cover
Contact Name
Susianti
Contact Email
susianti.1978@fk.unila.ac.id
Phone
+628127899978
Journal Mail Official
jpmrj@fk.unila.ac.id
Editorial Address
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Fakultas Kedokteran Universitas Lampung Jl. Prof. Dr. Ir. Sumantri Brojonegoro No.1, Gedong Meneng, Kec. Rajabasa, Kota Bandar Lampung, Lampung 35145.
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai
Published by Universitas Lampung
ISSN : 25032615     EISSN : 26144891     DOI : https://doi.org/10.23960/jpmrj
Core Subject : Health, Social,
PMR welcomes submissions of original articles that contribute to the advancement of community engagement and service in the field of medicine and health. Areas of interest include but are not limited to: Community health programs, Health education and promotion, Public health interventions, Medical outreach activities, Interdisciplinary collaborations, Global health initiatives, Social determinants of health, Health equity and disparities
Articles 332 Documents
Penyuluhan Tentang Pentingnya Rantai Dingin (Cold Chain) dalam Mencegah Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) pada Tenaga Kesehatan di Puskesmas Tanjungsari Lampung Selatan Oktafany, Oktafany; Soleha, Tri Umiana; Hanriko, Rizki; Wulan, Anggraini Janar
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 5 No. 1 (2020): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v5i1.2811

Abstract

Dewasa ini kejadian Outbreak Respon Imunization (ORI) pada imunisasi DPT banyak dijumpai dan merupakan kejadian ikutan paska imunisai yang tidak diinginkan, bahkan banyak diantaranya harus menjalani perawatan di rumah sakit. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petugas kesehatan mengenai teknik penyuntikan dan rantai dingin imunisasi DPT. Penyuluhan dan demonstrasi penyuntikan imunisasi DPT dan rantai dingin diharapkan dapat meningkatkan ketrampilan dan pengetahuan kader posyandu sehingga dapat menurunkan angka kejadian ikutan paska imunisasi secara bermakna. Manfaat dari pengabdian ini adalah dengan meningkatnya pengetahuan dan keterampilan kader posyandu dapat memberikan pelayanan imunisasi yang prima. Kegiatan ini akan dilaksanakan di Puskesmas Tanjungsari Lampung Selatan bulan Mei tahun 2020. Metode yang digunakan adalah ceramah, tanya jawab serta demonstrasi langsung penyuntikan imunisasi DPT. Kegiatan ini meliputi persiapan, pelaksanaan serta evaluasi kegiatan. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan pre test dan post test seputar materi yang telah diberikan. Setelah mendapatkan penyuluhan mengenai cara penyuntikan vaksin DPT dan pentingnya rantai dingin sebagai pencegahan kejadian pasca imunisasi maka pengetahuan tenaga medis Puskesmas Tanjungsari meningkatKeyword : Imunisasi DPT, KIPI, Rantai dingin
Peningkatan Pengetahuan dan Partisipasi Aktif dalam Gerakan Cegah dan Berantas Skabies kepada Anak-Anak Pondok Pesantren Annida Kecamatan Jatimulyo Lampung Selatan Wulan, Anggraini Janar; Larasati, Ta; Kurniati, Intanri; Jausal, Anisa Nuraisa
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 5 No. 1 (2020): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v5i1.2812

Abstract

Skabies merupakan penyakit kulit menular yang disebabkan oleh Sarcoptes scabei. Angka kejadian skabies berdasarkan penelitian-penelitian di pondok pesantren di Indonesia termasuk Bandar lampung masih tinggi. Faktor utama yang menyebabkan tingginya prevalensi skabies pada tempat hunian yang padat seperti pondok pesantren adalah adanya kontak fisik antar individu yang memudahkan transmisi langsung dari kulit ke kulit. Faktor lain yang mempengaruhi kejadian skabies adalah tingkat pengetahuan, kebersihan pribadi, dan juga faktor resiko berupa usia anak-anak hingga remaja. Oleh karena itu perlu dilakukan kegiatan penyuluhan untuk meningkatkan pengetahuan mengenai skabies dan tindakan untuk mencegahnya. Kegiatan meliputi penyuluhan, demontrasi dan praktek cuci tangan WHO serta pemeriksaan kesehatan kulit dan pengobatannya. Evaluasi meliputi penilaian sebelum, selama, dan sesudah kegiatan. Pada pre test didapatkan 42 peserta (65,62%) belum memiliki pemahaman tentang skabies dengan nilai kurang dari 60, 18 peserta (28,12%) memiliki pemahaman yang cukup tentang skabies dengan rentang nilai 60-79, dan 4 peserta (6,25%) sangat paham terhadap penyakit skabies dengan nilai lebih dari 80. Dari hasil post test didapatkan 6 peserta (9,37%) memiliki pemahaman yang sangat baik dengan rentang nilai 80-100, 39 peserta (60,93%) memiliki pemahaman yang cukup, dan 19 peserta (29,68%) tetap belum memiliki pemahaman mengenai skabies. Evaluasi proses menunjukkan seluruh peserta mampu melakukan cuci tangan WHO dengan benar. Disimpulkan bahwa kegiatan penyuluhan ini dapat meningkatkan pengetahuan para santri mengenai penyakit skabies dan para santri mampu melakukan tindakan pencegahan berupa cuci tangan WHO. Oleh karena itu, penyuluhan yang kontinu diperlukan untuk peningkatan pengetahuan secara berkelanjutan.Kata kunci: pencegahan, pemberantasan, pondok pesantren, skabies
Analisis Masalah dan Rekomendasi Dalam Pembiayaan Pelayanan Keluarga Berencana Pasca Persalinan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) di Rumah Sakit Pemerintah dan Swasta Rodiani, Rodiani; Islamy, Nurul; Rudiyanto, Waluyo; Hanriko, Rizki; Hamidi, Syahrul
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 5 No. 1 (2020): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v5i1.2813

Abstract

Laju pertumbuhan penduduk di kota Bandar Lampung periode 2002-2010 sebesar 1,61%, pada periode 2010-2015 meningkat menjadi 2,04%. Pemerintah mencanangkan sebuah program untuk menekan laju pertumbuhan penduduk, yaitu program Keluarga Berencana (KB). Program KB merupakan program kegiatan promotif dan preventif yang terpadu, menyeluruh dan berkesinambungan untuk mengatasi tingginya angka kematian ibu. Pelayanan promotif dan preventif meliputi konseling dan penggunaan kontrasepsi non Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (Non MKJP) dan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP). Dari data BKKBN Kota Bandar Lampung juga didapatkan data akseptor baru pemakai kontrasepsi jangka panjang untuk IUD tahun 2018 relatif masih sedikit. Salah satu rumah sakit fasilitas rujukan tingkat lanjut yang berada di Kecamatan Rajabasa yaitu Rumah Sakit Bhayangkara POLDA pada tahun 2018 dilaporkan hanya 7 orang per tahun akseptor baru untuk pemakaian IUD. Rendahnya penggunaan MKJP dapat disebabkan antara lain pembiayaan pelayanan MKJP yang mahal di era JKN. Permasalahan dalam pembiayaan KBPP di RS pemerintah dan RS swasta meliputi biaya konsultasi, pemasangan, biaya penunjang (USG, laboratorium) dan bahan habis pakai tidak ditanggung oleh BPJS. Sebagian akseptor membayar biaya KBPP secara mandiri. Rekomendasi yaitu mengajukan alat kontrasepsi ke BKKBN, jasa pemasangan kontrasepsi dapat diklaim ke BPJS (di luar paket INA CBG). Tenaga ahli yang belum mendapatkan pelatihan dapat disertakan pada pelatihan Contraceptive Technology Update (CTU).Kata kunci: pembiayaan, Keluarga Berencana Pasca Persalinan, Metode Kontrasepsi Jangka Panjang
Peningkatan Pengetahuan dan Kesadaran terhadap Terjadinya Penyakit Cellphone Elbow Akibat Penggunaan Handphone yang Tidak Tepat pada Komunitas Pekerja PTPN VII Pesawaran Ismunandar, Helmi; Himayani, Rani; Oktarlina, Rasmi Zakiah; Wahyuni, Ari
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 5 No. 1 (2020): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v5i1.2814

Abstract

Penggunaan telpon seluler atau perangkat cerdas (smart phone) terus meningkat secara eksponensial. Saat ini terdapat sekitar 3,3 milyar layanan aktif di seluruh dunia. Beberapa orang menghabiskan lebih banyak waktu dengan telpon selulernya. Hal ini bahkan sampai mengalami nyeri dan gangguan pada tangan dan lengan bawah akibat penggunaan telpon seluler yang lama. Penyakit ini disebut cellphone elbow (cubital tunnel syndrome). Secara umum insidennya semakin meningkat sesuai dengan peningkatan penggunaan telepon selular dan perangkat mobil lainnya. Oleh karena itu perlu dilakukan peningkatan pengetahuan kepada masyarakat mengenai penyakit ini. Tujuan pengabdian ini adalah peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang terjadinya penyakit cellphone elbow akibat penggunaan handphone yang tidak tepat. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah penyuluhan kesehatan dengan ceramah dan diskusi. Kegiatan ini dihadiri oleh 40 orang komunitas pekerja PTPN VII Pesawaran. Setelah dilakukan penyuluhan terjadi peningkatan pengetahuan yang didapatkan dari nilai pre test dan post test yaitu 30% menjadi 100%. Terjadi peningkatan pengetahuan mengenai pengetahuan mengenai penyakit cellphone elbow pada komunitas pekerja PTPN VII Pesawaran.Kata kunci: cellphone elbow, penyuluhan, pengetahuan
Pemberdayaan Masyarakat untuk Pencegahan Anemia Larasati, Ta; Perdani, Roro Rukmi Windi; Wulan, Anggraini Janar; Ferdiansyah, Ahmad Irzal
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 5 No. 1 (2020): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v5i1.2815

Abstract

Remaja merupakan tahap transisi menuju dewasa dengan pertumbuhan pesat yang terkait dengan pemenuhan zat besi. Asupan zat besi yang kurang dapat menyebabkan anemia. Kejadian anemia nasional pada usia ≥ 1 tahun, 5-11 tahun, dan 15-24 tahun adalah masing-masing sebesar 21,7%, 26,4%, dan 18,4%. Kejadian anemia pada remaja putri di Bandar Lampung khusunya kecamatan Tanjungkarang Pusat mencapai 43,1%. Faktor-faktor yang mempengaruhi anemia pada remaja putri adalah kurangnya kosumsi makanan yang mengandung zat besi, menstruasi, konsumsi tablet tambah darah (TTD), dan konsumsi teh setelah makan. Pemberian TTD merupakan salah satu upaya penting untuk mencegah serta menanggulangi anemia akibat kekurangan zat besi. Tujuan dari pengabdian ini adalah mengatasi masalah anemia remaja putri berdasarkan hasil penelitian kualitatif analisis faktor penyebab masalah rendahnya pemberian tablet Fe di Tanjungkarang Pusat. Kegiatan ini telah dilakukan di Bandar Lampung dengan sasaran siswi-siswi SMP,SMA, dan SMK di Tanjungkarang Pusat sebagai duta pencegahan anemia. Strategi Community empowerment telah dilakukan berupa sosialisasi, FGD kepala sekolah serta pelatihan duta dan pembentukan komunitas penccgahan anemia, hingga akhirnya tercapai : 1) menumbuhkan kesadaran masyarakat, dalam hal ini sekolah dan siswi SMP,SMA, SMK se Tanjungkarang Pusat tentang pentingnya pencegahan anemia, 2) kemudian memotivasi dan memampukan masyarakat dengan proses edukasi dan pelatihan pencegahan anemia pada remaja putri, 3) Untuk menjamin keberlanjutan program, dibentuk komunitas penegahan anemia pada remaja putri yang beranggotakan perwakilan siswi dari tiap sekolah serta dibentuk juga komitmen dari stakeholder terkait, yang dicapai dengan deklarasi komitmen bersama dan Puskesmas Simpur dan Puskesmas Palapa sebagai leader.Kata Kunci: anemia, pemberdayaan masyarakat, pencegahan, remaja putri
Pendampingan Masyarakat untuk Basic Life Support dalam Upaya Peningkatan Pengetahuan dan Keberhasilan Penanganan Kegawatdaruratan Menghadapi Bencana di Desa Binaan FK Unila (Desa Karang Anyar Kecamatan Jati Agung Kabupaten Lampung Selatan) Utama, Winda Trijayanthi; Sutarto, Sutarto; Sari, Ratna Dewi Puspita
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 5 No. 1 (2020): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v5i1.2817

Abstract

Bencana alam merupakan suatu fenomena alam yang terjadi secara langsung maupun tidak langsung mengganggu kehidupan manusia. Bencana alam dapat menyebabkan kerugian bagi manusia baik secara materi, non materi bahkan jiwa. Paling tidak ada interaksi empat faktor utama yang dapat menimbulkan bencana-bencana tersebut menimbulkan banyak korban dan kerugian besar, yaitu: (a) kurangnya pemahaman terhadap karakteristik bahaya (hazards), (b) sikap atau perilaku yang mengakibatkan penurunan sumberdaya alam (vulnerability), (c) kurangnya informasi/peringatan dini (early warning) yang menyebabkan ketidaksiapan, dan (d) ketidakberdayaan / ketidakmampuan dalam menghadapi ancaman bahaya. Adapun tujuan dari pelaksanaan kegiatan Pengabdian ini adalah sebagai berikut : Melakukan skrining pengetahuan masyarakat tentang Basic Life Support (BLS) pada masyarakat untuk mengetahui pengetahuan dasar masyarakat tentang BLS, Melakukan pelatihan BLS pada masyarakat untuk memberikan pengetahuan dasar kepada masyarakat tentang pertolongan dasar yang bisa dilakukan masyarakat saat terjadi bencana, untuk mengurangi resiko yang bisa terjadi saat terjadi bencana, Memberikan simulasi melakukan BLS kepada masyarakat untuk mengaplikasikan pengetahuan yang telah didapatkan dan sebagai latihan yang dilakukan sehingga masyarakat bisa belajar menggunakan skill BLS secara langsung. Pengabdian dilakukan dengan memberikan penyuluhan mengenai BLS. Pada kegiatan pengabdian ini juga diberikan pedoman BLS dan video edukasi BLS. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa kegiatan penyuluhan ini dapat meningkatkan pengetahuan para peserta tentang BLS. Oleh karena itu, penyuluhan yang kontinu diperlukan untuk peningkatan pengetahuan secara berkelanjutan. Penyuluhan dapat dilakukan melalui media yang telah ada seperti Kelompok Sadar Masyarakat (Pokdarmas) dan Karang Taruna berkerja pusat kesehatan setempat.Kata kunci: Basic Life Support, Bencana alam
Intervensi Pencegahan Stunting Melalui Peningkatan Pemahaman Stunting Bagi Kader Posyandu Sebagai Upaya Optimalisasi Peran Kader Posyandu di Masyarakat Kelurahan Tanjung Raya Bandar Lampung Nasution, Syahrul Hamidi; Musyabiq, Sofyan
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 5 No. 1 (2020): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v5i1.2818

Abstract

Upaya pencegahan stunting merupakan prioritas nasional pemerintah Indonesia juga merupakan upaya untuk dapat memanfaatkan bonus demografi berdasarkan proyeksi penduduk pada tahun 2035. Upaya pencegahan stunting harus dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan berbasis hasil, pemberdayaan masyarakat, dan perubahan perilaku. Salah satu upaya yang dapat dilakukan yaitu optimalisasi peran kader posyandu melalui peningkatan pemahaman tentang pencegahan stunting bagi kader posyandu yang merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan di masyarakat. Adapun kegiatan pengabdian yang dilakukan meliputi pengukuran prior knowledge (pre test dan post test), penyuluhan bagi kader posyandu dan penyebarluasan informasi mengenai stunting di masyarakat oleh kader posyandu. Para kader posyandu mendapatkan peningkatan pemahaman tentang stunting kemudian turun ke masyarakat untuk menyebarluaskan informasi pengetahuan yang didapat saat kegiatan penyuluhan. Berdasarkan informasi yang didapat dari para kader posyandu, masyarakat merasa senang akan adanya kegiatan seperti ini. Masyarakat berharap kegiatan seperti ini dapat terus dan rutin dilaksanakan.Kata Kunci: kader posyandu, pencegahan, penyuluhan, stunting.
Pemberdayaan Kelompok Tani melalui Gerakan ”Aku Bebas Cacing (ABC)” sebagai Upaya Peningkatan Produktivitas pada Petani (Implementasi Visi Agromedicine FK Unila di Desa Batu Menyan, Pesawaran) S, Johns Fatriyadi; Saftarina, Fitria; Mayasari, Diana; Waluyo, Sri
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 5 No. 1 (2020): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v5i1.2819

Abstract

Angka kejadian infeksi STH di Desa batu Menyan Kecamatan Teluk Pandan Pesawaran didapatkan sebanyak 47%. Faktor yang mempengaruhi terjadinya infeksi STH adalah tidak memakai alas kaki, personal hygiene yang kurang dan penggunaan pupuk dari kotoran hewan. Pengabdian ini bertujuan untuk menurunkan prevalensi infeksi cacing STH dan anemia dengan gerakan ABC. Manfaat kegiatan ini adalah sebagai memutus rantai penularan cacing STH, peningkatan kemampuan ekonomi dan produktivitas petani, perwujudan visi FK Unila agromedicine dalam bidang pengabdian. Solusi yang ditawarkan adalah gerakan ABC dengan metode pengobatan massal infeksi cacing STH dan anemia, pelatihan kader ABC bagi kader kelompok tani, pelatihan pengelolaan pupuk yang bernilai ekonomis. Hasil yang didiseminasikan adalah gerakan ABC, modul ABC dan terbentuknya kader ABC. Hasil yang dari pengabdian ini adalah komitmen bersama dari phak Desa Batu Menyan, Puskesmas Teluk Pandan untuk berkomitmen dalam menerapkan gerakan ABC.Kata kunci: Gerakan ABC, Infeksi cacing STH, Petani, Produktivitas
Peningkatan Pengetahuan Tenaga Kesehatan Mengenai Penyakit Corona Virus Disease (COVID) 19 pada Pasien Dewasa Darwis, Iswandi; Perdani, Roro Rukmi Windi
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 5 No. 1 (2020): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v5i1.2820

Abstract

Coronavirus Disease (COVID-19) merupakan pandemi global yang mana angka kesakitan dan kematian nya tinggi. Penyakit ini merupakan penyakit baru dengan karakteristik yang masih dilakukan penelitian lebih lanjut sehingga pedoman tatalaksana nya banyak dilakukan pembaruan. Oleh karena itu diperlukan peningkatan pengetahuan mengenai penyakit COVID-19 pada pasien dewasa bagi tenaga Kesehatan. Kegiatan edukasi ini dilakukan dengan metode seminar dalam jaringan (daring)/ webinar untuk tenaga kesehatan. Pemberian seminar awam dilakukan selama 1 jam dengan 30 menit waktu untuk sesi Tanya jawab. Kegiatan ini berlangsung pada hari Jumat 29 Maret 2019 yang dihadiri oleh 254 orang tenaga kesehatan akan diberikan materi mengenai penyakit COVID-19 pada pasien dewasa. Edukasi mengenai penyakit COVID-19 pada tenaga kesehatan diawali dengan memberikan penialai awal pre test yang berfungsi untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan tenaga kesehatan mengetahui penyakit infeksi virus corona dan setelah pemberian materi edukasi dilakukan penilaian post test yang berfungsi untuk menilai sejauh mana capaian pengetahuan yang didapat setelah menerima edukasi. Pengetahuan tenaga kesehatan mengenai COVID-19 meningkat secara bermakna setelah diberikan seminar dari 66,77+7,62 menjadi 87,55+11,93 (p-value 0,034). Pemberian peningkatan pengetahuan tenaga kesehatan mengenai penyakit COVID-19 pasien dewasa dilakukan selama 1 jam sesi penjelasan dan 30 menit sesi tanya jawab. Selama edukasi, tenaga kesehatan aktif menanyakan perihal penyakit COVID-19. Peningkatan pengetahuan mengenai penyakit COVID-19 sangat diperlukan kepada petugas kesehatan untuk tatalaksana penyakit yang lebih holistik dan komprehensif.Kata kunci: COVID-19, Tenaga Kesehatan
Edukasi Kanker Payudara Pada Remaja Putri Melalui Media Daring Di SMP Negeri 1 Metro Muhartono, Muhartono; Wijaya, Sofyan Musyabiq; Utama, Winda Trijayanthi
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 5 No. 1 (2020): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v5i1.2821

Abstract

Kanker payudara (KPD) merupakan keganasan pada jaringan payudara yang dapat berasal dari epitel duktus maupun lobulusnya. Kanker payudara merupakan salah satu jenis kanker terbanyak di Indonesia. Berdasarkan Pathological Based Registration di Indonesia, KPD menempati urutan pertama dengan frekuensi relatif sebesar 18,6%. Di Indonesia, lebih dari 80% kasus ditemukan berada pada stadium yang lanjut, dimana upaya pengobatan sulit dilakukan. Kegiatan ini dilakukan beberapa tahapan. Kegiatan diawali dengan penyusunan rencana dan proposal kegiatan pengabdian, kemudian mengurus surat yang ditujukan kepada mitra dan perizinan. Setelah itu dilakukan penyuluhan diikuti demo sadari. Kegiatan berikutnya adalah pelaporan kasus, Diagnosis, kemudian evaluasi kegiatan, dan tahapan terakhir memberikan feed back serta penyusunan laporan. Sasaran kegiatan adalah remaja putri di SMPN 1 Kota Metro. Kegiatan pengabdian ini dilakukan tanggal 5 September 2020 dengan pemateri adalah dari dosen FK Unila Prof. Dr.dr. Muhartono, M.Kes., Sp.PA. Pengabdian dihadiri oleh Pembina OSIS dan PMR bapak Tri serta kelompok sasaran yaitu siswi yang berjumlah 20 Orang. Mayoritas pertanyaan yang diberikan jawabnnya adalah benar, akan tetapi terdapat jawaban yang masih banyak belum tepat pada butir soal usia yang rentan terkena kanker payudara.Perlu ada tindakan lebih lanjut dalm upaya sekolah melakukan promosi kesehatan khususnya kesehatan reproduksi.Kata Kunci: Kanker Payudara, Penyuluhan, Remaja Putri

Page 10 of 34 | Total Record : 332