cover
Contact Name
Norminawati Dewi
Contact Email
norminadewi@politala.ac.id
Phone
+6283155674513
Journal Mail Official
norminadewi@politala.ac.id
Editorial Address
Jl. A. Yani KM. 06, Pelaihari, Kalimantan Selatan 70815
Location
Kab. tanah laut,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Rekayasa Konstruksi
ISSN : 30260388     EISSN : 30251621     DOI : https://doi.org/10.34128/jrk.v2i2
Core Subject : Engineering,
Journal Engineering Construction (JRK) is published by Program Study of Road and Bridge Construction Engineering (TRKJJ), State Polytechnic Tanah Laut. The Journal Engineering Construction (JRK) is a multidisciplinary journal, with open access, peer-reviewed related to aspects of civil engineering and architecture, covering: Hydrology, Structure Material , Technology, Geotechnics and Transportation, Construction Management, *Architecture, Physical Building, Green Architecture, Behavior Studies
Articles 30 Documents
METODE PELAKSAAN PEKERJAAN PENINGKATAN STRUKTUR RUAS JALAN TARJUN-SERONGGA Jihan Alya Nabillah; Norminawati Dewi; Muhammad Hario Fatah
Jurnal Rekayasa Konstruksi Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Rekayasa Konstruksi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/jrk.v3i1.40

Abstract

Dalam proyek peningkatan struktur jalan, laporan metode pelaksanaan memiliki peran yang sangat penting untuk keberhasilan proyek. Laporan ini menyediakan panduan terperinci bagi semua pihak yang terlibat, dengan langkah-langkah yang jelas agar pekerjaan dapat dilaksanakan sesuai standar yang ditetapkan. Metode pelaksanaan yang terstruktur memungkinkan pengawasan kualitas yang efektif dan memastikan setiap tahap sesuai dengan prosedur yang disetujui, guna mencapai hasil optimal. Selain itu, laporan ini juga mendukung manajemen waktu dan biaya, memastikan alokasi sumber daya yang efisien, serta penyelesaian proyek tepat waktu dan sesuai anggaran. Laporan metode pelaksanaan membantu mengidentifikasi potensi hambatan dan menyediakan solusi yang efektif untuk mengatasinya. Aspek kepatuhan terhadap regulasi juga sangat penting, mengingat proyek infrastruktur, termasuk peningkatan jalan, diatur oleh berbagai standar dan peraturan. Laporan ini menjamin bahwa semua aspek pekerjaan mematuhi regulasi yang berlaku, mengurangi risiko pelanggaran hukum. Selain itu, laporan metode pelaksanaan menjadi bagian penting dari dokumentasi proyek yang berguna untuk audit, pengawasan, dan evaluasi kinerja. Dokumentasi ini juga membantu dalam penyelesaian klaim atau perselisihan di masa depan. Laporan ini memastikan pemahaman yang sama di antara semua pihak yang terlibat, mengurangi kesalahpahaman dan meningkatkan koordinasi tim proyek. Pada akhirnya, laporan ini menjadi dasar evaluasi kinerja proyek dan identifikasi area yang perlu perbaikan untuk proyek mendatang. Dengan demikian, metode pelaksanaan memainkan peran krusial dalam memastikan kelancaran, keselamatan, dan kualitas proyek peningkatan jalan. Kata Kunci: Metode Pelaksanaan, Struktur Jalan, Proyek Infrastruktur
PENGARUH PENAMBAHAN RUMUT ILUNG SEBAGAI BAHAN STABILISASI TANAH ( STUDI KASUS TANAH LUNAK DESA SUNGAI KALI ) KABUPATEN BARITO KUALA Rasidi; Norminawati Dewi
Jurnal Rekayasa Konstruksi Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Rekayasa Konstruksi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/jrk.v3i1.41

Abstract

Stabilisasi tanah merupakan suatu upaya yang digunakan untuk memperbaiki sifat tanah dasar sehingga mutunya dapat lebih baik dan dapat meningkatkan kemampuan daya dukung tanah. Salah satu upaya stabilisasi yaitu dengan cara mencampurkan beberapa bahan tambah ke dalam tanah untuk meningkatkan salah satu parameter daya dukung tanah yaitu kuat geser dan kuat tekan tanah. pengujian sifat fisis tanah sebelum dilakukan stabilisasi tanah menggunakan rumut ilung tanah sungai kali cenderung tanah di katakan biasa sampai dengan jelek untuk dijadikan sebagai bahan tanah dasar suatu konstruksi hal ini diperoleh berdasarkan uji analisa saringan dengan menggunakan klasifikasi AASHTO dan tanah tergolong sebagai kerikil berlanau, campuran krikil-pasir-lanau dan kerikil berlempung, campuran kerikil-pasir-lempung menggunakan sisstem klasifikasi USCS berdasarkan uji analisa saringan. Sifat fisis lainnya diperoleh dari uji kadar air, berat volume, LL, PL, dan GS tanah sebelum ditambahkan rumut ilung memiliki nilai masing-masing sebesar 28%; 0,977 gr/cm3; 47,5 LL; 44,64 PL dan 2,501 GS. Sedangkan setelah dilakukan penambahan rumut ilung nilai uji kadar air, berat volume, LL, PL, dan GS tanah berubah menjadi 12,887%; 17,547 gr/cm3 ; 62 LL; 42,39 PL dan 0,785 GS. Sehingga dari hasil nilai pengujian fisis tanah tersebut dapat dilihat bahwa tanah tanpa rumut ilung dan menggunakan rumut ilung mengalami perubahan yang cukup signifikan. Oleh karena itu dapat ditarik kesimpulan berdasarkan uji fisis tanah bahwa rumut ilung dapat mempengaruhi stabilisasi tanah lunak yang terdapat didesa sungai kali, Barito kuala.
ANALISA PENGUJIAN BETON MUTU FC’ 25 TERHADAP KUAT TEKAN Misnawati; Intan Safitri; Muhammad Nafis Nizar
Jurnal Rekayasa Konstruksi Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Rekayasa Konstruksi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengujian ini menganalisis kuat tekan beton yang dilakukan oleh PT Mandiri Perkasa Plant untuk PT. PLN dengan target kekuatan jenis beton fc’25 tipe 2. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan beban maksimum yang dapat ditahan oleh beton sebelum mengalami kerusakan. Metode yang digunakan meliputi pengujian kuat tekan pada sampel beton pada hari ke-3, ke-7, dan ke-28 dengan total sembilan benda uji. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kuat tekan beton meningkat seiring dengan bertambahnya umur beton, di mana pada hari ke-28, rata-rata kuat tekan mencapai 27.95 MPa, melebihi target karakteristik beton Fc'25 yang diinginkan yaitu 25 MPa. Hasil pengujian menunjukkan pentingnya waktu perendaman dalam mencapai kekuatan beton yang optimal. Kata Kunci: kuat tekan, beton, benda uji, fc’ 25 MPa
UJI KUALITAS AIR BERSIH PADA SARANA (PAMSIMAS) DI DESA TAMBAK PADI Jihan Alya Nabillah; Ahmad Ridhani Noorfauzi; Dhia Alfa Della
Jurnal Rekayasa Konstruksi Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Rekayasa Konstruksi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini. untuk mengetahui. kualitas air Program Pamsimas. berdasarkan sifat fisika, kimia dan mikrobiologi di Desa Tambak Padi Kecamatan Beruntung Baru Kabupaten Banjar. Metode yang digunakan adalah observasional deskriptifi yang bertujuan untuk memperoleh hasil uji kualitas air pada sarana air bersih Program Pamsimas. Total sampling menggunakan 1 sumber air Pamsimasa. Kualitas fisik air di sesuaikan dengan Permenkes No. 2 Tahun 2023. Hasil uji parameter fisika. air yang diperoleh yaitu warna 10 TCU, suhu 22,7°C, dan TDs sebesar 76 mg/L. Hasil uji parameter kimia diperoleh Nitrit 0,2886 mg/L, Besi <0,138 mg/L, Mangan <0,046 mg/L, pH 7,71, Nitrat 1,15 mg/L, Krom Valensi <0,0017 mg/L, Arsen <0,007 mg/L, Kadmium <0,001 mg/L, Timbal 0,0022 mg/L, Flourida <0,0242 mg/L. Hasil parameter uji mikrobiologi diperoleh hasil untuk pemeriksaan coliform sebesar 110 CFU/100 ml. Kata Kunci: Sifat Fisika, Kimia, Mikrobiologi, Pamsimas, Pengujian air
DESAIN RUMAH MODULAR TANGGAP BENCANA PADA LAHAN RAWA/GAMBUT DI PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Muya Ryan Hidayat; Septia Rona Puspita Gaby; Taufik Abdullah Attamimi
Jurnal Rekayasa Konstruksi Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Rekayasa Konstruksi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Provinsi Kalimantan Selatan merupakan kawasan dengan hampir keseluruhan wilayah terendam serta merupakan kawasan bencana tingkat tinggi. Rumah Panggung (rumah bubungan) adalah rumah adat banjar dengan struktur dari konstruksi kayu yang membentuk satu kesatuan sistem struktur rangka yang sangat stabil dan memiliki kekakuan baik secara vertikal maupun lateral serta terdapat beberapa ciri khas ukiran pada berbagai sisi bangunan. Secara vertikal, bangunan dengan ukuran yang sangat panjang mampu berdiri seimbang di atas landasan yang sangat lemah. Secara lateral, bangunan mampu bertahan terhadap adanya perbedaan beban bangunan. Dalam situasi tertentu memungkinkan terjadi bencana yang menyebabkan beberapa rumah terendam bahkan hancur. Konsep rumah tanggap bencana modular merupakan alternatif yang dapat diaplikasikan pada kawasan terdampak bencana. Rumah tanggap bencana modular memiliki struktur pondasi dapat disesuaikan ketinggian air dan kondisi bencana sesuai kajian resiko bencana nasional Provinsi Kalimantan Selatan. Penelitian ini memberikan alternatif dengan melakukan pemindahan masyarakat terdampak dari lokasi bahaya yang tidak mungkin dibangun kembali dan tidak sesuai dengan rencana tata ruang (rawan bencana) dengan metode modular. Modular didesain tetap dapat mempertahankan ciri khas rumah adat Bubungan Banjar. Pembangunan rumah modular tidak memerlukan banyak tenaga dan durasi pelaksanaan konstruksi cepat.
ANALISIS KEPUASAN PEJALAN KAKI TERHADAP JALUR PEDESTRIAN JALAN S. PARMAN–KAYU TANGI Nur Endah Widyawati; Niken Meillisa Putri; Muhammad Raihan Riandi; Agung Yoga Pranata; Fathinatush Shalihah
Jurnal Rekayasa Konstruksi Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Rekayasa Konstruksi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/jrk.v4i1.45

Abstract

Pembangunan jalur pedestrian di Kota Banjarmasin terus meningkat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, dengan jalur pejalan kaki yang terhubung langsung ke halte dan fasilitas umum. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan masyarakat dalam menggunakan jalur pedestrian di Jalan S. Parman - Jalan Kayu Tangi. Menggunakan metode analisis regresi logistik, penelitian ini mengkaji faktor-faktor yang mempengaruhi penerimaan pejalan kaki terhadap jalur pedestrian, termasuk karakteristik jalur, sistem, kinerja, kondisi fisik, dan perilaku pengguna. Survei dilakukan dengan 120 responden, terdiri dari wawancara langsung dan Google Form. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor utama yang mempengaruhi penerimaan pejalan kaki adalah jarak halte dengan fasilitas umum, kemudahan akses jalur, serta keberadaan pagar pengaman, drainase, dan tanaman peneduh. Semakin dekat halte dengan fasilitas umum dan semakin banyak fasilitas pendukung, semakin besar keinginan pejalan kaki untuk menggunakan jalur tersebut. Selain itu, tempat duduk yang memadai dan desain jalur yang menarik meningkatkan kenyamanan. Untuk meningkatkan kualitas jalur pedestrian, disarankan perbaikan infrastruktur, penambahan fasilitas pendukung, perbaikan sistem drainase, serta desain jalur dan akses halte yang lebih strategis.
SILICA FUME SEBAGAI BAHAN PENGIKAT TAMBAHAN BETON: TINJAUAN SISTEMASTIS PENINGKATAN KINERJA DAN KEBERLAJUTAN Noorfauzi, Ahmad Ridhani; Gaby, Septia Rona Puspita; Attamimi, Taufik Abdullah
Jurnal Rekayasa Konstruksi Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Rekayasa Konstruksi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/jrk.v4i1.47

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji efektivitas silica fume sebagai bahan pengikat tambahan (SCMs) melalui pendekatan systematic literature review dengan metode PRISMA. Sebanyak 12 artikel dari rentang tahun 2020–2024 dianalisis setelah disaring dari total 50 artikel yang teridentifikasi pada database Google Scholar, ScienceDirect, Springer, dan IEEE Xplore. Ditemukan bahwa penggunaan silica fume dalam proporsi 10–15% terhadap berat semen secara konsisten meningkatkan performa beton pada berbagai aplikasi. Peningkatan kuat tekan tertinggi tercatat sebesar 20,14%, sedangkan kuat tarik belah dan kuat lentur masing-masing meningkat hingga 12,73% dan 13,74%. Efektivitas ini dijelaskan melalui reaksi pozzolan yang menghasilkan gel C-S-H sekunder serta efek pengisi fisik yang memperhalus pori dan memperkuat mikrostruktur. Mayoritas studi berfokus pada beton berpori, menandakan urgensi dalam pengembangan infrastruktur ramah lingkungan, khususnya dalam manajemen air permukaan. Selain itu, permeabilitas berkurang secara signifikan dan durabilitas terhadap siklus beku-cair meningkat. Penggunaan silica fume sebagai produk sampingan industri ferrosilikon dinilai relevan untuk mendukung reduksi limbah dan emisi karbon. Disarankan pemanfaatan silica fume 10–15% disertai superplasticizer untuk mencapai performa optimal dalam praktik konstruksi berkelanjutan.
KAJIAN REKAYASA NILAI PEKERJAAN ARSITEKTUR PADA GEDUNG IBS ICU TERPADU RSUD KOTA SEMARANG Hendriyani, Irna; Adhi Surya; Sinta Nurwijaya
Jurnal Rekayasa Konstruksi Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Rekayasa Konstruksi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34128/jrk.v4i1.50

Abstract

Peningkatan rumah sakit yang profesional dan mandiri bertujuan untuk meningkatkan layanan kepada masyarakat. Karena tingginya biaya, perlu optimasi pendanaan dan efektivitas pembangunan gedung IBS ICU Terpadu RSUD Kota Semarang agar pengeluaran tidak melebihi kebutuhan. Salah satu upaya untuk mengoptimalkan anggaran biaya tanpa kehilangan nilai fungsi adalah dengan cara penerapan metode Rekayasa Nilai. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis biaya daur hidup (Life Cycle Cost) dan analisis metode AHP (Analytical Hierarchy Process). Analisis LCC dapat diterapkan untuk menentukan suatu keputusan alternatif pilihan yang tepat terhadap proyek dengan mempertimbangkan 5 biaya, yaitu initial cost, operational cost, maintenance cost, replacement cost dan salvage value. Metode AHP menggunakan matriks pairwise comparison untuk menentukan alternatif yang dilakukan secara berkelompok. Hasil pembobotan tersebut kemudian akan dibandingkan antara satu dengan yang lainnya untuk mendapatkan solusi terbaik. Berdasarkan hasil perhitungan didapatkan alternatif dari analisis LCC dalam penerapan Rekayasa Nilai pada pekerjaan arsitektural Gedung IBS ICU Terpadu RSUD Kota Semarang adalah alternatif 1 untuk pekerjaan pekerjaan lantai dan dinding, sedangkan untuk pekerjaan pasangan bata/plesteran/beton praktis adalah alternatif 5. Untuk hasil alternatif dari analisis AHP adalah alternatif 1 untuk pekerjaan pekerjaan lantai dan dinding, sedangkan untuk pekerjaan pasangan bata/plesteran/beton praktis adalah alternatif 5.
ANALISIS KINERJA SIMPANG TAK BERSINYAL MENGGUNAKAN PKJI 2023 (JL. PATIH RUMBIH – JL. TAMBUN BUNGAI – JL. R. A. KARTINI) yosevina, yosevina; Pinel Suleleng; Ina Elvina; Salonten
Jurnal Rekayasa Konstruksi Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Rekayasa Konstruksi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persimpangan Jl. Patih Rumbih – Jl. Tambun Bungai – Jalan R.A Kartini Kota Palangka Raya merupakan salah satu persimpangan yang berada dalam Kota Palangka Raya. Pada persimpangan sering terjadi tundaan, hambatan samping karena aktivitas disekeliling simpang. Tujuan penelitian ini yaitu Mengetahui besarnya arus lalu lintas yang melewati persimpangan Jl. Patih Rumbih – Jl. Tambun Bungai – Jalan R.A Kartini Kota Palangka Raya saat sekarang , Mengetahui kapasitas persimpangan, derajat kejenuhan, peluang antrian dan tundaan persimpangan Jl. Patih Rumbih – Jl. Tambun Bungai – Jalan R.A Kartini Kota Palangka Raya saat sekarang, Mengetahui tingkat kinerja persimpangan pada persimpangan Jl. Patih Rumbih – Jl. Tambun Bungai – Jalan R.A Kartini Kota Palangka Raya saat sekarang.Pada penelitian ini digunakan metode PKJI 2023 (Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia). Hasil analisis diperoleh dari penelitian ini adalah kondisi persimpangan Jalan Tambun Bungai – Jalan R.A Kartini cukup baik, hal itu terlihat pada tundaan simpang yaitu sebesar 11,53 detik/SMP yang dimana Tingkat Pelayanan Simpang berada pada tingkat B. Kapasitas (C) 3045 SMP/jam, Derajat Kejenuhan (Dj) 0,66, Peluang Antrian (PA) 17,77 %. Untuk persimpangan Jalan Tambun Bungai –Jalan Patih Rumbih tundaan simpang yaitu sebesar 10,94 detik/SMP, tingkat pelayanan simpang berada pada tingkat B. Kapasitas (C) 3382 SMP/jam, Derajat Kejenuhan (Dj) 0,60, Peluang Antrian (PA) 15,18 %. Untuk solusi alternatif pada persimpangan ruas Jl. Patih Rumbih – Jl. Tambun Bungai – Jl. R. A. Kartini yang direncanakan adalah dengan pemberian rambu dilarang parkir serta rambu prioritas pada Simpang Jalan agar pengendara jalan tidak memarkirkan kendaraan nya di bahu jalan hingga mengenai badan jalan sehingga dapat mengurangi hambatan samping dan konflik pada persimpangan jalan.
TEKNOLOGI KONSTRUKSI PADA LAHAN RAWA DI KALIMANTAN SELATAN: TINJAUAN LITERATUR SISTEMATIS Muhammad Rizan Adam; Budi Kurniawan; Norminawati Dewi
Jurnal Rekayasa Konstruksi Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Rekayasa Konstruksi
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Tanah Laut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kalimantan Selatan memiliki lahan rawa seluas 2,5 juta hektar, mencakup 66% dari total wilayah, yang menimbulkan tantangan kompleks dalam pembangunan infrastruktur. Karakteristik tanah rawa yang memiliki daya dukung rendah, kadar air tinggi, dan kompresibilitas besar memerlukan pendekatan konstruksi yang khusus dan adaptif. Penelitian ini menganalisis perkembangan teknologi konstruksi di lahan rawa Kalimantan Selatan melalui tinjauan literatur sistematis terhadap 45 publikasi terpilih dari berbagai database. Analisis kualitatif difokuskan pada inovasi dalam teknologi pondasi, stabilisasi tanah, dan penggunaan material konstruksi. Hasil menunjukkan bahwa teknologi preloading dengan Prefabricated Vertical Drain (PVD) mampu mengurangi penurunan tanah hingga 60% dan mempercepat konsolidasi 4,2 kali lipat. Pondasi tiang pancang beton prategang berdiameter 40–60 cm dan kedalaman 25–40 meter dapat menahan beban hingga 280 ton per tiang. Geotekstil woven meningkatkan nilai CBR hingga 285%, sementara stabilisasi dengan semen 10–15% menghasilkan kuat tekan 400–800 kPa. Penggunaan material lokal seperti abu sekam padi dan kapur terbukti efektif dan ekonomis. Ke depan, fokus perlu diarahkan pada pemantauan jangka panjang, integrasi teknologi digital, dan pemanfaatan material berkelanjutan berbasis limbah lokal.

Page 3 of 3 | Total Record : 30