cover
Contact Name
Ahmad Ulil Albab Al Umar
Contact Email
ahmadulil.asfebi@gmail.com
Phone
+6287831398687
Journal Mail Official
peshum.jurnal@gmail.com
Editorial Address
Slendro rt 02/01,gesi,sragen
Location
Kab. sragen,
Jawa tengah
INDONESIA
PESHUM
Published by CV ULIL ALBAB CORP
ISSN : -     EISSN : 28288017     DOI : 10.56799
PESHUM: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Humaniora diterbitkan oleh CV. ULIL ALBAB CORP. PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Humaniora menerbitkan artikel bidang: (1) Pendidikan: Pendidikan dan Pembelajaran, Pendidikan Karakter, Pendidikan Inklusi, Kurikulum Pendidikan. (2) Sosial: Ekonomi, Sosiologi, Psikologi, Sosial, Budaya, Antropologi. (3) Humaniora: Sastra, Sejarah, Bahasa, Seni, Filsafat, Agama, Hukum. PESHUM: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Humaniora terbit setiap 6 kali dalam setahun.
Articles 1,697 Documents
Pancasila: Sistem Filsafat dan Kebudayaan Indonesia Efa Nurzazila; Salsabila Nurwahyu Lestari; Setya Apriliana; Zaenul Slam
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i2.14390

Abstract

Pancasila merupakan dasar negara Indonesia yang berperan sebagai system filsafat dan kebudayaan bangsa sekaligus pedoman moral dan pandangan hidup warga negara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengertian Pancasila, landasan dan sumber filsafatnya, peranannya sebagai kebudayaan dan identitas bangsa, serta relevansinya dalam konteks zaman modern. Dalam penelitian ini digunakan metode penelitian berbasis literatur dengan pendekatan kualitatif melalui proses pengumpulan data dari literatur akademik, dokumen resmi, dan penelitian terdahulu, kemudian mengolahnya melalui analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pancasila memiliki landasan filosofis yang kokoh, bersumber dari nilai-nilai budaya dan pengalaman sejarah bangsa, tercermin dalam praktik gotong royong, toleransi, persatuan, dan keadilan sosial. Sebagai identitas bangsa, Pancasila membedakan Indonesia dari negara lain serta membentuk pandangan hidup yang memandu perilaku masyarakat. Diskusi menekankan relevansi Pancasila di era modern, di mana nilai-nilainya menjadi pedoman adaptif menghadapi globalisasi, perkembangan teknologi, dan dinamika sosial, sekaligus memperkuat integritas dan harmoni bangsa. Kesimpulannya, Pancasila tidak hanya menjadi dasar negara, tetapi juga berfungsi sebagai sistem filsafat dan kebudayaan yang dinamis, tetap relevan sebagai pedoman moral dan karakter kebangsaan untuk mewujudkan kehidupan berbangsa dan bernegara yang rukun serta menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
Pancasila: Landasan Nilai untuk Kemajuan Ilmu dan Teknologi Fani Alifya Putri; Muhammad Alif Putra Ahtar; Atikah Aini; Zaenul Slam
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i2.14391

Abstract

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) dalam era globalisasi membawa pengaruh besar terhadap perubahan pola hidup, cara berinteraksi, serta perkembangan sosial budaya masyarakat Indonesia. Kemajuan teknologi memang menawarkan berbagai kemudahan dan peluang baru, namun di balik itu muncul pula tantangan serius terkait etika, moralitas, dan kemampuan bangsa dalam menjaga nilai-nilai Pancasila agar tidak tergeser oleh arus modernisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Pancasila sebagai dasar moral dan filosofis dalam mengarahkan pemanfaatan IPTEK sehingga tetap berada dalam koridor nilai kebangsaan. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan, memanfaatkan sumber ilmiah terbitan 2015–2025, kemudian dianalisis secara deskriptif untuk melihat keterkaitan antara nilai Pancasila dan praktik penggunaan teknologi di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai Pancasila memiliki relevansi yang sangat kuat dalam menghadapi perkembangan IPTEK masa kini. Sila pertama menegaskan perlunya tanggung jawab etis dalam penggunaan teknologi. Sila kedua mendorong perlindungan martabat manusia di tengah pesatnya inovasi digital. Sila ketiga menjaga harmoni dan persatuan di era keterhubungan global. Sila keempat memperkuat prinsip musyawarah dalam perumusan kebijakan IPTEK. Sila kelima memastikan keadilan dalam akses, distribusi, dan pemanfaatan teknologi agar tidak memperlebar kesenjangan sosial. Integrasi nilai Pancasila melalui pendidikan, literasi digital, dan regulasi teknologi menjadi kunci untuk membangun ekosistem IPTEK yang inklusif, manusiawi, dan berkelanjutan. Penelitian ini menegaskan bahwa Pancasila mampu menjadi fondasi moral yang memandu arah pembangunan IPTEK tanpa menghilangkan identitas nasional.
Pancasila Sebagai Sistem Filsafat Putri Aulia Septiyanti; Hasna Septiana; Salsabila Fiqi Fauziah; Zaenul Slam
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i2.14395

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hakikat Pancasila sebagai sistem filsafat yang utuh dan mengkaji urgensi serta relevansinya dalam menghadapi tantangan kontemporer. Permasalahan utama yang diangkat adalah kedudukan Pancasila sebagai landasan filosofis (Grundnorm) dan pandangan hidup bangsa (Weltanschauung) di tengah arus globalisasi dan risiko fragmentasi ideologis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian kepustakaan, di mana data dianalisis secara deskriptif-analitis melalui pengelompokan tematik filsafat (Ontologi, Epistemologi, Aksiologi) dan triangulasi antar sumber. Hasil penelitian menegaskan bahwa Pancasila bertransformasi menjadi sistem filsafat yang koheren dengan struktur monodualis-hierarkis. Secara Ontologis, Pancasila mendasarkan diri pada hakikat manusia Indonesia yang monopluralis dan berketuhanan. Secara Epistemologis, sumber kebenaran Pancasila bersifat inklusif, memadukan rasionalitas universal dengan nilai luhur dan kearifan lokal. Secara Aksiologis, sila kelima (keadilan sosial) ditetapkan sebagai telos (tujuan akhir) negara. Ditemukan dua pokok pikiran baru yang krusial: Pertama, urgensi Pancasila terletak pada perannya sebagai "Metanarrative" dan "Genetivus Subjektivus" yang efektif mengatasi risiko fragmentasi ideologis dan primordialisme ekstrem. Kedua, relevansinya terwujud dalam fungsinya sebagai otoritas etis dan filter ideologi, yang wajib memandu seluruh kebijakan publik, memastikan pembangunan tidak jatuh pada kapitalisme murni, melainkan tetap berlandaskan kemanusiaan yang adil dan beradab. Dengan demikian, Pancasila berfungsi sebagai perekat ideologis yang dinamis dan kompas strategis di masa depan.
Strategi Komunikasi Humas Dalam Meningkatkan Kualitas Layanan Sekolah Di MIN I Palembang Okky Nadia; Choirun Niswah; Nyimas Atika
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i1.14397

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi komunikasi humas dalam meningkatkan kualitas layanan sekolah di min 1 palembang dan mengetahui kendala dan solusi pelaksanaan strategi komunikasi humas dalam meningkatkan kualitas layanan sekolah di min 1 palembang. Jenis penelitian yang di gunakan adalah penelitian Kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Dalam penelitian ini yang menjadi informan penelitian yaitu waka huma,, Kepala Sekolah, dan Guru. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan teknik yang digunakan dalam analisis data ialah reduksi data, penyajian data, kesimpulan dan verifikasi. Uji keabsahan data penelitian ini menggunakan triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan triangulasi waktu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bahwa MIN 1 Palembang sudah menggunakan layanan PTSP (Pelayanan Terpadu Satu Pintu) untuk mempermudah komunikasi antara wali siswa dan pihak sekolah. Melalui sistem ini, wali siswa dapat menghubungi nomor layanan PTSP untuk bertanya berbagai hal, seperti informasi mengenai ijazah atau legalisir dokumen. PTSP dilengkapi dengan sistem otomatis maupun respon langsung dari pihak sekolah. Selain itu, sekolah juga memanfaatkan berbagai platform digital seperti Instagram, TikTok, YouTube, serta grup WhatsApp kelas yang melibatkan wali kelas dan guru untuk menyampaikan informasi dengan cepat dan efisien.Namun, meskipun layanan digital sangat bermanfaat, sebagian wali siswa merasa kurang puas jika hanya bertanya melalui HP, sehingga mereka tetap memilih datang langsung ke sekolah untuk mendapatkan penjelasan secara tatap muka dari guru.
Analisis Strategi Pengembangan Wisata Tabiang Takuruang Berbasis Kearifan Lokal Dalam Perspektif Syariah: (Studi Kasus Jorong Jambak Sianok Anam Suku Kecamatan IV Koto Kabupaten Agam) Rahmat Azif; Rusyaida; H. Asyari; M. Imamuddin
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i1.14399

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi pengembangan Tabiang Takuruang berbasis kearifan lokal dalam perspektif syariah guna mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekaligus menjaga nilai adat dan agama. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, dengan analisis SWOT untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman destinasi. Hasil penelitian menunjukkan kekuatan utama berupa panorama alam yang memukau, tradisi lokal seperti mairiak padi dan batagak kudo-kudo, penerapan nilai syariah, keramahan masyarakat, serta kuliner khas. Kelemahan meliputi keterbatasan fasilitas ibadah, minimnya petunjuk arah, partisipasi masyarakat yang belum merata, dan pengelolaan sampah yang kurang optimal. Peluang berkembang melalui tren wisata halal global, potensi ekonomi kreatif, dukungan tokoh adat, dan akses yang relatif mudah. Ancaman mencakup rendahnya kesadaran wisata, pengaruh budaya luar, risiko kerusakan lingkungan, dan tantangan gaya hidup modern. Strategi utama (S–T) difokuskan pada pemanfaatan kekuatan untuk menghadapi ancaman, melalui penguatan kearifan lokal, pengembangan atraksi budaya, pelatihan pemandu wisata syariah, serta promosi digital. Kesimpulannya, Tabiang Takuruang memiliki prospek menjadi destinasi wisata syariah unggulan berbasis kearifan lokal, dengan syarat adanya peningkatan fasilitas, regulasi, edukasi wisatawan, dan pelibatan aktif masyarakat.
Penerapan Model Cooperative Learning Dengan Metode Role Play Untuk Meningkatkan Pemahaman Materi Rantai Makanan Kelas V Di SDN Sadangsari Nurfauzi, Bayu; Laksita Anin Poja, Lulu; Miftah Khoiri, Rizky; Fitara Dwi Permana , Alika; Gustian Nugraha, Rana
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i2.14404

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi rantai makanan melalui penerapan model Cooperative Learning dengan metode Role Play di SD Sadangsari. Penelitian menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah seluruh siswa kelas V SD Sadangsari. Teknik pengumpulan data menggunakan tes hasil belajar dan observasi aktivitas siswa. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dengan melihat nilai rata-rata dan persentase ketuntasan belajar berdasarkan KKM 75. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa secara signifikan. Pada Siklus I, rata-rata nilai posttest sebesar 68,57 dengan persentase ketuntasan 33%, sedangkan pada Siklus II rata-rata nilai posttest meningkat menjadi 83,57 dengan persentase ketuntasan mencapai 100%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa penerapan model Cooperative Learning dengan metode Role Play efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi rantai makanan. Dengan demikian, model pembelajaran ini dapat dijadikan sebagai alternatif strategi pembelajaran IPA di sekolah dasar
Hak Imunitas Advokat pada Perbuatan Menghalangi Proses Peradilan (Obstruction of Justice) Terhadap Penyidikan Tindak Pidana Korupsi La Radi Eno; Yossi Agnesia Napitupulu
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i1.14416

Abstract

Advokat dalam menjalankan tugasnya membela klien mempunyai hak imunitas, artinya hak yang memberikan keistimewaan untuk tidak dapat dituntut baik secara perdata maupun pidana dalam menjalankan tugasnya. Pada praktiknya, advokat dalam membela hak-hak klien sering dipandang keliru dan dianggap sebagai tindakan yang menghalangi proses peradilan (obstruction of justice). Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif, sementara dilihat dari sifatnya, penelitian ini bersifat deskriptif analistis yang bertujuan untuk menggambarkan keadaan objek atau masalahnya secara jelas, sistematis, dan sesuai dengan kaidah-kaidah hukum. Berdasarkan dari hasil penelitian ini maka diperoleh kesimpulan, pertama, pengaturan kedudukan hak imunitas advokat pada perbuatan menghalangi proses peradilan (obstruction of justice) dalam penyidikan tindak pidana korupsi diatur dalam Pasal 16 Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2003 tentang Advokat, yang menegaskan bahwa advokat dalam menjalankan tugasnya membela klien berlandaskan itikad baik sebagaimana diatur dalam Kode Etik Advokat. Keterkaitan antara hak imunitas advokat dengan tindakan obstruction of justice ditandai dengan tanggung jawab advokat ketika menjalankan profesinya dalam hal mencari kebenaran materiil demi kepentingan klien.
Peran Guru Bimbingan Konseling dalam Membina Disiplin Siswa di Madrasah Tsanawiyah Syafa’atut Thulab Indralaya Utara Taufik Hidayat; Cittra Juniarni
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i2.14418

Abstract

Pendidikan memegang peran krusial dalam membentuk karakter dan kepribadian manusia, dengan disiplin sebagai fondasi utama. Namun, realitas di MTs Syafa'atut Thulab Indralaya Utara menunjukkan kompleksitas tantangan dalam menegakkan disiplin siswa, yang dipengaruhi oleh faktor geografis, sosial ekonomi keluarga, gempuran teknologi, dan masa pubertas siswa. Dalam konteks ini, peran Guru Bimbingan dan Konseling (BK) menjadi strategis dan tidak tergantikan sebagai agent of change yang tidak hanya bersifat kuratif tetapi lebih proaktif dalam merancang strategi preventif dan pengembangan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi dari enam sumber data yaitu kepala madrasah, guru BK, siswa, wali kelas, guru mata pelajaran, dan orang tua. Keabsahan data dijamin melalui triangulasi sumber dan teknik, dengan analisis data mengikuti model Miles dan Huberman. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa (1) Peran Guru Bimbingan dan Konseling dalam membina disiplin siswa diwujudkan melalui strategi yang integratif. Strategi ini mencakup keteladanan guru, kerja sama yang erat dengan orang tua dan guru lainnya, pendekatan personal untuk membangun hubungan baik dengan siswa, serta penggunaan poster sebagai media pengingat visual yang ditempatkan di area strategis. (2) Peran Guru Bimbingan dan Konseling dalam membina disiplin siswa dipengaruhi oleh sejumlah faktor pendukung dan penghambat. Faktor pendukung meliputi terjalinnya kerjasama yang solid antar seluruh warga sekolah, partisipasi aktif orang tua siswa, serta ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai. Faktor penghambat seperti keterlambatan yang sering dilakukan oleh siswa yang tidak tinggal di pondok pesantren serta pengaruh negatif dari lingkungan sekitar yang kurang kondusif. (3) Berbagai upaya dilakukan untuk mengatasi hambatan dalam membina disiplin siswa, termasuk membangun sistem koordinasi intensif, pendekatan proaktif preventif, optimalisasi teknologi, penguatan peer counseling, dan program pembiasaan yang terintegrasi dengan nilai keislaman.
Implementasi Pedidikan Aqidah dalam Pembentukan Karakter Kejujuran Pada Siswa Kelas 6 SDIT Imam Bukhori Jatinangor Ujang Jenal; Zaenuri; Moch. Munawir Amin; Dadang Hermawan
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i2.14445

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi pendidikan aqidah dalam pembentukan karakter kejujuran pada siswa kelas VI SDIT Imam Bukhori Jatinangor serta faktor-faktor yang memengaruhinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pendidikan aqidah dalam pembentukan karakter kejujuran dilakukan melalui keteladanan guru yang tercermin dalam sikap, perkataan, dan perbuatan, serta keterlibatan seluruh unsur sekolah dalam memberikan contoh positif kepada peserta didik. Selain itu, guru menerapkan berbagai metode pembelajaran, seperti ceramah, tanya jawab, penugasan, diskusi, keteladanan, dan pembiasaan. Faktor pendukung pelaksanaan pembelajaran Aqidah Akhlak dalam pembentukan karakter kejujuran meliputi peran pendidik, keluarga, dan lingkungan masyarakat. Adapun faktor penghambatnya adalah pengaruh pergaulan di luar sekolah yang sulit dihindari serta penggunaan teknologi, khususnya gadget, yang kurang terkontrol. Dengan demikian, pendidikan aqidah memiliki peran penting dalam membentuk karakter kejujuran siswa apabila didukung oleh sinergi antara sekolah, keluarga, dan lingkungan.
Mekanisme Pendaftaran Ulang Jaminan Fidusia yang Belum Dilakukan Roya atau Penghapusan Akbar Rachmad Santosa
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i2.14465

Abstract

Penelitian ini bertema tentang: Pendaftaran Ulang Jaminan Fidusia Yang Belum Dilakukan Roya Atau Penghapusan. Masalah yang dirumuskan adalah, Pertama bagaimana prosedur pendaftaran ulang objek Jaminan Fidusia yang pernah didaftarkan, Kedua bagaimana kepastian hukum terhadap objek Jaminan Fidusia yang didaftarkan ulang dan tidak dilakukan Roya atau Penghapusan. Penelitian ini merupakan penelitian normatif atau studi dokumen hukum. Bahan hukum bersumber dari data sekunder. Hasil penelitian ini menunjukan: Pertama, bahwa dalam Pasal 17 ayat 2 Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2015 Jaminan Fidusia tidak akan dapat didaftarkan kembali apabila belum dilaksanakan penghapusan Jaminan Fidusia. Kedua, sebagaimana diatur Undang-Undang Nomor 42 Tahun 1999 bahwa kepastian hukum status Objek Jaminan Fidusia yang belum dilakukan penghapusan oleh Pihak kreditor terhadap Objek Jaminan Fidusia tersebut tidak dapat didaftarkan kembali. Perlu adanya peningkatan atau pembaharuan sistem aplikasi fidusia secara elektronik terhadap fidusia ulang yang belum dilakukan penghapusan untuk menjamin kepastian hukum. Saran yang diberikan sebaiknya ada upaya bagi pihak pemerintah untuk merancang suatu aturan dan sanksi yang tegas dan kemudian dicantumkan pada hukum tertulis.