cover
Contact Name
winci firdaus
Contact Email
wincifirdaus1@gmail.com
Phone
+6285220720191
Journal Mail Official
wincifirdaus1@gmail.com
Editorial Address
Jalan Baranangsiang No.259/34B Bandung
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Aksara
Published by Balai Bahasa Bali
Aksara aims at providing a media or forum for researchers, faculties, and graduate students to publish their research papers in the field of linguistic and literary studies. The scope of Aksara includes linguistic, applied linguistic, interdisciplinary linguistic studies, theoretical literary studies, interdisciplinary literary studies, literature and identity politics, philology, and oral tradition. Aksara is published by Balai Bahasa Bali, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Aksara accepts articles from authors of national or international institutions. Authors are free of charge throughout the whole process including article submission, review and editing process, and publication.
Articles 201 Documents
Collaboration, Creativity, and Technology: Analysis of The Needs of Innovative Models in Drama Appreciation Learning Nuryanto, Tato; Nuryatin, Agus; Nugroho, Yusro Edy; Mulyaningsih, Indrya
Aksara Vol 37, No 1 (2025): AKSARA, EDISI JUNI 2025
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v37i1.4787.41-55

Abstract

The background of this study is based on the limitations of conventional teaching methods that are passive and do not involve students in creative practices. This study aims to explain the need for a learning model that integrates collaborative writing practices, especially in the Drama Appreciation Course. This study employs a qualitative method with a case study approach, involving 95 students from the Indonesian Language Study Program at the Syekh Nurjati State Islamic University of Cyber Cirebon. Data were collected through observation, interviews, and document analysis. The results of the study indicate that collaborative learning has been proven to enrich the process of writing drama scripts through the multidisciplinary exchange of ideas, experiments, and more complex character development. Group dynamics in collaborative writing train students in effective communication, negotiation, and conflict management. Technology integration not only facilitates the creative process but also prepares students to face the realities of the modern performing arts industry. Practical implications for institutions, the need to develop lecturer training modules, and supporting infrastructure using digital platforms or collaborative studios. Implications for the curriculum, the need to develop assessment rubrics that recognize individual contributions in teamwork. AbstrakLatar belakang penelitian ini didasari oleh keterbatasan metode pengajaran konvensional yang pasif dan kurang melibatkan mahasiswa dalam praktik kreatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplanasikan kebutuhan model pembelajaran yang mengintegrasikan praktik penulisan kolaboratif, khususnya pada Mata Kuliah Apresiasi Drama. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang melibatkan 95 mahasiswa Program Studi Bahasa Indonesia di Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran kolaboratif terbukti memperkaya proses penulisan naskah drama melalui pertukaran ide multidisiplin, eksperimen dan pengembangan karakter yang lebih kompleks. Dinamika kelompok dalam penulisan kolaboratif melatih mahasiswa dalam komunikasi efektif, negosiasi, dan manajemen konflik. Integrasi teknologi tidak hanya mempermudah proses kreatif, tetapi juga mempersiapkan mahasiswa menghadapi realitas industri seni pertunjukkan modern. Implikasi praktis bagi institusi, perlunya pengembangan modul pelatihan dosen dan infrastruktur pendukung dengan menggunakan platform digital atau studio kolaboratif. Implikasi bagi kurikulum, perlunya penyusunan rubrik penilaian yang mengakui kontribusi individu dalam kerja tim.
Representasi Nilai Budaya dalam Tradisi Mapag Tamba serta Implementasinya sebagai Materi Ajar BIPA Gasanti, Rosi; Yudin, Jaki; Atikah, Atikah
Aksara Vol 37, No 1 (2025): AKSARA, EDISI JUNI 2025
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v37i1.4782.122-133

Abstract

One of the oral traditions in Indonesia that needs attention so that its existence does not become extinct is the Mapag Tamba tradition in Tugu Village, Sliyeg District, Indramayu Regency. This research aims to describe, explore, find, and its implementation as BIPA teaching material in an effort to preserve it. The method used in this research is descriptive qualitative. Data collection was done through literature study, observation, and interviews. For data analysis techniques using Grounded Theory perspective.  Based on the research findings, the stages of the Mapag Tamba ceremony and the cultural values contained in the tradition are described. The cultural values include; 1) cultural values of human relations with God; 2) cultural values of human relations with nature; 3) cultural values of human relations with other humans; 4) cultural values of human relations with society, dan 5) cultural values of human relations with themselves. Furthenmore, as an effort to preserve oral tradition, the values contained in the Mapag Tamba tradition are implemented in the form of BIPA teaching materials. The utilisation of oral traditions in BIPA learning can enrich learners' cross-cultural understanding and strengthen their communicative competence. This tradition offers values that can build the cultural sensitivity of BIPA learnes. AbstrakSalah satu tradisi lisan di Indonesia yang perlu mendapat perhatian supaya tidak punah keberadaannya adalah tradisi Mapag Tamba di Desa Tugu Kecamatan Sliyeg Kabupaten Indramayu. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan, menggali, menemukan, serta implementasinya nilai budaya dalam tradisi Mapag Tamba sebagai materi ajar BIPA dalam upaya pelestariannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Data dalam penelitian ini adalah tuturan yang merepresentasikan nilai budaya pada tradisi Mapag Tamba dengan sumber data berupa informan/narasumber tokoh masyarakat setempat. Pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka, observasi, dan wawancara. Untuk teknik analisis data menggunakan perspektif Grounded Theory. Berdasarkan hasil temuan penelitian, dideskripsikan proses tahapan pelaksanaan upacara Mapag Tamba dan nilai-nilai budaya yang terdapat pada tradisi tersebut. Nilai budaya yang dimaksud di antaranya; 1) nilai budaya hubungan manusia dengan Tuhan, 2) nilai budaya hubungan manusia dengan alam; 3) nilai budaya hubungan manusia dengan manusia lain; 4) nilai budaya hubungan manusia dengan masyarakat; dan 5) nilai budaya hubungan manusia dengan dirinya sendiri. Selanjutnya, sebagai upaya pelestarian tradisi lisan, nilai-nilai yang terdapat pada tradisi Mapag Tamba tersebut diimplementasikan dalam bentuk materi ajar BIPA. Pemanfaatan tradisi lisan dalam pembelajaran BIPA dapat memperkaya pemahaman lintas budaya para pemelajar dan memperkuat kompetensi komunikatif mereka. Tradisi ini menawarkan nilai-nilai yang dapat membangun sensitivitas budaya para pemelajar BIPA.
Desain Inovatif Kuliah Berbasis Proyek: Model Perkuliahan Evaluasi Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia Fajar Wicaksana, Muhlis; Kusumaningsih, Dewi; Hariyadi, Ahmad; Ino, La; Dewi, Dwi Wahyu Candra; Iswatiningsih, Daroe
Aksara Vol 37, No 1 (2025): AKSARA, EDISI JUNI 2025
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v37i1.4802.199-209

Abstract

This research aims to design a lecture model for Indonesian learning evaluation as a compulsory course for project-based study programs that can encourage the development of critical thinking in the academic environment of students. The research method used is research development (R&D), through the stages of Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation (ADDIE). Data collection techniques are carried out through interviews, observations, and document analysis. Data analysis techniques in the development of learning evaluation models are carried out during product trials and expert assessments through FGD. During the product trial, data analysis was used through the t-test. The learning evaluation lecture model developed integrates Project Based Learning (PjBL). The results of the study show that the application of this model can increase student involvement in the learning process and strengthen students' analytical, synthesis, and critical reasoning skills. These findings confirm the importance of designing learning evaluation activities that not only focus on the assessment of the final results, but also encourage students' critical and reflective thinking processes. This model can be recommended as a lecture development strategy in the Indonesian Language and Literature Education study program, which is a program course. The implications of this study emphasize the importance of learning evaluation that is not only oriented to the final outcome, but also to the student's in-depth thinking process. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk merancang model perkuliahan evaluasi pembelajaran bahasa Indonesia sebagai mata kuliah wajib untuk program studi berbasis proyek yang dapat mendorong pengembangan berpikir kritis di lingkungan akademik mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan adalah pengembangan penelitian (R&D), melalui tahapan Analisis, Perancangan, Pengembangan, Pelaksanaan, dan Evaluasi (ADDIE). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Teknik analisis data dalam pengembangan model evaluasi pembelajaran dilakukan pada saat uji coba produk dan penilaian ahli melalui FGD. Pada saat uji coba produk analisis data yang digunakan melalui Uji t (t-test). Model perkuliahan evaluasi pembelajaran yang dikembangkan mengintegrasikan Project Based Learning (PjBL). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model ini dapat meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran dan memperkuat kemampuan analitis, sintesis, dan penalaran kritis siswa. Temuan ini menegaskan pentingnya merancang kegiatan evaluasi pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada penilaian hasil akhir, melainkan juga mendorong proses berpikir kritis dan reflektif mahasiswa. Model ini dapat direkomendasikan sebagai strategi pengembangan perkuliahan di program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, yang menjadi mata kuliah keprodian. Implikasi dari penelitian ini menekankan pentingnya evaluasi pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada hasil akhir, tetapi juga pada proses berpikir mahasiswa secara mendalam.
Padlet as a Learning Media for Writing Procedural and Explanatory Texts in Metro School Makassar Azis, Abdul; Sudirman, Sudirman
Aksara Vol 37, No 1 (2025): AKSARA, EDISI JUNI 2025
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v37i1.4813.56-67

Abstract

This study aims to examine the effectiveness of Padlet as a digital learning tool to improve the writing skills of procedural and explanatory texts among sixth-grade students at SD Metro School Makassar. Employing a quantitative approach with a pre-experimental one group pre-test–post-test design, the research involved 32 students from two parallel classes who had received writing instruction using Padlet. Data were collected through performance tests and classroom observations, and analyzed using descriptive statistics and paired samples t-test. The findings revealed that the average score for procedural text writing increased from 64.94 to 89.06, while that for explanatory text writing improved from 59.67 to 89.94. The t-test confirmed that these gains were statistically significant (p < 0.05). However, the comparison between the two text types indicated no significant difference (p = 0.457), although a moderate positive correlation (r = 0.512) was found. These results suggest that Padlet effectively enhances students’ writing skills across both text genres. Padlet has proven to foster a collaborative, interactive, and inclusive learning environment, making it a highly recommended tool for writing instruction in primary education. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas media Padlet dalam meningkatkan keterampilan menulis teks prosedur dan teks eksplanasi pada siswa kelas VI SD Metro School Makassar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pra-eksperimen model one group pre-test–post-test. Subjek penelitian berjumlah 32 siswa dari dua kelas paralel yang telah mengikuti pembelajaran menulis menggunakan media Padlet. Teknik pengumpulan data menggunakan tes kinerja dan observasi, sementara analisis data dilakukan melalui statistik deskriptif dan uji paired samples t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai menulis teks prosedur meningkat dari 64,94 menjadi 89,06, sedangkan nilai menulis teks eksplanasi meningkat dari 59,67 menjadi 89,94. Uji t menunjukkan bahwa peningkatan tersebut signifikan secara statistik (p < 0,05). Namun, perbandingan antara hasil menulis kedua teks tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan (p = 0,457), meskipun terdapat korelasi positif sedang (r = 0,512) antara keduanya. Hal ini menunjukkan bahwa Padlet efektif meningkatkan keterampilan menulis siswa secara merata, baik pada teks prosedur maupun eksplanasi. Media Padlet terbukti mampu menciptakan pengalaman belajar yang kolaboratif, interaktif, dan inklusif, sehingga layak direkomendasikan sebagai alat bantu dalam pembelajaran menulis di sekolah dasar.
Mengukur Pemikiran Kritis Calon Guru Bahasa melalui Teks Sastra Rozak, Abdul; Atikah, Atikah; Susilo, Jimat
Aksara Vol 37, No 1 (2025): AKSARA, EDISI JUNI 2025
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v37i1.4800.134-148

Abstract

Critical thinking is a necessary skill for problem-solving in learning, especially for prospective teacher students. This study investigates the critical thinking skills of prospective teacher students at Universitas Sindang Kasih Majalengka through literary analysis. This research is based on the claim that there is a low number of graduates with critical thinking abilities. Meanwhile, courses that focus on literary analysis involve critical thinking skills by utilizing various literary approaches. Critical thinking in this context focuses on indicators such as the ability to provide simple explanations, develop basic skills, summarize/conclude, provide more detailed explanations, and decide on the next strategy. Specifically, this research examines critical thinking skills in the context of literary analysis activities, including poetry, prose, and drama. The findings show that literary analysis activities provide space for prospective teacher students to train their critical thinking skills. The critical thinking abilities of each student vary, but the essay assignment framework in literary analysis provides a framework for critical thinking among students. This directly impacts the development of literacy and the ability to read critically literary works in Indonesia. AbstrakBerpikir kritis adalah kemampuan yang diperlukan untuk memecahkan masalah dalam pembelajaran, khususnya pada mahasiswa calon guru. Studi ini menyelidiki kemampuan berpikir kritis mahasiswa calon guru di Universitas Sindang Kasih Majalengka melalui telaah karya sastra. Penelitian ini didasari oleh klaim rendahnya lulusan yang memiliki kemampuan berpikir kritis. Sementara itu, mata kuliah yang berorientasi pada telaah karya sastra melibatkan kemampuan berpikir kritis dengan memanfaatkan berbagai pendekatan sastra. Kemampuan berpikir kritis dalam hal ini berpusat pada indikator kemampuan memberikan penjelasan sederhana, mengembangkan keterampilan dasar, meringkas/kesimpulan, memberikan penjelasan yang lebih rinci, dan memutuskan strategi selanjutnya. Secara khusus, penelitian ini meneliti kemampuan berpikir kritis dalam kegiatan telaah karya sastra, baik puisi, prosa, maupun drama. Temuan menunjukkan bahwa kegiatan telaah karya sastra memberikan ruang untuk mahasiswa calon guru dapat melatih kemampuan berpikir kritis. Kemampuan berpikir kritis setiap mahasiswa relatif berbeda, tetapi konstruk penugasan esai dalam telaah sastra memberikan kerangka kerja berpikir kritis di kalangan mahasiswa. Hal ini berimplikasi langsung pada perkembangan literasi dan kemampuan membaca kritis karya sastra di Indonesia.
Pengukuran Durasi dan Intensitas Tuturan Larangan dalam Bahasa Indonesia Menggunakan Aplikasi PRAAT Aditiawan, Rohmad Tri; Oktafiana, Ilma; Iryani, Latifah; Kartika, Aulia Cika; Kadamehang, Gerry
Aksara Vol 37, No 1 (2025): AKSARA, EDISI JUNI 2025
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v37i1.4377.1-12

Abstract

This study discusses prohibitive utterances as a form of speech act that serves to prevent or stop actions that are undesirable to the speaker. The main objective of this study is to explain the measurement of the duration and intensity of prohibitive utterances in Indonesian spoken by male and female speakers, as well as to identify the greatest, smallest, and average stress based on sentence type. This study uses experimental phonetic methods with an acoustic approach to analyze language sounds, focusing on acoustic values and sound waves. Data in the form of recordings of prohibitive utterances in WAV format were collected through recording techniques from male and female respondents. The analysis was carried out using PRAAT software, focusing on the duration and intensity of the sound. The data were classified into three categories of utterances: short, medium, and long. The results showed that prohibitive utterances with short, medium, and long sentences tended to be spoken more quickly by male speakers. The greatest stress in long utterances was found on the word “don't,” both by male and female speakers, with higher intensity variations in males. In medium-length sentences, intensity was relatively balanced between genders. Short sentences tended to be spoken with stronger spontaneous emphasis, both by males and females. This study shows that physical variations in the sound of prohibitive utterances are influenced by sentence structure, emotion, and speaker gender, which has implications for effective communication strategies in prohibitive contexts. AbstrakPenelitian ini membahas tuturan larangan sebagai bentuk tindak tutur yang berfungsi mencegah atau menghentikan tindakan yang tidak diinginkan oleh penutur. Tujuan utama penelitian adalah menjelaskan pengukuran durasi dan intensitas tuturan larangan dalam Bahasa Indonesia yang diujarkan oleh penutur laki-laki dan perempuan, serta mengidentifikasi tekanan terbesar, terkecil, dan rata-rata berdasarkan jenis kalimat. Penelitian ini menggunakan metode fonetik eksperimental dengan pendekatan akustik untuk menganalisis bunyi bahasa dengan menitikberatkan pada nilai akustik dan gelombang bunyi. Data berupa rekaman tuturan larangan dalam format WAV dikumpulkan melalui teknik rekam dari responden laki-laki dan perempuan. Analisis dilakukan dengan perangkat lunak PRAAT, fokus pada durasi dan intensitas suara. Data diklasifikasikan ke dalam tiga kategori tuturan yakni singkat, sedang, dan panjang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tuturan larangan dengan kalimat singkat, sedang, dan panjang cenderung lebih cepat durasi yang diujarkan oleh penutur laki-laki. Penekanan terbesar dalam tuturan panjang ditemukan pada kata “jangan”, baik oleh penutur laki-laki maupun perempuan dengan variasi intensitas yang lebih tinggi pada laki-laki. Pada kalimat sedang, intensitas relatif seimbang antar jenis kelamin. Kalimat singkat cenderung diujarkan dengan tekanan lebih kuat secara spontan, baik oleh laki-laki maupun perempuan. Penelitian ini menunjukkan bahwa variasi fisik bunyi dalam tuturan larangan dipengaruhi oleh struktur kalimat, emosi, dan jenis kelamin penutur yang berimplikasi pada strategi komunikasi efektif dalam konteks larangan.
Ekofeminisme dalam Puisi-Puisi Perempuan Indonesia: Kajian Stilistika dan Ekokritik Lestari, Riana Dwi; Aeni, Eli Syarifah
Aksara Vol 37, No 1 (2025): AKSARA, EDISI JUNI 2025
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v37i1.4789.210-225

Abstract

Poetry serves as a medium for women to express critical perspectives on the relationship between the female body and nature, both of which are subjected to oppression, especially amidst environmental crises and gender inequality. Female poets such as Oka Rusmini, Dorothea Rosa Herliany, and Toeti Heraty have written poetry that is not only personal but also acts as a form of protest against patriarchy and anthropocentric worldviews that neglect the environment. Therefore, this research is important to explore how women's poetry symbolically and ideologically portrays the body, trauma, love, and nature, as well as how poetic language is used to voice social, ecological, and feminist critiques. This study employs two approaches: stylistics and ecofeminist ecocriticism. The stylistic approach examines the linguistic aspects of poetry, such as diction, imagery, figurative language, and sound structure, which create aesthetic and emotional effects. Meanwhile, the ecofeminist ecocritical approach analyzes the relationship between representations of the female body and nature as a whole within the poems. Three poems are analyzed in this study: the untitled poem by Oka Rusmini (beginning with the line “Pertemuan itu, jadi benih pulau…”), “Nikah Sungai” by Dorothea Rosa Herliany, and “Lukisan Wanita 1938” by Toeti Heraty. This research uses a descriptive qualitative methodology and applies literary text analysis techniques. The analysis process begins with a close reading of the three poems. Stylistic elements are identified, and symbolic meanings are interpreted using the ecofeminist ecocritical framework. The findings reveal that the female body is depicted as an ecological and historical landscape marked by wounds and oppression. The poems expose systems of power that oppress both women and nature, while offering a space for resistance through symbols of nature, the body, and death. These poems explicitly reject the romanticization of love, the aestheticization of the body, and historical narratives that silence women's voices. AbstrakPuisi menjadi media bagi perempuan untuk menyampaikan pandangan kritis tentang hubungan antara tubuh perempuan dan alam yang mengalami penindasan, terutama di tengah krisis lingkungan dan ketidakadilan gender. Penyair perempuan seperti Oka Rusmini, Dorothea Rosa Herliany, dan Toeti Heraty telah menulis puisi yang tidak hanya bersifat pribadi, tetapi juga sebagai bentuk protes terhadap patriarki dan cara pandang manusia yang mengabaikan alam (antroposentrisme). Karena itu, penelitian ini penting untuk melihat puisi-puisi perempuan menggambarkan tubuh, trauma, cinta, dan alam secara simbolis dan ideologis, serta bagaimana bahasa puisi digunakan untuk menyampaikan kritik sosial, lingkungan, dan feminisme. Penelitian ini menggunakan dua pendekatan: stilistika dan ekokritik-ekofeminisme. Pendekatan stilistika melihat aspek kebahasaan puisi, seperti diksi, citraan, gaya bahasa, dan struktur bunyi yang memberikan dampak estetis dan emosional. Sementara itu, pendekatan ekokritik-ekofeminisme melihat hubungan antara representasi tubuh perempuan dan alam secara keseluruhan dalam puisi. Puisi tanpa judul karya Oka Rusmini (dengan kutipan pembuka "Pertemuan itu, jadi benih pulau.), "Nikah Sungai" karya Dorothea Rosa Herliany, dan "Lukisan Wanita 1938" karya Toeti Heraty adalah ketiga puisi yang dianalisis. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif deskriptif dan menggunakan teknik analisis teks sastra. Proses analisis dimulai dengan pembacaan menyeluruh dari ketiga puisi. Stilistika diidentifikasi dan makna simbolik ditafsirkan menggunakan kerangka ekokritik-ekofeminisme. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tubuh perempuan digambarkan sebagai lanskap ekologis dan historis yang dipenuhi dengan luka dan penindasan. Puisi membongkar kekuasaan yang menindas alam dan perempuan dan menawarkan ruang perlawanan melalui simbol alam, tubuh, dan kematian. Puisi-puisi ini secara khusus menentang romantisasi cinta, estetika tubuh, dan narasi sejarah yang mengabaikan suara perempuan.
Penggunaan Bahasa Persuasif dalam Buku Pengayaan Digital Literasi: Pendekatan Retorika terhadap Tema Eco Green Sumirah, Sumirah; Zulaeha, Ida; Mardikantoro, Hari Bakti; Haryadi, Haryadi
Aksara Vol 37, No 1 (2025): AKSARA, EDISI JUNI 2025
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v37i1.4801.68-76

Abstract

This study analyzes the use of persuasive language in eco-green literacy digital enrichment books for junior high school students through a rhetorical approach. By combining critical discourse analysis (CDA) and classical rhetorical theory (pathos, logos, ethos), this study identifies effective linguistic strategies in conveying environmental messages. The research method uses a descriptive qualitative approach with a case study design. Data collection techniques include: (1) document analysis of 15 eco green digital books for junior high schools, (2) in-depth interviews with 12 students and 8 teachers, (3) participatory observation during the implementation of teaching materials for 3 months, and (4) focus group discussions (FGD) with linguistics and environmental education experts. Data analysis was carried out through triangulation of methods using the Miles & Huberman model (data reduction, data display, verification) combined with Aristotle's rhetorical analysis framework and thematic coding techniques to identify linguistic persuasive patterns. The results of the study show that the combination of emotional narrative (pathos), scientific facts (logos), and source credibility (ethos) successfully builds students' ecological awareness, improves conceptual understanding, and encourages real action. Concrete examples such as the story "The Magic Switch in Class 7A", metaphors ("The Earth is our home"), and calls to action ("Turn off the lights!") have proven effective in creating emotional engagement and behavior change. These findings reinforce the theory of the Elaboration Likelihood Model (Petty & Cacioppo, 1986) and provide practical recommendations for digital teaching material developers: integration of holistic rhetorical strategies, emphasis on empirical experience, and adaptive content design for the digital native generation. This research contributes to strengthening environmental literacy through a linguistic-rhetorical approach that is relevant to the challenges of 21st century education.  AbstrakPenelitian ini menganalisis penggunaan bahasa persuasif dalam buku pengayaan digital literasi bertema eco green untuk siswa SMP melalui pendekatan retorika. Dengan menggabungkan analisis wacana kritis (CDA) dan teori retorika klasik (pathos, logos, ethos), studi ini mengidentifikasi strategi linguistik yang efektif dalam menyampaikan pesan lingkungan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Teknik pengumpulan data meliputi: (1) analisis dokumen terhadap 15 buku digital eco green untuk SMP, (2) wawancara mendalam dengan 12 siswa dan 8 guru, (3) observasi partisipatif selama implementasi bahan ajar selama 3 bulan, dan (4) focus group discussion (FGD) dengan ahli linguistik dan pendidikan lingkungan. Analisis data dilakukan melalui triangulasi metode menggunakan model Miles & Huberman (reduksi data, display data, verifikasi) yang dikombinasikan dengan framework analisis retorika Aristoteles dan teknik coding tematik untuk mengidentifikasi pola persuasif linguistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi narasi emosional (pathos), fakta ilmiah (logos), dan kredibilitas sumber (ethos) berhasil membangun kesadaran ekologis siswa, meningkatkan pemahaman konseptual, serta mendorong aksi nyata. Contoh konkret seperti cerita "Saklar Ajaib di Kelas 7A", metafora ("Bumi adalah rumah kita"), dan call to action ("Matikan lampu!") terbukti efektif menciptakan emotional engagement dan perubahan perilaku. Temuan ini memperkuat teori Elaboration Likelihood Model (Petty & Cacioppo, 1986) sekaligus memberikan rekomendasi praktis bagi pengembang bahan ajar digital: integrasi strategi retorika yang holistik, penekanan pada pengalaman empiris, dan desain konten yang adaptif bagi generasi digital native. Penelitian ini berkontribusi pada penguatan literasi lingkungan melalui pendekatan linguistik-retoris yang relevan dengan tantangan pendidikan abad ke-21. 
Pemahaman Mahasiswa Bahasa dan Sastra Mengenai Psikologi Tokoh dalam Novel Trauma Karya Boy Candra Annisa, Jaratimi; Hajrah, Hajrah
Aksara Vol 37, No 1 (2025): AKSARA, EDISI JUNI 2025
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v37i1.4820.149-168

Abstract

This study aims to identify the understanding of students of the Language and Literature Study Program in analyzing the psychological aspects of characters and to reveal their expectations as readers towards the psychological conflict depicted in the novel Trauma. The method used is descriptive qualitative with a reader-oriented literary reception approach. The techniques used to analyze the data include three stages, namely data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study indicate that some students have difficulty understanding character conflicts due to low reading interest and lack of analytical practice, while students with good reading habits are able to provide deep emotional responses. As many as 31 out of 50 students (63%) have the same understanding of the psychological analysis of characters in the novel Trauma, and 58.8% (29 students) show extensive reading experience so that they have good interpretive readiness. Meanwhile, the results of the horizon of expectations show that 58% of students stated that their expectations for the contents of the novel were fulfilled, especially related to the values of life in the story (69%), reading experience and interest (58%), and the ability to connect the meaning of fiction with reality (62%). These findings show that the majority of students are able to accept and respond to literary works critically and reflectively based on their experiences and knowledge. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pemahaman mahasiswa program studi bahasa dan sastra dalam menganalisis aspek psikologi tokoh serta mengungkap harapan mereka sebagai pembaca terhadap konflik psikologis yang digambarkan dalam novel Trauma. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan resepsi sastra berorientasi pada pembaca. Teknik yang digunakan untuk menganalisis data meliputi tiga tahapan, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian mahasiswa mengalami kesulitan memahami konflik tokoh karena rendahnya minat baca dan kurangnya latihan analisis, sementara mahasiswa dengan kebiasaan membaca yang baik mampu memberikan tanggapan emosional yang mendalam. Sebanyak 31 dari 50 mahasiswa (63%) memiliki pemahaman yang sama terhadap analisis psikologi tokoh dalam novel Trauma, dan 58,8% (29 mahasiswa) menunjukkan pengalaman membaca yang luas sehingga memiliki kesiapan interpretatif yang baik. Sementara itu, hasil cakrawala harapan menunjukkan bahwa 58% mahasiswa menyatakan harapannya terhadap isi novel terpenuhi, terutama terkait dengan nilai-nilai kehidupan dalam cerita (69%), pengalaman dan minat membaca (58%), serta kemampuan menghubungkan makna fiksi dengan kenyataan (62%). Temuan ini menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa mampu menerima dan menanggapi karya sastra secara kritis dan reflektif berdasarkan pengalaman serta pengetahuan yang dimiliki.
Nilai Budaya Podcast Cerita Rakyat Asal-Usul Nama Desa di Kabupaten Cirebon Serta Pemanfaatannya Sebagai Media Pembelajaran Herawati, Lilik
Aksara Vol 36, No 2 (2024): AKSARA, EDISI DESEMBER 2024
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v36i2.4361.387-398

Abstract

Nowadays the development of technology and information is growing rapidly along with the progress of the times, including in the digital world. This study aims to describe digital literacy- based folklore by utilizing podcast media as a medium for learning digital literature. This study uses a descriptive qualitative approach. The Folklore Book About the Origin of Village Names in Cirebon Regency was used as a data source. In collecting data using the method of documentation, content analysis, questionnaires, and observation. The results of the research show that there are cultural values in the book after the study is carried out. This study is based on Kluckhohn's framework of the five basic traits in life that determine human cultural values, such as deliberation, decency, responsibility, and others. One of the most frequent topics is “The Nature of Human Relations with Others (MM)” which is related to the transmission or ecranization of folklore into podcasts that are produced using the Anchor application. The ecranization that occurred was that the book media developed into a digital podcast. The original form of folklore which only consisted of writing or text which later developed into an audio format with musical illustrations that can be accessed digitally. The validation results of media experts show that the media's average rating is 90. This score can be categorized as "Good". In addition, the Cirebon Regency folklore podcast about the origins of village names can be used as a medium for learning literature. Cirebon Regency students gave a response of 77.65% to the use of podcasts. Based on these results, it is included in the very good category.