cover
Contact Name
Kusroni
Contact Email
Jurnal.kaca.alfithrah@gmail.com
Phone
+628563459899
Journal Mail Official
jurnal.kaca.alfithrah@gmail.com
Editorial Address
Jl. Kedinding Lor 30 Surabaya 60129
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal KACA
ISSN : 23525890     EISSN : 25976664     DOI : https://doi.org/10.36781
KACA (Karunia Cahaya Allah) : Jurnal Dialogis Ilmu Ushuluddin diterbitkan oleh Jurusan Ushuluddin Sekolah Tinggi Agama Islam Al Fithrah Surabaya. Jurnal ini memuat kajian-kajian keislaman yang meliputi Tafsir, Hadis, Tasawuf, Pemikiran Islam, dan kajian Islam lainnya. Terbit dua kali setahun, yaitu bulan Februari-Agustus. Redaksi mengundang para akademisi, dosen, maupun peneliti untuk berkontribusi memasukkan artikel ilmiahnya yang belum pernah diterbitkan oleh jurnal lain. Naskah diketik dengan spasi 1 (satu) spasi pada kertas ukuran B5 dengan panjang tulisan antara 15-25 halaman, 5000-7000 kata. Naskah yang masuk dievaluasi oleh dewan redaksi. Redaktur dapat melakukan perubahan pada tulisan yang dimuat untuk keseragaman format, tanpa mengubah substansinya.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3 Documents
Search results for , issue "Vol. 16 No. 1 (2026): Februari" : 3 Documents clear
Analisis Tafsir Ilmi Terhadap Ayat-Ayat Pergerakan Matahari dan Bulan: Perspektif Astronomi dan Hermeneutika Qur’ani Turaedi, Siti Muliya Septiani; Muthoharoh, Muthoharoh; Rahmatullah, Ridho; Azra Daulay, Alya Afifa; Rosa, Andi
KACA (Karunia Cahaya Allah): Jurnal Dialogis Ilmu Ushuluddin Vol. 16 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Institut Al Fithrah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36781/kaca.v16i1.1046

Abstract

Penelitian ini mengkaji tafsir ilmi atas ayat-ayat Al-Qur’an yang membahas pergerakan matahari dan bulan dengan memadukan perspektif astronomi modern dan hermeneutika Qur’ani. Tujuannya adalah untuk memahami korelasi antara wahyu dan temuan ilmiah kontemporer serta menggali makna mendalam dari ayat-ayat kauniyah dalam Al-Qur’an. Metode penelitian menggunakan pendekatan tafsir ilmi yang mengintegrasikan analisis tekstual, data astronomi terkini, dan kajian hermeneutis untuk menafsirkan ayat-ayat terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ayat-ayat tersebut selaras dengan prinsip astronomi modern seperti orbit matahari yang dinamis, fase bulan yang teratur, serta keteraturan dan presisi gerak benda langit. Studi ini juga membahas kritik epistemologis terhadap tafsir ilmi, menekankan perlunya keseimbangan antara wahyu dan ilmu, serta kesadaran terhadap keterbatasan ilmu pengetahuan. Sintesis tafsir ilmi menegaskan bahwa integrasi antara wahyu dan ilmu merupakan pendekatan yang relevan dan konstruktif dalam memahami Al-Qur’an secara holistik. Temuan ini memberikan kontribusi penting bagi pengembangan studi Al-Qur’an yang responsif terhadap kemajuan ilmu pengetahuan dan memperkaya dialog antara agama dan sains.
Transformasi Teologis Ratu Balqis: Tafsir QS. Al-Naml: 20-44 dengan Pendekatan Maqāṣid Al-Qur’ān Ibnu ‘Āshūr Ika, Syefika Septia Rahmah; Ismail , Hidayatullah; Arni , Jani; Husin, Nixson
KACA (Karunia Cahaya Allah): Jurnal Dialogis Ilmu Ushuluddin Vol. 16 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Institut Al Fithrah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36781/kaca.v16i1.1196

Abstract

Penelitian ini mengkaji transformasi teologis Ratu Balqis dalam surah al-Naml 20–44 dengan menggunakan pendekatan maqāṣid al-Qur’ān menurut Ibnu ‘Āshūr. Kajian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya memahami proses perubahanmka keimanamika keimanan spiritual tokoh-tokoh Qur’ani, tidak hanya dari sisi naratif, tetapi juga dari tujuan-tujuan ilahi yang melandasi penyampaian kisah tersebut. Ratu Balqis merupakan figur pemimpin kerajaan Saba’ yang awalnya menganut praktik penyembahan matahari, namun melalui rangkaian dialog, pengamatan rasional, dan penyaksian mukjizat Nabi Sulaiman, ia mengalami perubahan keyakinan yang mendasar menuju pengakuan tauhid. Penelitian ini menelaah tahapan perubahan tersebut, mulai dari laporan burung hud-hud, respons diplomatis Balqis, sikap kritisnya terhadap informasi yang diterima, hingga puncak perubahan keyakinannya ketika ia menyaksikan singgasananya yang dipindahkan dengan kekuasaan Allah. Melalui analisis tafsir at-Taḥrīr wa at-Tanwīr, Ibnu ‘Āshūr menegaskan bahwa kisah Balqis bukan hanya narasi historis, melainkan cerminan maqāṣid al-Qur’ān, khususnya dalam aspek pelurusan akidah, penyucian jiwa, penguatan nilai ibrah, serta fungsi peringatan dan kabar gembira. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan keyakinan Balqis merupakan proses bertahap yang menggabungkan daya nalar, pertimbangan etis, serta pengalaman spiritual yang mendalam. Temuan ini memperlihatkan bahwa nilai-nilai maqāṣid berperan penting dalam memahami tujuan al-Qur’an menampilkan kisah tersebut, sekaligus memberikan kontribusi teoretis bagi pengembangan studi tafsir maqāṣidī dalam mengkaji dinamika perubahan keyakinan individu dalam al-Qur’an.
Analisis Penafsiran Al-Maraghi pada Q.S Al-Maidah Ayat 20-23 dan Refleksi Kontemporer atas Konflik Israel-Palestina Laila, Rodliyatul; Hakiki, Kiki Muhamad; Masruchin, Masruchin
KACA (Karunia Cahaya Allah): Jurnal Dialogis Ilmu Ushuluddin Vol. 16 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Institut Al Fithrah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36781/kaca.v16i1.1257

Abstract

Penelitian ini membahas penafsiran Q.S. Al-Maidah ayat 20–23 melalui pendekatan tafsir tahlili dengan menjadikan Tafsir Al-Maraghi sebagai rujukan utama. Fokus kajian ini adalah merefleksikan kandungan ayat terhadap realitas pelanggaran hak asasi manusia (HAM) dalam agresi militer Israel terhadap Palestina. Ayat-ayat tersebut mengisahkan perintah Allah kepada Bani Israil untuk memasuki tanah yang dijanjikan (al-ard al-muqaddasah), namun mereka menolaknya karena takut terhadap kaum yang dianggap kuat. Tafsir Al-Maraghi menerangkan bahwa kegagalan Bani Israil bukan disebabkan oleh kekuatan musuh, tetapi karena lemahnya iman, keberanian, dan ketaatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi kepustakaan untuk menelaah korelasi antara pesan ayat dan konteks kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa janji Allah atas tanah suci bersifat kondisional, tidak berlaku mutlak berdasarkan garis keturunan, melainkan harus disertai dengan ketaatan dan keadilan. Oleh karena itu, klaim sepihak Israel atas Palestina dengan dalih warisan historis Bani Israil kehilangan legitimasi teologis. Tafsir ini tidak hanya menjadi cermin historis, tetapi juga tawaran etis bagi umat Islam untuk berpihak kepada keadilan dan membela yang tertindas. Kajian ini menegaskan pentingnya membaca Al-Qur’an sebagai sumber pembebasan sosial dan keadilan universal.

Page 1 of 1 | Total Record : 3