cover
Contact Name
Susianti
Contact Email
susianti.1978@fk.unila.ac.id
Phone
+628127899978
Journal Mail Official
jpmrj@fk.unila.ac.id
Editorial Address
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Fakultas Kedokteran Universitas Lampung Jl. Prof. Dr. Ir. Sumantri Brojonegoro No.1, Gedong Meneng, Kec. Rajabasa, Kota Bandar Lampung, Lampung 35145.
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai
Published by Universitas Lampung
ISSN : 25032615     EISSN : 26144891     DOI : https://doi.org/10.23960/jpmrj
Core Subject : Health, Social,
PMR welcomes submissions of original articles that contribute to the advancement of community engagement and service in the field of medicine and health. Areas of interest include but are not limited to: Community health programs, Health education and promotion, Public health interventions, Medical outreach activities, Interdisciplinary collaborations, Global health initiatives, Social determinants of health, Health equity and disparities
Articles 332 Documents
Edukasi Hazard Analysis Critical Point (HACCP) Pada Industri Rumah Tangga (IRT) Abon Lele 22 Hadimulyo Metro Wijaya, Sofyan Musyabiq; Suwarjo, Suwarjo; Muhartono, Muhartono
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 5 No. 1 (2020): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v5i1.2822

Abstract

Sesuai dengan UU No 18/2012 itu Pemerintah Republik Indonesia diamanatkan untuk menjamin bahwa pangan yang tersedia harus cukup, baik jumlah maupun mutunya, aman, beragam, bergizi, merata, dan terjangkau serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan, dan budaya masyarakat, untuk dapat hidup sehat, aktif, dan produktif secara berkelanjutan. Olahan ikan lele menjadi beberpa produk seperti abon lele, ikan asin lele dan lainnya guna menambah nilai jual ikan lele. Selain itu juga meningkatkan program deversifikasi makanan guna meningktakan asupan protein pada masyarakat. Proses produksi olahan lele pada abon lele dua dua, masih tidak memperhatikan mengenai kontaminan yang bisa mempengaruhi produk. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan pengetahuan pada industri tersebut tentang label makanan pengelolaan makanan yang tepat dengan menerapkan Hazzard Analysis Critical Control Point (HACCP). Luaran kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan dan terkonsepnya suatu analisis HACCP yang dapat digunakan dalam keamanan pangan khususnya produk makanan.Kata Kunci: Abon Lele, HACCP, Keamanan Pangan
Peningkatan Pengetahuan Tentang Penularan Kontak Serumah Pada Kejadian Tuberkulosis Anak di Puskesmas Kedaton Wardani, Dyah Wulan Sumekar Rengganis; Sutarto, Sutarto; Wahono, Endro Prasetyo
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 5 No. 1 (2020): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v5i1.2823

Abstract

Tuberkulosis (TB) anak masih menjadi aspek yang terabaikan dari epidemi TB yang terjadi saat ini. Diperkirakan 1 juta anak menderita TB dan 233.000 anak meninggal karena TB pada tahun 2017. Namun, beban aktual TB pada anak-anak kemungkinan lebih tinggi mengingat mendiagnosa TB anak yang cukup sulit. Penularan TB pada anak adalah sebagai dampak dari kontak orang TB dewasa yang menderita TB BTA positif dan pengetahuan penderita TB mengenai penularan TB yang rendah. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung tahun 2018, ditemukan 3.759 orang penderita TB dengan pasien BTA positif sebanyak 1.646 kasus. Banyaknya kasus TB BTA positif mengindikasikan banyaknya sumber penular yang cukup berbahaya terutama bagi anak-anak. Selain itu, kasus TB anak di Kota Bandar Lampung yang tercatat pada tahun 2018 terdapat 359 kasus, mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2017 yang hanya sebesar 225 kasus. Pada kegiatan pengabdian ini akan dilakukan peningkatan pengetahuan penderita TB tentang tentang penularan kontak serumah. Kegiatan dilakukan di Puskesmas Kedaton yang merupakan puskesmas dengan penderita TB anak terbanyak di Kota Bandar Lampung. Kegiatan pengabdian mencakup Focus Group Discussion untuk mengetahui gambaran pengetahuan awal keluarga penderita TB, penyusunan media informasi dan peningkatan pengetahuan keluarga penderita TB. Penyuluhan dilakukan pada 28 Juli 2020 di Puskesmas Kedaton yang dihadiri oleh 20 keluarga penderita TB. Hasil pengabdian menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan keluarga penderita TB mengenai penularan kontak serumah. Dengan meningkatnya pengetahuan keluarga penderita TB anak mengenai penularan kontak serumah akan mengurangi risiko penularan TB oleh kontak dewasa pada anak, yang pada akhirnya akan menurunkan kejadian TB anak.Kata kunci: tuberkulosis anak, penularan, kontak serumah
Peran Institusi dalam Upaya Sosialisasi dan Penanggulangan Pandemi Covid-19 di Provinsi Lampung Sukohar, Asep; Nurhaida, Ida; Mediansyah, Aulian; Suharyani, Suharyani
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 5 No. 1 (2020): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v5i1.2824

Abstract

Coronavirus Disease (COVID-19) merupakan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat Yang Meresahkan Dunia/Public Health Emergency of International Concern (KKMMD/PHEIC) yang mengenai seluruh Negara. Meluasnya penyebaran kasus Covid-19 ke seluruh negara di dunia saat ini cukup untuk menggambarkan bagaimana seriusnya penyakit ini hingga ditetapkan menjadi kasus pandemic oleh WHO. Indonesia merupakan salah satu negara terdampak Covid-19 dengan peningkatan kasus terkonfirmasi sangat cepat dan berpotensi bertambah jika melihat bagaimana kesadaran masyarakat yang masih tidak mematuhi peraturan pemerintah. Permsalahan Covid-19 di Indonesia tidak hanya pada tingginya kasus terkonfirmasi, akan tetapi juga tingginya jumlah tenaga Kesehatan yang menjadi korban. Provinsi Lampung merupakan salah satu Provinsi terdampak Covid-19 di Indonesia dengan jumlah kasus terkonfirmasi dan kasus kematian yang terus meningkat.Hingga saaat ini Kementerian Kesehatan telah mengeluarkan panduan penanggulangan Covid-19 hingga revisi ke-4. Sehingga hal ini cukup menjadi perhatian serius untuk memastikan bahwa semua tenaga dokter telah memiliki persepsi dan pengetahuan yang sama bagaimana penanggulangan Covid-19 di Indonesia. Universitas Lampung sebagai salah satu perguruan tinggi di Indonesia memiliki peran melalui keikutsertaan dalam penanggulangan Covid-19 yang termasuk sebagai pengabdian kepada masyarakat.Kata Kunci: Covid-19, Pandemi, Universitas Lampung
Sosialisasi Kesehatan Reproduksi Pada Ibu-Ibu dengan Metode KIE (Komunikasi, Informasi dan Edukasi) di Kecamatan Baradatu Kabupaten Way Kanan Kurniawaty, Evi; Utama, Winda Trijayanthi; Kurniati, Intanri; Andriani, Silvia
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 5 No. 1 (2020): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v5i1.2825

Abstract

Angka kematian ibu merupakan salah satu indikator keberhasilan pembangunan kesehatan. Masalah kesehatan reproduksi perempuan, termasuk perencanaan kehamilan dan persalinan yang aman secara medis juga harus menjadi perhatian bersama, bukan hanya kaum perempuan saja karena hal ini akan berdampak luas dan menyangkut berbagai aspek kehidupan yang menjadi tolak ukur dalam pelayanan kesehatan. Tujuan dari kegiatan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat khususnya ibu-ibu dalam kesehatan reproduksi. Metode dalam kegiatan yaitu KIE (Komunikasi, Informasi dan Edukasi). Pengabdian masyarakat yaitu pendidikan kesehatan meliputi ceramah atau penyuluhan, Tanya jawab, diskusi dan gambar tentang pengenalan dan tindak lanjut kesehatan reproduksi di tatanan masyarakat. Mayoritas masyarakat yang terlibat dalam pengabdian masyarakat ini adalah perempuan (72%). Rerata usia wanita ±40-50 tahun, wanita usia subur dengan usia ±25-35 tahun sebanyak 57,4%,. Tingkat pengetahuan sebelum dilakukan penyuluhan kesehatan tentang kesehatan reproduksi pada ibu – ibu masih rendah, terdapat peningkatan pengetahuan peserta penyuluhan kesehatan tentang kesehatan reproduksi ibu – ibu setelah dilakukan penyuluhan kesehatan.Kata Kunci: KIE , Kesehatan Reproduksi, Pengabdian Masyarakat
Deteksi Dini “White Pupil” di Masyarakat Daerah Natar Lampung Selatan Himayani, Rani; Oktarlina, Rasmi Zakiah; Rahmanisa, Soraya; Ismunandar, Helmi
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 5 No. 1 (2020): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v5i1.2828

Abstract

Katarak dapat menyebabkan berbagai komplikasi bahkan sampai menyebabkan kebutaan. Jenis katarak yang paling sering terjadi adalah katarak senilis. Katarak senilis merupakan kekeruhan lensa yang terjadi pada usia diatas 40 tahun. Terlambatnya mendeteksi katarak pada orang dewasa sehingga penurunan tajam penglihatan menjadi hambatan dalam melakukan aktivitas sehari-hari dan bekerja, terjadi penurunan kualitas hidup masyarakat. Penyuluhan dan pelatihan kesehatan mata di masyarakat, meliputi pre-test dan post-test serta pemeriksaan mata oleh ahli. Kegiatan penyuluhan dan skrining ini diikuti oleh 98 orang masyarakat Lampung Selatan yang datang menghadiri penyuluhan dan skrining mata di salah satu UPT Puskesmas Natar Lampung Selatan, yaitu Posyandu Lansia Melati Citra Merak Batin-Natar. Berdasarkan data hasil pengamatan pre-test, diketahui sekitar 23 peserta (23,47%) telah mengetahui pengetahuan yang cukup mengenai pengetahuan kelainan “White Pupil” dan sisanya 75 peserta (76,53%) tidak paham mengenai pengetahuan kelainan “white pupil”. Setelah dilakukan post-test, dari data yang diperoleh hampir semua peserta sudah paham sebanyak 83 peserta (84,69%) terhadap pengetahuan kelainan “white pupil”, 15 peserta (15,31%) nilai post test <80. Hasil skrining kelainan glaukoma dari 98 peserta didapatkan sebanyak 23 orang mengalami gangguan refraksi baik melihat jauh maupun dekat, 19 peserta dengan “white pupil” kekeruhan lensa (katarak) dari derajat ringan sampai yang sudah matang baik pada satu mata atau kedua mata, kelainan pterygium terdapat 15 orang derajat grade I-III serta untuk kelainan glaukoma tidak ditemukan.Kata kunci: katarak, penyuluhan, pengetahuan, white pupil
Penyuluhan Kanker Payudara dan Pelatihan Breast Self Examination (BSE) Pada Wanita Usia Subur di Desa Umbul Niti Kelurahan Jatimulyo Kecamatan Jati Agung Lampung Selatan Suharmanto, Suharmanto; Ulya, M. Ridho; Pramesona, Bayu Anggileo
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 5 No. 1 (2020): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v5i1.2905

Abstract

World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa kanker merupakan problem kesehatan yang sangat serius karena jumlah penderita meningkat setiap tahun. Kanker payudara menempati urutan pertama kasus baru sebesar 43,3% dengan angka kematian akibat kanker sebesar 12,9%. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menyampaikan informasi sehingga meningkatkan pengetahuan wanita usia subur tentang kanker payudara dan meningkatkan keterampilan wanita usia subur tentang breast self examination (BSE) sebagai upaya deteksi dini kanker payudara pada Wanita Usia Subur (WUS). Sasaran dalam kegiatan ini adalah WUS di desa Umbul Niti Kelurahan Jatimulyo Kecamatan Jati Agung Lampung Selatan. Metode yang diterapkan pada kegiatan penyuluhan ini mencakup: 1) pengukuran pengetahuan WUS tentang kanker payudara dan pencegahannya; 2) penyuluhan tentang kanker payudara; 3) praktik breast self examination. Kegiatan pengabdian ini dilakukan pada tanggal 14 Juli 2020 pukul 10.00 – 12.00. Evaluasi kegiatan pengabdian ini mencakup evaluasi penyuluhan dan evaluasi praktik. Penyuluhan tentang kanker payudara dan pencegahannya perlu diadakan secara rutin, berkelanjutan agar pengetahuan dan keterampilan WUS tentang pencegahan kanker payudara dapat terus meningkat dan dapat dipertahankan. Peningkatan pengetahuan dan keterampilan WUS diharapkan mampu merubah perilaku WUS menjadi lebih baik dalam hal pencegahan kanker payudara. Meningkatnya pengetahuan WUS tentang pencegahan kanker payudara diharapkan dapat meningkatkan status kesehatan WUS.Kata kunci: penyuluhan, kanker payudara, breast self examination, wanita usia subur
Edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada Rumah Tangga di Desa Kalisari Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan Susianti, Susianti; Rudiyanto, Waluyo; Windarti, Indri; Zuraida, Reni
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 6 No. 1 (2021): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v6i1.2943

Abstract

Upaya yang dilakukan Dinas Kesehatan Provinsi Lampung dalam meningkatkan cakupan PHBS Rumah Tangga antara lain melaluiadvokes mendorong keluarnya kebijakan PHBS di kabupaten/ kota, peningkatan kapasitas petugas promosi kesehatan, penyebaran informasi terkait PHBS ke masyarakat dan koordinasi dengan pengelola program terkait indikator PHBS. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan ibu-ibu di Desa Kalisari Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan tentang PHBS di rumah tangga dan diterapkannya PHBS di rumah tangga. Ibu-ibu tersebut diharap[kan dapat meneruskan pengetahuannnyakepada anggota rumah tangga untuk tahu, mau dan mampu menjalankan perilaku kehidupan yang bersih dan sehat serta memiliki peran yang aktif pada gerakan di tingkat masyarakat. Tujuan utama dari tatanan PHBS di tingkat rumah tangga adalah tercapainya rumah tangga yang sehat.  Metode pengadian yang dilaksanakan meliputi tiga kegiatan antara lain penyuluhan, diskusi dan evaluasi. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 25 September 2020 di kediaman Bapak Saring pada pukul 15.30sampai dengan 17.30 dan dihadiri oleh 20 orang ibu-ibu. Topik penyuluhan dan diskusi antara lain tentang pengertian PHBS dan10 indikator PHBS pada rumah tangga. Evaluasi yang dilakukan untuk menilai keberhasilan kegiatan ini terdiri dari evaluasi awal (pre-test), evaluasi proses dan evaluasi akhir (pre-test). Dari nilai pre test dan post test yang telah dilakukan didapatkan hasil rata-rata nilai pre test sebesar 62 dan nilai post test 86. Nilai tersebut menunjukkan telah terjadi peningkatan pengetahuan bagi ibu-ibu peserta edukasi tentang PHBS pada rumah tangga. Dengan demikian diharapkan dapat menularkan pengetahuannya  pada keluarga dan masyarakat sekitar sehingga penerapan PHBS dimasyarakat bisa meningkat.
Penyuluhan dan Diskusi Tata Laksana COVID-19, Isolasi Mandiri dan Jenis Vaksinasi Bagi Ibu Rumah Tangga di PT. Gunung Madu Plantation, Lampung Wibowo, Adityo
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 6 No. 1 (2021): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v6i1.2944

Abstract

COVID-19 di Indonesia, khususnya di Provinsi Lampung, angka kesakitan dan kematiannya masih cenderung tinggi. Peningkatan angka penularan dan kematian muncul akibat kurangnya ketaan terhadap protokol kesehatan dan rendahnya angka vaksinasi. Kesulitan mendapatkan perawatan rumah sakit akibat keterbatasan ruang rawat dan fasilitas penunjang menjadi faktor yang meningkatkan tingginya angka isolasi mandiri. Bagi sebagian orang, tata cara isolasi mandiri belum dipahami secara menyeluruh dan justru menyebabkan penularan dalam rumah tangga. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan tata laksana isolasi mandiri, pencegahan penularan dan pengetahuan tentang vaksinasi COVID-19. Pengabdian dilakukan dengan memberikan penyuluhan secara daring terhadap ibu rumah tangga di PT. Gunung Madu Plantation mengenai COVID-19 dan diskusi serta sesitanya jawab. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan dan dapat meluruskan informasi yang beredar pada kelompok ibu rumah tangga di PT. Gunung Madu Plantation, Lampung.  Kata kunci: COVID-19, isolasi mandiri, vaksinasi
Model IMLEG (Ibu Melek Gizi) Sebagai Upaya Pencegahan Stunting Melalui Penerapan Gizi Seimbang di 1000 Hari Pertama Kehidupan Angraini, Dian Isti; Sari, Merry Indah; Imantika, Efriyan; Apriliana, Ety
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 6 No. 1 (2021): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v6i1.2945

Abstract

Stunting merupakan permasalahan kesehatan global dan nasional serta membawa banyak dampak buruk terhadap kualitas generasi penerus bangsa. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kesehatan ibu hamil dan balita dengan menerapkan model IMLEG (ibu melek gizi). Khalayak sasaran kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah ibu hamil dan ibu yang memiliki balita di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Sari Natar, Kabupaten Lampung Selatan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu pembuatan modul IMLEG, pendidikan kesehatan berupa pemberian materi dan diskusi interaktif, serta pemberian makanantambahan. Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan selama 2 hari yaitu hari Kamis tanggal 29 Juli 2021 dan Selasa tanggal 10 Agustus 2021 pada pukul 09.00 sd 14.00. Tempat kegiatan pengabdian ini di PosyanduMuara Putih, Natar, Lampung Selatan. Hasil kegiatan didapatkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan setelah diadakan pendidikan kesehatan yaitu ibu hamil yang memiliki tingkat pemahaman baik naik dari 0% menjadi  90%; rerata nilai pretes 55,13 naik menjadi 84 saat postes; hasil analisis uji beda didapatkan bahwa terdapat perbedaan rerata nilai pengetahuan peserta sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan (p=0,000). Kesimpulan: penerapan model IMLEG untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil dan ibu yang memiliki balita terbukti efektif, terutama dalam menerapkan gizi seimbang dalam 1000 HPK sebagai upaya pencegahan stunting. Kata Kunci: model IMLEG, stunting, 1000 HPK
Pemberdayaan Wanita Usia Subur Sebagai Peer educator Untuk Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) Sebagai Upaya Deteksi Dini Kanker Payudara Hanriko, Rizki; Suharmanto, Suharmanto; Hadibrata, Exsa
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 6 No. 1 (2021): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v6i1.2946

Abstract

Penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 70% dari penderita kanker payudara berkunjung ke dokter atau rumah sakit pada keadaan stadium lanjut dan hasil penelitian menyebutkan sebanyak 77% kasus kanker payudara muncul di usia di atas 50 tahun. Upaya deteksi dini kanker payudara adalah dengan menggunakan metode pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan Wanita Usia Subur (WUS) sebagai peer educator untuk SADARI sebagai upaya deteksi dini kanker payudara pada WUS di  Kecamatan Jati Agung Lampung Selatan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah penyuluhan, yang dilanjutkan dengan diskusi. Serta dilanjutkan dengan pelatihan praktik SADARI. Khalayak sasaran yang cukup strategis dalam kegiatan ini adalah 20 orang wanita usia subur di Kecamatan Jati Agung Kabupaten Lampung Selatan. Evaluasi yang dilakukan untuk menilai keberhasilan kegiatan ini terdiri dari evaluasi awal, evaluasi proses dan evaluasi akhir. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah penyuluhan dan dilanjutkan dengan diskusi. Penyuluhan diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan keluarga tentang pencegahan penyakit kanker payudara. Materi penyuluhan yang diberikan mencakup materi tentang pengertian penyakit kanker payudara, faktor risiko dan penyebab penyakit kanker payudara, akibat penyakit kanker payudara dan pencegahan penyakit kanker payudara. Diskusi dilakukan setelah pemberian materi selesai dilaksanakan. Peserta bertanya tentang materi yang belum dipahami tentang penyakit kanker payudara. Hasil pengukuran pre dan post tes didapatkan bahwa rataratapemahaman sebelum diberikan materi sebesar 48, sedangkan rata-ratapemahaman sesudah diberikan materi sebesar 78,5. Analisis lanjut mendapatkan bahwa ada peningkatan pemahaman sebelum dan sesudah diberikan materi tentang kanker payudara. Peningkatan tersebut sebesar 37,5. Penyuluhan terbukti efektif meningkatkan pemahaman tentangpencegahan penyakit kanker payudara. Saran yang dapat diberikan bagi Puskesmas adalah mengadakan program peyuluhan rutin tentang pencegahan penyakit untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pencegahan penyakit. Kata kunci: penyuluhan kesehatan, peer educator, SADARI, kanker payudara

Page 11 of 34 | Total Record : 332