cover
Contact Name
winci firdaus
Contact Email
wincifirdaus1@gmail.com
Phone
+6285220720191
Journal Mail Official
wincifirdaus1@gmail.com
Editorial Address
Jalan Baranangsiang No.259/34B Bandung
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Aksara
Published by Balai Bahasa Bali
Aksara aims at providing a media or forum for researchers, faculties, and graduate students to publish their research papers in the field of linguistic and literary studies. The scope of Aksara includes linguistic, applied linguistic, interdisciplinary linguistic studies, theoretical literary studies, interdisciplinary literary studies, literature and identity politics, philology, and oral tradition. Aksara is published by Balai Bahasa Bali, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Aksara accepts articles from authors of national or international institutions. Authors are free of charge throughout the whole process including article submission, review and editing process, and publication.
Articles 201 Documents
PRESERVASI DAN REVITALISASI BAHASA DAN SASTRA NAFRI, PAPUA: SEBUAH BAHASA HAMPIR PUNAH Mujizah Mujizah
Aksara Vol 30, No 1 (2018): Aksara, Edisi Juni 2018
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v30i1.217.75-88

Abstract

Indonesia adalah bangsa yang beragam. Keberagaman  itu terlihat dari kekayaan bahasa dan sastra. Kekayaan bahasa mencapai 700-an bahasa dan satu di antara bahasa dan sastra suku Nafri, di Papua. Bahasa Nafri diklasifikasi sebagai bahasa hampir punah. Bahasa ini hanya dikuasai beberapa penduduk di atas 50 tahun. Tahun 2015 bahasa ini belum diajarkan kepada generasi muda. Padahal dalam bahasa itu terdapat beragam pengetahuan yang menjadi identitas lokal. Kekayaan suku Nafri ini jika tidak dipreservasi daya hidupnya akan menurun. Masalah yang dibahas dalam tulisan ini bagaimana cara meningkatkan daya hidup bahasa Nafri. Tujuannya menemukan cara dalam meningkatkan daya hidup bahasa dan sastra Nafri. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dan studi lapangan melalui survei, observasi, wawancara, dokumentasi, dan pembelajaran. Hasilnya untuk meningkatkan daya hidup bahasa dan sastra Nafr, bahasa dan sastra itu harus diteliti, didokumentasi,  dan direvitalisasi. Penelitian sistem bahasa Nafri sudah dilakukan oleh pakar bahasa. Perekaman dalam berbagai ranah kehidupan perlu didokumentasi. Pembelajaran bahasa dan sastra dirancang dalam bentuk revitalisasi yang berbasis komunitas atau keluarga. Ketiga kegiatan itu mendapat dukungan dari masyarakat suku Nafri dan para pemangku kepentingan. Dengan dukungan itu bahasa dan sastra Nafri dapat meningkat daya hidupnya, apalagi masyarakat menggunakannya dalam ranah kehidupan. Kesimpulannya preservasi dalam bentuk penelitian, dokumentasi dan revitalisasi bahasa dan sastra Nafri dapat meningkatan daya hidup bahasa dan sastra.Program itu dapat menjadi salah satu model dalam penyelamatan bahasa dari kepunahan.
KONFLIK DAN KOMPROMI DALAM CERPEN-CERPEN BERLATAR KELUARGA DARI ASIA TENGGARA I Nyoman Darma Putra
Aksara Vol 28, No 1 (2016): Aksara: Edisi Juni 2016
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v28i1.23.1-14

Abstract

Selain isu-isu makro tentang bangsa, masalah-masalah mikro dalam kehidupan keluarga jugabanyak diangkat menjadi latar sekaligus tema cerita oleh kalangan cerpenis negeri serumpunAsia Tenggara, yaitu Singapura, Malaysia, Brunei, dan Indonesia. Penelitian ini bertujuanuntuk menganalisis konflik dan kompromi antaranggota keluarga dalam karya cerpenisnegeri serumpun. Data diambil dari cerpen karya penulis negeri serumpun yang terkumpuldalam antologi Matahari di Nusantara (2010) yang diterbitkan oleh Majelis Sastera AsiaTenggara (Mastera). Pengumpulan data menggunakan metode pustaka dan teknik catat,sedangkan metode analisis data menggunakan metode analisis kritis interpretatif denganteori intertekstualitas. Hasil pembahasaan menunjukkan bahwa tema yang sama dalamantologi cerpen Matahari di Nusantara memberikan gambaran tentang pentingnya kedudukankeluarga sebagai institusi pendidikan anak, penanaman adat, dan tradisi pengembangan diri dimasyarakat. Konflik dan kompromi dalam keluarga yang disuguhkan dalam cerpen tersebutdibiarkan menggantung sehingga pembaca tertantang untuk menemukan maknanya.
ANALISIS BIBLIOMETRIK BERKALA ILMIAH NAMES: JOURNAL OF ONOMASTICS DAN PELUANG RISET ONOMASTIK DI INDONESIA Eric Kunto Aribowo
Aksara Vol 31, No 1 (2019): AKSARA, Edisi Juni 2019
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v31i1.373.85-105

Abstract

Names: Journal of Onomastics menerbitkan edisi pertama pada tahun 1953 dan menjadi jurnal rujukan yang memiliki fokus khusus di bidang onomastik, tata nama. Tulisan ini bertujuan untuk memetakan gambaran umum mengenai tema-tema riset yang terbit di jurnal tersebut dengan memanfaatkan analisis bibliometrik untuk menilai performa dari artikel-artikelnya sekaligus memaparkan peluang riset tentang onomastik di Indonesia. Data riset ini merupakan metadata yang diekstrak dari basis data Scopus yang terbit di berkala Names: Journal of Onomastics dari tahun 1953—2018. Semua informasi diekspor ke format CSV untuk keperluan analisis data, khususnya word co-occurrence network yang dihasilkan menggunakan VOSviewer. Jumlah dokumen yang terbit tahun 1953—2018 sebanyak 1.235 artikel. Hasil analisis menunjukkan investigasi terkait nama diri (khususnya nickname) dan nama tempat menjadi topik dominan dalam onomastik, sedangkan riset tentang nama hewan, penamaan dan perkawinan, jenis kelamin dan penamaan, nama makanan, dan nama pada karya sastra menjadi tren riset menjelang tahun 2018. Riset onomastik di Indonesia memiliki potensi dan peluang yang luas karena beberapa sumber data elektronik yang dapat dengan mudah diakses. Dengan melibatkan kolaborasi dari berbagai disiplin ilmu, onomastik menjadi salah satu topik yang menjanjikan untuk diselidiki.
Critical Discourse Analysis: Representation of Religious Ideology and Social Morality in The Novel Dalam Mihrob Cinta by Habiburrahman El Shirazy Wicaksono, Helmi; Fawzi, Ary; Santoso, Anang; Syahri, Mochammad
Aksara Vol 37, No 1 (2025): AKSARA, EDISI JUNI 2025
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v37i1.4790.13-27

Abstract

This study aimed to reveal the representation of religious ideology and social morality in the novel Dalam Mihrab Cintaby Habiburrahman El Shirazy using the Critical Discourse Analysis (CDA) approach of the Norman Fairclough model. This study used a descriptive qualitative method with a three-dimensional analysis framework: textual (linguistic), discourse practice (interpretation), and social practice (explanation). The findings revealed that the novel constructed a religious value hegemony through symbols, language patterns, and narrative structures emphasizing repentance, honesty, responsibility, and the roles of women and communities in character formation. Additionally, the Islamic boarding school setting and the author’s identity as a da’i further reinforced the religious ideology embedded in the text. The study also found that the novel offered a critique of social inequality framed through religious morality, positioning literature as an effective medium for disseminating conservative values in modern society. These findings carried implications for character education, religious literature curricula, and the development of discourse-based critical literacy. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengungkap representasi ideologi religius dan moralitas sosial Novel Dalam Mihrab Cinta karya Habiburrahman El Shirazy dengan menggunakan pendekatan Analisis Wacana Kritis (AWK) model Norman Fairclough. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik analisis tiga dimensi, yaitu teks (linguistik), praktik wacana (interpretasi), serta praktik sosial (eksplanasi). Hasil analisis menunjukkan bahwa novel secara eksplisit membangun hegemoni nilai religius melalui simbol, struktur bahasa, dan konstruksi narasi yang menekankan pada tobat, kejujuran, tanggung jawab, serta peran perempuan, dan komunitas dalam pembentukan karakter. Selain itu, latar pesantren dan identitas pengarang sebagai da’i turut memperkuat ideologi religius yang diinternalisasi dalam teks. Penelitian ini juga menemukan bahwa novel ini mengkritik ketimpangan sosial dengan bingkai keadilan melalui moralitas religius, serta menjadikan sastra sebagai medium penyebaran nilai-nilai konservatif yang efektif dalam masyarakat modern. Temuan ini berimplikasi pada pengembangan pendidikan karakter, kurikulum sastra religius, dan literasi kritis berbasis wacana.
Human-Animal Relationships from the Perspective of Deleuze-Guattari: Ecocriticism Approach to Short Stories in Kompas.id Fadhilla, Indah; Aminullah, Zakariya Pamuji; Wahyunengsih, Wahyunengsih
Aksara Vol 37, No 1 (2025): AKSARA, EDISI JUNI 2025
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v37i1.4855.77-91

Abstract

This study aims to analyse the transformation of animal narratives in short stories published in Kompas.id between 2020 and 2023, with a focus on the relationship between humans and animals. Animal stories, which were previously positioned as a medium for moral education for children in Indonesia, have now developed into a medium for criticising the relationship between humans, animals, and the environment. Data was collected through a literature study by searching and archiving animal-themed short stories published in Kompas.id during the period. The data analysis technique used was textual analysis with a philosophical interpretation, using Deleuze and Guattari's theory, particularly the concepts of becoming-animal and Body without Organs (BwO). This study analyses five short stories, namely Macan (2020), Histeinalbtraum (2020), Riwayat Seekor Babi (2021), Monyet Pemetik Teh (2022), and Doa Burung-burung (2022). These short stories depict the transformation of animal narratives through allegories laden with social and political meanings. This study reveals the complex dynamics in human-animal relations, while challenging social norms and hierarchies in Indonesian literature. The findings of this study offer a new reading of animal narratives as a medium of ecological criticism that exposes social, cultural, and political tensions in the context of contemporary literature. AbstrakPenelitian ini bertujuan menganalisis transformasi narasi binatang dalam cerpen-cerpen yang dipublikasikan di Kompas.id antara tahun 2020 hingga 2023, dengan fokus pada relasi manusia dan hewan. Kisahan binatang yang sebelumnya diposisikan sebagai media pendidikan moral bagi anak-anak di Indonesia kini berkembang menjadi medium kritik terhadap relasi manusia, hewan, dan lingkungan. Data dikumpulkan melalui studi pustaka dengan menelusuri dan mengarsipkan cerpen-cerpen bertema binatang yang diterbitkan di Kompas.id selama periode tersebut. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis tekstual dengan interpretasi filosofis, menggunakan teori Deleuze dan Guattari, khususnya konsep becoming-animal dan Body without Organs (BwO). Penelitian ini menganalisis lima cerpen yaitu Macan (2020), Histeinalbtraum (2020), Riwayat Seekor Babi (2021), Monyet Pemetik Teh (2022), dan Doa Burung-burung (2022). Cerpen ini menggambarkan transformasi narasi binatang melalui alegori yang sarat muatan sosial dan politik. Penelitian ini mengungkap dinamika kompleks dalam relasi manusia-hewan, sekaligus menantang norma-norma sosial dan hierarki dalam sastra Indonesia. Temuan penelitian ini menawarkan pembacaan baru atas narasi binatang sebagai medium kritik ekologis yang menyingkap ketegangan sosial, budaya, dan politik dalam konteks sastra kontemporer.
Akun Fufufafa dalam Video Youtube Abraham Samad SPEAK UP (Analisis Wacana Kritis Teun Van Dijk) Sueb, Sueb; Suprihatien, Suprihatien
Aksara Vol 37, No 1 (2025): AKSARA, EDISI JUNI 2025
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v37i1.4780.92-105

Abstract

The viral phenomenon of the fufufafa account that has been discussed by the public has led to various interpretations in the digital space. This research aims to describe how the fufufafa account discourse in the Abraham Samad SPEAK UP talk show program on YouTube. This research uses a descriptive qualitative approach with data sources in the form of videos from the Abraham Samad SPEAK UP YouTube channel that discuss the topic of the fufufafa account. Data was collected through observation and documentation techniques, then analyzed using the critical discourse analysis approach of Teun A. Van Dijks model, which includes three main dimensions of text analysis, social cognition, and social analysis. The results showed that in the text analysis dimension, the discourse is built through macro structure (theme), superstructure (schematic), and micro structure which includes syntactic, semantic, stylistic, and rhetorical elements. In the social cognition dimension, schemas such as person schema, self schema, role schema, and event schema are found that shape the speakers' perspective on issues. Meanwhile, in the social analysis, there are power relations and control over access to information that influence the framing of discourse. These findings show how digital media shapes the construction of meaning through language. AbstrakFenomena viralnya akun fufufafa yang ramai diperbincangkan publik telah menimbulkan beragam penafsiran di ruang digital. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan wacana akun fufufafa dalam program talkshow Abraham Samad SPEAK UP di YouTube. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan sumber data berupa video dari kanal YouTube Abraham Samad SPEAK UP yang membahas topik akun fufufafa. Data dikumpulkan melalui teknik observasi dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan pendekatan analisis wacana kritis model Teun A. Van Dijk, yang mencakup tiga dimensi utama analisis teks, kognisi sosial, dan analisis sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada dimensi analisis teks, wacana dibangun melalui struktur makro (tema), superstruktur (skematik), dan struktur mikro yang mencakup unsur sintaksis, semantik, stilistik, dan retoris. Kemudian pada dimensi kognisi sosial, ditemukan skema-skema seperti skema person, skema diri, skema peran, dan skema peristiwa yang membentuk cara pandang narasumber terhadap isu. Sementara itu, pada analisis sosial, terlihat adanya relasi kuasa dan kendali akses terhadap informasi yang turut memengaruhi pembingkaian wacana. Temuan ini memperlihatkan bagaimana media digital membentuk konstruksi makna melalui bahasa.
Analisis Ecofeminisme dalam Layar Lebar: Mengurai Ketidakadilan Gender dan Lingkungan Melalu Film Sexy Killers Latifah, Latifah; Wiyatmi, Wiyatmi
Aksara Vol 37, No 1 (2025): AKSARA, EDISI JUNI 2025
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v37i1.4786.169-184

Abstract

Inequality in access to information and the representation of women in the media further reinforces their marginalization in environmental issues. Visual representation in film can serve as a tool for social critique as well as an important medium for voicing the roles and struggles of women who have long been marginalized. This study aims to analyze the representation of gender injustice and environmental degradation in the documentary Sexy Killers through an ecofeminist approach. Using a qualitative content analysis method, the research explores the narrative visual, and symbolic elements in the film to identify the relationship between women, nature, and patriarchal-capitalist power. Sexy Killers was chosen as the object of study because it explicitly presents the impact of energy industry activities on local communities, particularly women living in areas affected by coal mining and power plant development. The results show that women are the most affected by the exploitation of natural resources, in forms such as the loss of access to clean water and land, increased domestic workload, vulnerability to environmental health impacts, and marginalization from participation and decision-making spaces. The film also illustrates that women are not only victims but also play vital roles as agents of change and resistance. They emerge as community leaders in protests and public education efforts, demonstrating political and ecological capacities often overlooked in development discourse. These findings affirm that the ecofeminist approach provides a relevant and critical analytical framework for understanding the link between the domination of nature and the oppression of women. Moreover, this study emphasizes the importance of recognizing women’s roles in environmental issues and encourages their active involvement in sustainable and just development processes. AbstrakKetimpangan akses informasi dan representasi perempuan dalam media turut memperkuat marginalisasi mereka dalam isu lingkungan. Representasi visual dalam film dapat menjadi alat kritik sosial sekaligus medium penting untuk menyuarakan peran dan perjuangan perempuan yang selama ini terpinggirkan.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi ketidakadilan gender dan kerusakan lingkungan dalam film dokumenter Sexy Killers melalui pendekatan ecofeminisme. Dengan menggunakan metode analisis isi kualitatif, penelitian ini mengeksplorasi elemen naratif, visual, dan simbolik dalam film guna mengidentifikasi relasi antara perempuan, alam, dan kekuasaan patriarkalkapitalistik. Film Sexy Killers dipilih sebagai objek kajian karena secara eksplisit menampilkan dampak aktivitas industri energi terhadap komunitas lokal, khususnya perempuan yang hidup di wilayah terdampak tambang batubara dan pembangunan PLTU. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan menjadi pihak yang paling terdampak dari eksploitasi sumber daya alam, baik dalam bentuk hilangnya akses terhadap air bersih dan lahan, meningkatnya beban kerja domestik, kerentanan terhadap dampak kesehatan lingkungan, hingga marginalisasi dalam ruang partisipasi dan pengambilan keputusan. Film ini juga memperlihatkan bahwa perempuan tidak hanya menjadi korban, tetapi juga memainkan peran penting sebagai agen perubahan dan resistensi. Mereka tampil sebagai pemimpin komunitas dalam aksi-aksi protes dan edukasi publik, menunjukkan kapasitas politik dan ekologis yang sering kali diabaikan dalam wacana pembangunan. Temuan ini menegaskan bahwa pendekatan ecofeminisme memberikan kerangka analisis yang relevan dan kritis untuk memahami keterkaitan antara dominasi terhadap alam dan perempuan. Lebih dari itu, penelitian ini menggarisbawahi pentingnya pengakuan atas peran perempuan dalam isu lingkungan, serta mendorong keterlibatan mereka secara aktif dalam proses pembangunan yang berkelanjutan dan berkeadilan.
Pengetahuan Lokal Masyarakat Sunda dalam Khazanah Leksikon Tentang Kawung Sari, Dini Gilang; Roselani, Ni Gusti Ayu; Fasya, Mahmud
Aksara Vol 37, No 1 (2025): AKSARA, EDISI JUNI 2025
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v37i1.4244.28-40

Abstract

There is an interdependent relationship between humans and nature. This relationship forms local knowledge in human life. This research focuses on the local knowledge of Sundanese people in the lexicon of kawung in Kuta Village, Ciamis Regency, West Java. This research uses an anthropological linguistic theoretical approach. The results of this study show two things. First, the lexicon treasure of kawung is classified into the following four categories: (1) tangkal kawung, (2) legen or lahang processing tools, (3) legen or lahang processing, and (4) legen or lahang processing products. Second, the lexicon of kawung includes the following functions: (1) self-identity, (2) local knowledge system, (3) environment, and (4) social. Based on these two findings, the lexicon about kawung portrays the utilization of kawung as a food plant in the indigenous community of Kampung Kuta. Thus, this shows the existence of local knowledge about ethnobotany in the indigenous people of Kampung Kuta, which is relevant to sustainable development goals. AbstrakAda relasi interdependensi antara manusia dan alam. Relasi tersebut membentuk pengetahuan lokal dalam kehidupan manusia. Penelitian ini berfokus pada pengetahuan lokal masyarakat Sunda dalam khazanah leksikon tentang kawung di Kampung Kuta, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan teoretis linguistik antropologis. Hasil penelitian ini menunjukkan dua hal. Pertama, khazanah leksikon tentang kawung diklasifikasikan menjadi empat kategori berikut: (1) tangkal kawung, (2) alat pengolahan legen atau lahang, (3) proses pengolahan legen atau lahang, dan (4) produk pengolahan legen atau lahang. Kedua, khazanah leksikon tentang kawung meliputi fungsi berikut: (1) identitas diri, (2) sistem pengetahuan lokal, (3) lingkungan, dan (4) sosial. Berdasarkan dua temuan tersebut, khazanah leksikon tentang kawung memotret pemanfaatan kawung sebagai tanaman pangan dalam masyarakat adat Kampung Kuta. Dengan demikian, hal ini menunjukkan adanya pengetahuan lokal tentang etnobotani dalam masyarakat adat Kampung Kuta yang relevan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan.
Sikap Perempuan terhadap Eksploitasi pada Novel Bumi Manusia, Nyai Gowok, Re: dan Perempuan: Kajian Feminisme Herawati, Lilik; Nuryatin, Agus; Supriyanto, Teguh; Doyin, Mukh
Aksara Vol 37, No 1 (2025): AKSARA, EDISI JUNI 2025
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v37i1.4781.106-121

Abstract

This research examines women's attitudes towards exploitation in three modern Indonesian novels: Bumi Manusia by Pramoedya Ananta Toer, Nyai Gowok by Budi Sardjono, and Re: and Perempuan by Maman Suherman. This research applies a descriptive qualitative method with a document study type and uses a feminist literary criticism approach to examine the exploitation of women in three modern Indonesian novels. The instrument used was data cards. The data collection process involved steps such as collection, condensation, data reduction, and conclusion drawing. After collecting data from the three novels, the researcher analyzed and compared the patterns of narration and characterization of women's exploitation to draw more in-depth conclusions. The results of the research are ten novel excerpts that show that female characters such as Nyai Ontosoroh display firm resistance and independence, while Nyai Lindri expresses her resistance through the boundaries she sets, and Re: accepts the reality of exploitation with an adaptive attitude. The novels as a whole illustrate the complexity of women's responses to exploitation and their struggle for dignity and autonomy in a patriarchal society. AbstrakPenelitian ini mengkaji sikap perempuan terhadap eksploitasi dalam tiga novel modern Indonesia: Bumi Manusia karya Pramoedya Ananta Toer, Nyai Gowok karya Budi Sardjono, dan Re: dan Perempuan karya Maman Suherman. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan kritik sastra feminis. Teknik pengumpulan data meliputi langkah pengumpulan, kondensasi, reduksi data, serta penarikan kesimpulan dari kutipan-kutipan teks yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan tiga bentuk utama sikap perempuan terhadap eksploitasi: perlawanan aktif (ditunjukkan oleh Nyai Ontosoroh dalam Bumi Manusia melalui perjuangannya membangun kemandirian dan melawan patriarki kolonial), penolakan subtil (dilakukan oleh Nyai Lindri dalam Nyai Gowok melalui tindakan cerdas menolak manipulasi budaya patriarkis), dan penerimaan adaptif (yang ditunjukkan oleh Re: dalam Re: dan Perempuan sebagai mekanisme bertahan hidup di tengah eksploitasi seksual dan ekonomi). Analisis ini mengungkap bahwa sikap perempuan, meskipun berbeda dalam konteks dan bentuk, mencerminkan perjuangan untuk mempertahankan martabat, kesadaran harga diri, serta upaya melawan struktur sosial yang patriarkis dan eksploitatif. Penelitian ini berkontribusi pada kajian kritik sastra feminis dengan menampilkan bagaimana karya sastra modern Indonesia mencerminkan dan menantang realitas eksploitasi perempuan, serta relevansinya dengan kondisi sosial-kultural kontemporer.
Eksplorasi Kekerasan Verbal dan Faktor Penyebabnya untuk Transformasi Menuju Komunikasi Edukatif Murdiwan, Muhammad; Usman, Usman
Aksara Vol 37, No 1 (2025): AKSARA, EDISI JUNI 2025
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v37i1.4799.185-198

Abstract

This study aims to explore the forms of verbal violence committed by teachers against students during the teaching of Indonesian language at MTsN Wajo and to identify the underlying causes. Employing a qualitative descriptive approach, data were collected through classroom observations, audio recordings of teacher-student interactions, structured interviews, and linguistic analysis based on Infante and Wigley’s (1986) theoretical framework. The results reveal that verbal violence by teachers is manifested in nine dominant forms: insults, ridicule, sarcasm, demeaning comments, non-constructive criticism, character attacks, verbal threats, innuendos, and verbal harassment. These forms of verbal aggression have adverse psychological impacts on students, including decreased self-confidence, reduced motivation, and the emergence of fear and anxiety. The main contributing factors include emotional pressure on teachers, administrative workload, lack of training in educational communication, and weak regulatory and reporting systems in schools. These findings underscore the urgency of pedagogical reform through empathetic communication training, reflective supervision, and the development of communication ethics rooted in humanistic and equitable learning practices. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bentuk-bentuk kekerasan verbal yang dilakukan oleh guru terhadap siswa dalam proses pembelajaran Bahasa Indonesia di MTsN Wajo serta mengidentifikasi faktor-faktor penyebabnya. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi langsung, perekaman audio interaksi kelas, wawancara terstruktur dengan guru, serta transkripsi dan analisis linguistik berdasarkan kerangka teori Infante dan Wigley (1986). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekerasan verbal guru termanifestasi dalam sembilan bentuk dominan, yaitu penghinaan, ejekan, sarkasme, pernyataan meremehkan, kritik tidak konstruktif, serangan terhadap karakter, ancaman verbal, sindiran, dan pelecehan verbal. Kekerasan verbal tersebut berdampak negatif pada psikologi siswa, seperti penurunan kepercayaan diri, rendahnya motivasi belajar, serta munculnya rasa takut dan kecemasan. Faktor penyebab utamanya meliputi tekanan emosional guru, beban administratif, minimnya pelatihan komunikasi edukatif, dan lemahnya regulasi serta sistem pelaporan di sekolah. Temuan ini menegaskan urgensi reformasi pedagogi melalui pelatihan komunikasi empatik, supervisi reflektif, dan pembangunan etika komunikasi yang berorientasi pada pembelajaran humanistik dan berkeadilan.