cover
Contact Name
Putu Aryastana
Contact Email
aryastanaputu@warmadewa.ac.id
Phone
+6281222788222
Journal Mail Official
paduraksa.sipil@gmail.com
Editorial Address
Jl. Terompong 24 Tanjung Bungkak Denpasar Bali, Indonesia
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Paduraksa : Jurnal Teknik Sipil Universitas Warmadewa
Published by Universitas Warmadewa
Core Subject : Social, Engineering,
PADURAKSA: Jurnal Teknik Sipil Universitas Warmadewa, 2303-2693 (Print ISSN), 2581-2939 (Electronic ISSN) is a journal of civil engineering provides a forum for publishing research articles or review articles which published by Warmadewa University Press jointly with Progam Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik dan Perencanaan, Universitas Warmadewa. This journal is also dedicated to provide an intellectual space of scholarly discussion how journal of civil engineering able to create the new global formation of civil engineering and similar issues. This journal has been distributed by Progam Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik dan Perencanaan, Universitas Warmadewa started from Volume 1 Number 1 Year 2012 for Print and Oline from Volume 3 Number 1 Year 2014 to present. This journal encompasses original research articles, review articles, and short communications, including: Civil Engineering; Water Resources; Construction Management; Transportation; Structure; Geotechnics; Environment; Others Engineering
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 2 (2016)" : 6 Documents clear
ANALISIS KINERJA PERSIMPANGAN SEBAGAI IMPLEMENTASI TUJUAN MANAJEMEN LALU LINTAS (KASUS PERSIMPANGAN HANGTUAH TIMUR-HANGTUAH BARAT-SEDAP MALAM-TUKAD NYALI DENPASAR) Dewa Ayu Nyoman Sriastuti; A.A. Gde Sumanjaya; Made Putra Sanjaya
PADURAKSA: Jurnal Teknik Sipil Universitas Warmadewa Vol. 5 No. 2 (2016)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik dan Perencanaan, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (952.282 KB) | DOI: 10.22225/pd.5.2.374.1-12

Abstract

Permasalahan lalulintas di Kota Denpasar saat ini merupakan salah satu permasalahan yang perlu mendapat penanganan yang serius dari pemerintah dan semua unsur yang terkait. Dari berbagai permasalahan lalulintas yang ada, permasalahan lalulintas yang krusial di kota Denpasar saat ini adalah terjadinya kemacetan di ruas-ruas jalan dan persimpangan kota Denpasar khususnya pada persimpangan bersinyal. Hal ini sebagai akibat dari semakin padatnya penduduk yang menyebabkan peningkatan mobilitas dan menimbulkan peningkatan tarikan dan bangkitan perjalanan dengan segala jenis aktifitasnya. Salah satu persimpangan di Kota Denpasar yang mempunyai permasalahan kemacetan lalulintas adalah simpang Hangtuah Timur-Hangtuah Barat - Sedap Malam-Tukad Nyali di daerah Sanur. Kapasitas persimpangan saat ini sudah tidak mampu menampung volume kendaraan yang lewat terutama pada jam-jam sibuk dan pada kondisi lingkungan tertentu seperti saat hari libur dan saat berlangsungnya upacara keagamaan karena simpang Hangtuah Timur- Hangtuah Barat - Sedap Malam-Tukad Nyali ini merupakan jalan akses menuju Pantai Sanur dimana Pantai Sanur merupakan salah satu lokasi penyelenggaraan upacara keagamaan dan merupakan salah satu pantai sebagai obyek wisata serta penyeberangan menuju Pulau Nusa Penida dan pulau-pulau disekitarnya. Disamping kapasitas yang sudah tidak sesuai dengan volume, masalah pengaturan persimpangan juga menjadi indikator penyebab permasalahan lalulintas di persimpangan tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode observasi dengan melakukan survai lalulintas tepi jalan pada masing-masing pendekat simpang Hangtuah Timur-Hangtuah Barat - Sedap Malam-Tukad Nyali. Survai lalulintas yang dilakukan adalah survai unjuk kerja berupa volume lalu lintas dan kinerja simpang, dimana hasil survai ini digunkan sebagai indicator pembanding terhadap kapasitas pendekat simpang dan evaluasi terhadap pengaturan sinyal pada simpang. Volume lalu lintas total pada periode jam puncak pagi sebesar 35028.4 SMP/Jam, jam puncak siang sebesar 32008.4 SMP/Jam dan jam puncak sore sebesar 35030 SMP/jam dengan pengaturan simpang 2 fase dengan waktu total kehilangan (L) 16 detik, waktu siklus optimum (Co) 45 detik, total waktu hijau efektif (WHE) 29 detik, Waktu hijau efektif (WHE) untuk Fase 1 = WHE_1 17 detik, Fase 2 = WHE_2 12 detik, Waktu hijau aktual (WHA) untuk WHE_1 = 18 detik, WHE_2 = 13 detik. Kata kunci: Kinerja simpang, Kemacetan, Manajemen Lalulintas
PERENCANAAN KEBUTUHAN DAN PENJADWALAN SUMBER DAYA PADA PELAKSANAAN PROYEK KONSTRUKSI Ketut Nudja
PADURAKSA: Jurnal Teknik Sipil Universitas Warmadewa Vol. 5 No. 2 (2016)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik dan Perencanaan, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.628 KB) | DOI: 10.22225/pd.5.2.375.13-23

Abstract

Pada waktu proyek memasuki tahap pelaksanaan (construction), maka pekerjaan pada tahap ini adalah mewujudkan bangunan yang dibutuhkan oleh pemilik proyek yang sudah dirancang oleh konsultan perencana dalam batasan biaya dan waktu yang telah disepakati, serta dengan mutu yang telah disyaratkan. Kegiatan perencanaan yang dimaksud diantaranya adalah perencanaan sumber daya yang meliputi perencanaan kebutuhan dan jadwal pengadaan tenaga kerja, material, dan alat untuk suatu proyek. Hasil akhir dari perencanaan ini akan dipakai sebagai dasar dalam pengendalian tenaga kerja, material, dan alat selama pelaksanaan proyek berjalan, sehingga diharapkan dengan cepat diketahui adanya penyimpangan dari perencanaan tadi. Berdasarkan pembahasan, didapat kebutuhan total untuk masing-masing sumber daya manusia (tenaga kerja) untuk pekerja = 2450 orang, mandor = 264 orang, penganyam = 208 orang, tukang besi = 504 orang, tukang batu = 90 orang, tukang kayu = 414 orang, tukang besi = 14 orang, tukang batu = 2 orang, tukang kayu = 18 orang. Grafik kebutuhan sumber daya manusia (tenaga kerja), terutama pekerja dan mandor cendrung menunjukan grafik yang sudah mendekati idial yang sering disebut Resource yang ideal, sehingga tidak perlu diadakan perataan lagi. Untuk jadwal pengadaan kebutuhan sumber daya manusia (tenaga kerja), dapat menggunakan jadwal pelaksanaan awal karena tidak diperlukan lagi perataan kebutuhan sumber daya manusia (tenaga kerja). Kata kunci: perencanaan, sumber daya, proyek konstruksi
PERBANDINGAN PERILAKU STRUKTUR BETON BERTULANG ANALISIS SISTEM DINDING BATA SEBAGAI STRUT DENGAN SISTEM OPEN FRAME (Studi Kasus: Gedung Rumah Toko, Jalan A. A. Gede Ngurah No 112 Mataram, NTB) I Made Kusuma Wirnata; I Ketut Yasa Bagiarta; I Wayan Jawat
PADURAKSA: Jurnal Teknik Sipil Universitas Warmadewa Vol. 5 No. 2 (2016)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik dan Perencanaan, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1195.211 KB) | DOI: 10.22225/pd.5.2.376.24-45

Abstract

Pada umumnya dinding pengisi pada perencanaan gedung hanya dianggap sebagai beban mati yang terbagi rata (open frame) dan tidak diperhitungkan sebagai komponen struktural, akan tetapi dinding pengisi memiliki pengaruh terhadap gaya – gaya dalam dan perilaku struktur. Dalam analisis ini dilakukan perbandingan dua model struktur dengan studi kasus gedung rumah toko, untuk mengetahui perbandingan perilaku struktur beton bertulang yang memperhitungkan dinding pengisi dan yang tidak memperhitungkan dinding pengisi.Model yang pertama dibuat sebagai model open frame dan yang kedua dinding pengisi dibuat sebagai diagonal strut. Kedua model ini dianalisis menggunakan alat bantusoftware SAP 2000 versi 17.1.1, dan kinerja strukturnya dilakukan dengan Analisis Beban Dorong Statis Non linier (Non Linear Static Pushover Analysis) yang telah tersedia dalam program SAP 2000 versi 17. Analisis ini menghasilkan perbandingan gaya – gaya dalam yang terjadi dari dua model tersebut, perbandingan simpangan antar tingkat dan kinerja struktur yang berupa kurva pushover. Dari analisis tersebut memperlihatkan simpangan antar tingkat yang terjadi pada model open frame lebih besar dibanding dengan simpangan model strut sebesar 40 % pada arah X dan 63% pada arah Y. Perbandingan gaya – gaya dalam yang terjadi yaitu pada perbandingan dengan beban gravitasi maupun beban gempa keberadaan dinding pengisi memiliki kecenderungan mengurangi momen yang terjadi apalagi pengaruh beban gempa dengan perbandingan yang paling besar yaitu sebesar 69% pada kolom 3 portal D, akan tetapi untuk gaya aksial dan gaya geser yang terjadi dapat terjadi lebih besar. Dari analisis pushover, model open frame mampu menerima beban hingga 6925463,21 Newton dan perpindahan target 53,99 mm dengan level kinerja Collapse (C), sedangkan pada model strut mampu menerima beban hingga 8215111,00 Newton dan perpindahan target 55,89 mm dengan level kinerja Collapse (C). Untuk arah Y model open frame mampu menerima beban hingga 8554807,32 Newton dan perpindahan target 66,91 mm dengan level kinerja Collapse (C), sedangkan pada model strut mampu menerima beban hingga 10952469,00 Newton dan perpindahan target 66,43 mm dengan level kinerja Collapse (C). Nilai daktilitas aktual pada model open frame yaitu 3,11 untuk arah X dan 4,31 untuk arah Y, sedangkan pada model strut yaitu 2,96 untuk arah X dan 2,98 untuk arah Y. Kata kunci: model open frame, model strut, gaya dalam, analisis pushover
ANALISIS RISIKO PEMODELAN CASH FLOW PROYEK INVESTASI REAL ESTATE DI KABUPATEN BADUNG DENGAN PROGRAM @RISK Ni Komang Armaeni; I Wayan Widanan; Dewa Ayu Nyoman Sriastuti
PADURAKSA: Jurnal Teknik Sipil Universitas Warmadewa Vol. 5 No. 2 (2016)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik dan Perencanaan, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (678.864 KB) | DOI: 10.22225/pd.5.2.377.46-62

Abstract

Pendanaan dalam investasi proyek-proyek real estate biasanya dilakukan dengan cara konvensional yaitu pendanaan dengan modal sendiri dan pinjaman berupa hutang jangka panjang dalam komposisi tertentu. Hal ini tentunya menjadi kendala yang akan dihadapi oleh perusahaan maupun investor yaitu ketersediaan dana internal dan karakteristik dari masing-masing sumber pendanaan sehingga mengakibatkan biaya modal dan tingkat pengembalian modal yang tidak optimal. Keadaan tersebut merupakan suatu hal yang menarik untuk diamati, sehingga risiko-risiko yang mungkin timbul dalam investasi proyek-proyek real estate dapat diminimalkan dan selanjutnya dapat dipilih beberapa alternatif investasi yang paling rasional. Untuk kondisi di Kabupaten Badung, belum ditemukan adanya kajian tentang risiko investasi dalam bidang real estate. Oleh karena itu penelitian ini sangat penting untuk dilaksanakan sehingga dapat mengantisipasi risiko kerugian dalam investasi real estate di Kabuapten Badung. Tujuan penelitian ini adalah untuk dapat mengetahui besar probabilitas keuntungan atau kerugian yang terjadi, mengetahui pengaruh komposisi modal dan faktor yang dominan mempengaruhi risiko dari berbagai skenario investasi real estate di kabupaten Badung sehingga dapat bermanfaat bagi investor yang akan menanamkan modalnya untuk melakukan investasi real estate di kabupaten Badung dan dapat mempertimbangkan hal-hal yang berkaitan dengan risiko-risiko yang mungkin terjadi. Adapun metode yang digunakan adalah metode inferensial, yaitu suatu metode untuk menganalisis data dari suatu sampel untuk kemudian membuat kesimpulan tentang populasinya. Sedangkan analisis risiko yang dilakukan adalah analisis risiko secara kuantitatif (quantitative risk analysis) dengan program @ Risk. Hasil analisis risiko dengan program @Risk dengan diagram Distribusi menunjukkan bahwa semakin besar modal sendiri semakin besar probabilitas nilai NPV > 0 dan nilai BCR > 1 yang berarti bahwa semakin besar peluang untuk memperoleh keuntungan yang lebih besar dan peluang mengalami kerugian yang lebih kecil. Analisis sensitivitas menunjukkan bahwa terdapat 4 variabel penting yang memberikan pengaruh sangat besar (berkorelasi) terhadap NPV dan BCR yaitu luas lahan dan harga lahan per m2 memberikan korelasi negatif, harga rumah tipe 45/100 dan harga rumah tipe 54/100 memberikan korelasi positif. Kata kunci: investasi real estate, analisis risiko kuantitatif dan program @ Risk
TINGKAT KEBISINGAN PETUGAS GROUND HANDLING DI BANDARA NGURAH RAI BALI Nyoman Surayasa; I Made Tapayasa; I Wayan Putrayadnya
PADURAKSA: Jurnal Teknik Sipil Universitas Warmadewa Vol. 5 No. 2 (2016)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik dan Perencanaan, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.253 KB) | DOI: 10.22225/pd.5.2.378.63-69

Abstract

Bandara Ngurah Rai adalah bandara internasional di Bali, dan Bali merupakan salah satu tujuan wisata dengan banyak pengunjung baik wisatawan internasional taupun domestik. Hal ini akan meningkatkan frekuensi lalu lintas udara dan jumlah jenis pesawat. Kondisi ini merupakan salah satu faktor terjadinya risiko kebisingan, yang berakibat pada kemungkinan timbulnya gangguan pendengaran bagi pekerja bandara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat kebisingan yang berdampak pada pekerja di lapangan terbang di Bandara Ngurah Rai. Metode cross sectional digunakan sebagai metode analisis data, dimana sebanyak 44 sampel data yang dihimpun secara acak. Data dikumpulkan dengan cara wawancara menggunakan kuesioner untuk mengetahui masa kerja, alat pelindung diri, dan pengukuran tingkat kebisingan yang digunakan oleh para staf. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kebisingan pada Divisi Administrasi adalah antara 49,6-52 dBA. Namun, pada Divisi Teknis pada pukul 08.00 - 16.00 adalah rata-rata antara 88,3-90,9 dBA, pukul 16.00 - 24.00 itu antara 89,3-93,5 dBA dan pukul 24.00 - 08.00 itu antara 69,9-73,2 dBA. Studi ini menyimpulkan bahwa tingkat kebisingan pada divisi administrasi berada di bawah nilai ambang batas, sedangkan pada divisi teknis antara pukul 08.00 - 16.00 dan 16.00 - 24.00 berada di atas ambang batas, tetapi antara pukul 24.00 - 08.00 berada di bawah nilai ambang batas. Pada hasil penelitian ini, peneliti merekomendasikan bahwa pekerja harus selalu memiliki pelindung pendengaran pada saat bekerja. Perusahaan juga harus menyediakan tes audiometri untuk staf mereka secara berkala, menerapkan sistem rotasi kerja (work shift) untuk personel yang memiliki gangguan pendengaran. Selain itu studi ini menggarisbawahi setiap perusahaan penerbangan harus menerapkan sanksi kepada personil yang tidak memiliki pelindung pendengaran. Kata kunci: tingkat kebisingan, pekerja di lapangan terbang
PERUBAHAN GARIS PANTAI DENGAN CITRA SATELIT DI KABUPATEN GIANYAR Putu Aryastana; I Gusti Agung Putu Eryani; Kadek Windy Candrayana
PADURAKSA: Jurnal Teknik Sipil Universitas Warmadewa Vol. 5 No. 2 (2016)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik dan Perencanaan, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (699.524 KB) | DOI: 10.22225/pd.5.2.379.70-81

Abstract

Perkembangan teknologi yang cukup cepat membuat arah studi monitoring dan analisa perubahan garis pantai lebih banyak menggunakan citra satelit penginderaan jauh. Pemanfaatan citra satelit dalam monitoring dan analisa perubahan garis pantai sudah banyak dilakukan, antara lain: Landsat, Quickbird, Allos dan IKONOS. Pada penelitian ini dilakukan analisa terhadap perubahan garis pantai dan laju erosi dengan dengan membandingkan 2 (dua) buah citra satelit yaitu data citra satelit SPOT 5 pada tahun 2009 memiliki resolusi spasial 10 m (multispectral) dan SPOT 6/SPOT 7 pada tahun 2015 yang memiliki resolusi hingga 1.5 m yang nantinya akan dilakukan koreksi dengan hasil pengamatan lapangan untuk kawasan pantai di Kabupaten Gianyar. Penelitian ini memberikan kontribusi kepada pemerintah daerah dan pemerintah pusat sebagai data dasar (data base) dalam pengambilan keputusan untuk penanganan kawasan pantai. Hasil analisa menunjukan bahwa rata-rata perubahan garis pantai yang terjadi di Kabupaten Gianyar berdasarkan citra satelit SPOT tahun 2009 dan 2015 adalah sebesar 22.441 m. Rata-rata laju erosi pantai yang terjadi di Kabupaten Gianyar berdasarkan citra satelit SPOT tahun 2009 dan 2015 adalah sebesar 3.202 m/tahun. Kata kunci: garis pantai, SPOT, citra satelit

Page 1 of 1 | Total Record : 6