cover
Contact Name
Hilalludin
Contact Email
hilalluddin34@gmail.com
Phone
+6281999248333
Journal Mail Official
hilalluddin34@gmail.com
Editorial Address
Bantek, Desa Bagik Payung, Suralaga, Lombok Timur, NTB
Location
Kab. sumbawa barat,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Qawa’id: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab
ISSN : 31235484     EISSN : 31235484     DOI : -
Qawa’id: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab [ISSN: 3123-5484 ] adalah jurnal akses terbuka yang diterbitkan oleh PT RisTekUtama (Riset Cendekia Teknologi Utama). Jurnal ini menjadi wadah untuk menyebarluaskan hasil penelitian ilmiah, kajian konseptual, serta pemikiran kritis di bidang bahasa Arab, sastra Arab, dan kajian kebahasaan secara umum. Artikel-artikel yang diterbitkan dapat berasal dari akademisi, peneliti, pendidik, dan praktisi di bidang bahasa dan sastra Arab. Qawa’id menerima naskah berupa artikel hasil penelitian, tinjauan pustaka, dan diskusi ilmiah. Semua naskah yang masuk akan melalui proses tinjauan sejawat (peer-review) secara double-blind oleh para reviewer nasional maupun internasional yang kompeten di bidangnya. Jurnal ini terbit tiga kali dalam setahun, yaitu pada bulan April, Agustus, dan Desember. Artikel yang telah dinyatakan diterima akan ditampilkan terlebih dahulu pada bagian In-Press sebelum diterbitkan secara resmi. Seluruh proses penerbitan dilakukan secara daring. Untuk panduan pengiriman naskah, kebijakan editorial, dan informasi penting lainnya, silakan kunjungi menu yang tersedia pada situs ini.
Articles 23 Documents
Penilaian Ranah Afektif Dalam Pendidikan Bahasa Arab Sulaeman Sulaeman; Suwandi Suwandi; Ubaid Ridho; Raswan Raswan
Qawa’id: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab Vol 1 No 03 (2025): Qawa’id: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab
Publisher : Qawa’id: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran bahasa Arab di lembaga pendidikan Islam tidak hanya bertujuan mengembangkan kemampuan kognitif dan keterampilan berbahasa, tetapi juga membentuk sikap, minat, dan motivasi peserta didik. Ranah afektif memiliki peran strategis dalam menentukan keberhasilan pembelajaran bahasa Arab karena berhubungan langsung dengan keterlibatan emosional siswa terhadap proses belajar. Namun, dalam praktiknya, penilaian ranah afektif sering kali kurang mendapatkan perhatian dibandingkan ranah kognitif dan psikomotorik. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji konsep ranah afektif, bentuk-bentuk penilaian yang dapat diterapkan dalam pembelajaran bahasa Arab, serta manfaatnya bagi siswa, guru, dan lembaga pendidikan. Pembahasan didasarkan pada kajian teoretis taksonomi ranah afektif menurut Krathwohl yang meliputi receiving, responding, valuing, organization, dan characterization. Hasil kajian menunjukkan bahwa penilaian ranah afektif dapat dilakukan melalui berbagai teknik, seperti observasi, angket sikap, penilaian diri, penilaian teman sebaya, dan catatan anekdot. Penilaian yang dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan mampu memberikan gambaran utuh tentang sikap siswa serta menjadi dasar perbaikan strategi pembelajaran. Dengan demikian, penilaian ranah afektif merupakan bagian integral dalam pembelajaran bahasa Arab yang berkontribusi terhadap peningkatan motivasi belajar, pembentukan karakter, dan pencapaian tujuan pendidikan Islam secara holistik.
Analisis Butir Soal Bahasa Arab Kelas 3 Di Smpit Al-khairaat Condet Sahuri Ramdani, Ahmad Wildan; Sahuri Ramdani, Muammar Qadavi Umasugi; Sahuri Ramdani, Ubaid Ridlo; Sahuri Ramdani, Raswan Raswan
Qawa’id: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab Vol 1 No 03 (2025): Qawa’id: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab
Publisher : Qawa’id: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Evaluasi pembelajaran merupakan komponen penting dalam mengukur ketercapaian tujuan pembelajaran, termasuk dalam pembelajaran Bahasa Arab. Instrumen evaluasi yang berkualitas harus mampu mengukur kemampuan peserta didik secara tepat, objektif, dan konsisten. Namun, dalam praktiknya, tidak semua butir soal yang digunakan telah memenuhi kriteria kualitas yang baik. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas butir soal Bahasa Arab kelas III di SMPIT Al-Khairaat Condet ditinjau dari aspek validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, daya pembeda, dan daya pengecoh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif evaluatif. Data diperoleh dari 25 butir soal pilihan ganda dan hasil jawaban peserta didik kelas III. Analisis data dilakukan dengan bantuan aplikasi SPSS untuk uji validitas dan reliabilitas menggunakan korelasi Product Moment dan koefisien Alpha Cronbach, sedangkan analisis tingkat kesukaran, daya pembeda, dan daya pengecoh diolah menggunakan Microsoft Excel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 25 butir soal, sebanyak 21 butir soal dinyatakan valid dan reliabel, sedangkan 4 butir soal tidak memenuhi kriteria tersebut. Analisis tingkat kesukaran menunjukkan 3 butir soal berkategori sedang dan 22 butir soal berkategori sukar. Selain itu, sebagian besar butir soal memiliki daya pembeda dan pengecoh yang berfungsi dengan baik, meskipun beberapa butir soal masih memerlukan revisi. Dengan demikian, instrumen tes secara umum layak digunakan, namun perlu perbaikan agar kualitas evaluasi pembelajaran Bahasa Arab menjadi lebih optimal.
Era Reformasi Pembelajaran Bahasa Arab di Madrasah dan Sekolah Umum Azzahra Emira Sudrajat; Muhbib Abdul Wahab; Azkia Muharrom; Erta Mahyudin
Qawa’id: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab Vol 1 No 03 (2025): Qawa’id: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab
Publisher : Qawa’id: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bahasa Arab memiliki peran penting dalam pendidikan Islam di Indonesia sebagai bahasa agama, ilmu pengetahuan, dan komunikasi global. Sebelum era reformasi 1998, pembelajaran bahasa Arab cenderung bersifat tradisional, terpusat, dan berorientasi pada penguasaan gramatika. Reformasi pendidikan membawa perubahan signifikan melalui desentralisasi, pembaruan kurikulum berbasis kompetensi, peningkatan profesionalisme guru, serta integrasi teknologi digital. Dampaknya terlihat pada pembelajaran bahasa Arab di madrasah yang semakin komunikatif, kontekstual, dan didukung regulasi kurikulum nasional, serta di sekolah umum melalui muatan lokal dan kegiatan ekstrakurikuler. Meskipun masih menghadapi sejumlah tantangan, era reformasi secara umum telah mendorong pembelajaran bahasa Arab menjadi lebih modern, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan abad ke-21.
Nilai Pendidikan Dalam Konsep Ke Khalifahan Manusia: Analisis Surah Al-Baqarah Ayat 30 Nurul Aulia Rahmi; Sarwadi Sulisno
Qawa’id: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab Vol 1 No 01 (2025): Qawa’id: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab
Publisher : Qawa’id: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Surah Al-Baqarah ayat 30 memuat pernyataan penting tentang tujuan penciptaan manusia sebagai khalifah di muka bumi. Konsep kekhalifahan ini bukan hanya memiliki makna sosial dan spiritual, tetapi juga menjadi dasar teologis yang kuat dalam perumusan arah dan tujuan pendidikan Islam. Melalui pendekatan tafsir tematik dan studi literatur keislaman, ditemukan bahwa pendidikan Islam idealnya diarahkan untuk menyiapkan peserta didik menjadi khalifah yang mampu mengelola bumi secara adil, bijak, dan sesuai dengan nilai-nilai Ilahiyah. Nilai-nilai seperti amanah, ilmu, tanggung jawab, dan akhlak menjadi inti dari pendidikan berbasis kekhalifahan. Dengan demikian, Surah Al-Baqarah ayat 30 menjadi landasan teologis yang penting dalam membangun paradigma pendidikan Islam yang integratif, transformatif, dan berorientasi pada misi penciptaan manusia.
Kajian Alih Kode Dan Dwibahasa Dalam Tuturan Ustadz Adi Hidayat Pada Forum Umy Summer School 2022 Nabila Miftahul Husna; Raswan Raswan; Achmad Fudhaili
Qawa’id: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab Vol 1 No 03 (2025): Qawa’id: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab
Publisher : Qawa’id: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan fungsi dari alih kode dan dwibahasa serta menganalisis kedua fenomena tersebut yang terdapat dalam pidato Ustadz Adi Hidayat pada forum internasional UMY Summer School 2022. Latar belakang penelitian ini berangkat dari fenomena penggunaan tiga bahasa (bahasa Indonesia, bahasa Inggris, dan bahasa Arab) yang muncul secara bergantian dalam tuturan Ustadz Adi Hidayat. Peneliti menggunakan metode kualitatif deskriptif untuk menggambarkan dan menganalisis jenis alih kode dan fungsi bahasanya, dengan sumber data berupa transkripsi pidato. Penelitian ini menggunakan teori Poplack (1968) untuk menganalisis jenis alih kode, dan menggunakan teori dari Apple dan Musyken (1987) untuk menganalisis dari segi fungsinya. Hasil penelitian menunjukkan tiga bentuk alih kode utama: Inter-Setential Switching mendominasi di 60%. Sementara itu, Intra-Setential Switching teridentifikasi sebanyak 27%, dan Tag Switching menjadi jenis alih kode yang paling jarang ditemukan. Temuan ini menegaskan bahwa kemampuan dwibahasa penutur dianggap sebagai strategi linguistik fungsional yang efektif untuk memperkuat identitas dan otoritas penutur.
Isytiqaq dan Dinamika Kosakata Bahasa Arab Ahmad Wildan Sahuri Ramdani; Mohammad Rizqi Alif Syuhada’; Wati Susilawati; Erta Mahyudin
Qawa’id: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab Vol 1 No 03 (2025): Qawa’id: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab
Publisher : Qawa’id: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bahasa Arab dikenal sebagai bahasa yang memiliki kekayaan kosakata dan kelenturan struktur yang tinggi. Salah satu faktor utama yang menjadikan bahasa Arab tetap hidup dan berkembang sepanjang zaman adalah mekanisme isytiqāq (derivasi), yaitu proses pembentukan kata baru dari kata dasar dengan tetap mempertahankan keterkaitan makna dan unsur asalnya. Kajian ini bertujuan untuk mengkaji konsep isytiqāq dalam bahasa Arab secara komprehensif, meliputi pengertian, kontribusi para ulama bahasa Arab, fungsi morfologis, prinsip-prinsip dasar, serta macam-macam isytiqāq yang berkembang dalam tradisi linguistik Arab klasik dan modern. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan dengan menelaah karya-karya ulama bahasa Arab klasik seperti Ibn Jinni, al-Suyuthi, dan Ibn Faris, serta pandangan linguistik modern yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa isytiqāq memiliki peran strategis dalam memperkaya kosakata bahasa Arab, menghubungkan makna antar kata, serta menjaga keutuhan sistem morfologinya. Isytiqāq tidak hanya terbatas pada bentuk kecil (isytiqāq ṣaghīr), tetapi juga mencakup bentuk besar (isytiqāq kabīr), mayor (isytiqāq akbar atau ibdal lughawiy), dan sangat besar (isytiqāq kubbār atau al-naḥt). Melalui berbagai bentuk derivasi tersebut, bahasa Arab mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan sosial, budaya, dan ilmu pengetahuan tanpa kehilangan identitas kebahasaannya. Dengan demikian, isytiqāq dapat dipahami sebagai fondasi utama dalam menjaga vitalitas, produktivitas, dan keberlanjutan bahasa Arab sepanjang zaman.
Tafqīq Ṭarīqah Ramy Kurah al- Ṡalj (Snowball Throwing) fī Tanmiyah Mahārāh al-Qirā’ah Ṭullāb Madrasah Islāmiyyah Mutawassitah Ḥukumiyyah 1 Bukittinggi Anisa Zakiah; Wira Wahyuni
Qawa’id: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab Vol 1 No 03 (2025): Qawa’id: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab
Publisher : Qawa’id: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to examine how the Snowball Throwing method is applied in teaching at Madrasah Tsanawiyah State 1 Bukittinggi. The background of this research is based on the need to improve students’ reading comprehension and increase their active participation, as students often find reading activities uninteresting. The research method used by the researcher is descriptive-analytical research, and the data collection tools used in this study include observation, interviews, and documentation. Observations and interviews were conducted during the teaching and learning process to directly observe students’ interactions during the implementation of the Snowball Throwing method. Interviews were conducted with the teacher and students. Documentation was used to collect additional data such as daily notes, teaching materials, and students’ relevant work. The research results indicate that the Snowball Throwing method is able to improve students’ reading comprehension and increase their active participation. Students became more motivated and engaged in the learning process. This method also helps create an effective and enjoyable learning environment. Based on these results, the Snowball Throwing method can be considered as a viable alternative for teaching reading in schools.
الإطناب : ذكر الخاص بعد العام وبالعكس، والإيضاح بعد العام والتكرار، والاعتراض في القرآن Fatimah Azzahra Putri; Hidayat Hidayat; Zainal Muttaqin
Qawa’id: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab Vol 2 No 01 (2026): Qawa’id: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab
Publisher : Qawa’id: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This paper explores the rhetorical concept of al-Iṭnâb (overstatement) in the Qur’an, a significant stylistic feature within the field of Arabic rhetoric (balāghah). Al-Iṭnâb is discussed as a linguistic strategy that involves extending expressions without altering their core meaning, enhancing clarity, emphasis, and aesthetic appeal. Specifically, the study examines four primary forms of al-Iṭnâb found in the Qur’anic text: (1) the specification of a general statement with a particular one, (2) the explanation following a general statement, (3) repetition, and (4) interruption or interjection within sentences. Using a qualitative descriptive approach, this study analyzes Qur’anic verses that illustrate these forms, employing content analysis based on classical balāghah theories. The findings demonstrate that al-Iṭnâb is not merely an embellishment but serves profound communicative purposes: reinforcing meanings, emphasizing divine messages, and beautifying the language. The research underscores the importance of understanding the Qur’anic rhetorical system for interpreting its deeper spiritual and aesthetic meanings.
Semantik (Dalalah) Sebagai Sebuah Disiplin IlmuKajian Linguistik Diakronik Puji Sumeh Pangestu; Fajar Lazuardi; Amarullah Amarullah
Qawa’id: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab Vol 2 No 01 (2026): Qawa’id: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab
Publisher : Qawa’id: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ilmu semantik atau ‘ilm ad-dalālah merupakan salah satu cabang utama dalam linguistik yang mengkaji makna bahasa, baik pada tataran kata, frasa, klausa, kalimat, maupun dalam hubungannya dengan konteks penggunaan bahasa. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif konsep semantik, sejarah perkembangannya, objek kajiannya, serta hubungannya dengan disiplin ilmu linguistik dan nonlinguistik lainnya. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah studi kepustakaan (library research) dengan menelaah berbagai sumber klasik dan modern yang relevan dengan kajian semantik, baik dari tradisi Arab-Islam maupun Barat. Hasil kajian menunjukkan bahwa semantik memiliki akar historis yang kuat dalam tradisi keilmuan Arab-Islam, terutama melalui kajian Al-Qur’an, balaghah, dan ushul fiqh yang menekankan relasi antara lafaz dan makna. Tokoh-tokoh seperti Sibawaih, Ibnu Jinni, al-Farabi, dan Abdul Qahir al-Jurjani memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan teori makna. Di sisi lain, tradisi Barat juga berperan penting dalam mematangkan semantik sebagai disiplin ilmiah, khususnya melalui pemikiran Michel Bréal, Ferdinand de Saussure, dan Noam Chomsky. Objek kajian semantik mencakup makna denotatif dan konotatif, relasi leksikal seperti sinonimi, antonimi, polisemi, dan hiponimi, serta makna dalam struktur kalimat dan konteks pragmatik. Kajian ini menegaskan bahwa semantik bersifat interdisipliner karena berkaitan erat dengan fonologi, morfologi, sintaksis, pragmatik, semiotika, serta bidang filsafat dan psikologi bahasa. Dengan demikian, semantik berperan penting dalam memahami bahasa sebagai sistem makna dan sebagai sarana utama komunikasi manusia.
Sastra Arab Modern Dan Negosiasi Identitas Budaya Dalam Masyarakat Arab Kontemporer Muhammad Jailani
Qawa’id: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab Vol 2 No 01 (2026): Qawa’id: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab
Publisher : Qawa’id: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sastra Arab modern menempati posisi penting dalam kajian sastra dan budaya global sebagai medium yang merefleksikan sekaligus membentuk proses negosiasi identitas budaya dalam masyarakat Arab kontemporer. Perubahan sosial, politik, dan ideologis yang dipicu oleh globalisasi, modernisasi, dan mobilitas transnasional mendorong karya sastra Arab modern untuk berperan sebagai ruang diskursif tempat nilai tradisional dan realitas modern dipertemukan, diperdebatkan, dan dirumuskan ulang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran sastra Arab modern dalam proses negosiasi identitas budaya masyarakat Arab kontemporer. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data primer berupa karya sastra Arab modern yang mencakup puisi, novel, dan drama, sedangkan data sekunder meliputi artikel jurnal ilmiah dan buku akademik terbitan mutakhir (2020–2025) yang relevan dengan kajian sastra Arab, identitas, dan budaya. Pengumpulan data dilakukan melalui metode dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan metode analisis isi yang dipadukan dengan pendekatan hermeneutika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sastra Arab modern merepresentasikan identitas budaya sebagai konstruksi yang dinamis, plural, dan kontekstual, yang terbentuk melalui dialog antara tradisi dan modernitas, lokalitas dan globalitas, serta pengalaman nasional dan diaspora. Sastra tidak hanya merekam perubahan sosial, tetapi juga berfungsi sebagai agen budaya yang aktif dalam membentuk dan merundingkan identitas kolektif masyarakat Arab. Penelitian ini berkontribusi secara teoretis dalam memperkaya kajian sastra Arab dan studi identitas budaya dengan menempatkan sastra sebagai ruang negosiasi identitas yang berkelanjutan dalam konteks masyarakat Arab kontemporer.

Page 2 of 3 | Total Record : 23