cover
Contact Name
Ali Alamsyah Kusumadinata
Contact Email
nusantaraypn@gmail.com
Phone
+6285210038520
Journal Mail Official
nusantaraypn@gmail.com
Editorial Address
Villa Pasir Mas Blok B 12A, Jl. Jabaru Pasir Kuda, Bogor Barat, Indonesia
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
HUMANUS : Jurnal Sosiohumaniora Nusantara
ISSN : -     EISSN : 30310784     DOI : 10.62180
HUMANUS : Jurnal Sosiohumaniora Nusantara merupakan wadah untuk menampung artikel-artikel ilmiah yang hasil penelitian lapangan, laboratorium, literatur review, meta analisis atau sejenis bagi para Dosen, praktisi, profesional, mahasiswa atau individu yang memiliki ketertarikan dalam dalam riset berbagai bidang ilmu diantaranya Komunikasi, Penyuluhan, Komunikasi Pembangunan, Sosiologi, Literasi dan Media, Budaya, Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat, Pendidikan Pedagogik dan Kajian Pendidikan.
Articles 139 Documents
Pengembangan Website Desa Wisata Alamendah Sebagai Strategi Penguatan Branding dan Transformasi Digital Desa Moch. Armien Syifaa Sutarjo; Gendra Wisnu Buana; Elvi Bertha Debora; Miftahul Rozaq; Rizchika Sakinah Octafia
HUMANUS : Jurnal Sosiohumaniora Nusantara Vol. 3 No. 3 (2026): HUMANUS (Jurnal Sosiohumaniora Nusantara)
Publisher : Yayasan Pengembangan Dan Pemberdayaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62180/q0eqf967

Abstract

Transformasi digital desa merupakan bagian dari agenda pembangunan nasional berbasis teknologi informasi yang bertujuan memperkuat daya saing ekonomi lokal. Desa Wisata Alamendah di Desa Alam Endah, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung memiliki potensi unggulan di sektor agrowisata, hortikultura, serta UMKM berbasis pertanian pegunungan. Namun hingga saat ini belum tersedia website kelembagaan resmi yang terintegrasi sebagai pusat informasi destinasi, promosi usaha, serta representasi identitas organisasi desa wisata. Ketiadaan platform digital terpusat menyebabkan fragmentasi informasi, lemahnya positioning digital, dan terbatasnya akses promosi berbasis mesin pencari. Program pengabdian ini bertujuan mengembangkan website kelembagaan Desa Wisata Alamendah yang profesional, responsif, dan berkelanjutan, sekaligus meningkatkan kapasitas SDM dalam pengelolaan konten dan tata kelola digital. Pendekatan yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) melalui tahapan identifikasi kebutuhan, perancangan sistem, pengembangan, pelatihan, implementasi, serta monitoring dan evaluasi berbasis indikator kinerja digital. Luaran program meliputi website aktif, modul pelatihan, SOP pengelolaan, artikel ilmiah, serta peningkatan kompetensi digital mitra. Program ini diharapkan memperkuat branding desa wisata dan mendorong keberlanjutan ekonomi lokal berbasis transformasi digital.
Pelatihan Penulisan Kreatif Berbasis Jurnalisme di Media Sosial dan Website bagi Pegiat Wisata dan Ekonomi Kreatif untuk Memaksimalkan Promosi Destinasi Yogie Alwaton rozaq; Miftahul Rozaq; Bintar Mupiza; Maya Angelina Lantau; Rizchika Sakinah Octafia
HUMANUS : Jurnal Sosiohumaniora Nusantara Vol. 3 No. 3 (2026): HUMANUS (Jurnal Sosiohumaniora Nusantara)
Publisher : Yayasan Pengembangan Dan Pemberdayaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62180/xwg2wn79

Abstract

destinasi unggulan. Namun, promosi wisata yang dilakukan oleh pegiat desa belum berjalan optimal karena konten yang dipublikasikan masih bersifat informatif-deskriptif, belum dikemas melalui narasi yang kuat, runtut, dan persuasif. Informasi destinasi umumnya hanya berupa keterangan singkat tanpa cerita, pengalaman, atau sudut pandang khas yang mampu membangun imajinasi dan kedekatan emosional calon wisatawan. Kondisi ini menyebabkan potensi wisata yang sebenarnya kaya belum tersampaikan secara maksimal serta kurang memiliki daya saing di ruang digital. Dalam konteks promosi pariwisata saat ini, kekuatan cerita menjadi faktor penting dalam membentuk citra destinasi. Penulisan kreatif berbasis jurnalisme memungkinkan informasi wisata disusun secara faktual, mendalam, dan menarik melalui teknik feature writing, storytelling, artikel website, serta caption media sosial yang komunikatif. Pendekatan ini tidak hanya menyampaikan data, tetapi juga menghadirkan pengalaman dan makna, sehingga pesan promosi lebih mudah diingat dan dipercaya audiens. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas masyarakat sebagai penulis dan penyusun narasi destinasi menjadi kebutuhan mendesak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan keterampilan pegiat wisata dan pelaku ekonomi kreatif Desa Alamendah dalam menulis konten promosi berbasis narasi melalui pelatihan penulisan kreatif berbasis jurnalisme. Program dirancang dalam bentuk workshop feature writing dan storytelling destinasi, praktik penulisan artikel website, pelatihan penyusunan caption media sosial, serta pendampingan editing dan penyuntingan konten. Hasil kegiatan diharapkan berupa meningkatnya kemampuan peserta dalam menyusun tulisan yang runtut, persuasif, dan kredibel; terciptanya artikel dan cerita destinasi yang dipublikasikan secara rutin pada website dan media sosial desa; serta terbentuknya kontributor penulis lokal yang mampu memproduksi konten promosi secara mandiri dan berkelanjutan. Luaran kegiatan berupa artikel website, konten media sosial, sertifikat, serta publikasi kegiatan. Dengan demikian, promosi Desa Wisata Alamendah dapat lebih efektif dalam memperkuat citra destinasi dan mendorong peningkatan kunjungan wisatawan serta kesejahteraan masyarakat.
Sisi, Strategi, dan Substansi : Analisis Strategi Retorik oleh Kandidat Debat Pilkada Bengkulu 2024 berdasarkan Teori Fungsional Benoit Febran Ihsanudin; Kunto Kunto Adi Wibowo; Ikhsan Ikhsan Fuady; Detta Detta Rahmawan
HUMANUS : Jurnal Sosiohumaniora Nusantara Vol. 3 No. 3 (2026): HUMANUS (Jurnal Sosiohumaniora Nusantara)
Publisher : Yayasan Pengembangan Dan Pemberdayaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62180/g35zj547

Abstract

This research analyzes the rhetorical strategies in politics in the Bengkulu 2024 regional election debate according to William L. Benoit's functional theory which classifies campaign messages into three main functions: acclaim, attack, and defense, as well as two content focuses: policy and personal qualities. Quantitative method was used on content analysis through census technique on 1,585 utterances in the debate, this study explains that incumbent candidates tend to use acclaim, while challenger candidates tend to use attack based on functional hypothesis. Policy topics became the core focus rather than character, both by incumbent and challenger candidates. Chi-Square test results show an important relationship between candidate status and the rhetorical strategies and debate topics used. This research shows that local political debates remain focused on content and policy rather than personal conflict, and demonstrates that Benoit's functional theory is appropriate in the Indonesian political context. These results are important for understanding the dynamics of regional political communication and provide a starting point for political actors to design effective campaign strategies.
Video Iklan Sinematik Berbasis Storytelling dan Sensory Marketing Untuk Peningkatan Pemasaran UMKM Bagomin DD Adrio Kusmareza Adim; Nisa Nurmauliddiana Abdullah; Fiqie Lavani Melano
HUMANUS : Jurnal Sosiohumaniora Nusantara Vol. 3 No. 3 (2026): HUMANUS (Jurnal Sosiohumaniora Nusantara)
Publisher : Yayasan Pengembangan Dan Pemberdayaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62180/6necq725

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan mengatasi hambatan market entry yang dihadapi oleh usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kuliner kreatif Bagomin DD di kawasan Gegerkalong, Bandung. Sebagai usaha rintisan, Bagomin DD menghadapi masalah rendahnya brand awareness dan ketiadaan aset digital representatif untuk memvisualisasikan keunikan produk Mini Bakso Goreng. Masalah ini diselesaikan melalui implementasi Teknologi Tepat Guna (TTG) berupa paket pemasaran digital terintegrasi yaitu produksi video iklan komersial sinematik berbasis storytelling. Metode pelaksanaan yang digunakan adalah Participatory Action Research selama enam bulan, melibatkan tahapan pra-produksi, produksi, pasca-produksi, hingga pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Paket teknologi visual yang diterapkan meliputi teknik macro videographyuntuk memperbesar visual detail produk dan sensory marketing (ASMR) menggunakan audio high-fidelity untuk menonjolkan kerenyahan tekstur produk secara nyata. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa video iklan komersial sinematik berdurasi tiga menit berhasil mentransfer pengalaman rasa produk secara audio-visual kepada konsumen digital. Penggabungan teknik sinematografi makro dan storytelling emosional terbukti meningkatkan perceived value produk, memperkuat identitas merek, meningkatkan keterlibatan media sosial, serta meminimalkan bias visual akibat ukuran produk yang kecil. Luaran utama kegiatan ini adalah berkas master video iklan berkualitas 4K yang telah terdaftar hak cipta sinematografi pada Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual, artikel media massa, serta peningkatan literasi digital mitra sasaran.
Pemberdayaan Karang Taruna 06 Gumuruh Melalui Mobile Journalism Sebagai Media Komunikasi Edukatif Nisa Nurmauliddiana Abdullah; Adrio Kusmareza Adim; Fiqie Lavani Melano
HUMANUS : Jurnal Sosiohumaniora Nusantara Vol. 3 No. 3 (2026): HUMANUS (Jurnal Sosiohumaniora Nusantara)
Publisher : Yayasan Pengembangan Dan Pemberdayaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62180/v7vkpq19

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan pemuda dan remaja yang tergabung dalam Karang Taruna 06 Kelurahan Gumuruh, Kota Bandung, dalam menghadapi tantangan disinformasi serta memenuhi kebutuhan diseminasi konten positif di tingkat lokal. Permasalahan utama yang dihadapi oleh mitra adalah rendahnya literasi digital tingkat lanjut dan minimnya keterampilan produksi konten informasi yang edukatif, meskipun demografi ini memiliki tingkat akses dan durasi penggunaan perangkat seluler yang sangat tinggi. Solusi strategis yang ditawarkan dan diimplementasikan adalah pelatihan Mobile Journalism yang difokuskan pada optimalisasi platform media sosial, khususnya TikTok dan Instagram, sebagai medium komunikasi strategis warga. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Action Research yang terstruktur ke dalam tiga fase: pra-pelaksanaan, pelaksanaan, serta pasca-pelaksanaan. Hasil pengabdian menunjukkan transformasi yang sangat signifikan, ditandai dengan pergeseran peran peserta dari konsumen informasi pasif menjadi kreator konten aktif. Evaluasi kuantitatif mencatat peningkatan pemahaman strategi pesan dan etika jurnalistik sebesar 85%, serta lonjakan penguasaan teknis Mobile Journalism hingga 92%. Secara kualitatif, kegiatan ini sukses menumbuhkan nalar kritis, kedisiplinan berinternet, dan kepercayaan diri peserta dalam mengelola media sosial komunitas secara profesional, kredibel, dan berdaya guna bagi masyarakat. Program ini direkomendasikan sebagai model intervensi literasi digital di tingkat akar rumput untuk membangun ketahanan informasi lokal.
Tagline Sebagai Strategi Komunikasi Branding: Hubungannya dengan Brand Awareness pada Konsumen Muda (Studi Pada Kopi Prolog di Kota Bogor) Hasna Khoirunnisa; Muhammad Luthfie; Ali Alamsyah Kusumadinata
HUMANUS : Jurnal Sosiohumaniora Nusantara Vol. 4 No. 1 (2026): HUMANUS (Jurnal Sosiohumaniora Nusantara)
Publisher : Yayasan Pengembangan Dan Pemberdayaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62180/q9e0b647

Abstract

Perkembangan media sosial telah mengubah strategi komunikasi branding yang diterapkan pelaku usaha, termasuk coffee shop, dalam membangun hubungan dengan konsumen dan meningkatkan brand awareness. Salah satu bentuk komunikasi branding yang banyak digunakan adalah tagline, yaitu pesan singkat yang merepresentasikan identitas dan nilai suatu merek. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tagline sebagai strategi komunikasi branding dengan brand awareness pada konsumen muda Kopi Prolog di Kota Bogor. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei korelasional terhadap 100 responden yang merupakan konsumen muda Kopi Prolog. Data dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert dan dianalisis menggunakan uji validitas, reliabilitas, normalitas, korelasi Spearman Rank, serta uji hipotesis dengan bantuan IBM SPSS Statistics. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif dan signifikan antara tagline Instagram “Dari Prolog Kita Berdialog” dengan brand awareness konsumen muda, yang ditunjukkan oleh nilai Spearman’s rho sebesar 0,349 dengan p < 0,001. Nilai koefisien tersebut menunjukkan bahwa hubungan berada pada kategori rendah. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin baik persepsi konsumen terhadap kejelasan pesan, daya tarik, kesesuaian dengan identitas merek, dan konsistensi penggunaan tagline, maka semakin tinggi tingkat brand awareness. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tagline sebagai strategi komunikasi branding berkontribusi dalam membangun brand awareness pada konsumen muda, meskipun efektivitasnya juga dipengaruhi oleh faktor lain, seperti kualitas produk, pengalaman konsumen, dan komunikasi digital yang berkelanjutan.
Makna Maskulinitas Pria Pada Iklan Rexona Men Ice Cool Edisi Kolaborasi Manchester City (Analisis Semiotika Roland Barthes) Muhammad Naufal Yusa; Muhammad Luthfie; Ali Alamsyah Kusumadinata
HUMANUS : Jurnal Sosiohumaniora Nusantara Vol. 4 No. 1 (2026): HUMANUS (Jurnal Sosiohumaniora Nusantara)
Publisher : Yayasan Pengembangan Dan Pemberdayaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62180/s6n5jn31

Abstract

Perkembangan iklan audio visual menjadikan iklan tidak hanya sebagai media promosi, tetapi juga sebagai medium yang mencerminkan nilai-nilai sosial dan budaya serta menghadirkan dan membentuk gambaran identitas sosial, termasuk identitas gender, melalui tanda-tanda visual dan verbal. Iklan Rexona Men Ice Cool Edisi Kolaborasi Manchester City menampilkan sosok laki-laki melalui aksi dalam pertandingan, kondisi tubuh, dan praktik grooming yang membentuk pemaknaan mengenai maskulinitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna maskulinitas pada iklan Rexona Men Ice Cool Edisi Kolaborasi Manchester City melalui analisis semiotika Roland Barthes. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik dokumentasi visual dan studi pustaka. Analisis data menggunakan konsep denotasi, konotasi, dan mitos Roland Barthes, dengan triangulasi teori sebagai uji keabsahan data dengan membandingkan hasil dengan konsep maskulinitas yang relevan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa maskulinitas dalam iklan dimaknai melalui kemampuan fisik, keberanian menghadapi risiko, ketangguhan, serta kepedulian terhadap kondisi tubuh dan penampilan melalui praktik grooming. Pemaknaan tersebut mencerminkan konsep New Man as Narcissist yang menunjukkan adanya perluasan pemaknaan maskulinitas melalui perhatian terhadap kondisi tubuh dan penampilan sebagai bagian dari identitas laki-laki maskulin.
Meaning Of Life Anak Pertama Dalam Fenomena Sandwich Generation Sherly Nur Aliyah; Annisa Nadya Evelina; Assyifaa Herbi Nuari; Deava Oktaviani Hidayat; Nurul Azizah Putri; Nurmina Nurmina
HUMANUS : Jurnal Sosiohumaniora Nusantara Vol. 4 No. 1 (2026): HUMANUS (Jurnal Sosiohumaniora Nusantara)
Publisher : Yayasan Pengembangan Dan Pemberdayaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62180/3bp2t808

Abstract

Istilah Sandwich generation sedang banyak dibahas di kalangan masyarakat. Sandwich generation merupakan sebuah generasi yang terhimpit diantara dua generasi yang berbeda yang di mana pada satu generasi sudah menua atau orang tua, serta satu generasi merupakan anak-anak. Makna hidup atau Meaning of life dianggap sebagai sesuatu yang sangat penting dan berharga, memberikan nilai istimewa bagi individu dan layak untuk dijadikan tujuan hidup. Anak pertama dalam sebuah keluarga umumnya kan mendapatkan peran pengganti tulang punggung keluarga, anak tersebut dapat disebut sebagai sandwich generation. Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui makna hidup dari sandwich generation. Penelitian ini melibatkan sebanyak 3 orang anak pertama yang termasuk dalam Sandwich generation sebagai subjek penelitian. Berdasarkan wawancara yang dilakukan maka didapatkan hasil bahwa anak pertama sering kali merasa terbebani, peran ini membantu mereka mengembangkan rasa tanggung jawab, kemandirian, dan ketahanan mental. Penelitian ini menemukan bahwa dukungan sosial dan pemahaman terhadap kondisi anak pertama dalam “Sandwich generation” merupakan hal yang penting
Komunikasi Terapeutik Perawat Dalam Mengurangi Kecemasan Pasien Pasca Operasi Feni Trihidayani; Ali Alamsyah Kusumadinata; Nadia Amalia
HUMANUS : Jurnal Sosiohumaniora Nusantara Vol. 4 No. 1 (2026): HUMANUS (Jurnal Sosiohumaniora Nusantara)
Publisher : Yayasan Pengembangan Dan Pemberdayaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62180/g6exzr80

Abstract

Komunikasi terapeutik merupakan salah satu intervensi psikososial kunci dalam menurunkan kecemasan pasien pascaoperasi, namun implementasinya di lapangan sering kali tidak konsisten. Penelitian ini bertujuan menganalisis pola komunikasi terapeutik perawat dalam mengurangi kecemasan pasien pascaoperasi di Ruang Rawat Inap Bedah RS X, mencakup pelaksanaan fase-fase komunikasi, teknik yang dominan digunakan, faktor pendukung-penghambat, dan persepsi pasien. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus, dengan enam pasang perawat-pasien dan satu kepala ruangan sebagai informan, melalui observasi terstruktur, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi, yang dianalisis menggunakan analisis tematik, dilanjutkan dengan triangulasi dari sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari enam episode interaksi yang diteliti, empat episode menunjukkan pola komunikasi terapeutik yang berhasil menurunkan kecemasan pasien, sedangkan dua episode kurang berhasil. Keberhasilan tersebut ditentukan oleh konsistensi pelaksanaan keempat fase komunikasi terapeutik pada fase orientasi dan terminasi, serta penggunaan teknik validasi perasaan, pemberian informasi bertahap, dan sentuhan terapeutik yang selaras dengan Metode SOLER.  Faktor penghambat utama bersifat struktural, yaitu beban kerja shift dan keterbatasan tenaga keperawatan. Penelitian ini merekomendasikan pelatihan penyegaran komunikasi terapeutik yang berkelanjutan disertai supervisi terjadwal guna meningkatkan konsistensi praktik komunikasi terapeutik di rumah sakit.