cover
Contact Name
Noni Putri
Contact Email
fatihjournal1@gmail.com
Phone
+6282363776686
Journal Mail Official
fatihjournal1@gmail.com
Editorial Address
Jalan Pendidikan atau Pasar XII Gg. Sayang No. 12 Dusun II Bandar Setia Village, Percut Sei Tuan District, Deli Serdang Regency, North Sumatra 20371
Location
Kab. deli serdang,
Sumatera utara
INDONESIA
Fatih: Journal of Contemporary Research
Published by Yayasan Zia Salsabila
ISSN : -     EISSN : 30643821     DOI : -
The focus and scope of Fatih Journal of Contemporary Research is on various issues in multidisciplinary fields, both as material objects and formal objects. We invite scientists, academics, researchers, practitioners, and observers of interdisciplinary studies to publish their research results in our journal, whose articles focus on Education Dawah and Communication Philosophy and Ushuluddin Law Economics and Banking Management and Administration Social and Culture Science and Technology Nursing, Midwifery, Medicine, Pharmacy and Public Health Agriculture, Plantation, Fisheries and Animal Husbandry Language, Arts and Literature
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 33 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 1 (2025): January-June" : 33 Documents clear
Membangun Karakter Islami di Sekolah Revitalisasi Kurikulum PAI Sebagai Solusi Juliani; Dian Dana Ramadhan; Muhammad Syafiq; Mudia Hawa Nur
Fatih: Journal of Contemporary Research Vol. 2 No. 1 (2025): January-June
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/sn3qgr33

Abstract

Pembentukan karakter Islami merupakan salah satu tujuan utama pendidikan untuk menghasilkan generasi yang berakhlak mulia, memiliki integritas, dan mampu berperan positif dalam masyarakat. Namun, tantangan era globalisasi dan krisis moral di kalangan pelajar menuntut adanya upaya revitalisasi dalam pendidikan, khususnya melalui Pendidikan Agama Islam (PAI). Artikel ini membahas bagaimana revitalisasi kurikulum PAI dapat menjadi solusi strategis dalam membangun karakter Islami di sekolah. Pendekatan yang digunakan melibatkan analisis konsep karakter Islami, evaluasi kurikulum PAI saat ini, dan strategi perbaikan untuk meningkatkan relevansi dan efektivitasnya. Hasil kajian menunjukkan bahwa kurikulum PAI memerlukan pembaruan melalui integrasi nilai-nilai Islami dalam mata pelajaran lain, metode pembelajaran berbasis praktik, serta pemanfaatan teknologi dalam proses belajar mengajar. Selain itu, kolaborasi antara sekolah, guru, orang tua, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan implementasi pendidikan karakter Islami. Jadi, revitalisasi kurikulum PAI tidak hanya berfungsi sebagai solusi atas permasalahan moral, tetapi juga sebagai fondasi untuk mencetak generasi berkarakter Islami yang mampu menghadapi tantangan global dengan tetap memegang teguh nilai-nilai agama. Artikel ini merekomendasikan langkah-langkah strategis untuk penerapan kurikulum yang holistik dan berkelanjutan.
Implikasi Perkembangan Pembelajaran Peserta Didik Kelas 4 Sekolah Dasar Fadya Safitri Rahman; Fitri Khoiroh Sayidah Harahap; Khoiriah Marta Parapat; Nurhafizah; Rizki Ramadhani; Ramadan Lubis
Fatih: Journal of Contemporary Research Vol. 2 No. 1 (2025): January-June
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/1sqxas13

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perkembangan anak kelas 4 SD, dengan fokus pada aspek fisik, kognitif, emosi, spiritual, dan sosial. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif, yang berfokus pada pemahaman fenomena melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah seorang anak bernama Muhammad Fatir Alfaro, yang sekarang berada di kelas 4 SD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan fisik subjek sesuai dengan rata-rata usianya, dengan tinggi badan 130 cm dan berat badan 25 kg. Dalam aspek kognitif, Fatir menunjukkan kemampuan membaca Al-Qur’an dengan tajwid yang benar serta menghafal beberapa surah panjang. Dalam aspek emosi, Fatir mampu mengenali dan mengelola perasaannya, meskipun masih membutuhkan pendampingan orang tua. Aspek spiritual menunjukkan perkembangan signifikan, dengan kebiasaan melaksanakan salat, mengaji, dan puasa secara konsisten. Di aspek sosial, Fatir menunjukkan kemampuan bekerja sama, berempati, serta menghormati orang lain. Secara keseluruhan, penelitian ini menemukan bahwa perkembangan subjek menunjukkan kemajuan yang baik dan sesuai dengan tahapan usianya.
Pendekatan Berbasis Pengalaman dalam PAI: Strategi Guru untuk Membimbing Siswa Rina Puspita Amalia; Juliani; Suriani Lase; Vikri; Viola Asiska
Fatih: Journal of Contemporary Research Vol. 2 No. 1 (2025): January-June
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/y2gd4k14

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan pendekatan berbasis pengalaman dalam Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah, serta bagaimana strategi guru digunakan untuk membimbing siswa dalam memahami dan mengamalkan ajaran agama. Pendekatan berbasis pengalaman dianggap efektif dalam membantu siswa tidak hanya mempelajari teori agama, tetapi juga mengaitkannya dengan kehidupan sehari-hari. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif melalui wawancara mendalam dan observasi terhadap guru PAI di berbagai sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pendekatan berbasis pengalaman dapat meningkatkan keterlibatan siswa, memperdalam pemahaman mereka tentang ajaran agama, dan membantu mereka mengintegrasikan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari.
Guru Sebagai Teladan: Mewujudkan Pendidikan Agama Islam dalam Kehidupan Nyata Andika Hagia Ginting; Juliani; Sarah Riza; M Riska Mariska; Sofi Arlina
Fatih: Journal of Contemporary Research Vol. 2 No. 1 (2025): January-June
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/h6j1gg94

Abstract

Peran guru sebagai teladan sangat penting dalam mewujudkan pendidikan agama Islam yang efektif dalam kehidupan nyata. Guru tidak hanya bertugas untuk mengajarkan materi agama, tetapi juga harus menunjukkan keteladanan dalam perilaku sehari-hari yang mencerminkan nilai-nilai Islam. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode kepustakaan, penelitian ini merujuk pada berbagai literatur relevan yang membahas pentingnya keteladanan dalam profesi guru. Sumber data utama penelitian ini terdiri dari artikel jurnal dan literatur klasik, seperti karya M. Afiqul Adib (2024) mengenai urgensi keteladanan guru dalam pendidikan Agama Islam dan Abdul Fattah Abu Ghaddah (1416 H) yang membahas peran Nabi Muhammad SAW sebagai pendidik ideal. Sumber sekunder yang digunakan meliputi buku dan artikel yang membahas pendidikan karakter serta relevansi nilai ibadah dalam pendidikan Islam, seperti karya Azra Liwani Bazla S. Meliala et al. (2023) dan Arifin (2020). Penelitian ini mendiskusikan bahwa: 1. Guru sebagai teladan  pendidikan Islam baik dari segi akhlak ataupun ibadah, 2. Strategi guru dalam membentuk karakter dan akhlak siswa. 3 tantangan guru dalam menerapkan pendidikan Islam kepada siswa. 4, solusi dalam menghadapi tantangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana cara menjadi guru dan teladan yang baik bagi siswa yang dapat dijadikan role model siswa untuk kehidupan siswa sehari hari. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan tentang pentingnya peran guru sebagai teladan dalam pendidikan Agama Islam dan menyediakan panduan praktis bagi guru dalam mengimplementasikan nilai-nilai pendidikan Islam dalam kehidupan nyata siswa.
Upaya Guru PAI dalam Menanamkan Nilai Religius Melalui Pengalaman Sehari-hari Shelvi Triana Dewi; Juliani; Siti Nuramailia; Sella Amelia; M. May Saisar
Fatih: Journal of Contemporary Research Vol. 2 No. 1 (2025): January-June
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/2vvndt40

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi yang digunakan oleh guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam menanamkan nilai-nilai religius kepada siswa melalui pengalaman sehari-hari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI memanfaatkan berbagai aktivitas sehari-hari seperti kegiatan doa bersama, pemberian contoh perilaku islami, dan diskusi kontekstual untuk membangun kesadaran religius siswa. Selain itu, kendala yang dihadapi mencakup kurangnya waktu dan perhatian siswa terhadap nilai-nilai religius dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya pengembangan kurikulum yang lebih fleksibel untuk mendukung integrasi nilai religius di semua aspek kehidupan siswa.
Membangun Kebiasaan Islami di Sekolah: Pendekatan Guru PAI yang Efektif Sri Rahayu; Juliani; Zakiah Ulfah; Wiransyah; Rosa Miana
Fatih: Journal of Contemporary Research Vol. 2 No. 1 (2025): January-June
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/8f577668

Abstract

Pembentukan karakter Islam pada siswa tentunya sangat penting untuk membentuk siswa yang memiliki etika dan tata krama terhadap diri sendiri, orang lain dan lingkungan. Tujuan penulisan ini adalah untuk mendeskripsikan karakter-karakter Islami yang dapat ditanamkan pada siswa di sekolah. Metode kajian dengan kualitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data dengan studi dokumentasi. Teknik analisa kajian dengan reduksi, display data dan penarikan kesimpulan. Hasil kajian menunjukkan: penanaman karakter Islami di sekolah dapat dilakukan dengan menanamkan: (1) karakter keimanan siswa dengan menanamkan keyakinan pada rukun Iman (percaya kepada Allah SWT, percaya pada kitab Allah SWT, percaya pada nabi, percaya pada malaikat, percaya pada kebesaran dan kekuasaan Allah SWT, dan percaya pada hari kiamat) serta yakin pada rukun Islam (membaca syahadat, salat, zakat, berpuasa dan haji). (2) pembentukan karakter sikap Islami yaitu jujur, dapat dipercaya, cerdas, dan menyampaikan. (3) pembentukan karakter perilaku Islami yaitu suka menolong, ramah, saling mencintai dan saling menghargai.
Menumbuhkan Kesadaran Beragama Melalui Pengalaman Sehari-hari: Peran Kunci Guru PAI Zaskia Aurelia; Juliani; Siti Ardianti Rumanda; Andi Syaputra; Siti Rohayu
Fatih: Journal of Contemporary Research Vol. 2 No. 1 (2025): January-June
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/kqqmfn80

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menyelidiki bagaimana pendidikan agama Islam di sekolah meningkatkan kesadaran beragama siswa. Mengingat latar belakang ini, salah satu perhatian utama adalah pentingnya menumbuhkan kesadaran beragama dalam upaya memperkuat nilai-nilai agama dalam kehidupan siswa. Kontribusi strategi pengajaran, metodologi, dan pendekatan pembelajaran untuk meningkatkan kesadaran beragama siswa dikaji dalam penelitian ini. Dengan mengumpulkan informasi dari berbagai sumber yang dapat dipercaya, tinjauan literatur adalah metodologi penelitian yang digunakan. Menurut temuan penelitian, kesadaran beragama siswa dapat ditingkatkan melalui penggunaan sumber belajar terkait, kesempatan belajar berbasis praktik, percakapan, dan strategi pengajaran kontekstual. Singkatnya, pengajaran agama Islam di sekolah memainkan peran penting dalam meningkatkan kesadaran beragama siswa. Pendekatan pengajaran yang tepat dan dukungan lingkungan sekolah dan peran aktif guru.
Peran Guru dalam Mengaplikasikan Pendidikan Agama Islam dalam Kehidupan Sehari-hari Tri Umaya Sari; Juliani; Yulia Rama Salsabilla; Silvi Sahpitri; Muhammad Afiv Sa’dan
Fatih: Journal of Contemporary Research Vol. 2 No. 1 (2025): January-June
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/ckzaar14

Abstract

Peran wawasan pendidikan karakter guru PAI sangat penting dalam membentuk akhlak mulia siswa melalui pengajaran nilai-nilai Islami, teladan yang baik, pembinaan kesadaran moral, dan mendorong siswa untuk menginternalisasi dan mengaplikasikan nilai-nilai akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari. Dengan memiliki pemahaman yang mendalam tentang pendidikan karakter, guru PAI dapat memberikan pengaruh positif, membimbing siswa untuk menjadi pribadi yang memiliki integritas, empati, tanggung jawab, keadilan, dan kejujuran, serta membantu siswa membangun hubungan yang baik dengan Allah SWT dan sesama manusia. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui studi pustaka. Hasil dari analisis ini adalah peran wawasan pendidikan karakter guru Pendidikan Agama Islam (PAI) sangat penting dalam membentuk akhlak mulia siswa. Wawasan pendidikan karakter memungkinkan guru PAI untuk memiliki pemahaman yang mendalam tentang nilai-nilai moral dan prinsip-prinsip agama dalam Islam yang diperlukan untuk membentuk akhlak mulia. Saran yang dapat diberikan adalah guru PAI perlu terus mengembangkan wawasan dan pemahaman tentang nilai-nilai karakter dalam Islam serta prinsip-prinsip moral yang relevan. Mereka dapat melakukan penelitian, membaca buku, mengikuti pelatihan, dan bergabung dalam komunitas pendidikan karakter untuk memperdalam pemahaman mereka. Semakin baik wawasan dan pemahaman guru PAI, semakin efektif mereka dalam membentuk akhlak mulia siswa.
Peran Guru dalam Membimbing Siswa Mengamalkan Nilai Islam Mendidik dengan Keteladanan Sri Devi; Juliani; Siti Nurul Qomariah; Yohana Syabilla
Fatih: Journal of Contemporary Research Vol. 2 No. 1 (2025): January-June
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/8mp6qw38

Abstract

Peran guru dalam membimbing peserta didik mengamalkan nilai-nilai Islam melalui keteladanan, mempunyai pengaruh yang besar terhadap pembentukan kepribadian dan akhlak peserta didik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh fungsi keteladanan guru terhadap penerapan nilai-nilai Islam pada siswa dalam kehidupan sehari-hari di sekolah. Penelitian kepustakaan merupakan suatu metode pengumpulan data melalui analisis terhadap berbagai jurnal, catatan, buku dan karya tulis penelitian yang berkaitan dengan masalah yang sedang dibahas. Berbagai metode digunakan untuk mengumpulkan informasi yang dibutuhkan. Penelitian ini menunjukkan bahwa guru yang senantiasa menunjukkan perilaku Islami seperti disiplin, jujur, dan memiliki kemampuan berbicara yang baik dapat meningkatkan kesadaran siswa dalam mengamalkan nilai-nilai tersebut. Selain itu, keteladanan guru mendorong siswa untuk meneladani perilaku positif baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa keteladanan guru merupakan faktor penting dalam mengamalkan nilai-nilai Islam dan berkontribusi dalam pembentukan pandangan moralsiswa.
Menjadikan Pendidikan Agama Islam Sebagai Bagian Tak Terpisahkan dari Kehidupan Siswa Tiara Dinda Lestari; Juliani; Dinda Afriyanti; M. Rifqi Syahreza
Fatih: Journal of Contemporary Research Vol. 2 No. 1 (2025): January-June
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/fyddtm53

Abstract

Artikel ini mengkaji mengapa penting untuk membahas peran Pendidikan Agama Islam secara komprehensif dan terintegrasi dalam kehidupan siswa, sehingga Pendidikan Agama Islam tidak dapat dipisahkan dari kehidupan siswa. Metode penelitian yang digunakan pada artikel ini merupakan metode kajian literatur. Metode kajian literatur merupakan pendekatan penelitian yang berlandaskan pada analisis terhadap berbagai sumber literatur yang relevan dengan topik penelitian. Pendidikan Agama Islam mengenalkan siswa pada konsep dasar dalam agama Islam seperti tauhid, ibadah, akhlak, dan sejarah Islam. Siswa belajar tentang keesaan Tuhan, kewajiban ibadah, serta nilai moral dalam Islam . Penting bagi siswa memahami dan menghayati ajaran ini sebagai dasar karakter religius yang kuat. Penanaman nilai-nilai Agama Islam membangun landasan moral kokoh membantu membangun karakter religius di sekolah, keluarga, dan masyarakat. Pentingnya Pendidikan agama Islam dalam membentuk karakter religius pada siswa menjadikan Pendidikan Agama Islam sebagai bagian tidak terpisahkan dari kehidupan siswa.

Page 1 of 4 | Total Record : 33