cover
Contact Name
Kharisma Pratama
Contact Email
kharisma.ptm@gmail.com
Phone
+6282255914494
Journal Mail Official
kharisma@literasiintelektual.com
Editorial Address
Jalan Putri Candramidi, Gg. Trijaya, No.21
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Riset Keperawatan dan Kesehatan
ISSN : 30643236     EISSN : 30643228     DOI : https://doi.org/10.71203/jrkk
Core Subject : Health,
Jurnal Riset Keperawatan dan Kesehatan (JRKK) Publikasi ilmiah yang memuat artikel-artikel penelitian, kajian, dan ulasan dalam bidang keperawatan dan kesehatan. Jurnal ini berfungsi sebagai platform untuk mendiseminasi hasil penelitian terbaru yang relevan bagi para akademisi, praktisi, dan pembuat kebijakan di bidang kesehatan. JRKK terbit sejak bulan Oktober 2024 dalam versi cetak dan online. JRKK terbit setiap dua bulan (Februari, April, Juni, Agustus, Oktober, dan Desember) oleh CV. Literasi Intelektual... Fokus dan Ruang Lingkup Keperawatan: Meliputi penelitian tentang asuhan keperawatan, model praktik, pendidikan keperawatan, dan pengembangan peran profesional keperawatan. Kesehatan: Menjangkau berbagai topik kesehatan masyarakat, promosi kesehatan, epidemiologi, manajemen layanan kesehatan, serta intervensi berbasis bukti untuk meningkatkan kualitas hidup pasien. Pendekatan Interdisipliner: Jurnal ini juga membuka ruang untuk kajian yang melibatkan disiplin ilmu lain seperti teknologi kesehatan, farmasi, atau kebijakan publik yang relevan dengan bidang keperawatan dan kesehatan.
Articles 62 Documents
KEPATUHAN PERAWAT DALAM PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI Mimiyati; Kawuryan, Uji; Pratama, Kharisma
Jurnal Riset Keperawatan dan Kesehatan Vol. 1 No. 6 (2024): Jurnal Riset Keperawatan dan Kesehatan
Publisher : Literasi Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71203/jrkk.v1i2.16

Abstract

Latar Belakang: Infeksi terkait pelayanan kesehatan atau Healthcare Associated Infections (HAIs) merupakan masalah global, termasuk di Indonesia. HAIs adalah penyebab signifikan penyakit dan kematian yang memiliki konsekuensi emosional, finansial, dan medis. Sekitar satu dari 25 pasien rawat inap per tahun mengalami infeksi yang terkait dengan perawatan di rumah sakit, yang mengarah pada kematian dan peningkatan biaya perawatan kesehatan. Salah satu upaya rumah sakit untuk mencegah dan menurunkan kejadian infeksi adalah dengan meningkatkan kepatuhan terhadap penggunaan Alat Pelindung Diri (APD). Faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan penggunaan APD antara lain usia, jenis kelamin, pendidikan, pengetahuan, masa kerja, sikap, pengawasan, dan ketersediaan APD yang lengkap. Tujuan: Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan perawat dalam penggunaan APD di RSUD Agoesdjam Ketapang. Metode: Desain penelitian ini adalah kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling, dengan jumlah sampel 63 perawat. Hasil: Penelitian menunjukkan mayoritas responden berada pada rentang usia 26-35 tahun ( 54,0%) dan jenis kelamin perempuan (66,7%). Hasil uji statistik chi-square (p < α = 0,05) menunjukkan tidak ada hubungan antara pengetahuan (p = 0,000), tingkat pendidikan (p = 0,000), dan masa kerja (p = 0,000) dengan kepatuhan penggunaan APD. Sementara itu, variabel pengawasan dan ketersediaan APD tidak dapat dianalisis lebih lanjut. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan, tingkat pendidikan, dan masa kerja perawat tidak berhubungan dengan kepatuhan perawat dalam penggunaan APD. Diharapkan penelitian selanjutnya dapat melakukan penelitian lebih lanjut terkait ketersediaan APD dan pengawasan terhadap kepatuhan penggunaan APD. Kata Kunci: Alat Pelindung Diri; Kepatuhan; Kepatuhan Penggunaan Pelindung Diri.
PENGETAHUAN PERAWAT TENTANG PELAKSANAAN TRIASE DI RUANG INSTALASI GAWAT DARURAT Ferawati; Surtikanti, Surtikanti; Almumtahanah, Almumtahanah
Jurnal Riset Keperawatan dan Kesehatan Vol. 1 No. 6 (2024): Jurnal Riset Keperawatan dan Kesehatan
Publisher : Literasi Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71203/jrkk.v1i2.17

Abstract

Latar belakang: Triase adalah suatu proses memilih pasien menurut tingkat kegawatan dan prioritas dalam penanganan pasien. Triase berfungsi untuk membagikan pasien dalam beberapa kelompok berdasarkan beratnya cidera. Perawat yang tidak melakukan triase akan berdampak pada ketidaktepatan dalam pemberian perawatan serta meningkatnya penggunaan waktu dalam memberikan tindakan kepada setiap orang pasien di IGD. Tujuan: untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan perawat dengan pelaksanaan triase di instalasi gawat darurat rumah sakit umum daerah di Pontianak. Metode penelitian: Penelitian ini menggunakan metode penelitian cross sectional study. Penelitian ini menggunakan kuota sampling dengan jumlah sampel 42 perawat. Variable pengetahuan diukur dengan menggunakan kuesioner pengetahuan perawat tentang triase, sedangakan variable ketepatan pelaksanaan triase perawat diukur menggunakan lembar observasi triase. Hasil penelitian: Hasil penelitian menunjukan sebagian besar responden berusia 36-45 tahun yaitu 25 responden (59,5%), jenis kelamin perempuan 22 responden (52,4%), dan pendidikan Diploma-3 keperawatan yaitu 36 responden (85,7%). Dapat diketahui bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan yang baik terhadap pelaksaan triase yaitu 34 (81,0%). responden, serta sebagian besar responden melakukan triase dengan tepat pada kategori baik (76,2%). Hasil uji statistik menggunakan uji Chi-Square menunjukkan nilai ρ value (0,012) < 0,05, yang berarti Ha diterima atau terdapat hubungan antara pengetahuan dengan ketepatan perawat dalam melakukan triase. Kesimpulan: Ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan tentang triase dengan ketepatan dalam pelaksanaan triase. Hal ini dibuktikan bahwa mayoritas perawat memiliki pengetahuan yang baik diikuti dengan ketepatan dalam pelaksanaan triase yang baik.
HUBUNGAN LAMA TINGGAL DENGAN TINGKAT KESEPIAN LANSIA DI PANTI TRESNA WERDHA SAMARINDA Pertiwi, Gracia Herni; Ndarha, Maria Novriani
Jurnal Riset Keperawatan dan Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Riset Keperawatan dan Kesehatan
Publisher : Literasi Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71203/jrkk.v2i2.20

Abstract

Latar belakang: Panti Lansia berperan penting dalam mengelola perawatan lansia. Masalah yang paling banyak dihadapi oleh lansia di Panti adalah kesepian. Lansia yang sudah lama tinggal di panti cenderung dapat menyesuaikan diri dibandingkan dengan lansia yang baru karena lansia yang lama sudah beradaptasi dengan situasi dan pengalaman tinggal di panti. Namun, lansia yang sudah terlalu lama tinggal di panti juga cenderung akan mengalami kesepian karena merasa rindu dengan keluarganya. Kurangnya perhatian dan dukungan akan menyebabkan lansia merasa kesepian yang lambat laun menimbulkan perasaan tidak berharga, merasa tidak diperhatikan dan mengalami krisis percaya diri. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Lama Tinggal dengan Tingkat Kesepian Lansia di Panti Tresna Werdha. Metode: Metode penelitian ini yaitu deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Hasil: Berdasarkan distribusi lama tinggal 5-10 tahun terdapat 30 orang (58.82%)  lansia   yang   lama   tinggal   dipanti   akan mengalami perasaan yang jenuh, bosan, dan sering merindukan kehidupan bersama keluarganya. Tingkat kesepian lansia terdapat 26 orang (50.98%), Perasaan kesepian yang dialami lansia karena dikarenakan lansia jarang merasa menjadi bagian dari teman-teman disekitarnya, dan merasa terasingkan dari lingkungannya. Keluarga juga menjadi faktor penting bagi kehidupan lansia. Hasil analisis statistik menunjukkan tidak ada hubungan lama tinggal dengan tingkat kesepian lansia di Panti Tresna Werdha. Kesimpulan: Lansia dengan lama tinggal di Panti Tresna Werdha selama 5-10 tahun terdapat 30 orang (58.82%). Tingkat kesepian lansia terdapat 26 orang (50.98%), dan hasil analisis statistik menunjukkan tidak ada hubungan lama tinggal dengan tingkat kesepian lansia di Panti Tresna Werdha.
UPAYA PENCEGAHAN GIGITAN HEWAN PENULAR RABIES Dwi Rahayu, Indah; Nuryani, Rinta; Kawuryan, Uji
Jurnal Riset Keperawatan dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2025): Jurnal Riset Keperawatan dan Kesehatan
Publisher : Literasi Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71203/jrkk.v2i1.21

Abstract

Latar belakang: Rabies atau penyakit anjing gila merupakan infeksi virus akut yang menyerang sistem saraf pusat dan hampir selalu berujung pada kematian. Penyakit ini termasuk zoonosis yang sangat mematikan, sehingga pencegahan menjadi langkah utama untuk menghindari dampak fatalnya. Pencegahan efektif membutuhkan pengetahuan yang baik dari masyarakat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan masyarakat dengan upaya pencegahan Gigitan Hewan Penular Rabies (GHPR) di wilayah kerja UPT. Puskesmas Singkawang Timur I. Metode: Metode yang digunakan adalah analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah warga Kelurahan Nyarumkop yang memelihara Hewan Penular Rabies, dengan sampel sebanyak 160 responden yang dipilih secara purposive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan dan tindakan pencegahan dengan 25 pertanyaan yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil: Hasil analisis menggunakan uji Spearman rank menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05) dengan koefisien korelasi 0,645 yang menunjukkan hubungan kuat dan positif. Artinya, semakin tinggi pengetahuan masyarakat, semakin tinggi pula upaya pencegahan GHPR yang dilakukan. Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan masyarakat dengan tindakan pencegahan GHPR di wilayah kerja UPT. Puskesmas Singkawang Timur I
STUDI OBSERVASIONAL ANALISIS KORELASI PENGETAHUAN DAN KECEMASAN PASIEN PERCUTANEOUS CORONARY INTERVENTION Nely Variety, Uray; Puspita, Dinarwulan; Astuti Purnamawati, Ditha
Jurnal Riset Keperawatan dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2025): Jurnal Riset Keperawatan dan Kesehatan
Publisher : Literasi Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71203/jrkk.v2i1.22

Abstract

Latar belakang: Penyakit Jantung Koroner (PJK) merupakan salah satu penyebab utama kematian di dunia, termasuk di Indonesia. Salah satu penanganannya adalah Percutaneous Coronary Intervention (PCI) melalui prosedur kateterisasi jantung. Prosedur ini kerap menimbulkan kecemasan pada pasien, yang dapat berdampak negatif terhadap kondisi fisik dan psikologis. Salah satu faktor yang memengaruhi tingkat kecemasan adalah pengetahuan pasien tentang prosedur yang akan dijalani. Kurangnya informasi dan komunikasi yang tidak efektif antara tenaga kesehatan dan pasien dapat memperburuk kecemasan tersebut. Oleh karena itu, penting untuk meneliti hubungan antara tingkat pengetahuan dan kecemasan pada pasien yang akan menjalani PCI, khususnya di RSUD Dr. Soedarso, Kalimantan Barat. Tujuan: Mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan pasien dengan tingkat kecemasan pasien yang akan menjalani tindakan PCI di ruang Cathlab RSUD Dr. Soedarso, Kalimantan Barat. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel diambil menggunakan teknik incidental sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 49 pasien yang menjalani PCI. Uji statistik menggunakan Spearman Rank Test. Hasil: Mayoritas responden berusia 46–55 tahun (63,3%), berjenis kelamin laki-laki (69,4%), dan memiliki tingkat pendidikan terakhir SMA (81,2%). Sebanyak 40,8% responden memiliki pengetahuan yang cukup tentang PCI, dan 34,7% mengalami kecemasan ringan. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dan kecemasan pasien (p-value = 0,001; r = 0,873). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang sangat kuat dan signifikan antara tingkat pengetahuan pasien dengan tingkat kecemasan sebelum menjalani PCI di ruang Cathlab RSUD Dr. Soedarso, Kalimantan Barat. Penelitian lanjutan dengan metode kualitatif disarankan untuk memvalidasi hasil penelitian ini.
PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU DALAM MENCEGAHAN TERJADINYA ISPA PADA BALITA Sari, Rahmada; Makmuriana, Lestari; Puspita, Dinarwulan
Jurnal Riset Keperawatan dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2025): Jurnal Riset Keperawatan dan Kesehatan
Publisher : Literasi Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71203/jrkk.v2i1.23

Abstract

Latar Belakang: Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan gangguan pernapasan yang sering terjadi di masyarakat dan sering dianggap tidak berbahaya. Namun, ISPA dapat menyebabkan penurunan berat badan anak hingga 10%. Selain itu, ISPA juga dapat mengganggu kualitas tidur balita, yang pada akhirnya berdampak pada tumbuh kembang anak. Oleh karena itu, keterlibatan keluarga, khususnya ibu, sangat diperlukan dalam upaya pencegahan dan penanggulangan ISPA pada anak. Pengetahuan, sikap, dan perilaku pencegahan ISPA harus dimiliki oleh setiap anggota keluarga, terutama ibu yang memiliki peran utama dalam merawat anak-anaknya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap ibu dengan perilaku pencegahan ISPA pada balita di Puskesmas Siduk, Kayong Utara. Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 56 responden. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berada pada rentang usia 26-35 tahun (31 responden, 55,4%). Sebagian besar responden memiliki tingkat pendidikan SMA (29 responden, 51,8%) dan tidak bekerja atau berstatus sebagai ibu rumah tangga (IRT) (39 responden, 69,6%). Seluruh responden beragama Islam, dan mayoritas berasal dari suku Melayu (35 responden, 62,5%). Hasil uji statistik menggunakan uji Chi-Square (α = 0,05) menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan (p-value = 0,001) dan sikap (p-value = 0,000) dengan perilaku ibu dalam mencegah ISPA pada balita. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan sikap ibu dengan perilaku pencegahan ISPA pada balita di Puskesmas Siduk, Kayong Utara. Kata Kunci: ISPA; Pengetahuan dan Sikap; Pencegahan ISPA.
ANALISIS FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN TINDAKAN PENCEGAHAN TERJADINYA GASTRITIS Apio, Yulia; Imran, Imran; Mardiyani, Ridha
Jurnal Riset Keperawatan dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2025): Jurnal Riset Keperawatan dan Kesehatan
Publisher : Literasi Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71203/jrkk.v2i1.24

Abstract

Latar belakang: Prevalensi gastritis tersebar di seluruh dunia dan diperkirakan diderita oleh lebih dari 1,7 miliar penduduk. Tiga negara dengan persentase angka kejadian gastritis tertinggi di dunia adalah Amerika Serikat (47%), India (43%), dan Indonesia (40,8%). Gastritis yang tidak ditangani dapat merusak fungsi lambung secara progresif hingga berisiko menyebabkan komplikasi serius atau bahkan kematian. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa keluhan nyeri pada gastritis paling sering terkait dengan gastritis fungsional, yang mencakup 70–80% dari seluruh kasus. Penelitian sebelumnya juga menyatakan bahwa penyebab gastritis bersifat multifaktorial, sehingga diperlukan identifikasi hubungan antara kejadian gastritis dan faktor-faktor pencetusnya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan tindakan pencegahan gastritis pada masyarakat di Wilayah Kerja Puskesmas Air Upas Ketapang. Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 175 responden. Hasil: Sebagian besar responden berada dalam rentang usia 26–35 tahun (77 responden, 44,0%), berjenis kelamin perempuan (136 responden, 77,7%), memiliki tingkat pendidikan SMA (83 responden, 47,4%), dan mayoritas bekerja di sektor swasta (59 responden, 33,7%). Hasil uji statistik menggunakan uji chi-square (p < α = 0,05) menunjukkan hubungan yang signifikan antara pengetahuan (p = 0,000), sikap (p = 0,000), dukungan fasilitas kesehatan (p = 0,000), dan dukungan keluarga (p = 0,000) dengan tindakan pencegahan gastritis. Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan, sikap, dukungan fasilitas kesehatan, dan dukungan keluarga dengan tindakan pencegahan gastritis pada masyarakat di Wilayah Kerja Puskesmas Air Upas Ketapang.
PENDIDIKAN SEKSUAL DENGAN METODE VIDEO TENTANG UNDERWARE RULES PADA SISWA Amelia, Lince; Rizki Vernanda, Mirani; Almumtahanah, Almumtahanah; Dwi Rahayu, Indah; Puspita, Dinarwulan; Astuti Purnamawati, Ditha
Jurnal Riset Keperawatan dan Kesehatan Vol. 2 No. 1 (2025): Jurnal Riset Keperawatan dan Kesehatan
Publisher : Literasi Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71203/jrkk.v2i1.25

Abstract

Latar Belakang:Kekerasan seksual merupakan tindakan yang mengarah pada seksualitas seseorang dengan unsur paksaan tanpa memandang hubungan pelaku dan korban. Dampaknya sangat serius, terutama bagi anak, mencakup gangguan fisik, mental, sosial, bahkan kematian. Salah satu upaya pencegahan yang efektif adalah edukasi melalui program underwear rules, sehingga penting dilakukan pendidikan kesehatan mengenai hal ini pada anak usia sekolah dasar. Tujuan: Mengetahui pengaruh pendidikan seksual menggunakan media video terhadap peningkatan pengetahuan underwear rulespada siswa usia 8–9 tahun di SDN 51 Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi experiment dengan pendekatan one group pretest-posttest with control group. Populasi berjumlah 135 siswa, dengan sampel sebanyak 100 siswa yang diambil menggunakan simple random sampling. Hasil: Rerata pengetahuan kelompok intervensi saat pretest adalah 60% (kategori kurang), meningkat menjadi 84% (kategori baik) pada posttest. Sementara kelompok kontrol meningkat dari 57% menjadi 66%. Uji paired sample t-testmenunjukkan p-value 0,000, yang berarti ada pengaruh signifikan setelah intervensi. Uji independent sample t-test juga menunjukkan p-value 0,000, menandakan perbedaan signifikan antara kelompok intervensi dan kontrol. Kesimpulan: Pendidikan seksual menggunakan video efektif dalam meningkatkan pengetahuan siswa tentang underwear rules. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan anak usia 8–9 tahun setelah diberikan intervensi video edukatif.
PENGARUH SENAM KAKI DIABETIK TERHADAP RISIKO ULKUS KAKI DIABETIK Heltty, Heltty; Rahmadania , Wa Ode; Krismiadi, Dedi
Jurnal Riset Keperawatan dan Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Riset Keperawatan dan Kesehatan
Publisher : Literasi Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71203/jrkk.v2i2.26

Abstract

Latar Belakang: ulkus kaki diabetik merupakan komplikasi diabetes yang parah yang dikaitkan dengan infeksi bahkan berujung pada amputasi dan menyebabkan kematian apabila tidak dilakukan tindakan yang tepat. Sehingga diperlukan pencegahan awal untuk mengatasi terjadinya resiko ulkus yaitu dengan melakukan senam kaki diabetik. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh senam kaki diabetik terhadap risiko ulkus kaki diabetik pada penderita diabetes melitus Di Wilayah Kerja Puskesmas Poasia Kota Kendari. Metode: Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah quasy eksperimen dengan pre and post-test with control group design. Populasi pada penelitian ini sebanyak 50 penderita diabetes melitus, dengan jumlah sampel 30 responden yang dibagi dalam 2 kelompok diantaranya 15 reponden kelompok perlakuan dan 15 responden kelompok kontrol, teknik penarikan sampel menggunakan teknik simple random sampling. Hasil: Hasil analisis menggunakan Uji mann whitney menunjukkan perbedaan antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol dengan (ρ = 0.025) dengan nilai mean rank sebesar (11. 97) pada kelompok intervensi dan nilai mean rank pada kelompok Kontrol sebesar (19.03). Kesimpulan: resiko terjadinya ulkus diabetic lebih rendah terjadi pada kelompok intervensi dibandingkan dengan kelompok kontrol. Artinya terdapat perbedaan risiko ulkus kaki diabetik yang signifikan antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol.
PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN STUNTING PADA BALITA Ariyanti, Sri; Rina, Maria Feri; Surtikanti, Surtikanti
Jurnal Riset Keperawatan dan Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Riset Keperawatan dan Kesehatan
Publisher : Literasi Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71203/jrkk.v2i2.27

Abstract

Latar Belakang: Stunting adalah suatu kondisi tubuh yang pendek. Stunting pada balita akan berdampak buruk apabila tidak ditanggulangi segera. Dampak jangka pendek yang dapat ditimbulkan akibat stunting meliputi kenaikan angka kesakitan serta kematian. Sehingga diperlukan untuk mencari tahu hubungan antara pengetahuan dan sikap ibu dengan perilaku pencegahan stunting pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Mensiku Kecamatan Binjai Hulu Kabupaten Sintang. Tujuan: Mengetahui hubungan antara pengetahuan dan sikap ibu dengan perilaku pencegahan stunting pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Mensiku Kecamatan Binjai Hulu Kabupaten Sintang. Metode: Jenis penelitian bersifat korelasi analitik jenis rancangan yaitu cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan mengunakan 69 responden. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat yaitu menjelaskan berdisribusi frekuensi data dan analisis bivariat menganalisis variabel dengan uji statistik Chi Square. Hasil: Setelah dilakukan penelitian maka data yang didapatkan karakteristik berumur dewasa yaitu 26-45 tahun 49 orang. Mayoritas reponden bekerja yaitu IRT 48 orang. Mayoritas reponden berpendidikan menengah yaitu SMA/SMK/MA 44 orang. Mayoritas reponden memiliki pengetahuan cukup 41 orang. Mayoritas reponden memiliki sikap dengan kategorik mendukung 45 orang. Mayoritas reponden memiliki perilaku pencegahan stunting dengan kategori baik sebanyak 47 orang. Hasil uji statistik diperoleh ada hubungan antara pengetahuan (p value = 0,000) dan sikap ibu (p value = 0,018) dengan perilaku pencegahan stunting pada Balita. Kesimpulan: Ada hubungan antara pengetahuan dan sikap ibu dengan perilaku pencegahan stunting pada balita di Wilayah Kerja Puskesmas Mensiku Kecamatan Binjai Hulu Kabupaten Sintang. Penelitian selanjutnya dapat mengembangankan penelitian kualitatif dengan menambah variabel seperti jarak, sarana, dan prasarana.