cover
Contact Name
Dedi Sufriadi
Contact Email
dedisufriadi@gmail.com
Phone
+6285260082672
Journal Mail Official
jurnal@indopublishing.or.id
Editorial Address
Jln. Malahayati KM. 9 No. 14 Desa Kajhu Kabupaten Aceh Besar, Indonesia 23373
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Published by Indo Publishing
ISSN : 30901367     EISSN : 3090174X     DOI : https://doi.org/10.1063822/jisoh
Merupakan Jurnal Ilmiah Nasional yang diterbitkan oleh Indo Publishing menerbitkan artikel hasil penelitian dan gagasan ilmiah dari Dosen, Peneliti, Praktisi dan Mahasiswa dengan fokus dan ruang lingkup terdiri dari; ILMU SOSIAL (Sosiologi, Antropologi, Ilmu ekonomi, Sejarah, Ilmu politik, Ilmu komunikasi, Psikologi sosial) dan HUMANIORA (Filsafat, Sejarah, Bahasa, Sastra, Seni, Agama, Sosiologi, Antropologi Studi media)
Articles 321 Documents
Penerapan Nilai-Nilai Pancasila dalam Kehidupan Kampus untuk Membangun Karakter Mahasiswa Perguruan Tinggi Navira, Afifah; Ramadhani, Wusti Alya; Tania, Nurul; Tinambunan, Joice; Julianty Silaban, Putri Sari Margaret
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI-MARET
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/2r46v889

Abstract

Pancasila berfungsi sebagai landasan negara sekaligus sistem nilai yang menjadi pedoman kehidupan sosial, kebangsaan, dan kewarganegaraan di Indonesia. Dalam konteks pendidikan tinggi, nilai-nilai Pancasila memainkan peran strategis dalam membentuk karakter mahasiswa, membantu mereka mengembangkan integritas moral, tanggung jawab sosial, dan kesadaran kebangsaan. Namun, kemajuan globalisasi, transformasi digital, dan dinamika sosial generasi muda menghadirkan tantangan baru bagi proses internalisasi nilai-nilai tersebut dalam konteks pendidikan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan kampus dan kontribusinya terhadap pengembangan karakter mahasiswa di lembaga pendidikan tinggi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang melibatkan tinjauan pustaka yang mengkaji berbagai artikel jurnal ilmiah, buku akademik, dan laporan penelitian yang berkaitan dengan pendidikan Pancasila dan pengembangan karakter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi nilai-nilai Pancasila dalam konteks pendidikan tinggi dapat direalisasikan melalui berbagai kegiatan akademik dan non-akademik, seperti proses pembelajaran, kegiatan organisasi mahasiswa, interaksi sosial antar mahasiswa, dan kegiatan pengabdian masyarakat. Nilai-nilai toleransi, kerja sama, demokrasi, tanggung jawab sosial, dan keadilan sosial merupakan aspek krusial dalam pengembangan karakter mahasiswa. Oleh karena itu, lembaga pendidikan tinggi harus mengembangkan strategi pendidikan yang secara kontekstual mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila sehingga mahasiswa tidak hanya memahami Pancasila secara teoritis, tetapi juga menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Implementasi Gender Mainstreaming dalam Dokumen Perencanaan dan Penganggaran Daerah : Analisis IKU dan DPA Provinsi Banten Desnianum, Nur Sofi; Aurelia, Puput; Indriyany, Ika Arinia
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI-MARET
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/vxn5br98

Abstract

Pengarusutamaan gender (PUG) merupakan strategi krusial untuk pembangunan inklusif dengan mengintegrasikan perspektif gender ke seluruh kebijakan publik. Penelitian ini menganalisis implementasi PUG melalui Indikator Kinerja Utama (IKU) dan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Provinsi Banten menggunakan metode kualitatif studi kepustakaan. Analisis dokumen perencanaan (RPJMD/RKPD) dan penganggaran menunjukkan PUG telah ada secara formal, namun integrasi substantif terbatas: hanya 13,8% IKU responsif gender dan 0,31% GRB dari APBD Rp 28 triliun (7 SKPD/4,6%). Program seperti pendampingan KDRT DP3APPKB (Rp 450 juta, 300 perempuan) menonjol, tetapi mayoritas indikator generik tanpa disaggregasi (pedesaan vs perkotaan). Hambatan meliputi kapasitas birokrasi rendah, komitmen politik lemah, dan data gender minim. Penelitian merekomendasikan Perda GRB, template IKU terpilah, dan dashboard monitoring untuk transformasi tata kelola inklusif.
Upaya Lingkar Studi Feminis untuk Meningkatkan Kepedulian Kesetaraan Gender Pramita, Luthfiyyah Annisa; Anis, Diyana; Arinia, Ika
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI-MARET
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/zc74ey13

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Lingkar Studi Feminis dalam meningkatkan kepedulian serta kesadaran terhadap kesetaraan gender, khususnya dalam meningkatkan kepedulian kesetaraan gender. Isu kesetaraan gender masih menjadi persoalan penting dalam kehidupan sosial karena masih kuatnya pengaruh budaya patriarki yang membatasi peran dan partisipasi perempuan dalam berbagai bidang kehidupan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui studi literatur. Data diperoleh dari berbagai sumber pustaka seperti buku, jurnal ilmiah, dan artikel yang relevan dengan topik feminisme, gerakan sosial, dan kesetaraan gender. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Lingkar Studi Feminis memiliki peran penting sebagai ruang kolektif bagi perempuan untuk meningkatkan kesadaran kritis melalui kegiatan kajian, diskusi, edukasi publik, kampanye, serta advokasi. Kegiatan tersebut tidak hanya berfungsi sebagai sarana pembelajaran mengenai isu gender, tetapi juga sebagai upaya untuk memperkuat solidaritas serta meningkatkan keberanian perempuan dalam menyuarakan hak dan aspirasinya di ruang publik. Meskipun demikian, upaya yang dilakukan oleh komunitas ini masih menghadapi berbagai tantangan seperti kuatnya budaya patriarki, kesalahpahaman terhadap konsep feminisme, stigma sosial, serta keterbatasan sumber daya. Oleh karena itu, diperlukan dukungan yang lebih luas dari berbagai pihak agar gerakan ini dapat terus berkembang dan berkontribusi dalam mewujudkan masyarakat yang lebih adil dan setara gender.  
Rekonstruksi Makna Maskulinitas melalui Labelling “Cowok Princess” pada Platform TikTok Nadhifa, Sultan; Nugraha, Muhammad Wafikurrizky; Kamajaya, Rafael; Indriyany, Ika Arinia
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI-MARET
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/pw3xbz55

Abstract

Label "cowok princess" yang berkembang di platform TikTok merepresentasikan fenomena sosial-kultural yang mencerminkan tegangan antara norma maskulinitas tradisional dengan ekspresi emosional laki-laki yang semakin terbuka di era digital. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana label tersebut berfungsi sebagai instrumen rekonstruksi makna maskulinitas melalui interaksi kolektif pengguna TikTok. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi digital non-partisipan terhadap komentar pada video TikTok periode 2024–2025 dengan total 180 komentar dari 15 video yang dipilih secara purposive. Analisis dilakukan berdasarkan kerangka teori labelling Howard S. Becker. Hasil penelitian mengidentifikasi tiga tema utama: konstruksi label sebagai produk sosial kolektif, bekerjanya master status dalam ruang digital, dan internalisasi label oleh pengguna. Penelitian ini juga menemukan bahwa perempuan memainkan peran yang sangat aktif dalam membentuk dan menegakkan batas-batas norma maskulinitas melalui pengalaman relasional yang mereka bagikan di ruang digital. Temuan ini menegaskan bahwa TikTok bukan sekadar platform hiburan, melainkan arena aktif tempat makna maskulinitas terus diproduksi, diperdebatkan, dan direkonstruksi oleh jutaan penggunanya setiap hari.
Dekonstruksi Maskulinitas Hegemonik dan Reinterpretasi Patriarki dalam Budaya Pernikahan Adat Bugis-Makassar: Analisis Wacana Kritis pada Film “Jodoh 3 Bujang” Irawan, Dzakwan; Habuzaifah, Vanessa; Indriyany, Ika Arinia
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI-MARET
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/q7a8dw59

Abstract

Relasi antara gender, tradisi budaya, dan media populer semakin menjadi topik fundamental dalam kajian sosial dan politik kontemporer. Dalam masyarakat Bugis-Makassar, tradisi uang panai dalam pernikahan adat sering dipahami tidak hanya sebagai praktik budaya, tetapi juga sebagai mekanisme simbolik yang melegitimasi maskulinitas hegemonik melalui kemampuan ekonomi laki-laki. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana film “Jodoh 3 Bujang” menegosiasikan maskulinitas hegemonik serta mereinterpretasi narasi patriarki yang tertanam dalam tradisi pernikahan Bugis-Makassar melalui representasi uang panai. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis serta Analisis Wacana Kritis (Critical Discourse Analysis) model Norman Fairclough. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi adegan film, transkripsi dialog yang berkaitan dengan relasi gender dan tradisi uang panai, serta studi literatur mengenai budaya Bugis-Makassar, patriarki, dan maskulinitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film tersebut merepresentasikan uang panai sebagai bentuk kapital simbolik maskulinitas yang memperkuat tanggung jawab ekonomi laki-laki serta status sosial dalam struktur patriarki. Namun demikian, alur naratif film juga menampilkan proses negosiasi yang mempertanyakan standar maskulinitas hegemonik yang normatif. Film ini mereinterpretasi makna uang panai melalui transformasi simbolik dengan menampilkan agensi perempuan serta kemungkinan negosiasi nilai patriarki tanpa harus merombak struktur budaya secara radikal. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam kajian gender dan politik dengan menunjukkan bahwa film lokal dapat menjadi ruang diskursif dalam menegosiasikan relasi kuasa gender dalam tradisi budaya dan realitas sosial kontemporer. Oleh karena itu, transformasi nilai patriarki dapat terjadi melalui reinterpretasi simbolik dan diskursif tanpa harus melalui dekonstruksi struktural yang revolusioner.
Menyeimbangkan Dukungan dan Tantangan: Peran Kepala Sekolah dalam Perubahan Kurikulum dan Kemajuan Teknologi Nurria, Shifa; Pratama, Muhammad Bimo Putra; Syarifuddin, Syarifuddin
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI-MARET
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/2z1e6060

Abstract

Artikel ini mengkaji peran kepala sekolah dalam menghadapi perubahan kurikulum dan kemajuan teknologi melalui metode studi literatur, dengan fokus pada keseimbangan antara dukungan dan tantangan yang muncul. Kajian menunjukkan bahwa peran kepala sekolah sangat sentral dalam memastikan keberhasilan perubahan, dengan dukungan dari kebijakan pendidikan, kolaborasi eksternal, serta dukungan internal dari sekolah dan masyarakat. Namun, mereka juga menghadapi tantangan berupa keterbatasan kompetensi dan sumber daya, resistensi terhadap perubahan, serta kurangnya sistem evaluasi yang terstruktur. Untuk menyeimbangkannya, kepala sekolah perlu menjalankan peran sebagai pemimpin instruksional, manajer sumber daya, mediator komunikasi, dan pembelajar yang terus berkembang, guna memastikan kontribusi positif terhadap peningkatan kualitas pendidikan dan kesiapan siswa menghadapi masa depan.
Dinamika Kepemimpinan Perempuan dalam Struktur Tentara Nasional Indonesia: Analisis Relasi Kekuasaan dalam Kebijakan Institusional Tanujiwa, Alif Mahesa; Julio, Davi Dwi; Indriyany, Ika Arinia
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI-MARET
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/qtvf0y64

Abstract

Institusi militer secara historis dibangun di atas struktur hierarki yang kuat dan nilai-nilai maskulinitas yang mempengaruhi distribusi kekuasaan serta pola kepemimpinan dalam organisasi. Kondisi ini sering menempatkan perempuan pada posisi marginal dalam sistem karier militer. Penelitian ini bertujuan menganalisis dinamika kepemimpinan perempuan dalam struktur Tentara Nasional Indonesia (TNI) serta bagaimana relasi kekuasaan dalam kebijakan institusional mempengaruhi peluang perempuan mencapai posisi kepemimpinan strategis. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode literature review. Analisis dilakukan menggunakan teori relasi kuasa Michel Foucault dan pendekatan Feminist Institutionalism. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterbatasan kepemimpinan perempuan dipengaruhi oleh mekanisme institusional seperti sistem promosi pangkat, jalur karier, serta budaya organisasi yang masih didominasi norma maskulinitas.
Strategi Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Membangun Sekolah yang Berkualitas dan Berdaya Saing Hidayatullah, Muhammad Bagas; Zahirah, Allyah; Wijaya, Radit Septa; Syariffudin, Syriffudin4
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI-MARET
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/apkcm513

Abstract

Education plays a crucial role in improving the quality of human resources and supporting national development. In the context of schools, the leadership of the principal is one of the key factors determining the success of the educational process. This study aims to analyze the leadership strategies of school principals in developing high-quality and competitive schools. The research employed a qualitative approach using a library research method. Data were collected from various sources of literature, including books, scientific journals, articles, and other relevant documents related to the research topic. The findings indicate that principals have a strategic role in improving the quality of education through various leadership strategies, such as enhancing teachers’ competencies through training and professional development, fostering a positive school culture, and implementing effective school management. In addition, principals also function as motivators who are able to establish strong working relationships with teachers and create a supportive and conducive work environment. Effective leadership strategies contribute to improving teacher performance, the quality of learning, and student achievement. Therefore, effective principal leadership plays a vital role in developing schools that are high-quality, competitive, and capable of responding to the challenges in the field of education.
Pancasila sebagai Dasar Nilai Pengembangan Ilmu Aprilia Sitorus, Intan; Febiola Sihotang, Ruth; Lestari Rajagukguk, Ruth Tri; Ria Butar Butar, Nova; Julianty Silaban, Putri Sari Margaret
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI-MARET
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/pn0fc441

Abstract

Pancasila merupakan dasar negara dan pandangan hidup bangsa Indonesia yang mengandung nilai-nilai fundamental dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Nilai-nilai tersebut tidak hanya menjadi pedoman dalam kehidupan sosial dan politik, tetapi juga berperan penting dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji Pancasila sebagai dasar nilai dalam pengembangan ilmu pengetahuan, menjelaskan peran nilai-nilai Pancasila dalam mengarahkan perkembangan ilmu pengetahuan, serta menjelaskan pentingnya Pancasila sebagai landasan dalam pengembangan ilmu pengetahuan di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur dengan mengkaji berbagai sumber pustaka yang relevan, seperti buku, jurnal ilmiah, dan artikel yang berkaitan dengan Pancasila serta pengembangan ilmu pengetahuan. Hasil kajian menunjukkan bahwa Pancasila memiliki peran penting sebagai dasar nilai yang memberikan arah moral dan etika dalam perkembangan ilmu pengetahuan. Nilai-nilai yang terkandung dalam setiap sila Pancasila dapat menjadi pedoman bagi para ilmuwan dan peneliti dalam mengembangkan ilmu pengetahuan agar tetap memperhatikan nilai kemanusiaan, moral, dan tanggung jawab sosial. Selain itu, Pancasila juga berfungsi sebagai landasan filsafat ilmu yang mampu mengarahkan perkembangan ilmu pengetahuan agar tetap selaras dengan karakter, budaya, dan jati diri bangsa Indonesia. Dengan menjadikan Pancasila sebagai dasar nilai dalam pengembangan ilmu pengetahuan, diharapkan ilmu yang berkembang di Indonesia tidak hanya berorientasi pada kemajuan teknologi dan intelektual, tetapi juga mampu memberikan manfaat yang nyata bagi kesejahteraan masyarakat serta mendukung pembangunan nasional secara berkelanjutan.
Pendidikan Alternatif bagi Anak Pekerja Migran Ireguler Indonesia oleh Organisasi Permai Pulau Penang, Malaysia Margaretha Hutasoit, Noviembriyanti; Jamaan, Ahmad
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI-MARET
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/cmsw8g76

Abstract

Pendidikan merupakan hak dasar bagi setiap anak, namun berbeda dengan anak pekerja migran Indonesia (PMI) ireguler di Malaysia. Pada fenomena ini, anak-anak PMI ireguler mengalami keterbatasan mengakses pendidikan formal yang diselenggarakan oleh pemerintah Malaysia karena tidak memiliki dokumen identitas yang mana kondisi ini diturunkan oleh orang tua yang tidak memiliki dokumen identitas juga sehingga mengalami kondisi hambatan administratif keimigrasian untuk mengakses fasilitas-fasilitas umum. Opsi terakhir adalah memasuki sekolah non-formal untuk tetap mendapatkan pendidikan yaitu pendidikan alternatif. Keadaan ini mendorong terbentuknya organisasi Permai dengan programnya yaitu Sanggar Bimbingan Permai. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi lapangan, dokumentasi dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa organisasi Permai berperan sebagai aktor akar rumput (grass-roots) dan aktor agency yang memberikan satu social space sebagai wadah aktivitas migran bukan hanya kegiatan sesekali tapi berkelanjutan dan memperhatikan keterkaitannya dengan negara asal.