cover
Contact Name
Bhakti Prima Findiga Hermuttaqien
Contact Email
bhakti@unm.ac.id
Phone
+6285230026044
Journal Mail Official
pjpgsd@unm.ac.id
Editorial Address
Jl. A. P. Pettarani, Tidung, Kec. Rappocini, Kota Makassar, Sulawesi Selatan
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Pinisi Journal Pendidikan Guru Sekolah Dasar
ISSN : -     EISSN : 27989097     DOI : https://dx.doi.org/10.70713/pjp.v4i3.52377
Core Subject : Education,
Pembelajaran di PGSD maupun di Sekolah Dasar yang membahas tentang kurikulum, teknologi pembelajaran, manajemen sekolah, dan kebijakan pendidikan di sekolah dasar.
Articles 439 Documents
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN ROLE-PLAYING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA SISWA Jamil, Lismayani; Sahabuddin, Erma Suryani; Saleh, Ratna Wulandari
Pinisi Journal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 5, No 1 (2025): Maret
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70713/pjp.v5i1.62656

Abstract

Penelitian ini menghadapi permasalahan yang harus diperbaiki, yaitu rendahnya tingkat kepercayaan diri siswa dalam berbicara di kelas. Hal ini menyebabkan sebagian besar siswa belum mencapai standar ketuntasan minimal sekolah (KKM 70). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan berbicara siswa dalam bahasa Indonesia dengan menggunakan pendekatan Role Playing. Metode yang digunakan untuk mengatasi masalah ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yang bertujuan untuk menemukan solusi dalam lingkungan kelas. Tahapan dalam penelitian ini mencakup: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) observasi, dan (4) refleksi. Setiap rangkaian kegiatan ini disebut satu siklus, dan penelitian ini melibatkan dua siklus tindakan. Subjek penelitian ini adalah 20 siswa kelas 2 UPT SPF SDN Bawakaraeng 3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahap pra-siklus, terdapat 12 siswa dengan tingkat penguasaan berbicara sebesar 60%, menunjukkan kemampuan komunikasi yang lemah. Namun, setelah melalui siklus 1, nilai hasil belajar meningkat menjadi 70%. Selanjutnya, pada siklus 2, sebagian besar siswa telah mencapai tingkat ketuntasan belajar yang tinggi, yaitu mencapai 85%. Meskipun ada satu siswa yang masih cenderung pasif dan pendiam dan belum mencapai KKM pada siklus 2, namun secara keseluruhan, model role-playing telah membantu meningkatkan kemampuan berbicara siswa secara signifikan.
Peningkatan Hasil Belajar Bahasa Indonesia melalui Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Nurfitriani, Nurfitriani; Achmad, Widya Karmila Sari; Sabrianti, Desy
Pinisi Journal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 5, No 1 (2025): Maret
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70713/pjp.v5i1.56751

Abstract

Masalah penelitian adalah guru menggunakan model pembelajaran yang tidak sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik siswa sehingga berdampak pada hasil belajar siswa kelas IV SD Inpres 10/73 Maroanging. Penelitian bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar bahasa Indonesia melalui model problem based learning. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) dengaln desalin model Kurl Lewin. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV SD Inpres 10/73 Maroanging berjumlah 9 orang, objek penelitian adalah hasil belajar bahasa Indonesia dalam penerapan model PBL. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Teknik pengumpulan data berupa tes tertulis. Setelah proses pembelajaran berakhir, siswa mengerjakan evaluasi. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan hasil belajar bahasa Indonesia yang diperoleh 73 pada siklus I dan pada siklus II meningkat menjadi 78. Ketuntasan belajar paldal siklus I sebesalr 67% (6 pesertal didik) kemudialn meningkalt menjaldi 89% (8 peserta didik) pada siklus II. Dapat disimpulkan bahwa model problem based learning dapat meningkatkan hasil belajar bahasa Indonesia siswa kelas IV SD Inpres 10/73 Maroanging.
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN RASA PERCAYA DIRI KELAS VI Zakaria, Ridha
Pinisi Journal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 5, No 1 (2025): Maret
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70713/pjp.v5i1.52178

Abstract

Permasalahan yang melatar belakangi penelitian ini adalah rendahnya kepercayaan diri peserta didik untuk mengemukakan pendapat dan mengajukan pertanyaan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan Model Problem Based Learning untuk meningkatkan rasa percaya diri pada peserta didik pada kelas VI SDN 045 Sidodadi. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Fokus penelitian ini dilihat dari (1) Penerapan Model Problem Based Learning. (2) Peningkatan rasa percaya diri peserta didik . Subjek dalam penelitian ini adalah 1 guru kelas dan 27 peserta didik Kelas VI SDN 045 Sidodadi. Rancangan tindakan dalam penelitian ini terdiri dari dua siklus masing masing siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, tes, dan dokumentasi. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan analisis kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Model Problem Based Learning oleh guru dan aktivitas peserta didik dalam pembelajaran berada pada kategori baik, untuk siklus I dan siklus II. Perkembangan rasa percaya diri peserta didik pada siklus I berada pada kategori baik dan meningkat pada siklus II dengan kategori sangat baik. Jadi, kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa penerapan model Problem Based Learning telah meningkatkan rasa percaya diri peserta didik pada kelas VI SDN 045 Sidodadi.
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Make A Match Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Kelas IV SD Ramadhani, Nur Fitri; Rahman, Hardianto; Nurghani, sri
Pinisi Journal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 5, No 1 (2025): Maret
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70713/pjp.v5i1.62269

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar matematika pada siswa kelas IV UPT SPF SDN Mongisidi III. Tujuan dari penelitian ini untuk untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe make a match dalam meningkatkan hasil belajar matematika siswa. Pendekatan yang digunakan dalam pelaksanaan penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari 2 siklus, dimana tiap siklus terdiri 2 pertemuan dengan tahapan kegiatan meliputi perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV UPT SPF SDN Mongisidi III. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, tes, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus I yang tuntas secara individual dari 25 siswa hanya 12 siswa atau 48% yang memenuhi kriteria ketuntasan minimal (KKM) atau berada pada kategori sangat rendah. Sedangkan pada siklus II hasil belajar siswa mengalami peningkatan dimana dari 25 siswa terdapat 23 siswa atau 92% telah memenuhi KKM. Dengan demikian dapat disimpulkan Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Make A Match dapat Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas IV UPT SPF SDN Mongisidi III.
Peningkatan Hasil Belajar Tematik dengan Model Pembelajaran Problem Based Learning di Kelas VI SDN KIP Bara-Baraya I Indah, Nurfa; Syawaluddin, Ahmad; Andriany, Mega
Pinisi Journal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 5, No 1 (2025): Maret
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70713/pjp.v5i1.62664

Abstract

Sesuai dengan kurikulum 2013, Sekolah Dasar menggunakan pendekatan pembelajaran tematik, yaitu semua mata pelajaran terintegrasi ke dalam tema-tema tertentu. Untuk mencapai tujuan pembelajaran, sekolah menggunakan berbagai bentuk model pembelajaran. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan hasil belajar dengan menggunakan model Problem Based Learning (PBL) pada siswa kelas VI UPT SPF SDN KIP Bara-Baraya I. Subjek penelitian adalah guru dan 19 orang peserta didik. Jenis penelitian adalah tindakan kelas. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pada Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Pada siklus I, diperoleh rata-rata predikat baik, kemudian meningkat pada siklus II menjadi sangat baik. Pelaksanaan aktivitas guru di siklus I memperoleh rata-rata dengan predikat cukup, dan meningkat pada siklus II menjadi sangat baik. Pelaksanaan aktivitas siswa pada siklus I memperoleh rata-rata dengan predikat cukup dan meningkat pada siklus II menjadi sangat baik. Hasil belajar siswa pada siklus I memperoleh rata-rata predikat cukup dan meningkat pada siklus II menjadi sangat baik. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model PBL dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran tematik  di Sekolah Dasar.
Penerapan Metode Storytelling untuk Meningkatkan Keterampilan Berbicara Siswa Sekolah Dasar Kelas II liska, Liska; Amrah, Amrah; Herlina, Herlina
Pinisi Journal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 5, No 1 (2025): Maret
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70713/pjp.v5i1.62291

Abstract

          Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan selama 2 siklus, dengan 2 sesi pada setiap siklusnya. Langkah-langkah dalam proses penelitian meliputi perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas dua UPT SPF SDN Bawakaraeng 2 yang berjumlah 20 orang. Metode pengumpulan data meliputi pendekatan kuantitatif dan kualitatif, dengan lembar observasi digunakan untuk mengukur aktivitas siswa dan keterampilan berbicaranya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pendekatan storytelling yang efektif dapat meningkatkan keterampilan berbicara siswa. Hal ini dibuktikan dengan peningkatan persentase siswa mencapai kemahiran keterampilan berbicara, dari 71,75% pada siklus I menjadi 80,61% pada siklus II, dan peningkatan aktivitas siswa selama proses pembelajaran, dari 64,16% pada siklus I. menjadi 80,61% pada siklus 2. Temuan ini menunjukkan bahwa metode bercerita dapat meningkatkan keterampilan berbicara siswa kelas dua di UPT SPF SDN Bawakaraeng 2. Oleh karena itu, disarankan agar metode ini diterapkan di kelas lain yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berbicara siswanya. Selain itu, sekolah harus memberikan pelatihan bagi guru untuk menggunakan pendekatan pembelajaran inovatif seperti metode storytellingKata kunci : keterampilan berbicara, storytelling, metode
Penggunaan Media Kartu Gambar dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Siswa Kelas II SDN 31 Panaikang Tammah, Nurfadhilah; Salam, Rosdiah
Pinisi Journal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 5, No 1 (2025): Maret
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70713/pjp.v5i1.52846

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi karena kurangnya minat membaca siswa serta kurangya kemampuan siswa dalam keterampilan membaca, keterampilan membaca merupakan kemampuan membaca dengan baik dan benar dan juga kemampuan yang harus di miliki oleh setiap orang. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Apakah penggunaan media kartu bergambar dapat meningkatkan kemampuan membaca peserta didik di kelas 2 SDN 31 Panaikang. Metode penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas yang terdiri dari 2 siklus dan tiap siklus terdiri dari 4 tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan observasi dan tes. Hasil penelitian aktivitas guru mengalami peningkatan pada pertemuan pertama siklus I dengan presentasi 70,83%, pada pertemuan kedua meningkat menjadi 75%. Kemudian pada siklus II mengalami peningkatan kembali pada pertemuan pertama 83,33%, dan pertemuan kedua maningkat menjadi 87,5%. Sementara itu aktivitas siswa juga mengalami peningkatan yaitu pada pertemuan pertama siklus I memiliki persentasi 70,83% pada pertemuan kedua menjadi 79,17%. Kemudian pada pertemuan pertama siklus II meningkat menjadi 87,5%, pada pertemuan kedua meningkat kembali menjadi 91,67%. Hasil peningkatan kemampuan membaca siswa kelas II SDN 067 Pekanbaru yaitu dari skor dasar 63,75 meningkat pada siklus I menjadi 73,88 dengan persentase 15,89%, kemudian pada siklus II kembali mengalami peningkatan menjadi 83,96 dengan persentase 31,70%.
Pengembangan Media Berbasis Android pada Tema Peduli terhadap Makhluk Hidup untuk Siswa Kelas IV SD Salam, Nisrina
Pinisi Journal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 5, No 1 (2025): Maret
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70713/pjp.v5i1.27204

Abstract

AbstrakSaat ini kita tengah berada di era society 5.0, era dimana manusia merupakan pusat teknologi. Untuk itu, perlu untuk mengembangkan sebuah media pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan teknologi saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media pembelajaran berbasis android pada Tema Peduli terhadap Mahluk Hidup yang layak untuk siswa kelas IV SD dan untuk mengetahui kelayakan media pembelajaran berbasis android pada Tema Peduli terhadap Mahluk Hidup untuk siswa kelas IV SD. Produk yang dihasilkan pada penelitian ini, yaitu media pembelajaran berbasis android. Penelitian ini menggunakan model pengembangan Alessi & Trollip.  Pengembangan ini melalui tiga tahap, yaitu (a) perencanaan, (b) perancangan, (c) pengembangan.  Produk yang dikembangkan telah melalui uji alpha dan uji beta. Uji alpha dilakukan oleh 1 orang ahli media dan materi. Uji beta dilakukan oleh pengguna yang merupakan 12 siswa dan 2 guru SD Inpres BTN. IKIP I Makassar.  Instrumen yang digunakan untuk mengetahui kelayakan produk, merupakan instrumen penilaian yang dikembangkan berdasarkan 3 macam kelayakan, yaitu praktis, teknis dan biaya. Instrumen penilaian tersebut, diberikan kepada ahli media, ahli materi dan pengguna. Dimana nilai akhir yang diperoleh dari ahli media ditinjau dari aspek pemograman dan tampilan, yaitu sebesar 90,62% dengan kategori sangat layak. nilai akhir yang diperoleh dari ahli materi ditinjau dari aspek pembelajaran dan isi, yaitu sebesar 90,51% dengan kategori sangat layak. Nilai akhir yang diperoleh dari siswa dan guru sebagai pengguna, yaitu sebesar 94,01% dan 92,7% dengan kategori sangat layak. Berdasarkan penilaian tersebut, dapat disimpulkan bahwa produk yang dikembangkan ini sangat layak digunakan untuk siswa kelas IV SD.Kata kunci: Media Pembelajaran Berbasis Android, Tema Peduli terhadap Makhuk  Hidup, Siswa Kelas IV SD.
Mengintegrasikan Model Problem Based Learning dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas V Malluru, Al Rajfian A; Ihsan, Andi; Pandin, Triswanti
Pinisi Journal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 5, No 1 (2025): Maret
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70713/pjp.v5i1.57720

Abstract

Permasalahan yang menjadi landasan Peneltian Tindakan Kelas ini yaitu hasil belajar yang rendah pada mata pelajaran matematika dikarenakan beberapa keadaan, seperti penggunaan model pembelajaran yang kurang diitegrasikan. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengintegrasian Model Pembelajaran Problem Based Learning dalam meningkatkan hasil belajar matematika kelas V SD Negeri 98 Rantai Damai. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas V sebanyak 24 siswa yang terdiri atas 9 laki-laki dan 15 perempuan. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini yaitu berupa Tes Hasil Belajar, dan Observasi.  Berdasarkan hasil yang diperoleh pada siklus I yaitu nilai rata-rata yang di dapatkan siswa sebesar 63,33 dan hanya 37,5% dari jumlah siswa yang masuk pada kriteria tuntas. Sedangkan pada siklus II, Terjadi peningkatan yang sigifikan yaitu nilai rata-rata yang diperoleh sebesar 75 dan jumlah siswa yang masuk pada kriteria tuntas meningkat menjadi 83,33% dari jumlah siswa. Peningkatan hasil belajar ini tak lepas dari peran guru bersama peneliti dalam pengintegrasian Model Pembelajaran Problem Based Learning di SD Negeri 98 Rantai Damai ditandai dengan semakin meningkatnya persentase kategori dari kategori rendah pada siklus I menjadi tinggi pada siklus II.
Penerapan Model Pembelajaran SDL dalam meningkatkan hasil belajar IPS siswa kelas V Awal, Muh Zefri; Musfirah, Musfirah; Aisyah, Nur
Pinisi Journal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 5, No 1 (2025): Maret
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70713/pjp.v5i1.62034

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan Model Pembelajaran Self Directed Learning (SDL) dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas V pada pelajaran IPS di SD Inpres Bawakaraeng. Subjek penelitian ini adalah 26 siswa kelas V SD Inpres Bawakaraeng pada semester genap tahun ajaran 2023/2024. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dimana setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Pada Siklus I, hasil pengamatan menunjukkan keterlaksanaan model SDL sebesar 66,0% dengan kategori baik. Hasil belajar siswa pada siklus ini menunjukkan bahwa 65,4% siswa mencapai ketuntasan belajar. Namun, hasil ini belum memenuhi kriteria ketuntasan klasikal sebesar 75%. Refleksi dari Siklus I menunjukkan beberapa perbaikan yang diperlukan, termasuk pengelolaan waktu yang lebih baik dan peningkatan kepercayaan diri siswa. Pada Siklus II, keterlaksanaan model SDL meningkat menjadi 72,5%, dan hasil belajar siswa menunjukkan peningkatan ketuntasan menjadi 80,7%. Data ini menunjukkan bahwa penerapan model SDL secara efektif dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Peningkatan keterlaksanaan dan hasil belajar siswa membuktikan bahwa model pembelajaran SDL tidak hanya meningkatkan keterampilan kognitif, tetapi juga aspek afektif dan psikomotorik siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran SDL pada mata pelajaran IPS dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SD Inpres Bawakaraeng. Hal ini terlihat dari peningkatan ketuntasan belajar siswa dari Siklus I ke Siklus II. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data kualitatif dan kuantitatif dengan menggunakan lembar observasi, tes, dan dokumentasi. Peningkatan hasil belajar menunjukkan efektivitas model SDL dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendorong kemandirian dan partisipasi aktif siswa.