cover
Contact Name
Ipung Dwiansyah
Contact Email
ipungdwiansyah@unmuhjember.ac.id
Phone
+6285236816925
Journal Mail Official
agritrop@unmuhjember.ac.id
Editorial Address
Jl. Karimata No. 49 Sumbersari Jember
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian (Journal of Agricultural Science)
ISSN : 16932897     EISSN : 25020455     DOI : https://doi.org/10.32528/agritrop
Core Subject : Agriculture,
Focus Jurnal Agritrop the official journal of the Indonesian Society for Agronomy, publishes primary research paper, review article, policy analysis and research notes and preliminary results in all areas of agronomy. Manuscripts could be written either in English or in Indonesia. Scope Jurnal Agritrop covers agronomy in broad sense including plant production, genetic and plant breeding, plant physiology, plant ecology, plant biotechnology, seed science and technology, horticulture, and soil science.
Articles 18 Documents
Karakter Morfologi dan Fisiologi Daun Ubi Alabio (Diosocorea alata L.) pada Perbedaan Aplikasi Pupuk Hijau di Lahan Rawa Lebak Apriani, Rila Rahma; Ellya, Hikma; Mulyawan, Ronny; Nurkhalishah, Atika; Nurlaila, Nurlaila; Sari, Nukhak Nufita
Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian (Journal of Agricultural Science) Vol. 22 No. 1 (2024): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agritrop.v22i1.1810

Abstract

Ubi Alabio (Dioscorea alata L.) memiliki potensi sebagai pangan fungsional di Kalimantan Selatan namun belum optimal dari segi budidaya. Aplikasi pupuk hijau dari gulma air menjadi altenatif pemupukan ramah lingkungan. Pendekatan karakter morfologi dan fisiologi kaitannya dengan fotosintesis dapat dilakukan untuk melihat efektivitas pemupukan. Penelitian ini bertujuan mempelajari karakter morfologi dan fisiologi daun ubi alabio perbedaan aplikasi pupuk hijau di lahan rawa lebak. Pemberian berbagai jenis pupuk hijau tidak berpengaruh terhadap karakter morfologi daun ubi alabio yang meliputi panjang, lebar dan luas daun. Karakter fisiologi daun yaitu berat kering daun dan kandungan klorofil b serta klorofil total juga tidak menunjukkan perbedaan pada aplikasi berbagai jenis pupuk hijau, akan tetapi  tren data menunjukkan pupuk hijau kayu apu memebrikan karakter cukup baik dibanding pupuk lain. Aplikasi pupuk kayu apu 35 ton ha-1 menghasilkan kandungan klorofil a paling tinggi pada daun ubi alabio yaitu berkisar antara 4,556-6,900
Pengaruh Perbedaan Jenis Bangunan Pertanian dan Volume Penyiraman terhadap Pertumbuhan, Hasil, dan Kualitas Tomat Ceri (Solanum lycopersicum var. cerasiforme) Ghifari, Muhamad Aditia; Kusumiyati, Kusumiyati; Hamdani, Jajang Sauman
Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian (Journal of Agricultural Science) Vol. 22 No. 1 (2024): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agritrop.v22i1.1852

Abstract

Kondisi iklim dan ketersediaan air menjadi kendala budi daya tomat ceri di Indonesia. Rekayasa mikroklimat menggunakan bangunan pertanian serta pengaturan volume penyiraman dapat meningkatkan hasil dan kualitas tomat ceri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh perbedaan jenis bangunan pertanian dan volume penyiraman terhadap pertumbuhan, hasil, dan kualitas tomat ceri. Penelitian dilaksanakan pada November 2022 hingga Juni 2023 di Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran. Penelitian ini menggunakan rancangan petak terbagi dengan dua faktor. Jenis bangunan pertanian sebagai petak utama dengan tiga taraf, yaitu greenhouse, rain shelter, dan screenhouse. Volume penyiraman sebagai anak petak dengan tiga taraf, yaitu 100%, 75%, dan 50% evapotranspirasi tanaman (ETc). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi antara jenis bangunan pertanian dan volume penyiraman terhadap pertumbuhan, hasil, dan kualitas tomat ceri. Jenis bangunan pertanian berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, kadar klorofil indeks daun, bobot buah per butir, persentase buah layak pasar, persentase buah Kelas A dan Kelas B. Volume penyiraman berpengaruh nyata terhadap bobot buah per butir serta persentase buah Kelas A dan Kelas B. Greenhouse memberikan pengaruh terbaik terhadap jumlah daun, kadar klorofil indeks daun, dan persentase buah layak pasar. Adapun, volume penyiraman 100% ETc memberikan pengaruh terbaik terhadap bobot buah per butir serta persentase buah Kelas A dan Kelas B
Aplikasi Pupuk Organik Cair terhadap Pertumbuhan dan Hasil Beberapa Varietas Tanaman Selada Hijau (Lactuca sativa L.) Aisyah, Agis Fitrianing; Fatmawaty, Andi Apriany; Muztahidin, Nur Iman; Sodiq, Abdul Hasyim
Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian (Journal of Agricultural Science) Vol. 22 No. 1 (2024): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agritrop.v22i1.1856

Abstract

Tanaman Selada (Lactuca sativa L.) merupakan komoditi hortikultura yang memiliki prospek dan nilai komersial yang tinggi. Bertambahnya jumlah penduduk Indonesia serta meningkatnya kesadaran akan kebutuhan gizi, menyebabkan permintaan selada meningkat. Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan tanaman selada yaitu dengan cara melakukan pemupukan dan penggunaan varietas yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi pupuk organik cair dan jenis varietas yang memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman selada. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dilaksanakan pada bulan Januari  sampai Maret 2024 yang bertempat di Lahan Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Rancangan yang digunakan pada penelitian ini yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama varietas tanaman selada (V) yang terdiri dari 3 taraf percobaan, yaitu V1 =Varietas new grand rapids, V2 =varietas kriebo, dan v3 =varietas Green coral. Faktor kedua yaitu konsentrasi pupuk organik cair (K) terdiri dari 5 taraf, yaitu K0 = Kontrol, K1 =3 ml/l, K2 =6 ml/l, K3 =9 ml/l, dan K3 =12 ml/l. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan konsentrasi K2 memberikan pengaruh terbaik terhadap parameter tinggi tanaman (22,17 cm), jumlah daun (23,33 helai), bobot basah (95,89 g), panjang akar (11,33 cm), dan bobot kering (3,82 g). Perlakuan varietas green coral memberikan pengaruh terbaik terhadap bobot basah (78,00 g), panjang akar (10,63 cm), dan bobot kering (3,68 g). Terdapat interaksi antara perlakuan konsentrasi pupuk organik cair dan perlakuan varietas tanaman terhadap panjang akar dan bobot kering tanaman pada kombinasi perlakuan konsentrasi pupuk organik cair 6 ml/L dan varietas green coral
Peran Nutrisi Terhadap Serangan Hama dan Penyakit Tanaman Jagung Pada Berbagai Kondisi Tanah Ridho, Alvin; Suroso, Bejo; Wijaya, Insan; Wahyudi, M Iwan; Jalil, Abdul
Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian (Journal of Agricultural Science) Vol. 22 No. 1 (2024): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agritrop.v22i1.1875

Abstract

Tanaman jagung merupakan tanman yang tergolong kedalam jenis serealia. Tanaman jagung merupakan komoditi yang sangat dimintai, kebutuhannya selalu meningkat setiap tahun, tepai produksinya masih mengalami naik turun. Teknologi yang dapat digunakan yaitu dengan memanfaatkan nutrisi Si untuk meningkatkan ketahanan tanaman terhadap hama dan penyakit sehingga produktivitas tanaman akan maksimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui  peran nutrisi Si pada kondisi tanah yang berbeda terhadap serangan hama dan penyakit pada tanaman jagung. Analisis yang dipakai adalah Analysis of Variance dengan uji lanjut DMRT apabila terdapat beda nyata antar perlakuan terhadap variabel pengamatan.fakor yang digunakan yaitu varietas dan model tata letak tanam. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa dengan nutrisi yang tercukupi dengan baik kaan mampu memaksimalkan ketahanan tanaman terhadap hama dan penyakit yang menyerang dan tanaman mampu membuat antioksidan yang dapat mengurangi tingkat serangan hama dan penyakit.
Produksi dan Mutu Benih Cosmos sulphureus dengan Aplikasi Pupuk Boron dan Pemupukan NPK Mauladana, Mohammad Faiz; Azizah, Maria
Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian (Journal of Agricultural Science) Vol. 22 No. 1 (2024): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agritrop.v22i1.1891

Abstract

Permasalahan dalam perbanyakan benih spesies Cosmos sulphureus di Indonesia adalah belum adanya standar operasional prosedur pada produksi dan mutu benihnya. Pemupukan adalah faktor penting dalam budidaya tanaman dan dapat mempengaruhi produksi dan mutu benih yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan pengaruh terbaik dosis pupuk boron dan waktu pemupukan NPK untuk meningkatkan produksi dan mutu benih kenikir. Penelitian dilaksanakan pada bulan September- Desember 2023 di Desa Tegal Gede, Kec. Sumbersari, Jember, Jawa Timur. Penelitian didesain menggunakan Rancangan Acak Kelompok faktorial. Faktor pertama yaitu dosis pupuk boron yang terdiri dari 0 kg/ha, 1 kg/ha, dan 2 kg/ha. Faktor kedua yaitu perbedaan waktu pemupukan NPK yang terdiri dari 3, 4, 5, 6 MST dan 3, 5 MST yang diulang sebanyak 4 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan dosis pupuk boron 2 kg/ha menunjukkan hasil yang nyata lebih baik pada parameter jumlah cabang (19,38 cabang), jumlah bunga per tanaman (50,92 kuntum), jumlah benih per tanaman (22,00 gram), bobot benih per tanaman (3,23 gram), potensi produksi per hektar (161,06 kg/ha) dan daya berkecambah (81,5%) dibandingkan dengan tanpa aplikasi boron. Aplikasi boron dengan dosis 2 kg/ha tidak menunjukkan hasil yang berbeda nyata dibandingkan dengan dosis 1 kg/ha pada semua parameter yang diamati
Penggunaan ZPT Organik Untuk Meningkatkan Produktivitas Tanaman Jagung di Lahan Kering Lestari, Bibit Lilik; Hariyanto, Dwika Nano
Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian (Journal of Agricultural Science) Vol. 22 No. 1 (2024): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agritrop.v22i1.2108

Abstract

Zat Pengatur Tumbuh merupakan senyawa kimia alami atau sintetis yang dihasilkan oleh tanaman untuk mengatur pertumbuhan dan perkembangannya, ZPT sendiri memiliki jenis yang beragam, terutama yang dibuat oleh petani sendiri, Hal ini menjadikan daya tarik ke petani untuk dipelajari lebih mendalam tentang berbagai macam ZPT dalam meningkatkan hasil yang maksimal. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui dampak dan interaksi jenis ZPT dan varietas terhadap pertumbuhan dan produksi Jagung. Penelitian dilaksanakan di desa Kamal, Arjasa, Jember. Penelitian ini menggunakan Rancangan acak kelompok Faktorial dengan dua faktor. Faktor kesatu adalah varietas terdiri dari Advanta 1,  Advanta 2 dan faktor kedua adalah ZPT Organik yang terdiri dari Kontrol, Asam Amino, PGPR, EFF, EFO, KNO3. Hasil penelitian menunjukkan Kombinasi ZPT (PGPR) dan Advanta 1 merupakan perlakuan terbaik terhadap pertumbuhan dan produksi jagung di lahan kering
Respon Pertumbuhan Beberapa Varietas Selada (Lactuca Sativa L.) Terhadap Perbedaan Konsentrasi Nutrisi Dengan Penyinaran Grow Light Pada Sistem Aeroponik Vertikultur Ginting, Gifta Nova; Fitri Yulianti; Ady Daryanto
Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian (Journal of Agricultural Science) Vol. 22 No. 2 (2024): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agritrop.v22i2.2234

Abstract

Penelitian dilakukan untuk mengetahui respon pertumbuhan dan hasil beberapa varietas selada dengan sistem aeroponik otomatis dengan pemberian beberapa konsentrasi nutrisi. Penelitian ini dilaksanakan di Green House Smartfarming milik UG Technopark, Kabupaten Cianjur pada bulan Mei sampai Juli 2023. Objek yang diteliti yaitu tentang respon pertumbuhan beberapa varietas tanaman dan pemberian konsentrasi nutrisi yang berbeda. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Tersarang (Nested). Faktor pertama yaitu perbedaan konsentrasi nutrirsi 1000 ppm dan 1500 ppm. Faktor kedua yaitu varietas tanaman selada yang terdiri dari 3 varietas yaitu Romaine, Arista, dan Grandrapids. Hasil dari penelitian ini yaitu perbedaan konsentrasi nutrisi berpengaruh nyata pada parameter bobot basah total tanaman dengan konsentrasi 1000 ppm. Perbedaan varietas salada berpengaruh nyata pada parameter warna daun, bobot basah akar, dan bobot basah total tanaman
Respon Pertumbuhan dan Ketahanan Jagung Pada Cekaman Unsur Hara di Lahan Organik Silvani, Rafli; Sudrajat, Denny; Priyadi, Priyadi; Dulbari, Dulbari
Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian (Journal of Agricultural Science) Vol. 22 No. 2 (2024): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agritrop.v22i2.2354

Abstract

Lahan organik memiliki ketersediaan nutrisi yang berbeda dengan lahan konvensional, karena praktik pemupukan yang kurang, sehingga cekaman unsur hara terjadi ketika tanaman tidak mendapatkan cukup nutrisi yang diperlukan. Faktor-faktor seperti keberadaan bahan organik, dekomposisi, topografi, dan struktur tanah mempengaruhi ketersediaan unsur hara bagi tanaman. Tanaman jagung merupakan salah satu tanaman yang sensitif terhadap kekurangan unsur hara. Oleh karena itu perlu dilakukan penilaian untuk mengetahui pengaruh cekaman unsur hara di lahan organik terhadap pertumbuhan tanaman jagung dan varietas jagung yang mampu bertahan terhadap cekaman tersebut. Penelitian dilakukan di lahan organik Polinela Organic Farm pada bulan September hingga Desember 2023. Varietas jagung yang  digunakan dalam penelitian ini, yaitu varietas F1 jagung putih Arumba dan varietas F1 jagung manis Exotic Pertiwi. Parameter pengamatannya antara lain tinggi tanaman, jumlah daun, leaf area index, waktu bunga jantan keluar, bobot batang basah, dan bobot batang kering. Analisis data hasil penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dan Uji T-Test. Hasil menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan antara kedua varietas pada parameter jumlah daun, leaf area index, bobot batang basah, dan bobot batang kering, kecuali pada tinggi tanaman dan munculnya bunga jantan memiliki perbedaan yang signifikan. Rata-rata tinggi tanaman varietas F1 jagung putih Arumba sebesar 148,75 cm, sedangkan varietas F1 jagung manis Exsotic Pertiwi sebesar 111,3 cm. Sedangkan  rata-rata waktu  muncul bunga jantan varietas F1 jagung putih Arumba lebih cepat yaitu 45,5 hari. Sedangkan rata-rata varietas F1 jagung manis exsotic pertiwi 51,3 hari.
Penilaian Potensi Pemanfaatan Lahan sebagai Lanskap Produktif berdasarkan Analisis Kesesuaian Lahan Danniswari, Dibyanti; Besila, Qurrotu Aini; Fitri, Rini; Fauzi, Reza
Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian (Journal of Agricultural Science) Vol. 22 No. 2 (2024): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agritrop.v22i2.2358

Abstract

Lanskap produktif merupakan suatu lahan yang ditanami dengan tanaman edible (dapat dikonsumsi). Penelitian ini mengkaji lahan yang kurang dimanfaatkan di dalam wilayah Kampus Nagrak Universitas Trisakti, Desa Nagrak, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi jenis tanaman yang cocok untuk ditanam di lokasi penelitian melalui analisis kesesuaian lahan. Penelitian ini dilakukan dengan metode survei dan data yang dipertimbangkan adalah data topografi, iklim, dan tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lahan di lokasi penelitian memiliki curah hujan tinggi, kandungan liat tinggi, retensi hara kurang baik, dan ketersediaan hara rendah. Dilihat dari kesesuaian potensial dan jumlah faktor pembatasnya, tanaman yang berpotensi tinggi untuk ditanam di lahan lanskap produktif tersebut antara lain adalah padi, lengkuas, kacang panjang, cabai rawit, mentimun, pisang, jambu biji, dan nangka. Faktor yang sering menjadi pembatas adalah tingginya curah hujan, tekstur tanah yang liat, rendahnya pH dan kejenuhan basa, serta rendahnya unsur hara. Upaya perbaikan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas lahan adalah pengapuran dan pemupukan.
Pemanfaatan Limbah Air Cucian Beras Sebagai Pupuk Tambahan Pada Bawang Merah Pramukyana, Lutfi; Hariyanto, Dwika Nano; Wulandari, Kanthi Hastuti
Agritrop : Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian (Journal of Agricultural Science) Vol. 22 No. 2 (2024): Agritrop: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/agritrop.v22i2.2489

Abstract

Budidaya tanaman bawang merah memerlukan pasokan pupuk yang cukup banyak, namun pupuk subsidi yang langka menjadi kendala bagi petani di Indonesia yang rata-rata tergolong di ekonomi tingkat bawah. Petani banyak yang belum mengetahui potensi limbah disekitar rumah tangga yang bisa dijadikan sebagai tambahan pupuk untuk pertumbuhan dan produksi tanaman yaitu air cucian beras. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui dampak positif dari limbah air cucian beras terhadap pertumbuhan bawang merah. Penelitian ini akan dilaksanakan pada bulan Juli sampai dengan bulan September 2024. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari 5 perlakuan yaitu A0: kontrol (tanpa penambahan air cucian beras) ; A1: air cucian beras 100 ml; A2: penambahan air cucian beras 100 ml + Gula; A3: Penambahan air cucian beras beras 100 ml + EM4 yang difermentasi 15 hari; A4: Penambahan air cucian beras 100 ml + gula yang difremetasi 15 hari dan masing-masing perlakuan diulang sebanyak 4 kali sehingga terdapat 20 satuan percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan A3 (Penambahan air cucian beras beras 100 ml + EM4 yang difermentasi 15 hari) memberikan hasil terbaik pada variabel pengamatan panjang tanaman, jumlah daun dan kandungan klorofil bawang merah

Page 1 of 2 | Total Record : 18