cover
Contact Name
Noni Putri
Contact Email
fatihjournal1@gmail.com
Phone
+6282363776686
Journal Mail Official
fatihjournal1@gmail.com
Editorial Address
Jalan Pendidikan atau Pasar XII Gg. Sayang No. 12 Dusun II Bandar Setia Village, Percut Sei Tuan District, Deli Serdang Regency, North Sumatra 20371
Location
Kab. deli serdang,
Sumatera utara
INDONESIA
Fatih: Journal of Contemporary Research
Published by Yayasan Zia Salsabila
ISSN : -     EISSN : 30643821     DOI : -
The focus and scope of Fatih Journal of Contemporary Research is on various issues in multidisciplinary fields, both as material objects and formal objects. We invite scientists, academics, researchers, practitioners, and observers of interdisciplinary studies to publish their research results in our journal, whose articles focus on Education Dawah and Communication Philosophy and Ushuluddin Law Economics and Banking Management and Administration Social and Culture Science and Technology Nursing, Midwifery, Medicine, Pharmacy and Public Health Agriculture, Plantation, Fisheries and Animal Husbandry Language, Arts and Literature
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 207 Documents
Hakikat Tafsir dan Ruang Lingkupnya: Perbedaan Tafsir, Ta’wil dan Terjemahannya Safrizal Rambe; Hasbi Alfi Maulana Silaen; Nur Khomisah Hasibuan; Farid Adnir
Fatih: Journal of Contemporary Research Vol. 3 No. 1 (2026): January-June
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/xr9nnb16

Abstract

Penelitian ini membahas hakikat tafsir dan ruang lingkupnya serta perbedaan antara tafsir, ta'wil, dan terjemahan dalam kajian Al-Qur’an. Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan hakikat tafsir sebagai upaya ilmiah dalam memahami makna Al-Qur’an, mengidentifikasi ruang lingkup kajiannya, serta menganalisis perbedaan tafsir, ta'wil, dan terjemahan guna menghindari kesalahan dalam memahami ayat-ayat Al-Qur’an. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode penelitian kepustakaan (library research). Data diperoleh dari sumber primer berupa kitab-kitab ulum al-Qur’an dan tafsir klasik seperti Mabahits fi ‘Ulum al-Qur’an, Al-Itqan fi ‘Ulum al-Qur’an, Al-Burhan fi ‘Ulum al-Qur’an, dan At-Tafsir wa al-Mufassirun, serta berbagai sumber sekunder yang relevan. Data dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis) dengan mengkaji, mengklasifikasikan, membandingkan, dan menginterpretasikan pandangan para ulama mengenai tafsir, ta'wil, dan terjemahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tafsir merupakan usaha ilmiah dan sistematis untuk menjelaskan makna ayat-ayat Al-Qur’an melalui pendekatan kebahasaan, kontekstual, historis, dan hukum. Ruang lingkup tafsir meliputi analisis bahasa, asbab al-nuzul, munasabah, penafsiran hukum, nilai-nilai akidah dan akhlak, serta kontekstualisasi ajaran Al-Qur’an. Penelitian ini juga menemukan bahwa tafsir berfokus pada penjelasan makna lahiriah ayat, ta'wil menekankan pemaknaan yang lebih mendalam dan interpretatif, sedangkan terjemahan hanya berfungsi mengalihkan bahasa tanpa memberikan penjelasan rinci. Pemahaman terhadap perbedaan ketiganya sangat penting untuk menghindari kesalahan penafsiran, menjaga kemurnian makna Al-Qur’an, dan mewujudkan pemahaman Islam yang komprehensif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tafsir, ta'wil, dan terjemahan saling melengkapi dalam membantu umat Islam memahami serta mengamalkan ajaran Al-Qur’an dalam kehidupan kontemporer.
Implementasi Pembelajaran Salat Berjamaah Melalui Pembiasaan Shalat Zuhur Berjamaah dalam Pembentukan Karakter Religius Siswa di MTs Negeri 2 Medan Chairunnisa Chairunnisa; Sokon Saragih; Muslem Muslem
Fatih: Journal of Contemporary Research Vol. 3 No. 1 (2026): January-June
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/5j349m43

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pembelajaran shalat berjamaah melalui program pembiasaan shalat Zuhur berjamaah dalam membentuk karakter religius siswa di MTs Negeri 2 Medan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas kepala madrasah, guru fikih, guru pendamping, dan siswa. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran shalat berjamaah dilaksanakan secara terstruktur melalui perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi yang berkelanjutan. Integrasi antara teori pembelajaran Fikih dan praktik shalat berjamaah dilakukan melalui metode pembiasaan, keteladanan, pengawasan, dan pelatihan. Program ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan kedisiplinan, tanggung jawab, kepatuhan, dan karakter religius siswa. Faktor pendukungnya meliputi dukungan kebijakan madrasah, ketersediaan sarana ibadah, keterlibatan guru, dan sekolah budaya keagamaan. Sementara itu, faktor penghambat berasal dari rendahnya kesadaran sebagian siswa, pengaruh teman sebaya, dan pengendalian akibat jumlah peserta didik yang cukup besar. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembiasaan shalat Zuhur berjamaah merupakan strategi efektif dalam menginternalisasikan nilai-nilai keislaman dan membentuk karakter religius peserta didik.
Implementasi Pendidikan Karakter dalam Membentuk Akhlak Mulia Siswa Melalui Pembelajaran dan Pembiasaan di MTs Prof. Dr. H. Moh. Hatta Satria Wahyu Ramadhan; Juliani Juliani; Saskia Lyra; Sri Maulida Syahputri
Fatih: Journal of Contemporary Research Vol. 3 No. 1 (2026): January-June
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/fcgrsz81

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pelaksanaan pendidikan karakter dalam membentuk akhlak mulia siswa melalui proses pembelajaran dan kegiatan pembiasaan di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Prof. Dr. H. Moh. Hatta. Pendidikan karakter memiliki peran yang strategis dalam menanamkan nilai-nilai religius, moral, disiplin, tanggung jawab, serta kepedulian sosial pada peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan guru akidah akhlak sebagai sumber data. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan karakter di MTs diimplementasikan melalui pengintegrasian nilai-nilai karakter dalam kegiatan pembelajaran, pemberian keteladanan oleh guru, serta pelaksanaan berbagai program pembiasaan, seperti mengucapkan salam, berdoa sebelum dan sesudah kegiatan, membaca Al-Qur’an, melaksanakan salat berjamaah, menjaga kebersihan lingkungan, dan berpartisipasi dalam kegiatan sosial.
Peran Kiai dalam Pendidikan Islam Madura sebagai Agen Deradikalisasi Narasi Islamisme Uswatun Hasanah; Mohammad Muchlis Solichin
Fatih: Journal of Contemporary Research Vol. 3 No. 1 (2026): January-June
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/c70hde74

Abstract

Meningkatnya penetrasi narasi Islamisme dalam ruang pendidikan Islam menjadi tantangan serius bagi upaya penguatan moderasi beragama di Indonesia. Fenomena ini tidak hanya memengaruhi wacana keagamaan, tetapi juga berpotensi membentuk cara pandang eksklusif di kalangan generasi muda Muslim. Dalam konteks tersebut, pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam tradisional memiliki peran strategis dalam menjaga dan mengembangkan corak Islam moderat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kiai sebagai aktor kultural dalam proses deradikalisasi narasi Islamisme di lingkungan pesantren. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus di Pondok Pesantren Annuqayyah Guluk-Guluk Madura. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan kiai, ustadz, santri, dan alumni, serta dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, koding tematik, dan interpretasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kiai berperan sebagai agen utama deradikalisasi berbasis budaya melalui otoritas karismatik, transmisi nilai Ahlussunnah wal Jamā‘ah, keteladanan (uswah), serta pengendalian narasi keagamaan. Pendekatan kultural dan persuasif yang digunakan terbukti efektif dalam membentuk pemahaman Islam moderat, inklusif, dan kontekstual di kalangan santri tanpa menggunakan pendekatan koersif. Selain itu, relasi kiai–santri yang bersifat emosional dan spiritual menjadi faktor kunci dalam proses internalisasi nilai-nilai moderasi. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya pengembangan model deradikalisasi non-struktural yang berbasis pada aktor lokal dan kearifan budaya pesantren sebagai alternatif strategis dalam menghadapi penyebaran ideologi Islamisme di Indonesia.
Model Tata Kelola Zakat dan Wakaf di Negara Muslim dan Relevansinya bagi Indonesia Tasya Ramadhani; Muhammad Nur Iqbal
Fatih: Journal of Contemporary Research Vol. 3 No. 1 (2026): January-June
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/sw8a8698

Abstract

Zakat dan wakaf merupakan instrumen keuangan sosial Islam yang berperan strategis dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat, mengurangi kemiskinan, dan mendukung pembangunan ekonomi yang berkeadilan. Penelitian ini bertujuan menganalisis model tata kelola zakat dan wakaf di Indonesia, Malaysia, Arab Saudi, Pakistan, dan Sudan serta mengkaji relevansinya bagi pengembangan tata kelola di Indonesia. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan. Data diperoleh dari jurnal ilmiah, buku, regulasi, laporan lembaga resmi, dan berbagai sumber akademik yang relevan. Analisis dilakukan secara deskriptif-komparatif dengan membandingkan sistem, kelembagaan, regulasi, dan praktik pengelolaan di masing-masing negara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Malaysia unggul dalam pengembangan wakaf produktif dan digitalisasi layanan zakat, Arab Saudi menerapkan pengelolaan terpusat dengan regulasi yang kuat, Pakistan mengoptimalkan peran negara dalam penghimpunan dan distribusi zakat, sedangkan Sudan memanfaatkan zakat dan wakaf sebagai instrumen kesejahteraan sosial nasional. Indonesia menerapkan model kolaboratif yang melibatkan pemerintah, BAZNAS, LAZ, BWI, dan masyarakat. Keberhasilan tata kelola dipengaruhi oleh kualitas regulasi, profesionalisme kelembagaan, transparansi, akuntabilitas, digitalisasi layanan, dan kapasitas sumber daya manusia. Penelitian menyimpulkan bahwa integrasi pengelolaan zakat dan wakaf efektif mendukung pembangunan ekonomi dan sosial berkelanjutan melalui penguatan regulasi, wakaf produktif, sistem informasi, transparansi, dan kapasitas lembaga.
Menafsirkan Kalimat Iqra’ dalam Al-Qur’an: Analisis Tafsir Terhadap Ayat Pertama Surah Al-‘Alaq Rohmat Fadilah Amin; Bintang Al Faroq Yazri; Fauzul Azim
Fatih: Journal of Contemporary Research Vol. 3 No. 2 (2026): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/vvs10186

Abstract

Artikel ini membahas makna kalimat Iqra’ dalam Surah Al-‘Alaq ayat pertama sebagai wahyu awal yang menandai dimulainya risalah kenabian dan lahirnya tradisi keilmuan dalam Islam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan tafsir tematik (tafsir maudhu‘i) untuk menelusuri makna linguistik, teologis, dan epistemologis dari kata Iqra’ berdasarkan tafsir klasik dan modern. Hasil kajian menunjukkan bahwa Iqra’ tidak hanya berarti membaca teks tertulis, tetapi juga mencakup membaca alam, diri, dan tanda-tanda kebesaran Allah SWT. Makna Iqra’ merefleksikan keterpaduan antara wahyu dan akal sebagai dasar pengembangan ilmu pengetahuan dalam Islam. Dengan demikian, spirit Iqra’ perlu diaktualisasikan kembali dalam pendidikan dan budaya literasi umat Islam sebagai landasan membangun peradaban yang berilmu dan bertauhid.
Batasan Metodologis Tafsir Maqasidi dalam Studi Al-Qur’an Hazrina Ayudiah; Zafrani Rizqi; Safrizal Rambe; Nur Khomisah Hasibuan
Fatih: Journal of Contemporary Research Vol. 3 No. 2 (2026): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/2exm5808

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pesatnya perkembangan metodologi tafsir maqāṣidī dalam studi Al-Qur'an kontemporer, yang di satu sisi menawarkan fleksibilitas kontekstualisasi makna, namun di sisi lain masih menyisakan ambiguitas epistemologis, elastisitas konsep, dan risiko subjektivitas interpretatif penafsir. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan secara kritis dan merumuskan batasan-batasan metodologis yang melekat pada paradigma tafsir maqāṣidī saat ini. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif-deskriptif melalui teknik analisis isi (content analysis) serta analisis komparatif-kritis. Sumber data primer bersumber dari karya tokoh kunci tafsir maqāṣidī (al-Syāṭibī, Ibn ‘Āsyūr, Jasser Auda, Wasfi Asyur, dan Abdul Mustaqim), sedangkan sumber sekunder berupa publikasi ilmiah kritis mutakhir dalam rentang waktu lima tahun terakhir (2021–2026). Penelitian ini berhasil merumuskan lima batasan metodologis utama yang mencakup aspek konseptual (elastisitas makna maqāṣid), epistemologis (ketidakjelasan posisi di antara paradigma tafsir), prosedural (kurangnya detail langkah operasional untuk menjamin replikasi), validitas-otoritatif (ketiadaan kriteria pengujian kompetensi mufasir), serta relasi teks-tujuan (risiko reduksi otoritas naṣṣ demi kemaslahatan). Hasil analisis menyimpulkan bahwa guna mengatasi fragmentasi dan transisi paradigmatik ini, diperlukan integrasi terstruktur antara pendekatan maqāṣid klasik, pendekatan sistem, dan kerangka kontekstual-tematik agar tafsir maqāṣidī berkembang menjadi metodologi penafsiran yang ilmiah, kredibel, dan akuntabel secara akademik.
TANEAN LANJENG SEBAGAI BASIS EPISTEMOLOGI LOKAL: REKONTEKSTUALISASI PARADIGMA INTEGRASI-INTERKONEKSI DI UIN MADURA Suyyinah Suyyinah; Atiqullah Atiqullah; Siswanto Siswanto; Nasrullah Nasrullah
Fatih: Journal of Contemporary Research Vol. 3 No. 2 (2026): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/nayx6c40

Abstract

Paradigma integrasi-interkoneksi yang dikembangkan oleh M. Amin Abdullah telah menjadi salah satu fondasi epistemologis dalam transformasi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) di Indonesia. Paradigma ini berhasil mengurangi dikotomi antara ilmu agama dan ilmu umum melalui pendekatan multidisipliner, interdisipliner, dan transdisipliner. Meskipun demikian, pengembangannya masih cenderung beroperasi pada tataran filosofis yang bersifat universal sehingga belum secara optimal mengakomodasi budaya lokal sebagai sumber epistemologi dalam konstruksi keilmuan Islam. Artikel ini bertujuan menganalisis potensi Tanean Lanjeng sebagai basis epistemologi lokal dalam merekontekstualisasi paradigma integrasi-interkoneksi di UIN Madura. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data diperoleh dari karya-karya M. Amin Abdullah, literatur mengenai epistemologi lokal, serta kajian tentang Tanean Lanjeng dan budaya masyarakat Madura. Analisis dilakukan melalui pendekatan hermeneutik dan analisis konseptual untuk mengidentifikasi nilai-nilai epistemologis yang terkandung dalam Tanean Lanjeng serta relevansinya terhadap pengembangan paradigma keilmuan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tanean Lanjeng tidak hanya merepresentasikan pola permukiman tradisional masyarakat Madura, tetapi juga mengandung prinsip-prinsip epistemologis berupa religiusitas, komunalitas, keterhubungan, musyawarah, dan tanggung jawab sosial. Kelima nilai tersebut membentuk model produksi pengetahuan yang bersifat relasional, dialogis, dan berorientasi pada kemaslahatan sosial. Temuan ini memperlihatkan bahwa budaya lokal dapat berfungsi sebagai sumber epistemologi yang memperkaya paradigma integrasi-interkoneksi. Artikel ini mengusulkan perluasan paradigma integrasi-interkoneksi melalui pengakuan terhadap dimensi budaya lokal sebagai sumber pengetahuan yang sah dalam pengembangan keilmuan Islam. Dengan demikian, rekontekstualisasi integrasi-interkoneksi berbasis Tanean Lanjeng menawarkan model pengembangan ilmu yang lebih kontekstual, inklusif, dan berakar pada pengalaman sosial budaya masyarakat.
Analisis Kritis Terhadap Penelitian Tafsir dan Tantangan Seminar Akademik di Perguruan Tinggi Bima Sapitri Daulay; Mhd. Rafi Kurniawan; Farid Adnir
Fatih: Journal of Contemporary Research Vol. 3 No. 1 (2026): January-June
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/teg19y41

Abstract

Penelitian tafsir merupakan salah satu bidang kajian penting dalam studi Al-Qur'an yang menuntut ketepatan metodologi serta kemampuan akademik dalam mengkomunikasikan hasil rancangan penelitian. Namun, dalam praktiknya, banyak mahasiswa mengalami kesulitan ketika menghadapi seminar penelitian, terutama dalam menjelaskan aspek metodologis, mempertahankan argumentasi ilmiah, dan menyampaikan gagasan secara sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi presentasi akademik yang efektif serta mengidentifikasi berbagai tantangan metodologis yang sering muncul dalam seminar penelitian tafsir. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data diperoleh berbagai dari sumber primer dan sekunder yang berkaitan dengan metodologi penelitian tafsir, komunikasi akademik, serta problematika seminar penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan metode deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan seminar penelitian tafsir ditentukan oleh beberapa faktor utama, yaitu kejelasan struktur penelitian, kemampuan mengidentifikasi gap of knowledge, ketepatan pemilihan pendekatan dan metode tafsir, serta keterampilan presentasi akademik yang mencakup pengelolaan media visual, retorika ilmiah, dan penguasaan sesi tanya jawab. Selain itu, tantangan metodologis yang sering dihadapi mahasiswa meliputi ketidaksesuaian antara rumusan masalah dan metode penelitian, lemahnya pembatasan objek kajian, serta kurangnya penguasaan instrumen metodologis. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kompetensi metodologi penelitian dan keterampilan komunikasi akademik agar seminar penelitian tafsir dapat berjalan lebih efektif dan menghasilkan penelitian yang berkualitas.
Perilaku Politik Masyarakat dalam Pemilihan Kepala Desa: Studi Kasus Desa Bandar Setia Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang Tahun 2022 Riski Andina Nasution; Faisal Andri Mahrawa
Fatih: Journal of Contemporary Research Vol. 3 No. 2 (2026): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/s8mbzj58

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perilaku politik masyarakat Desa Bandar Setia dalam Pemilihan Kepala Desa Tahun 2022 serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi perilaku politik masyarakat dalam menentukan pilihan politiknya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data penelitian diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam terhadap 12 informan yang terdiri atas tokoh masyarakat, perangkat desa, dan masyarakat sebagai pemilih, serta dokumentasi yang berkaitan dengan pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa Bandar Setia Tahun 2022. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan untuk memperoleh gambaran yang komprehensif mengenai fenomena yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku politik masyarakat Desa Bandar Setia lebih didominasi oleh orientasi afektif dan evaluatif dibandingkan orientasi kognitif. Pilihan politik masyarakat lebih banyak dipengaruhi oleh kedekatan emosional, hubungan kekerabatan, rekam jejak sosial kandidat, pengaruh tokoh masyarakat, serta norma timbal balik dibandingkan dengan penilaian terhadap visi, misi, dan program kerja calon kepala desa. Selain itu, perilaku politik masyarakat juga dipengaruhi oleh faktor jaringan keluarga, rendahnya literasi politik, tekanan kelompok, praktik politik transaksional, serta perbedaan orientasi politik antargenerasi.