cover
Contact Name
Ahmad Ulil Albab Al Umar
Contact Email
ahmadulil.asfebi@gmail.com
Phone
+6287831398687
Journal Mail Official
peshum.jurnal@gmail.com
Editorial Address
Slendro rt 02/01,gesi,sragen
Location
Kab. sragen,
Jawa tengah
INDONESIA
PESHUM
Published by CV ULIL ALBAB CORP
ISSN : -     EISSN : 28288017     DOI : 10.56799
PESHUM: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Humaniora diterbitkan oleh CV. ULIL ALBAB CORP. PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Humaniora menerbitkan artikel bidang: (1) Pendidikan: Pendidikan dan Pembelajaran, Pendidikan Karakter, Pendidikan Inklusi, Kurikulum Pendidikan. (2) Sosial: Ekonomi, Sosiologi, Psikologi, Sosial, Budaya, Antropologi. (3) Humaniora: Sastra, Sejarah, Bahasa, Seni, Filsafat, Agama, Hukum. PESHUM: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Humaniora terbit setiap 6 kali dalam setahun.
Articles 1,697 Documents
Peran Street-Level Bureaucrats dalam Advokasi Kebijakan: Garda Terdepan Perubahan Sosial di Tingkat Lokal Nugraha, Imam; Setiabudi, Adi; Dewi, Maya Puspita
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i1.14231

Abstract

Street-level bureaucrats (SLBs) play a central role in the implementation and advocacy of public policies, particularly at the local community level. This study examines the role of bureaucratic actors at the field level such as RT Heads, RWs, Hamlet Heads, and Village Heads in bridging communication between the government and the community. Using a qualitative approach based on literature and case studies, the study analyzes how SLBs interpret, implement, and advocate for policies in the midst of resource constraints and bureaucratic challenges. The findings show that SLBs play a role not only as policy implementers, but also agents of change with innovation and advocacy from below. However, limited training and work pressure are the main obstacles. This study recommends capacity building and systemic support for SLBs to make policy advocacy more effective and sustainable.
Partisipasi Pokmas Lipas Peradi-SAI Dalam Penyuluhan Hukum Terhadap Klien (Studi kasus : Di Balai Pemasyarakatan Kelas II Purwokerto) Muhammad Alvin Nuha; Herry F Butar Butar
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i1.14238

Abstract

Pada penelitian ini didasarkan pada pentingnya penyuluhan hukum dalam mendukung reintegrasi sosial serta diharapkan dapat menekan angka residivisme. Metode yang digunakan dengan pendekatan kualitatif dengan studi kasus, pengumpulan data dilalukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil peneltian klien medapat pemahaman hak dan kewajiban hukum. Dengan keterlibatan Pokmas Lipas ini agar memberikan kontribusi positif terhadap keberhasilan program pembimbingan dan reintegrasi sosial, namun perlu adanya sinergi yang baik antara bapas, pokmas, dan masyarakat luas
Hadis-Hadis Tentang Kesehatan: Kajian Tematik Terhadap Hidup Sehat Dalam Hadis Nabi Imron Taslim
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i1.14239

Abstract

Mengkaji konsep hidup sehat dalam hadis Nabi Muhammad secara tematik dengan menekankan berbagai aspek kesehatan fisik dan gaya hidup. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan pendekatan tematik terhadap hadis-hadis yang berkaitan dengan kesehatan, seperti hadis tentang kebersihan, pola makan, pengelolaan waktu, istirahat, serta aktivitas fisik. Analisis dilakukan dengan merujuk kepada kitab-kitab hadis primer dan penjelasan para ulama dalam literatur hadis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Nabi Muhammad telah memberikan pedoman yang komprehensif dalam menjaga kesehatan, di antaranya menjaga kebersihan lingkungan dan makanan, seimbang dalam makan dan minum, pentingnya mengelola waktu luang dengan baik, menjaga kualitas tidur, serta melakukan olahraga untuk memperkuat ketahanan tubuh. Prinsip-prinsip tersebut tidak hanya bertujuan untuk menjaga keberlangsungan fisik, tetapi juga mendukung keseimbangan spiritual dan produktivitas dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa ajaran Rasulullah tentang kesehatan bersifat holistik dan preventif, serta sangat relevan dalam menghadapi isu-isu kesehatan modern, menjadikan tubuh sebagai amanah yang wajib dipelihara sebagai bagian dari ibadah dan bentuk syukur kepada Allah.
Ketahanan Psikologis Sebagai Faktor Protektif Dalam Pemulihan Trauma Pelecehan Seksual: Systematic Review Anggreni Thamrin, Dian
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i2.14248

Abstract

Pelecehan seksual merupakan bentuk trauma interpersonal yang menimbulkan dampak psikologis jangka panjang bagi penyintas, termasuk gangguan stres pascatrauma (PTSD), depresi, dan kecemasan. Namun, tidak semua individu mengalami dampak yang sama. Hal ini menunjukkan adanya peran faktor protektif internal seperti ketahanan psikologis (psychological hardiness). Hardiness terdiri dari tiga komponen utama yaitu commitment, control, dan challenge, yang diyakini dapat memperkuat adaptasi terhadap trauma. Penelitian ini bertujuan menelaah secara sistematis bukti empiris mengenai hubungan antara ketahanan psikologis dan pemulihan trauma akibat pelecehan seksual. Studi ini menggunakan metode systematic review berdasarkan pedoman PRISMA 2020. Pencarian literatur dilakukan melalui database elektronik seperti PubMed, Scopus, dan ScienceDirect yang dipublikasikan antara tahun 2010 hingga 2025. Setelah melalui proses seleksi dan penilaian kualitas, sebanyak 18 artikel dipilih untuk dianalisis. Temuan menunjukkan bahwa ketahanan psikologis berperan signifikan dalam menurunkan tingkat gejala PTSD, depresi, dan kecemasan pada penyintas pelecehan seksual. Komponen control dan commitment terbukti mendukung pemulihan melalui strategi coping adaptif dan proses meaning-making. Faktor-faktor seperti dukungan sosial, konteks budaya, dan jenis kelamin juga memoderasi hubungan antara hardiness dan pemulihan. Ketahanan psikologis merupakan faktor penting dalam proses pemulihan trauma pelecehan seksual. Intervensi psikologis berbasis penguatan hardiness perlu dikembangkan sebagai pendekatan untuk mendukung penyintas dalam membangun kembali ketahanan mentalnya.
Implementasi Program Pembinaan Literasi Digital Dalam Rangka Peningkatan Kompetensi Narapidana Di Lapas Kelas IIA Pancur Batu Muhammad Baihaki Azis; Andi Kurniawan
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i1.14249

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi program pembinaan literasi digital dalam meningkatkan kompetensi narapidana di Lapas Kelas IIA Pancur Batu. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program mampu meningkatkan keterampilan dasar digital narapidana, seperti mengetik, mengedit video, dan membuat konten digital. Kegiatan pembelajaran dilaksanakan secara mandiri dengan dukungan fasilitas terbatas, yaitu tiga unit komputer tanpa instruktur khusus. Antusiasme narapidana serta dukungan penuh dari petugas pembinaan menjadi faktor penguat keberhasilan program, meskipun pelaksanaannya masih menghadapi hambatan berupa keterbatasan sumber daya, belum adanya SOP dan kurikulum baku, minimnya sistem evaluasi formal, serta pola pengambilan keputusan yang bersifat top-down sehingga partisipasi narapidana terbatas sebagai pelaksana pasif. Secara keseluruhan, program ini dinilai relevan dengan kebutuhan narapidana untuk mempersiapkan diri menghadapi masa bebas dan memiliki potensi untuk terus dikembangkan secara lebih terstruktur dan inovatif.
Evaluasi Program Kerohanian Islam Dalam Meningkatkan Pembinaan Kepribadian Narapidana Di Lapas Kelas IIA Pematang Siantar Ditra Jati Mardomu Saragih; Andi Kurniawan
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i1.14256

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi program pembinaan kerohanian Islam dalam meningkatkan pembinaan kepribadian narapidana di Lapas Kelas IIA Pematang Siantar. Evaluasi dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari segi input, program telah didukung oleh tenaga pembimbing, sarana ibadah, kurikulum, serta regulasi, meskipun masih terdapat keterbatasan dalam jumlah pembimbing dan fasilitas. Dari sisi proses, kegiatan kerohanian dilaksanakan secara rutin melalui pengajian, shalat berjamaah, kajian keagamaan, serta peringatan hari besar Islam dengan tingkat partisipasi narapidana yang cukup tinggi. Dari sisi hasil, program ini mampu meningkatkan disiplin, kesadaran beragama, pengendalian diri, serta menciptakan suasana Lapas yang lebih kondusif. Namun demikian, hambatan berupa variasi kapasitas pembimbing, keterbatasan sarana prasarana, dan ketiadaan pedoman tertulis masih menjadi tantangan yang perlu segera diatasi agar tujuan pembinaan lebih optimal tercapai.
Pengembangan Media Pembelajaran Video Berbasis Zepeto dan Capcut Dalam Materi Bangun Ruang Untuk Siswa Kelas IV Sekolah Dasar Hery Setiyawan; Veronika Vebriani; Putri Apriliyah; Risanda Ramadamayanti; Shinta Agis Shalsabilla; Putri Aulia Nabilatuz Zakiyah
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i1.14257

Abstract

Penelitian ini mengembangkan media pembelajaran video materi bangun ruang untuk siswa kelas IV SD, menggunakan aplikasi Zepeto dan Capcut. Matematika, khususnya bangun ruang, sering dianggap rumit, sehingga dibutuhkan media inovatif untuk meningkatkan pemahaman dan minat belajar. Video dipilih sebagai media pembelajaran berbasis teknologi yang mudah diakses dan dibuat. Zepeto memungkinkan pembuatan avatar 3D yang menarik , sementara Capcut adalah aplikasi pengedit video yang mudah digunakan dengan berbagai fitur. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, Evaluation). Pengembangan media ini diharapkan dapat mengatasi pembelajaran monoton, mempermudah pemahaman konsep bangun ruang melalui visualisasi 3D, serta meningkatkan motivasi, keterlibatan, kognitif, minat belajar, dan hasil belajar siswa.
Tradisi Maulid Nabi Pada Tarekat Khalwatiah Samman : Mengkonservasi Antara Agama dan Tradisi Pada Masyarakat Pattene Kabupaten Maros Nasrah; Najamuddin; M. Rasyid Ridha
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i1.14261

Abstract

Tradisi Maulid Nabi pada Tarekat Khalwatiah Samman di Pattene Kabupaten Maros (1968-2023). Skripsi Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Negeri Makassar. Dibimbing oleh Najamuddin dan Rasyid Ridha. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisi latar belakang sejarah munculnya tradisi maulid pada kalangan tarekat khalwatiah samman di Pattene, dinamika tradisi maulid pada tarekat khaklwatiah samman (1968-2023), eksistensi tradisi maulid nabi pada tarekat khalwatiah samman di Pattene Kabupaten Maros. Fakus penelitian ini diarahkan pada upaya untuk memahami tradisi maulid pada kalangan tarekat khalwatiah samman, perkembang tradisi maulid ini, dan eksistensinya di masa kini. Penelitian ini menggunakan metode sejarah dengan tahapan tahapa heuristic, kritik sumber, interpretasi, dan histiografi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1. tradisi maulid nabi pada tarekat khalwatiah samman di pattene memiliki akar historis yang kuat dan tidak terlepas dari peran penting para tokoh tarekat dalam penyebaran ajaran sufisfik di wilayah Pattene Kabupaten Maros. 2. Dinamika pelaksanaanya menunjukkan adanya adaptasi terhadap perkembangan zaman, tanpa menghilangkan nilai nilai spiritual yang menjadi dasar utama pelaksanaan tradisi maulid ini. Hingga saat ini, tradisi maulid nabi sekarang ini masih eksis dan menjadi bagian integral dalam kehidupan keagamaan masyarakat Pattene menunjukkan daya tahan tradisi sufistik dalam menghadapi modernitas.
Hasil Belajar Siswa: Analisis Pengaruh Kompetensi Guru, Motivasi Belajar, dan Lingkungan Belajar Hidayat, Lutfi; Ilham Abimanyu; Didit Darmawan; Busro Muhammad Al Mursyidi
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i1.14286

Abstract

This study aims to analyze the influence of teacher competence, learning motivation, and family environment on student learning outcomes. These three variables are considered to be the main factors that interact with each other in shaping learning success. The research approach used was quantitative with a survey method, involving 35 seventh-grade students at MTs Miftahiyah Yasi Bangkalan as a sample selected randomly from a population of 75 students. Data collection was carried out through questionnaires and structured interviews using a Likert scale, then analyzed through validity, reliability, regression, and determination coefficient tests. The results of the analysis show that teacher competence, learning motivation, and family environment simultaneously and partially have a significant effect on student learning outcomes. Teacher competence reflects the quality of professionalism that affects the effectiveness of the learning process. Meanwhile, learning motivation has been proven to be the main driver in maintaining student engagement, and the family environment plays a role as the initial foundation for shaping attitudes and support for learning activities. These findings confirm that improving learning outcomes requires a holistic approach that includes integrated interventions in all three aspects. The practical implications of these research results can form the basis for the development of education policies and learning quality improvement programs that are more responsive and sustainable.
Analisis Fatwa Komparatif Dan Implikasi Sosial-Keagamaan Dalam Konteks Indonesia: Rukyah Vs Hisab Risky Rinaldi Lasepe; Kurniati, Kurniati; A Qadir Gassing
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i1.14305

Abstract

Penentuan awal bulan Qamariyah, terutama Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah, merupakan persoalan penting dalam kehidupan keagamaan umat Islam Indonesia. Perbedaan metode antara hisab (perhitungan astronomis) dan rukyat (pengamatan hilal) sering memunculkan perbedaan hasil yang berdampak pada pelaksanaan ibadah serta memicu perdebatan di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komparatif fatwa-fatwa ormas Islam besar seperti Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Persatuan Islam, Al-Irsyad al-Islamiyyah, dan Al-Jam’iyatul Washliyah dalam menetapkan awal bulan Hijriyah serta menelaah implikasi sosial-keagamaan dari perbedaan tersebut. Metode yang digunakan ialah penelitian kualitatif dengan pendekatan library research, melalui analisis deskriptif terhadap dokumen, fatwa, dan keputusan ormas Islam terkait hisab dan rukyat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan penetapan awal bulan lebih banyak disebabkan oleh perbedaan epistemologis dan metodologis dalam memahami dalil syar‘i serta penerimaan terhadap ilmu astronomi modern. NU dan Al-Washliyah cenderung menggunakan pendekatan rukyat bil fi‘li, Muhammadiyah menekankan hisab hakiki wujudul hilal, sedangkan Persis dan Al-Irsyad mengombinasikan pendekatan hisab dan rukyat berdasarkan kriteria imkanur rukyat. Implikasi sosial-keagamaan dari perbedaan ini tampak pada munculnya kebingungan masyarakat, tekanan psikologis, dan fragmentasi simbolik dalam pelaksanaan ibadah. Namun demikian, kedua metode sejatinya bersifat saling melengkapi, bukan bertentangan. Upaya menuju penyatuan kalender Islam nasional menuntut sinergi antara pendekatan ilmiah dan fikih, dukungan riset astronomi, serta peran aktif pemerintah sebagai mediator dan pengambil keputusan final yang adil dan partisipatif. Dengan demikian, perbedaan ijtihad dalam hisab dan rukyat dapat dipahami sebagai kekayaan intelektual Islam yang memperkuat ukhuwah dan persatuan umat.