cover
Contact Name
Muhammad Nasir
Contact Email
nasirmuning@gmail.com
Phone
+6285251613000
Journal Mail Official
adminjurnal@globalpustakailmiah.com
Editorial Address
Jl. Norman Umar No. 117 Rt. 7 Kelurahan Kebun Sari Kecamatan Amuntai Tengah Kabupaten Hulu Sungai Utara Kode Pos 71415
Location
Kab. hulu sungai utara,
Kalimantan selatan
INDONESIA
INTEGRASI : Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan
ISSN : -     EISSN : 30256941     DOI : https://dx.doi.org/10.61590/int
Core Subject : Religion, Social,
NTEGRASI Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan is an open access and peer-reviewed journal of Islamic Studies published by the Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah South Kalimantan. It contains writings from lecturers, education staff, education observers, and others. This journal is published biannually June and December in print and online. The journal focuses on publishing research results related to Islamic issues in connection with social matters such as the study of the Quran and Hadith Islamic philosophy education social studies local wisdom politics economics urbanism multiculturalism and more through interdisciplinary studies.
Articles 94 Documents
Tradisi Mengkhatamkan Al-Qur’an dalam Sholat Dhuha: Potret Living Qur’an di Pondok Pesantren M. Dzikrul Hakim Al Ghozali; Aburrohim Balya
INTEGRASI : Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 4, No. 1 : INTEGRASI (JANUARI-JUNI 2026)
Publisher : Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61590/int.v4i01.302

Abstract

Kecenderungan sebagian santri dalam kegiatan untuk berpartisipasi hanya sebagai formalitas serta terbatasnya kwalitas santri terhadap kesulitan dalam bacaan dan hafalan al-qur’an. Tujuan penelitian ini adalah menelaah kegiatan praktik membiasakan mengkhatamkan Al-Qur’an dalam Shalat Dhuha sebagai wujud "living Qur’an" di Pondok Pesantren Hamalatul Qur’an. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara, dan studi dokumen, Teknik analisis data menggunakan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Kegiatan tradisi mengkhatamkan Al-Qur'an dalam shalat Dhuha dilaksanakan berjamaah setiap pukul 06.00 pagi ini melibatkan imam yang membacakan ayat secara lantang dari hafalannya (bil jahr wa bil-ghaib), sementara santri menyimak menggunakan mushaf, sehingga satu khataman penuh dapat diselesaikan setiap dua bulan. 2) Tradisi ini tidak sekadar ritual ibadah sunah, melainkan juga berfungsi sebagai sarana latihan spiritual bagi masyarakat sekitar, pembentukan karakter, dan penguatan hafalan Al-Qur’an bagi santri melalui pembiasaan. 3) Praktik Living Qur'an menguatkan retensi hafalan santri dengan terbangunnya budaya religius di lingkungan pesantren dan memberikan ketenangan spiritual bagi masyarakat sekitar, praktik rutin ini membangun kedisiplinan beribadah, mempererat ikatan emosional santri dengan Al-Qur’an.
Kecerdasan Spiritual Remaja di Tengah Arus Digitalisasi Kahrani Kahrani; Evy Suryaningsih; Misrawati Misrawati; Lola Lulita Dewi Kartika Sari; Rifka Aulia Rahmah; Yola Rika Rahmadani
INTEGRASI : Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 4, No. 2 : INTEGRASI (JULI-DESEMBER 2026)
Publisher : Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61590/int.v4i02.445

Abstract

Di era modern yang penuh tantangan, penguatan kecerdasan spiritual sangat diperlukan agar remaja tidak kehilangan arah hidup. Keluarga dan sekolah memiliki peran utama dalam membentuk spiritualitas remaja melalui keteladanan, pendidikan nilai, dan pembiasaan perilaku positif. Dengan kecerdasan spiritual yang baik, remaja diharapkan mampu menjadi pribadi yang berintegritas, bertanggung jawab, dan memiliki kepedulian sosial tinggi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini, yakni deskriptif kualitatif untuk menganalisis dan menggambarkan peneltian secara objektif serta mendetail untuk mendapatkan hasil yang akurat. Hasil temuan menunjukkan bahwa kecerdasan spiritual dapat menjadi fondasi penting dalam membentuk remaja yang memiliki integritas, tanggung jawab sosial, serta kemampuan menghadapi krisis kehidupan secara positif. Semakin baik kecerdasan spiritual yang dimiliki remaja, maka semakin mudah merasakan ketenangan batin dan kontrol diri. Remaja yang memiliki kecerdasan spiritual yang baik lebih mampu menerima kenyataan hidup, memiliki harapan, dan tidak mudah putus asa. Dengan demikian, kecerdasan spiritual dapat dipahami sebagai kemampuan manusia untuk memahami makna hidup, mengembangkan nilai moral, membangun hubungan harmonis dengan Tuhan dan sesama, serta menghadapi kehidupan secara bijaksana.
Pengembangan Modul Program Tahfidz Berbasis Mutqin untuk Meningkatkan Kualitas Hafalan Al-Qur’an di Pondok Pesantren Madrosatul Qur’an Wahab Hasbullah Aisya Naila Syarifah; Rina Dian Rahmawati
INTEGRASI : Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 4, No. 1 : INTEGRASI (JANUARI-JUNI 2026)
Publisher : Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61590/int.v4i01.332

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul program tahfidz berbasis mutqin yang valid, praktis, dan efektif. Model pengembangan yang digunakan modul ajar ini adalah Bord & Gall dengan 8 langkah yaitu: (1) Analisis Kebutuhan (Analyze), (2) Desain Produk, (3) Pengembangan Media (Development), (4) Validasi Ahli (Validation), (5) Revisi Hasil Media, (6) Uji Coba Lapangan (Main Field Testing), (7) Penyempurnaan Produk, (8) Implementasi Produk Akhir. Hasil validasi oleh dua ahli materi dan media. Ahli materi sebesar 83,6% dan ahli media 85%. Dan hasil kepraktisan media pada saat uji mencapai persentase sebesar 86,9% (sangat praktis). Dan modul ajar ini cukup efektif, dibuktikan dengan nilai yang meningkat sebelum menggunakan modul ajar yaitu rata-rata 61,6 dan setelah menggunakan modul ajar menjadi 85,5% kenaikan tersebut sebesar 23,9 poin dan dalam analisis N-Gain sebesar 0.62% pada taraf cukup baik, serta modul ini dapat meningkatkan kualitas hafalan Al-Qur’an pada santriwati.
Persepsi Mahasiswa terhadap Implementasi Kegiatan Market Day Berbasis Kearifan Lokal pada Mata Kuliah Prakarya di Sekolah Dasar Muhammad Yasin; Noormaliah Noormaliah
INTEGRASI : Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 4, No. 1 : INTEGRASI (JANUARI-JUNI 2026)
Publisher : Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61590/int.v4i01.354

Abstract

Pendidikan tinggi memiliki tantangan untuk mencetak lulusan calon pendidik Sekolah Dasar yang tidak hanya unggul secara akademis, melainkan juga memiliki keterampilan hidup, jiwa kewirausahaan, serta penguatan karakter yang berbasis pada kebudayaan bangsa. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur dan mendeskripsikan secara objektif persepsi mahasiswa terhadap internalisasi aspek kewirausahaan serta efektivitas penerapan aspek kearifan lokal Kalimantan Selatan dalam kegiatan Market Day pada mata kuliah Pendidikan Prakarya dan Keterampilan di Sekolah Dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Penelitian ini berlokasi di Program Studi PGSD Universitas PGRI Kalimantan dengan populasi sekaligus sampel penelitian sebanyak 41 mahasiswa aktif (Kelas 01 dan Kelas 02) yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner daring (Google Form) dengan Skala Pengukuran Likert 5 poin serta teknik dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan melalui tahapan statistik deskriptif yang meliputi tabulasi skor, analisis persentase, dan kategorisasi interpretasi data. Hasil penelitian menunjukkan tiga simpulan utama: (1) Persepsi mahasiswa terhadap aspek kewirausahaan menunjukkan hasil sangat positif, di mana kegiatan Market Day dinilai efektif sebagai instrumen internalisasi karakter wirausaha (growth mindset), kemandirian, tanggung jawab, dan pembentukan aspek kejujuran yang mencatatkan angka tertinggi sebesar 63,4% pada kategori Sangat Setuju. (2) Persepsi mahasiswa terhadap integrasi nilai kearifan lokal Kalimantan Selatan berada pada kualifikasi sangat baik (63,4% Sangat Setuju), karena pengemasan identitas budaya Banjar pada komoditas kuliner dan kriya mampu memberikan nilai tambah ekonomi sekaligus memicu rasa bangga kultural. (3) Kegiatan Market Day memiliki tingkat relevansi kependidikan yang sangat tinggi, di mana 61% mahasiswa menyatakan sangat setuju bahwa pengalaman praktis ini menjadi bekal konkret keterampilan psikomotorik dan manajerial untuk diaplikasikan kembali sebagai model pembelajaran berbasis proyek (PjBL) saat bertugas menjadi guru kelas di sekolah dasar.
Peran Pendidikan Ramah Anak dalam Mencegah Bullying dan Membangun Budaya Sekolah yang Aman dan Inklusif Khofifatus Syarifah
INTEGRASI : Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 4, No. 1 : INTEGRASI (JANUARI-JUNI 2026)
Publisher : Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61590/int.v4i01.284

Abstract

Fenomena bullying masih menjadi permasalahan serius karena berdampak pada aspek fisik, psikologis, dan sosial siswa. Oleh karena itu, pendidikan ramah anak menjadi pendekatan penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan inklusif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pendidikan ramah anak dalam mencegah tindakan bullying di lingkungan sekolah. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis studi pustaka (library research), yang mengkaji berbagai sumber literatur seperti buku, jurnal ilmiah, dan dokumen kebijakan terkait pendidikan ramah anak dan bullying. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan ramah anak memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, inklusif, dan bebas dari kekerasan melalui penerapan prinsip nondiskriminasi, kepentingan terbaik bagi anak, serta penghormatan terhadap hak anak. Bullying yang terjadi dalam berbagai bentuk, seperti fisik, verbal, relasional, dan cyberbullying, dapat diminimalisir melalui penguatan budaya sekolah yang positif, kebijakan anti-bullying, serta keterlibatan aktif seluruh warga sekolah. Dengan demikian, pendidikan ramah anak menjadi strategi efektif dalam mencegah perundungan dan mendukung perkembangan siswa secara optimal.
Sinergi Seni, Bahasa, dan Religi: Program Psikososial bagi Remaja Korban Banjir Pante Bidari, Aceh Timur Nurun Nisa; Dinda Destari; Seprina Yana Alidha; Zuhrahmi Zuhrahmi; Elmi Novita
INTEGRASI : Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 4, No. 1 : INTEGRASI (JANUARI-JUNI 2026)
Publisher : Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61590/int.v4i01.286

Abstract

Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mendukung pemulihan psikososial remaja korban banjir melalui pendekatan integratif berbasis seni, bahasa, dan religi di Pante Bidari, Aceh Timur. Kegiatan dilaksanakan pada 13–16 Februari 2026 dengan melibatkan 50 peserta berusia 16–18 tahun dari SMAN 1 Pante Bidari dan MAN Pante Bidari. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dengan tahapan identifikasi kebutuhan, perencanaan program, pelaksanaan kegiatan, dan evaluasi. Pelaksanaan kegiatan meliputi aktivitas ekspresi seni untuk membantu peserta menyalurkan emosi, kegiatan komunikasi melalui diskusi dan berbagi pengalaman untuk meningkatkan kepercayaan diri, serta penguatan nilai religi melalui refleksi spiritual untuk membangun ketahanan psikologis. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pada aspek emosional, sosial, dan kepercayaan diri peserta. Peserta menjadi lebih terbuka dalam mengekspresikan perasaan, lebih aktif dalam berinteraksi, serta menunjukkan kondisi emosional yang lebih stabil. Program ini juga memberikan ruang aman bagi remaja untuk berbagi pengalaman dan membangun dukungan sosial
Peran Kepala Sekolah dalam Pengelolaan Sarana dan Prasarana Perpustakaan untuk Menumbuhkan Minat Baca Peserta Didik di MI Negeri 4 Tanah Laut Nur Safitri
INTEGRASI : Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 4, No. 1 : INTEGRASI (JANUARI-JUNI 2026)
Publisher : Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61590/int.v4i01.248

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran yang dilakukan oleh kepala sekolah dalam pengelolaan sarana dan prasarana perpustakaan dan mengetahui indikator menumbuhkan minat baca peseta didik serta mengetahui hambatan kepala sekola dalam mengelola sara dan prasarana perpustakaan di MI 4 Negeri Tanah Laut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan desain studi kasus. Teori yang digunakan yaitu oleh Sutarno, N.S menjelaskan bahwa peran kepala sekolah dalam pengelolaan sarana dan prasarana ada 5 tahapan yaitu, perencanaan, pengadaan, pemeliharaan, pengawasan dan penghapusan. Penelitian ini menggunakan pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek dari penelitian adalah kepala sekolah, kepala perpustakaan, tenaga perpustakaan, dan guru kelas. Selanjutnya teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukaan bahwa: 1) peran kepala sekolah di MI 4 Negeri Tanah Laut dalam pengelolaan sarana prasarana perpustakaan sudah berjalan dengan lancar dari perencannaan, pengadaan, pemeliharaan, pengawasan dan penghaspusan, kepala selokah sudah melakukan tugasnya sebagai pimpinan, 2) indikator menumbuhkan minat baca peserta didik dalam pengelolaan sarana dan prasarana perpustakaan sudah sangat cukup berdampak yaitu meningkatnya kunjungan peserta didik, peminjaman dan pengembalian buku diperpustakaan serta keaktifan peserta didik mengikuti kegiatan literasi, 3) hambatan kepala sekolah dalam pengelolaan sarana dan prasarana perpustakaan yaitu terbatasnya anggaran, latar belakang pendidikan pustakawan yang kurang sesuai, dan kurangnya kesadaran dan partisipai dari guru untuk memanfaatkan perpustakaan.
Nasehat Luqman tentang Pendidikan Anak (Studi Tafsir QS. Luqman Ayat 12-19 dalam Tafsir Al-Misbah) Anis Febriyanti; Juli Julaiha
INTEGRASI : Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 4, No. 2 : INTEGRASI (JULI-DESEMBER 2026)
Publisher : Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61590/int.v4i02.381

Abstract

Pendidikan anak merupakan aspek fundamental dalam pembentukan karakter dan kepribadian manusia yang telah mendapat perhatian besar dalam Al-Qur’an. Salah satu rujukan utama adalah QS. Luqman ayat 12–19 yang memuat nasihat Luqman kepada anaknya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep pendidikan anak dalam ayat tersebut berdasarkan Tafsir Al-Misbah karya M. Quraish Shihab, serta mengungkap nilai-nilai pendidikan yang relevan dengan konteks masa kini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research), serta metode analisis deskriptif terhadap penafsiran ayat-ayat terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa QS. Luqman ayat 12–19 mengandung nilai-nilai pendidikan yang komprehensif, meliputi pendidikan tauhid, akhlak, ibadah, sosial, dan tanggung jawab individu. Selain itu, metode pendidikan yang ditampilkan bersifat dialogis, persuasif, dan penuh hikmah, yang tercermin dalam cara Luqman menyampaikan nasihat dengan kelembutan dan kebijaksanaan. Nilai dan metode tersebut memiliki relevansi yang kuat dalam menjawab tantangan pendidikan anak di era modern, terutama dalam membentuk karakter yang beriman, berakhlak mulia, dan bertanggung jawab.
Reinterpretasi Tasawuf di Kalangan Generasi Milenial: Analisis Interaksionisme Simbolik George Herbert Mead Cahyo Muliawan; Masdar Hilmy; Desi Erawati
INTEGRASI : Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 4, No. 1 : INTEGRASI (JANUARI-JUNI 2026)
Publisher : Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61590/int.v4i01.263

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena reinterpretasi tasawuf di kalangan generasi milenial dalam perspektif interaksionisme simbolik yang dikembangkan oleh George Herbert Mead. Tasawuf yang secara tradisional dipahami sebagai dimensi spiritual Islam mengalami transformasi makna seiring perkembangan modernitas, globalisasi, dan kemajuan teknologi digital. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research) melalui analisis berbagai literatur yang relevan dengan tasawuf, modernitas, serta teori interaksionisme simbolik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa reinterpretasi tasawuf di kalangan milenial ditandai oleh pergeseran makna dari praktik tarekat tradisional menuju spiritualitas yang lebih personal, fleksibel, dan kontekstual. Tasawuf tidak hanya dipahami sebagai praktik asketis, tetapi juga sebagai sarana pencarian ketenangan batin, kesehatan mental, serta pembentukan identitas spiritual. Selain itu, media digital berperan penting dalam memperluas akses dan membentuk simbol-simbol baru dalam praktik tasawuf, sehingga proses pemaknaan menjadi lebih dinamis dan terbuka. Dalam perspektif interaksionisme simbolik, makna tasawuf dibentuk melalui proses interaksi sosial, interpretasi simbol, dan pengalaman subjektif individu.
Analisis Implementasi Pembelajaran Terintegrasi Matematika dan IPAS dalam Kurikulum Merdeka pada Pengembangan Literasi Numerasi Siswa Kelas IV Sekolah Dasar Hilya Khoerina Amalina; Effy Mulyasari
INTEGRASI : Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 4, No. 2 : INTEGRASI (JULI-DESEMBER 2026)
Publisher : Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61590/int.v4i02.311

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pembelajaran terintegrasi Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) dalam Kurikulum Merdeka serta kontribusinya pada pengembangan literasi numerasi siswa kelas IV di SDN Pasanggrahan 1. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan subjek penelitian guru dan siswa kelas IV. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan uji keabsahan data melalui triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran terintegrasi Matematika dan IPAS mampu meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran serta membantu mereka memahami konsep numerasi secara lebih kontekstual. Siswa menunjukkan peningkatan dalam kemampuan memahami masalah berbasis kehidupan nyata, menerapkan konsep matematika, serta mengembangkan keterampilan berpikir kritis. Namun demikian, implementasi pembelajaran terintegrasi masih menghadapi beberapa kendala, seperti keterbatasan kompetensi guru dalam merancang pembelajaran integratif, kurangnya pelatihan profesional, serta keterbatasan sumber belajar.

Page 9 of 10 | Total Record : 94