JABI: Jurnal Abdimas Bhakti Indonesia
JABI: Jurnal Abdimas Bhakti Indonesia, dengan ISSN 2721-0286 (media cetak) dan ISSN 2721-0278 (media online) adalah jurnal multidisiplin ilmiah yang diterbitkan oleh STIKES BHAMADA SLAWI. JABI: Jurnal Abdimas Bhakti Indonesia merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengembangan ilmu-ilmu di bidang pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, kesehatan, pemasaran, keamanan pangan lokal, Teknologi Tepat Guna (TTG), desain, pemberdayaan masyarakat, akses sosial, daerah perbatasan, daerah kurang berkembang, dan pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pengelolaan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang pengabdian kepada masyarakat. JABI: Jurnal Abdimas Bhakti Indonesia menerbitkan jurnal dua kali dalam satu tahun yaitu pada bulan Juni dan Desember. Kontributor dalam jurnal ini merupakan staf pengajar STIKES BHAMADA SLAWI dan perguruan tinggi-perguruan tinggi lainnya.
Articles
118 Documents
PELAKSANAAN SENAM HAMIL SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KESEHATAN PADA IBU HAMIL
Sri Tanjung Rejeki;
Yuni Fitriani;
Natiqotul Fatkhiyah
JABI: Jurnal Abdimas Bhakti Indonesia Vol 3 No 2 (2022): Desember
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36308/jabi.v3i2.427
Senam hamil merupakan salah satu olahraga yang dianjurkan untuk ibu hamil. Senam hamil diawali dengan latihan pendahuluan, latihan inti dan latihan relaksasi. Senam hamil bertujuan untuk mempersiapkan dan melatih otot sehingga dapat dimanfaatkan secara optimal dalam persalinan normal. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan senam hamil pada ibu hamil. Pengabdian masyarakat dilakukan pada tanggal 31 Maret 2022 di Desa Dukuhwaru Kec.Dukuhwaru Kab. Tegal sebanyak 28 ibu hamil. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah demontrasi dengan media video senam hamil. Hasil dari pengabdian adalah ibu hamil mengetahui bagaimanan cara melakukan senam hamil yang aman dan benar, sehingga dapat melakukan senam hamil secara teratur dan mandiri di rumah.
PEMBERDAYAAN REMAJA DALAM UPAYA SADAR BEBAS THALASEMIA (SABET)
Fatchurrozak Himawan;
Suparjo Suparjo;
Gayuh Siska Laksanano
JABI: Jurnal Abdimas Bhakti Indonesia Vol 3 No 2 (2022): Desember
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36308/jabi.v3i2.434
ABSTRACT Until now, thalassemia can not be cured and some of them require blood transfusions for life. However, we can prevent the occurrence of Thalassemia Major by preventing the occurrence of marriages between fellow carriers of Thalassemia trait. One way to support these efforts is to increase public knowledge and awareness followed by early detection efforts. Problems with thalassemia minor and intermediate sufferers are carriers or carriers of genes that are not realized by the public that can trigger an increase in thalassemia, public ignorance about this non-communicable disease of thalassemia needs to be done with education to increase awareness of the importance of early detection of thalassemia. The method used is education and mentoring of adolescents as role models and change agents in the community to increase awareness through education, evaluation is carried out by using a questionnaire to see the knowledge and attitudes of adolescents towards thalassemia. Results A volunteer team was formed from the students and youth of the standby village, Debong Kulon sub-district as SABET (Thalassemia-Free Awareness) educators. Conclusion: the delivery of information and education by students and youth in the village of standby, debong kulon village, shows that more than 80 percent of the knowledge and community have knowledge and attitudes that support the prevention of thalassemia. ABSTRAK Sampai saat ini penyakit Talasemia belum bisa disembuhkan dan beberapa jenis diantaranya memerlukan transfusi darah seumur hidup. Namun demikian, kita dapat mencegah terjadinya Talasemia Mayor dengan cara mencegah terjadinya pernikahan antar sesama pembawa sifat Talasemia. Sebagai salah satu cara mendukung upaya tersebut adalah dengan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat yang diikuti dengan upaya deteksi dini. Permasalahan penderita thalassemia minor dan intermediate merupakan carier atau pembawa sifat gen yang tidak disadari oleh masyarakat dapat memicu peningkatan thalasemia, ketidaktahuan masyarakat tentang penyakit tidak menular thalassemia ini perlu dilakukan dengan edukasi untuk meningkatkan kesadaran pentingnya deteksi dini thalassemia. Metode yang digunakan adalah Edukasi dan pendampingan remaja sebagai role model dan change agent di masyarakat untuk meningkatkatkan kesadaran melalui edukasi, evalasi dilakukan dengan sebaan kuesioner untuk melihat pengetahuan dan sikap remaja terhadap thalsemia. Hasil Terbentuk tim relawan dari mahasiswa dan remaja desa siaga kelurahan debong kulon sebagai educator SABET (Sadar Bebas Thalassemia). Kesimpulan: Penyampain informasi dan edukasi oleh mahasiswa dan remaja desa siaga kelurahan debong kulon menunnjukkan pengetahuan dan masyrakat lebih dari 80 persen memiliki pengetahuan dan sikap yang mendukung terhadap pencagahan thalsemia. Kata Kunci : Edukasi, Remaja, Thalasemia
PELAKSANAAN PRECEPTORSHIP BAGI TENAGA KESEHATAN DI RUMAH SAKIT BUMIAYU
Masturoh Masturoh;
Arifin Dwi Atmaja;
Natiqotul Fatkhiyah;
Firman Hidayat;
Ramadhan Putra Satria
JABI: Jurnal Abdimas Bhakti Indonesia Vol 3 No 2 (2022): Desember
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36308/jabi.v3i2.435
Peningkatan kompetensi suatu profesi harus terpenuhi, yaitu dengan cara mengaplikasikan teori yang telah didapatkan selama di pendidikan. Untuk mengaplikasi kan teori tersebut, maka harus melaksanakan praktik di lapangan. Untuk mencapai kompetensi yang diharapkan maka perlu adanya pembimbing klinik yang membimbing praktikan. Oleh karena itu pembmbing harus dibekali dengan metode pembelajaran bimbingan klinik, dalam hal ini adalah perseptorship. Preseptorship merupakan suatu model pembelajaran secara aktif dalam kurun waktu tertentu antara peserta didik dan petugas kesehatan yang berpengalaman. Pelaksanaan peengabdian masyarakat ini adalah sebagai bentuk tri darma pperguruan tinggi yang dilaksanakan selama 2 hari di RSUD Bumiayu. Dalam kegiatan ini peserta mendapatkan materi tentang standard quality and safety education, teaching learning perseptorship model, komunikasi dalam bimbingan klinik dan perilaku asertif, menyusun perencanaan pembelajaran perseptorship, supervise klinik dan dokumentasi, assessment dan evaluasi, role model dalam pendidikan klinik sesuai dengan kurikulum perseptorship bagi tenaga kesehatan. Hasil yang dicapai peserta setelah mengikuti kegiatan ini yaitu adanya peningkatan pengetahuan CI tentang perseptorship ditunjukan dengan peningkatan nilai rata-rata peserta dari 8,75 menjadi 13,18. Hal tersebut menunjukan bahwa adanya peningkatan pengetahuan yang cukup signifikan pada peserta.
DETEKSI DINI DAN PENDIDIKAN KESEHATAN PENCEGAHAN GOUT ARTHRITIS PADA KELOMPOK PRALANSIA
Ani Nuraeni;
Zahri Darni
JABI: Jurnal Abdimas Bhakti Indonesia Vol 3 No 2 (2022): Desember
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36308/jabi.v3i2.437
Gout merupakan peradangan pada sendi akibat adanya endapan kristal asam urat pada sendi. Peningkatan kadar asam urat dalam tubuh dapat disebabkan oleh berbagai faktor diantaranya adalah mengonsumsi tinggi protein, alkohol dan obesitas. Salah satu cara untuk pencegahan penyakit tersebut adalah dengan melakukan deteksi dini kadar asam urat dan melakukan pendidikan kesehatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan pada kelompok pralansia di RT 10 RW 02 Kelurahan Pondok Labu. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah untuk meningkatkan pengetahuan kelompok pralansia tentang penyakit gout arthritis dan pencegahannya sehingga meningkatkan kesadaran kelompok pralansia untuk melakukan deteksi secara dini dan melaksanakan berbagai upaya pencegahan gout arthritis. Kegiatan ini dilakukan oleh dosen dan mahasiswa yang dilaksanakan pada hari Jumat tanggal 22 April 2022 bertempat di RT 10 RW 02 Kelurahan Pondok Labu terhadap 14 orang kelompok pralansia. Pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan metode penyuluhan kesehatan dengan media flipchart dan leaflet. Hasil dari kegiatan ini adalah teridentifikasinya 8 orang mempunyai kadar asam urat tinggi dan setelah diberikan pendidikan kesehatan terjadi peningkatan pengetahuan dengan katagori baik dari 42,9% menjadi 71,4%. Kesimpulan dari kegiatan pengabdian ini adalah terdeteksinya kelompok pralansia yang mengalami peningkatan kadar asam urat dan adanya peningkatan pengetahuan.
PELATIHAN PENANGANAN SUMBATAN JALAN NAPAS PADA ANAK BAGI IBU PKK DESA RANCAWIRU KECAMATAN PANGKAH KABUPATEN TEGAL
Deni Irawan;
Ikawati Setyaningrum;
Khodijah Khodijah;
Yessy Pramita Widodo;
Arif Rakhman
JABI: Jurnal Abdimas Bhakti Indonesia Vol 3 No 2 (2022): Desember
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36308/jabi.v3i2.441
Situasi kegawatdaruratan pada anak - anak yang sering terjadi berkaitan dengan tingginya aktifitas anak bermain. Kegawatdaruratan yang sering terjadi adalah aspirasi benda asing yang dapat mengancam nyawa bila tidak ditangani. Upaya pertolongan terhadap situasi kegawatdaruratan pada anak harus dipandang sebagai satu system yang terpadu, mulai dari pre hospital stage, hospital stage dan rehabilitation stage. Orang tua harus memiliki pengetahuan dan ketrampilan tentang pertolongan pertama pada anak yang mengalami sumbatan jalan nafas. Edukasi yang dapat dilaksanakan kepada orang tua adalah pelatihan penanganan aspirasi jalan napas pada anak dengan benar. Materi edukasi disampaikan melalui dua metode, yaitu ceramah dan demonstrasi kemudian dilanjutkan dengan praktik langsung mengenai penanganan aspirasi jalan napas. Dalam pelaksanaan edukasi ini menggunakan media manikin bayi yang digunakan untuk mempraktikan pertolongan pertama pada anak dengan sumbatan jalan nafas. Peserta edukasi yang terdiri dari ibu-ibu tampak sangat antusias mengikuti proses baik saat pelaksanaan ceramah maupun saat demonstrasi. Hasil dari kegiatan ini didapatkan ibu-ibu memiliki pengatahuan dan ketrampilan dalam pertolongan kegawatdaruratan sumbatan jalan napas antara lain mampu menilai kepatenan jalan nafas, mengetahui tanda-tanda sumbatan jalan napas, mampu melakukan penanganan sumbatan jalan napas.
PENGETAHUAN GIZI SEIMBANG ANAK USIA SEKOLAH DASAR DALAM MENINGKATKAN KONSENTRASI BELAJAR
Vera Fitriana;
Luluk Cahyanti;
Alvi Ratna Yuliana;
Yuni Hatin Holifah;
Zulfa Cahyaningrum;
Eka Rusmiyati
JABI: Jurnal Abdimas Bhakti Indonesia Vol 3 No 2 (2022): Desember
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36308/jabi.v3i2.443
Gizi yang baik menentukan pertumbuhan dan perkembangan anak usia sekolah. Asupan gizi seimbang penting untuk menjaga kesehatan tubuh, mempertahankan kekebalan tubuh dan meningkatkan kecerdasan. Status gizi yang baik dapat menjadikan kesehatan seseorang tersebut menjadi baik. Jika konsumsi gizi tidak sesuai dengan yang dibutuhkan akan menyebabkan masalah pada kesehatan baik konsumsi yang berlebih atau yang kurang. Anak usia sekolah yang kekurangan gizi mempunyai gejala yang ditimbulkan diantaranya mudah mengantuk, kurang bergairah sehingga mengganggu konsentrasi belajar. Oleh sebab itu dibutuhkan edukasi kepada siswa-siswi untuk mengetahui gizi seimbang. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa-siswi tentang gizi seimbang. Metode yang digunakan adalah dengan memberikan pendidikan kesehatan kepada siswa siswi kelas 4 di SD N Tanjungrejo Kudus. Siswa-siswi memahami tentang gizi seimbang ditandai dengan bisa menjawab pertanyaan tentang apa saja yang termasuk kedalam gizi seimbang, siswa-siswi juga bisa menyebutkan jenis makanan sehat yang termasuk kedalam gizi seimbang. Selama proses kegiatan peserta menyimak dan antusias dalam mengikuti kegiatan. Hasil pengabdian masyarakat ini terbukti efektif dalam dalam meningkatkan pemahaman tentang gizi seimbang pada anak Sekolah Dasar.
PENDIDIKAN KESEHATAN TEKHNIK MENYUSUI PADA IBU NIFAS DI DESA DUKUHWARU KABUPATEN TEGAL
Adrestia Rifki Naharani;
Ike Putri Setyatama;
Masturoh Masturoh;
Siswati Siswati
JABI: Jurnal Abdimas Bhakti Indonesia Vol 3 No 2 (2022): Desember
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36308/jabi.v3i2.444
Mencari posisi meyusui yang nyaman saat menyusui sangat penting karena posisi tidak nyaman ketika menyusui dapat menyebabkan ibu menjadi cemas dan mengurangi atau menghentikan aliran susu sehingga bayi tidak mendapatkan cukup susu dan menyedot dengan keras dan menyebabkan sakit pada putting ibu. Sehingga ibu nifas harus mengetahui tekhnik menyuusi yang benar pada saat menyusui. Dari 12 ibu nifas yang ada di desa dukuhwaru, 7 ibu hamil merupakan ibu yang baru pertama kali memiliki bayi dan mengalami proses menyusui. Sejumlah 9 ibu nifa mengalami putting susu lecet pada saat menyusui. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan ibu nifas tentang tekhnik menyusui yang benar pada saat proses menyusui. Pengabdian masyarakat dilakukan pada hari Rabu, tanggal 30 Maret 2022 di Desa Dukuhwari Kev. Dukuhwaru Kab. Tegal dengan 12 ibu nifas. Pelaksanaan kegiatan ini dengan metode pemberian tekhnik menyusui yang benar dengan leaflet dan melakukan praktik meyusui dengan tekhnik menyusui yang benar secara langsung. Hasil pengabdian ini adalah ibu nifas memberikan respon yang positif dan mau mempraktikkan tekhnik menyusui yang benar dan meu melakukannya pada saat menyusui.
PELATIHAN TENTANG TEKNOPRENEUR UNTUK MENUMBUHKAN SEMANGAT WIRAUSAHA KEPADA PESERTA KURSUS DI LKP LESTARI KOMPUTER SLAWI
Sonhaji Sonhaji;
Sri Lestari
JABI: Jurnal Abdimas Bhakti Indonesia Vol 3 No 2 (2022): Desember
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36308/jabi.v3i2.446
Di jaman moderen saat ini dengan perkembangan teknologi yang begitu pesat, persaingan usaha, peningkatan penjualan bagi setiap pelaku usaha dengan transaksi perdagangan, baik perdagangan konvensional maupun perdagangan melalui online atau e-commerce (perdagangan elektronik) sangat penting karena harus terus mengikui perkembangan zaman. Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) dengan peserta didik kurang lebih 30 di setiap angkatan dengan berbagai Program pelatihan, peserta kursus dengan berbagai latar pendidikan dan berusia produktif, sebagian besar telah melakukan transaksi penjualan melalui E-Commerce baik dalam rangka penjualan maupun pembelian. Metode pelaksanaan adalah dengan pelatihan tentang teknopreneur khususnya penjualan online melalui e-commerce, dimulai dari memulai usaha, pengenaln google bisnis, pengenalan situs WEB, pemasaran konten dan cara mendirikan toko online shop Hasil kegiatan ini peserta kursus mendapatkan pemahaman tentang teknopreneur
PENGARUH EDUKASI TERHADAP TINGKAT PEMAHAMAN PEMANFAATAN ZAT WARNA ALAM BAGI KEPERLUAN INDUSTRI BAGI MAHASISWA FARMASI UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI
Osie Listina;
Agung Nur Cahyanta;
Sukma Marifat Ayundari
JABI: Jurnal Abdimas Bhakti Indonesia Vol 3 No 2 (2022): Desember
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36308/jabi.v3i2.447
Penambahan zat warna pada produk pangan bertujuan untuk memberikan tampilan warna khas yang menarik pada produk pangan tersebut. Zat warna alami adalah zat warna yang diperoleh dari alam. Telah dilaksanakan Program Pengabdian Kepada Masyarakat dengan judul “Mengenalkan Sumber dan Pemanfaatan Zat Warna Alam Bagi Keperluan Industri Kepada Mahasiswa Program Studi Farmasi S-1” yang bertempat di Program Studi Farmasi Universitas Bhamada Slawi. Tujuan kegiatan ini sebagai upaya membantu pemerintah khususnya dinas kesehatan dalam mengenalkan, mengetahui, dan mengurangi penggunaan bahan pewarna sintetik yang sering ditemukan pada makanan dan minuman. Metode pelaksanaaan diawali dengan pengisian pretes dan dilanjutkan dengan pemberian materi kemudian diakhiri dengan pengisian postes. Dari 32 kuesioner yang dianalisis, sebelum pemberian materi, 21 mahasiswa (66%) sudah mengetahui tentang jenis pewarna sintetik yang berbahaya. Setelah dilaksanakan pemberian materi, jumlah yang mengetahui menjadi meningkat sebanyak 32 mahasiswa (100%). Selanjutnya tentang sumber zat pewarna alami, sebelum dilaksanakan pemberian materi, 23 mahasiswa (72%) yang mengetahui, namun setelah dilaksanakan pemberian materi, meningkat menjadi 32 mahasiswa (100%). Selanjutnya terkait pemanfaatan zat warna alam untuk industri. Sebanyak 5 mahasiswa (16%) hanya mengetahui pemanfaatan zat warna alami. Namun setelah dilakukan pemberian materi, jumlah yang mengetahui menjadi sebanyak 30 mahasiswa (94%). Kuesioner mengenai sumber pewarna alami dan warna yang dihasilkan, ada 5 mahasiswa (16%) belum mengetahui. Setelah dilaksanakan pemberian materi, jumlah yang mengetahui meningkat menjadi 30 mahasiswa (94%). Berdasarkan analisis hasil pretes dan postes tersebut maka dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat dan berdampak pada meningkatnya pengetahuan.
PERSIAPAN PERSALINAN PADA MASA PANDEMI COVID 19 DI DESA DUKUHWARU
Tri Agustina Hadiningsih;
Ika Esti Anggraeni;
Rina Febri
JABI: Jurnal Abdimas Bhakti Indonesia Vol 4 No 2 (2023): Desember
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36308/jabi.v4i2.455
Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) merupakan indikator yang digunakan untuk menunjukan keadaan dari derajat kesehatan disuatu masyarakat, diantaranya pelayanan ibu dan bayi. Kasus kematian Ibu di Kabupaten Tegal pada tahun 2021 sebanyak 30 kasus, penyebab tertinggi diantaranya karena Covid-19 ada 12 orang, Pre Eklamsia Berat (PEB) 9 orang, Perdarahan 6 Orang dan Lain- lain 3 orang (Dinkes Kab. Tegal, 2021). Berdasarkan studi pendahuluan di Desa Dukuhwaru Kabupaten Tegal terdapat 40 ibu hamil dan ada 9 (22%) ibu hamil risiko tinggi. Salah satunya terkonfirmasi Covid 19. Tingginya AKI yang disebabkan karena Covid 19, maka perlu diperlukan Pendidikan Kesehatan tentang persiapan persalinan sejak masa kehamilan untuk mengurangi risiko terpapar Covid 19 pada kehamilan, persalinan dan nifas. Pelaksanaan kegiatan dengan metode pemberian pendidikan kesehatan dengan media leafleat. Hasil dari pengabdian adalah ibu hamil memberikan respon positif terkait informasi persiapan persalinan pada masa pandemic covid 19.