cover
Contact Name
T Heru Nurgiansah
Contact Email
therunurgiansah@gmail.com
Phone
+6282295838368
Journal Mail Official
therunurgiansah@gmail.com
Editorial Address
Perumahan Puri Nirwana Bangunjiwo No.A-5 Dusun Kenalan Kelurahan Bangunjiwo Kecamatan Kasihan Kabupaten Bantul Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Journal of Health Education Law Information and Humanities
Published by CV. Rayyan Dwi Bharata
ISSN : 30897513     EISSN : 30897505     DOI : https://doi.org/10.57235
HELIUM: Journal of Health Education Law Information and Humanities dengan nomor ISSN terdaftar 3089-7513 (Cetak - Print) dan 3089-7505 (Online - Elektronik) adalah jurnal akses terbuka ilmiah yang diterbitkan oleh CV Rayyan Dwi Bharata. HELIUM: Journal of Health Education Law Information and Humanities bertujuan untuk mempublikasikan hasil penelitian asli dan review hasil penelitian pada lingkup: 1. Kesehatan, kedokteran, Obat-Obatan, Kebidanan, Elektromedis 2. Pendidikan, Pembelajaran 3. Hukum 4. Teknologi, Sistem Informasi, Transportasi Publik 5. Humaniora, Sosial, Antropologi, Bufaya HELIUM: Journal of Health Education Law Information and Humanities diterbitkan 1 tahun 2 kali (Febuari dan Agustus).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 126 Documents
Faktor Penyebab Kesalahan Pemberian Obat oleh Tenaga Kesehatan dan Upaya Pencegahannya Dewi, Mustika Sari
Journal of Health Education Law Information and Humanities Vol 1, No 1 (2025): Januari 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/helium.v1i1.5574

Abstract

Kesalahan pemberian obat merupakan hal yang dapat dihindari, namun kejadian ini masih saja terjadi. Tujuan: studi ini ditujukan untuk mengkaji faktor penyebab kesalahan pemberian obat oleh tenaga kesehatan dan upaya pencegahannya berdasarkan temuan dalam artikel penelitian terdahulu. Studi ini merupakan literature review dengan pencarian melalui basis data Google sholar. Kata kunci yang digunakan adalah kesalahan pemberian obat pada pasien, keselamatan pasien. enam artikel terbitan tahun 2019 – 2023 ditelaah. Artikel tersebut terkait kesalahan pemberian obat, Pencegahan kesalahan pemberian obat, dan aspek hukum yang terkait. Penggunaan aplikasi seluler telah terbukti efektif dalam mengurangi kesalahan dosis obat, terutama pada anak-anak. Namun, kesalahan dalam memberi obat adalah masalah serius yang sering terjadi, memerlukan tanggung jawab penuh dari Apoteker dan tim kesehatan terkait. Meskipun identifikasi pasien di ruang perawatan RSUD Otanaha Kota Gorontalo terbilang baik, masih ada kekurangan dalam interaksi sosial petugas. Kesalahan pengambilan obat, terutama karena obat dengan nama yang mirip, menunjukkan perlunya pengecekan ganda untuk mencegah kesalahan yang berpotensi berbahaya bagi pasien.
Implementasi Mediasi pada Pengadilan Negeri Lubuk Pakam: Tantangan dan Peluang Hutauruk, Mario Christian; Sihotang, Lesson
Journal of Health Education Law Information and Humanities Vol 2, No 1 (2025): Februari 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/helium.v2i1.5259

Abstract

Konstitusi Indonesia melalui Pasal 24 ayat (1) UUD 1945, menyatakan bahwa kekuasaan kehakiman merupakan kekuasaan yang merdeka guna menyelenggarakan peradilan demi tegaknya hukum dan keadilan di negara Indonesia, yang dalam pelaksanaanya Lembaga Pengadilan Negeri dalam melaksanakan penyelengaaraan peradilan tersebut dalam ruang lingkup sengketa keperdataan bermula dengan melaksanakan Peraturan Mahkamah Agung Nomor 1 Tahun 2008 dan Peraturan Mahkamah Agung Nomor 1 Tahun 2016 tentang Prosedur Mediasi di Pengadilan. Pengadilan Negeri Lubuk Pakam sebagai bagian dari Lembaga Penegak Hukum yang menyelenggarakan ketentuan tersebut, tentu memiliki tantangan dan peluang dalam pengimplementasiannya, hal tersebutlah yang akan penulis uraikan dalam tulisan ini, dengan penulisan ilmiah dan mempergunakan metode penelitian hukum Normatif-empiris, yang berfokus pada aturan hukum dan penerapannya.
Implementasi Nilai Pancasila Dalam Kehidupan Sehari-Hari pada Anak Jenjang Sekolah Dasar di Panti Asuhan Bersinar Jakarta Widiyawati, Valentina Tyas; Tumanggor, Raja Oloan; Angeline, Vania; Annissatya, Kyantina Alifah; Putri, Yohana Desia; Depari, Mey Emeninta Sembiring
Journal of Health Education Law Information and Humanities Vol 2, No 1 (2025): Februari 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/helium.v2i1.4516

Abstract

Pancasila sebagai dasar negara Indonesia memegang peranan penting dalam membentuk karakter bangsa, khususnya pada generasi muda. Namun, menurut data dari Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan menunjukkan bahwa hanya 28,6% siswa di Indonesia yang memahami Pancasila di ruang kelas, sedangkan sisanya mengakses informasi melalui media sosial (Kemenko PMK, 2022). Hal ini sejalan dengan penelitian oleh Hamidah (2021) yang mengungkapkan bahwa pemahaman nilai-nilai Pancasila di kalangan anak-anak perlu ditingkatkan melalui metode pendidikan yang inovatif. Oleh karena itu, penulis melaksanakan proyek kemanusiaan di Panti Asuhan Bersinar Jakarta Timur dengan tujuan untuk memberikan edukasi komprehensif mengenai Pancasila dan penerapan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini difokuskan pada anak-anak sekolah dasar dengan tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga melalui pendekatan interaktif, termasuk diskusi, permainan edukatif, dan kegiatan seni. Hasil dari kegiatan proyek kemanusiaan ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan kesadaran anak-anak Panti Asuhan Bersinar Jakarta Timur jenjang sekolah dasar terhadap nilai-nilai Pancasila, seperti keTuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan sosial.
Pertanggungjawaban Pelaku Tindak Pidana Pemerkosaan (Studi Putusan Nomor:115/Pid.B/2024/Pn Liw) Seftiniara, Intan Nurina; Pasaribu, Irma Wati
Journal of Health Education Law Information and Humanities Vol 2, No 1 (2025): Februari 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/helium.v2i1.5327

Abstract

Pemerkosaan adalah salah satu tindak pidana serius yang tidak hanya melanggar hukum pidana, tetapi juga merusak harkat dan martabat korban. Dalam konteks hukum di Indonesia, tindak pidana pemerkosaan diatur dalam Pasal 285 KUHP dan diperluas dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS). Artikel ini menganalisis pertanggungjawaban pelaku pemerkosaan dengan memperhatikan unsur-unsur tindak pidana, dampak terhadap korban, serta faktor-faktor yang memengaruhi penegakan hukum. Studi ini menunjukkan bahwa meskipun regulasi hukum sudah tersedia, tantangan dalam proses pembuktian dan bias gender masih menjadi hambatan signifikan. Pendekatan hukum yang berbasis pada hak asasi manusia dan perlindungan korban sangat diperlukan untuk menciptakan sistem peradilan yang lebih adil dan efektif dalam menangani kasus pemerkosaan.
Pengaruh Kepemimpinan, Motivasi, dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Karyawan (Studi Kasus pada Karyawan PT Teguh Wibawa Bhakti Persada, Tulang Bawang) Saputri, Indri Wulan
Journal of Health Education Law Information and Humanities Vol 2, No 1 (2025): Februari 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/helium.v2i1.5242

Abstract

Tujuan dari penelitian yang dilakukan oleh penulis adalah untuk mengidentifikasi pengaruh kepemimpinan, motivasi, dan disiplin kerja terhadap kinerja karyawan PT Teguh Wibava Bhakti Parsada. Dalam industri pengolahan tapioka yang sering menghadapi tantangan persaingan dan fluktuasi harga, penting bagi perusahaan untuk meningkatkan kinerja karyawan. Desain studi menerapkan pendekatan kuantitatif. Total sampel mencapai 70, dan sampel ditentukan dengan pengambilan sampel objektif. Data diperoleh melalui survei langsung di daerah tempat kuesioner didistribusikan dalam bentuk kuesioner. Data tersebut kemudian dianalisis menggunakan alat SPSS versi 26. Teknik analisis yang digunakan meliputi uji persepsi klasik, regresi linier berganda, uji-t (parsial), uji-F (simultan), dan koefisien determinasi (R2). Analisis uji-t dari variabel timbal menghasilkan nilai t 1,271 1,668. Artinya, beberapa variabel timbal memiliki pengaruh negatif. Nilai T dari variabel motivasi adalah 3,2561,668, yang berarti bahwa variabel motivasi memiliki efek positif sebagian. Untuk variabel disiplin kerja, nilai-t adalah 0,145 1,668, yang berarti tidak mempengaruhi kinerja karyawan sebagian. Pada level signifikansi 0,05, perhitungan F adalah 4,5052,75 dan nilai presisi adalah 0,006 0,05. Kondisi ini menunjukkan apakah variabel independen memengaruhi variabel ko-dependen.
Hubungan Antara Emfisema, Kanker Paru Dan Pentingnya Udara Bersih Untuk Kesehatan Paru-Paru Nasution, Irfan Sazali; Siringo-ringo, Harmita; Putri, Dinda Allisya; Siregar, Sabrina Rizky; Siregar, Nadia Aska Pikria; Sirait, Najma Hayati
Journal of Health Education Law Information and Humanities Vol 2, No 1 (2025): Februari 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/helium.v2i1.5094

Abstract

Di dunia ini, hal yang paling penting adalah kesehatan. Banyak dari masyarakat yang masih menyepelekan tentang kebiasaan-kebiasaan yang dapat memperburuk kesehatan terutama kesehatan paru-paru. Udara yang merupakan faktor paling utama dalam menjaga kesehatan paru-paru. Udara yang bersih adalah udara yang terbebas dari polusi dan kaya akan oksigen. Permasalahan udara yang paling banyak di indonesia adalah udara yang tercemar oleh asap pabrik, asap kendaraan dan yang paling sering kita temui di lingkungan masyarakat adalah asap akibat pembakaran sampah dan asap yang disebabkan oleh rokok. Salah satu penyakit yang paling umum ditemui akibat udara tercemar adalah emfisema dan kanker paru. Penyakit ini tidak hanya mengganggu sistem kesehatan, tetapi juga memberikan dampak yang signifikan terhadap ekonomi. Berdasarkan laporan kementrian kesehatan RI di tahun 2022, terjadi kenaikan persentase penyakit emfisema dan kanker paru sebanyak 20% dalam 5 tahun terakhir.
Peran dan Fungsi Komisi Yudisial dalam Menegakkan Kode Etik Perilaku Hakim (Studi pada Kantor Penghubung Wilayah Lampung) Marpaung, Lintje Anna; Ainita, Okta; Zahra, Raudatul Zanah Al
Journal of Health Education Law Information and Humanities Vol 2, No 1 (2025): Februari 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/helium.v2i1.5317

Abstract

Komisi Yudisial adalah salah satu lembaga ketatanegaraan Indonesia yang bersifat indepedensi. Dibentuknya Komisi Yudisial untuk mengawasi dan memantau perilaku hakim-hakim dalam persidangan. Peranan Komisi Yudisial diharapkan dapat mewujudkan dunia peradilan yang bebas dan bersih dari gratifikasi serta korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN). Tugas dan kewenangan yang dimiliki Komisi Yudisial telah diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2011 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2004 tentang Komisi Yudisial. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana peran dan fungsi Komisi Yudisial wilayah Lampung dalam menegakkan kode etik perilaku hakim di Provinsi Lampung, dan seperti apa factor pnghambat Komisi Yudisial wilayah Lampung dalam menegakkan kode etik perilaku hakim di Provinsi Lampung. Metode peneitian yang digunakan yaitu yuridis normative dan empiris, data yang dipergunakan adalah data sekunder dan primer. Studi yang dilakukan dengan studi kepustakaan dan studi lapangan, dan analisis data yang dipergunakan adalah kualitatif. Hasil penelitian dari peran dan fungsi Komisi Yudisial dalam menegakkan kode etik perilaku hakim di Provinsi Lampung  masih kurangnya SDM pada kantor wilayah menjadi penghamabt terjalankannya wewnang dan tugas Komisi Yudisial dalam melakukan pemantauan dan pengawasan perilaku hakim dalam persidangan. Pengawasan perilaku hakim yang tidak hanya dilakukan di persidangan tetapi pada kehidupan sehari-hari hakim itu sendiri membuat Komisi Yudisial membutuhkan peranan aktif masyarakat untuk ikut melakukan pengawasan terhadap hakim di uar persidangan. Culture serta minimnya literasi atau rasa keiingintahuan masyarakat Lampung terhadap hukum dan Komisi Yudisial menempatkan terjadinya pelanggaran kode etik perilaku hakim di provinsi lampung. Saran yaitu bagi Komisi Yudisial Penghubung Wilayah Lampung untuk dapat lebih meningkatkan kualitas maupun kuantitas dalam melakukan pengawasan dan pemantauan perilaku hakm-hakim yang ada di provinsi Lampung. Masyarakat juga diharapkan dapat bekerjasama dalam hal melakukan pengaduan terkait adanya pelanggaran Kode Etik Pedoman Perilaku Hakim (KEPPH) di Provinsi Lampung.
Pengetahuan Masyarakat Pesisir Tentang Stunting dan Pentingnya Gizi pada Anak Fatiha, Alifa; Putri, Syfa Ardhia; Ramahdani, Suci; Sabrina, Zakiatus; Zuhra, Fatimah; Aulia, Natasya
Journal of Health Education Law Information and Humanities Vol 2, No 1 (2025): Februari 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/helium.v2i1.5232

Abstract

Menurut data Badan Kesehatan Dunia (WHO), stunting di Indonesia berada pada angka yang mengkhawatirkan, khususnya di wilayah pesisir, di mana akses terhadap sumber daya kesehatan dan pendidikan, stunting adalah suatu keadaan balita pendek, atau suatu kondisi anak berusia dibawah lima tahun mengalami gagal tumbuh akibat dari kurang gizi kronis dan infeksi berulang yang biasanya terjadi terutama pada pada periode 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Penelitian ini bertujuan untuk menggali sejauh mana pengetahuan masyarakat pesisir tentang stunting dan pentingnya gizi pada anak. Metode penelitian kuantitatif deskriptif, dengan populasi ialah masyarakat pesisir, sampel dalam penelitian ini terdiri dari 35 responden yang diambil menggunakan teknik purposive sampling dan data dalam penelitian ini dikumpulkan melalui kuesioner online menggunakan Google Form. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanggapan mayoritas responden (31 orang, 88,57%) menyebutkan bahwa penyebab utama stunting adalah kurangnya asupan gizi pada anak. Sementara itu, faktor lingkungan dan genetik masing-masing dianggap sebagai penyebab oleh 1 orang (2,86%) dan 2 orang (5,71%). Sisa responden (2,86%) menganggap bahwa ketidakpedulian terhadap lingkungan bisa menjadi faktor penyebab stunting. Kesimpulannya berdasarkan hasil kuesioner mengenai pemberian gizi pada anak di masyarakat pesisir, bahwa sebagian besar ibu menghadapi kendala dalam memberikan gizi yang baik kepada anak mereka, dengan alasan utama terkait faktor ekonomi dan mahalnya kebutuhan gizi.
Peran Media Pembelajaran Digital Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Bangun Datar pada Siswa Sekolah Dasar Kelas V Sinaga, D Yuliana; Siallagan, Anisa; Siahaan, Friska; Nainggolan, Jogina; Manurung, Joy; Situmorang, Juni; Situmorang, Ratna; Silalahi, Vinnauli
Journal of Health Education Law Information and Humanities Vol 2, No 1 (2025): Februari 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/helium.v2i1.4971

Abstract

Seiring dengan pesatnya kemajuan teknologi dan informasi, peran media pembelajaran menjadi semakin vital dalam mendukung proses belajar mengajar. Dengan memanfaatkan berbagai media yang tersedia, pendidik dapat menyampaikan materi dengan cara yang lebih efektif dan efisien. Terdapat beragam jenis media pembelajaran yang dapat dipilih, di mana pendidik perlu mempertimbangkan kesesuaian media tersebut dengan konteks sekolah atau kelas agar tujuan pembelajaran yang diharapkan dapat tercapai.Keberadaan media pembelajaran di tengah era digital ini turut mempermudah pelaksanaan kegiatan belajar mengajar, sekaligus memberikan kontribusi signifikan terhadap pengalaman belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran media pembelajaran digital dalam meningkatkan hasil belajar matematika, khususnya pada materi Bangun Datar untuk siswa kelas V Sekolah Dasar. Media pembelajaran digital diharapkan dapat memberikan visualisasi interaktif, meningkatkan keterlibatan siswa, serta mendukung berbagai gaya belajar, baik visual, auditori, maupun kinestetik. Namun, pembelajaran matematika di tingkat sekolah dasar masih menghadapi berbagai tantangan, seperti dominasi pendekatan konvensional dan rendahnya integrasi teknologi dalam proses belajar. Selain itu, penelitian ini juga mengeksplorasi faktor-faktor yang menghambat pemanfaatan media digital, seperti keterbatasan infrastruktur teknologi dan minimnya pelatihan bagi guru. Dengan menerapkan media pembelajaran digital, diharapkan penelitian ini dapat memberikan solusi yang efektif untuk memperdalam pemahaman siswa terhadap konsep-konsep abstrak, seperti Bangun Datar, serta meningkatkan hasil belajar mereka. Lebih jauh, hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi bagi sekolah dan pendidik dalam mengintegrasikan media pembelajaran digital secara optimal dalam proses pembelajaran.
Analisa Pengalihan Piutang (Cessie) Berdasarkan Putusan Pengadilan Tinggi Pekanbaru Nomor: 13/PDT/2017/PT.PBR Junto Putusan Pengadilan Negeri Bangkinang Nomor: 6/PDT.G/2016/PN.BKN Suhardi, Suhardi; Ismi, Hayatul; Firmanda S, Hengki
Journal of Health Education Law Information and Humanities Vol 2, No 1 (2025): Februari 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/helium.v2i1.5168

Abstract

Banking is something related to banks, including institutions, business activities, and methods or processes in implementing business activities. One of the activities of financial institutions is banking that has credit facilities. In practice, Cessie often causes problems between the parties. Many Cessie cases occur especially between customers and the Bank. This type of legal research is categorized as a type of normative legal research. Normative legal research is library legal research. The data sources used are secondary data consisting of primary legal materials, secondary legal materials and tertiary legal materials. Data collection techniques come from the literature study method. After the data is collected, conclusions are drawn. This normative research data is analyzed qualitatively. From the research results, 2 (two) main points were obtained, namely first, the transfer of receivables through cession does not result in the termination of the credit agreement made between the creditor and the debtor, it only results in the transfer of the right to collect or receivables from the debtor (cessus) to a third party who then replaces the position of the old creditor (cedent) as the new creditor (cessionaris). Second, the transfer (cession) carried out by the old creditor (cedent) to the new creditor (cessionaris) is an act that is justified by law, but the actions taken by the new creditor (cessionaris) against the debtor are unlawful acts. The researcher's suggestion is first, to provide detailed provisions on the transfer of receivables through cession in the form of a Ministerial Decree or other Regulations in the Legislation. Second, for all new creditors (cessionaris) in the future before taking legal action, it is expected to take preventive steps for creditors to find the best ways to resolve bad debts so that the parties get their rights and do not harm each other.

Page 11 of 13 | Total Record : 126