cover
Contact Name
Anom Dwi Prakoso
Contact Email
anomdwiprakoso26@gmail.com
Phone
+6285157515166
Journal Mail Official
anom@ymci.my.id
Editorial Address
Jl. Rahtawu Raya, Desa Menawan RT 02/ 03, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Health Research Innovation
ISSN : 30466652     EISSN : 30324688     DOI : https://doi.org/10.64094/kzesc155
Core Subject : Health,
Indonesian Journal of Health Research Innovation - (IJHRI) merupakan jurnal ilmiah berkala yang dikelola dan diterbitkan oleh Yayasan Menawan Cerdas Indonesia. Jurnal ini memiliki fokus dan ruang lingkup ilmu kesehatan umum yang berkaitan dengan upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat setingggi-tingginya melalui pendekatan ilmiah melalui berbagai macam pendekatan, metode dan teknik. Fokus jurnal yaitu pada masalah kesehatan secara umum dan pengembangan ilmu bidang Kesehatan meliputi Kedokteran, Keperawatan, Kebidanan, Kesehatan masyarakat, Farmasi, Gizi, Fisioterapi, Manajemen Kesehatan, Kebijakan Kesehatan, Rekam Medis, Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja dan kesehatan lainnya. Jurnal ini terbit empat kali dalam satu tahun pada bulan February, Mei, Agustus, dan November tiap tahunnya.
Articles 112 Documents
EFEKTIVITAS EDUKASI CUCI TANGAN DRAMA MUSIKAL TERHADAP PENGETAHUAN CUCI TANGAN PAKAI SABUN (CTPS) PADA SISWA SD DI CIKARANG Cicilia Nony Ayuningsih Bratajaya; Aan Darwati; Amelia Elfa Riani; Cantika; Luna Nazwa Sumarno; Siti Nur Ameliya Sari; Nazwa Alfiyyah Kultsum
Indonesian Journal of Health Research Innovation Vol. 3 No. 1 (2026): Indonesian Journal of Health Research Innovation
Publisher : Yayasan Menawan Cerdas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64094/nnca9v63

Abstract

Cuci Tangan Pakai Sabun merupakan bagian penting dalam membiasakan diri untuk hidup bersih dan sehat sedini mungkin. Edukasi kesehatan bagi anak sekolah diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan pentingnya menjaga kebersihan tangan. Subyek penelitian ini adalah siswa Sekolah Dasar di Cikarang. Desain quasi-eksperimen dengan pendekatan one group pretest–posttest digunakan dalam penelitian ini. Teknik sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah total sampling, yaitu seluruh siswa SD kelas II B dengan jumlah 25 siswa.Kuesioner pengetahuan CTPS terdiri dari 10 soal skala Guttman. Kuesioner  telah dilakukan uji validitas  dan reliabilitas.  Uji Wilcoxon digunakan untuk menganalisis perbedaan nilai kemampuan CTPS sebelum dan sesudah diberikan intervensi. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p-Value 0,001 (p < 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa edukasi drama musikal berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan pengetahuan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) pada siswa kelas II Sekolah Dasar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa drama musikal sesuai diterapkan pada anak usia sekolah dasar. Pendidikan kesehatan kreatif memberikan dampak positif untuk menguatkan daya ingat siswa dan memiliki implikasi pada tenaga kesehatan dalam edukasi kesehatan kreatif.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN DENGAN MEDIA VIDEO TERHADAP PENGETAHUAN REMAJA TENTANG HIV/AIDS DI SMK IB KHALIFAH BANGSA Mutiara Ayu Muthiatulsalimah; Iis Tri Utami; Merry Khunchoroyati
Indonesian Journal of Health Research Innovation Vol. 2 No. 4 (2025): Indonesian Journal of Health Research Innovation
Publisher : Yayasan Menawan Cerdas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64094/393q1z81

Abstract

Pendidikan kesehatan merupakan salah satu upaya penting dalam meningkatkan pengetahuan remaja mengenai HIV/AIDS sebagai bagian dari pencegahan perilaku berisiko sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan media video terhadap pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS di SMK IB Khalifah Bangsa Kota Metro tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental one-group pretest–posttest design dengan jumlah sampel 84 responden yang terdiri dari siswa kelas X, XI, dan XII yang dipilih menggunakan teknik quota sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner untuk mengukur tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi pendidikan kesehatan. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon signed-rank test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 67,40 (kategori cukup) menjadi 82,04 (kategori baik) setelah pemberian pendidikan kesehatan. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p=0,000 (<0,05), yang berarti terdapat pengaruh pendidikan kesehatan menggunakan media video terhadap pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS. Media video dapat digunakan sebagai alternatif media pendidikan kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan remaja mengenai HIV/AIDS.
PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA POST OPEN REDUCTION INTERNAL FIXATION (ORIF) METACARPAL IV DEXTRA Rienanda, Syabina Zahra; Prastowo, Bayu; Aprilia Nur Fitrianti
Indonesian Journal of Health Research Innovation Vol. 3 No. 1 (2026): Indonesian Journal of Health Research Innovation
Publisher : Yayasan Menawan Cerdas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64094/g0xpdn86

Abstract

Fraktur metakarpal sering menimbulkan nyeri, keterbatasan lingkup gerak sendi, penurunan kekuatan otot, serta gangguan fungsi tangan setelah tindakan operasi. Pada kondisi Post Open Reduction and Internal Fixation (ORIF), fisioterapi berperan penting dalam mengembalikan gerak dan kemampuan fungsional melalui penggunaan modalitas fisik dan terapi latihan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan penatalaksanaan fisioterapi pada pasien dengan kondisi Post ORIF Metakarpal IV. Metode penelitian menggunakan pendekatan studi kasus pada satu pasien yang diberikan intervensi Short Wave Diathermy (SWD), Ultrasound Therapy (UST), dan terapi latihan selama empat kali sesi terapi. Hasil evaluasi menunjukkan adanya perbaikan klinis berupa penurunan nyeri tekan dari T1 3/10 menjadi T4 0/10, serta penurunan nyeri gerak dari T1 6/10 menjadi T4 3/10. Kekuatan otot fleksor dan ekstensor metakarpal meningkat dari 3/5 menjadi 4/5, serta lingkup gerak sendi meningkat dari T1 (S:30–0–70) menjadi T4 (S:35–0–90). Hasil ini menunjukkan bahwa penatalaksanaan fisioterapi berkontribusi terhadap perbaikan kondisi klinis pada pasien Post ORIF Metakarpal IV.
HUBUNGAN DAYA TAHAN OTOT TUNGKAI BAWAH TERHADAP FREKUENSI TENDANGAN DOLLYO CHAGI PADA PEMAIN TAEKWONDO KECABANGAN KYORUGI Nandi Saputra; Syahmirza Indra Lesmana; Mohamad Reza Hilmy; Wibowo, Eko; Maratis, Jerry
Indonesian Journal of Health Research Innovation Vol. 3 No. 1 (2026): Indonesian Journal of Health Research Innovation
Publisher : Yayasan Menawan Cerdas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64094/3pq7zw66

Abstract

Tendangan dollyo chagi merupakan teknik penting dalam Taekwondo kecabangan kyorugi. Tendangan ini harus mampu frekuentif yaitu cepat dan berulang. Adapun, salah satu komponen pendukung dollyo chagi adalah daya tahan otot terutama tungkai bawah yang mana berpotensi membantu atlet mempertahankan performa dan frekuensi tendangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan daya tahan otot tungkai bawah dengan frekuensi tendangan dollyo chagi pada atlet Taekwondo kyorugi. Penelitian ini merupakan observasional analitik dengan desain cross-sectional. Sampel berjumlah 35 atlet yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Daya tahan otot tungkai bawah diukur menggunakan Squat Test (jumlah repetisi maksimal), sedangkan frekuensi tendangan dollyo chagi diukur menggunakan Frequency of Speed Kick Test (FSKT) 10 detik (jumlah tendangan valid maksimal). Analisis data dilakukan menggunakan uji normalitas Shapiro–Wilk dan uji korelasi Pearson dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil menunjukkan terdapat hubungan positif yang signifikan antara daya tahan otot tungkai bawah dan frekuensi tendangan dollyo chagi (r = 0,756; p < 0,001). Kesimpulannya, semakin baik daya tahan otot tungkai bawah maka semakin tinggi frekuensi tendangan dollyo chagi pada atlet Taekwondo kyorugi.
ANALISIS COST-EFFECTIVENESS CEFAZOLIN VS AMPICILLIN-SULBACTAM PADA SECTIO CAESAREA PRIMIPARA DI RS HERMINA BANYUMANIK Ilma Hanifa; Ahmad Suriyadi Muslim; Muhammad Khudzaifi
Indonesian Journal of Health Research Innovation Vol. 3 No. 1 (2026): Indonesian Journal of Health Research Innovation
Publisher : Yayasan Menawan Cerdas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64094/7mw30d88

Abstract

Persalinan dengan sectio caesarea terus meningkat dan berpotensi meningkatkan risiko infeksi luka operasi (ILO). Pemberian antibiotik profilaksis merupakan strategi utama untuk mencegah infeksi, namun pemilihannya harus mempertimbangkan efektivitas klinis dan efisiensi biaya. Evaluasi farmakoekonomi diperlukan untuk menentukan alternatif terapi yang paling efisien. Penelitian ini merupakan studi farmakoekonomi observasional analitik dengan pendekatan retrospektif menggunakan metode cost effectiveness analysis (CEA). Penelitian dilakukan di RS Hermina Banyumanik periode Januari–Desember 2024 menggunakan data rekam medis dan biaya medis langsung. Sampel sebanyak 64 pasien sectio caesarea primipara dipilih dengan teknik total sampling, terdiri dari kelompok cefazolin (n=17) dan ampicillin sulbactam (n=47). Parameter efektivitas meliputi kejadian infeksi luka operasi, lama rawat inap (LOS), dan penggunaan antibiotik oral tambahan. Analisis efektivitas biaya dihitung menggunakan Average Cost Effectiveness Ratio (ACER). Tidak ditemukan kejadian infeksi luka operasi pada kedua kelompok (100% efektif). Rata-rata biaya medis langsung kelompok cefazolin lebih rendah dibandingkan ampicillin sulbactam (Rp 1.617.055 vs Rp 1.629.094). Lama rawat inap kelompok cefazolin lebih singkat (3,35 vs 3,60 hari). Proporsi pasien tanpa antibiotik oral tambahan lebih tinggi pada kelompok cefazolin (23,53% vs 6,38%). Nilai ACER kelompok cefazolin lebih rendah dibandingkan ampicillin sulbactam. Cefazolin memiliki efektivitas klinis yang setara dengan biaya lebih rendah dibandingkan ampicillin sulbactam, sehingga merupakan alternatif antibiotik profilaksis yang lebih cost-effective pada pasien sectio caesarea primipara dari perspektif rumah sakit.
IMPLEMENTASI SISTEM UNIT DOSE DISPENSING (UDD)DALAM UPAYA PENGENDALIAN RETUR OBAT DI RUMAH SAKIT Feri Hidayat Tulloh; Suwarni, Sri; Ni Nyoman Sri Mas H; Mera Putri Pratitis; Rakhmi Hidayati
Indonesian Journal of Health Research Innovation Vol. 3 No. 1 (2026): Indonesian Journal of Health Research Innovation
Publisher : Yayasan Menawan Cerdas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64094/j79jna66

Abstract

Retur obat yang sering terjadi di rumah sakit menunjukkan bahwa sistem pengelolaan dan distribusi obat belum berjalan dengan baik, sehingga bisa mengakibatkan pemborosan dan mengurangi kualitas pelayanan kefarmasian. Penerapan sistem Unit Dose Dispensing (UDD) diharapkan dapat meningkatkan akurasi pengiriman obat dan mengurangi sisa obat yang tidak digunakan oleh pasien yang dirawat inap. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan sistem UDD dalam upaya mengelola pengembalian obat di rumah sakit. Penelitian mixed methods dengan pendekatan kuantitatif komparatif non-eksperimental untuk membandingkan persentase retur obat sebelum dan sesudah implementasi UDD, serta pendekatan kualitatif melalui wawancara mendalam untuk mengidentifikasi faktor yang memengaruhi pelaksanaannya. Penelitian dilakukan di Ruang VIP I dan II salah satu rumah sakit di Kabupaten Demak tahun 2025 dengan total sampling sebanyak 133 resep sebelum dan 167 resep sesudah implementasi UDD, serta informan tenaga kefarmasian dan perawat yang dipilih secara purposive. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata persentase retur obat sebelum implementasi UDD sebesar 30,09%, sedangkan sesudah implementasi UDD sebesar 32,68%, masih melebihi ketentuan SPO <10%. Analisis kualitatif menunjukkan retur obat sebagian besar disebabkan oleh perubahan terapi dokter, obat sisa dari IGD, dan keterbatasan tenaga farmasi yang menyebabkan perawat menangani distribusi langsung. Meskipun implementasi UDD membantu mengatur distribusi obat dan mengurangi beban kerja tenaga kefarmasian dan perawat, sistem ini belum sepenuhnya menurunkan tingkat retur. Implementasi UDD berpotensi meningkatkan efisiensi pengelolaan obat, namun memerlukan pengawasan ketat dan optimalisasi prosedur untuk menurunkan retur obat secara signifikan. Rata-rata retur obat sebelum masih di atas standar. UDD belum menurunkan retur secara signifikan p=0,549 (p>0,05) dan masih memerlukan optimalisasi serta pengawasan lebih lanjut.
HUBUNGAN KEJADIAN DEPRESI DENGAN KUALITAS HIDUP PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN TAHAP AKHIR UNIVERSITAS ISLAM AL-AZHAR MATARAM Wiriatul Hasanah; Lusiana Wahyu Ratna; Dina Qurratu Ainin; Irwan Syuhada
Indonesian Journal of Health Research Innovation Vol. 3 No. 1 (2026): Indonesian Journal of Health Research Innovation
Publisher : Yayasan Menawan Cerdas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64094/3nfftq15

Abstract

Depresi merupakan salah satu gangguan mental yang sering terjadi pada mahasiswa kedokteran dan dapat berdampak pada penurunan kualitas hidup. Mahasiswa tahap akhir memiliki beban akademik yang tinggi, tuntutan penyelesaian studi, serta tekanan psikologis yang berpotensi meningkatkan risiko depresi dan mempengaruhi kualitas hidupnya. Mengetahui hubungan antara kejadian depresi dengan kualitas hidup pada mahasiswa tahap akhir Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar Mataram. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 135 mahasiswa tahap akhir yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Tingkat depresi diukur menggunakan Beck Depression Inventory-II (BDI-II), sedangkan kualitas hidup diukur menggunakan World Health Organization Quality of Life-BREF (WHOQOL-BREF). Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman Rank dengan bantuan SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara kejadian depresi dengan kualitas hidup mahasiswa, dengan nilai p-value = 0,033 (p < 0,05) dan koefisien korelasi Spearman (rs) sebesar -0,566. Hasil ini menunjukkan adanya hubungan negatif dengan kekuatan korelasi sedang, dimana semakin tinggi tingkat depresi maka kualitas hidup semakin rendah. Terdapat hubungan signifikan antara kejadian depresi dengan kualitas hidup pada mahasiswa tahap akhir Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar Mataram.
FAKTOR RISIKO KEJADIAN DIARE PADA BALITA DI KAWASAN WISATA DESA SADE, LOMBOK TENGAH Firmansyah Akbar; Fauzy Ma’ruf; Sukandriani Utami; Ali Sukmajaya
Indonesian Journal of Health Research Innovation Vol. 3 No. 1 (2026): Indonesian Journal of Health Research Innovation
Publisher : Yayasan Menawan Cerdas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64094/c2f3xe57

Abstract

Diare merupakan penyakit berbasis lingkungan yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat dan berkontribusi besar terhadap morbiditas balita. Di Indonesia, prevalensi diare masih tinggi, termasuk di Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Desa Sade sebagai kawasan wisata dengan praktik tradisional perumahan memiliki kondisi sanitasi lingkungan yang berpotensi mempengaruhi kejadian diare pada balita. Tujuan penelitian untuk Mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan ibu, pola asuh, jenis lantai rumah, dan kepemilikan jamban dengan kejadian diare pada balita di Kawasan Wisata Desa Sade. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional yang dilaksanakan pada bulan Juni–Juli 2024. Sampel sebanyak 109 ibu yang memiliki balita dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur. Analisis bivariat menggunakan uji Chi-square dan analisis multivariat menggunakan regresi logistik dengan tingkat kepercayaan 95%. Prevalensi diare pada balita sebesar 31,2%. Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan ibu (p<0,001), pola asuh (p<0,001), jenis lantai rumah (p<0,001), dan kepemilikan jamban (p<0,001) dengan kejadian diare pada balita. Analisis multivariat menunjukkan bahwa jenis lantai rumah merupakan faktor yang paling dominan berhubungan dengan kejadian diare (OR=30,892; CI 95%: 5,292–180,327; p<0,001). Tingkat pengetahuan ibu, pola asuh, jenis lantai rumah, dan kepemilikan jamban berhubungan secara signifikan dengan kejadian diare pada balita. Jenis lantai rumah merupakan faktor yang paling dominan. Perbaikan sanitasi lingkungan rumah dan peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat diperlukan untuk menurunkan kejadian diare pada balita.
HUBUNGAN KNOWLEDGE, ATTITUDE, PRACTICE PERNIKAHAN DINI DENGAN KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA PUTRI DI DESA GELANGSAR Luthfiyyah Asri Cahyani; Sabrina Intan Zoraya; Nurkomariah Zulhijjah; Dany Karmila
Indonesian Journal of Health Research Innovation Vol. 3 No. 1 (2026): Indonesian Journal of Health Research Innovation
Publisher : Yayasan Menawan Cerdas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64094/xe60e261

Abstract

Kesehatan reproduksi remaja merupakan aspek penting dalam menentukan kualitas kesehatan di masa depan, namun masih menghadapi berbagai permasalahan, termasuk pernikahan dini. Pernikahan dini dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan reproduksi karena kondisi fisik dan psikologis remaja yang belum matang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan knowledge, attitude, dan practice mengenai pernikahan dini dengan status kesehatan reproduksi remaja putri di Desa Gelangsar. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional yang dilaksanakan pada bulan Desember 2023. Sampel sebanyak 74 remaja putri dipilih menggunakan teknik multistage random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan uji Chi-square dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden dengan knowledge kurang baik memiliki proporsi gangguan kesehatan reproduksi lebih tinggi (33,8%) dibandingkan dengan knowledge baik (9,5%) dengan nilai p=0,004. Responden dengan attitude kurang baik memiliki proporsi gangguan kesehatan reproduksi sebesar 32,4% dibandingkan attitude baik (10,8%) dengan nilai p=0,006. Responden yang melakukan pernikahan dini memiliki proporsi gangguan kesehatan reproduksi lebih tinggi (24,3%) dibandingkan yang tidak menikah dini (18,9%) dengan nilai p=0,001. Penelitian ini menunjukkan bahwa knowledge, attitude, dan practice mengenai pernikahan dini berhubungan secara signifikan dengan status kesehatan reproduksi remaja putri. Peningkatan edukasi kesehatan reproduksi dan pencegahan pernikahan dini diperlukan untuk menurunkan risiko gangguan kesehatan reproduksi pada remaja.
HUBUNGAN STRES, AKTIVITAS FISIK, DAN PERILAKU MAKAN DENGAN STATUS GIZI SISWA SMAN 4 PRAYA LOMBOK TENGAH Ahmad Mursyid; Dewi Utari; I Gede Angga Adnyana; Dasti Anditiarina
Indonesian Journal of Health Research Innovation Vol. 3 No. 1 (2026): Indonesian Journal of Health Research Innovation
Publisher : Yayasan Menawan Cerdas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64094/68v5we42

Abstract

Remaja menghadapi masalah gizi ganda, yaitu gizi kurang dan gizi lebih, yang dapat dipengaruhi oleh faktor psikososial dan perilaku. Stres, aktivitas fisik, dan perilaku makan merupakan determinan penting status gizi pada usia sekolah.Tujuan penelitian untuk menganalisis hubungan tingkat stres, aktivitas fisik, dan perilaku makan dengan status gizi siswa kelas XII SMAN 4 Praya, Lombok Tengah. Penelitian kuantitatif analitik dengan desain cross-sectional pada Januari 2024 di SMAN 4 Praya. Sampel berjumlah 90 siswa dipilih menggunakan purposive sampling dari populasi siswa kelas XII. Data dikumpulkan melalui kuesioner untuk mengukur tingkat stres, aktivitas fisik, dan perilaku makan, serta pengukuran antropometri untuk menentukan status gizi. Analisis bivariat dilakukan menggunakan uji korelasi Gamma untuk variabel ordinal dan uji Mann–Whitney sesuai karakteristik data dengan tingkat signifikansi 0,05. Sebagian besar responden memiliki status gizi normal (56,7%), tingkat stres sedang (67,8%), perilaku makan baik (54,4%), dan aktivitas fisik sedang (64,4%). Terdapat hubungan bermakna antara tingkat stres dan status gizi (p<0,001). Tidak terdapat hubungan bermakna antara perilaku makan dan status gizi (p=0,391) maupun antara aktivitas fisik dan status gizi (p=0,910). Tingkat stres berhubungan signifikan dengan status gizi siswa kelas XII SMAN 4 Praya. Perilaku makan dan aktivitas fisik tidak menunjukkan hubungan yang signifikan dengan status gizi pada penelitian ini. Penelitian lanjutan perlu mempertimbangkan faktor perancu seperti kualitas tidur, asupan energi, pengetahuan gizi, dan kondisi medis, serta menggunakan instrumen aktivitas fisik yang lebih objektif.

Page 11 of 12 | Total Record : 112