cover
Contact Name
Anwar Hafidzi
Contact Email
anwar.hafidzi@uin-antasari.ac.id
Phone
+6285251295964
Journal Mail Official
journalsharia@gmail.com
Editorial Address
Sharia Journal and Education Center Publishing Jalan Gotong Royong, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Indonesia Kode Pos 70711
Location
Kota banjarbaru,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory
ISSN : 30310458     EISSN : 30310458     DOI : https://doi.org/10.62976/ijijel.v3i3.1280
Core Subject : Religion, Social,
The Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory (IJIJEL) is a peer-reviewed academic journal that focuses on advancing research in Islamic jurisprudence, economics, and legal theory within the Indonesian context. Published quarterly (March, June, September, and December), the journal serves as a platform for scholars, researchers, and practitioners to explore theoretical and practical developments in Islamic law. IJIJEL welcomes original research articles, conceptual papers, critical reviews, and comparative studies covering topics such as Islamic legal methodology, contemporary jurisprudential issues, legal reform, and interdisciplinary perspectives. The journal aims to foster academic discourse, enhance understanding of Islamic law, and contribute to the integration of Islamic legal principles within Indonesia’s legal and socio-economic systems.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 584 Documents
Transformasi Good Corporate Governance menjadi Islamic Corporate Governance dalam Ekonomi Syariah Saleh, Muhammad; Irawan, Andhi; Bakar, Abu; Rahmaniah, Amelia; Umar, Masyitah
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : Sharia Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v4i1.1747

Abstract

The implementation of Good Corporate Governance (GCG) has become a crucial instrument in maintaining corporate sustainability in the era of globalization, including within the Islamic economic sector. This paper aims to analyze the transformation of conventional GCG principles into Islamic Corporate Governance (ICG) and its implementation in Islamic banking in Indonesia. GCG is generally based on five main principles: transparency, accountability, responsibility, independence, and fairness. However, in the Sharia context, corporate governance undergoes an expansion through a Tauhid and Shura-based approach, where accountability is not only directed toward stakeholders but also serves as a form of worship to Allah SWT (God-interest). The fundamental difference in ICG lies in the integration of Islamic values such as Shidiq, Tabligh, Amanah, and Fathonah, as well as the vital role of the Sharia Supervisory Board (DPS) to ensure compliance with the fatwas of the Indonesian Council of Ulama. The study indicates that the implementation of ICG through Financial Services Authority regulations and the Sharia Banking Law enhances credibility, mitigates agency risks, and guarantees the rights of all parties based on social justice. This transformation proves that ICG is not merely an adoption of Western models (Anglo-Saxon or European), but a unique value system that combines market efficiency with religious moral principles to achieve long-term collective welfare.
Dinamika Pendistribusian Zakat Oleh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) di Provinsi Kalimantan Selatan Magfirah, Rahmatul; Arbella, Kania; Rusdiyah, Rusdiyah
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : Sharia Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v4i1.1748

Abstract

Zakat is a strategic instrument in Islamic philanthropy that functions spiritually and socio-economically to balance the economic system and alleviate poverty. The enormous potential of zakat in Indonesia requires professional management in accordance with Islamic law and Law Number 23 of 2011 concerning Zakat Management. BAZNAS South Kalimantan Province, as the official institution managing zakat, infaq, and sadaqah, plays an important role in the distribution of zakat. This study aims to examine the dynamics of zakat distribution by BAZNAS South Kalimantan Province from the perspectives of fiqh and zakat management. This research is an empirical legal study with a sociological and legal anthropological approach conducted at BAZNAS South Kalimantan Province and Baznas Microfinance Desa Kota Banjarmasin. Data was obtained through online interviews and literature studies, then analyzed qualitatively. The results of the study show that the distribution of zakat by BAZNAS South Kalimantan Province is dynamic. The distribution of consumptive zakat is focused on meeting the basic needs of mustahik through education, health, humanitarian, and da'wah and advocacy programs. Meanwhile, productive zakat is implemented through various utilization programs oriented towards the empowerment and independence of mustahik. From a fiqh zakat perspective, these distribution practices are basically in accordance with sharia provisions. However, zakat distribution still faces challenges in the form of low levels of awareness and compliance among some people in paying zakat through official institutions, uneven distribution of information to the public regarding zakat distribution through BAZNAS, and issues of sustainability of beneficiaries' businesses, as not all businesses run smoothly. Therefore, it is necessary to strengthen zakat management, improve zakat literacy, and strengthen business assistance with business experts so that zakat distribution can have an effective and sustainable impact.
Comparative Analysis Of The Limit Of Hand Wiping In Tayammum According To The Shafi‘I And Hanbali Schools Rahmaniah, Rahmaniah; Alfiannoor, Imam; Faridh, Miftah
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : SPT. haria Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v4i1.1749

Abstract

Tayamum merupakan keringanan dalam syariat Islam yang digunakan sebagai pengganti bersuci dengan air ketika tidak memungkinkan menggunakan air. Salah satu persoalan yang diperdebatkan para ulama adalah batasan mengusap tangan dalam tayamum. Artikel ini membahas perbandingan pandangan mazhab Syafi‘i dan mazhab Hanbali mengenai batasan tersebut serta metode argumentasi hukum yang digunakan oleh masing-masing mazhab. Penelitian ini menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan komparatif melalui kajian terhadap kitab-kitab fikih dari kedua mazhab. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mazhab Syafi‘i berpendapat pengusapan tangan dilakukan hingga siku dengan menggunakan qiyas serta kaidah mutlak muqayyad. Sebaliknya, mazhab Hanbali membatasi pengusapan tangan hingga pergelangan tangan dengan berpegang pada pemahaman tekstual terhadap ayat tayamum dan hadis sahih riwayat ‘Ammar bin Yasir. Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa metode istinbat hukum memengaruhi perbedaan praktik ibadah dalam fikih Islam.
Efektivitas Peraturan Walikota Banjarmasin Nomor 89 Tahun 2022 Tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik Di Pemerintahan Kota Banjarmasin Terkait Layanan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik Di Kantor Kecamatan Kota Banjarmasin Prayogo, Bayu; Faralita, Ergina
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : SPT. haria Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v4i1.1750

Abstract

Penilitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang Efektivitas Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik di Pemerintah Kota Banjarmasin yang dimana hal ini diatur dalam Peraturan Walikota Banjarmasin Nomor 89 Tahun 2022 Tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik di Pemerintah Kota Banjarmasin serta untuk mengetahui faktor-faktor penghambat efektivitas dari peraturan tersebut, dengan fokus penelitian Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik yang diterapkan pada kanttor Kecamatan di Kota Banjarmasin. Metode penelitian yang digunakan dalam penilitian ini adalah menggunakan Metode Penelitian Hukum Empiris, dengan melakukan pendekatan Kualitatif. Dimana penelitian dilakukan secara langsung turun kelapangan dengan teknik pengumpulan data dilakukan secara oberservasi dan wawancara langsung dilapangan. Hasil dari penelitian ini adalah dapat disimpulkan bahwa Peraturan Walikota Nomor 89 Tahun 2022 Tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik di Pemerintah Kota Banjarmasin masih bisa dibilang belum efektif karena masih ada beberapa kantor kecamatan yang belum menerapkan pelayan secara elektronik dan juga sebagian masyarakat Kota Banjarmasin masih ada yang belum memhamai tentang perangkat elektronik dan belum semua masyarakat mampu memiliki perangkat yang mendukung untuk ikut menerapkan SPBE terlebih lagi masyarakat yang berusia lanjut.
Efektivitas Perda Kabupaten Banjar Nomor 13 Tahun 2001 Tentang Pengaturan Dan Pembinaan Pedagang Kaki Lima Di Kecamatan Kertak Hanyar Utami, Noor Khaliza; Faralita, Ergina
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : SPT. haria Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v4i1.1751

Abstract

Keberadaan Pedagang Kaki Lima (PKL) Di Kecamatan Kertak Hanyar Kabupaten Banjar telah lama menjadi fenomena sosial ekonomi yang penting bagi masyarakat, karena mampu menyediakan lapangan pekerjaan dan sumber pendapatan. Namun demikian, aktivitas PKL yang memanfaatkan trotoar, bahu jalan, dan fasilitas umum sering menimbulkan permasalahan seperti kemacetan, gangguan terhadap fungsi ruang publik, penurunan estetika lingkungan, serta ketidaktertiban. Pemerintah Kabupaten Banjar sebenarnya telah menetapkan Peraturan Daerah Nomor 13 Tahun 2001 tentang Pengaturan dan Pembinaan Pedagang Kaki Lima sebagai dasar hukum penataan dan pengawasan PKL. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efektivitas pelaksanaan Perda tersebut serta mengidentifikasi faktor-faktor yang menjadi penghambat keberhasilannya. Penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara dengan DPRD Kabupaten Banjar, Satuan Polisi Pamong Praja, pedagang kaki lima, dan pembeli, serta melalui observasi lapangan dan studi dokumentasi. Data yang terkumpul kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Peraturan Daerah Kabupaten Banjar Nomor 13 Tahun 2001 tidak efektif dalam mengatur dan membina PKL di Kecamatan Kertak Hanyar. Hal ini tampak dari masih banyaknya PKL yang berjualan di area terlarang, rendahnya kepatuhan pedagang terhadap ketentuan yang berlaku, serta lemahnya pengawasan dan konsistensi penindakan oleh pemerintah daerah. Selain itu, ditemukan sejumlah faktor penghambat seperti kurangnya sosialisasi peraturan, keterbatasan sarana dan lokasi relokasi yang layak, pertimbangan ekonomi pedagang, serta keberadaan pungutan liar yang memengaruhi pola aktivitas PKL. Dengan demikian, diperlukan evaluasi dan pembaruan terhadap Perda serta peningkatan koordinasi antarinstansi, pembinaan berkelanjutan, dan penyediaan fasilitas usaha yang representatif agar penataan PKL dapat berjalan lebih efektif.Kata kunci: Efektivias Hukum, Peraturan Daerah, Pedagang Kaki Lima, Penataan, Pembinaan.
Efektivitas Pelaksanaan Program Keluarga Harapan (PKH) Di Kelurahan Sarang Halang Kecamatan Pelaihari Kabupaten Tanah Laut Fitri, Shopia Al-Khairina; Faralita, Ergina
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : SPT. haria Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v4i1.1752

Abstract

Kemiskinan merupakan permasalahan sosial yang masih dihadapi oleh bangsa Indonesia dan berdampak pada rendahnya tingkat kesejahteraan masyarakat. Melalui Kementerian Sosial Pemerintah menyelenggarakan Program Keluarga Harapan (PKH) sebagai salah satu kebijakan perlindungan sosial untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga miskin dengan memberikan bantuan sosial bersyarat di bidang pendidikan dan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pelaksanaan Program Keluarga Harapan (PKH) di Kelurahan Sarang Halang, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi pelaksanaannya. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum empiris dengan pendekatan sosiologis. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, dengan subjek penelitian meliputi Dinas Sosial Kabupaten Tanah Laut, aparatur Kelurahan Sarang Halang, pendamping PKH, serta Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dengan menggunakan indikator efektivitas, yaitu pemahaman program, ketepatan sasaran, ketepatan waktu, tercapainya tujuan, dan perubahan nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan Program Keluarga Harapan (PKH) di Kelurahan Sarang Halang pada umumnya telah berjalan cukup efektif. Hal ini terlihat dari adanya pemahaman KPM terhadap program, pemanfaatan bantuan di bidang pendidikan dan kesehatan, serta pendampingan yang dilakukan secara rutin oleh pendamping PKH. Namun demikian, masih ditemukan beberapa kendala, seperti ketidaktepatan sasaran, keterlambatan pencairan bantuan, serta permasalahan pemutakhiran data yang berdampak pada tidak diterimanya bantuan oleh sebagian KPM. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan koordinasi antar pihak terkait serta perbaikan sistem pendataan agar pelaksanaan PKH dapat berjalan lebih efektif.
Fenomena Jasa Nikah Siri di Masyarakat Indonesia: Analisis Hukum Islam dan Hukum Positif Baihaqi, Achmad; Romadani, M. Alwi; Abdurrahim, Abdurrahim; Maisari, Nor; Maisarah, Siti; Liya, Siti Lavina
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : SPT. haria Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v4i1.1755

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah memengaruhi praktik perkawinan di Indonesia, salah satunya melalui maraknya jasa nikah siri yang ditawarkan secara daring. Fenomena ini menimbulkan persoalan hukum dan sosial karena menggeser praktik nikah siri dari ranah privat ke ruang digital yang bersifat terbuka dan komersial. Artikel ini bertujuan menganalisis jasa nikah siri dalam perspektif Hukum Islam dan hukum positif Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pustaka dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui kajian peraturan perundang-undangan dan literatur fikih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nikah siri dapat dipandang sah secara normatif dalam Hukum Islam apabila rukun dan syarat nikah terpenuhi, namun dalam hukum positif Indonesia pencatatan perkawinan merupakan kewajiban administratif yang menentukan pengakuan dan perlindungan hukum. Oleh karena itu, diperlukan harmonisasi antara Hukum Islam dan hukum positif yang berorientasi pada kemaslahatan guna menjamin kepastian dan perlindungan hukum dalam praktik perkawinan di era digital.
Peran Wali Kelas dalam Meningkatkan Kedisiplinan dan Motivasi Belajar Siswa Pondok Pesantren Idrisiyyah Putri Billa Hadis Wari, Salsa; Wisa Belinda, Ulfi; Ahmad Zulfiqor, Utep
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : SPT. haria Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v4i1.1757

Abstract

The homeroom teacher has an important role in shaping and changing students' disciplined character, because the homeroom teacher is a source of learning and a role model for students in shaping and changing students' behavior into good individuals, especially in terms of learning discipline. The relationship between the homeroom teacher and students, especially communication relationships, will influence student learning effectiveness because students have confidence that the homeroom teacher will always pay attention to them so that students strive to improve their learning effectiveness. In addition, through reciprocal communication or interaction between the homeroom teacher and students, it influences the upholding of discipline and increases learning motivation. To determine students' discipline and learning motivation and determine the role of the homeroom teacher in improving students' discipline and learning motivation. The method used in this research is a qualitative method by means of observation, interviews and documentation. The role of the homeroom teacher in improving student discipline and learning motivation at the Idrisiyyah Putri Islamic Boarding School, the role of the homeroom teacher as a motivator, class manager, mentor and initiator. two aspects that are interrelated and mutually reinforcing in creating a productive and effective learning environment. Good discipline creates a strong foundation for student learning motivation while learning motivation produces better results in efforts to achieve goals. Therefore, the role of the homeroom teacher in improving student discipline and learning motivation is very important in ensuring that these two aspects are managed well so that students can achieve their maximum learning potential.
Penerapan Prinsip E-Government dalam Administrasi Pemerintahan Digital: Tantangan Regulasi dan Perlindungan Hukum Warga Negara Faddillah Islam, Gita; Sulastri, Dewi
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : SPT. haria Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v4i1.1758

Abstract

The digital transformation of government through the implementation of e-government has become an inevitable necessity in the era of the industrial revolution 4.0. This study aims to analyze the application of e-government principles in digital public administration in Indonesia, identify regulatory challenges, and examine the forms of legal protection for citizens. This research employs a normative juridical method with statutory and conceptual approaches, supported by case studies of digital government platforms. The findings indicate that the implementation of e-government in Indonesia has been carried out through the Electronic-Based Government System (SPBE), yet it remains partial and not fully integrated. Major challenges include regulatory disharmony, legal gaps, data protection issues, limited infrastructure, and sectoral ego among government institutions. Furthermore, legal protection for citizens has not been fully effective, particularly in ensuring privacy rights and administrative accountability. Therefore, comprehensive regulatory reform, strengthened personal data protection, and institutional capacity building are necessary to achieve a fair and citizen-oriented digital governance system.
Konsep Wasiat Wajibah Dalam Hukum Islam Dan Penerapannya Di Indonesia (Studi Pustaka) Filayati, Muhammad Akbar; Mariani, Mariani
Indonesian Journal of Islamic Jurisprudence, Economic and Legal Theory Vol. 4 No. 1 (2026)
Publisher : SPT. haria Journal and Education Center Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62976/ijijel.v4i1.1760

Abstract

Hukum kewarisan Islam memiliki pengaturan yang rinci berdasarkan Al-Qur'an, namun dalam praktiknya sering menimbulkan problematika keadilan bagi kerabat dekat yang terhalang secara hukum formal, seperti cucu terhijab (mahjub) dan anak angkat. Konsep wasiat wajibah hadir sebagai terobosan hukum (legal breakthrough) untuk melindungi hak pihak-pihak yang terpinggirkan tersebut dengan mengacu pada Surah Al-Baqarah ayat 180 dan prinsip maqashid al-syari'ah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konstruksi hukum wasiat wajibah dalam perspektif hukum Islam klasik, pengaturannya dalam Kompilasi Hukum Islam (KHI), serta penerapannya dalam yurisprudensi di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan kepustakaan (library research), menggunakan analisis kualitatif-deskriptif dan komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beragam pandangan mazhab fikih klasik mengenai dasar hukum wasiat wajibah. Di Indonesia, Pasal 209 KHI mengadaptasi konsep ini secara kontekstual dengan menempatkan anak angkat dan orang tua angkat sebagai subjek utama dengan batas maksimal 1/3 harta. Perkembangan yurisprudensi Mahkamah Agung bahkan memperluas penerapannya kepada ahli waris berbeda agama demi keadilan substantif. Namun, implementasinya menghadapi problematika seperti tidak adanya mekanisme eksekusi otomatis, ketidakseragaman putusan hakim, dan ketidakjelasan formula besaran harta. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun wasiat wajibah efektif menjembatani keadilan, diperlukan pembaruan regulasi yang lebih komprehensif untuk memastikan kepastian hukum.