cover
Contact Name
Adi Iwan Hermawan
Contact Email
hermawanadi328@gmail.com
Phone
+6281359142808
Journal Mail Official
adihermawan@unimudasorong.ac.id
Editorial Address
Jalan K.H. Ahmad Dahlan No.1, Mariat Pantai, Aimas, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya
Location
Kota sorong,
Papua barat
INDONESIA
Frasa: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra dan Pengajarannya
ISSN : 27211533     EISSN : 27211533     DOI : -
Core Subject : Education,
The Frasa Journal contains articles and research results. The scope of the research includes learning and studying Indonesian Indonesian literature, both Indonesian as a first language, second language, and foreign language. The scope of research/articles that can be published in the Frasa Journal includes Indonesian microlinguistics, such as phonology, morphology, syntax, semantics, discourse, historical linguistics, comparative linguistics, comparative historical linguistics, diachronic linguistics, synchronic linguistics, contrastive linguistics. Interdisciplinary Macrolinguistics, such as psycholinguistics, sociolinguistics, stylistics, and semiotics as well as language skills listening, speaking, reading, and writing. Indonesian literature such as literary theory, literary history, literary criticism, comparative literature, and sociology of literature. Indonesian Language and Literature Education such as lesson planning, learning strategies, learning evaluations, curriculum, teaching materials, and learning media.
Articles 148 Documents
DEIKSIS DALAM FILM PANGGIL AKU AYAH ADAPTASI DARI PAWN: ANALISIS SEMANTIK Sulisthya Dewi; Siti Nurjanah; Decinta Nesa Karisma; Dodi Firmansyah; Dase Erwin Juansah
FRASA: Jurnal Keilmuan, Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 7 No. 1 (2026): FRASA: JURNAL KEILMUAN BAHASA, SASTRA, DAN PENGAJARANNYA
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/frasaunimuda.v7i1.4459

Abstract

Penelitian ini menganalisis tiga jenis deiksis (persona, tempat, dan waktu) dalam dialog film Panggil Aku Ayah menggunakan metode kualitatif deskriptif. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan berbagai jenis deiksis yang dibagi ke dalam tiga kategori, yaitu persona, waktu dan tempat pada film Panggil Aku Ayah, serta mengidentifikasi dan mengelompokkan jenis tuturan yang ada dalam film Panggil Aku Ayah sesuai dengan kategori jenis deiksis yang telah ditentukan. Data penelitian berupa tuturan dialog tokoh-tokoh dalam film yang mengandung unsur deiksis. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik simak dan catat, menyimak untuk mengetahui setiap penggunaan bahasa dalam film, serta mencatat tuturan atau dialog tokoh-tokoh yang mengandung unsur deiksis (persona, tempat, waktu). Hasil penelitian menunjukkan adanya berbagai bentuk deiksis persona, di mana penggunaan kata ganti seperti “saya” memperlihatkan jarak psikologis dan “aku” memperlihatkan kedekatan atau situasi informal antara penutur dan mitra tutur. Deiksis tempat dikelompokkan menjadi di sini (dekat dengan penutur), di situ (dekat dengan lawan tutur/terlihat jelas), dan di sana (jauh dari keduanya, baik itu penutur maupun lawan tuturnya). Sementara itu, deiksis waktu mencakup, masa lampau (dulu), masa sekarang (sekarang), dan masa yang akan datang (nanti, besok). Secara keseluruhan, deiksis berfungsi sebagai alat penting untuk memahami makna ujaran dan konteks komunikasi dalam tuturan tokoh-tokoh film tersebut.
KOMUNITAS ANIME SEBAGAI RUANG EKSPRESI BUDAYA POP DI LINGKUNGAN MAHASISWA Rika Maulia; Ramadan, Albin Fadhal; Perawati; Rabella Azzahra; Arif Saefudin
FRASA: Jurnal Keilmuan, Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 7 No. 1 (2026): FRASA: JURNAL KEILMUAN BAHASA, SASTRA, DAN PENGAJARANNYA
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/frasaunimuda.v7i1.4616

Abstract

ABSTRAK: Budaya populer Jepang seperti anime dan cosplay telah menjadi fenomena global yang berpengaruh terhadap pola ekspresi dan identitas sosial mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana komunitas Japan Freak UIN (JFU) berperan sebagai ruang ekspresi budaya populer di lingkungan kampus Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi etnografi mini melalui observasi partisipan, wawancara mendalam, dan dokumentasi kegiatan komunitas. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman dengan triangulasi sumber dan metode untuk menjaga validitas hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa JFU menjadi ruang negosiasi identitas antara nilai global dan religius melalui aktivitas kreatif dan kolaboratif mahasiswa. Kesimpulan utama menegaskan bahwa komunitas ini tidak hanya memperkuat solidaritas sosial, tetapi juga meningkatkan literasi digital dan keterampilan sosial mahasiswa di era globalisasi. KATA KUNCI: Anime; Budaya; Komunitas; Pop ABSTRACT: Japanese popular culture such as anime and cosplay has become a global phenomenon that influences students' patterns of expression and social identity. This study aims to analyze how the Japan Freak UIN (JFU) community functions as a space for expressing popular culture in an Islamic campus environment. This research uses a qualitative approach with a mini-ethnographic study design through participant observation, in-depth interviews, and documentation of community activities. Data analysis was conducted using Miles and Huberman's interactive model with triangulation of sources and methods to ensure the validity of the results. The results of the study indicate that JFU has become a space for negotiating identity between global and religious values through creative and collaborative student activities. The main conclusion confirms that this community not only strengthens social solidarity but also improves students' digital literacy and social skills in the era of globalization. KEYWORDS: Anime; Culture; Community; Pop
ANALSISI WACANA KRITIS DALAM BUKU TEKS PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS XII SMA : ANALSISI WACANA KRITIS DALAM BUKU TEKS PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS XII SMA Rumadaul, Ardawia; Marzuki, Ismail; Witdianti, Yeni
FRASA: Jurnal Keilmuan, Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 7 No. 1 (2026): FRASA: JURNAL KEILMUAN BAHASA, SASTRA, DAN PENGAJARANNYA
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/frasaunimuda.v7i1.4790

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk representasi ideologi yang terdapat dalam buku Bahasa Indonesia Lanjut untuk SMA/MA Kelas XII terbitan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi tahun 2022 dengan menggunakan model Analisis Wacana Kritis Teun A. van Dijk. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis wacana kritis. Data penelitian berupa kutipan teks yang dianalisis berdasarkan tiga dimensi wacana menurut Van Dijk, yaitu struktur teks, kognisi sosial, dan konteks sosial. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi dan analisis isi terhadap teks dalam buku ajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku teks tersebut mengandung konstruksi ideologi yang direpresentasikan secara halus melalui wacana. Pada dimensi struktur teks, ideologi tampak melalui pilihan tema, pengorganisasian teks, dan pemilihan diksi yang cenderung membangun wacana pelestarian budaya, nasionalisme, keteladanan moral, dan pembentukan karakter peserta didik. Pada dimensi kognisi sosial, ditemukan bahwa penyusunan wacana dalam buku ini merupakan hasil konstruksi pengetahuan sosial yang selaras dengan orientasi pendidikan nasional. Sementara itu, pada dimensi konteks sosial, isi teks mencerminkan dukungan terhadap Program Profil Pelajar Pancasila dalam Kurikulum Merdeka. Dengan demikian, buku teks ini tidak hanya berfungsi sebagai media pembelajaran bahasa, tetapi juga sebagai instrumen reproduksi ideologi dalam dunia pendidikan. Penelitian ini menegaskan pentingnya literasi kritis dalam pembelajaran bahasa agar peserta didik tidak hanya memahami teks secara linguistik, tetapi juga secara ideologis.
BENTUK UNGKAPAN SEKSIS DALAM NOVEL “AKU LUPA BAHWA AKU PEREMPUAN” KARYA ISHAN ABDUL QUDDUS: BENTUK UNGKAPAN SEKSIS DALAM NOVEL “AKU LUPA BAHWA AKU PEREMPUAN” KARYA ISHAN ABDUL QUDDUS Marici; Rima; Abdul Hafid
FRASA: Jurnal Keilmuan, Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 7 No. 1 (2026): FRASA: JURNAL KEILMUAN BAHASA, SASTRA, DAN PENGAJARANNYA
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/frasaunimuda.v7i1.4984

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengungkap bentuk-bentuk ketidakadilan gender yang direpresentasikan melalui bahasa seksis dalam novel Aku Lupa Bahwa Aku Perempuan karya Ihsan Abdul Quddus. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan sumber data berupa teks novel, khususnya kalimat dan dialog yang merepresentasikan relasi gender. Analisis data dilakukan menggunakan analisis wacana kritis perspektif Sara Mills yang menitikberatkan pada posisi subjek–objek serta relasi kuasa antara laki-laki dan perempuan dalam teks. Hasil penelitian menunjukkan adanya praktik bahasa seksis yang memunculkan tiga bentuk utama ketidakadilan gender, yaitu diskriminasi terhadap perempuan, dominasi laki-laki atas perempuan, dan stereotipe negatif terhadap perempuan. Tokoh Suad digambarkan sebagai representasi perempuan yang berjuang melawan budaya patriarki melalui kemandirian, pendidikan, dan peran publik, meskipun tetap menghadapi tekanan sosial, stigma, serta konstruksi gender yang membatasi ruang geraknya. Novel ini merefleksikan realitas sosial masyarakat patriarkal Mesir yang relevan dengan konteks perempuan di masyarakat lain, termasuk Indonesia. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pemikiran terhadap kajian sastra feminis serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesetaraan gender dalam kehidupan sosial dan keluarga.
PERLAWANAN TERHADAP STATE OF EXCEPTION DALAM NOVEL AS LONG AS THE LEMON TREES GROW KARYA ZOULFA KATOUH Hakim, Mumtaz Hauna
FRASA: Jurnal Keilmuan, Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 7 No. 1 (2026): FRASA: JURNAL KEILMUAN BAHASA, SASTRA, DAN PENGAJARANNYA
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/frasaunimuda.v7i1.5022

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk perlawanan terhadap state of exception dalam novel As Long As The Lemon Trees Grow karya Zoulfa Katouh dengan pemikirian Giorgio Agamben. penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data diambil dari novel As Long As the Lemon Trees Grow karya Zoulfa Katouh. Langkah-langkah pengumpulan data pada penelitian ini adalah membaca dan mencatat. Setelah membaca keseluruhan isi novel tersebut, kemudian lanjut mencatat hal-hal penting yang relevan dengan penelitian ini. Rumusan masalahnya, yaitu (1) Bagaimana representasi Suriah sebagai state of exception dalam novel As Long As The Lemon Trees Grow? (2) Bagaimana cara para tokoh direduksi menjadi bare life dan homo sacer oleh rezim yang berkuasa dan bentuk perlawanan mereka untuk kembali mendapatkan bios di tengah ancaman menjadi zoe? Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan representasi Suriah sebagai state of exception dan cara para tokoh direduksi menjadi bare life serta bentuk perlawanan mereka untuk kembali mendapatkan bios di tengah ancaman menjadi zoe. KATA KUNCI: Agamben; As Long As The Lemon Trees Grow; Bare Life; Homo Sacer; State of exception ABSTRACT: This study aims to describe the forms of resistance to the state of exception in Zoulfa Katouh’s novel, As Long As The Lemon Trees Grow, using Giorgio Agamben’s ideas. This study is a qualitative descriptive study. The data source was taken from Zoulfa Katouh’s novel, As Long As The Lemon Trees Grow. The data collection steps in this strudy were reading and note-taking. After reading the entire novel, the researcher then proceeded to record important points relevant to this study. The research questions are: (1) How is Syria represented as a state of exception in the novel As Long As The Lemon Trees Grow? (2) How are the characters reduced to bare life and homo sacer by the ruling regime, and how the characters are reduced to bare life, as well as their resistance to regain bios amid the threat of becoming zoe. KEYWORDS: Agamben; As Long As The Lemon Trees Grow; Bare Life; Homo Sacer; State of exception
PENGARUH PENGGUNAAN LITERASI BACA TULIS TERHADAP KEMAMPUAN MEMBACA SISWA KELAS VII MTS AZ-ZIKRA KOTA SORONG: PENGARUH PENGGUNAAN LITERASI BACA TULIS TERHADAP KEMAMPUAN MEMBACA SISWA KELAS VII MTS AZ-ZIKRA KOTA SORONG Olive Marisa Mirachel Kambuaya, Olive Marisa Mirachel Kambuaya; Hatsama, Abdulrahman; Siti Fatihaturahmah Al Jumroh, Siti Fatihaturahmah Al Jumroh
FRASA: Jurnal Keilmuan, Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 7 No. 1 (2026): FRASA: JURNAL KEILMUAN BAHASA, SASTRA, DAN PENGAJARANNYA
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/frasaunimuda.v7i1.5453

Abstract

This study aims to determine the effect of reading and writing literacy on the reading ability of seventh-grade students at MTs Az-Zikra Sorong City. Reading and writing literacy is considered an essential foundation for learning success as it relates to the ability to understand information, process ideas, and re-express them in oral and written forms. The method used in this research was quantitative with a descriptive approach. Data were obtained through questionnaires and reading ability tests involving twenty students as research respondents. The analysis was conducted by comparing the results of the pre-test and post-test after the implementation of literacy-based learning activities. The findings indicate an increase in the average score of students’ reading ability from a moderate to a better category after the treatment was applied. Students became more capable of identifying main ideas, understanding vocabulary, and drawing conclusions from texts. These findings prove that the habituation of reading and writing literacy has a positive contribution to the development of reading skills. Therefore, literacy programs need to be implemented continuously and integrated into the learning process at school.
KEKERASAN VERBAL PADA NOVEL SAMAN KARYA AYU UTAMI KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA Momot, Ester Yuliana; Abdulrahman Hatsama; Rima
FRASA: Jurnal Keilmuan, Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 7 No. 1 (2026): FRASA: JURNAL KEILMUAN BAHASA, SASTRA, DAN PENGAJARANNYA
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/frasaunimuda.v7i1.5523

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk kekerasan verbal yang terdapat dalam novel Saman karya Ayu Utami menggunakan kajian sosiologi sastra.Jenis dan metode penelitian ini adalah penelitian kualitatif dan metode deskripti fanalisis.Sumber penelitian ini berasal dari novel Saman karya Ayu Utami dengan objek penelitian yang difokuskan pada kekerasan verbal.Teknik pengumpulan data dilakukan dengan membaca, memahami, dan menandai novel yang bersangkutan dengan kekerasan verbal.Mengiventarisasikan data yaitu mencatat data yang berkaitan dengan kekerasan verbal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekerasan verbal dalam novel Saman karya Ayu Utami ditemukan tigabentuk, yaitu (1) kekerasan verbal langsung, yang terdiridari: (a) membentak, (b) mengancam, (c) menuduh, (d) meremehkan, (e) menghardik, (f) menantang, (g) mengungkit-ungkit, (h) memperkosa, (i) memarahi, (j) mengata-ngatai, (k) menyiksa, (l) menculik. (2) kekerasan verbal represif, yang terdiridari: (a) menginstruksikan, (b) memprovokasi.(3)kekerasanverbalalienatif, yang terdiridari: (a) mengucilkan, (b) menjauhkan. Kekerasan verbal langsung, artinya yang mengenai korban secaralangsung.Sedangkan, kekerasan represif, yang dimaknai sebagai kekerasan yang menekan korbannya sampai titik terendah emosionalnya.Sementara ada pula kekerasan verbal alineatif, yang berarti kekerasan melalui tindak tutur yang bertujuan bermaksud mengucilkan atau mendeskreditkan lawan bicara sehingga tak terlibat dalam pembicaraan.Semua bentuk kekerasan verbal ini ditemukan dalam novel Saman
ANALISIS FAKTOR PENDUKUNG DAN PENGHAMBAT KETERAMPILAN BERBICARA SISWA SDN PUWOYOSO 03 Auralia Khoirotus Syifa; Tri Anisa Kusumawardani; Maria Agni Cahya Wulan; Moh. Farizqo Irvan
FRASA: Jurnal Keilmuan, Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 7 No. 1 (2026): FRASA: JURNAL KEILMUAN BAHASA, SASTRA, DAN PENGAJARANNYA
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/frasaunimuda.v7i1.3044

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji faktor pendukung dan penghambat keterampilan berbicara siswa kelas IV A di SDN Purwoyoso 03. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa pengembangan keterampilan berbicara siswa tidak hanya dipengaruhi oleh kecerdasan, tetapi juga oleh berbagai faktor dari dalam dan luar diri siswa. Hasil observasi menunjukkan bahwa faktor pendukung internal meliputi motivasi belajar yang tinggi, rasa ingin tahu besar, kemampuan kognitif, serta ketekunan dan semangat dalam belajar. Sedangkan faktor eksternal mencakup pemberian reward, dukungan keluarga, lingkungan sekolah yang mendukung, strategi guru yang efektif, serta dukungan teman sebaya. Sementara itu, ditemukan pula faktor penghambat internal seperti kurangnya rasa percaya diri, minat belajar rendah, kesulitan memahami materi, rasa malu saat berbicara, kurangnya kebiasaan aktif, dan perbedaan gender. Faktor eksternal penghambat antara lain minimnya keterlibatan orang tua, lingkungan sekitar yang kurang mendukung, dan strategi guru yang belum tepat sasaran. Jadi, penelitian ini menyimpulkan bahwa untuk mengembangkan keterampilan berbicara siswa secara optimal, dibutuhkan pendekatan yang menyeluruh dengan memperhatikan kondisi internal dan eksternal secara seimbang pada siswa.
PENGARUH PENERAPAN PERMAINAN ICE BREAKING TERHADAP HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA SISWA KELAS XI SMA NEGERI 5 KABUPATEN SORONG Yotlin Chrisye Ralahalu; Abdulrahman Hatsama; Rima
FRASA: Jurnal Keilmuan, Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 7 No. 1 (2026): FRASA: JURNAL KEILMUAN BAHASA, SASTRA, DAN PENGAJARANNYA
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/frasaunimuda.v7i1.4373

Abstract

Pembelajaran Bahasa Indonesia di tingkat SMA sering menghadapi kendala berupa rendahnya konsentrasi dan motivasi siswa selama proses belajar, sehingga berdampak pada pencapaian hasil belajar. Salah satu strategi yang dapat diterapkan untuk menciptakan suasana pembelajaran yang lebih menarik dan interaktif adalah penggunaan permainan ice breaking. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan permainan ice breaking terhadap hasil belajar Bahasa Indonesia siswa kelas XI SMAN 5 Kabupaten Sorong. Metode yang digunakan adalah kuasi-eksperimen dengan desain pretest–posttest control group. Sampel penelitian terdiri atas 30 siswa yang dibagi menjadi kelas eksperimen dan kelas kontrol menggunakan teknik total sampling. Kelas eksperimen mendapatkan perlakuan pembelajaran menggunakan ice breaking, sedangkan kelas kontrol tidak diberikan perlakuan tersebut. Pengumpulan data dilakukan melalui tes hasil belajar, angket, observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan uji normalitas, homogenitas, dan uji t untuk mengetahui perbedaan hasil belajar kedua kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan hasil belajar yang signifikan pada kelas eksperimen dibandingkan kelas kontrol. Penerapan ice breaking terbukti mampu meningkatkan fokus, antusiasme, dan pemahaman siswa terhadap materi pelajaran. Dengan demikian, ice breaking dapat direkomendasikan sebagai strategi pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan hasil belajar Bahasa Indonesia di tingkat SMA.
ANALISIS WACANA KRITIS DALAM BUKU TEKS PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS XII SMA Ardawia Rumadaul; Ismail Marzuki; Yeni Witdianti
FRASA: Jurnal Keilmuan, Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 7 No. 1 (2026): FRASA: JURNAL KEILMUAN BAHASA, SASTRA, DAN PENGAJARANNYA
Publisher : Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36232/frasaunimuda.v7i1.4790

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk representasi ideologi yang terdapat dalam buku Bahasa Indonesia Lanjut untuk SMA/MA Kelas XII terbitan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi tahun 2022 dengan menggunakan model Analisis Wacana Kritis Teun A. van Dijk. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis wacana kritis. Data penelitian berupa kutipan teks yang dianalisis berdasarkan tiga dimensi wacana menurut Van Dijk, yaitu struktur teks, kognisi sosial, dan konteks sosial. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi dan analisis isi terhadap teks dalam buku ajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku teks tersebut mengandung konstruksi ideologi yang direpresentasikan secara halus melalui wacana. Pada dimensi struktur teks, ideologi tampak melalui pilihan tema, pengorganisasian teks, dan pemilihan diksi yang cenderung membangun wacana pelestarian budaya, nasionalisme, keteladanan moral, dan pembentukan karakter peserta didik. Pada dimensi kognisi sosial, ditemukan bahwa penyusunan wacana dalam buku ini merupakan hasil konstruksi pengetahuan sosial yang selaras dengan orientasi pendidikan nasional. Sementara itu, pada dimensi konteks sosial, isi teks mencerminkan dukungan terhadap Program Profil Pelajar Pancasila dalam Kurikulum Merdeka. Dengan demikian, buku teks ini tidak hanya berfungsi sebagai media pembelajaran bahasa, tetapi juga sebagai instrumen reproduksi ideologi dalam dunia pendidikan. Penelitian ini menegaskan pentingnya literasi kritis dalam pembelajaran bahasa agar peserta didik tidak hanya memahami teks secara linguistik, tetapi juga secara ideologis.