cover
Contact Name
Susianti
Contact Email
susianti.1978@fk.unila.ac.id
Phone
+628127899978
Journal Mail Official
jpmrj@fk.unila.ac.id
Editorial Address
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Fakultas Kedokteran Universitas Lampung Jl. Prof. Dr. Ir. Sumantri Brojonegoro No.1, Gedong Meneng, Kec. Rajabasa, Kota Bandar Lampung, Lampung 35145.
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai
Published by Universitas Lampung
ISSN : 25032615     EISSN : 26144891     DOI : https://doi.org/10.23960/jpmrj
Core Subject : Health, Social,
PMR welcomes submissions of original articles that contribute to the advancement of community engagement and service in the field of medicine and health. Areas of interest include but are not limited to: Community health programs, Health education and promotion, Public health interventions, Medical outreach activities, Interdisciplinary collaborations, Global health initiatives, Social determinants of health, Health equity and disparities
Articles 332 Documents
Pengenalan DAGUSIBU pada Kader Posyandu di Desa Munca Kecamatan Hanura Kabupaten Pesawaran Ramdini, Dwi Aulia; Triyandi, Ramadhan; Iqbal, Muhammad; Sayoeti, Muhammad Fitra Wardana; Sari, Merry Indah; Oktaria, Dwita
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 5 No. 1 (2020): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v5i1.2801

Abstract

Pengetahun tentang obat harus dimiliki oleh semua lapisan masyarakat. Maraknya penyebaran obat palsu dan keselahan penggunaan obat DAGUSIBU manjadi salah satu upaya meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam menggunakan dan mengelola obat. Tujuan dari Pengabdian masyarakat ini adalah memberikan penyuluhan DAGUSIBU kepada masyarakat khususnya ibu-ibu kader Posyandu di Desa Munca Kabupaten Pesawaran. Dengan penyuluhan ini diharapkan untuk meningkatkan pengetahuan terhadap penggunaan obat. Peserta penyuluhan ini diberikan materi tentang DAGUSIBU secara langsung serta didukung dengan alat peraga berupa obat sebagai contoh penerapan DAGUSIBU dalam diskusi aktif. Luaran pengabdian ini menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta penyuluhan tentang obat melalui DAGUSIBU. Oleh karena itu penyuluhan ini perlu di lanjutkan untuk memantau dan meningkatkan kader sebagai agen informasi yang baik ke masyarakat umum khususnya di Desa Munca Kabupaten Pesawaran, Lampung.Kata kunci : DAGUSIBU, pengetahuan obat, swamedikasi
Pendampingan Pemanfaatan Buku Kesehatan Ibu dan Anak (Buku KIA) sebagai Upaya Pencegahan Stunting di Desa Binaan Fakultas Kedokteran Universitas Lampung Tahun 2020 Sutarto, Sutarto; Sari, Ratna Dewi Puspita; Trijayanthi, Winda
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 5 No. 1 (2020): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v5i1.2802

Abstract

Stunting merupakan kekurangan gizi kronis pada balita akibat dari kekurangan asupan zat gizi dalam waktu yang lama dan biasanya diikuti dengan frekuensi sering sakit. Berbagai alasan yang dikemukakan oleh ibu balita, sehingga fungsi buku Kesehatan Ibu dan Anak belum dapat dimanfaatkan dengan optimal. Untuk meningkatkan pelayanan para peserta kelas ibu dalam memanfaatkan buku KIA di wilayah kerja Puskesmas Karang Anyar khususnya di desa Marga Agung, maka perlu dilakukan kegiatan berupa pengabdian kepada masyarakat. Pengabdian ini dilakukan oleh dosen dan mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Lampung berupa pendampingan penggunaan Buku KIA dan peningkatan kapasitas kader Kesehatan dalam rangka pencegahan stunting. Tujuan program pengabdian kepada masyarakat ini adalah terwujudnya peningkatan kemampuan ibu balita dan ibu hamil peserta kelas ibu di desa dan terbentuk pendampingan buku KIA pada ibu hamil oleh kader Kesehatan. Metode pelaksanaan menggunakan cara penyuluhan dan pembekalan kader untuk pendampingan pemanfataatan buku KIA pada ibu hamil. Hasil kegiatan pengabdian berupa adanya keberhasilan penyuluhan berupa trend peningkatan nilai pengetahuan kader kesehatan setelah diberi penyuluhan dan skore naik sangat tinggi dari minus 400% menjadi positif 26%. Pendampingan pemanfaatan buku KIA oleh kader posyandu, merupakan tindak lanjut dari hasil penyuluhan kader kesehatan. Pelayanan kesehatan ibu hamil bertujuan untuk mengawasi dan menangani ibu hamil dan ibu bersalin, asuhan dan pemeriksaan ibu sesudah persalinan. Terjadi peningkatan pengetahuan tentang pemanfaatan buku KIA, setelah dilakukan penyuluhan sehingga kader dapat melakukan pendampingan pada ibu hamil di desa Marga Agung. Terbentuknya kader posyandu untuk melakukan pendampingan pemanfaatan buku KIA pada ibu hamil di desa Marga Agung.Kata Kunci : anak, buki, ibu, Kesehatan, pendampjngan, stunting
Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Kader Posyandu Mengenai Deteksi Dini Perkembangan Balita dengan Menggunakan Denver Development Screening Test (DDST) di Posyandu Kecamatan Rajabasa Kota Bandar Lampung Hadibrata, Exsa; Darwis, Iswandi
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 5 No. 1 (2020): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v5i1.2803

Abstract

Masa di bawah usia lima tahun (Balita) adalah periode paling kritis yang menentukan kualitas sumber daya manusia. Pada masa balita proses tumbuh kembang berlangsung cepat dan dikatakan sebagai masa emas yang apabila tidak dibina dengan baik akan mengalami gangguan dalam perkembangan emosi, sosial dan kecerdasan. Salah satu Deteksi dini Skrining perkembangan menggunakan Denver Development Skrining Test (DDST) yaitu salah satu tes atau metode skrining yang sering digunakan untuk mendeteksi perkembangan yang dinilai meliputi perkembangan personal sosial, motorik halus, bahasa, dan motorik kasar pada anak. Pemeriksaan DDST dapat dilakukan di tempat dengan kegiatan pemantauan pertumbuhan dan perkembangan seperti di posyandu. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader posyandu mengenai dengan metode pelatihan yang dilanjutkan dengan diskusi. Materi penyuluhan yang diberikan mencakup tumbuh kembang anak, DDST, dan praktik pemeriksaan DDST kepada balita. Sebelumnya dilakukan pre test dan diakhiri dengan post test. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari sabtu tanggal 1 september 2012. Kegiatan ini diikuti oleh 10 peserta penyuluhan yang terdiri dari ibu-ibu kader posyandu yang ada di wilayah kerja Puskesmas Rajabasa Kota Bandar Lampung. Dari pengisian kuisioner dan pretest diketahui bahwa seluruh (100%) peserta yang mengikuti kegiatan ini belum pernah mendapat penyuluhan kesehatan mengenai perkembangan anak serta pelatihan deteksi perkembangan anak dengan DDST. Sebelum dilakukan pelatihan para peserta tidak mengetahui sama sekali DDST dan setelah dilakukan para peserta sudah mengetahui cara pengisian DDST. Penyuluhan mengenai deteksi dini tumbuh kembang anak menggunakan metode DDST sangat bermanfaat dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu kader posyandu.Kata Kunci: DDST, Pemberdayaan kader, Tumbuh kembang
Peningkatan Pengetahuan Kader Posyandu tentang Buku KIA dalam Rangka Pencegahan Stunting pada Komunitas Agromedicine Desa Karang Anyar Kecamatan Jati Agung Kabupaten Lampung Selatan Zuraida, Reni; Apriliana, Ety; Wijaya, Sofyan Musyabiq; Irawati, Nur Ayu Virginia; Nurhayati, Novi
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 5 No. 1 (2020): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v5i1.2804

Abstract

Secara nasional, status gizi balita menunjukkan gambaran yang penuh tantangan, seperti terlihat dari hasil Pemantauan Status Gizi (PSG) 2017, menunjukkan bahwa status gizi buruk dan gizi kurang pada balita lebih tinggi daripada status tersebut pada baduta (bawah dua tahun), yaitu 17,8% dan 14,8% dengan status gizi buruk masing-masing 3,8% dan 3,5%. Persentase gizi buruk tersebut masing-masing meningkat dari 3,4% dan 3,1% (2016), sedangkan pada tahun 2015 3,9% dan 3,2%. Riset Kesehatan Dasar 2013 mencatat prevalensi stunting nasional mencapai 37,2 persen, meningkat dari tahun 2010 (35,6%) dan 2007 (36,8%). Artinya, pertumbuhan tak maksimal diderita oleh sekitar 8,9 juta anak Indonesia, atau satu dari tiga anak Indonesia. Peran aktif kader besifat penting karena kader mempengaruhi keberhasilan program Posyandu khususnya dalam pemantauan tumbuh kembang anak. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan kader posyandu tentang buku KIA dalam rangka pencegahan stunting Pengabdian dilakukan dengan memberikan penyuluhan mengenai isi buku KIA dan cara deteksi stunting pada anak balita. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa kegiatan penyuluhan ini dapat meningkatkan pengetahuan para kader posyandu di Desa Karang Anyar, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan. Diharapkan pemberdayaan kader posyandu dapat dilaksanakan secara konsisten dan berkesinambungan sehingga dapat meningkatkan kinerja kader dalam pelayanan posyandu yang optimalKata kunci: Buku KIA. kader posyandu, balita stunting, pemberdayaan
Pemberdayaan Masyarakat dalam Meningkatkan Status Gizi sebagai Upaya Menurunkan Angka Kematian Ibu di Wilayah Kerja Puskesmas Wonosobo Kecamatan Wonosobo Kabupaten Tanggamus Sari, Ratna Dewi Puspita; Utama, Winda Trijayanthi; Sutarto, Sutarto; Fatharanni, Mentari Olivia; Suryawinata, Arli
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 5 No. 1 (2020): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v5i1.2805

Abstract

Kematian Ibu adalah kematian yang terjadi saat kehamilan, atau selama 42 hari sejak terminasi kehamilan, tanpa memperhitungkan durasi dan tempat kehamilan, yang disebabkan atau diperparah oleh kehamilan atau pengelolaan kehamilan tersebut, tetapi bukan disebabkan oleh kecelakaan atau kebetulan. Angka Kematian Ibu di Kabupaten Tanggamus masih cukup tinggi. Pada tahun 2018, Kabupaten Tanggamus tercatat sebagai kabupaten dengan nilai AKI tertinggi ke-2 (12 kasus) di Provinsi Lampung dan menjadi salah satu daerah yang memiliki peningkatan AKI dibandingkan tahun sebelumnya (9 kasus). Metode pengabdian ini dilakukan dengan cara penyuluhan dengan cara mengukur pengetahuan (prior knowledge) peserta mengenai status gizi dan asupan zat gizi pada ibu hamil, dilakukan metode ceramah, memperlihatkan gambar dan video serta sesi diskusi, kemudian dilakukan pengukuran pengetahuan peserta melalui post-test . Nilai post-test akan dibandingkan dengan pre-test , apabila terjadi peningkatan pengetahuan pada lebih dari 70 % peserta, maka kegiatan penyuluhan dianggap berhasil meningkatkan pengetahuan peserta. Pengabdian ini melibatkan 44 ibu hamil, dengan status gizi kurang (3 orang), normal (32 orang), dan gizi lebih (9 orang). Berdasarkan hasil pre-test , didapatkan hasil pengetahuan yang baik sebanyak 15,9% (7 orang) dan pengetahuan yang kurang sebanyak 84,1% (37 orang). Berdasarkan hasil postest didapatkan 86.5% ibu hamil (38 orang) memiliki pengetahuan yang baik dan 13.5% ibu hamil (6 orang) memiliki pengetahuan yang kurang. Berdasarkan perbandingan hasil pre-test dan postest terjadi peningkatan pengetahuan pada lebih dari 70% peserta, maka kegiatan pengabdian ini dianggap berhasil meningkatkan pengetahuan peserta.Kata Kunci: Status Gizi, Ibu Hamil, AKI
Deteksi Dini dan Pencegahan Penyakit Ginjal Yonata, Ade; Taruna, Achmad; Islamy, Nurul
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 5 No. 1 (2020): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v5i1.2806

Abstract

Penyakit ginjal kronis atau Chronic Kidney Disease (CKD) adalah proses patofisiologis yang mengakibatkan penurunan fungsi ginjal progresif, dan umumnya berakhir dengan gagal ginjal. Satu dari sepuluh orang dewasa memiliki penyakit ginjal kronis. Beban global CKD meningkat, dan diproyeksikan menjadi penyebab paling umum dari tahun ke tahun di hampir semua negara. Penyakit ginjal dapat dicegah dan perkembangan menjadi penyakit ginjal tahap akhir dapat ditunda dengan akses yang tepat kea rah diagnostik dasar dan perawatan dini. Tujuan kegiatan ini adalah melakukan salah satu upaya untuk meningkatkan pengetahuan pendidikan kesehatan kepada masyarakat umumnya . Kegiatan ini diharapkan dapat berkembang dan terlaksana secara berkelanjutan sehingga manfaatnya dapat mencakup kepada masyarakat luas. Kegiatan yang dilakukan meliputi penyuluhan penyakit ginjal kronis melalui metode ceramah seminar awam. Penyuluhan dilakukan dengan memberikan materi seputar penyakit ginjal kronis, faktor risiko, tata laksana dan pencegahannya. Setelah dilakukan kegiatan, evaluasi dilakukan guna mengetahui sejauh mana pengetahuan tentang penyakit ginjal kronis telah dipahami oleh peserta seminarKata kunci: penyakit ginjal kronis, pengetahuan
Penerapan eKIE (Komunikasi, Informasi, dan Edukasi Elektronik) Dalam Upaya Meningkatkan Kesehatan Ibu Hamil Di Era New Normal Angraini, Dian Isti; Karyus, Aila; Kania, Susi; Sari, Merry Indah; Imantika, Efriyan
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 5 No. 1 (2020): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v5i1.2807

Abstract

Indonesia sedang menghadapi bencana nasional nonalam COVID-19 sehingga pelayanan kesehatan maternal dan neonatal menjadi salah satu layanan yang terkena dampak baik secara akses maupun kualitas. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kesehatan ibu hamil di era new normal dengan menerapkan eKIE. Khalayak sasaran kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Panjang. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu promosi kesehatan eKIE (komunikasi, informasi dan edukasi elektronik) berupa pemberian materi dan diskusi interaktif melalui whattsapp group. Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan selama 3 hari yaitu hari Senin, Rabu dan Jum’at tanggal 6, 8 dan 10 Juli 2020 pada pukul 09.00 sd 12.00. Tempat kegiatan pengabdian ini adalah melalui media elektronik secara online dengan whattsapp group. Hasil kegiatan didapatkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan yang baik pada ibu hamil setelah diadakan eKIE dengan peningkatan pengetahuan dari 1,4% menjadi 93%; dan peningkatan perilaku dari 14,1% menjadi 97,2%. Kesimpulan: penerapan eKIE untuk meningkatkan pengetahuan dan perilaku ibu hamil dalam menjaga dan meningkatkan kesehatannya memang dibutuhkan terutama di era new normal.Kata Kunci: eKIE, era new normal, ibu hamil
Pemberdayaan Guru dan Orang Tua Siswa untuk Mempersiapkan Pubertas Sehat Bagi Siswa SD Melalui Peningkatan Pengetahuan dan Konseling Kesehatan Mustofa, Syazili; Sutyarso, Sutyarso; Muhartono, Muhartono
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 5 No. 1 (2020): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v5i1.2808

Abstract

Pubertas adalah masa saat anak mengalami perubahan fisik dan mental serta pematangan seksual. Kebanyakan anak cemas dan bingung menghadapi pubertas dan banyak yang tidak mampu menghadapi permasalahan selama pubertas. Berbagai penelitian menunjukkan remaja, orang tua, dan guru di Indonesia tidak memiliki pengetahuan yang cukup tentang proses pubertas dan permasalahannya. Padahal, masalah fisik, mental dan emosional dapat bermula pada periode ini. Rasa cemas dan depresi yang terjadi pada anak pubertas dapat berlanjut sampai dewasa. Peran guru dan orang tua sangat dibutuhkan anak remaja dalam memberikan informasi dan pengetahuan yang tepat. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesehatan remaja melalui peningkatan pengetahuan dan peran serta guru dan orang tua dalam menghadapi pubertas pada anak usia sekolah dasar di SDIT Baitul Jannah, Bandar Lampung. Kegiatan ini berbentuk pendidikan dan pelayanan kepada masyarakat. Pendidikan dilakukan dengan mengadakan seminar mengenai permasalahan pubertas remaja dan penatalaksanaannya untuk guru dan orang tua siswa. Bentuk pelayanan adalah dengan menyediakan ruang konseling kesehatan bagi guru dan orang tua siswa melalui grup di aplikasi WhatsApp. Kegiatan ini mampu meningkatan pengetahuan dan partisipasi guru dan orang tua siswa SDIT Baitul Jannah mengenai pubertas sehat bagi anak. Terjadi peningkatan yang signifikan dalam pengetahuan dan partisipasi guru dan orang tua siswa di SDIT Baitul Jannah Bandar Lampung. Pada kegiatan ini juga ditemukan permasalahan baru yang berhubungan dengan pubertas remaja, yaitu kecanduan gawai atau game, terpengaruh budaya luar (khususnya musik Pop dan drama Korea) dan bullying. Disarankan untuk Perguruan Tinggi melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat lebih lanjut untuk mengatasi permasalahan permasalahan tersebut.Kata kunci: Konseling, peningkatan pengetahuan, peran guru, peran orang tua, pubertas sehat
Pemberdayaan Siswa sebagai Peer Educator dalam Rangka Upaya Pencegahan Perilaku Merokok Siswa Sekolah Dasar Mustofa, Syazili; Wardani, Dyah Wulan Sumekar Rengganis; Muhartono, Muhartono; Soemarwoto, Retno Ariza S
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 5 No. 1 (2020): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v5i1.2809

Abstract

Peningkatan jumlah perokok usia muda adalah masalah kesehatan besar yang dihadapi Indonesia karena jumlahnya semakin meningkat setiap tahun. Hal ini disebabkan pengaruh lingkungan seperti mengikuti tren, ingin terlihat mengesankan di depan teman sepermainan, dan kurangnya pengetahuan mengenai bahaya merokok. Perokok anak dan remaja rentan untuk terkena berbagai penyakit misalnya asma, infeksi saluran nafas dan penurunan fungsi paru. Berbagai penelitian menunjukkan remaja di Indonesia tidak memiliki pengetahuan yang cukup tentang bahaya perilaku merokok bagi kesehatan. Padahal, perilaku merokok dapat bermula pada periode ini. Peran teman sebaya sangat dibutuhkan anak remaja dalam memberikan informasi pengetahuan yang tepat dan memotivasi berperilaku hidup sehat. Target khusus kegiatan ini adalah meningkatkan kesehatan remaja melalui pemberdayaan siswa sebagai peer educator dalam rangka upaya pencegahan perilaku merokok siswa sekolah dasar di SDIT Baitul Jannah Bandar Lampung. Kegiatan ini berbentuk pendidikan pada masyarakat. Pendidikan kepada masyarakat dilakukan dengan mengadakan kursus konselor mengenai bahaya rokok terhadap kesehatan dan pencegahan perilaku merokok yang diadakan bagi siswa SDIT Baitul Jannah, Bandar Lampung. Setelah kegiatan ini selesai terjadi peningkatan bermakna pengetahuan siswa SDIT Baitul Jannah terhadap bahaya rokok dan pencegahan perilaku merokok, peningkatan keahlian komunikasi mereka sebagai konselor kesehatan dalam mencegah perilaku merokok pada teman sebaya mereka. Mengingat angka perokok muda semakin bertambah, kami menyarankan kepada dosen untuk fokus dalam menghadapi permasalahan ini dan mengembangkan berbagai metode pengabdian kepada masyarakat untuk menecegah perokok pada usia muda di Indonesia.Kata kunci: Bahaya merokok, konselor sebaya, pencegahan perilaku merokok, perokok muda,
Khitan dan Pengobatan Massal di Masa Pandemi Virus Corona 2019 dengan Penerapan Protokol Kesehatan Adaptasi Kebiasaan Baru di Desa Rejosari Natar Lampung Selatan Tahun 2020 Wintoko, Risal; Fauzi, Ahmad; Hadibrata, Exsa; Siregar, Bintang Abdi; Yusmaidi, Yusmaidi
JPM (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Ruwa Jurai Vol. 5 No. 1 (2020): JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT RUWA JURAI
Publisher : FK Unila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmrj.v5i1.2810

Abstract

Khitan merupakan tindakan memotong atau menghilangkan sebagian atau seluruh kulit penutup depan dari penis. Khitan sangat bermanfaat untuk kesehatan yaitu mengurangi resiko infeksi saluran kencing, mengatasi fimosis, parafimosis, balaniditis dan dapat mengurangi resiko keganasan penis serta penyebaran penyakit menular seksual. Dalam masa pandemi virus corona banyak orang yang takut melaksanakan khitan dan pengobatan, oleh sebab itu dilaksanakan khitan dan pengobatan massal dengan penerapan protokol kesehatan. Metode pengabdian ini di laksanakan dengan promosi kegiatan pengabdian kepada masyarakat Rejosari, kemudian bagi yang berminat mendaftar ke panitia. Panitia akan melakukan screening untuk peserta khitan massal yang sesuai indikasi. Pelaksanaan kegiatan akan di laksanakan sesuai jadwal yang di tentukan dengan mengikuti protokol kesehatan. Hasil pengabdian masyarakat ini berupa telah di laksanakan pengobatan dan khitan massal di Sekolah Dasar Negeri 3 Rejosari, kecamatan Natar Lampung selatan tanggal 27 Agustus 2020 pada pukul 08.00-12.00 WIB yang di ikuti oleh peserta pengobatan gratis sebanyak 98 pasien dan yang menjalani khitan sebanyak 52 pasien. Petugas kesehatan sebanyak 5 dokter spesialis, 4 dokter umum, 6 perawat dan 27 mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Lampung. Kesimpulan pengabdian masyarakat ini telah di lakukan khitan dan pengobatan massal terhadap pasien tidak mampu secara ekonomi.Kata kunci: Khitan, Pandemi, Pengobatan

Page 9 of 34 | Total Record : 332