cover
Contact Name
Abdullah Syafei
Contact Email
syafei06@gmail.com
Phone
+622178894043
Journal Mail Official
jurnal.jikm2000@gmail.com
Editorial Address
Jl. Harapan No.50, RT.2/RW.7, Lenteng Agung, Kec. Jagakarsa, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12610
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (The Public Health Science Journal)
ISSN : 22524134     EISSN : 23548185     DOI : https://doi.org/10.33221/jikm.v13i05
Core Subject : Health,
Fokus Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (The Public Health Science Journal) membahas kesehatan masyarakat sebagai disiplin ilmu dan praktik yang terkait dengan tindakan preventif dan promotif untuk meningkatkan kesehatan masyarakat melalui pendekatan ilmiah yang menerapkan berbagai teknik. Fokus ini mencakup area dan ruang lingkup seperti biostatistik, epidemiologi, pendidikan dan promosi kesehatan, kebijakan dan administrasi kesehatan, kesehatan lingkungan, gizi kesehatan masyarakat, kesehatan seksual dan reproduksi, serta kesehatan dan keselamatan kerja. Jurnal ini menggunakan mekanisme peer-review di mana setiap artikel yang dikirimkan harus ditinjau secara anonim oleh rekan ahli yang ditunjuk oleh editor. Artikel yang diterbitkan dalam jurnal ini dapat berupa artikel asli dan artikel tinjauan undangan.
Articles 382 Documents
Pendekatan Integratif dan Multidimensi Sebagai Strategi Terpadu Mengatasi Tuberkulosis pada Anak Solihin, Solihin; Murniati, Murniati; Pambayun, Galih; Widowati, Evi
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 14 No. 06 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v14i06.4011

Abstract

Tuberkulosis anak (TBC) menjadi perhatian kesehatan masyarakat yang semakin mendesak, terutama di negara-negara dengan beban tinggi seperti Indonesia. Anak-anak merupakan kelompok sangat rentan yang sering diabaikan dalam sistem perawatan kesehatan. Tingkat kasus tidak terdeteksi yang tinggi, diagnosis yang tertunda, dan cakupan terapi pencegahan yang rendah menimbulkan tantangan untuk menghilangkan TB anak. Tinjauan ini bertujuan untuk mengidentifikasi, menilai, dan mensintesis berbagai strategi untuk mengatasi TB anak, dengan fokus pada deteksi dini, pengobatan, pendidikan, dan kebijakan kesehatan masyarakat. Studi ini menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) yang dipandu oleh pedoman PRISMA. Artikel dipilih dari database Scopus dan PubMed, yang mencakup publikasi dari tahun 2020 – Juni 2025. Kriteria inklusi terdiri dari artikel teks lengkap dalam bahasa Inggris, yang berfokus pada TB anak (usia 0-18), dan diterbitkan dalam jurnal bereputasi (Q1-Q3). Sebanyak 34 artikel memenuhi kriteria dan dianalisis secara naratif berdasarkan enam bidang tematik. Sintesis mengidentifikasi enam strategi utama untuk pengendalian TB anak: desentralisasi layanan TB ke fasilitas kesehatan primer, skrining berbasis gejala standar WHO yang didukung oleh teknologi digital, cakupan perawatan yang diperluas, integrasi program pendidikan TB yang berfokus pada anak, keterlibatan Masyarakat, dan upaya untuk meningkatkan kualitas hidup anak-anak yang terdampak.
Intervensi Multilevel Sebagai Upaya Mitigasi Dampak Orang Tua Workaholic Terhadap Kesehatan Mental Anak Sumarlie, Franky; Biantara, Irgi; Susanto, Joko; Afnita, Nur
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 14 No. 06 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v14i06.4019

Abstract

Orang tua memiliki peran ganda sebagai pencari nafkah sekaligus pengasuh utama anak. Namun, perilaku workaholism atau kecanduan kerja pada orang tua dapat mengganggu keseimbangan tersebut dan berdampak negatif terhadap kesehatan mental anak. Kajian ini bertujuan untuk meninjau secara sistematis literatur ilmiah yang membahas pengaruh perilaku workaholic orang tua terhadap kesejahteraan psikologis anak atau siswa. Kajian dilakukan dengan mengikuti panduan PRISMA dan menelusuri basis data Scopus untuk artikel yang diterbitkan tahun 2015 – April 2025. Dari total 104 artikel yang teridentifikasi, 35 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis lebih lanjut. Hasil sintesis menunjukkan bahwa workaholisme orang tua berkontribusi pada peningkatan risiko stres, kecemasan, depresi, kesulitan regulasi emosi, dan krisis identitas pada anak. Selain itu, ditemukan pula dampak jangka panjang berupa peniruan pola kerja obsesif di masa dewasa. Meskipun demikian, beberapa studi mengidentifikasi faktor protektif seperti keterlibatan orang tua yang bermakna, gaya pengasuhan otoritatif, work engagement, serta dukungan pasangan dan kebijakan kerja yang mendukung keseimbangan hidup. Kajian ini menegaskan pentingnya upaya intervensi multilevel baik dari sisi individu, keluarga, maupun organisasi untuk memitigasi dampak negatif workaholisme dan membangun lingkungan pengasuhan yang sehat secara emosional bagi generasi muda.
Hubungan Rasio Dokter dan Peserta Terdaftar terhadap Capaian Kapitasi Berbasis Kinerja (KBK) Pada FKTP di Kota Bandung Tahun 2024 Hermansyah, Acep Arief; Soewondo, Prastuti; Nurwahyuni, Atik
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 14 No. 06 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v14i06.4057

Abstract

Sebagai upaya memastikan efektivitas jaminan kesehatan di era JKN, BPJS Kesehatan mengembangkan sistem pembayaran kepada FKTP yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja dan kualitas pelayanan melalui skema pembayaran Kapitasi Berbasis Kinerja (KBK) yang menghubungkan antara pemantauan kinerja yang diukur melalui tiga indikator yaitu Angka Kontak, Rasio Rujukan Non Spesialistik (RRNS), dan Rasio Peserta Prolanis Terkendali (RPPT) dengan pembayaran kapitasi setiap bulannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara rasio dokter dibanding peserta terdaftar dengan capaian KBK pada FKTP baik puskesmas maupun klinik pratama di Kota Bandung tahun 2024. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, penelitian ini menganalisis data sekunder capaian indikator KBK dari 135 FKTP yang melaksanakan konsekuensi KBK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa capaian indikator KBK klinik pratama lebih baik dibandingkan puskesmas. Data median menunjukkan bahwa klinik pratama mencatat angka kontak (139,62‰) dan RPPT (1,46%) yang lebih tinggi dibandingkan puskesmas (masing-masing 82,68‰ dan 0,08%). Sebaliknya, RRNS pada puskesmas adalah 1,31%, sementara pada klinik pratama tercatat sebesar 0,00%. Hasi uji statistik menunjukan rasio dokter dengan peserta terdaftar ideal memiliki hubungan signifikan dengan capaian RPPT (nilai p = 0,00), namun tidak memiliki hubungan signifikan dengan Angka Kontak (nilai p = 0,4797), dan Rasio Rujukan Non Spesialistik (nilai p = 0,124).
Komiks Bali: Pengembangan Komik Digital Kesehatan Mental Berbahasa Bali Sebagai Media Promosi Kesehatan Inovatif Berbasis Kearifan Lokal Daerah Bali Batiari, Ni Made Padma; Adiningsih, Luh Yulia; Putri, Putu Chrisdayanti Suada; Putra, I Gusti Ngurah Made Dwi; Darani, Anak Agung Ayu Sintya
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 14 No. 06 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v14i06.4080

Abstract

Kesehatan mental menjadi asek krusial dalam mencapai kesehatan secara menyeluruh dan sangat berpengaruh terhadap produktivitas nasional. Data I-NAMH Survey tahun 2022 mencatat sebanyak 15,5 juta (34,9%) remaja usia 10-17 tahun memiliki masalah kesehatan mental dan 2,45 juta (5,5%) remaja mengalami gangguan mental. Pengembangan media digital adalah untuk menjawab keterbatasan akses informasi kesehatan mental remaja dan memberikan ruang psikoedukasi untuk remaja memahami lingkup kesehatan mental, sehingga diharapkan dapat menurunkan risiko dan dampak masalah kesehatan mental. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan media promosi kesehatan yang inovatif dan layak dalam menyampaikan informasi kesehatan mental remaja. Metode yang digunakan adalah research and development (R&D) dengan mengacu pada model ADDIE yang dikembangkan oleh Robert Maribe Branch (2009) yang terdiri dari lima tahapan meliputi analysis, design, development, implementation, dan evaluation. Responden dalam penelitian ini adalah 205 remaja usia 15-18 tahun di wilayah Kota Denpasar yang dipilih secara purposive sampling dan melibatkan ahli media, materi dan bahasa Bali. Hasil analisis kebutuhan terdapat 59 responden (42,1%) belum pernah mengakses informasi kesehatan mental remaja, sebanyak 123 responden (87,9%) merasa membutuhkan informasi kesehatan mental remaja. Sebanyak 80 responden (57,1%) menyukai bentuk sumber informasi berupa media digital. Hasil uji kelayakan media oleh ahli materi, media dan Bahasa Bali didapatkan rata-rata sebesar 95,88% (sangat layak). Hasil uji kelayakan pada remaja sebanyak 205 responden didapatkan hasil sebesar 79,26% (layak). Media komik digital kesehatan mental berbahasa Bali dapat menjadi alternatif untuk memenuhi kebutuhan informasi bagi remaja dan berdasarkan kualifikasi penilaian media dari aspek materi, media, dan Bahasa sudah layak.
Hubungan Tingkat Depresi dengan Self-Efficacy dalam Menghadapi Ujian Kompetensi pada Mahasiswa Profesi Ners Indahsari, Madya Maya; Oktaviana, Wita
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 14 No. 06 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v14i06.4103

Abstract

Banyak mahasiswa, bahkan mereka yang kuliah keperawatan, mengalami depresi. Mereka harus memenuhi sejumlah persyaratan akademik, seperti lulus ujian kompetensi, agar dapat lulus dan menjadi perawat profesional. Dalam menghadapi ujian, sangat penting untuk memiliki keyakinan terhadap kemampuan diri untuk meraih suatu keberhasilan. Self-efficacy berperan dalam aspek kehidupan, seperti cara seseorang menetapkan tujuan, mengelola stres, hingga bangkit dari kegagalan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat depresi dengan self-efficacy dalam menghadapi ujian kompetensi pada mahasiswa profesi ners. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Instrumen yang digunakan yaitu Depression Anxiety Stress Scale (DASS-42) dan General Self-Efficacy Scale (GSES). Uji validitas dan reliabilitas instrumen DASS-42 dan GSES menunjukkan alpha sebesar 0,93 dan 0,80. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode random sampling sebanyak 57 responden mahasiswa profesi ners universitas muhammadiyah surakarta. Analisis pada penelitian ini menggunakan analisis univariat untuk melihat karakteristik variabel, dan analisis bivariat untuk menguji hubungan antara kedua variabel. Setelah itu, data diuji secara statistik menggunakan uji Spearman rank. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara tingkat depresi dengan self-efficacy (nilai p < 0,05). Oleh karena itu, semakin tinggi tingkat depresi, maka semakin rendah self-efficacy. Sebaliknya, semakin rendah tingkat depresi, maka semakin tinggi self-efficacy.
Kajian Pemetaan Literatur Dampak Pemotongan Bantuan Kesehatan AS terhadap Program USAID dan PEPFAR di Indonesia Salsabila, Anggitaningtyas Dzaky; Adisasmito, Wiku Bakti Bawono
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 14 No. 06 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v14i06.4111

Abstract

Artikel ini menyajikan pemetaan literatur terpadu mengenai dampak kebijakan pemotongan bantuan kesehatan global Amerika Serikat, khususnya melalui USAID dan PEPFAR di era Presiden Donald Trump, terhadap sistem kesehatan Indonesia. Pemotongan mendadak ini telah menimbulkan kekhawatiran luas, sebagaimana terlihat di Afrika Sub-Sahara dan Timur Tengah, di mana pemotongan donor mengganggu program HIV/AIDS, TB, serta kesehatan ibu-anak dan memicu pemutusan hubungan kerja tenaga lapangan. Hingga kini kajian akademik yang secara khusus membahas dampaknya terhadap Indonesia masih terbatas dan didominasi grey literature. Tujuan kajian ini adalah (1) menilai dampak nyata pemotongan terhadap layanan kesehatan prioritas di Indonesia, termasuk program TB, HIV/AIDS, dan KIA, serta implikasinya pada tenaga kesehatan; dan (2) mengidentifikasi risiko jangka panjang berupa kesenjangan pembiayaan, keterputusan rantai pasok obat, serta meningkatnya ketidaksetaraan kesehatan. Penelitian ini menggunakan desain scoping review mengikuti pedoman PRISMA-ScR, dengan pencarian literatur dari 2017–2025 melalui PubMed, Scopus, ProQuest, Google Scholar, laporan kebijakan, dokumen LSM, dan media internasional. Dari 196 sumber awal, 11 publikasi peer-reviewed dianalisis secara mendalam, ditambah 19 grey literature sebagai pelengkap konteks. Hasil menunjukkan bahwa Indonesia mengalami donor exit vulnerability, tercermin pada gangguan layanan HIV/TB, pemangkasan lebih dari 500 petugas komunitas, serta keterlambatan distribusi ARV di wilayah terpencil. Upaya mitigasi melalui kemitraan baru, misalnya dengan Australia, masih parsial dan belum menutup kesenjangan pembiayaan. Temuan ini menegaskan urgensi menyusun roadmap transisi pembiayaan jangka panjang berbasis diversifikasi dana domestik, penguatan kapasitas komunitas, dan integrasi program untuk memastikan kemandirian dan ketahanan sistem kesehatan Indonesia dalam menghadapi ketidakpastian bantuan luar negeri.
Analisa Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Minum Suplemen Zat Besi terhadap Anemia Ibu Hamil Fitriawati, Novia; Hendarwan, Harimat; Purnamasari, Ratih
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 14 No. 03 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v14i03.3283

Abstract

Mutu pelayanan kesehatan merupakan aspek penting dalam pengelolaan rumah sakit, di mana Pencegahan dan Di Kota Cilegon, jumlah ibu hamil yang menderita anemia meningkat dalam tiga tahun terakhir. Angka kejadian anemia pada ibu hamil meningkat seiring dengan meningkatnya penggunaan Tablet Suplemen Darah (TTD). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat kepatuhan dan keteraturan ibu hamil mengonsumsi TTD dengan kejadian anemia di Kota Cilegon. Mix method dengan pendekatan embedded concurrent digunakan dalam penelitian ini. Pendekatan kuantitatif awal menggunakan desain cross-sectional dan analisis chi-square, sementara pendekatan kualitatif melibatkan wawancara mendalam (in-depth interview). Frekuensi kunjungan ANC yang tinggi berhubungan dengan kemungkinan ibu hamil untuk mematuhi suplementasi zat besi (TTD) dengan nilai p=0,044 dan OR = 2,389 (CI 95%:1,094-5,218). Paritas yang tinggi berpengaruh pada tingkat anemia pada ibu hamil dengan nilai p=0,032 dan OR = 5,909 (CI 95%: 1,229-28,413) . Adanya hubungan yang kuat antara tingkat kepatuhan ibu hamil dalam menjalani TTD dengan kejadian anemia pada ibu hamil dengan nilai p=0,000 dan OR: 6,308 (CI 95% : 2,717-14,643) . Menunjukkan bahwa ibu hamil yang mengkonsumi TTD dengan kepatuhan yang baik dapat menurunkan risiko anemia. Kepatuhan ibu hamil dalam mengonsumsi TTD secara teratur dapat mengurangi risiko terjadinya anemia. Untuk meningkatkan kepatuhan ibu hamil dalam mengonsumsi suplemen zat besi, temuan kami menyoroti perlunya memastikan ibu hamil rutin melakukan pemeriksaan ANC, konseling, dan pemantauan ibu hamil. Pengendalian kehamilan berpotensi mengurangi prevalensi anemia selama kehamilan.
Evaluasi dalam Implementasi Kebijakan Kelas Rawat Inap Standar Jaminan Kesehatan Nasional (KRIS-JKN) pada Rumah Sakit Swasta Desria, Krisna; Novita, Astrid; Hendarwan, Harimat
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 14 No. 03 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v14i03.3355

Abstract

Kebijakan kelas rawat inap Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) merupakan regulasi yang harus di implementasikan. Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2021 menyebutkan pelayanan rawat inap kelas standar diterapkan paling lambat 1 Januari 2023, secara bertahap oleh seluruh RS milik pemerintah dan swasta. Implementasi KRIS JKN memberikan dampak langsung ke RS secara fisik maupun non fisik, oleh sebab itu penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sejauh mana RS dapat mengimplementasikan kebijakan KRIS-JKN terutama RS swasta. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode Evaluation Research, dengan informan kunci dan pendukung yang dipilih secara purposive sampling. Metode pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, telaah dokumen. Hasil penelitian ini, RS mengimplementasikan KRIS-JKN sejak Desemberber 2022, dipimpin direktur dengan melibatkan SDM yang memiliki tugas, tangung jawab terkait, minimal 40 % dari total tempat tidur untuk KRIS JKN, ruangan KRIS di isi dengan 2 s/d 4 tempat tidur, terdapat perbedaan pemanfaatan ruangan KRIS, RS S, E ruangan KRIS di manfaatkan oleh pasien kls 2, 3, sedangkan di RS “A” KRIS dimanfaatkan oleh pasien kls 1,2, 3. Kriteria yang dianggap sulit adalah kriteria 8,9,11, 12. Perbaikan kriteria KRIS mengunakan anggaran operasional RS. Monitoring dan evaluasi dilakukan sepanjang KRIS diimplementasikan. terjadi peningkatan BOR, pendapatan setelah implementasi KRIS JKN, pasien merasa puas dan nyaman di rawat di ruangan KRIS JKN
Strategi Program Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Kusta di Kabupaten Serang Adelah, Ipah; Mustopa, Mustopa; Sukmayadi, Agus
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 14 No. 03 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v14i03.3371

Abstract

Angka proporsi cacat TK 2 dan proporsi anak dalam pencapaian program kusta di Kabupaten Serang yang masih cukup tinggi, menunjukkan adanya masalah dalam strategi pengelolaan P2 kusta. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor internal dan eksternal untuk mengidentifikasi strategi alternatif serta prioritas yang dapat diterapkan guna meningkatkan efektivitas program pengendalian dan pencegahan penyakit kusta di Kabupaten Serang. Metode: Pendekatan kualitatif diterapkan dalam penelitian ini melalui penggunaan metode wawancara kepada informan yaitu Kepala Bidang (Kabid) P2P, Sub Koordinator P2PMTM, Kepala Puskesmas dan pengelola program terpilih di wilayah kabupaten Serang. Evaluasi Faktor Internal (EFI) dan Evaluasi Faktor Eksternal (EFE) digunakan untuk merumuskan strategi, sementara pemilihan strategi alternatif dilakukan melalui Analisis Strength, Weakness, Opportunities and Threats (SWOT) dan penentuan prioritas strategis melalui metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Hasil: berdasarkan analisis SWOT, maka alternatif strategi yang dapat diterapkan untuk pengendalian dan pencegahan penyakit kusta di Kabupaten Serang antara lain Peningkatan Promosi dan Kesadaran Masyarakat, Peningkatan Dukungan Anggaran, Penguatan kerjasama lintas program dan lintas sektor, Peningkatan Pelatihan dan pengetahuan tenaga kesehatan. Kesimpulan: Prioritas strategi yang tertinggi dalam upaya perbaikan program pengendalian dan pencegahan penyakit kusta adalah dengan Peningkatan Promosi dan Kesadaran Masyarakat dengan jumlah skor 0,362.
Studi Responsivitas Sistem Kesehatan dalam Pelayanan Tuberkulosis di Puskesmas Tangerang Selatan, Indonesia Rahim, Ulya Mutia; Ariyanti, Fajar; Nurrizka, Rahmah Hida; Wardani, Riastuti Kusuma
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 14 No. 2s (2025): Special Issue: The 3rd International Conference on Health Sciences 2024
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v14i2s.3796

Abstract

Tuberkulosis masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia (969.000 kasus) terutama di Banten (23.343 kasus). Pada tahun 2023, Kota Tangerang Selatan ditemukan sebanyak 1.107 kasus. Sistem kesehatan yang responsif memiliki peran dalam mengelola penyakit tuberkulosis, seperti mengurangi penyebaran dan meningkatkan hasil pengobatan. Berdasarkan studi pendahuluan di lima puskesmas Kota Tangerang Selatan ditemukan bahwa waktu tunggu yang lama, fasilitas tempat duduk yang kurang memadai dan kurang meratanya pelayanan kunjungan rumah menjadi penyebab masalah responsif pada pelayanan tuberkulosis. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran Responsiveness pada pelayanan tuberkulosis di puskesmas Kota Tangerang Selatan. Penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Penelitian ini melibatkan 96 pasien tuberkulosis di lima puskesmas di Kota Tangerang Selatan yang dipilih secara cluster random sampling dan purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara tatap muka menggunakan kuesioner. Pelayanan tuberkulosis di puskesmas Kota Tangerang Selatan sudah responsif seperti pasien merasa informasi dirahasiakan (92,7%), pasien dilibatkan dalam pengambilan keputusan (90,6%), pasien diberikan pilihan pengobatan (89,6%), petugas ramah (88,5%), komunikasi yang jelas (86,5%), diberikan dukungan tenaga kesehatan (81,3%), kualitas pelayanan bagus (76%) dan waktu tunggu yang cepat (51%). Pelayanan tuberkulosis menunjukan hasil yang responsif, namun waktu tunggu pasien masih menjadi masalah pelayanan tuberkulosis. Oleh karena itu, puskesmas perlu meningkatkan pelayanan yang lebih efisien dengan memperhatikan lama waktu tunggu.

Filter by Year

2016 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 2s (2025): Special Issue: The 3rd International Conference on Health Sciences 2024 Vol. 14 No. 06 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 14 No. 05 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 14 No. 04 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 14 No. 03 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 14 No. 02 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 14 No. 01 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 13 No. 06 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 13 No. 05 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 13 No. 04 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 13 No. 03 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 13 No. 02 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 13 No. 01 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 06 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol. 12 No. 06 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 05 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 04 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 03 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 02 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 12 No 01 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 06 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 05 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 04 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 03 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 02 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 01 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 10 No 04 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 10 No 03 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 10 No 02 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 10 No 01 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 9 No 04 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 9 No 03 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 9 No 02 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 9 No 01 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 8 No 04 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 8 No 03 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 8 No 02 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 8 No 01 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 7 No 04 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 7 No 02 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 7 No 01 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 7 No 3 (2018): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 6 No 04 (2017): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 5 No 4 (2016): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 5 No 1 (2016): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat More Issue