cover
Contact Name
Teguh Pribadi
Contact Email
teguh@malahayati.ac.id
Phone
+6282282204653
Journal Mail Official
holistik@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No.27 Kemiling Bandar Lampung -Indonesia.
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Holistik Jurnal Kesehatan
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 19783337     EISSN : 26207478     DOI : https://doi.org/10.33024/hjk.v18i10
Core Subject : Health,
Berisi kumpulan karya ilmiah dari peneliti diberbagai perguruan tinggi di Indonesia, di bidang ilmu kesehatan khususnya bidang ilmu keperawatan yang berdasarkan kepada kebutuhan pasien secara total meliputi: kebutuhan fisik, emosi, sosial, ekonomi dan spiritual. Adapun penelitiannya mencakup 4 aspek pokok, yakni: promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif. Jurnal terbit setiap bulan dan artikel ditulis dalam bahasa Indonesia, untuk abstrak artikel ditulis dengan dua bahasa yaitu bahasa Inggris dan bahasa Indonesia.
Articles 329 Documents
Hubungan antara peningkatan berat badan pada kehamilan dengan kejadian preeklamsia Hidayati, Annisa Prima
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 8 (2025): Volume 19 Nomor 8
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i8.1414

Abstract

Background: The incidence of maternal deaths due to preeclampsia and other type of hypertension in pregnancy in Indonesia has increased from 26.74% in 2010 to 42% in 2014. In 2019, hypertension in pregnancy is still one of the three main causes of maternal death in Indonesia (33.07%). Many factors have contributed to the increased incidence of preeclampsia in pregnant women. One of the risk factors that can cause hypertension in pregnancy is excessive gestational weight gain in pregnant women. Purpose: To determine the relationship between excessive gestational weight gain and the incidence of preeclampsia. Method: An analytic observational study using case-control study design to compare the proportion of subjects with excessive gestational weight gain during pregnancy between preeclampsia and non preeclampsia group. Sampling method using a consecutive sampling technique within patient with preeclampsia in Dr. Sardjito General Hospital and non preeclampsia patient in Tegalrejo Primary Health Care, Yogyakarta. Results: The proportion of subjects who experienced an excessive gestational weight gain during pregnancy that exceeded the IOM recommendations was higher in the preeclampsia group than in the non-preeclampsia group, OR= 2.67 (95%CI, 1.18 – 6.03) and p value = 0.017. There was a significant relationship between excessive gestational weight gain exceeded IOM recommendations and the incidence of preeclampsia (p <0.05). There was no difference in the proportion of nulliparous subjects between the preeclampsia and non- preeclampsia groups, OR= 1.61 (95%CI, 0.78 – 3.35) and p value = 0.196. Conclusion: The incidence of preeclampsia is more common in mothers with excessive gestational weight gain exceeding the IOM recommendation. During pregnancy, blood pressure and control for gestational weight gain need to be evaluated periodically so it does not exceed the IOM recommendation.   Keywords: Gestational Weight Gain; Preeclampsia; Pregnancy.                 Pendahuluan: Insidensi kematian maternal akibat preeklamsia dan penyakit hipertensi lainnya di Indonesia telah meningkat dari 26,74% pada tahun 2010 menjadi 42% pada tahun 2014. Berdasarkan data tahun 2019, penyebab kematian ibu akibat hipertensi dalam kehamilan masih merupakan 3 besar penyebab utama kematian ibu di Indonesia yaitu sebesar 33.07%. Banyak faktor yang menyebabkan meningkatnya insiden preeklamsia pada ibu hamil. Salah satu faktor risiko yang dapat menyebabkan terjadinya hipertensi pada kehamilan adalah peningkatan berat badan yang berlebihan pada ibu hamil. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan peningkatan BB pada kehamilan yang melebihi rekomendasi IOM dengan kejadian preeklamsia. Metode: Penelitian observasional analitik dengan desain case control untuk membandingkan proporsi subjek yang mengalami peningkatan BB selama kehamilan melebihi rekomendasi IOM antara kelompok preeklamsia dan tidak preeklamsia. Metode sampling dengan consecutive sampling pada pasien preeklamsia di RSUP Dr. Sardjito dan pasien tidak preeklamsia di Puskesmas Tegalrejo periode tahun 2021-2022. Hasil: Proporsi subjek yang mengalami peningkatan BB pada kehamilan yang melebihi rekomedasi IOM lebih tinggi pada kelompok preeklamsia dibandingkan pada kelompok tidak preeklamsia, OR= 2.67 (CI 95%, 1.18 – 6.03) dan nilai p = 0.017. Terdapat hubungan yang bermakna antara peningkatan BB melebihi rekomendasi IOM dengan kejadian preeklamsia. Tidak ditemukan perbedaan proporsi subjek nullipara antara kelompok preeklamsia dan kelompok tidak preeklamsia, OR= 1.61 (CI 95%, 0.78 – 3.35) dan nilai p = 0.196. Simpulan: Kejadian preeklamsia lebih sering terjadi pada ibu dengan peningkatan BB melebihi rekomendasi IOM. Selama masa kehamilan tekanan darah perlu dievaluasi berkala dan mengontrol peningkatan BB agar tidak melebihi rekomendasi IOM.   Kata Kunci: Kehamilan; Peningkatan Berat Badan; Preeklamsia.
Perbandingan quality of life pada ibu pasca persalinan normal dan sectio caesarea Karmila, Karmila; Dharina, Dharina; Maidar, Maidar; Zakaria, Radhiah; Nurjannah, Nurjannah
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 8 (2025): Volume 19 Nomor 8
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i8.1442

Abstract

Background: Postpartum maternal quality of life is an important aspect encompassing physical, psychological, social, and environmental conditions. However, factors influencing this quality of life vary in research findings. Purpose: To analyze factors associated with postpartum maternal quality of life. Method: The study used a quantitative analytical design with a cross-sectional approach. The study sample consisted of postpartum mothers selected through purposive sampling. Data were collected using the WHOQOL-BREF quality of life questionnaire and analyzed using the chi-square test. Results: Most mothers had a good quality of life. Statistical analysis showed no significant association between age, occupation, education, economic status, husband's support, social support, number of children, pregnancy spacing, maternal health, breastfeeding, information, and type of delivery with postpartum maternal quality of life (p>0.05). Meanwhile, the condition of the infant was significantly associated with maternal quality of life (p=0.000). Conclusion: Postpartum maternal quality of life is more influenced by the condition of the infant than by other demographic or social factors. Health service interventions need to focus on comprehensive support for mothers with at-risk infants to improve postpartum quality of life.   Keywords: Normal Delivery; Postpartum Mother; Quality of Life; Sectio Caesarea.   Pendahuluan: Kualitas hidup ibu pasca persalinan merupakan aspek penting yang mencakup kondisi fisik, psikologis, sosial, dan lingkungan. Namun, faktor-faktor yang memengaruhi kualitas hidup tersebut masih bervariasi dalam temuan penelitian. Tujuan: Untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kualitas hidup ibu pasca persalinan. Metode: Penelitian menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian terdiri dari ibu pasca persalinan yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner kualitas hidup WHOQOL-BREF dan dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil: Sebagian besar ibu memiliki kualitas hidup dalam kategori baik. Analisis statistik menunjukkan tidak ada hubungan signifikan antara usia, pekerjaan, pendidikan, ekonomi, dukungan suami, dukungan sosial, jumlah anak, jarak kehamilan, kesehatan ibu, pemberian ASI, informasi, serta jenis persalinan dengan kualitas hidup ibu pasca persalinan (p>0,05). Sementara itu, kondisi bayi terbukti berhubungan signifikan dengan kualitas hidup ibu (p=0,000). Simpulan: Kualitas hidup ibu pasca persalinan lebih dipengaruhi oleh kondisi bayi dibandingkan faktor demografi maupun sosial lainnya. Intervensi pelayanan kesehatan perlu difokuskan pada dukungan menyeluruh bagi ibu dengan bayi berisiko untuk meningkatkan kualitas hidup pasca persalinan.   Kata Kunci: Ibu Pasca Persalinan; Persalinan Normal; Quality of Life; Sectio Caesarea.
Fenomena ibu postpartum dengan bayi lahir prematur Sona, Sri; Aramico, Basri; Nahrisah, Putri; Ichwamsyah, Fahmi; Zakaria, Radhiah
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 8 (2025): Volume 19 Nomor 8
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i8.1443

Abstract

Background: Premature birth is a challenging experience for postpartum mothers, not only medically but also emotionally and psychologically. Premature babies often require care in the neonatal intensive care unit (NICU), which can increase maternal anxiety, guilt, and stress. This condition can potentially lead to postpartum depression, severe anxiety, and even psychological trauma that impact the quality of care for the baby. Purpose: To explore the phenomenon of postpartum mothers with premature babies. Method: This qualitative study used phenomenological methods, covering emotional experiences, coping strategies, family support, and healthcare workers' perspectives on postpartum mothers with premature babies. Participants included six postpartum mothers, three family members, and two healthcare workers at the Aceh Government Women and Children's Hospital. Data were obtained through in-depth interviews and analyzed thematically to identify themes and subthemes within the participants' experiences. Results: Five main themes emerged: the phenomenon of preterm birth and postpartum maternal conditions, maternal emotional and psychological well-being, emotional support and the role of the family, coping strategies and spirituality, and healthcare workers' perspectives on psychosocial support. Findings show that mothers experience drastic emotional changes, ranging from sadness and stress to despair. Partner and family support plays a crucial role as psychological support, while spirituality is a dominant coping mechanism. However, healthcare professionals still focus more on the baby's condition and have not optimally provided psychosocial support to mothers. Conclusion: Premature birth creates a profound emotional crisis for postpartum mothers. Family support, empathetic communication from healthcare professionals, and structured psychosocial interventions are essential to help mothers navigate these challenges.   Keywords: Coping Strategies; Mental Health; Postpartum Mother; Premature Infant; Social Support.   Pendahuluan: Kelahiran bayi prematur merupakan pengalaman yang penuh tantangan bagi ibu postpartum, tidak hanya dari aspek medis tetapi juga emosional dan psikologis. Bayi prematur sering membutuhkan perawatan di NICU, yang dapat meningkatkan rasa cemas, bersalah, dan stres pada ibu. Kondisi ini berpotensi menimbulkan depresi postpartum, kecemasan berat, bahkan trauma psikologis yang memengaruhi kualitas pengasuhan bayi. Tujuan: Untuk mengeksplorasi fenomena ibu postpartum dengan bayi lahir prematur. Metode: Penelitian kualitatif dengan metode fenomenologi yang mencakup pengalaman emosional, strategi koping, dukungan keluarga, serta pandangan tenaga kesehatan terhadap ibu postpartum dengan bayi lahir prematur. Partisipan terdiri dari 6 ibu postpartum, 3 anggota keluarga, dan 2 tenaga kesehatan di Rumah Sakit Ibu dan Anak Pemerintah Aceh. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dan dianalisis secara tematik untuk mengidentifikasi tema dan subtema pengalaman partisipan. Hasil: Lima tema utama yang didapat yaitu fenomena kelahiran prematur dan kondisi ibu postpartum, kesejahteraan emosional dan psikologis ibu, dukungan emosional dan peran keluarga, strategi koping dan spiritualitas, serta pandangan tenaga kesehatan terhadap dukungan psikososial. Temuan memperlihatkan bahwa ibu mengalami perubahan emosi drastis, mulai dari kesedihan, stress hingga keputusasaan. Dukungan pasangan dan keluarga berperan penting sebagai penyangga psikologis, sementara spiritualitas menjadi mekanisme koping yang dominan. Namun, tenaga kesehatan masih lebih fokus pada kondisi bayi dan belum optimal dalam memberikan pendampingan psikososial bagi ibu. Simpulan: Kelahiran prematur menimbulkan krisis emosional mendalam bagi ibu postpartum. Dukungan keluarga, komunikasi empatik tenaga kesehatan, serta intervensi psikososial yang terstruktur sangat dibutuhkan untuk membantu ibu menghadapi tantangan tersebut.   Kata Kunci: Bayi Prematur; Dukungan Sosial; Ibu Postpartum; Kesehatan Mental; Strategi Koping.
Pengembangan prototype sistem informasi kesehatan dan 3d pageflip e-modul terhadap pengetahuan dan sikap preventif kuratif anemia Wijaya, Rafika Dora; Puspita, Ratumas Ratih; Rohanah, Rohanah
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 8 (2025): Volume 19 Nomor 8
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i8.1445

Abstract

Background: Anemia remains a global health issue, particularly among adolescent girls who are at higher risk due to increased nutritional needs and poor dietary habits. Anemia affects not only physical health but also learning concentration, productivity, and the quality of future generations. Innovative technology-based strategies are needed to improve knowledge and preventive-curative attitudes toward anemia among adolescents. Purpose: To analyze the effectiveness of developing a health information system prototype and a 3D pageflip e-module on knowledge and attitudes regarding anemia prevention and curative measures. Method: This quantitative, mixed-methods exploratory research study was conducted in April 2025 at X Junior High School, South Tangerang. The sampling technique used random sampling, with 60 participants divided into intervention and control groups. The independent variable in this study was the health information system prototype, while the dependent variables were knowledge and attitudes. Data analysis used univariate data in the form of frequency distributions, and bivariate data using the Wilcoxon and Mann-Whitney tests. Results: The Mann-Whitney test showed that there was a significant difference between the group that received education using the Anemia Health Information System Prototype with the HemoKu application and the group that used the 3D Pageflip e-Module, with a p-value of 0.026 (p<0.05). Conclusion: The HemoKu application proved to be more effective in increasing knowledge and preventive-curative attitudes towards anemia in adolescents compared to the 3D Pageflip E-Module.   Keywords: Anemia; Attitude; Curative; Knowledge; Preventive.   Pendahuluan: Anemia masih menjadi masalah kesehatan global, khususnya pada remaja putri yang rentan akibat kebutuhan gizi tinggi dan kebiasaan diet yang kurang seimbang. Dampak anemia tidak hanya pada kesehatan fisik, tetapi juga memengaruhi konsentrasi belajar, produktivitas, hingga kualitas generasi mendatang. Oleh karena itu, dibutuhkan strategi inovatif berbasis teknologi untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap pencegahan anemia pada remaja. Tujuan: Untuk menganalisis efektivitas pengembangan prototypw sistem informasi kesehatan dan 3d pageflip e-modul terhadap pengetahuan dan sikap preventif kuratif anemia. Metode: Penelitian kuantitaitf mix method dengan metode exploratory research, dilaksanakan pada April 2025 di SMP X Tangerang Selatan. Teknik pengambilan sampel menggunakan random sampling dengan jumlah sampel yang digunakan sebanyak 60 partispan yang terbagi kedalam kelompok intervensi dan kontrol. Variabel independen dalam penelitian ini adalah prototype system infromasi kesehatan, sedangkan variabel dependen ialah pengetahuan dan sikap. Analisis data yang digunakan univariate dalam bentuk distribusi frekuensi dan bivariate menggunakan uji wilcoxon dan mann whitney. Hasil: Uji Mann-Whitney menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok yang diberikan edukasi menggunakan Prototype Sistem Informasi Kesehatan anemia dengan aplikasi HemoKu dan kelompok yang menggunakan 3D Pageflip e-Modul, dengan nilai p sebesar 0.026 (p<0.05) Simpulan: Aplikasi HemoKu terbukti lebih efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap preventif-kuratif anemia pada remaja dibandingkan 3D Pageflip E-Modul.   Kata Kunci: Anemia; Kuratif; Pengetahuan; Preventif; Sikap.
Tingkat stres belajar pada remeja sekolah menegah atas Pertiwi, Eri Riana; Delianti, Nosi
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 8 (2025): Volume 19 Nomor 8
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i8.1496

Abstract

Background: Teenager is a transitional phase characterized by physical, psychological, and social changes, making individuals more vulnerable to stress, particularly related to academic demands. Unmanaged academic stress can affect students’ mental health and academic achievement. Purpose: To determine the level of academic stress among high school teenagers. Method: A quantitative approach with a descriptive design and a cross-sectional study approach was used. The study population was all 279 tenth and eleventh grade students, with a sample size of 180 students determined using the Slovin formula. The study was conducted at Teunom 1 State Senior High School, Aceh Jaya, on December 9–10, 2024. Data were analyzed using a frequency distribution. Results: The majority of respondents were 16 years old (37.3%), female (65.6%), in the tenth grade (51.7%), and had a parental income of <Rp 3,000,000 per month (62.2%). The majority of students' learning stress levels were in the moderate category, with 130 respondents (72.2%). Conclusion: The majority of students' learning stress was in the moderate category, indicating relatively high academic pressure, but still within the students' capabilities. The role of families, schools, and the social environment is needed to provide support and stress management strategies so that students can adapt positively.   Keywords: High School; Study Stress; Teenagers.   Pendahuluan: Masa remaja merupakan fase transisi yang ditandai dengan perubahan fisik, psikologis, dan sosial, sehingga rentan terhadap stres, terutama terkait tuntutan akademik. Stres belajar yang tidak terkelola dapat berdampak pada kesehatan mental dan pencapaian akademik siswa. Tujuan: Untuk mengetahui tingkat stres belajar pada remaja sekolah menengah atas. Metode: Pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif serta pendekatan cross sectional study. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas X dan XI berjumlah 279 orang, dengan sampel 180 siswa yang ditentukan melalui rumus Slovin. Penelitian dilakukan di SMAN 1 Teunom, Aceh Jaya pada 9–10 Desember 2024. Data dianalisis secara distribusi frekuensi. Hasil: Mayoritas responden berusia 16 tahun (37.3%), berjenis kelamin perempuan (65.6%), berada di kelas X (51.7%), serta memiliki pendapatan orang tua < Rp 3,000.000 per bulan (62.2%). Tingkat stres belajar siswa mayoritas berada pada kategori sedang yaitu 130 responden (72.2%). Simpulan: Stres belajar pada siswa mayoritas berada pada kategori sedang, menunjukkan adanya tekanan akademik yang cukup tinggi, tetapi masih dalam batas kemampuan siswa. Diperlukan peran keluarga, sekolah, dan lingkungan sosial dalam memberikan dukungan serta strategi manajemen stres agar siswa mampu beradaptasi secara positif.   Kata Kunci: Remaja; Sekolah Menengah Atas; Stres Belajar.
Pengaruh story telling menggunakan funny hand puppet tentang mitigasi bencana banjir terhadap tingkat pengetahuan siswa sekolah dasar Tirtayanti, Sri; Sari, Rosi Solikah; Zandra, Ade
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 8 (2025): Volume 19 Nomor 8
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i8.1513

Abstract

Background: Indonesia, as a disaster-prone country, requires a relevant mitigation education approach for children, especially elementary school students. Children require learning media that not only provides information but also captures their attention. Funny hand puppets, as visual and verbal aids, can be an innovative solution for delivering disaster mitigation material. Early disaster mitigation education is a strategic step to build awareness and preparedness for potential disasters. For elementary school students, interactive and enjoyable delivery methods are needed to facilitate understanding. One effective method is storytelling using funny hand puppets. Purpose: To determine the effect of storytelling using funny hand puppets about flood mitigation on elementary school students' knowledge levels. Method: A quantitative pre-post-test one-group study was conducted in May 2025 at Bina Insan Islamic Elementary School, Palembang. The sampling technique used total sampling with a sample size of 30 participants. The independent variable in this study was the storytelling of funny hand puppets, while the dependent variable was knowledge level. Data analysis used univariate analysis in the form of frequency distributions and bivariate analysis using the Wilcoxon test. Results: There was a significant increase in students' knowledge levels after the storytelling intervention using funny hand puppets. The median knowledge score increased from 9.73 to 11.40 with a p-value of 0.000 (p < 0.05). Conclusion: There was a significant effect before and after the intervention on flood disaster mitigation on students' knowledge levels.   Keywords: Educated; Hand Puppet; Knowledge; Mitigation; Story Telling Funny.   Pendahuluan: Indonesia sebagai negara rawan bencana membutuhkan pendekatan edukasi mitigasi yang relevan untuk anak-anak, terutama siswa sekolah dasar. Anak-anak memerlukan media pembelajaran yang tidak hanya memberikan informasi, tetapi juga mampu menarik perhatian mereka. Funny hand puppet sebagai alat bantu visual dan verbal dapat menjadi solusi inovatif untuk menyampaikan materi tentang mitigasi bencana. Edukasi mitigasi bencana sejak dini menjadi langkah strategis untuk membangun kesadaran dan kesiapan menghadapi potensi bencana. Pada siswa sekolah dasar, metode penyampaian materi yang interaktif dan menyenangkan diperlukan agar materi lebih mudah dipahami. Salah satu metode yang efektif adalah storytelling dengan menggunakan media funny hand puppet. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh story telling menggunakan funny hand puppet tentang mitigasi bencana banjir  terhadap tingkat pengetahuan siswa sekolah dasar. Metode: Penelitian kuantitatif pre-post-test one group, dilaksanakan pada Mei 2025 di SD Bina Insan Islamic, Palembang. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah sampel yang digunakan sebanyak 30 partisipan. Variabel independen dalam penelitian ini adalah story telling funny hand puppet, sedangkan variabel dependen ialah tingkat pengetahuan. Analisis data yang digunakan univariate dalam bentuk distribusi frekuensi dan bivariate menggunakan Wilcoxon test. Hasil: Adanya peningkatan signifikan tingkat pengetahuan siswa setelah intervensi story telling menggunakan funny hand puppet. Nilai median pengetahuan meningkat dari 9.73 menjadi 11.40 dengan p value = 0.000 (p < 0.05). Simpulan: Ada pengaruh yang signifikan sebelum dan sesudah pemberian intervensi tentang mitigasi bencana banjir terhadap tingkat pengetahuan siswa.   Kata Kunci: Edukasi; Hand Puppet; Mitigasi; Pengetahuan; Story Telling Funny.
Evaluasi efektivitas skrining non-invasif untuk deteksi dini gangguan kaki pada diabetisi Atun, Sri; Sofiani, Yani; Yuniarti, Niknik; Jumaiyah, Wati; Rayasari, Fitrian
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 8 (2025): Volume 19 Nomor 8
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i8.1610

Abstract

Background: Diabetic neuropathy is a complication that develops slowly and often goes undiagnosed. Guttormsen explained that neuropathy usually appears after years of diabetes and is often the initial cause of wounds and amputations. Therefore, early detection is crucial to prevent further complications. One recommended approach is non-invasive screening, which allows for early identification before severe symptoms appear. Purpose: To evaluate the effectiveness of non-invasive screening for early detection of foot disorders in people with diabetes. Method: The implementation of evidence-based nursing practice (EBNP) at Al Ihsan Regional Hospital, West Java Province, from June to July 2025, involved a non-invasive screening intervention for each patient for early detection of foot disorders in diabetic patients. This study was preceded by a systematic review and meta-analysis that compiled data from various previous studies. Results: Participants with the ROC curve test showed screening results on BDRFS with a sensitivity value of 1.000; on monofilament screening the sensitivity value was 0.545; vibration screening test sensitivity value was 0.818; temperature screening test sensitivity value was 0.864. In the QST screening test of touch sensation, it showed that the temperature screening test sensitivity value was 0.909. The QST screening test of vibration sensation showed that the temperature screening test sensitivity value was 0.909. The QST screening test of temperature sensation showed that the temperature screening test sensitivity value was 0.773. Conclusion: The implementation of EBNP “Evaluation of the Effectiveness of Non-Invasive Screening for Early Detection of Foot Disorders in Diabetics” has been proven to significantly increase early detection of diabetic neuropathy through a method that is safe, inexpensive, and can be performed by nurses.   Keywords: Diabetes; Early Detection of Foot Disorders; Non-Invasive Screening.   Pendahuluan: Neuropati diabetik merupakan komplikasi yang berkembang secara perlahan dan sering kali tidak terdiagnosis secara dini. Guttormsen menjelaskan bahwa neuropati biasanya muncul setelah bertahun-tahun menderita DM dan sering kali menjadi penyebab awal terjadinya luka hingga amputasi. Untuk itu, deteksi dini sangat penting guna mencegah komplikasi lebih lanjut. Salah satu pendekatan yang direkomendasikan adalah skrining non-invasif, yang memungkinkan identifikasi dini sebelum muncul gejala berat. Tujuan: Untuk mengevaluasi efektivitas skrining non-​​invasif untuk deteksi dini gangguan kaki pada diabetisi. Metode: Penerapan praktik keperawatan berbasis bukti (Evidence Based Nursing Practice/EBNP) yang dilaksanakan di RSUD Al Ihsan Provinsi Jawa Barat pada bulan Juni-Juli 2025. Setiap pasien dilakukan intervensi berupa pemeriksaan skrining non-invasif untuk deteksi dini gangguan kaki pada pasien diabetes. Hasil: Partisipan dengan uji ROC curve menunjukkan hasil skrining pada BDRFS dengan nilai sensitivity 1.000; pada skrining monofilamin nilai sensitivit 0.545; skrining vibrasi test nilai sensitivity 0.818; skrining temperatur test nilai sensitivit 0.864. Pada uji skrining QST sensasi sentuhan menunjukkan bahwa skrining temperatur test nilai sensitivit 0.909. Uji skrining QST sensasi getaran menunjukkan bahwa skrining temperatur test nilai sensitivit 0.909. Uji skrining QST sensasi suhu menunjukkan bahwa skrining temperatur test nilai sensitivit 0.773. Simpulan: Penerapan EBNP “evaluasi efektivitas skrining non-invasif untuk deteksi dini gangguan kaki pada diabetisi” terbukti dapat meningkatkan deteksi dini neuropati diabetik secara signifikan melalui metode yang aman, murah, dan dapat dilakukan oleh perawat.   Kata Kunci: Diabetisi; Deteksi Dini Gangguan Kaki; Skrining Non-​​Invasif.
Strategi MP-ASI lokal menggunakan metroxylon sp (sagu) dan moringa oleifera (daun kelor) dengan edukasi gizi ibu untuk penanganan stunting Fatmawati, Fatmawati; Sari, Dian Vita; Alya, Nurul; Wulandari, Nisbandiyah
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 8 (2025): Volume 19 Nomor 8
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i8.1622

Abstract

Background: Stunting is a public health problem that remains a serious challenge in Indonesia, including in North Aceh, with a prevalence of 30.2% in 2024, far above the WHO standard (<20%). One of the main causes is inappropriate complementary feeding practices, both in terms of quality and quantity, and low maternal nutritional knowledge. Purpose: To analyze the local complementary feeding strategy using metroxylon sp (sago) and moringa oleifera (moringa leaves) with maternal nutrition education for stunting management. Method: A quasi-experimental approach was used, with a sample size of 128 stunted toddlers and their mothers as participants. The intervention was carried out through nutritional counseling and the provision of locally sourced complementary foods for four weeks. Data were collected through child anthropometric measurements, a maternal knowledge questionnaire, and statistical analysis using the Wilcoxon Signed Ranks Test. Results: Fifty-five participants (43.0%) had good nutritional status at pretest, but after the intervention, this increased to 108 participants (84.4%), with a p-value of 0.000. This indicates a significant improvement in nutritional status after the intervention. Furthermore, 92 participants (71.9%) had poor maternal knowledge before the intervention, but this improved after the intervention, with the majority falling into the fair (39.8%) and good (35.2%) categories. The p-value of 0.000 indicates an effect of the intervention on improving maternal knowledge. Conclusion: The combination of nutrition education and the use of local foods such as sago and moringa leaves effectively improves children's nutritional status while empowering the community through a local wisdom approach. Suggestion: This study can expand and strengthen nutrition education programs that involve mothers on an ongoing basis using various methods, such as videos, modules, and direct counseling to increase knowledge about providing nutritious complementary foods.   Keywords: Nutrition Education; Mothers; Metroxylon Sp (Sago); Moringa Oleifera (Moringa Leaves); Local MP-ASI; Stunting.   Pendahuluan: Stunting merupakan masalah kesehatan masyarakat yang masih menjadi tantangan serius di Indonesia, termasuk di Aceh Utara yang menepati prevalensi hingga 30.2% pada tahun 2024, jauh di atas standar WHO (<20%). Salah satu penyebab utamanya adalah praktik pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) yang kurang sesuai, baik dari segi kualitas maupun kuantitas, serta rendahnya pengetahuan ibu mengenai gizi. Tujuan: Untuk menganalisis strategi MP-ASI lokal menggunakan metroxylon sp (sagu) dan moringa oleifera (daun kelor)  dengan edukasi gizi ibu untuk penanganan stunting. Metode: Pendekatan kuasi-eksperimen dengan jumlah sampel sebanyak 128 balita stunting dan ibu sebagai partisipan. Intervensi dilakukan melalui penyuluhan gizi dan pemberian MP-ASI berbahan lokal selama empat minggu. Data dikumpulkan melalui pengukuran antropometri anak, kuesioner pengetahuan ibu, serta analisis statistik dengan uji Wilcoxon Signed Ranks Test. Hasil: Status gizi anak ketika pretest dalam kategori baik sebanyak 55 partisipan (43.0%), namun setelah intervensi meningkat menjadi 108 partisipan (84.4%) dengan perolehan p-value sebesar 0.000. Hal ini menunjukkan adanya perbaikan status gizi yang signifikan setelah intervensi. Selain itu, pengetahuan ibu sebelum intervensi sebagian besar berada pada kategori buruk sebanyak 92 partisipan (71.9%), namun setelah intervensi mengalami peningkatan, dengan mayoritas berada pada kategori cukup (39.8%) dan baik (35.2%). Nilai p yang diperoleh sebesar 0.000, menunjukkan adanya pengaruh intervensi terhadap peningkatan pengetahuan ibu. Simpulan: Kombinasi edukasi gizi dan pemanfaatan pangan lokal sagu dan daun kelor efektif meningkatkan status gizi anak sekaligus memberdayakan komunitas melalui pendekatan kearifan lokal. Saran: Penelitian ini dapat memperluas dan memperkuat program edukasi gizi yang melibatkan ibu secara berkelanjutan menggunakan berbagai metode, seperti video, modul, dan penyuluhan langsung untuk meningkatkan pengetahuan tentang pemberian MP-ASI yang bergizi.   Kata Kunci: Edukasi Gizi; Ibu; Metroxylon Sp (Sagu); Moringa Oleifera (Daun Kelor); MP-ASI Lokal;  Stunting.
Penerapan evidence-based nursing practice (EBNP) mengenai intervensi virtual reality (VR) dalam mengurangi kecemasan pada pasien yang menjalani coronary angiography Hendi, Oman; Jumaiyah, Wati; Latipah, Siti; Sofiani, Yani
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 8 (2025): Volume 19 Nomor 8
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i8.1628

Abstract

Background: Coronary angiography is used as an appropriate method for diagnosing coronary artery disease (CAD), which is the radiographic visualization of coronary arteries after the injection of radiopaque contrast media. However, patients undergoing coronary angiography experience anxiety. With advancements in technology, various innovations have emerged offering non-invasive alternatives for managing anxiety in patients undergoing coronary angiography. One innovative approach currently under development is the use of Virtual Reality (VR). Purpose: To determine the effect of VR in reducing anxiety in patients undergoing coronary angiography.  Method: This EBNP application is experimental, using a pre-post test design with a sample size of 30 patients. VR intervention was administered to patients undergoing coronary angiography for 30 minutes. Anxiety levels were measured using the State-Trait Anxiety Inventory (STAI) questionnaire. Results: The VR intervention showed a reduction in anxiety, with a p-value of 0.000, which is less than the alpha level of 0.05, indicating a significant difference in anxiety levels before and after the VR intervention in patients undergoing coronary angiography.  Conclusion: The VR intervention has a positive effect in reducing anxiety in patients before coronary angiography.   Keywords: Anxiety; Coronary Angiography; Coronary Artery Disease; Virtual Reality.   Pendahuluan: Coronary angiography digunakan sebagai metode yang tepat untuk mendiagnosis penyakit jantung koroner yang merupakan  visualisasi radiografi pembuluh darah koroner setelah penyuntikan media kontras radiopak. Akan tetapi, pasien yang menjalani coronary angiography mengalami kecemasan.  Seiring dengan perkembangan teknologi terdapat berbagai inovasi yang menawarkan alternatif noninvasif dalam pengelolaan kecemasan pada pasien yang menjalani coronary angiography. Salah satu pendekatan inovatif yang sedang berkembang adalah penggunaan virtual reality (VR). Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh penerapan evidence-based nursing practice (EBNP) mengenai intervensi virtual reality (VR) dalam mengurangi kecemasan pada pasien yang menjalani coronary angiography. Metode: Penerapan EBNP ini bersifat eksperimen menggunakan desain pre-post test design dengan jumlah sampel sebanyak 30 partisipan. Intervensi VR pada pasien yang menjalani coronary angiography selama waktu 30 menit. Melakukan pengukuran kecemasan 15 dengan kuesioner state trait anxiety inventory (STAI). Hasil: Intervensi VR menunjukkan menurvensi VR paru) mencapai 6,penurunan kecemasan diperoleh (p Value) 0.000 ≤ 0.05 yang berarti terdapat perbedaan signifikan kecemasan sebelum dan setelah dilakukan intervensi VR pada partisipan yang menjalani coronary angiography. Simpulan: Intervensi VR memberikan pengaruh positif dalam mengurangi kecemasan pasien sebelum tindakan coronary angiography.   Kata Kunci: Coronary Angiography; Coronary Artery Disease; Kecemasan; Virtual Reality.
Efektivitas pemberian pisang ambon terhadap penurunan tekanan darah pada ibu hamil trimester I yang beresiko pre eklamsi Nanda, Febrika; Srianingsih, Srianingsih; Yunita, Rizky Dwiyanti
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 8 (2025): Volume 19 Nomor 8
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i8.1663

Abstract

Background: Pregnancy is a special condition for women as prospective mothers because, during this period, physical changes occur that affect their lives. However, not all pregnancies progress smoothly. One of the common complications is preeclampsia, which contributes to high rates of mortality and morbidity, making it a significant public health issue.Purpose: To determine the effectiveness of Ambon banana administration in reducing blood pressure among first-trimester pregnant women at risk of preeclampsia. Method: This study used a quasi-experimental design with a case-control approach, without randomization of participants. The population consisted of pregnant women at risk of preeclampsia, selected using a purposive sampling technique, with a total of 72 partisipants divided into 36 control and 36 intervention groups. Data were analyzed bivariately using the Wilcoxon test. Results: In the intervention group, the percentage of participants with non-risk blood pressure increased from 61.1% (pre-test) to 94.4% (post-test). In the control group, non-risk blood pressure also increased from 50.0% to 94.4%. Conclusion: There is an effectiveness of Ambon banana consumption in reducing blood pressure among first-trimester pregnant women at risk of preeclampsia, with a p-value of 0.000 (p < 0.05).   Keywords: Ambon Banana; Pregnant Women; Pre-Eclampsia; Reducing Blood Pressure.   Pendahuluan: Kehamilan adalah suatu keadaan yang istimewa bagi seorang wanita sebagai calon ibu karena pada masa kehamilan akan terjadi perubahan fisik yang memengaruhi kehidupannya. Namun, tidak semua kehamilan dapat berjalan dengan lancar. Salah satu komplikasi yang sering terjadi adalah pre eklamsi pada kehamilan. Penyakit ini menyebabkan angka mortalitas dan morbiditas yang tinggi, sehingga menjadi salah satu masalah kesehatan pada masyarakat. Tujuan: Untuk mengetahui efektifitas pemberian pisang ambon terhadap penurunan tekanan darah pada ibu hamil trimester I yang beresiko pre eklamsi. Metode: Penelitian dengan rancangan kuasi eksperimen dengan desain case control, tanpa pengacakan partisipan. Populasi penelitian adalah ibu hamil berisiko preeklampsia yang dipilih melalui teknik purposive sampling dengan total 72 partisipan yang terbagi menjadi 36 kelompok kontrol dan 36 kelompok intervensi. Analisis data dilakukan secara bivariat menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: Pada kelompok intervensi, tekanan darah tidak berisiko meningkat dari 61.1% saat pre-test menjadi 94.4% saat post-test. Pada kelompok kontrol, tekanan darah tidak berisiko juga meningkat dari 50.0% menjadi 94.4%. Simpulan: Terdapat efektifitas pisang ambon terhadap penurunan tekanan darah pada ibu hamil trimester I yang berisiko preeklamsi dengan hasil p-value 0.000 (<0.05).   Kata Kunci: Ibu Hamil; Penurunan Tekanan Darah; Pisang Ambon; Pre Eklamsi.