cover
Contact Name
Sabda Wahab
Contact Email
sabda.wahab@q2lii.id
Phone
+6282290280383
Journal Mail Official
q2lanterailmiahinstitute@q2lii.id
Editorial Address
Komp OPI Cempaka Blok E No. 05 Kel. Lima Belas Ulu Kec. Jakabaring, Palembang, Indonesia
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Lantera Ilmiah Kesehatan
ISSN : -     EISSN : 3090420X     DOI : https://doi.org/10.52120/jlik
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Lentera Ilmiah Kesehatan mengandung makna filosofis dari kata lentera yang berarti cahaya atau alat penerang, yang dalam konteks ilmiah dan kesehatan dimaknai sebagai simbol pencerahan pengetahuan. Melalui platform Open Journal Systems (OJS), jurnal ini hadir sebagai wadah terbuka untuk menyebarluaskan hasil-hasil penelitian di bidang kesehatan secara transparan dan dapat diakses luas oleh masyarakat ilmiah. Nama Lentera mencerminkan komitmen jurnal ini untuk menjadi sumber inspirasi dan informasi yang menerangi perkembangan ilmu kesehatan, mendorong kolaborasi, serta menjadi rujukan terpercaya bagi akademisi, praktisi, dan pembuat kebijakan dalam meningkatkan kualitas layanan dan pengetahuan di bidang kesehatan. Diterbitkan oleh CV. Q2 Lantera Ilmiah Institut, Jurnal Lentera Ilmiah Kesehatan (JLIK) merupakan jurnal ilmiah berkala yang terbit dua kali dalam setahun, yaitu pada periode Januari–Juni dan Juli–Desember. JLIK menerima naskah hasil penelitian, ulasan ilmiah, serta metode dan pendekatan baru dalam berbagai bidang kesehatan seperti Administrasi Rumah Sakit, Bioteknologi, Farmasi, Fisioterapi, Ilmu Gizi, Kebidanan, Kedokteran, Kedokteran Gigi, Keperawatan, Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Masyarakat, Radiologi, Teknologi Laboratorium Medis/Analis.
Articles 33 Documents
Gambaran Kejadian Infertilitas di Kota Palembang Oktriyedi, Ferly; Handayani, Lela
JURNAL LENTERA ILMIAH KESEHATAN Vol. 3 No. 1 (2025): (Juni 2025)
Publisher : CV. Q2 Lantera Ilmiah Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/jlik.v3i1.109

Abstract

Infertilitas atau ketidaksuburan merupakan masalah kesehatan reproduksi yang berdampak signifikan terhadap kehidupan pasangan usia subur, baik secara psikologis, sosial, maupun ekonomi. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif yang bertujuan untuk menyajikan estimasi kejadian infertilitas di Kota Palembang selama periode 2020 hingga 2024. Fokus utama penelitian adalah memberikan gambaran secara numerik berdasarkan data sekunder yang tersedia dari sumber-sumber resmi dan terpercaya. Data menunjukkan bahwa jumlah pasangan usia subur (PUS) di Kota Palembang meningkat setiap tahun, dari 240.000 pada tahun 2020 menjadi 260.000 pada tahun 2024. Berdasarkan prevalensi infertilitas nasional 6–12%, maka jumlah kasus infertilitas diperkirakan naik dari 14.400–28.800 kasus di 2020 menjadi 15.600–31.200 kasus di 2024. Selain itu, faktor usia menikah yang lebih tinggi dan keterlambatan memiliki anak juga meningkatkan risiko infertilitas. Meski bersifat estimatif, data ini mencerminkan perlunya perhatian serius terhadap kesehatan reproduksi di Palembang. Dibutuhkan edukasi, deteksi dini, dan peningkatan akses layanan fertilitas agar infertilitas tidak menjadi beban kesehatan masyarakat jangka panjang.
Gambaran Kesehatan Lingkungan dan Kesehatan Pekerja di Perkebunan Sawit Oktriyedi, Ferly; Handayani, Lela
JURNAL LENTERA ILMIAH KESEHATAN Vol. 3 No. 1 (2025): (Juni 2025)
Publisher : CV. Q2 Lantera Ilmiah Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/jlik.v3i1.110

Abstract

Perkebunan kelapa sawit merupakan salah satu sektor strategis dalam pembangunan ekonomi Indonesia, yang menyerap jutaan tenaga kerja dan berkontribusi besar terhadap produk domestik bruto nasional. Sebagian besar pekerja di perkebunan sawit terlibat dalamat yang serius. Penelitian ini menggunakan metode systematic review terhadap artikel ilmiah berbahasa Indonesia dari Google Scholar (2014-2024). Kata kunci pencarian meliputi Farmakodinamika, Farmakokinetika, Gagal Jantung, Interaksi Obat, dan Keparahan. Dari 11.500 artikel awal, 10 artikel memenuhi kriteria inklusi (jurnal peer-reviewed, fokus pada interaksi obat pada pasien gagal jantung, tersedia dalam PDF dan akses bebas) dan dieksklusi kriteria eksklusi (opini, editorial, tidak menyebutkan mekanisme interaksi obat, duplikasi, atau tidak relevan), kemudian dianalisis. Analisis literatur menunjukkan prevalensi tinggi interaksi obat pada pasien gagal jantung. Interaksi terjadi melalui mekanisme farmakodinamik dan farmakokinetik, melibatkan berbagai golongan obat (diuretik, ACE inhibitor, ARB, beta-blocker, digoksin). Kombinasi tertentu meningkatkan risiko hiperkalemia (spironolakton dengan ACE inhibitor/ARB), toksisitas digoksin (digoksin-furosemide), dan hipotensi (bisoprolol-furosemide). Aspirin dan clopidogrel juga sering terlibat interaksi. Keparahan interaksi bervariasi (minor, moderate, mayor. Terapi kombinasi pada gagal jantung meningkatkan risiko interaksi obat yang signifikan. Pemantauan ketat terhadap elektrolit, tekanan darah, dan denyut jantung, serta perencanaan pengobatan yang cermat, sangat penting untuk meminimalkan risiko efek samping dan meningkatkan kualitas hidup pasien.
Gambaran Kesehatan Masyarakat pada Daerah Kumuh di Kota Palembang Matolisi, Elizabet; Dwi Satriyanto, Muhammad; Alimin
JURNAL LENTERA ILMIAH KESEHATAN Vol. 3 No. 1 (2025): (Juni 2025)
Publisher : CV. Q2 Lantera Ilmiah Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/jlik.v3i1.111

Abstract

Wilayah kumuh perkotaan merupakan salah satu tantangan besar dalam pembangunan kesehatan masyarakat karena ditandai oleh kepadatan penduduk yang tinggi, perumahan tidak layak, dan minimnya akses terhadap layanan dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan literature review dengan desain deskriptif-analitik. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan kondisi kesehatan masyarakat di wilayah kumuh Kota Palembang melalui telaah terhadap berbagai sumber data sekunder yang relevan. Kesehatan masyarakat di wilayah kumuh Kota Palembang menghadapi tantangan serius akibat kondisi lingkungan yang buruk, kepadatan penduduk, serta keterbatasan akses layanan dasar. Penyakit menular seperti ISPA, diare, dan penyakit kulit banyak terjadi karena sanitasi yang tidak memadai dan minimnya PHBS. Masalah gizi pada anak dan ibu, termasuk stunting dan anemia, juga masih tinggi akibat kurangnya asupan bergizi dan infeksi berulang. Rendahnya cakupan imunisasi, ANC, dan persalinan di fasilitas kesehatan menunjukkan lemahnya akses terhadap layanan kesehatan, diperparah oleh faktor ekonomi dan administrasi kependudukan. Selain itu, tekanan psikososial dan kondisi hidup yang padat memicu meningkatnya masalah kesehatan mental. Secara umum, perbaikan kesehatan di wilayah kumuh memerlukan pendekatan terpadu yang mencakup peningkatan infrastruktur dasar, edukasi kesehatan, serta penguatan layanan kesehatan berbasis komunitas.
Gambaran Kesehatan Masyarakat di Wilayah Lahan Basah Sungsang Banyuasin Sumatera Selatan Alimin; Dwi Satriyanto, Muhammad; Matolisi, Elizabet
JURNAL LENTERA ILMIAH KESEHATAN Vol. 3 No. 1 (2025): (Juni 2025)
Publisher : CV. Q2 Lantera Ilmiah Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/jlik.v3i1.112

Abstract

Wilayah lahan basah seperti Sungsang dan Banyuasin di Provinsi Sumatera Selatan merupakan kawasan pesisir yang memiliki keanekaragaman hayati tinggi dan menjadi pusat aktivitas perikanan, pertanian, serta pemukiman masyarakat pesisir. Penelitian ini menggunakan desain literature review atau tinjauan pustaka sebagai pendekatan utama dalam mengeksplorasi dan menganalisis berbagai temuan ilmiah yang relevan terkait kondisi kesehatan masyarakat di wilayah lahan basah, khususnya di daerah Sungsang Banyuasin. Wilayah lahan basah Sungsang dan Banyuasin menghadapi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan, terutama akibat buruknya kualitas air, sanitasi, dan akses layanan kesehatan. Ketergantungan pada air sungai yang tercemar menyebabkan tingginya kasus penyakit diare, infeksi kulit, dan penyakit tropis. Selain itu, ISPA dan masalah gizi seperti stunting banyak ditemukan karena kondisi rumah yang tidak sehat, ventilasi buruk, serta konsumsi makanan bergizi yang minim. Hambatan geografis dan terbatasnya tenaga kesehatan memperparah kesenjangan layanan medis. Rendahnya praktik PHBS juga menunjukkan kurangnya edukasi kesehatan berbasis budaya lokal. Oleh karena itu, perbaikan kesehatan di wilayah ini memerlukan pendekatan lintas sektor, berbasis komunitas, serta dukungan kebijakan yang sesuai dengan kondisi geografis dan sosial masyarakat setempat.
Formulasi dan Evaluasi Sediaan Masker Peel Off Ekstrak Daun Salam (Syzigium polyanthum) Soyata, Amelia; Prasetyo, Dani; Tarisa, Nyayu
JURNAL LENTERA ILMIAH KESEHATAN Vol. 3 No. 1 (2025): (Juni 2025)
Publisher : CV. Q2 Lantera Ilmiah Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/jlik.v3i1.119

Abstract

Daun Salam (Syzygium polyanthum (wight) Walp).Merupakan salah satu tanaman yang mengandung senyawa antioksidan yaitu flavonoid yang dapat mencegah atau mengurangi radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan dan mengevaluasi sediaan masker peel off ekstrak daun salam (Syzygium polyanthum. Masker peel-offdiformulasi dalam 4 formula dengan perbedaan konsentrasi ekstrak daun salam yaitu dengan F0 0%, F1 2%, F2 2,5%,F3 4%. Evaluasi yang dilakukan adalah uji organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, Stabilitas, dan uji iritasi. Hasil penelitian menunjukkan sediaan masker peel-off F0,F1,F2, dan F3. Ketiga formula sediaan memiliki fisik yang baik ditandai dengan tidak adanya pengendapan, kekeruhan dan nilai pH yang baik untuk kriteria sediaan. Untuk selanjutnya dilakukan uji iritasi dan didapatkan hasil uji yang tidak mengiritasi dan stabil pada penyimpanan selama 14 hari. Formula 3 dengan konsentrasi 4% ekstrak adalah formula terbaik
Formulation and stability test of stick balm preparation from red lemongrass (cymbopogon nardus L.) essential oil as aromatherapy and muscle pain reliever Labobar, Lea Wilhelmina; Labobar , Lea Wilhelmina; Ibrahim, MarissaAnggia
JURNAL LENTERA ILMIAH KESEHATAN Vol. 3 No. 2 (2025): (Desember 2025)
Publisher : CV. Q2 Lantera Ilmiah Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/jlik.v3i2.121

Abstract

Balm is a topical preparation commonly used to relieve muscle pain through a warming effect. The innovation of balm in stick form offers more prac tical and hygienic application. This study aimed to formulate a balm stick from lemongrass (Cymbopogon nardus L.) essential oil, evaluate its physical stability, and conduct a skin irritation test. This experimental study employed steam distil lation and melting methods for preparation. Three balm stick formulations were developed based on varying concentrations of lemongrass essential oil: FI (20%), FII (25%), and FIII (30%). Stability tests included organoleptic observation, ho mogeneity, pH measurement, spreadability, and skin irritation assessment. Results showed that all formulations maintained stable color, aroma, and form for up to one week of storage. All three formulations exhibited good homogeneity and pH values within the skin standard (pH 5). The spreadability test indicated good ad herence to the skin, and no irritation was observed before or after storage. In conclusion, variations in essential oil concentration can be successfully formulat ed into an aromatherapy balm stick for muscle pain relief. The concentration all variations did not affect the stability of the preparations, and all formulations passed the skin irritation test, supporting their use as topical aromatherapy and muscle pain relief products.    
UJI KADAR HAMBAT MINIMUM (KHM) DAN KADAR BUNUH MINIMUM (KBM) EKSTRAK DAUN PEPAYA (Carica papaya L.) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus Achmad, Sukriansyah; Ibrahim, MarissaAnggia; Lapodi, Abd. Rijali
JURNAL LENTERA ILMIAH KESEHATAN Vol. 3 No. 2 (2025): (Desember 2025)
Publisher : CV. Q2 Lantera Ilmiah Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/jlik.v3.2.122

Abstract

Infeksi akibat Staphylococcus aureus merupakan masalah kesehatan yang sering terjadi dan mebutuhkan alternatif pengobatan dari bahan alam. Daun pepaya (Carica papaya L.) diketahui mengandung senyawa aktif seperti flavonoid, saponin, alkaloid, dan tanin yang berpotensi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ativitas antibakteri ekstrak etanol daun pepaya terhadap Staphylococcus aureus melalui penentuan Kadar Hambuat Minimum (KHM) dan Kadar Bunuh Minimum (KBM). Penelitian dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi STIKes Maluku Husada pada tahun 2025. Sampel daun pepaya segar diperoleh dari desa Tulehu, Kabupaten Maluku Tengah, diolah menjadi simplisia, kemudian diekstraksi dengan metode maserasi menguunakan etanol 70%. Hasil ekstraksi menghasilkan rendamen sebesar 10,75%. Uji fitokimia menunjukan bahwa ekstrak mengandung alkaloid, tanin, saponin, dan flavonoid. Uji KHM dilakukan menggunakan metode dilusi cair dengan variasi konsentrasi 5%, 10%, 15%, dan 20%, sedangkan uji KBM dilakukan menggunakan metode sebar pada media Nutrien Agar. Hasil menunjukan bahwa KHM diperoleh pada konsentrasi 10%, ditandai dengan kejernihan media dan tidak adanya pertumbuhan bakteri. Namun, pada uji KBM tidak ditemukan aktivitas bakteriosidal karena koloni bakteri masih tumbuh pada seluruh konsentrasi. Hasil ini menunjukan bhawa ekstrak daun pepaya memiliki kemampuan menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus namun belum mampu membunuhnya secara menyeluruh. Dengan demikian, ekstrak daun pepaya berpotensi dikembangkan sebagai agen antibakteri alami, namu diperlukan penelitian lanjutan untuk optimasi konsentrasi dan efektivitasnya.
Gambaran Penyimpanan Obat di Puskesmas Empat Ulu Kota Palembang Tahun 2025 Pitriyanti, Nova; Gumay, Burhanuddin; Wahab, Sabda; Azzahra, Nia; Muliana, Hilda
JURNAL LENTERA ILMIAH KESEHATAN Vol. 3 No. 2 (2025): (Desember 2025)
Publisher : CV. Q2 Lantera Ilmiah Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/jlik.v3i2.124

Abstract

Pelayanan kefarmasian di puskesmas berperan penting dalam menjaga mutu, keamanan, dan efektivitas obat, salah satunya melalui sistem penyimpanan yang sesuai standar Good Storage Practice (GSP) sebagaimana diatur dalam Permenkes No. 74 Tahun 2016. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi sistem penyimpanan obat di Puskesmas Empat Ulu Kota Palembang berdasarkan penerapan metode alfabetis, First In First Out (FIFO), dan First Expired First Out (FEFO). Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kualitatif yang dilaksanakan di Puskesmas Empat Ulu Kota Palembang pada 1-29 Juli 2025. Data dikumpulkan melalui obserbasi langsung terhadap sistem penyimpanan, wawancara dengan tenaga farmasi, dan telaah dokumen seperti kartu stok serta SOP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh indikator penyimpanan obat telah memenuhi standar dengan tingkat kepatuhan 100%. Obat disusun rapi sesuai tablet, bentuk sediaan, dan kelompok terapi; penerapan FIFO dan FEFO dilakukan konsisten dengan penandaan khusus untuk obat yang mendekati kedaluwarsa; obat narkotika dan pisikotropika disimpan terpisah dengan pengaman khusus; dan sediaan rantai dingin disimpan dalam lemari pendingin dengan pemantauan suhu rutin. Pembahasan menunjukkan keberhasilan ini didukung oleh kesadaran petugas, fasilitas memadai, serta pengawasan yang baik. Simpulan penelitian ini Adalah sistem penyimpanan obat di Puskesmas Empat Ulu telah sesuai dengan Permenkes No. 74 Tahun 2016 dan prinsip GSP.
Gambaran Waktu Tunggu Resep Rawat Jalan di Puskesmas Nagaswidak Palembang Tahun 2025 Putri, Occa; Prasetyo, Dani; Muliana, Hilda; Azzahra, Nia
JURNAL LENTERA ILMIAH KESEHATAN Vol. 3 No. 2 (2025): (Desember 2025)
Publisher : CV. Q2 Lantera Ilmiah Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/jlik.v3i2.128

Abstract

Waktu tunggu pelayanan resep merupakan salah satu indikator mutu pelayanan kefarmasian di fasilitas kesehatan tingkat pertama Waktu tunggu yang lama dapat menurunkan kepuasan pasien, menghambat kepatuhan penggunaan obat, serta mencerminkan rendahnya efisiensi pelayanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran waktu tunggu pelayanan resep rawat jalan di Puskesmas Nagaswidak Kota Palembang. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif deskriptif dengan pendekatan observasional. Sampel penelitian sebanyak 94 resep yang masuk selama periode bulan juni 2025 ditentukan dengan rumus Slovin Data dikumpulkan melalui observasi langsung terhadap proses pelayanan resep dan dianalisis secara univariat untuk menghitung rata-rata waktu tunggu serta distribusinya berdasarkan jenis resep, jumlah tenaga farmasi, dan ketersediaan obat. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas resep rawat jalan adalah non racikan (74,2%), sedangkan racikan sebesar 25,8%. Jumlah tenaga farmasi terdiri dari 1 apoteker (33,4%) dan 2 tenaga teknis kefarmasian (66,6%). Ketersediaan obat tercatat 100%, sehingga seluruh resep dapat dilayani. Rata-rata waktu tunggu resep non racikan adalah 3,7 menit (standar ≤10 menit), sedangkan racikan 12,1 menit (standar ≤15 menit). Kesimpulan penelitian ini adalah waktu tunggu pelayanan resep di Puskesmas Nagaswidak Kota Palembang masih sesuai dengan standar yang ditetapkan Kementerian Kesehatan. Faktor yang mendukung efisiensi pelayanan meliputi dominasi resep non racikan, ketercukupan tenaga farmasi, serta ketersediaan obat yang optimal.
Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Penggunaan Obat Antihipertensi di RSUD Siti Fatimah Livia, Sinta; Pranata, Yovi; Azzahra, Nia; Muliana, Hilda
JURNAL LENTERA ILMIAH KESEHATAN Vol. 3 No. 2 (2025): (Desember 2025)
Publisher : CV. Q2 Lantera Ilmiah Institut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52120/3ecg6e18

Abstract

Hipertensi merupakan peningkatan tekanan darah yang menetap di atas 140/90 mmHg dan menjadi salah satu faktor risiko utama penyakit kardiovaskular. Keberhasilan terapi hipertensi sangat ditentukan oleh kepatuhan pasien dalam mengonsumsi obat antihipertensi. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi rawat jalan di RSUD Siti Fatimah Provinsi Sumatera Selatan. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional pada 139 responden yang memenuhi kriteria inklusi bulan Juli 2025 melalui metode total sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8). Analisis dilakukan secara univariat, bivariat (uji Chi-Square), dan simultan (uji ANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat kepatuhan sedang (69,8%). Uji Chi-Square menunjukkan hanya variabel tingkat pendidikan yang berhubungan signifikan dengan kepatuhan minum obat (p=0,026; r=-0,161), sedangkan usia, jenis kelamin, pekerjaan, dan lama menderita hipertensi tidak signifikan. Uji ANOVA menunjukkan bahwa secara simultan, karakteristikresponden tidak berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan penggunaan obat antihipertensi (F=1,537; Sig.=0,172 > 0,05). Kesimpulannya, tingkat pendidikan menjadi faktor yang berhubungan dengan kepatuhan pasien hipertensi, dengan kecenderungan semakin tinggi pendidikan justru menurunkan kepatuhan

Page 3 of 4 | Total Record : 33