapa tema terkait pengalaman lansia dalam menangani retirement syndrome dengan pendekatan Budaya Tri Hita Karana yaitu kegiatan spiritual, aktivitas kelompok sebaya, aktivitas keluarga, dan aktivitas lingkungan. Kesimpulan: Penelitian ini menemukan bahwa adanya peran penting Budaya Tri Hita Karana terhadap pengalaman lansia dalam menangani retirement syndrome. Budaya Tri Hita Karana membantu lansia dalam mempersiapkan diri di masa pensiun.
KONSUMSI ROKOK PADA ANAK DI BAWAH UMUR DI TINJAU DARI PERSPEKTIF ISLAM: Consumption Of Cigarettes In Minors Is Observed From The Perspektif Of Islam Sudirman, Andi; Agusti Fauziah; Muhasidah; AR, Masdiana; Nuralamsyah, Muhammad; Dalle, Ambo
Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar Vol 15 No 1 (2024): Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adapun tujuan penelitian ini untuk mengetahui tinjauan Perspektif Islam terhadap anak di bawah umur dalam mengkonsumsi rokok di desa Bengo Kecamatan Bengo kabupaten Bone. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif, teknik pengumpulan data adalah observasi, wawancara dan dokumentasi, yang kemudian data tersebut diuraikan, dianalisis dan dibahas untuk menjawab permasalahan yang diajukan. Dari hasil penelitian tersebut diperoleh kesimpulan bahwa konsumsi rokok pada anak dibawah umur di desa Bengo Kecamatan Bengo kabupaten Bone, dilakukan setiap hari, anak-anak meperoleh uang dengan cara bermacam-macam salah satunya dengan cara membohongi orang tuanya dengan alasan membeli peralatan sekolah, jenis rokok yang di konsumsi juga beragam dari rokok yang biasa-biasa saja sampai rokok yang harganya mahal, alasan mereka mengkonsumsi rokok rata-rata diajak teman-temanya, dari lima belas orang pengkonsumsi rokok mereka mengatakan bahwa rokok tersebut tidak ada manfaatnya dan mereka juga mengetahui bahaya dari rokok. Tinjauan Perspektif Islam terhadap konsumsi rokok pada anak dibawah umur di desa Bengo kabupaten Bone tidak sesuai dengan perspektif Islam