cover
Contact Name
Muhammad Asy'ari
Contact Email
m.asyari@litpam.com
Phone
+6281805273578
Journal Mail Official
sasambojurnal@gmail.com
Editorial Address
Perumahan Lingkar Permai Blok Q4 LK Sembalun, Tanjung Karang Sekarbela, Mataram, NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service)
ISSN : -     EISSN : 2686519X     DOI : 10.36312/sasambo
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) is a scientific multidisciplinary journal published by Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM) that publish 4 issues per year in February, May, August, and November. This journal accepts and publishes scientific articles that are original and focused on community service. Manuscripts are written using an academic approach or scientific method by presenting data on the impact of community service activities that have been carried out. The theme written must have an impact or can be generalized to local, regional or national populations such as various potentials, obstacles, challenges, and problems that exist in society, as a form of contribution to empowerment and sustainable development in the social and humanities, science and technology fields.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 25 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 2 (2023): Mei" : 25 Documents clear
Etika Bermedia Sosial Di Lingkungan Pelajar SMP Dan SMA Di Kota Bandung Sebagai Upaya Pemahaman Literasi Digital Mufti fauzi Rahman; Anne Yuliantini; Alfi Fauzia Hakim; Siti Nur’aeni; Anri Anri; Anti Restiani; Sephia Indah Lutpiah; Gaizka Verrel Santosa
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 5 No. 2 (2023): Mei
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v5i2.1161

Abstract

Kebebasan berpendapat dan berekspresi menjadi hak setiap orang di media sosial. Namun Hal ini menjadi berlebihan manakala tidak diimbangi dengan etika dalam bermedia sosial. Kegiatan ini berupa Penyuluhan atau edukasi terkait Etika bermedia sosial di mana Siswa dan siswi diberikan edukasi dan pemahaman etika media sosial, edukasi  pencegahan dan melawan  perundungan di media sosial dan edukasi mencegah pelecehan seksual di media sosial kepada siswa SMP dan SMA AL biruni. Populasi dalam kegiatan PKM ini adalah siswa dan siswi SMP dan SMA Al-Biruni  Bandung berjumlah 100(seratus) orang. Kegiatan ini dilakukan secara Daring dan Luring dengan menggunakan metode Ceramah, tutorial dan diskusi atau tanya jawab. kegiatan ini sejalan dengan program dan visi misi sekolah, sehingga dalam pelaksanaan berjalan lancar. Pemahaman Etika di media sosial pun  mengalami peningkatan dari sebelum test dan sesudah test. Dari rata-rata pemahaman 55, 22 meningkat menjadi 59,5. Mitra mengharapkan adanya kegiatan rutin yang masih berhubungan dengan tema pengmas kali ini sehingga adanya keberlanjutan kegiatan dan hasilnya bisa lebih terlihat. Selnjutnya,  penambahan jumlah mitra menjadi pertimbangan kegiatan selanjutnya, seperti keterlibatan Diskominfo, JAPELIDI (jaringan Pegiat literasi digital) atau yang sejenis agar lebih menambawah wawasan. penyebaran luasan poster pun harus lebih di perluas agar daya jangkaunya merata baik di setiap ruang sekolah atau informasi di media sosial instantsi terkait. The Ethics of Social Media in Middle and High School Student Environments in the City of Bandung as an Effort to Understand Digital Literacy Freedom of opinion and expression is everyone's right on social media. However, this becomes excessive when it is not balanced with ethics in social media. This activity is in the form of counseling or education related to social media ethics where students are given education and understanding of social media ethics, education on prevention and against bullying on social media and education on preventing sexual harassment on social media for AL Biruni Middle School and High School students. The population in this PKM activity was 100 (one hundred) students of SMP and SMA Al-Biruni Bandung. This activity is carried out online and offline using lecture, tutorial and discussion or question and answer methods. This activity is in line with the school's program, vision and mission, so that the implementation runs smoothly. Understanding of ethics on social media has also increased from before the test and after the test. From an average understanding of 55, 22 increased to 59.5. Partners hope that there will be routine activities that are still related to the theme of the Community Service this time so that the continuity of activities and results can be more visible. Furthermore, increasing the number of partners is a consideration for further activities, such as the involvement of Diskominfo, JAPELIDI (digital literacy activist network) or the like in order to gain more insight. The distribution of the poster area must also be expanded so that the reach is evenly distributed both in every school room or information on the social media of related institutions.
Community English In Program Training For Active and Smart Vacational High School Students (CEPAT FASIH) Di SMK Mamba’ul Ihsan Ujungpangkah Gresik Sulistiyani Sulistiyani
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 5 No. 2 (2023): Mei
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v5i2.1162

Abstract

The purpose of this service is to increase creativity so that students get used to listening to communication in English and can actively speak English, so this community service is aimed at partners, namely: MAMBAUL IHSAN VOCATIONAL SCHOOL, as many as ten teachers were involved. Based on the description of the existing situation analysis, the problems of the partners are: Several solutions are offered: Providing workshop training to vocational school teachers, especially English subject teachers regarding: a) Teaching English in a joyful learning and through a communicative approach . b) Administration and learning tools are equipped according to the learning curriculum. c) Making teaching aids in the form of images/ audio visual as learning media. d) Increase the number of media and understand various learning methods to foster teacher creativity. e) Build facilities and infrastructure. f) Conduct training for teachers in designing learning tools. In addition, the results achieved in the form of methods in settlement for partners are as follows: 1) Conduct Information and Technology (IT) training which is summarized in the workshop : Internet and its network 2) Workshop which also includes training "Use of media and conversation modules " 3) Provision of active English conversation modules for SMK students. 4) Student internship. The target recommendation of this PKM activity is to assist English subject teachers in improving the teaching and learning process and learning outcomes in teaching English as well as improving the communication of SMK students in conversations using English actively .  
Sosialisasi Peran dan Fungsi BUMDES dalam Upaya Peningkatan Perekonomian Masyarakat Melalui Potensi Desa Wisata Tetebatu Idiatul Fitri Danasari; Sri Mulyawati; Siska Ita Selvia; Ni Made Wirastika Sari; Baiq Rika Ayu Febrilia
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 5 No. 2 (2023): Mei
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v5i2.1164

Abstract

Peningkatan Pendapatan Asli Desa (PADesa) merupakan salah satu isu yang menjadi perhatian karena lambatnya pergerakan perekonomian di pedesaan. Kendala yang dihadapi tidak lain adalah kurangnya kemampuan masyarakat dan pemerintah desa dalam mengelola dan memanfaatkan potensi dan sumberdaya yang dimiliki. BUMDesa merupakan salah satu lembaga yang diharapkan dan diberikan wewenang dalam mengelola dan memanfaatkan sumberdaya dan potensi yang dimiliki oleh desa dalam bentuk beberapa jenis usaha yang nantinya dapat meningkatkan PADesa. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk mensosialisasikan peran dan fungsi BUMDesa dalam mengelola dan memanfaatkan aset dan potensi desa dalam meningkatkan aktivitas perekonomian masyarakat desa khususnya Desa Wisata Tetebatu di Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Barat. Kegiatan dihadiri sebanyak 20 peserta yang terdiri dari perwakilan pelaku UMKM, kelompok sadar wisata, kelompok tani dan ternak, pengrajin (handcraft), anggota BUMDesa, dan pemerintah desa. Pengabdian dilaksanakan melalui beberapa kegiatan seperti observasi lokasi dan mitra, Focus Group Discussion, sosialisasi, dan evaluasi. Setelah dilaksanakannya sosialisasi, masyarakat desa memiliki kesadaran dan pemahaman akan pentingnya BUMDes dalam meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat. Selain itu, masyarakat desa juga menunjukkan antusias yang positif dan berinisiatif memulai kembali kegiatan perekonomian berbasis kolaboratif dan berkelanjutan dengan memanfaatkan sumberdaya dan potensi desa yang dimiliki. Socialization Of The Role And Function Of “Bumdes” In Efforts To Improve The Community's Economy Through The Potential Of The Tetebatu Tourism Village Increasing Village Original Income (PADesa) is one of the issues that is of concern because of the slow movement of the economy in rural areas. The obstacle faced is none other than the lack of ability of the community and village government to manage and utilize the potential and resources they have. BUMDesa is one of the institutions that is expected and given authority to manage and utilize the resources and potential possessed by the village in the form of several types of businesses which can later increase PADesa. The purpose of this service is to socialize the role and function of BUMDesa in managing and utilizing village assets and potential in increasing the economic activities of village communities, especially Tetebatu Tourism Village in Sikur District, West Lombok Regency. The activity was attended by twenty people consist of representatives of MSME actors, tourism awareness groups, farmer and livestock groups, craftsmen (handcraft), BUMDesa members, and village government. Community service is carried out through several activities such as location and partner observations, Focus Group Discussions, outreach and discussions. After the socialization was carried out, the village community had awareness and understanding of the importance of BUMDes in improving the economy and community welfare. In addition, the village community also showed positive enthusiasm and took the initiative to restart collaborative and sustainable-based economic activities by utilizing the village's resources and potential
Pelatihan Pembuatan Balsam Dari Minyak Jelantah Untuk Mengurangi Limbah Lingkungan Ratna Farwati; Nova Kurnia; Amelia Pera Gestin; Nur Al Bayyinah At Tabah; Widiyanni Widiyanni; Arinda Yusfika Rahma
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 5 No. 2 (2023): Mei
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v5i2.1165

Abstract

Minyak jelantah merupakan minyak yang berasal dari sisa minyak penggorengan bahan makanan. Setiap rumah menghasilkan minyak jelantah yang membahayakan lingkungan jika tidak tahu cara pemanfaatannya. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini yaitu melatih siswa SMA di Kota Palembang dalam mengolah limbah minyak jelantah menjadi balsam. Kegiatan ini juga untuk menambah wawasan ilmiah siswa terkait pengelolaan limbah dan mewujudkan Profil Pelajar Pancasila. Metode pelaksanaan program ini dilakukan dengan teknik ceramah, demonstrasi dan praktik langsung pembuatan balsam dari minyak jelantah, dan evaluasi. Instrumen yang digunakan untuk menjaring informasi kegiatan berupa kuesioner dengan 10 butir pertanyaan. Hasil kegiatan menunjukkan siswa memahami konsep dan manfaat pembuatan balsam dari minyak jelantah. Selain itu, materi yang disampaikan merupakan pengetahuan baru bagi siswa dan dapat dipahami dengan baik, yang dibuktikan dengan persentase tertinggi sebesar 88,89%. Training on Processing Waste Used Cooking Oil into Balsam for High School Students in Palembang City Used cooking oil is oil that has been used for food after it has been cooked. Every home generates used cooking oil, which, if utilized improperly, is bad for the environment. This community service activity aims to teach high school students in Palembang City how to turn used cooking oil into balsam. This activity also helps students achieve their Pancasila Student Profile while providing them with scientific insight into trash management. The method of implementing this program is by means of lectures, demonstrations and hands-on practice of making balsam from used cooking oil, and evaluation. A questionnaire with 10 items is the tool used to record activity information. The results of the activity demonstrate that the students are aware of the principles and advantages of producing balsam from wasted cooking oil. The highest result of 88.89% also shows that the students can understand the subject and that it is new to them.  
Pelatihan Kewirausahaan Berbasis Digital Marketing Detty Agustin Riscal; Sri Sahbany
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 5 No. 2 (2023): Mei
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v5i2.1169

Abstract

Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan  dan keterampilan pada peserta tentang kewirausahaan berbasis digital marketing. Rumusan masalah yang dihadapai kurangnya pengetahuan dan keterampilan peserta tentang kewirausahaan berbasis digital marketing dan Metode pelaksanaan yang diberikan yaitu memberikan materi/ceramah tentang penguatan jiwa berwirausaha berbasis digital marketing setelah itu pelatihan, diskusi dan praktik memulai usaha online. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan selama dua hari, tanggal 31 Maret-1 April 2023. Peserta pada kegiatan ini adalah peserta BLK komunitas LAZ DASI NTB dengan jumlah 12 orang. Lokasi pengabdian berada di Desa Sesaot, Kecamatan Narmada, Lombok Barat. Program pengabdian masyarakat mengacu kepada permasalahan yang ada di lapangan yaitu masih minimnya pemahaman tentang motivasi jiwa kewirausahaan pada golongan usia produktif, dalam hal ini peserta BLK LAZ DASI NTB. Simpulan yang diperoleh dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah  dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan wirausaha berbasis digital marketing sebesar 47,51%. Dengan meningkatnya pengetahuan dan keterampilan tersebut diarapkan peserta pelatihan dapat lebih percaya diri dalam memulai dan mengembangkan kreativitasnya khususnya dalam usaha online. Digital Marketing-based Entrepreneurship Training  This community service seeks to offer participants knowledge and skills concerning digital marketing-based entrepreneurship. The formulation of the problem was the participants' lack of knowledge and skills in digital marketing-based entrepreneurship, and the implementation method provided was to provide material and lectures on strengthening the spirit of digital marketing-based entrepreneurship, followed by training, discussion, and practice in starting an online business. This community service project will last two days, from March 31 to April 1, 2023. A total of 12 members from the LAZ DASI NTB community (BLK) participated in this activity. The service is provided in Sesaot Village, Narmada District, and West Lombok. The community service program addresses issues in the field, specifically a lack of awareness of the motivation of entrepreneurial spirit in the productive age group, in this case BLK LAZ DASI NTB participants. This community service activity has resulted in a 47.51% improvement in the knowledge and abilities of digital marketing-based entrepreneurs. Trainees might be more confident in starting and growing their creativity, especially in online enterprises, as their knowledge and skills improve  
Program Kemitraan Masyarakat: Menumbuhkan Kemampuan Berfikir Kritis dan Problem Solving Skills Mahasiswa Melalui Proses Pembuatan Dan Pemurnian Bioetanol Hulyadi Hulyadi; Muhali Muhali; Muhammad Roil Bilad; Yusril Anwar; Taufik Samsuri; Delila Idsa Amara Raymanda; Gargazi Gargazi; Faizul Bayani
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 5 No. 2 (2023): Mei
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v5i2.1184

Abstract

Mitra pengabdian ini adalah program studi pendidikan kimia. Kurikulum merdeka belajar menekankan pada integrasi antara pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh melalui pembelajaran dengan pendekatan saintifik. Mengacu pada implementasi kurikulum merdeka belajar program studi pendidikan kimia diharapkan mampu melahirkan tenaga pendidik yang kreatif, inovatif dan memiliki keterampilan memecahkan masalah dalam menjawab tuntutan pendidikan abad 21. Keterampilan memecahkan masalah mutlak dimiliki oleh tenaga pendidik dalam mendesain pembelajaran yang kreatif, inovatif dan kontektual. Pendekatan kontektual khususnya berkaitan dengan lingkungan sangat diperlukan untuk melahirkan pembelajaran yang lebih bermakna. Tujuan dari kegiatan ini adalah menumbuhkan keterampilan memecahkan masalah mahasiswa melalui sintesis dan pemurnian bioetanol dari limbah organik. Kegiatan ini dilakukan dilaboratorium Kimia Universitas Pendidikan Mandalika. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah gelar teknologi. Keterampilan memecahkan masalah mahasiswa diukur menggunakan instrumen test urain. Data yang diperoleh selanjutnya didesrifsikan dalam bentuk tabel dan gambar. Hasil kegiatan menghasilkan keterampilan memecahkan masalah mahasiswa mengalami peningkatan secera perlahan. Belum terbiasanya mahasiswa merumuskan masalah dan memberikan solusi alternatif dari permasalahan yang diberikan membuat keterampilan mahasiswa dalam menyelesaikan masalah masih rendah. Keterampilan mahasiswa mulai meningkat setelah tim pengabdian memberikan bimbingan dan arahan terkait proyek yang dilakukan dilaboratorium. Kreativitas mahasiswa mengalami peningkatan. Hal ini terlihat dari kemampuan mahasiswa merangkai alat dan memodifikasi alat destilasi yang digunakan dalam pemurnian bioetanol. Berdasarkan temuan kegiatan ini terbukti mampu menumbuhkan keterampilan pemecahan masalah mahasiswa. Community Partnership Program: Growing Students' Critical Thinking and Problem Solving Skills through Bioethanol Manufacturing and Purification Process  This service partner is a chemistry education study program. The independent learning curriculum emphasizes the integration of knowledge and skills obtained through learning with a scientific approach. Referring to the implementation of the independent learning curriculum, the chemistry education study program is expected to be able to produce educators who are creative, innovative and have problem-solving skills in responding to the demands of 21st century education. Problem-solving skills are absolutely owned by educators in designing creative, innovative and contextual learning. A contextual approach, especially with regard to the environment, is needed to produce more meaningful learning. The purpose of this activity is to develop students' problem-solving skills through the synthesis and purification of bioethanol from organic waste. This activity was carried out in the Chemistry Laboratory of the Mandalika Education University. The method used in this activity is a technology degree. Students' problem solving skills are measured using a urine test instrument. The data obtained is then described in the form of tables and figures. The results of the activity resulted in students' problem-solving skills increasing slowly. Students who are not used to formulating problems and providing alternative solutions to the problems given make students' skills in solving problems still low. Student skills began to increase after the service team provided guidance and direction regarding projects carried out in the laboratory. Student creativity has increased. This can be seen from the ability of students to assemble tools and modify distillation equipment used in bioethanol purification. Based on the findings of this activity it is proven to be able to foster students' problem solving skills.
Edukasi Remaja Perempuan Tentang Hak Reproduksi Sebagai Upaya Peningkatan Pengetahuan Kesehatan Reproduksi di SMK Bakti Utama Pati Luluk Yuliati; Irfana Tri Wijayanti
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 5 No. 2 (2023): Mei
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v5i2.1189

Abstract

Remaja perempuan harus memiliki pengetahuan yang baik mengenai hak-hak reproduksi, dan layanan kesehatan apa yang seharusnya dapat mereka peroleh jika membutuhkan, agar mereka lebih siap untuk merencanakan masa depan dalam berkehidupan keluarga, dan menjadi pribadi yang lebih produktif dan sehat. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan remaja perempuan tentang hak-hak reproduksi, kegiatan ini dilakukan di SMK Bakti Utama Pati, dengan jumlah sasaran 38 siswa perempuan kelas XI. Pelaksanaan  kegiatan    dengan identifikasi isu penting, penetapan dan perencanaan kegiatan pemecahan masalah, pelaksanaan kegiatan PKM, evaluasi dan umpan balik. Hasil nilai pengetahuan siswi kelas XI setelah penyuluhan keseluruhannya mengalami kenaikan hal ini dilihat dari nilai positive rank sejumlah 38 dan nilai p= <0,001. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan penyuluhan ini memberikan efek yang sangat baik bagi peningkatan pengetahuan remaja mengenai Hak-Hak Reproduksi. Education of Adolescent Girls About Reproductive Rights as an Effort to Increase Reproductive Health Knowledge at SMK Bakti Utama Pati  Adolescent girls must have good knowledge about reproductive rights, and what health services they should be able to get if they need them, so that they are better prepared to plan for the future in family life, and become more productive and healthy individuals. The purpose of this community service activity is to increase young women's knowledge about reproductive rights. This activity was carried out at Bakti Utama Pati Vocational School, with a target number of 38 class XI female students. Implementation of activities with identification of important issues, determination and planning of problem solving activities, implementation of PKM activities, evaluation and feedback. The results of the knowledge value of class XI students after counseling as a whole have increased, this can be seen from the positive rank value of 38 and the p value = <0,001. This shows that this counseling activity has a very good effect on increasing youth's knowledge about Reproductive Rights.  
Pelatihan Penggunaan Alat Laboratorium dan Pengenalan Praktikum Biologi Sederhana bagi Guru Biologi dan Siswa Rifaatul Muthmainnah; Lida Amalia; Dewi Hernawati; Diah Ika Putri; Sriwahjuningsih; Siti Nurkamilah
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 5 No. 2 (2023): Mei
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v5i2.1190

Abstract

Biologi sebagai cabang sains, bukan hanya belajar tentang pengetahuan konten melainkan juga belajar tentang proses. Oleh karena itu, dalam pembelajarannya, diperlukan kegiatan praktikum yang merupakan bagian integral dari pembelajaran sains. Potensi besar dari kegiatan praktikum dalam pembelajaran biologi tersebut, tidak diimbangi dengan sarana prasarana di lapangan seperti laboratorium, alat-alat laboratorium dan bahan untuk melaksanakan praktikum. Oleh karena itu, Oleh karena itu, perlu dilakukan tindakan untuk mengisi atau menjembatani gap antara konsep ideal tersebut dengan kondisi di lapangan yang tidak ideal tersebut melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk memberikan pengetahuan terkait alat-alat laboratorium beserta penggunaannya dan pengenalan praktikum sederhana biologi sekolah. Mitra pengabdian adalah 6 guru biologi dan 32 siswa dari SMP Pakenjeng yang terletak di wilayah selatan kota Garut. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan melalui metode ekspositori, pameran, demonstrasi dan diakhiri dengan refleksi. Data diambil menggunakan angket berbasis skala Likert dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Indikator keberhasilan pengabdian adalah adanya peningkatan pengetahuan, minat, dan kesediaan untuk mengikuti pengabdian selanjutnya. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa 81 % peserta sudah meningkat pengetahuannya tentang alat-alat laboratorium. Selain itu, 63% peserta sangat setuju bahwa dengan demonstrasi praktikum, antusiasme dalam menyimak pembelajaran biologi menjadi meningkat. Sementara itu, 80 % peserta menyatakan puas terhadap pelaksanaan pengabdian ini dan menyatakan bersedia mengikuti jika diadakan acara pengabdian kembali dengan tema lainnya Training on the Use of Laboratory Equipment and Introduction to Simple Biology Practicum Biology, as a branch of science, not only learns about content knowledge but also learns about processes. Therefore, practicum activities are needed in learning, which is an integral part of science learning. The great potential of practicum activities in biology learning needs to be balanced with infrastructure facilities in the field, such as laboratories, laboratory equipment, and materials to carry out the practicum. Therefore, it is necessary to take action to fill or bridge the gap between the ideal concept and the conditions in the field that could be better through community service activities. This service aims to provide knowledge related to laboratory equipment and its use and introduction to simple practicum in school biology. The service partners are six biology teachers and 32 students from SMP Pakenjeng, located in the southern area of Garut City. This community service activity is carried out through expository methods, exhibitions, and demonstrations and ends with reflection. Data were taken using a Likert scale-based questionnaire and analyzed using descriptive statistics. An indicator of successful service is increased knowledge, interest, and willingness to participate in further service. The results of service activities showed that 81% of participants had increased their knowledge of laboratory equipment. In addition, 63% of participants strongly agreed that enthusiasm for listening to biology learning increased with practicum demonstrations. Meanwhile, 80% of participants expressed satisfaction with the implementation of this service and expressed willingness to participate in a re-service event that was held with other themes.
Optimalisasi Tata Kelolah Keuangan BUMDes Guna Mewujudkan Pemerataan Dan Pertumbuhan Ekonomi Desa Balaroa Pewunu Erwan Sastrawan Farid; Juliana Kadang; Muhammad Zeylo Auriza; Syamsul Bachri; Surayya Surayya; Suryadi Samudera
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 5 No. 2 (2023): Mei
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v5i2.1192

Abstract

Bumdes (Badan Usaha Milik Desa) merupakan lembaga yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di desa melalui pengelolaan kegiatan ekonomi. Dalam pengelolaan keuangan Bumdes, perlu juga diperhatikan prinsip keuangan yang sehat, yaitu pengelolaan keuangan yang transparan, akuntabel, berkelanjutan, dan bertanggung jawab. Salah satu yang menjadi permasalahan BUMDes di Desa Balaroa Pewunu adalah terkait dengan tata kelolah keuangan dimana BUMDes dalam membuat laporan keuangannya masih dilakukan dengan cara tradisional yakni hanya berbasis buku kas keluar masuk, sehingga dari segi akuntabilitas pelaporan keuangan masih kurang akuntabel. Tujuan dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini adalah memberikan pelatihan penyusunan laporan keuangan berbasis excel. Kegiatan di laksanakan dengan dua metode yakni Transfer Pengetahuan (knowledge transfer) dan Model Community development yaitu pendekatan yang melibatkan mitra secara langsung sebagai obyek dan subyek dalam pelaksanaan PkM. Hasil pelatihan penyusunan laporan keuangan BUMDes berbasis excel pada perangkat desa dan pengelolah BUMdes Balaroa Pewunu, menunjukan semua peserta telah mampu mengoperasikan dan menyusun laporan keuangan BUMdes dari Pencatatan berupa jurnal sampai dengan dengan neraca dan laporan laba rugi. Rekomendasi berikutnya perlunya pelatihan ini dilakukan kembali namun dengan memberikan contoh tambahan berupa laporan keuangan konsolidasi, diman BUMDes pada umumnya memiliki berbagai jenis unit bisnis sehingga pelunya mengetahui penyusunan laporan keuangan konsolidasi Optimizing BUMDes Financial Management to Achieve Equity and Economic Growth in Balaroa Pewunu Village Bumdes (Badan Usaha Milik Desa) is an institution that aims to improve the welfare of the community in the village through the management of economic activities. In the financial management of Bumdes, it is also necessary to pay attention to sound financial principles, namely transparent, accountable, sustainable and responsible financial management. One of the problems of BUMDes in Balaroa Pewunu Village is related to financial management where BUMDes in making their financial reports are still carried out in a traditional way, namely only based on cash books in and out, so that in terms of financial reporting accountability is still less accountable. The purpose of this Community Service program (PKM) is to provide training in preparing excel-based financial reports. Activities are carried out with two methods, namely knowledge transfer and community development model, namely an approach that involves partners directly as objects and subjects in the implementation of PkM. The results of the training on the preparation of excel-based BUMDes financial reports on village officials and managers of BUMdes Balaroa Pewunu, showed that all participants were able to operate and compile BUMdes financial reports from recording in the form of journals to balance sheets and income statements. The next recommendation is the need for this training to be carried out again but by providing additional examples in the form of consolidated financial statements, where BUMDes generally have various types of business units so it is necessary to know the preparation of consolidated financial statements.  
Revitalisasi Taman Pendidikan Al Qur’an di Mushola At-Taqwa Desa Henda Desi Fitriani; Nurul Wahdah; Rahmad Rahmad; Sulistyowati Sulistyowati
Sasambo: Jurnal Abdimas (Journal of Community Service) Vol. 5 No. 2 (2023): Mei
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/sasambo.v5i2.1202

Abstract

TPA Mushola At-Taqwa Desa Henda merupakan salah satu sektor pendidikan non formal dalam bidang keagamaan yang terhenti operasinya selama pandemi Covid-19. Revitalisasi dilakukan dengan tujuan penataan agenda pengajaran, pelaksanaan kegiatan mengaji, dan pemanfaatan kembali keberadaan TPA sebagai wadah bimbingan keislaman bagi anak-anak Desa Henda. Metode yang digunakan adalah penggabungan dari Service Learning (SL) dan Participatory Rural Appraisal (PRA) yang berupa pelayanan mengajar dengan libatan dari masyarakat adapun mitra yang terlibat dalam pelaksanan kagiatan ini yaitu,mahasiswa sebagai pelaksana, anak-anak dari SD-SMA desa Henda, ibu-ibu desa Henda sebagai partisipan serta bapak/ibu penyuluhan dari Kemenang yang ikut berkontribusi, dan. Kegiatan yang terlaksana meliputi pembelajaran al-qur’an dan mengaji, penulisan huruf arab hijaiyah, pembelajaran tata cara beribadah yakni wudhu dan sholat, dan pengenalan nyanyian islami yang terlaksana selama periode Juli-September dengan jadwal setiap Senin – Kamis pada pukul 13.30 – 15.00. Dari hasil pengabdian masyarakat melalui revitalisasi yang dilakukan adalah timbulnya kecintaan anak-anak Desa Henda terhadap Al-Qur’an dan semangat dalam mendalami dan mempelajari Islam meningkat, Selain itu TPA Mushola At-Taqwa teroptimalisasi pula pelaksanaanya, yang dilihat dari hasil evaluasi tes membaca Al-qur’an. Revitalization of the Qur'an Education Park at the At-Taqwa Mosque in Henda Village TPA At-Taqwa Mushola Henda Village is one of the non-formal education sectors in the religious field which stopped its operations during the Covid-19 pandemic. The revitalization was carried out with the aim of structuring the teaching agenda, implementing recitation activities, and reusing the existence of the TPA as a place for Islamic guidance for the children of Henda Village. The method used is a combination of Service Learning (SL) and Participatory Rural Appraisal (PRA) in the form of teaching services with the involvement of the community. The partners involved in implementing this activity are students as executors, children from SD-SMA in Henda village, the women of Henda village as participants and the counselors from the Ministry of Justice who contributed, and. Activities carried out include learning the Koran and reciting the Koran, writing hijaiyah Arabic letters, learning procedures for worship, namely ablution and prayer, and the introduction of Islamic chants which are carried out during the July-September period with a schedule every Monday - Thursday at 13.30 - 15.00. From the results of community service through the revitalization that was carried out, the love of the Henda Village children for the Al-Qur'an and enthusiasm for studying and studying Islam increased, besides that TPA At-Taqwa Mosque also optimized its implementation, which was seen from the results of the evaluation of Al-Qur'an reading tests -Quran.

Page 2 of 3 | Total Record : 25