cover
Contact Name
Sudana Fatahillah Pasaribu
Contact Email
sudanafatahillah@gmail.com
Phone
+6282276302084
Journal Mail Official
kabargizi@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pusaka Bandar Klippa, Percut Sei Tuan, Deli Serdang, Sumatera Utara, Indonesia.
Location
Kab. deli serdang,
Sumatera utara
INDONESIA
Media Pengabdian Kesehatan Indonesia
Published by Kabar Gizi Indonesia
ISSN : -     EISSN : 30325528     DOI : https://doi.org/10.62358/45q7m936
Core Subject : Health, Science,
Media Pengabdian Kesehatan Indonesia (ABDIKAN) is a scientific journal presenting the results of Community Service activities by academic staff. This journal is meticulously structured, providing a comprehensive presentation that facilitates comprehension for readers hailing from both academic and general spheres. It serves as a conduit for the application of research findings. The Editorial Board of the Media Pengabdian Kesehatan Indonesia (ABDIKAN) extends an invitation to researchers, academicians, and practitioners to contribute their insights and reflections on endeavors pertaining to the implementation of knowledge within the community.
Articles 38 Documents
Dimsum Ayam dan Susu Kedelai Sebagai Olahan Sumber Protein dan Tinggi Zat Besi sebagai Alternatif Penyelesaian Masalah Anemia Remaja Fauziah, Lilia Faridatul; Ainun Nafies, Dian Ayu; Auliana, Siti Jesika; Rahmatullah, Yusfina; Asvika Dwi Fatmawati; Putri Harnia Wati; Hilda Sulfy Aprilyawati; Sholichatul Medyawati
Media Pengabdian Kesehatan Indonesia Vol. 3 No. 1 (2026): JANUARY
Publisher : Kabar Gizi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62358/1w4thm23

Abstract

Anemia pada remaja merupakan masalah kesehatan yang signifikan, ditandai dengan kadar hemoglobin <12 g/dL pada usia 12–14 tahun dan ≥15 tahun yang tidak hamil. Peningkatan kebutuhan gizi pada remaja sering kali tidak terpenuhi akibat pola konsumsi tinggi makanan olahan serta rendahnya asupan buah dan sayur, sehingga meningkatkan risiko anemia, terutama anemia defisiensi besi. Zat besi dapat diperoleh dari pangan sehari-hari, termasuk kacang kedelai yang mengandung zat besi relatif tinggi (5,37–12,06 mg/100 g) dan dapat diolah menjadi susu kedelai. Sumber protein hewani seperti daging ayam juga memiliki profil asam amino lengkap dan mudah diolah menjadi berbagai produk pangan bergizi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja mengenai anemia dan dampaknya, serta memberikan demonstrasi pembuatan makanan dan minuman berbahan dasar kedelai dan daging ayam yang kaya zat besi dan protein sebagai upaya pencegahan dan penanggulangan anemia pada remaja. Metode pelaksanaan kegiatan ini adalah ceramah interaktif dan juga demonstrasi secara tatap muka pada tanggal 14 November 2025 di MA Salafiyah Kec. Merakurak Kab. Tuban. 53,84% peserta adalah perempuan dengan 51,40% mengalami KEK dengan ukuran Lila <23,5cm. Anemia merupakan salah satu masalah gizi yang dapat dicegah dan diselesaikan melalui pengaturan pola makan, sehingga remaja perlu diberdayakan untuk dapat mengenal bahan pangan yang kaya zat gizi dan mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari.
Edukasi Anak SDN 132/I Desa Hajran Dengan Aksi Bersih Ceria: Praktik Menjaga Kebersihan Lingkungan Lillah , Mutia; fatimah; destiana; raja; nurasyfa; muhammad; fithriyyah; nasywa; nadiya; rismanda; rasmauli
Media Pengabdian Kesehatan Indonesia Vol. 3 No. 1 (2026): JANUARY
Publisher : Kabar Gizi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62358/pd3f9744

Abstract

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan faktor penting dalam mencegah penyakit yang sering dialami anak-anak, seperti diare dan penyakit kulit. Di SDN 132/Desa Hajran, Jambi, pemahaman siswa tentang kebersihan diri dan lingkungan masih terbatas sehingga diperlukan pendekatan edukatif yang menarik dan sesuai usia. Kegiatan turun lapangan ini dilaksanakan melalui program “AKSI BERSIH CERIA”, yang bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekitar. Program dilaksanakan menggunakan metode penyuluhan dan Play-Based Learning berupa game interaktif, demonstrasi, serta praktik langsung. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pengetahuan anak-anak terkait PHBS dan kebersihan lingkungan, serta meningkatnya antusiasme dan keterlibatan aktif selama proses pembelajaran. Metode Play-Based Learning terbukti efektif dalam membuat anak lebih mudah memahami materi dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Program “AKSI BERSIH CERIA” direkomendasikan untuk dilanjutkan oleh pihak sekolah sebagai upaya pembiasaan perilaku hidup bersih dan sehat secara berkelanjutan.
Edukasi Seteguk Sehat: Peningkatan Pengetahuan Anak Sekolah Dasar Tentang Pentingnya Konsumsi Air Putih Di Desa Hajran Kabupaten Batanghari Fiona desi lestari; Salsabila; Wini Fransisca; Sastia apriliani; Anggia; Olvi renanda rudi; Bhirindra sekar sari; Naswa khoiriah; Jeni vinalia sitorus; Muhammad rifqi azhary
Media Pengabdian Kesehatan Indonesia Vol. 3 No. 1 (2026): JANUARY
Publisher : Kabar Gizi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62358/0eqed191

Abstract

Kebiasaan mengonsumsi air putih pada anak usia sekolah dasar masih menjadi perhatian penting dalam upaya meningkatkan kesehatan anak, khususnya di wilayah pedesaan. Kondisi ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk tingginya akses terhadap minuman manis kemasan, keterbatasan pemahaman anak mengenai kebutuhan cairan tubuh, serta kurangnya edukasi kesehatan yang berkelanjutan di lingkungan sekolah. Anak-anak yang tidak mengonsumsi air putih dalam jumlah cukup berisiko mengalami dehidrasi, yang dapat memengaruhi konsentrasi belajar, kebugaran fisik, serta kesejahteraan secara umum. Oleh karena itu, diperlukan intervensi edukatif untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa sekolah dasar mengenai pentingnya minum air putih setiap hari. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa kelas lima SDN 132/I Desa Hajran tentang pentingnya mengonsumsi air putih dalam jumlah yang cukup guna memenuhi kebutuhan cairan harian. Kegiatan dilaksanakan melalui metode edukasi interaktif yang disesuaikan dengan karakteristik anak usia sekolah dasar. Metode tersebut meliputi penyampaian materi melalui media visual yang menarik, sesi tanya jawab untuk menggali pemahaman siswa, penggunaan lembar kerja untuk memperkuat hasil belajar, serta demonstrasi kesehatan sederhana agar siswa dapat memahami secara langsung dampak konsumsi air putih bagi tubuh. Hasil evaluasi awal menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memiliki tingkat pengetahuan yang rendah mengenai kebutuhan air harian, manfaat air putih bagi kesehatan, serta tanda dan gejala dehidrasi. Selain itu, siswa cenderung lebih menyukai minuman manis kemasan dibandingkan air putih, baik di sekolah maupun di rumah. Setelah intervensi edukasi dilakukan, hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam pemahaman siswa mengenai manfaat minum air putih dan pentingnya menjaga hidrasi tubuh. Siswa juga menunjukkan perubahan perilaku positif, seperti membawa botol air minum sendiri ke sekolah untuk mendukung kebiasaan hidrasi yang sehat. Diharapkan program serupa dapat diterapkan secara berkelanjutan di sekolah lain sehingga kebiasaan minum air putih sejak dini dapat terbentuk dan dipertahankan hingga dewasa untuk mendukung kesehatan generasi masa depan yang lebih
Penguatan Literasi Label Gizi dan Pengenalan Uwi sebagai Sumber Karbohidrat Rendah Indeks Glikemik Tysa Runingsari; Nikita Welandha Prasiwi; Shoba, Elsa Dwi Nurus; Novita, Icha Ardellia; Alysa, Intania; Rohmatin, Kurnia; Mila, Nur Isnaini Davina; Imamah, Siti Faridatul
Media Pengabdian Kesehatan Indonesia Vol. 3 No. 1 (2026): JANUARY
Publisher : Kabar Gizi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62358/shg5zq55

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang prevalensinya terus meningkat baik secara global maupun nasional, termasuk di Kabupaten Tuban. Faktor risiko utama seperti pola makan tinggi gula, rendah konsumsi pangan sehat, dan rendahnya literasi gizi masyarakat berkontribusi pada tingginya beban diabetes melitus. Program pengabdian masyarakat GRAKULA (Gerakan Kendali Gula untuk Cegah Diabetes Bersama) dilaksanakan di Desa Remen Kecamatan Jenu, dengan tujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai diabetes, literasi label gizi, dan pengenalan pangan lokal rendah indeks glikemik, khususnya uwi. Kegiatan meliputi penyuluhan edukasi interaktif, demonstrasi pembacaan label gizi, skrining gula darah sewaktu dan evaluasi pengetahuan menggunakan pre-post test. Sebanyak 27 peserta menyelesaikan seluruh rangkaian kegiatan. Hasil skrining menunjukkan rerata gula darah 123,8 mg/dL dengan 7,4% peserta memiliki gula darah ≥200 mg/dL serta 44,5% berada pada kategori hipertensi. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan setelah edukasi (Z= -4,462;p<0,001) dengan 92,6% peserta mengalami peningkatan skor post test. Intervensi edukasi mengenai diabetes, pembacaan label gizi, dan pengenalan pangan rendah indeks glikemik seperti uwi terbukti efektif dalam meningkatkan literasi gizi di masyarakat. Pengabdian selanjutnya diharapkan bisa memperluas jangkauan program ke beberapa wilayah dan menjadi program rutin di komunitas/ desa. Selain itu bisa menerapkan pemahaman literasi gizi menjadi keterampilan nyata yang dapat diterapkan di kehidupan sehari hari.
Edukasi Gizi dan Pemberian “SARIJO” Nagasari Berbahan Dasar Kacang Hijau sebagai Upaya Pencegahan Hipertensi di Desa Tahulu, Kecamatan Merakurak, Kab.Tuban Nafies, Dian; Fauziah, Lilia Faridatul; Dian Puspita Sari; Dina Widjaya Rokib; Diyah Ayu Ikawati; Intan Aulia Shalsabila; Marisa Yunia Viva Dewi; Shofiatul Laila Nurfaida
Media Pengabdian Kesehatan Indonesia Vol. 3 No. 1 (2026): JANUARY
Publisher : Kabar Gizi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62358/wa1z3y75

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan prioritas dengan prevalensi nasional 26,5% dan diperkirakan terus meningkat secara global hingga 1,56 miliar kasus pada 2025. Beban kasus juga terlihat di Kabupaten Tuban yang mencatat angka hipertensi tinggi setiap tahunnya. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan lansia mengenai pencegahan hipertensi serta mengenalkan SARIJO sebagai selingan bergizi. Metode Participatory Action Research (PAR) melibatkan 24 lansia melalui pengukuran antropometri, tekanan darah, lingkar perut, pre-test, penyuluhan, penjelasan pembuatan SARIJO, pemberian sampel, dan post-test. Hasil menunjukkan sebagian besar responden berada pada kategori prehipertensi (62,5%), diikuti hipertensi stage 1 (33,3%) dan hipertensi stage 2 (4,2%). Status gizi responden meliputi underweight 29,2%, normal 54,2%, dan overweight 16,7%. Lingkar perut berisiko ditemukan pada 33,3% perempuan dan 16,7% laki-laki. Pengetahuan peserta meningkat signifikan setelah penyuluhan. Kegiatan ini efektif mendukung pemahaman lansia dalam pencegahan hipertensi.
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Edukasi Infeksi Cacing Melalui Makan dan Lingkungan pada Anak Sekolah Dasar Negeri 191 Pematang Kabau Kecamatan Air Hitam Kabupaten Sarolangun Nurhayati Bancin; Naila Ansaria; Vania Austhin Arungbua; Egi Gunawan; Ahmad Abiy Asshidqi; Kiranti Wiandi Diastri; Diva Qhollia Rosida; Rizqi Eva Widiana; Napitupulu, Elsa; Delly Yudistia
Media Pengabdian Kesehatan Indonesia Vol. 3 No. 1 (2026): JANUARY
Publisher : Kabar Gizi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62358/da5yh273

Abstract

Infeksi cacingan masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang meluas di seluruh dunia, terutama di daerah dengan kondisi sosial dan ekonomi yang kurang baik, menyebabkan gangguan kesehatan kronis yang berhubungan dengan faktor higienitas dan ekonomi, serta berdampak pada penurunan kondisi gizi. Di Indonesia, diperkirakan lebih dari 60% anak-anak menderita infeksi cacing, dengan prevalensi tertinggi ditemukan pada anak-anak usia 6-12 tahun atau anak sekolah dasar. Rendahnya mutu sanitasi, pencemaran tanah, dan kebiasaan seperti tidak mencuci tangan merupakan penyebab utama transmisi telur cacing.. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengimplementasikan upaya pencegahan dan penanggulangan infeksi kecacingan melalui penyuluhan dan praktik mencuci tangan serta gunting kuku yang benar pada 20 siswa kelas 1 dan 2 SDN 191 Pematang Kabau. Metode yang digunakan adalah pendekatan sosialisasi dan metode interaktif yang bersifat partisipatif, menggunakan media edukasi berupa PowerPoint visual, video YouTube, dan alat demonstrasi langsung (sabun, air, gunting kuku). Pengumpulan data dilakukan melalui kuis pengetahuan (pre-test dan post-test) secara lisan. Hasil pre-test menunjukkan bahwa sebagian besar anak belum mengetahui secara benar mengenai jenis-jenis cacing (95% belum tahu) dan cara mencuci tangan serta menggunting kuku yang benar (75% tidak tahu). Namun, setelah pemberian materi dan praktik, hasil post-test menunjukkan peningkatan pemahaman yang sangat efektif. Seluruh anak (100%) telah mengetahui gejala cacingan, cara mencegah infeksi, dan cara mencuci tangan serta menggunting kuku yang benar. Secara keseluruhan, program edukasi menggunakan ceramah interaktif, media visual, dan demonstrasi langsung terbukti sangat efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa SDN 191 Pematang Kabau. Diharapkan kebiasaan hidup bersih ini dapat dilakukan secara konsisten untuk mencegah infeksi cacing dalam jangka panjang.
Praktik Kesehatan Masyarakat pada Komunitas Adat Terpencil dengan Edukasi Kebersihan Lingkungan Sekolah di Desa Pematang Kabau Kecamatan Air Hitam Provinsi Jambi Mefita Brilliana Hutabarat; Putri, Arimbi; Azzahra Lazka Ranjani R; Nadia Rahmadani; Galang Gemilang Siahaan; Muhammad Ridwan; Widia Alfiana; Lance Mirino; Firona Helinda; Sasya Chayara Alima; Hendra Dermawan Sitanggang
Media Pengabdian Kesehatan Indonesia Vol. 3 No. 1 (2026): JANUARY
Publisher : Kabar Gizi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62358/80vp4178

Abstract

Kebersihan lingkungan sekolah merupakan faktor penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang bersih, sehat, nyaman, dan mendukung proses pendidikan. Namun, kondisi kebersihan yang masih rendah pada siswa SD 191 Desa Pematang Kabau, khususnya masyarakat Komunitas Adat Terpencil (KAT), menjadi tantangan dalam penerapan perilaku hidup bersih. Kegiatan edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan praktik kebersihan lingkungan sekolah melalui metode ceramah, tanya jawab, dan demonstrasi. Metode pelaksanaan dilakukan melalui penyampaian materi edukasi tentang kebersihan lingkungan sekolah, praktik langsung seperti operasi semut dan gotong royong, serta evaluasi sederhana untuk menilai perubahan pemahaman siswa. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan antusiasme dan keterlibatan siswa dalam menjaga lingkungan sekolah setelah kegiatan berlangsung. Selain itu, kegiatan ini juga memberikan pengalaman pembelajaran bagi mahasiswa dalam penerapan keilmuan kesehatan masyarakat berbasis pendekatan budaya terhadap komunitas KAT. Program “BERSIH KABAU” berhasil meningkatkan kesadaran siswa terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekolah dan menunjukkan potensi untuk diterapkan sebagai program berkelanjutan dengan dukungan pihak sekolah dan pemangku kepentingan.
Edukasi Gizi Seimbang Berbasis Isi Piringku sebagai Upaya Pencegahan Dampak Lanjutan Stunting pada Anak Sekolah Dasar Prasiwi, Nikita Welandha; Dian Ayu Ainun Nafies; Farah Aeny Syahirah; Mei Wulandari; Nadia Aulia; Selly Rahma Azmi Munir; Siti Aisatul Fitria; Violyna Sere Nakahaya
Media Pengabdian Kesehatan Indonesia Vol. 3 No. 1 (2026): JANUARY
Publisher : Kabar Gizi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62358/f12p2s36

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak panjang pada pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif. Meskipun stunting terjadi pada 1000 Hari Pertama Kehidupan, dampak lanjutannya masih ditemukan pada usia sekolah dasar yang juga rentan terhadap beban gizi ganda. Kegiatan pengabdian massyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa mengenai stunting dan penerapan gizi seimbang melalui konsep “Isi Piringku”. Kegiatan dilaksanakan di SDN Gedongombo V, Kabupaten Tuban, dengan sasaran 23 siswa kelas 1. Metode yang digunakan meliputi pengukuran antropometri (berat badan dan tinggi badan), edukasi gizi interaktif menggunakan media visual, permainan puzzle “Isi Piringku”, serta komik edukasi. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memiliki status gizi normal, namun ditemukan fenomena beban gizi ganda berupa adanya kasus gizi kurang (4,3%) dan gizi lebih (26%). Edukasi interaktif terbukti efektif meningkatkan antusiasme dan pemahaman siswa dalam menyusun komposisi makan sehat. Simpulan dari kegiatan ini adalah intervensi edukasi berbasis sekolah dengan media permainan interaktif mampu memperkuat literassi gizi siswa. Disarankan bagi pihak sekolah dan orang tua untuk melakukan pendampingan pola makan secara berkelanjutan dan skrining gizi berkala guna mencegah masalah gizi ganda pada anak.

Page 4 of 4 | Total Record : 38