cover
Contact Name
Ahmad Ulil Albab Al Umar
Contact Email
ahmadulil.asfebi@gmail.com
Phone
+6287831398687
Journal Mail Official
peshum.jurnal@gmail.com
Editorial Address
Slendro rt 02/01,gesi,sragen
Location
Kab. sragen,
Jawa tengah
INDONESIA
PESHUM
Published by CV ULIL ALBAB CORP
ISSN : -     EISSN : 28288017     DOI : 10.56799
PESHUM: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Humaniora diterbitkan oleh CV. ULIL ALBAB CORP. PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Humaniora menerbitkan artikel bidang: (1) Pendidikan: Pendidikan dan Pembelajaran, Pendidikan Karakter, Pendidikan Inklusi, Kurikulum Pendidikan. (2) Sosial: Ekonomi, Sosiologi, Psikologi, Sosial, Budaya, Antropologi. (3) Humaniora: Sastra, Sejarah, Bahasa, Seni, Filsafat, Agama, Hukum. PESHUM: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Humaniora terbit setiap 6 kali dalam setahun.
Articles 1,697 Documents
Menumbuhkan Kesadaran Penuh Di Sekolah: Tinjauan Sistematis Tentang Efektivitas Program Mindfulness Bagi Anak Berkebutuhan Khusus Nurul Azmi Widya Rahayu; Haerani Nur
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i1.14545

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meninjau secara komprehensif penerapan mindfulness dalam meningkatkan kesejahteraan psikologis dan sosial anak berkebutuhan khusus (ABK) di lingkungan pendidikan inklusif. Kajian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) terhadap 20 artikel yang diterbitkan antara tahun 2010 hingga 2025, yang diperoleh dari basis data ScienceDirect, ERIC, ProQuest, Taylor & Francis Online, dan Google Scholar. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan mindfulness secara konsisten memberikan dampak positif terhadap peningkatan regulasi emosi, konsentrasi, dan kesejahteraan psikologis anak dengan kebutuhan khusus seperti ASD, ADHD, dan learning disabilities. Selain itu, program mindfulness juga berkontribusi terhadap penurunan stres pada guru dan orang tua, peningkatan empati, serta penguatan hubungan sosial di lingkungan sekolah. Intervensi seperti MYmind dan Mindfulness-Based Stress Reduction (MBSR) terbukti efektif baik dalam jangka pendek maupun menengah. Secara keseluruhan, hasil penelitian menegaskan bahwa mindfulness merupakan pendekatan multidimensional yang relevan dan efektif dalam mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang inklusif, empatik, dan berdaya, sehingga dapat dijadikan dasar bagi pengembangan kebijakan pendidikan yang berorientasi pada kesejahteraan emosional seluruh pihak di sekolah.
Membangun Nalar Kritis Berbasis Akhlak: Perspektif Filsafat Pendidikan Islam Sunarsih; Rully Agung Firmansyah; Waahsturi; Rifqi Khairul Anam
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i1.14546

Abstract

Pendidikan modern seringkali menekankan pengembangan nalar kritis sebagai tujuan utama, namun abai terhadap fondasi akhlak yang membimbingnya. Fenomena ini menghasilkan individu yang cerdas secara intelektual namun rentan menggunakan kemampuannya untuk tujuan destruktif, seperti penyebaran disinformasi dan perdebatan tanpa adab di era digital. Artikel ini bertujuan untuk merumuskan kembali konsep nalar kritis yang tidak terpisah dari nilai-nilai moral, dengan menggunakan perspektif filsafat pendidikan Islam. Melalui metode studi pustaka kualitatif dengan pendekatan analisis filosofis, penelitian ini menggali khazanah pemikiran Islam klasik, khususnya gagasan tentang ilmu, adab, dan penyucian jiwa (tazkiyatun nafs). Hasilnya menunjukkan bahwa dalam pandangan Islam, nalar kritis yang sejati adalah buah dari sinergi antara kemampuan analisis rasional (‘aql) dan kepekaan spiritual hati (qalb). Kesimpulannya, model pendidikan yang mengintegrasikan nalar dan akhlak secara inheren lebih unggul dalam membentuk insan kamil individu yang tidak hanya mampu berpikir kritis, tetapi juga bertanggung jawab secara moral atas pemikirannya.
Dampak Orientasi Kurikulum Berbasis Standar terhadap tujuan Spiritual Pendidikan islam Dalam Perspektif Ki Hajar Dewantara Imam Solihin; Handoko; Sigit Sugiarto; Rifqi Khairul Anam
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i1.14566

Abstract

Kajian ini mendiagnosis kegagalan hakikat dalam Pendidikan Islam kontemporer, di mana orientasi kurikulum berbasis standar mewujudkan rasionalitas teknokratis yang secara sistemik mereduksi keutuhan manusia (budi pekerti). Latar belakang penelitian ini adalah ketercerabutan spiritual yang nyata, ditandai oleh dominasi pengukuran kognitif yang mengabaikan dimensi rasa dan karsa. Tujuan fundamental penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dampak instrumental standar terhadap tujuan spiritual, serta merumuskan terapi filosofis berbasis Pendidikan yang Memerdekakan. Menggunakan metode studi kepustakaan analitis-kritis (content analysis mendalam), hasil pembahasan mengungkap bahwa hegemoni standar membelenggu inisiasi batin peserta didik dan mengkhianati peran pemimpin spiritual guru (Ing Ngarsa Sung Tuladha). Rekomendasi teoretis yang diajukan adalah revitalisasi Tri Sentra Pendidikan dan tuntutan agar kebijakan bergeser dari visi kuantitatif (angka) menuju visi kualitatif (watak). Implikasi utama dari temuan ini adalah kebutuhan mendesak untuk mengembalikan budi pekerti sebagai sumbu sentral guna menghindari kelahiran generasi yang cerdas akal namun miskin secara jiwa, sebuah tragedi bagi peradaban.
Analisis Komunikasi Vertikal Antara Atasan dan Bawahan dalam Pemahaman Kebijakan Kepemimpinan Studi pada PT Rajawali Indo Jaya Medan Febri Priastika; Dwi Fitri; Teuku Muzaffarsyah; Bobby Rahman; Muhammad Ali
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i1.14567

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komunikasi vertikal antara atasan dan bawahan dalam pemahaman kebijakan kepemimpinan di PT Rajawali Indo Jaya Medan. Komunikasi vertikal, baik dari atas ke bawah maupun sebaliknya, menjadi kunci penting dalam menyampaikan informasi kebijakan agar dipahami dan dilaksanakan dengan tepat oleh seluruh karyawan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap lima informan, terdiri dari manajer, staf, dan karyawan operasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi downward di perusahaan berjalan cukup efektif melalui rapat, briefing harian, serta media tertulis seperti memo dan surat edaran. Sementara itu, komunikasi upward juga difasilitasi melalui laporan kerja, rapat evaluasi, dan kotak saran. Namun, terdapat beberapa kendala seperti perbedaan persepsi, hambatan psikologis, dan volume pekerjaan yang tinggi yang menghambat kelancaran komunikasi dua arah tersebut. Temuan ini dianalisis menggunakan teori pertukaran sosial yang menekankan pentingnya timbal balik dalam interaksi komunikasi. Penelitian ini merekomendasikan perlunya penguatan komunikasi dua arah yang lebih terbuka dan berbasis teknologi guna mendukung pemahaman kebijakan secara menyeluruh dan meningkatkan efektivitas kerja organisasi
Tren Adaptasi Digital dan Manajemen Perubahan di Industri Transportasi Indonesia (2019–2024) Studi Kasus Transpotasi Online dalam Rangkaian Tahapan Kotter Harsya Maulana Fajrin; Guntur Haludin; Aditya Narayan; Awang Rivaldo; Syeihan Aulia Rizkiadi
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i2.14574

Abstract

Transformasi digital telah menjadi agenda strategis utama dalam industri transportasi Indonesia sepanjang periode 2019–2024, terutama akibat meningkatnya disrupsi teknologi, perubahan perilaku konsumen, dan percepatan digitalisasi pascapandemi COVID-19. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tren adaptasi digital serta efektivitas penerapan manajemen perubahan dalam industri transportasi Indonesia dengan menggunakan Kotter’s 8-Step Change Model sebagai kerangka analisis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Informan dipilih secara purposive, melibatkan manajemen, karyawan operasional, mitra pengemudi, dan pengguna layanan transportasi digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi digital tidak hanya berdampak pada efisiensi operasional, tetapi juga mendorong perubahan struktural, budaya organisasi, dan pola pengambilan keputusan berbasis data. Tahapan sense of urgency dan short-term wins terbukti menjadi pendorong utama keberhasilan awal transformasi, sementara resistensi terhadap perubahan muncul akibat keterbatasan literasi digital, kendala infrastruktur, dan kekhawatiran terhadap stabilitas pekerjaan. Implementasi strategi perubahan yang menekankan komunikasi intensif, pelatihan berkelanjutan, dan pemberdayaan sumber daya manusia terbukti efektif dalam meningkatkan tingkat adopsi digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan transformasi digital di industri transportasi sangat bergantung pada integrasi teknologi dengan manajemen perubahan yang sistematis dan berkelanjutan. Temuan ini memberikan kontribusi empiris bagi literatur manajemen perubahan serta implikasi praktis bagi perusahaan dan pembuat kebijakan dalam merancang strategi digitalisasi yang adaptif dan berorientasi keberlanjutan.
Due Diligence HAM Sebagai Instrumen Preventif dalam Mitigasi Risiko Hukum Bisnis Korporasi Fariz Azhar Harahap
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i2.14575

Abstract

Prinsip Panduan PBB mengenai Bisnis dan HAM (UNGPs) yang disahkan pada tahun 2011 adalah titik kulminasi upaya penegakan hak asasi manusia di sektor bisnis, namun kerangka tiga pilar tersebut sebagian besar masih bersifat rekomendasi sukarela dan belum sepenuhnya terinternalisasi dalam hukum bisnis positif Indonesia. Kesenjangan implementasi ini menjadi krusial di tengah kompleksitas lingkungan bisnis kontemporer yang menuntut akuntabilitas tinggi, diperkuat oleh meningkatnya kesadaran sosial konsumen di tahun 2025, yang berpotensi memicu litigasi, boikot, dan hilangnya kepercayaan investor. Oleh karena itu, Human Rights Due Diligence (HRDD) diidentifikasi sebagai instrumen preventif esensial yang mentransformasi rekomendasi moral menjadi kebutuhan strategis untuk mengelola risiko hukum yang semakin ketat. Penelitian ini bertujuan menganalisis secara konseptual bagaimana tahapan HRDD berfungsi secara sistematis sebagai siklus pengendalian hukum. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif, berfokus pada analisis terhadap sumber-sumber perundang-undangan. Penelitian ini dilaksanakan melalui studi Pustaka ekstensif, di mana data dikumpulkan dari berbagai literatur hukum internasional, peraturan perundang-undangan nasional terkait, doktrin hukum, dan jurnal ilmiah. Data sekunder yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif untuk memberikan gambaran menyeluruh mengenai permasalahan, mengevaluasi keselarasan antara norma internasional dan implementasi domestik. Efektivitas penerapan HRDD secara preventif terletak pada kapasitasnya bertindak sebagai mekanisme peringatan dini. Proses ini mampu mengidentifikasi celah kepatuhan yang sering terlewatkan oleh Uji Tuntas Hukum (LDD) konvensional, menambahkan dimensi etika dan sosial yang mendalam, memastikan perusahaan menghormati hak asasi manusia secara substantif. Keefektifan ini terbukti mampu melindungi nilai bisnis dengan menghindari insiden yang menjadi prekursor tuntutan mahal, seperti mogok kerja atau protes publik, sekaligus memperkuat social license to operate perusahaan. Penerapan HRDD yang sistematis adalah kunci untuk memitigasi risiko hukum bisnis korporasi secara berkelanjutan.
Pengaruh Faktor Politik Terhadap Implementasi Peraturan Daerah Pengelolaan Sampah di Kota Cirebon Mohamad Ridwan; Raeshard Dzikra Rifandy; Ica Olivia Febriyanti; Nazwa Triwidia Agripina; Luthfi Amirul Hisyam
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i2.14576

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor politik terhadap implementasi Peraturan Daerah Kota Cirebon Nomor 4 Tahun 2018 tentang Pengelolaan Sampah. Implementasi kebijakan publik tidak hanya bergantung pada substansi peraturan, tetapi juga pada dinamika politik yang memengaruhi proses pelaksanaannya. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui studi literatur dan analisis dokumen kebijakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor politik memiliki peranan penting dalam menentukan efektivitas implementasi kebijakan pengelolaan sampah. Dinamika antara eksekutif, legislatif, dan kepentingan masyarakat sering kali memengaruhi alokasi sumber daya, prioritas kebijakan, serta tingkat komitmen dalam pelaksanaannya. Selain itu, kurangnya konsistensi dan koordinasi antarinstansi menyebabkan kebijakan belum berjalan optimal. Penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan implementasi kebijakan publik sangat dipengaruhi oleh stabilitas dan komitmen politik di tingkat daerah.
Pertanggungjawaban Korporasi Atas Kerusakan Ekosistem Hulu: Integrasi Hukum Lingkungan dan Hak Asasi Manusia Fariz Noor Hidayat
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i2.14590

Abstract

Kerusakan ekosistem hulu daerah aliran sungai yang berkontribusi terhadap terjadinya banjir bandang di Sumatra menimbulkan persoalan hukum yang kompleks, khususnya terkait pertanggungjawaban perusahaan sebagai pelaku kegiatan usaha. Artikel ini menganalisis konstruksi pertanggungjawaban hukum perusahaan atas kerusakan ekosistem hulu dalam perspektif hukum lingkungan dan hak asasi manusia. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan kasus. Hasil kajian menunjukkan bahwa hukum lingkungan Indonesia telah mengatur pertanggungjawaban perusahaan melalui instrumen administratif, perdata, dan pidana, termasuk penerapan prinsip strict liability. Namun, penegakan hukumnya masih menghadapi kendala struktural, terutama dalam pembuktian hubungan kausal dan efektivitas pemulihan lingkungan. Pendekatan hak asasi manusia memperkuat konstruksi pertanggungjawaban tersebut dengan menempatkan kerusakan lingkungan sebagai pelanggaran hak konstitusional masyarakat atas lingkungan hidup yang baik dan sehat. Artikel ini menegaskan perlunya integrasi pendekatan hukum lingkungan dan hak asasi manusia untuk memperkuat akuntabilitas perusahaan dan efektivitas penegakan hukum lingkungan.
Teori Komunikasi Lingkungan: Partisipasi Publik dalam Pengelolaan Kawasan Konservasi Bagi Masyarakat Adat di Papua Rostini Anwar; Sarwoprasodjo, Sarwititi; Dwi Retno Hapsari
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i2.14596

Abstract

Teori komunikasi lingkungan berkembang sebagai respons terhadap kompleksitas persoalan ekologis yang tidak dapat diselesaikan melalui pendekatan teknokratis semata. Salah satu pendekatan kunci dalam komunikasi lingkungan adalah teori partisipasi publik, yang menekankan keterlibatan aktif masyarakat dalam proses pengambilan keputusan lingkungan. Artikel ini bertujuan untuk membahas teori partisipasi publik dalam kerangka komunikasi lingkungan, meliputi asumsi dasar, akar keilmuan, metode penelitian yang umum digunakan, perkembangan teori dalam riset dalam artikel-artikel jurnal, serta kekuatan dan kelemahannya dalam menjelaskan isu komunikasi pembangunan. Selanjutnya, artikel ini mengkaji penerapan model komunikasi partisipasi publik dalam pengelolaan kawasan konservasi oleh masyarakat adat di Papua. Analisis menunjukkan bahwa praktik komunikasi partisipatif berbasis kearifan lokal dan institusi adat berkontribusi pada keberlanjutan ekologis dan keadilan sosial dalam konteks pembangunan berkelanjutan.
Meningkatkan Kemandirian Anak Usia 5-6 Tahun Melalui Kegiatan Montase di PAUD Al – Barokah Aijah, Ijah; Rahayu, Wening; Widiyastuti, Arie
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i1.14628

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian anak usia 5–6 tahun melalui kegiatan montase di PAUD Al-Barokah. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan subjek 10 anak kelompok B. Guru berperan penting dalam memberikan stimulasi yang tepat untuk mendukung tumbuhnya kemandirian. Kegiatan montase dirancang untuk melatih anak menyelesaikan tugas secara mandiri, bertanggung jawab, dan percaya diri. Data dikumpulkan melalui observasi, lembar ceklis, dan dokumentasi dalam dua siklus. Hasil pra-siklus menunjukkan kemandirian anak masih rendah sebesar 22%. Pada siklus I meningkat menjadi 55% namun belum memenuhi indikator keberhasilan. Setelah perbaikan dan variasi pada siklus II, terjadi peningkatan signifikan hingga 87%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kegiatan montase efektif dalam meningkatkan kemandirian anak karena bersifat menarik, kreatif, dan mendorong anak untuk mandiri.