cover
Contact Name
Fauzan
Contact Email
jurnal.madania@gmail.com
Phone
+6281331852714
Journal Mail Official
jurnal.madania@gmail.com
Editorial Address
Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu Jl. Raden Fatah, Pagar Dewa Kota Bengkulu 38211 Bengkulu, Sumatra, Indonesia
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Madania: Jurnal Kajian Keislaman
ISSN : 14108143     EISSN : 25021826     DOI : http://dx.doi.org/10.29300/madania
Madania: Jurnal Kajian Keislaman is a peer-reviewed international journal focusing on Islamic studies. The journal provides a platform for disseminating the latest research and scholarly discussions on Islam and Muslim culture in a broad sense, encompassing theoretical and empirical investigations of themes relevant to Muslim societies globally and beyond. Madania publishes articles under six main topics: Islamic Law – Discussions on fiqh, legal theory, and contemporary issues in Islamic jurisprudence. Islamic Education – Research on pedagogical theories, practices, and innovations in Islamic education. Islamic Economy – Analyses of Islamic financial systems, economic theories, and practices. Islamic Theology, Philosophy, and Psychology – Studies exploring theological debates, philosophical perspectives, and psychological dimensions of Islamic thought. Islamic Communication – Research on communication ethics, media studies, and the role of communication in Islamic contexts. Study of the Qur’an and Hadith – Investigations of textual analysis, interpretations, and the application of Islamic scriptures. Madania accepts two types of articles: Research Articles: Scholarly reports presenting the results of quantitative or qualitative studies that contribute to the advancement of knowledge in Islamic studies across the six themes. Conceptual Articles: Papers offering theoretical perspectives, models, or philosophical analyses relevant to Islamic studies, engaging with contemporary theories and frameworks. All submissions to Madania undergo a rigorous double-blind peer-review process to ensure high standards of quality and academic integrity. The journal is committed to publishing original, innovative, and impactful research that addresses contemporary challenges in the Islamic world.
Articles 204 Documents
Character Education Values in the Sufism Book of Nuzhah al-Majalis wa Muntakhab an-Nafa’is: Enhancing the Akhlak Tasawuf Course to Foster Moderate Muslim Character at PTKIN Zubaedi, Zubaedi; Saputra, Adi
Madania: Jurnal Kajian Keislaman Vol 28, No 1 (2024): JUNE
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/madania.v28i1.4609

Abstract

The purpose of this study was to determine the content of character education values in the Sufism book of Nuzhah al-Majalis wa Muntakhab an-Nafa’is and their effects on reconstructing the morals of Sufism courses for the cultivation of moderate Muslim character values (religious moderation) on the PTKIN campus. The research design uses literature research (library study). Data collection techniques used by researchers include (1) Documentation studies; (2) Interviews; (3) Observation—data analysis using content analysis. The study results reveal that the presence of the department/study program of Sufism can be used as the right solution for modern humans, especially among university students, because Islamic Sufism has all the elements needed by students in the development of their lives. The results of the study found that the values of character education in Sufism moral courses included (1) the nature of repentance, (2) the nature of asceticism, (3) The nature of trustworthiness, (4) The nature of gratitude, (5) The nature of patience; (6) The nature of pleasure; (7) The nature of shidiq; (8) The nature of  wara; (9) The nature of reflection; (10) The nature of faqir; (11) The nature of the king; (12) The nature of khauf; (13) The nature of syauq; (14) The nature of confidence; (15) The nature of love; (16) The nature of muraqabah. These character values are based on the Quran and Sunnah in their function to add depth to religious spirituality and become a means of fostering noble character. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui isi kandungan nilai-nilai pendidikan karakter dalam kitab tasawuf Nuzhah al-Majalis wa Muntakhab an-Nafa’is dan pengaruhnya sebagai upaya upaya rekontsruksi mata kuliah akhlak tasawuf untuk penanaman nilai-nilai karakter muslim yang moderat (moderasi beragama) di kampus PTKIN. Rancangan penelitian menggunakan penelitian literatur (studi pustaka). Teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti meliputi (1) Studi dokumentas; (2) Wawancara; (3) Observasi. Analisis data menggunakan analisis isi. Hasil penelitian mengungkap kehadiran jurusan/program studi ilmu tasawuf dapat dijadikan sebagai solusi yang tepat bagi manusia modern khususnya di kalangan mahasiswa di perguruan tinggi, karena tasawuf Islam memiliki semua unsur yang dibutuhkan oleh mahasiswa dalam perkembangan hidupnya. Hasil penelitian diperoleh temuan nilai-nilai pendidikan karakter pada mata kuliah akhlak tasawuf anatar lain (1) Sifat taubat; (2) Sifat zuhud; (3) Sifat tawakal; (4) Sifat syukur; (5) Sifat sabar; (6) Sifat ridha; (7) Sifat shidiq; (8) Sifat wara; (9) Sifat muhasabah; (10) Sifat faqir; (11) Sifar raja; (12) Sifat khauf; (13) Sifat syauq; (14) Sifat yakin; (15) Sifat cinta; (16) Sifat muraqabah. Nilai-nilai karakter tersebut berdasarkan Alquran dan Sunnah dalam fungsinya menambah dalamnya spiritualitas agama dan menjadi sarana pembinaan akhlak mulia.
Cultivating Morals in the Formation of Behavior Student at MTSN 1 Bengkulu City Satria, Irwan
Madania: Jurnal Kajian Keislaman Vol 26, No 2 (2022): DECEMBER
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/madania.v26i2.3778

Abstract

This study aims to determine the implementation of student moral formation at MTsN 1 Bengkulu City. This research uses a qualitative approach by examining social phenomena in an atmosphere that occurs naturally. The researcher acts as an observer in the formation of morals at MTsN 1 Bengkulu City. The research instrument used was data collection techniques, interviews, and observations in learning to read the Koran, as well as through observation, interviews, and documentation. Based on the results of the interviews, it was found that the formation of morals towards oneself at MTsN 1 Bengkulu City was good. This can be seen in the formation of morals by reciting the Quran before entering class, praying dhuha in the congregation, making disciplinary rules, and punishing those who violate it. The formation of morals towards parents is done by making rules that have made students have good morals, plus the role of parents as a factor that can be used as a step in improving student morals. The formation of morals towards friends/friends produces good morals that can be used in social life after they enter society. The formation of morals towards teachers needs to be improved with better steps because students will respect teachers with good morals. The formation of morals towards older and younger people states that MTsN 1 Bengkulu City has taught its students always to respect elders. The formation of morals towards the environment / surrounding environment proves that MTsN 1 Bengkulu City has taken reasonable steps in forming morals at school. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi pembentukan moral siswa di MTsN 1 Kota Bengkulu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan cara mengkaji fenomena sosial dalam suasana yang berlangsung secara natural. Peneliti berperan sebagai pemerhati dalam pembentukan akhlak di MTsN 1 Kota Bengkulu. Instrumen penelitian yang digunakan adalah dengan menggunakan teknik pengumpulan data, wawancara, dan observasi dalam proses pembelajaran membaca Alquran, serta melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil wawancara didapatkan bahwa pembentukan akhlak terhadap diri sendiri di MTsN 1 Kota Bengkulu sudah baik. Hal ini terlihat dari pembentukan akhlak dengan mengaji sebelum masuk kelas, sholat dhuha berjamaah, membuat aturan disiplin , memberikan hukuman bagi yang melanggarnya. Pembinaan akhlak terhadap orang tua dilakukan dengan membuat peraturan yang telah menjadikan siswa memiliki akhlak yang baik ditambah peran orang tua sebagai faktor yang dapat dijadikan sebagai langkah dalam meningkatkan akhlak siswa. Pembentukan akhlak terhadap teman/sahabat menghasilkan akhlak yang baik yang dapat digunakan dalam kehidupan bermasyarakat setelah mereka memasuki masyarakat. Pembinaan akhlak terhadap guru perlu ditingkatkan dengan langkah-langkah yang lebih baik, karena dengan akhlak yang baik siswa akan menghormati guru. Pembentukan akhlak terhadap yang lebih tua dan lebih muda menyatakan bahwa MTsN 1 Kota Bengkulu telah mengajarkan kepada siswanya untuk selalu menghormati orang yang lebih tua. Pembentukan akhlak terhadap lingkungan/lingkungan sekitar membuktikan bahwa MTsN 1 Kota Bengkulu telah mengambil langkah yang baik dalam pembentukan akhlak di sekolah.
The Dynamics of Islamic Law in the Balkans: Husein Dozo's Renewal Thoughts Yusdani, Yusdani; Arfaizar, Januariansyah; Arifai, Ahmad
Madania: Jurnal Kajian Keislaman Vol 27, No 1 (2023): JUNE
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/madania.v27i1.3461

Abstract

This article examines the dynamics of Islamic legal thought in the Balkans with a focus on the thoughts of a Muslim modernist and reformer Husein Dozo (1912-1982). He is one of the most prominent Bosnian Muslim scholars of the last two hundred years. Hussein Dozo was born at a time when the many challenges the Balkan Muslim world is experiencing are so complex and overwhelming. Therefore, it is on that basis that Husein Dozo offers his main idea to reinterpret Islamic teachings which are intended for the younger generation of Muslims. This study uses qualitative research methods that are presented descriptively using theological and sociological approaches. Hussein Dozo was a native Balkan Muslim scholar who was well aware of the impact of modernity on Islamic legal traditionalism. At a time when scholars were discriminated against for their thoughts and beliefs, Hussein Dozo tried to provide space through seminars to introduce that religious activities have broad benefits. He also gave a fatwa regarding the collection and distribution of zakat that can be managed by zakat institutions with the aim of people's welfare. Through zakat, Hussein Dozo was able to alleviate poverty and intellectual decline in the Balkans. Artikel ini mengkaji dinamika pemikiran hukum Islam di kawasan Balkan dengan fokus pemikiran seorang modernis dan reformis muslim Husein Dozo (1912-1982). Tokoh ini merupakan seorang cendekiawan Muslim Bosnia paling menonjol dalam dua ratus tahun terakhir.  Husein Dozo lahir pada saat banyaknya tantangan yang dialami dunia Muslim Balkan yang begitu kompleks dan luar biasa. Oleh karena itu, atas dasar itulah husein Dozo menawarkan gagasan utamanya untuk menafsirkan kembali ajaran Islam yang diperuntukan bagi generasi muda muslim. Kajian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang disajikan secara deskriptif menggunakan pendekatan teologi dan sosiologi. Pada penelitian ini ditemukan bahwa Husein Dozo adalah seorang cendekiawan Muslim asli Balkan yang sangat menyadari dampak modernitas terhadap tradisionalisme hukum Islam. Di saat para cendekiawan mendapat diskriminasi atas pemikiran dan kajiannya, Husein Dozo mencoba memberikan ruang melalui seminar untuk memperkenalkan bahwa kegiatan agama memiliki manfaat secara luas. Ia juga memberikan fatwa mengenai pengumpulan dan pembagian zakat yang dapat dikelola oleh Lembaga zakat dengan tujuan kesejahteraan rakyat. Melalui zakat, Husein Dozo mampu mengentaskan kemiskinan dan kemunduran intelektual di daerah Balkan.
The Paradigm of Science IntegrationiIn Islamic University:The Historicity and Development Pattern of Islamic Studies in Indonesia Efrinaldi, Efrinaldi; Andiko, Toha; Taufiqurrahman, Taufiqurrahman
Madania: Jurnal Kajian Keislaman Vol 24, No 1 (2020): JUNE
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/madania.v24i1.5239

Abstract

This article aims to discuss the patterns of science integration in Islamic universities in Indonesia and the development models. This study used qualitative method, the data source consists of informants and documentation, as well as data collection techniques carried out through in-depth interviews, participant observation, focus group discussions and documentation review. As results, the application of science integration patterns in several Islamic universities turns out to be different, based on different understanding of the concept of science integration and local socio-cultural settings, according to the their respective established backgrounds. The State Islamic University (UIN) generally applies integration, not Islamization, by combining Islamic science and general science. This is stated in the vision and mission of higher education. As for practice, the implementation of science integration is applied to the faculty through direct policy from the university. In general, Islamic universities in Indonesia have already had a philosophical paradigm, by carrying out a distinctive concept of science integration. In the elaboration aspect of the integration paradigm, it is reflected in the applied curriculum. However, from the explanation, science integration actually aims at integrating religious disciplines with modern technology and science, which is implemented in Islamic higher education in Indonesia. In developing the concept of science integration in each UIN in Indonesia, it has editorial diversity and contextual elaboration with the environment and culture of respective regions. Artikel ini bertujuan membahas pola integrasi keilmuan pada perguruan tinggi Islam di Indonesia dan model pengembangannya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, sumber datanya terdiri dari informan dan dokumentasi, serta teknik pengumpulan datanya dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipasi, focus group discussion dan telaah dokumentasi. Hasilnya, penerapan pola integrasi keilmuan pada beberapa lembaga perguruan tinggi Islam tersebut ternyata berbeda-beda, berdasarkan perbedaan pemahaman tentang konsep integrasi keilmuan dan setting sosial-budaya yang bersifat lokal, sesuai latar belakang perguruan tinggi itu didirikan. Universitas Islam Negeri (UIN) umumnya menerapkan integrasi, bukan islamisasi, yaitu dengan memadukan antara Islamic science dan sains umum. Ini tertuang dalam visi dan misi perguruan tinggi. Adapun prakteknya, pelaksanaan integrasi keilmuan diterapkan pada fakultas melalui kebijakan langsung dari universitas. Secara umum, Perguruan Tinggi Islam di Indonesia telah memiliki paradigma filosofis, dengan mengusung konsep integrasi keilmuan yang khas. Dalam aspek penjabaran paradigma integrasi tersebut, tercermin dalam kurikulum yang diterapkan. Namun, dari penjabarannya integrasi keilmuan sesungguhnya ingin memadukan disiplin ilmu keagamaan dengan teknologi dan sains modern, yang diimplementasikan dalam pendidikan tinggi Islam di Indonesia. Dalam pengembangan konsep integrasi keilmuan di masing-masing UIN di Indonesia memiliki keragaman redaksional dan elaborasi yang sangat kontekstual dengan lingkungan dan kultur daerah masing-masing.
The Understanding of Religious and Multicultural Culture in Manado City Society from Maqâshid Al-Syarî`ah Perspective Darwis, Rizal; Abdullah, Abdullah; Wibawa, Nazar Husain Hadi Pranata; Rahim, Arhjayati
Madania: Jurnal Kajian Keislaman Vol 26, No 1 (2022): JUNE
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/madania.v26i1.3790

Abstract

Religion and culture are two inseparable things. Grounded religious values require traditions and culture that develop in society. This article aims to analyze the religious and cultural understanding of multiculturalism in the people of Manado City. This research is a qualitative descriptive study with data sources coming from the literature and interviews. The data were analyzed using the maqâshid al-syarî`ah approach. The results of the study show that the city of Manado as an area with a multicultural population strongly adheres to the religious understanding that every religion in principle loves, respects, and respects each other. The philosophy of sitou timou tumou tou, torang samua basudara, mapalus, democracy, anti-discrimination and friendship are believed and guided in carrying out all social activities in Manado society. If viewed from the perspective of maqâshid al-syarî`ah, then it is included in the category of maslahat al-‘ummah. Agama dan budaya adalah dua hal yang tidak terpisahkan. Nilai-nilai agama yang membumi membutuhkan tradisi dan budaya yang berkembang di masyarakat. Artikel ini bertujuan menganalisis paham keagamaan dan budaya multikulturalis pada masyarakat Kota Manado. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan sumber data berasal dari kepustakaan dan hasil wawancara. Data dianalisis dengan menggunakan pendekatan maqashid al-syariah. Hasil penelitian menujukkan bahwa Kota Manado sebagai daerah yang berpenduduk multikulturalis sangat berpegang pada pemahaman keagamaan bahwa setiap agama pada prinsipnya saling menyayangi, saling menghormati dan saling menghargai. Falsafah sitou timou tumou tou, torang samua basudara, mapalus, demokrasi, antidiskriminasi dan silaturrahim diyakini dan dipedomani dalam melakukan segala aktifitas sosial dalam masyarakat Manado. Jika ditinjau dari perspektif maqâshid al-syarî`ah, maka masuk dalam kategori maslahat al-‘ummah.
The Effect of Islamic Work Ethic and Culture to Enhance Productivity of Batik Worker During Pandemic Covid-19 Susminingsih, Susminingsih; Asytuti, Rinda; Maghfiroh, Wahidatul; Munip, Munip
Madania: Jurnal Kajian Keislaman Vol 25, No 2 (2021): DECEMBER
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/madania.v25i2.5053

Abstract

This study aims to analyze the influence of Islamic work ethic and Islamic work culture to enhance the productivity of batik workers during the COVID 19 pandemic. This research used a quantitative approach. The population in this study was 955 workers. The samples were selected using purposive and accidental sampling techniques. Determination of sample size in this research using the Slovin formula with a margin error of 5 %. Data collection was done through survey techniques. A total of 282 respondents have answered the questionnaire using Google Forms through WhatsApp. Google forms were chosen because of direct contact restrictions. The score determination on the questionnaire used the Likert scale. The research data was analyzed using multiple linear analysis techniques. The collected data was processed using SPSS software version 21. This study found that Islamic work ethic (X1) does not affect the productivity of batik workers (Y). Islamic work culture (X2) affected the productivity of batik workers (Y). Islamic work ethic (X1) and Islamic work culture (X2) simultaneously to the productivity of batik workers (Y). This study mentioned that during the COVID 19 pandemic the Islamic work ethic and Islamic work culture of batik workers played a small role in work productivity. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh etos kerja Islam dan budaya kerja Islam untuk meningkatkan produktivitas pekerja batik selama pandemi COVID-19. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah 955 pekerja. Sampel dipilih menggunakan teknik purposive dan accidental sampling. Penentuan ukuran sampel dalam penelitian ini menggunakan rumus Slovin dengan margin error 5%. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik survei. Sebanyak 282 responden telah menjawab kuesioner menggunakan google form melalui WhatsApp. Formulir Google dipilih karena pembatasan kontak langsung. Penentuan skor pada kuesioner menggunakan skala Likert. Data penelitian dianalisis menggunakan beberapa teknik analisis linier. Data yang dikumpulkan diproses menggunakan perangkat lunak SPSS versi 21. Studi ini menemukan bahwa etos kerja Islam (X1) tidak mempengaruhi produktivitas pekerja batik (Y). Budaya kerja Islam (X2) mempengaruhi produktivitas pekerja batik (Y). Etos kerja Islam (X1) dan budaya kerja Islam (X2) sekaligus produktivitas pekerja batik (Y). Studi ini menyebutkan bahwa selama pandemi COVID-19 etos kerja Islam dan budaya kerja Islam pekerja batik memainkan peran kecil dalam produktivitas kerja.
The Education Services of Children for Special Need on Islamic Educational Psychology Perspective Rahman, Nadya Novia; Rasyid, Miranti; Adhawiyah, Rabiatul
Madania: Jurnal Kajian Keislaman Vol 26, No 2 (2022): DECEMBER
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/madania.v26i2.3774

Abstract

This study described the education of children with special needs from the perspective of Islamic education psychology. Education in Indonesia was a right that everyone was obtained. Everyone has the right to receive a proper education, even if that person belongs to the children with special needs category. This research has been a literature study that examined the object of research on the education of children with special needs related to the psychology of Islamic education. This study used documentation techniques in terms of collecting research data. The documentation technique in question was that researchers collect related documents in the form of books, journals, and other scientific works that are relevant to the object of research. An important finding in this study has been that the psychological concept of Islamic education educates the physical and spiritual aspects. Islamic educational psychology has four essential dimensions which must be fulfilled; Physical-Biological Education for Children with Special Needs, Psycho-Educational Education for Children with Special Needs, Spiritual Education for Children with Special Needs, and Socio-Cultural Education for Children with Special Needs. These four dimensions of Education must be balanced to create a balance for the overall growth of children with special needs by training their souls, mind, and body. Studi ini mengambarkan pendidikan anak berkebutuhan khusus dalam perspektif psikologi pendidikan Islam. Pendidikan di Indonesia merupakan suatu hak yang bisa didapatkan oleh semua orang. Setiap orang berhak untuk menerima pendidikan yang layak meskipun orang tersebut termasuk kategori orang yang berkebutuhan khusus. Penelitian ini adalah studi kepustakaan yang mengkaji objek penelitian tentang pendidikan anak berkebutuhan khusus yang dihubungkan psikologi pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan teknik dokumentasi dalam hal pengumpulan data penelitian. Teknik dokumentasi yang dimaksud adalah peneliti mengumpulkan dokumen-dokumen terkait baik yang berbentuk buku, jurnal, maupun karya ilmiah lainnya yang relevan dengan obyek penelitian. Temuan penting dalam penelitian ini adalah konsep psikologi pendidikan Islam tidak hanya mendidik sisi jasmaniah semata tetapi juga dari sisi ruhaniah. Psikologi pendidikan Islam memiliki empat dimensi penting yang harus terpenuhi agar pendidikan anak berkebutuhan khusus bisa berjalan secara maksimal, yaitu Pendidikan Fisik-Biologis Anak Berkebutuhan Khusus, Pendidikan Psiko-Edukatif Anak Berkebutuhan khusus, Pendidikan Ruhaniah-Spiritual Anak Berkebutuhan Khusus dan Pendidikan Sosio-Kultural Anak Berkebutuhan Khusus. Kempat dimensi pendidikan ini harus dilakukan secara seimbang agar menciptakan keseimbangan pertumbuhan kepribadian anak berkebutuhan khusus secara menyeluruh, dengan cara melatih jiwa, akal pikiran, dan fisiknya.
Islamic Rulings and Financial Technology (Fintech): An Analysis on the Relevance and Implications Hakim, Rahmad; Irawan, Mohammad Deny
Madania: Jurnal Kajian Keislaman Vol 23, No 2 (2019): DECEMBER
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/madania.v23i2.6289

Abstract

Industrial Revolution 4.0 has produced rapid technological developments to support the ease of human activity in all lines of life. In the economic and financial fields, this development is known as financial technology, commonly known as Fintech. Like two sides of a coin, financial technology offers ease of service in transactions, time efficiency, transaction flexibility, to increase financial literacy and information technology for the public. Conversely, some of the negative impacts of this financial technology include, the increasing culture of consumerism, hedonism to the practice of new style moneylenders that determine high-interest rates for borrowers online, as well as ways of billing outside the fair range. This study aims to conduct an in-depth analysis related to the role of Islamic rulings in the development of financial technology. The conclusions of this study are some of the roles of Islamic rulings in developing financial technology divided into three key aspects; first, as a preventive mechanism to avoid fraud transactions. Second, as a moral guide (ethical guidelines) to maintain that all transactions prioritize the principles of honesty and compliance with sharia principles. Third, as a means of socializing Islamic rulings (muamalah fiqh), especially in transactions that use financial technology instruments. Revolusi Industri 4.0 menghasilkan perkembangan teknologi yang begitu pesat guna menunjang kemudahan aktivitas manusia dalam segala lini kehidupan. Dalam bidang ekonomi dan keuangan, perkembangan ini dikenal dengan tekonologi finansial atau biasa dikenal dengan FinTech (financial technology). Ibarat dua sisi mata uang, teknologi finansial menawarkan kemudahan layanan dalam transaksi, efisensi waktu, fleksibilitas transaksi, hingga peningkatan literasi keuangan dan teknologi informasi bagi masyarakat. Sebaliknya, beberapa dampak negatif dari teknologi finansial ini diantaranya adalah, meningkatnya budaya konsumerisme, hedonisme hingga praktik rentenir gaya baru yang menentukan bunga yang tinggi bagi para peminjam dana secara online, serta cara penagihan di luar batas kewajaran. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis secara mendalam terkait peran kaidah fikih dalam pengembangan financial technology. Kesimpulan dari penelitian ini adalah beberapa peran kaidah fikih dalam pengembangan financial technology terbagi menjadi tiga, yaitu: pertama, sebagai mekanisme preventif untuk menghindari kecurangan transaksi. Kedua, sebagai petunjuk moral (ethical guideliness) agar segala transaksi mengutamakan asas kejujuran dan kepatuhan terhadap prinsip-prinsip syariah. Ketiga, sebagai sarana sosialisasi fikih muamalah, khususnya dalam transaksi yang menggunakan instrumen financial technology.
Dropshipping on Sale Transactions of Sharia Economic Perspective Khairuddin, Khairuddin; Jafar, Wahyu Abdul
Madania: Jurnal Kajian Keislaman Vol 25, No 2 (2021): DECEMBER
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/madania.v25i2.5058

Abstract

The research aims to determine online sales transaction of dropshipping in within sharia economic. Therefore, the sales transaction performed are based on the sharia economic principles, share satisfaction while bringing advantage within contracting parties. This study is library research in which the documentation technique for data collection was employed. Content analysis was also used to analyze the data. The findings revealed that the implementation of sharia economic principles in online dropshipping sales transaction was performed in several ways, including not only focus on profit-oriented purposes, but also ta`abbud ila Allah (devotion to Allah), particularly. Consequently, the sales transaction should be in accordance to sharia, avoiding transaction that violates Allah’s orders. The transactions are also must be free from ribâ (usury), maysîr (gambling), and gharâr (uncertainty) elements. The parties should be careful during the transaction otherwise, they will bring mudarat (harm) and avoid maslahat (benefit). The supplier or dropshipper are not allowed to hoard the goods (ihtikâr) that are highly needed for society. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui transaksi jual beli online mengunakan sistem dropshipping dalam perspektif ekonomi syariah. Sehinga, jual beli yang akan dilakukan sesuai dengan prinsip-prinsip ekonomi syariah, bisa memberikan kepuasan dan tidak saling merugikan pihak-pihak yang berakad. Penelitian ini merupakan kajian pustaka, yang mengunakan teknik dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data. Sedangkan teknik analisa data yang digunakan adalah melalui  konten analisis. Setelah melakukan penelitian ditemukan beberapa hal penting antara lain bahwa implementasi prinsip ekonomi syariah pada jual beli online dengan sistem dropshipping dilakukan dengan beberapa cara, yakni ketika melakukan transaksi tidak hanya berorientasi pada profit semata, namun ada tujuan lain yang lebih penting yakni ta`abud ila Allah (pengabdian kepada Allah). Sehingga transaksi jual beli yang akan dilakukan harus sesuai dengan ketentuan syariat, tidak boleh bertransaksi dengan melangar perintah Allah. Transaksi yang terjadi juga harus terbebas dari  unsur ribâ, maysîr dan gharâr. Ketika bertransaksi harus berhati-hati agar tidak terjebak pada transaksi barang yang membawa mudarat dan tidak ada maslahat didalamnya. Seorang supplier atau dropshipper tidak boleh melakukan penimbunan barang dagangan (ihtikâr) yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat.
Halal Lifestyle Based on Value Creation: Evidence in Valqo Leather Factory Micro Businesses, East Java Hakim, Abdul; Yudha, Ana Toni Roby Candra; Dikuraisyin, Basar; Masrufa, Nur
Madania: Jurnal Kajian Keislaman Vol 27, No 2 (2023): DECEMBER
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/madania.v27i2.2721

Abstract

Nowadays, the potential for halal products continues to grow. This is also followed by the expansion of the halal lifestyle which is not only loved by Muslims but also non-Muslims. The purpose of this study is to examine and determine product development efforts and strategies through the theory of value creation according to the halal lifestyle in business units in Sidoarjo. The research method uses descriptive qualitative. This method involves informants from several parties, including business owners, customers, and the community around the company. In order to obtain the most current data and studies, we supplemented the research by adding Sinta indexed literature published over the last five years. The results showed that the efforts to develop halal fashion accessories were carried out by Valqo Leather Factory as a business unit in Sidoarjo, through value creation strongly supports the development process in fulfilling consumers' halal lifestyle. The value creation that results may influence hiring more staff members, raising product demand, and increasing product selling power. Suggestions that relevane to the results of the research are the need for further product development in the form of sales branch units, selection of raw materials, the aim of which is to expand the market to all circles and even generations with modern, practical and efficient products, while increasing public education and literacy on the halal life style. Saat ini, potensi produk halal terus berkembang. Hal ini juga diikuti dengan meluasnya gaya hidup halal yang tidak hanya digandrungi oleh umat Islam tetapi juga non-Muslim. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji dan menentukan upaya dan strategi pengembangan produk melalui teori penciptaan nilai sesuai gaya hidup halal pada unit bisnis di Sidoarjo. Metode penelitian menggunakan deskriptif kualitatif. Cara ini melibatkan informan dari beberapa pihak, antara lain pemilik usaha, pelanggan, dan masyarakat sekitar perusahaan. Sebagai pelengkap penelitian, kami juga menambahkan literatur terindeks Sinta yang diterbitkan dalam lima tahun terakhir, untuk memperoleh data dan kajian terkini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya pengembangan aksesoris produk halal yang dilakukan oleh Pabrik Kulit Valqo sebagai unit bisnis di Sidoarjo, melalui penciptaan nilai sangat mendukung proses pengembangan dalam pemenuhan gaya hidup halal konsumen. Penciptaan nilai yang dimunculkan mampu memberikan dampak  meningkatnya permintaan produk, menambah karyawan baru dan memperluas daya jual produk. Saran yang relevan dengan hasil penelitian adalah perlunya pengembangan produk lebih lanjut berupa unit cabang penjualan, pemilihan bahan baku yang bertujuan untuk memperluas pasar ke semua kalangan bahkan generasi dengan cara yang modern, praktis dan efisien produk, sekaligus meningkatkan edukasi dan literasi masyarakat terhadap gaya hidup halal.