cover
Contact Name
Fauzan
Contact Email
jurnal.madania@gmail.com
Phone
+6281331852714
Journal Mail Official
jurnal.madania@gmail.com
Editorial Address
Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu Jl. Raden Fatah, Pagar Dewa Kota Bengkulu 38211 Bengkulu, Sumatra, Indonesia
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Madania: Jurnal Kajian Keislaman
ISSN : 14108143     EISSN : 25021826     DOI : http://dx.doi.org/10.29300/madania
Madania: Jurnal Kajian Keislaman is a peer-reviewed international journal focusing on Islamic studies. The journal provides a platform for disseminating the latest research and scholarly discussions on Islam and Muslim culture in a broad sense, encompassing theoretical and empirical investigations of themes relevant to Muslim societies globally and beyond. Madania publishes articles under six main topics: Islamic Law – Discussions on fiqh, legal theory, and contemporary issues in Islamic jurisprudence. Islamic Education – Research on pedagogical theories, practices, and innovations in Islamic education. Islamic Economy – Analyses of Islamic financial systems, economic theories, and practices. Islamic Theology, Philosophy, and Psychology – Studies exploring theological debates, philosophical perspectives, and psychological dimensions of Islamic thought. Islamic Communication – Research on communication ethics, media studies, and the role of communication in Islamic contexts. Study of the Qur’an and Hadith – Investigations of textual analysis, interpretations, and the application of Islamic scriptures. Madania accepts two types of articles: Research Articles: Scholarly reports presenting the results of quantitative or qualitative studies that contribute to the advancement of knowledge in Islamic studies across the six themes. Conceptual Articles: Papers offering theoretical perspectives, models, or philosophical analyses relevant to Islamic studies, engaging with contemporary theories and frameworks. All submissions to Madania undergo a rigorous double-blind peer-review process to ensure high standards of quality and academic integrity. The journal is committed to publishing original, innovative, and impactful research that addresses contemporary challenges in the Islamic world.
Articles 204 Documents
Imam al-Ghazali's Concept of Religious Counseling in Forming Moderate Attitudes Siregar, Pahri; Nurihsan, Juntika; Yusuf, Syamsu; Budiman, Nandang
Madania: Jurnal Kajian Keislaman Vol 28, No 1 (2024): JUNE
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/madania.v28i1.4440

Abstract

The increasing polarization of religious attitudes in contemporary society necessitates exploring historical and theological resources that promote moderation and balance. This article delves into Imam al-Ghazali's concept of religious counseling, aiming to understand its principles and methods that can cultivate moderate attitudes among individuals and communities. Employing a qualitative approach with a focus on literature review, this research analyzes Ghazali's seminal works, particularly Ihya' Ulum al-Din and Mizan al-'Amal, to uncover how his teachings contribute to fostering spiritual well-being, ethical behavior, and social harmony. Imam al-Ghazali's emphasis on moderation, ethical conduct, and integrating spiritual and social responsibilities significantly contribute to religious counseling in contemporary contexts. His advocacy for the middle path (wasatiyyah) offers a robust framework that addresses the pressing challenges of extremism and polarization. Ghazali's teachings encourage practitioners of religious counseling to promote balance and harmony within their communities by emphasizing ethical behavior rooted in Islamic virtues. Ghazali underscores the importance of maintaining mutual respect, tolerance, and constructive dialogue across diverse backgrounds by fostering an understanding of the interconnectedness between personal spirituality and communal welfare. This approach enriches individual spiritual well-being and enhances social cohesion by encouraging individuals to fulfill their religious obligations while actively engaging in societal improvement efforts. By mitigating the root causes of extremism through a holistic approach to counseling, Ghazali's teachings provide invaluable guidance for religious counselors seeking to effectively navigate and reduce contemporary social challenges. Polarisasi meningkatnya sikap-sikap keagamaan dalam masyarakat kontemporer menuntut eksplorasi sumber-sumber sejarah dan teologis yang mempromosikan moderasi dan keseimbangan. Artikel ini menggali konsep konseling keagamaan Imam Ghazali, bertujuan untuk memahami prinsip-prinsip dan metodenya yang dapat membudayakan sikap moderat di kalangan individu dan komunitas. Dengan pendekatan kualitatif yang berfokus pada tinjauan literatur, penelitian ini menganalisis karya-karya Ghazali yang mendasar, terutama Ihya' Ulum al-Din dan Mizan al-'Amal, untuk mengungkap bagaimana ajarannya berkontribusi dalam memajukan kesejahteraan spiritual, perilaku etis, dan harmoni sosial. Penekanan Imam Ghazali pada moderasi, perilaku etis, dan integrasi tanggung jawab spiritual dan sosial memberikan kontribusi signifikan dalam konseling keagamaan pada konteks kontemporer. Perhatiannya terhadap wasatiyyah menawarkan kerangka kerja yang kokoh yang menangani tantangan-tantangan mendesak ekstremisme dan polarisasi. Ajaran Ghazali mendorong praktisi konseling keagamaan untuk mempromosikan keseimbangan dan harmoni dalam komunitas mereka dengan menekankan perilaku etis yang berakar pada kebajikan Islam. Dengan memupuk pemahaman tentang keterkaitan antara spiritualitas pribadi dan kesejahteraan komunal, Ghazali menegaskan pentingnya memelihara saling menghargai, toleransi, dan dialog konstruktif lintas latar belakang yang beragam. Pendekatan ini tidak hanya memperkaya kesejahteraan spiritual individu tetapi juga meningkatkan kohesi sosial dengan mendorong individu untuk memenuhi kewajiban keagamaan mereka sambil aktif terlibat dalam upaya perbaikan sosial. Dengan mengurangi akar penyebab ekstremisme melalui pendekatan holistik dalam konseling, ajaran Ghazali memberikan panduan berharga bagi konselor keagamaan yang ingin menavigasi dan mengatasi tantangan sosial kontemporer secara efektif.
Teacher Quality Dimensions in Improving the Quality of National Education at Madrasah Aliyah in Lampung Dacholfani, Muhammad Ihsan; Wibowo, Agus; Fadillah, Muhammad Kharis
Madania: Jurnal Kajian Keislaman Vol 26, No 2 (2022): DECEMBER
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/madania.v26i2.3779

Abstract

This article explores the development of teacher quality dimensions in improving the quality of national education. Methods This research uses a case study with a mixed methods approach. The sampling technique uses a random sampling technique with respondents. Based on the findings in this study, the results of the analysis were obtained with a Satorra-Bentler Scaled Chi-Square value of 189.190 and a p-value coefficient of 0.070 > 0.05, RMSEA of 0.030 <0.080, CFI ≥ 0.90, so the model obtained is "good fit" (acceptable model suitability) then the dimensions in the professional management of teachers in improving the quality of education are the three dimensions of learning which include lesson preparation, implementation, and evaluation. In addition, the results of the information obtained by students expect quality teachers such as having preparation, knowledge/ability in teaching, class management, personality, dedication, open-mindedness, responsibility, varied teaching methods, punctual work, and good judgment. This research suggests that if changes in the education system need to be developed, policy recommendations prioritize teacher staff and the determinants of teacher effectiveness. Artikel ini bertujuan untuk mendalami perkembangan dimensi kualitas guru dalam meningkatkan mutu pendidikan nasional. Metode Penelitian ini menggunakan studi kasus dengan pendekatan mix methods. Teknik sampling menggunakan teknik random sampling dengan responden. Berdasarkan temuan pada penelitian ini diperoleh hasil analisis dengan nilai Satorra-Bentler Scaled Chi-Square sebesar 189,190 dan koefisien p value sebesar 0,070 > 0,05, RMSEA sebesar 0,030 < 0,080, CFI ≥ 0,90 maka model yang diperoleh adalah “good fit” (kecocokan model dapat diterima). Oleh sebab itu, dimensi dalam pengelolaan profesional guru dalam meningkatkan kualitas pendidikan yaitu pada tiga dimensi pembelajaran yang meliputi persiapan pembelajaran, implementasi dan evaluasi. Selain itu, hasil informasi yang diperoleh siswa mengharapkan guru yang berkualitas seperti memiliki persiapan, pengetahuan/ kemampuan dalam mengajar, manajemen kelas, berkepribadian, berdedikasi, berpikiran terbuka, bertanggung jawab, metode pengajaran yang bervariasi, tepat waktu dalam bekerja serta melakukan penilaian yang baik. Saran penelitian ini yaitu jika perubahan sistem pendidikan perlu dikembangkan maka rekomendasi kebijakan mengedepankan tenaga guru dan faktor penentu efektivitas guru.
Zakat Community Development Program Through A Zakat Village Index Approach Susilawati, Nilda; Sunarto, Andang; Rohimin, Rohimin
Madania: Jurnal Kajian Keislaman Vol 23, No 2 (2019): DECEMBER
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/madania.v23i2.6295

Abstract

This research is motivated by the level of poverty that exists in the District of Sukaraja, Seluma Regency. It is necessary to have a community empowerment program through the zakat community development program. The zakat community development program is a form of community empowerment program in certain villages to enliven or develop the potential of the community through creative industries that produce superior products. Thus, the community is able to be economically independent. The method used is a field research with a descriptive qualitative mixed approach with quantitative using the Zakat Village Index (Indek Desa Zakat/ IDZ). The data consists of primary and secondary data and data collection techniques through observation, questionnaires and interviews with sources and research informants from competent parties. From the results of the study, it was found that in Sukaraja District, there was one village prioritized to be assisted with an IDZ score in the range 0.21-0.40, 13 villages could be considered to be assisted with an IDZ score in the range 0.41-0.60 and 7 villages were less prioritized to be assisted with IDZ scores in the range of 0.61-0.80 through the zakat program. With the zakat community development program in the form of home industry business development programs, animal husbandry and agricultural or plantation businesses. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingkat kemiskinan yang terjadi di Kecamatan Sukaraja Kabupaten Seluma, maka perlu program pemberdayaan masyarakat melalui program zakat community development. Program zakat community development ini merupakan salah satu bentuk program pemberdayaan sekelompok masyarakat pada desa tertentu untuk menghidupkan atau mengembangkan potensi yang dimiliki masyarakat melalui industri kreatif yang menghasilkan produk unggulan. Sehingga masyarakat mampu mandiri secara ekonomi. Metode yang digunakan adalah field reseach dengan  pendekatan mixed kualitatif deskriptif dengan kuantitatif menggunakan Indeks Desa Zakat (IDZ). Data terdiri dari data primer dan sekunder dan teknik pengumpulan data melalui observasi, angket dan wawancara dengan sumber dan informan penelitian berasal dari pihak yang berkompeten. Dari hasil penelitian ditemukan bahwa di Kecamatan Sukaraja terdapat 1 desa diprioritaskan untuk dibantu dengan score IDZ berada pada range 0,21-0,40, 13 desa dapat dipertimbangkan untuk dibantu dengan score IDZ pada range 0,41-0,60 dan 7 desa kurang diprioritaskan untuk dibantu dengan score IDZ pada range 0,61-0,80 melalui program zakat. Dengan program zakat community development berupa program pengembangan usaha home industri, peternakan dan usaha pertanian atau perkebunan.
Women's Leadership in Islam with Asbâb al-Wurûd Approach Maghfirah, Maghfirah; Maulidizen, Ahmad; Hasbullah, Hasbullah
Madania: Jurnal Kajian Keislaman Vol 24, No 2 (2020): DECEMBER
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/madania.v24i2.5221

Abstract

The purpose of this research is to analyze women's leadership with asbâb al-wurûd approach. This research is library research with a qualitative approach. Data collection methods use documentation methods from various articles and books. Then analyzed using the content analysis method, namely analyzing data that is a descriptive or scientific analysis of premium messages with asbâb al-wurûd approach. The result of this research is Hadith narrated by Bukhârî , al-Tirmidzî  and al-Nasâ’î on female leadership, in general, is shaḥîh li dzâtihi. Sanad meets the requirements, that is, sanad muttashil, râwî is also tsîqah and protected from syuzûz and ‘illat. Textually, the majority of scholars explicitly state the prohibition of female leadership. At the same time, contextually, Islam does not prohibit women from becoming leaders or heads of state, provided they can perform their duties. Therefore, Hadith Abû Bakrah must be understood contextually using the asbâb al-wurûd approach because the content of the instruction is temporal. The similarity of this study with previous research is that the Hadith analyzed is Hadith Abû Bakrah on women's leadership by analyzing sanad and matan, while the difference is that this research uses asbâb al-wurûd approach. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis kepemimpinan perempuan dengan pendekatan asbâb al-wurûd. Penelitian ini merupakan library research, jenis penelitian yang dilakukan dan difokuskan pada penelaahan, pengkajian dan pembahasan literatur klasik dan modern yang berkaitan dengan hukum kepemimpinan wanita sebagai obyek dari penelitian ini. Pendekatan yang digunakan adalah metode ta’lîlî  sebagai sudut pandang penalaran dalam menganalisa permasalahan yang dikaji, serta pendekatan asbâb al-wurûd dalam menetapkan hukum.  Metode pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi dari berbagai artikel dan buku. Kemudian dianalisis menggunakan metode analisis isi, yaitu menganalisis data yang bersifat deskriptif atau analisis ilmiah terhadap pesan premium dengan pendekatan asbâb al-wurûd. Hasil dari penelitian ini adalah Hadith yang diriwayatkan oleh Bukhârî , al-Tirmidzî  dan al-Nasâ’î  tentang kepemimpinan perempuan secara umum adalah shaḥîh li dzâtihi. Sanad memenuhi persyaratan, yaitu, sanad muttashil, râwî  juga tsîqah dan dari syuzûz dan ‘illat. Secara teks, mayoritas ulama secara eksplisit menyatakan larangan kepemimpinan perempuan, sedangkan secara kontekstual, Islam tidak melarang perempuan untuk menjadi pemimpin atau kepala negara dengan syarat mereka mampu melaksanakan tugas. Oleh karena itu, Hadis Abû Bakrah harus dipahami secara kontekstual menggunakan pendekatan asbâb al-wurûd, karena isi instruksi bersifat temporal. Kesamaan dari penelitian ini dengan penelitian sebelumnya adalah bahwa Hadis yang dianalisis adalah Hadis Abû Bakrah tentang kepemimpinan perempuan dengan menganalisis sanad dan matan, sedangkan perbedaannya adalah penelitian ini menggunakan pendekatan asbâb al-wurûd.
Reconstruction of Maqâshid al-Syarî`ah As An Approach to Constitutional Law in Overcoming Crime in Indonesia Suparmin, Sudirman; Ramadani, Ramadani
Madania: Jurnal Kajian Keislaman Vol 26, No 1 (2022): JUNE
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/madania.v26i1.3792

Abstract

In Indonesia, the crime rate still reaches 1.01% in 2020, but crime still exists and is a state concern. The purpose of this study is aimed to analyze the offer of maqâshid al-syarî`ah as a solution in overcoming crime in Indonesia. This study is qualitative research in nature with a literature review approach. The object analyzed is Article 29 of UUD 1945 which is analyzed with the concept of maqâshid al-syarî`ah in the study of Islamic law. The results of this study describe that the maqâshid al-syarî`ahconcept can be a solution to overcome crime in Indonesia as its concept regulates various things including God's purposes (qashdu al-syâri') and mukallâf goals (qashdu al-mukallâf) as well as the perspective of constitutional law in the crime in Indonesia. The state regulates matters contained in the state of the fundamental norm, namely the constitution contained in Article 29 of UUD 1945. This article uses a religious approach as a basic rule to regulate the life of the Indonesian legal community so that they live a good life and do not commit the crimes contained in the UUD 1945. Internalization of maqâshid al-syarî`ah in constitutional law is an alternative to protecting citizens from various crimes. Di Indonesia, angka kejahatan masih mencapai 1.01% pada tahun 2020,  artinya kejahatan masih ada dan menjadi perhatian negara. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis tawaran  maqâshid al-syarî`ah sebagai solusi dalam mengatasi kejahatan di Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan kajian pustaka. Objek yang dianalisis adalah  pasal 29 UUD 1945 yang dianalisis dengan konsep maqâshid al-syarî`ah dalam kajian hukum Islam. Hasil penelitian ini menguraikan bahwa konsep maqâshid al-syarî`ah dapat menjadi solusi untuk mengatasi kejahatan di Indonesia sebagaimana konsep maqashid syariah mengatur berbagai aspek diantaranya yaitu tujuan Allah (qashdu al-syâri’) dan tujuan mukallâf (qashdu al-mukallâf) dan begitu juga dengan perspektif hukum tata negara dalam melihat kejahatan di indonesia. Negara mengatur hal yang terdapat pada staats fundamental norm, yaitu konstitusi yang terdapat di dalam UUD 1945 pasal 29. Pasal ini menggunakan pendekatan agama sebagai aturan dasar untuk mengatur tata kehidupan masyarakat hukum Indonesia agar menjalankan kehidupan dengan baik dan tidak melakukan kejahatan sebagaimana yang tertuang di dalam UUD 1945. Internalisasi maqâshid al-syarî`ah dalam hukum tatanegara menjadi alternatif dalam menjaga warga negara dari berbagai kejahatan.
Socio-Economic Aspects of Urban Grant Cancellation: Examining Religious Court's Decision on Grant Cancellation Harahap, Purnama Hidayah; Asmuni, Asmuni; Syahputra, Akmaluddin
Madania: Jurnal Kajian Keislaman Vol 27, No 2 (2023): DECEMBER
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/madania.v27i2.2863

Abstract

This study aimed to look at socio-economic aspects of grant cancellation in urban communities by analyzing the considerations of the Medan Religious Court judge. This research was a normative legal research by analyzing decision No: 887/Pdt.G/2009/PA. Mdn and decision No. 249/Pdt.G/2010/PA. Mdn uses the theory of maslahah. The results of this study showed that the judge, in giving the decision to cancel the grant, does not consider socio-economic aspects; the judge looks more at formal considerations only. The social aspect that occurred in the year of the acquisition of property was not taken into consideration by the judge; this was very detrimental for those who acquired property before 1974 and also for those who did not have sufficient access to information regarding formal requirements. On the other hand, the judge also did not consider how long the property was managed; some assets had been managed for years and had high economic value. Of course, this can be detrimental to those who have acquired the property for many years and have managed it. However, due to limited knowledge of formal requirements, the property can be manipulated into dispute. Even though socially, the property has been owned for many years and used by the community. Penelitian ini bertujuan untuk melihat aspek sosio-ekonomi pembatalan hibah di masyarakat perkotaan dengan menganalisis pertimbangan hakim Pengadilan Agama Medan. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan menganalisis putusan No: 887/Pdt.G/2009/PA.Mdn dan putusan No. 249/Pdt.G/2010/PA.Mdn menggunakan teori maslahah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hakim dalam memberikan putusan pembatalan hibah tidak mempertimbangkan aspek sosia-ekonomi; hakim lebih melihat pertimbangan formal saja. Aspek sosial yang terjadi pada tahun perolehan hibah tidak dipertimbangkan oleh hakim; Ini sangat merugikan bagi mereka yang memperoleh hibah sebelum tahun 1974 dan juga bagi mereka yang tidak memiliki akses yang cukup terhadap informasi mengenai persyaratan formal. Di sisi lain, hakim juga tidak mempertimbangkan berapa lama hibah itu dikelola. Beberapa aset telah dikelola selama bertahun-tahun dan memiliki nilai ekonomi tinggi. Tentu saja, ini dapat merugikan mereka yang telah memperoleh hibah selama bertahun-tahun dan telah mengelolanya. Namun, karena pengetahuan yang terbatas tentang persyaratan formal, hibah sering dimanipulasi menjadi sengketa. Padahal secara sosial, hibah tersebut telah dimiliki selama bertahun-tahun dan digunakan oleh masyarakat.
The Efficiency of Amil Zakat Institutions (LAZ) in Indonesian Islamic Banks: Data Envelopment Analysis Approach Rofiul Wahyudi, Rofiul Wahyudi; Susetyohadi, Agus
Madania: Jurnal Kajian Keislaman Vol 25, No 2 (2021): DECEMBER
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/madania.v25i2.5054

Abstract

The Amil Zakat Institution (LAZ), based on Islamic bank corporations, has shown a significant role based on the mandate of the 2008 law on the social functions of Islamic banks. However, a performance evaluation is needed to see how efficient the LAZ is in its operations. This study aims to analyze the level of efficiency of the LAZ of Islamic bank corporations in Indonesia. This research method uses a quantitative design with an associative approach. The research subjects were five. Due to limited data, two samples were taken, namely the LAZ of Islamic bank corporations, including Baitulmal Bank Muamalat (BMM) Indonesia and BSM Ummah (BSMU). Efficiency analysis uses the Data Envelopment Analysis (DEA) method of production, asset and intermediation approaches, and the data is tested using Warwick DEA software. The results of this study indicate that all OPZ based on Islamic banks have efficient performance with a value of 100% both on the assumption of Constant Return to Scale (CRS) and Variable Return to Scale (VRS). This means that OPZ from Islamic bank corporations can collect and distribute ZISWA funds. The results of this study also indicate that there are limitations to the research carried out. The researcher recommends further research to add other, more comprehensive approaches, such as intermediation and assets. Lembaga Amil Zakat (LAZ) berbasis korporasi bank syariah telah menunjukkan peran yang signifkaan berdasarkan amanat undang-undang 2008 tentang fungsi sosial bank syariah. Namun, demikian, diperlukan evaluasi kinerja untuk melihat seberapa efisien LAZ tersebut dalam operasionalnya. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis tingkat efisiensi LAZ korporasi bank syariah di Indonesia. Metode penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan asosiatif. Subyek penelitian berjumlah lima. Adanya keterbatasan data, diambil dua sampel yakni LAZ korporasi bank syariah meliputi Baitulmal Bank Muamalat (BMM) Indonesia dan BSM Umat (BSMU). Analisis efisiensi menggunakan metode Data Envelopment Analysis (DEA) pendekatan produksi, asset dan intermediasi dan data diuji dengan menggunakan software Warwick DEA. Hasil penelitian ini menunjukkan semua OPZ berbasis bank syariah mempunyai kinerja efisien dengan nilai 100% baik asumsi Constant Return to Scale (CRS) dan Variable Return to Scale (VRS).  Artinya OPZ dari korporasi bank Syariah mempunyai kemampuan  menghimpun dan menyalurkan dana ZISWA. Hasil penelitian ini juga menunjukkan adanya keterbatasan penelitian yang telah dilakukan  Peneliti merekomendasikan penelitian selanjutnya untuk menambahkan pendekatan lain yang lebih komprehensif seperti dalam aspek  intermediasi dan asset.
Criticism of Taklik Talak as an Effort to Protect Women in Marriage Law in Indonesia Yuniardi, Harry; Shesa, Laras; Hammad, Hamza Abed Alkarim
Madania: Jurnal Kajian Keislaman Vol 28, No 2 (2024): DECEMBER
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/madania.v28i2.5924

Abstract

This study aims to analyze and critique the taklik talak statement, which is considered an effort to protect women's rights within positive law in Indonesia. The central question of this critique is whether a reform of Islamic family law is necessary as an effort to unify marriage law, elevate the status of women in marital relations, and respond to the consequences of societal developments. This research is descriptive in nature, as the data collected consists of texts, words, or descriptions derived from literature and library studies. It analyzes legal regulations related to the empowerment and protection of women's rights. The findings of the study suggest that if taklik talak is to be maintained as a manifestation of protection for women, its wording should be revised to more clearly reflect its support for women. The wife, as the victim, should not only be able to free herself from the bond of her husband, who has violated the taklik talak, but should also be entitled to compensation. Legal reform related to taklik talak in Indonesia is urgently needed. A commitment from various stakeholders, including the government, non-governmental organizations, and the general public, is required to address existing challenges. It is hoped that this will lead to the creation of a more just legal system that protects women's rights. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa dan mengkritisi kalimat taklik talak yang dinilai sebagai upaya perlindungan perempuan dalam hukum positif di Indonesia. Pertanyaan yang menjadi bahasan utama dari kritis tersebut adalah apakah diperlukan pembaruan hukum keluarga Islam sebagai upaya untuk melakukan unifikasi hukum perkawinan, meningkatkan status perempuan dalam relasi rumah tangga, bahkan sebagai respon terhadap ekses dari perkembangan zaman. Penelitian ini bersifat deskriptif karena data yang di himpun berbentuk teks, kata atau penggambaran yang berasal dari kajian kepustakaan dan literature. Dengan menganalisis regulasi perundang-undangan, yang terkait dengan hak pemberdayaan dan perlindungan perempuan. Hasil penelitian mengemukakan bahwa, jika memang taklik talak akan dipertahankan sebagai pengejwantahan perlindungan terhadap perempuan, maka redaksi taklik talak sudah seharusnya direvisi agar benar-benar nampak keberpihakannya kepada perempuan. Isteri sebagai korban, selain bisa lepas dari ikatan suaminya sebagai pelaku pelanggaran taklik talak, seharusnya juga harus mendapatkan kompensasi. Reformasi hukum terkait taklik talak di Indonesia sangat diperlukan. Dibutuhkan komitmen dari berbagai pihak, baik pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, maupun masyarakat luas, untuk mengatasi berbagai kendala yang ada. Dengan demikian, diharapkan dapat tercipta sistem hukum yang lebih adil dan melindungi hak-hak perempuan.
An Analysis of Sharia Economic Law on Takeover from Conventional Bank to Bank Syariah Mandiri Branch in Ciamis Mustofa, Mustofa
Madania: Jurnal Kajian Keislaman Vol 23, No 2 (2019): DECEMBER
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/madania.v23i2.6291

Abstract

Bank Syariah Mandiri (BSM) branch (KCP) in Ciamis was very transparent in providing financing products, especially takeover services or the transfer of customer debt from conventional banks to BSM. This study aimed at analyzing the causes of takeover from conventional banks to Bank Syariah Mandiri and analyzing the law of take over. Current research was a qualitative research by using observation and interview techniques. The research process was employed naturally, towards direct observation and in-depth interview. Data obtained were analyzed by applying Miles and Huberman of flow models, includingcollecting, reducing, displaying the data, and drawing conclusions. The results of the study revealed that the causes of the takeover were BSM provided education to customers to transact according to Islamic economic principles; transactions free from usury that led to benefit, justice, and peace. BSM provided several services such as convenient requirements, no penalties, and cheap installments. Benefits and application of Islamic sharia consideration were depicted from findings. The services encouraged customers to perform takeover. However, in terms of Islamic economic law, transfer of customer debt from conventional banks to BSM KCP Ciamis was permitted. This was consistent to Q.S. Al-baqarah [2]: 245; ijmak scholars who agreed to allow the transfer of debt; and DSN fatwa suggested that syirkah al-milk, murabahah, qardh, ijarah muntahiya bi al-tamlik were sharia compliance and avoided from riba and gharar. Bank Syariah Mandiri (BSM) KCP Ciamis lebih transparan dalam memberikan produk pembiayaan, terutama layanan take over atau pemindahan hutang nasabah dari bank konvensional ke BSM. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penyebab terjadinya take over dari bank konvensional ke Bank Syariah Mandiri dan menganalisis hukum take over itu. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang menggunakan teknik observasi dan wawancara. Proses penelitian ini dilakukan secara alami, yakni pengamatan langsung dan wawancara yang mendalam. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan model alir ala Miles dan Huberman, yakni pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan  kesimpulan. Hasil penelitian menjelaskan bahwa penyebab terjadinya take over adalah bahwa BSM memberikan edukasi kepada nasabah untuk bertransaksi sesuai prinsip ekonomi syariah, yakni transaksi bebas dari riba yang akan mendatangka kemaslahatan, keadilan, dan ketentraman. BSM memberikan beberapa layanan seperti persyaratan yang mudah, tidak ada pinalti, dan cicilan murah.Di sini tampak adanya pertimbangan manfaat dan penerapan syariah Islam. Dengan layanan tersebut ternyata banyak nasabah yang melakukan take over. Sedangkan dilihat dari hukum ekonomi syariah, pemindahan hutang nasabah dari bank konvensional ke BSM KCP Ciamis itu dibolehkan. Hal ini  sejalan dengan Q.S. Al-baqarah [2]: 245; ijmak ulama yang bersepakat memperbolehkan pemindahan hutang; dan fatwa DSN yang menyatakan bahwa syirkah al-milk, murabahah, qardh, ijarah muntahiya bi al-tamlik itu sesuai dengan syariah yang terhindar dari riba dan gharar.
Customary Offenses and Their Sanctions in Indonesia: Analysis of Bengkulu City Regional Regulation No. 29 of 2003 and Rejang Lebong Regency Regional Regulation No. 5 of 2018 Andiko, Toha; Khairuddin, Khairuddin
Madania: Jurnal Kajian Keislaman Vol 28, No 1 (2024): JUNE
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/madania.v28i1.4871

Abstract

This research aims to describe the advantages and disadvantages of customary regulations in the city of Bengkulu and Rejang Lebong district, as well as to provide alternative solutions for the improvement of customary regulations so that they are not overlapping with higher regulations and can be deeper in absorbing the laws that live in society, without neglecting justice, expediency, and legal certainty applicable in Indonesia. This research is included in the form of normative juridical research. This type of research is qualitative. The approach used in this research is a statutory approach (statue approach). As a result, the implementation of customary law in Bengkulu city with regard to customary violations has gone quite well, for example in the case of Cempalo Tangan in the form of stealing or damaging (article 21 of Bengkulu City Regional Regulation No. 29 of 2003). Whereas in Rejang Lebong, it has also worked well, for example in other serious cempalo cases such as killing (article 25 of Rejang Lebong Regency Perda No.5 of 2018). In the review of Islamic law, sanctions for customary violations that occur in Bengkulu city are generally not contrary to Islamic law, and are in line with the principle of zawajir. In the review of positive law in Indonesia, the punishment for thieves with customary fines in the form of apologies, compensation, and performing the traditional ceremony of tepung Setawar Sedingin, this is contrary to article 362 which stipulates a maximum prison sentence of 5 years, and if accompanied by violence/threats, shall be sentenced to a maximum imprisonment of 9 years (Article 365 of the Indonesian Penal Code). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kelebihan dan kekurangan yang ada pada Perda Adat di kota bengkulu dan kabupaten Rejang Lebong, sekaligus memberikan solusi alternatif untuk perbaikan Perda Adat tersebut agar tidak overlapping dengan peraturan yang lebih tinggi dan bisa lebih dalam menyerap hukum yang hidup dalam masyarakat, tanpa mengabaikan keadilan, kemanfaatan, dan kepastian hukum yang berlaku di Indonesia. Penelitian ini termasuk dalam bentuk penelitian yuridis normatif. Jenis penelitian ini adalah kualitatif. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan perundang-undangan (statue approach). Hasilnya, implementasi hukum adat di kota Bengkulu yang berkenaan dengan pelanggaran adat sudah berjalan cukup baik, contohnya dalam kasus Cempalo Tangan berupa mencilok (mencuri) atau merusak (pasal 21 Perda Kota Bengkulu No. 29 Tahun 2003). Sedangkan di Rejang Lebong, sudah juga berjalan baik contohnya pada kasus cempalo berat lainnya seperti membunuh (pasal 25 Perda Kabupaten Rejang Lebong No.5 Tahun 2018). Dalam tinjauan hukum Islam, sanksi terhadap pelanggaran adat yang terjadi di kota Bengkulu secara umum tidak bertentangan dengan hukum Islam, dan sejalan dengan prinsip zawajir. Dalam tinjauan hukum positif di Indonesia, hukuman bagi pencuri dengan denda adat berupa permohonan maaf, ganti kerugian, dan melakukan upacara adat tepung setawar sedingin, ini bertentangan dengan pasal 362 yang menetapkan hukuman penjara selama-lamanya 5 tahun, dan jika disertai kekerasan/ ancaman, dihukum penjara selama-lamanya 9 tahun (Pasal 365 KUHP)