cover
Contact Name
Arif Mudi Priyatno
Contact Email
arifmudi11@gmail.com
Phone
+6282390449323
Journal Mail Official
arifmudi11@gmail.com
Editorial Address
Jl. HR Soebrantas KM 16.5, Kab. Kampar, Provinsi Riau, 28293
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research
ISSN : -     EISSN : 30250994     DOI : https://doi.org/10.69693/ijim
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research adalah jurnal yang menerbitkan artikel penelitian yang mencangkup multidisiplin, yang meliputi : Humaniora dan ilmu sosial, ilmu politik kontemporer, ilmu pendidikan, ilmu agama dan filsafat, ilmu teknik, bisnis dan ekonomi, Koperasi, teknologi, ilmu kesehatan, ilmu kedokteran, pengembangan SDM, ilmu seni desain dan media. jurnal ini diterbitkan oleh Institute of Advanced Knowledge and Science, yang diterbitkan dalam 4 kali dalam setahun yaitu Maret, Juni, September, dan Desember.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 663 Documents
Tinjauan Yuridis Implementasi Pilihan Bahasa (Choice Of Language) Dalam Penyelesaian Sengketa Melalui Peradilan Negara Dan Peradilan Arbitrase Di Indonesia Jafar Sidik; Imam Jahrudin Priyanto; Edi Pramono; Pho Giovanno Wahyu Sinarwan
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.620

Abstract

Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (selanjutnya disebut Piagam PBB) menyebutkan, terdapat 6 (enam) bahasa dunia, yaitu Arab, Tiongkok, Inggris, Prancis, Rusia, dan Spanyol.  Sejak November 2023, bahasa Indonesia juga sudah masuk “10 Besar” Bahasa Resmi Sidang Umum UNESCO (Organisasi PBB Bidang Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Budaya), yang bermarkas di Paris.  Indonesia merupakan anggota masyarakat dunia, sebagai subyek hukum internasional, yang  dapat melakukan hubungan internasional dalam bidang perniagaan / perdagangan dunia. Subyek hukum adalah pemegang atau pengemban dari hak-hak dan kewajiban-kewajiban. Dalam melaksanakan hubungan hukum antara pihak-pihak sebagai subyek hukum tidak selamanya baik-baik saja (harmonis). Mungkin saja terdapat perbedaan pandangan atau pendapat, bahkan mungkin juga terjadi konflik, permasalahan, bahkan terjadi perselisihan atau sengketa (dispute). Untuk mengantisipasi apabila terjadi konflik atau sengketa, maka para pihak dapat memilih mekanisme penyelesaian melalui peradilan negara atau melalui jalur di luar peradilan negara, yaitu melalui arbitrase atau negosiasi, mediasi, atau mekanisme alternatif penyelesaian sengketa lainnya. Mengingat pentingnya peranan bahasa dalam penyelesaian sengketa para pihak, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menggambarkan serta dan menelaah dan menganalisis tentang bagaimanakah implementasi peran pilihan bahasa dalam ketentuan kontrak (perjanjian) dalam rangka penyelesaian sengketa pada praktik di peradilan negara dan di peradilan arbitrase, sehubungan dengan berlakunya Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2009  tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan. Menurut ketentuan Pasal 31 ayat (1) bahwa “Bahasa Indonesia wajib digunakan dalam nota kesepahaman atau perjanjian yang melibatkan lembaga negara, instansi pemerintah Republik Indonesia, lembaga swasta Indonesia atau perseorangan warga negara Indonesia”. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif terhadap hukum positif Indonesia  berupa peraturan perundang-undangan, juga dengan melakukan analisis kualitatif terhadap bahan-bahan naskah hukum (library research). Simpulan yang diperoleh, pada praktik Peradilan Negara dalam Putusan Mahkamah Agung RI No. 601 K/Pdt/2015, tanggal 31 Agustus 2015  juncto Putusan Pengadilan  Tinggi Jakarta No. 48/Pdt/2014/PT.DKI, tanggal 12 Februari 2014 juncto Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Barat No. 451/ Pdt.G/2012/PN.JKT.BAR, tanggal 21 Maret 2013 bahwa ”Perjanjian yang dibuat dalam bahasa asing (misalnya bahasa Inggris) bertentangan dengan UU No. Nomor 24 Tahun 2009  tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan, dan karena itu dinyatakan null and void (batal demi hukum). Dalam praktek Persidangan pada Lembaga Arbitrase masih ditemukan kontrak (perjanjian), yang tidak sesuai dan tidak memperhatikan berlakunya UU No.24 Tahun 2009 tersebut.
Pengaruh Promosi Terhadap Keputusan Pembelian Di Kedai Kopi Hollow Kota Tasikmalaya Rubi Chandra T riyana; Andi Andi; Acep Hilman
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.623

Abstract

Promosi merupakan serangkaian aktivitas pemasaran yang bertujuan untuk menyampaikan informasi, memengaruhi, serta mendorong konsumen agar bersedia melakukan pembelian terhadap produk atau jasa yang ditawarkan. Dengan skripsi yang berjudul “Pengaruh Promosi Terhadap Keputusan Pembelian di Kedai Kopi Hollow Kota Tasikmalaya” ini yang mana judul tersebut di latar belakangi oleh hasil obeservasi mengenai promosi yang sering di lakukan oleh Kedai Hollow dalam hal ini Kedai Hollow dalam upaya menawarkan produknya pada masyarakat Tasikmalaya hingga bisa mempengaruhi keputusan pembelian para konsumennya. Dengan permasalahan yang terdapat pada hasil obsevasi tersebut maka rumusan masalah pada penelitian ini yaitu untuk mengetahui seberapa besar pengaruh promosi terhadap keputusan pembelian. Pada penelitian ini mennggunakan metode penelitian kuantitatif asosiatif kausal dengan teknik sampling insidental dan rumus Cochran. Sampel yang ada pada penelitian ini yaitu sebesar 96 orang yang pernah berkunjung ke Kedai Kopi Hollow. Teknis analisis data yang digunakan ialah uji regresi sederhada serta koefisien regresi dan determinasi untuk menguji hipotesis. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa secara parsial promosi mempengaruhi keputusan pembelian sebesar 76,4% hal tersebut di lihat dari hasil koefisen regresi yang sebesar 0,860 dan koefisien determinasi sebesar 0,764. Sedangkan sisanya sebesar 23,6% dipengaruhi oleh variabel atupun faktor lain yang tidak amati pada penelitian ini. Secara simultan dikatakan bahwa terdapat pengaruh antara promosi terhadap keputusan pembelian. Maka hipotesisnya berbunyi “terdapat pengaruh positif dan signifikan antara promosi terhadap keputusan pembelian”.
Analisa Korelasi Pengaruh Jenis Arang pada Proses Pack Carburizing Terhadap Keausan Baja ST 37 Nitha Nitha; Chendri Johan; Rivaldo Julio Barrung; Nofrianto Pasae; Rahab M Bako
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.624

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi jenis arang dalam proses pack carburizing terhadap laju keausan baja karbon rendah ST 37. Baja ST 37 dipilih karena karakteristiknya yang ulet namun memiliki kekerasan permukaan yang rendah, sehingga rentan terhadap keausan. Untuk meningkatkan ketahanan aus, dilakukan perlakuan panas melalui metode pack carburizing dengan menggunakan empat jenis arang berbeda: arang tempurung kelapa, arang kayu cemara, arang buah pinus, dan arang tulang kerbau. Setiap media arang dicampur dengan 10% NaCO₃ sebagai energizer, dipanaskan pada suhu 800°C selama 1 jam, lalu didinginkan dengan media air. Pengujian keausan dilakukan menggunakan metode abrasif. Hasil pengujian menunjukkan bahwa jenis arang sangat berpengaruh terhadap laju keausan. Spesimen tanpa perlakuan (raw material) memiliki laju keausan tertinggi sebesar 0,0076 gr/s, sementara spesimen dengan perlakuan menggunakan arang tulang kerbau menunjukkan laju keausan terendah sebesar 0,0038 gr/s. Analisa korelasi menghasilkan koefisien korelasi (r) sebesar -0,85, yang mengindikasikan hubungan negatif yang kuat antara jenis arang dengan laju keausan. Hal ini menunjukkan bahwa variasi jenis arang berpengaruh terhadap terhadap laju keausan sebesar sebesar 72,25%. Dan arang tulang kerbau merupakan media karbon terbaik untuk meningkatkan ketahanan aus baja ST 37 pada proses pack carburizing.
Analisis Kerjasama Antar Daerah Dalam Penanganan Kekerasan Terhadap Perempuan Melalui Kebijakan Pengarusutamaan Gender Salsabila Putri Ramadhani; Esta Wahyu Wijaya; Shania Mirza; Erlyn Veranita
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.625

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas kerja sama antar daerah dalam penanganan kekerasan terhadap perempuan melalui kebijakan Pengarusutamaan Gender (PUG). Permasalahan utama yang diangkat adalah tingginya angka kekerasan terhadap perempuan yang menunjukkan bahwa implementasi kebijakan di lapangan belum berjalan optimal serta masih menghadapi berbagai kendala. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif, sumber data penelitian yang diperoleh berasal dari studi literatur dan dokumen resmi, seperti Catatan Tahunan Komnas Perempuan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui metode dokumentasi dengan cara menelusuri dan mengkaji berbagai sumber tertulis yang berkaitan dengan topik penelitian, kemudian data yang diperoleh dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerja sama antar daerah melalui pendekatan collaborative governance memiliki potensi dalam meningkatkan efektivitas penanganan kekerasan, terutama melalui integrasi sumber daya, koordinasi lintas sektor, serta penggunaan instrumen seperti Gender Analysis Pathway (GAP) dan Gender Budget Statement (GBS). Namun, implementasinya masih belum optimal akibat adanya ego sektoral, kesenjangan kapasitas daerah, lemahnya koordinasi, serta dominasi budaya patriarki yang menghambat integrasi perspektif gender. Dengan demikian, diperlukan penguatan komitmen, kapasitas kelembagaan, dan pemahaman yang komprehensif dalam mengintegrasikan kebijakan berperspektif gender pada setiap tahapan proses pembangunan.  
Analisis Efektivitas Pemasaran Media Sosial Dengan AI, Augmented Reality, Dan Virtual Influencer Dalam Meningkatkan Pengalaman Pelanggan Di Kalangan Gen Z Fatihah Rahmah Aliyah; Hendar Hendar
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.626

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas pemasaran media sosial yang mengintegrasikan Artificial Intelligence (AI), Augmented Reality (AR), dan virtual influencer dalam meningkatkan pengalaman pelanggan di kalangan Generasi Z. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif melalui survei terhadap pengguna aktif media sosial Gen-Z. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI secara signifikan meningkatkan personalisasi konten dan responsivitas layanan, AR mampu menciptakan pengalaman imersif yang memperkuat keterlibatan dan daya ingat merek, serta virtual influencer efektif membangun hubungan emosional dan kepercayaan audiens. Integrasi ketiga teknologi tersebut terbukti meningkatkan kepuasan dan loyalitas pelanggan sekaligus memperluas efektivitas kampanye pemasaran digital, sehingga memberikan implikasi praktis bagi pemasar dalam merancang strategi komunikasi yang inovatif dan berorientasi pada pengalaman pengguna Gen-Z di era transformasi digital.
Pemanfaatan Kitosan Dari Kulit Udang (Panaeus Monodon) Sebagai Pengawet Ikan Kembung (Rastrelliger Sp) Bintang Maharani; Astin Lukum; Deasy Natalia Botutihe; Yuszda K. Salimi; La Alio; Hamid Majelis
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.632

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi kitosan kulit udang (Penaeus monodon) terhadap daya simpan dan kualitas ikan kembung (Rastrelliger sp) selama penyimpanan. Penelitian dilakukan tahapan, yaitu proses pengawetan ikan menggunakan kitosan serta penggunaan garam sebagai pembanding. Selanjutnya dilakukan karakterisasi kualitas ikan melalui beberapa pengujian, meliputi analisis pH, uji organoleptik, Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengawetan ikan menggunakan kitosan mampu mempertahankan daya simpan hingga 14 hari. Pada uji pH, konsentrasi kitosan 2% berada pada kisaran 6,00–7,15 dengan hasil organoleptik terbaik dibandingkan konsentrasi 3% dan 4%. Konsentrasi 3% memiliki kisaran pH 6,45–7,32 dengan kualitas organoleptik lebih baik dibandingkan konsentrasi 4%. Sementara itu, konsentrasi 4% memiliki kisaran pH 6,80–7,90 dengan hasil organoleptik paling rendah.
Pengelolaan Pergerakan Untuk Mengatasi Kemacetan Di Kawasan Pariwisata Puncak Kabupaten Bogor Indra Budi Saksono
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.633

Abstract

Kawasan pariwisata Puncak – Cisarua di Kabupaten Bogor Provinsi Jawa Barat merupakan destinasi strategis yang menghadapi krisis kemacetan lalu lintas kronis, terutama pada masa libur panjang, akibat ketimpangan antara volume kendaraan yang mencapai 150.000 unit dengan kapasitas jalan yang hanya tersedia untuk 70.000 unit (Open Data Jabar, 2024). Penulisan ini bertujuan untuk merumuskan strategi kebijakan yang komprehensif guna mengurai kompleksitas pergerakan di koridor Puncak dengan mempertimbangkan aspek ekonomi, ekologi, dan legalitas. Metodologi yang digunakan dalam tulisan ini adalah USG (Urgency, Seriousness, Growth) untuk mencari akar masalah kemudian dikombinasikan dengan The Eightfold Path of Policy Analysis oleh Eugene Bardach untuk menyeleksi alternatif kebijakan. Berdasarkan analisis akar masalah, kendala utama ditemukan pada keterbatasan pembangunan infrastruktur jalan akibat kondisi topografi wilayan Puncak – Cisarua ditambah ketergantungan para wiastawan untuk menggunakan kendaraan pribadi. Dampak dari kemacetan ini tidak hanya bersifat lokal, tetapi juga mencakup kerugian ekonomi akibat pemborosan BBM yang diestimasi mencapai Rp2,26 miliar dalam tiga hari,  serta degradasi kualitas udara yang signifikan. Hasil evaluasi terhadap enam alternatif kebijakan menunjukkan bahwa Implementasi Sistem Reservasi Mobilitas Wisata (Peak Spreading) merupakan solusi optimal. Kebijakan ini dipilih karena memiliki efektivitas dalam membagi beban lalu lintas tanpa membutuhkan biaya yang tinggi karena menggunakan prasarana yang sudah ada sebelumnya serta dengan menggunakan pendekatan reservasi tidak melanggar peraturan mengenai larangan retribusi di Jalan Nasional. Strategi peak spreading direkomendasikan dilakukan secara paralel dengan kebijakan Pull Strategy melalui angkutan umum massal berbasis bus dengan skema Buy The Service (BTS) termasuk penataan feeder angkutan dari angkutan umum lokal guna menciptakan ekosistem transportasi pariwisata yang berkelanjutan.
Analisis Komparatif Pengelolaan Retribusi Pasar Sebagai Sumber PAD Di Kota Surabaya Dan Malang Safaura Meysa Putri Adhiatsa; Sagita Happy Arida; Oktavia Rahmadani; Chelomitha Dini Aprillia Putri; Nia Nur Qur’any Agustin; Melda Fadiyah Hidayat; Revienda Anita Fitrie
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.635

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis secara komparatif pengelolaan retribusi pasar sebagai Sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kota Surabaya dan Kota Malang. Dengan menerapkan pendekatan kualitatif melalui studi literatur dengan teknik analisis deskriptif komparatif, bersumber dari dokumen resmi pemerintah, regulasi, dan penelitian terdahulu. Hasil penelitian mengungkapkan adanya perbedaan model kelembagaan dan sistem pengelolaan. Kota Surabaya menggunakan pola pengelolaan berbasis BUMD yang berfokus pada digitalisasi, sementara Kota Malang mengelolanya secara administratif melalui Dinas Perdagangan dengan pendekatan konvensional. Dari segi efektivitas, Kota Malang berhasil melebihi target realisasi, sedangkan Kota Surabaya belum mencapai kinerja optimal. Namun, bila dilihat dari kapasitas fiskal, kontribusi retribusi di Surabaya relatif lebih tinggi. Walaupun begitu, kontribusi retribusi pasar terhadap PAD di kedua kota masih tergolong kecil. Oleh karena itu, perlu dilakukan optimalisasi pengelolaan dengan memperkuat digitalisasi, tata kelola, dan pengawasan guna meningkatkan penerimaan daerah.
Transformation Of Islamic Criminal Law: Dynamics Of Reform In The Contemporary Muslim World Selvia Ramadhani; Zuyyina Mardhatillah; Ilma Dzumirrah; Dahyul Daipon
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.636

Abstract

Islamic criminal law (fiqh jinayah) faces serious challenges in the modern era due to social change, technological advancement, and universal human rights demands. The tension between Islamic legal tradition and modernity raises fundamental questions regarding the conceptualization, urgency, and forms of legal reform, as well as the roles of society and government. This article aims to address these four issues through normative-juridical analysis and comparative legal studies of Muslim-majority states. The findings indicate four primary points. First, Islamic criminal law reform (tajdid) is not a total replacement but a contextual reconstruction grounded in maqashid al-syari’ah. Second, the urgency of this reform stems from historical-sociological, philosophical, and juridical dimensions to maintain legal relevance amidst changing times. Third, reform manifests through legal codification, contemporary ijtihad, reinterpretation of hudud provisions, and the adoption of relevant international legal concepts. Fourth, successful reform requires strategic synergy between the government as the legislative authority and societal elements-including scholars, academics, NGOs, and media—as epistemic and advocacy actors. Overall, this article asserts that the future transformation of Islamic criminal law depends on balancing sacred principles with contemporary human needs. Through an integrative approach, Islamic criminal law can evolve into a dynamic, just, and responsive legal system within global civilization without losing its fundamental religious identity.
Analisis Teaching Factory (TEFA) Dalam Meningkatkan Kualitas Dan Kesiapan Kerja Siswa SMK Menghadapi Tantangan Industri Mohammad Wildan Habibi Habibi; Mochammad Rizky; Fishabella Agustin; Wuryo Hisyam; Nashirotuz Zamanina; Septi Lailatul
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.637

Abstract

Pendidikan vokasi di Indonesia menghadapi tantangan besar berupa kesenjangan kompetensi antara lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan kebutuhan nyata di dunia kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi implementasi dan efektivitas model pembelajaran Teaching Factory (TEFA) dalam meningkatkan kualitas serta kesiapan kerja siswa SMK di bidang Industri. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi literatur terhadap 30 jurnal ilmiah nasional dan internasional terkait pengembangan TEFA. Hasil analisis menunjukkan bahwa keberhasilan TEFA sangat bergantung pada integrasi kurikulum sekolah dengan standar industri, penggunaan Standard Operating Procedure (SOP) dunia kerja di lingkungan sekolah, serta penguatan kemitraan strategis dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI). Temuan penelitian mengungkapkan bahwa implementasi TEFA tidak hanya meningkatkan kompetensi teknis (hard skills), tetapi juga secara signifikan membentuk karakter dan etika kerja siswa. Sebagai kesimpulan, manajemen TEFA yang sistematis mulai dari perencanaan yang selaras dengan industri hingga pengawasan kualitas produk/jasa menjadi kunci utama dalam menghasilkan lulusan SMK yang kompetitif dan adaptif terhadap kebutuhan pasar kerja global.