cover
Contact Name
Tika Hairani
Contact Email
jurnal@rmpi.brin.go.id
Phone
+6287770346919
Journal Mail Official
beritabiologi@brin.go.id
Editorial Address
Jl. Ir. H. Juanda No.18, RT.04/RW.08, Paledang, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Jawa Barat 16122
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Berita Biologi
ISSN : 23378751     EISSN : 23378751     DOI : https://doi.org/10.55981/berita_biologi
Berita Biologi is the journal features articles showcasing advancements in biological research and related sciences in Indonesia. Berita Biologi comprises original scientific papers presenting research findings, short communications, and reviews that are unpublished or not under consideration elsewhere. Covered topics are expected to introduce novel aspects or information.
Articles 126 Documents
INTRODUCTION OF THE SYNBIOTIC OF LACTIC ACID BACTERIA FROM DANGKE AND INULIN DAHLIA IN MICE INFECTED WITH Enteropathogenic Escherichia coli Nur, Fatmawati; Hadidarma, Nasyrah; Hafsan, Hafsan; Muthiadin, Cut; Khudaer , Faten
Berita Biologi Vol 23 No 2 (2024): Berita Biologi
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/beritabiologi.2024.3733

Abstract

This study investigates the influence of synbiotics, a combination of probiotics (lactic acid bacteria) and prebiotics (inulin from Dahlia tubers), on mice infected with Enteropathogenic Escherichia coli (EPEC) bacteria. The performance of mice, including weight gain, feed consumption, and feed conversion ratio, was used as parameters to understand the effect of synbiotics on EPEC-infected mice. Four groups of mice were observed in this study: the control group (P1), EPEC infection group (P2), synbiotics introduction group (P3), and synbiotics introduction + EPEC infection group (P4). The research findings demonstrate that synbiotics from Dangke lactic acid bacteria and inulin from Dahlia tubers have a positive impact on mice performance and help them in countering EPEC infection. Group P3, which received synbiotics without EPEC infection, showed significantly higher weight gain and feed conversion efficiency compared to groups P1 and P2. The synbiotics contributed to the enhancement of mice growth and feed efficiency. On the other hand, group P4, which received synbiotics and was infected with EPEC, exhibited a lower survival rate compared to the control group (P1) and group P3, despite having a shorter duration of diarrhea. EPEC caused diarrhea in mice, but synbiotics helped reduce the duration of diarrhea by inhibiting the growth and attachment of EPEC in the mice's intestines. These findings indicate that synbiotics of Lactic Acid Bacteria and inulin Dahlia have the potential as an alternative strategy to improve mice growth and intestinal health. However, the positive effect of synbiotics may be diminished when mice are infected with EPEC.
KEANEKARAGAMAN JENIS LICHEN DI TAHURA GUNUNG MENUMBING KABUPATEN BANGKA BARAT PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG Sonia, Anna; Lingga, Rahmad; Fastanti, Fandri Sofiana
Berita Biologi Vol 23 No 2 (2024): Berita Biologi
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kajian mengenai lichen di Indonesia masih sangat sedikit informasinya, sebagaimana sedikitnya penelitian mengenai keanekaragaman jenis dan peran lichen di ekosistem dari Sumatra khususnya Provinsi Bangka Belitung. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui keanekaragaman jenis lichen di Tahura Gunung Menumbing, Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Data keanekaragaman jenis lichen dianalisis menggunakan Indeks Keanekaragaman Shannon−Wiener (H’), kemudian dideskripsikan secara kualitatif dan dikaitkan dengan kondisi lingkungan di sekitar stasiun pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 28 jenis lichen, terdiri dari 25 jenis tergolong ke dalam 14 famili dan 3 jenis belum teridentifikasi. Jumlah jenis terbanyak berasal dari famili Graphidaceae sebanyak 7 jenis. Disimpulkan bahwa Tahura Gunung Menumbing memiliki kualitas udara yang baik dengan H’ lichen termasuk kategori sedang dengan kisaran nilai 1,7 ≤ H’ ≤ 2,4.
ISOLATION AND IN VITRO BIOASSAYS OF ENDOPHYTIC FUNGI ASSOCIATED WITH LIDAH BUAYA (Aloe vera (L.) Burm.f.) Raunsai, Marlin Megalestin; Octavia Siti Nurhayati; Andi Saptaji Kamal; Praptiwi; Kartika Dyah Palupi; Muhammad Ilyas; Rahmawati Ridwan; Evana; Andria Agusta
Berita Biologi Vol 23 No 2 (2024): Berita Biologi
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/beritabiologi.2024.3879

Abstract

Endophytic fungi are fungi that live in plant tissues that do not cause disease symptoms, do not harm the host plant, and can produce secondary metabolites such as antibacterial, antifungal, and antiviral compounds. This study was conducted to isolate and evaluate the antibacterial and antioxidant activities of endophytic fungi from Aloe vera (L.) Burm.f. against Staphylococcus aureus and Escherichia coli bacteria. The antibacterial activity test was carried out qualitatively by thin layer chromatography-direct-bioautography (TLC-DB), and microdilution methods were used for the antibacterial assay against Staphylococcus aureus and Escherichia coli. Antioxidant activity was determined against DPPH using TLC-DB and the microdilution assay. Antibacterial results showed that the extracts LBB-2.4, LBB-2.2, LBAu-1.1 and LBAu-2.1 could inhibit the growth of S. aureus. Meanwhile, extracts of endophytic fungi with the isolate codes LBB-2.4, LBB-2.1, LBAp-3, LBAp-1, LBAu-1.1 and LBAu-2.1 could inhibit the growth of E.coli. The results of Minimum Inhibitory Concentration (MIC) showed that isolate LBB-2.1 had moderate antibacterial activity with a MIC value of 256 μg/mL against S.aureus. The extracts showed weak antioxidant activity against DPPH. It can be concluded that endophytic fungi extracts from Aloe vera have potential activity as antibacterial agents.
KERAGAMAN JENIS TUMBUHAN MANGROVE FAMILI LYTHRACEAE DI BELAWAN PULAU SICANANG, SUMATERA UTARA Ade Syafitri; Etti Sartina Siregar; Elimasni
Berita Biologi Vol 23 No 1 (2024): Berita Biologi
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/beritabiologi.2024.3901

Abstract

Hutan mangrove merupakan kawasan penyangga antara kawasan daratan dengan perairan, tumbuh dan berkembang di kawasan pesisir. Mangrove memiliki banyak manfaat dari segi aspek ekologi, fisik, dan ekonomi. Pulau Sicanang memiliki bentangan mangrove yang sangat luas, salah satunya dari kelompok famili Lythraceae. Akan tetapi belum diidentifikasi berapa jumlah jenisnya. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi jenis tumbuhan famili Lythraceae di hutan mangrove Pulau Sicanang dan mendeskripsikan karakteristik morfologi serta anatomi stomata daunnya. Penelitian ini menggunakan metode eksploratif untuk mengkoleksi sampel famili Lythraceae di empat stasiun yang menjadi jalur jelajah. Data karakteristik jenis-jenis famili Lythracea dianalisis secara deskriptif. Kerapatan dan distribusi stomata epidermis daun dianalisis secara kuantitatif. Hasil penelitian diperoleh bahwa terdapat tiga jenis famili Lythraceae berdasarkan karakterisktik morfologinya, yaitu Sonneratia alba, Sonneratia caseolaris dan Sonneratia ovata. Status konservasi famili Lythraceae di Pulau Sicanang berdasarkan IUCN Red List of Threatened Species masuk ke dalam kategori Least Concernt (Sonneratia alba dan Sonneratia caseolaris); dan kategori Near Threatened (Sonneratia ovata). Sonneratia alba, Sonneratia caseolaris dan Sonneratia ovata memiliki tipe stomata anomositik dan distribusi stomata tersebar. Kerapatan stomata Sonneratia alba masuk ke dalam kategori tinggi (>500/mm2), sedangkan Sonneratia caseolaris dan Sonneratia ovata masuk dalam kategori rendah (<300/mm2).
KAJIAN MUTAGEN EMS PADA KONSENTRASI SUB LETHAL UNTUK MENINGKATKAN KERAGAMAN MUTAN LADA (Piper nigrum L.) Suswanto, Iman; Ramadhan, Tris Haris; Hernowo, Kukuh
Berita Biologi Vol 23 No 3 (2024): Berita Biologi
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/berita_biologi.2024.4146

Abstract

Keberhasilan perakitan tanaman baru melalui mutasi telah banyak dilaporkan. Penelitian ini bertujuan memperoleh konsentrasi EMS yang menghasilkan keragaman mutan lebih tinggi sebagai alternatif menghasilkan varietas baru dan memperoleh variabel penduga yang dapat digunakan sebagai indikator dalam penyusunan mutan lada. Perlakuan penelitian berupa konsentrasi sub lethal EMS terdiri atas kontrol tanpa EMS (d0); dosis 0,15% (d1); dosis 0,2% (d2); dosis 0,25 % (d3) dan 0,3% (d4) sebagai konsentrasi LC50.  Penelitian menggunakan boks berisi media gambut dan pasir (1:1) yang disusun berdasarkan rancangan acak lengkap dengan ulangan 5 kali. Masing-masing boks diisi 40 biji sehingga total biji yang diuji sebanyak 200 butir/perlakuan. Variabel yang diamati berupa tinggi hipokotil, panjang akar, jumlah daun dan ukuran kotiledon. Analisis data dengan anova dilanjutkan dengan uji Duncan tingkat kepercayaan 0,05. Variabel data yang signifikan dilanjutkan dengan kajian sebaran data fenotipe untuk menentukan skewness (kecondongan) dan kurtosis/keruncingan puncak kurva). Pengukuran keragaman dilakukan dengan perhitungan koefisien keragaman genetik (KKG), koefisien keragaman fenotip (KKF) dan heretabilitas (h2). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi 0,1%; 0,2% dan 0,3% menghasilkan keragaman karakter penting berupa panjang akar, panjang hipokotil dan panjang/lebar kotiledon. Keempat variabel pada fase kecambah memiliki nilai heritabilitas pada kisaran sedang (S) sampai tinggi (T) sehingga layak digunakan sebagai indikator dalam penyusunan mutan lada.  
ISOLASI BAKTERI PERLARUT FOSFAT (BPF) PADA HUTAN PRODUKSI DI KAWASAN HUTAN DENGAN TUJUAN KHUSUS (KHDTK) PUJON HILL UMM, KABUPATEN MALANG Romadloni, Mokhamad Yusuf; Wibowo, Febri Arif Cahyo; Wahidiah, Tria; Pradipta, Abyan
Berita Biologi Vol 23 No 1 (2024): Berita Biologi
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/beritabiologi.2024.4148

Abstract

Ketersediaan unsur fosfat dalam tanah yang rendah disebabkan karena terikat oleh koloid tanah. Tanah yang memiliki pH asam maka fosfat akan diikat oleh unsur seperti Al, Fe sedangkan tanah yang memiliki pH basa maka akan diikat oleh unsur Ca. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi rendahnya unsur fosfat yang tersedia di dalam tanah adalah dengan memanfaatkan Bakteri Perlaut Fosfat (BPF), karena mikroba tersebut merupakan jasad renik tanah yang memiliki kemampuan melepaskan ikatan fosfat dan berperan penting dalam melarutkan unsur fosfat yang tidak tersedia menjadi tersedia. Tujuan pertama dari penelitian ini adalah untuk mengisolasi BPF dan untuk mengidentifikasi BPF yang dapat digunakan sebagai agens hayati untuk mendukung konservasi tanah. Dan tujuan kedua dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kelimpahan koloni BPF. Metode yang digunakan yaitu menggunakan pengujian secara makroskopis dan biokimia. Analisis yang digunakan adalah menggunakan deskriptif kuantitatif. Koloni paling banyak ditemukan yaitu pada kode sampel HP-1-D dengan jumlah koloni 266 x 104 cfu/μl dan paling sedikit yaitu pada kode sampel HP-2-B dengan jumlah isolat 6 x 104 cfu/μl. Jenis genus Bakteri Pelarut Fosfat (BPF) yang berhasil di identifikasi pada Hutan Produksi di KHDTK Pujon Hill UMM diantaranya yaitu genus Micrococcus sp dan Bacillus sp yang memiliki sifat yaitu gram positif dan katalase positif.  
KEANEKARAGAMAN MAKROFUNGI DI HUTAN LINDUNG GAMBUT LONDERANG, PROVINSI JAMBI, INDONESIA Maritsa, Hasna Ul; Risma; Kartika, Winda Dwi; Batubara, Ummi Mardhiah; Haryadi, Bambang; Ihsan, Mahya
Berita Biologi Vol 23 No 1 (2024): Berita Biologi
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/beritabiologi.2024.4867

Abstract

Makrofungi telah lama menarik perhatian para ilmuwan dan masyarakat karena peran penting mereka dalam kehidupan manusia dan lingkungan. Namun, informasi tentang keanekaragaman hutan rawa gambut intropis makrofungi masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk membuat katalog keanekaragaman hayati makrofungi dari Hutan Lindung Londerang di Provinsi Jambi, Indonesia. Area ini rentan terhadap kebakaran, yang dapat menyebabkan penurunan keanekaragaman hayati termasuk macrofungi.Penelitian ini menggunakan metode eksplorasi berupa pembuatan jalur makrofungi, dan identifikasi makrofungi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dijumpai sebanyak 39 spesies macrofungi milik divisi filum Basidiomycota dan Ascomycota. Sembilan keluarga diwakili, yaitu: Polyporaceae (tujuh genus: Microporus, Polyporus, Earliella, Daedaleopis, Pycnoporus, Trametes, Ganoderma); Crepidotaceae (satu genus: Crepidotus); Tricholomataceae (dua genus: Mycena, Marasmius); Agaricaceae (dua genus: Cystolepiota, Lepiota); Russulaceae (satu genus: Russula); Auriculariaceae (satu genus: Auricularia); Genus Cantharellaceae 1 Cantharellus, gen Lycoperdiaceae 1 yaitu Calvatia, dan genus Xylariaceae 1 yaitu Daldania. Berdasarkan tempat pertumbuhannya, 68% ditemukan tumbuh di kayu mati dan 16% ditemukan tumbuh di tanah atau sampah.
REINVENTARISASI DAN ANALISIS LAJU PENINGKATAN DIVERSITAS IKAN DI SUNGAI CILIWUNG Mujadid, Iqbal; Ainy, Noer Sarifah; Hadi, Nestiyanto; Nurhidayat
Berita Biologi Vol 24 No 2 (2025): Berita Biologi
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/berita_biologi.2025.4921

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperbaharui data kelimpahan ikan di Sungai Ciliwung. Metode sampling dilakukan melalui pengambilan ikan dari hulu ke hilir dalam 6 segmen, dengan masing-masing segmen terdiri dari 3 stasiun, dengan total 18 stasiun penelitian dan panjang total aliran Sungai Ciliwung yang diteliti adalah 9 km dari 120 km. Penelitian dilakukan pada 2023-2024. Ditemukan 37 spesies ikan dari 16 famili dan 8 ordo. Lima spesies dengan kelimpahan tertinggi adalah ikan sapu-sapu (Pterygoplichthys pardalis), ikan cere (Gambusia affinis), ikan baung (Hemibagrus nemurus), ikan guppy (Poecilia reticulata), dan ikan hampala (Hampala macrolepidota). Sebanyak 26 spesies merupakan ikan asli dan 11 spesies ikan eksotik. Ditemukan peningkatan perubahan tren kelimpahan ikan dari sebelumnya tren menurun pada 100 tahun terakhir, menjadi naik pada tahun 2023. Terdapat kenaikan 26% atau 10 spesies ikan asli yang baru ditemukan pada penelitian ini yaitu paray (Rasbora argyrotaenia), nilem (Osteochillus vittatus), lalawak (Barbonymus balleroides), soro (Neolissochillus soro), ramokasang emas (Pangio doriae), senggal (Hemibagrus planiceps), lendi (Clarias nieuhofii), cupang sawah (Trichopsis vittata), tembakang (Helostoma teminckii), tarpon (Megalops cyprinoides). Terdapat tren kenaikan ikan ekostis dari penelitian sebelumnya (21%) dengan ditemukannya 7 spesies ikan eksotis yaitu ikan mas (Cyprinus carpio), ikan lele dumbo (Clarias gariepinus), Brushmouth pleco (Ancistrus temminckii), ikan golsom (Andonoacara rivulatus), ikan red devil (Amphilopus labiatus), ikan cere (Gambusia affinis), ikan kaca-kaca (Prambassis siamensis).
PAPARAN JANGKA PENDEK PIL KELUARGA BERENCANA YANG MENGANDUNG ETINILESTRADIOL DAN LEVONORGESTREL TIDAK MEMPENGARUHI KANDUNGAN ENERGI IKAN SERIBU (Poecilia reticulata) Nugroho, Rully Adi; Sukmana, Andreas Binar Aji; Cahyaningrum, Desti Christian; Beanal, Yohanis; Wijaya, Andhika Ryan
Berita Biologi Vol 23 No 2 (2024): Berita Biologi
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/beritabiologi.2024.4937

Abstract

Hormon steroid sintetik yang terkandung dalam pil Keluarga Berencana (KB) telah menjadi kontaminan di perairan global. Hormon etinilestradiol dan levonorgestrel memberikan dampak negatif terhadap perkembangan, perilaku dan kelangsungan hidup ikan di lingkungan perairan. Di Indonesia, perhatian terhadap potensi dampak etinilestradiol dan levonorgestrel terhadap organisme bukan target perairan masih sangat terbatas. Studi ini dilakukan untuk memahami perubahan kandungan energi dalam lemak dan protein pada ikan seribu (Poecilia reticulata) yang terpapar estrogen dan progestogen (campuran etinilestradiol dan levonorgestrel). Ikan guppy jantan dipapar dengan enam konsentrasi campuran etinilestradiol/levonorgestrel yang berbeda, yaitu 0 ng/L etinilestradiol dan levonorgestrel, 0,3 ng/L etinilestradiol dan 1,5 ng/L levonorgestrel, 3 ng/L etinilestradiol dan 15 ng/L levonorgestrel, 30 ng/L etinilestradiol dan 150 ng/L levonorgestrel, 300 ng/L etinilestradiol dan 1500 ng/L levonorgestrel, dan 3000 ng/L etinilestradiol dan 15000 ng/L levonorgestrel selama tujuh hari dan tidak diberi pakan selama percobaan. Kandungan energi diestimasi setelah perlakuan secara gravimetri. Penelitian ini menunjukkan bahwa paparan jangka pendek pil keluarga berencana yang mengandung campuran etinilestradiol dan levonorgestrel berturut-turut hingga 3000 ng/L dan 15000 ng/L tidak berbeda nyata dengan kontrol. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa paparan jangka pendek pil KB tidak mempengaruhi kandungan energi pada ikan seribu.
KEPADATAN DAN POLA PERSEBARAN KELASI (Presbytis rubicunda) DI BUKIT BAKA TAMAN NASIONAL BUKIT BAKA BUKIT RAYA KALIMANTAN BARAT Pranadi, Resqi; Junardi; Ari Hepi Yanti; Marsaidi, Dodi
Berita Biologi Vol 24 No 2 (2025): Berita Biologi
Publisher : BRIN Publishing (Penerbit BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/berita_biologi.2025.4945

Abstract

Kelasi (Presbytis rubicunda) adalah salah satu spesies endemik pulau Borneo dan Karimata yang termasuk kedalam satwa liar dilindungi dan berstatus rentan (vulnerable). Berbagai ancaman terhadap kelasi dapat mempengaruhi kepadatan dan pola persebarannya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kepadatan dan pola persebaran kelasi di jalur pendakian Bukit Baka kawasan Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya. Pengamatan kelasi menggunakan metode line transect distance sampling (LTDS) dengan variasi metode King. Analisis data untuk mendapatkan nilai kepadatan kelasi didapatkan menggunakan formula metode King sedangkan pola persebaran kelasi menggunakan formula indeks Morisita terstandarisasi. Pengambilan data dilakukan sepanjang 14,99 km dengan tiga kali ulangan yang mendapatkan 16 individu dengan jumlah individu paling banyak ditemukan pada pagi hari. Kepadatan individu kelasi didapatkan sebesar 6,7 individu/km2 dengan pola persebaran seragam.

Page 7 of 13 | Total Record : 126