cover
Contact Name
-
Contact Email
lppm@umku.ac.id
Phone
+6285117477445
Journal Mail Official
lppm@umku.ac.id
Editorial Address
Jl. Ganesha Raya No. 1 Purwosari Kudus 59316
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan
ISSN : 20884451     EISSN : 24429902     DOI : doi.org/10.26751/jikk
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan contributes to the dissemination of information related to nursing and midwifery research and evidence-based study on nursing and midwifery issues. The scope of this journal is broadly multi-perspective in nursing and midwifery areas such as Nursing Education, Midwifery Education, Clinical Practice in Nursing and Midwifery, Nursing and Midwifery Community Health Care, Management and Health System, Health Informatics, and Transcultural Nursing and Midwifery. Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan is committed to communicating and being open to the discussion of ideas, facts, and issues related to health across a wide range of disciplines. The journal accepts original research articles and synthesized literature that use the quantitative, qualitative, or mixed-method approach. Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan adheres to journalistic standards that require transparency of real and potential conflicts of interest that authors and editors may have. It follows publishing standards set by the International Committee of Medical Journal Editors (ICMJE), the World Association of Medical Editors (WAME), and the Committee on Publication Ethics (COPE). Letters and commentaries about our published articles are welcome. All submitted contributions will undergo a blind peer-review process according to appropriate criteria.
Articles 530 Documents
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN KETUBAN PECAH DINI PADA IBU BERSALIN DI RUANG PONEK RSU KUMALA SIWI KUDUS Indah Puspitasari; Ika Tristanti; Anita Safitri
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 14, No 1 (2023): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v14i1.1684

Abstract

Ketuban pecah dini (KPD) adalah pecahnya  selaput  ketuban  sebelum   ada tanda-tanda persalinan dan setelah satu jam tidak diikuti proses inpartu. Di Indonesia, kejadian ketuban pecah dini berkisar antara 8-10% dari seluruh kehamilan. Angka kejadian ketuban pecah dini diperkirakan mencapai 3-10% dari total persalinan. RSU Kumala Siwi Kudus jumlah kasus KPD pada tahun 2020 sebanyak 492,pada tahun 2021 sebanyak 734. Jumlah kasus KPD di Ruang PONEK RSU Kumala Siwi Kudus pada tahun 2020 sebanyak 200 kasus. Pada tahun 2021 jumlah kasus KPD semakin meningkat 2 kali lipatnya yaitu 423 kasus. Tujuan: mengetahui pengaruh usia,paritas dan status pekerjaan terhadap kejadian ketuban pecah dini pada Ibu Bersalin di Ruang PONEK RSU Kumala Siwi Kudus. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif analitik ,pengambilan sampel menggunakan data sekunder dengan purposive sampling sebanyak 113 responden. Hasil dari penelitian ini berdasarkan analisis univariat didapatkan mayoritas usia 20-35 tahun 77%,paritas multipara 48.7% dan status pekerjaan bekerja 60.2%. Hasil analisis bivariat diperoleh hasil bahwa Ada pengaruh hubungan antara usia dengan KPD (p value = 0.012),ada pengaruh hubungan antara paritas dengan KPD (p value = 0.036),Ada pengaruh hubungan antara status pekerjaan dengan KPD (p value = 0.014). Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu responden paling banyak usia 20-35 tahun,paritas multipara dan status pekerjaan bekerja;ada pengaruh hubungan usia,paritas dan status pekerjaan pada Ibu Bersalin di ruang PONEK RSU Kumala Siwi Kudus.
STRATEGI PROGRAM KESEHATAN PUSKESMAS DI SEKOLAH DASAR Makmur Makmur; Treesia Sujana; Angkit Kinasih
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 8, No 2 (2017): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v8i2.301

Abstract

Usia anak merupakan usia yang rentan terhadap penyakit, kegiatan pelayanan kesehatan gigi dan mulut adalah Upaya Kesehatan Gigi Sekolah (UKGS) yang merupakan upaya promotif dan preventif kesehatan gigi khususnya untuk anak Sekolah Dasar. Puskesmas memiliki program Promosi Kesehatan di Sekolah Dasar, dimana keberhasilan program ini terutama tergantung pada kemitraan antara instansi terkait, terutama Puskesmas dan Sekolah Dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan usaha kegiatan promosi kesehatan Puskesmas Getasan di Sekolah Dasar. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan dengan wawancara mendalam (in-depth interview) menggunakan pedoman wawancara. Penelitian ini dilakukan di daerah Puskesmas Getasan Kabupaten Semarang Kota Salatiga Provinsi Jawa Tengah pada bulan Januari sampai bulan Maret tahun 2017. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah 5 orang yang didapat dengan menggunakan tehnik purposive sampling. Penelitian ini menggunakan analisa data Miles dan Humberman. Hasil dari penelitian ini bahwa usaha kegiatan promosi kesehatan Puskesmas di Sekolah Dasar  sudah cukup baik dan sesuai dengan harapan tenaga kesehatan yang memberikan promosi kesehatan di Sekolah Dasar dengan fasilitas yang cukup dan dukungan antara orang tua dan petugas kesehatan sehingga kegiatan tersebut berjalan dengan baik dan berdampak positif bagi peningkatan kesehatan anak diusia Sekolah Dasar.
EFEKTIFITAS EMOTIONAL FREEDOM TECHNIQUE (EFT) UNTUK MENGURANGI KECEMASAN PADA IBU HAMIL TRIMESTER III Ananda Putri Ningtiyas; Ana Zumrotun Nisak; Nor Asiyah
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 16, No 1 (2025): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v16i1.2815

Abstract

Kecemasan merupakan perasaan takut yang tidak jelas penyebabnya dan tidak didukung oleh situasi yang ada. Kecemasan pada kehamilan akan berdampak buruk bagi ibu dan janin. Selain menggunakan terapi farmakologis terapi non farmakologis juga mampu untuk mengatasi kecemasan salah satunya adalah EFT. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pemberian terapi EFT untuk mengurangi kecemasan pada ibu hamil trimester III. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode Quasi Eksperimen (pretest-posttes with controll group design) bersifat deskriptif korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini  ibu hamil trimester III yang tercatat pada kohort di wilayah Desa Bringin. Penelitian ini menggunakan Teknik total sampling. Sebanyak 40 responden. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan Uji Wilcoxcon. Hasil penelitian didapatkan bahwa responden ibu hamil trimester III mengalami tingkat kecemasan dari ringan hingga berat dengan nilai p value 0,000 0,05, sehingga terdapat pengaruh antara terapi EFT terhadap kecemasan ibu hamil trimester III. AbstractAnxiety is a feeling of fear that is not clearly caused and is not supported by the existing situation. Anxiety in pregnancy will have a negative impact on the mother and fetus. In addition to using pharmacological therapy, non-pharmacological therapy is also able to overcome anxiety, one of which is EFT. This study aims to analyze the effectiveness of EFT therapy to reduce anxiety in pregnant women in the third trimester. This study is a quantitative study with a Quasi Experiment method (pretest-posttest with control group design) which is descriptive correlation with a cross-sectional approach. The population in this study were pregnant women in the third trimester who were recorded in a cohort in the Bringin Village area. This study used the total sampling technique. A total of 40 respondents. Data analysis in this study used the Wilcoxcon Test. The results of the study showed that respondents in the third trimester of pregnancy experienced anxiety levels ranging from mild to severe with a p value of 0.000 0.05, so there was an influence between EFT therapy on anxiety in pregnant women in the third trimester
PENGARUH PEER EDUCATION PMR TERHADAP KUALITAS HIDUP PASIEN DM Devi Setya Putri; Erna Sulistyawati
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 12, No 1 (2021): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v12i1.896

Abstract

Indonesia saat ini menduduki rangking keempat dengan jumlah penyandang diabetes terbanyak setelah Amerika Serikat, China dan India. Menurut riset kesehatan dasar (Riskesdas) 2013 penderita diabetes mellitus mengalami peningkatan di seluruh provinsi di Indonesia termasuk di Jawa Tengah1.Berbagai keluhan terkait DM yang berlangsung dalam waktu yang lama dan terus menerus dapat mengganggu kualitas hidup penderita1.Kualitas hidup pasien seharusnya menjadi perhatian penting bagi para petugas kesehatan karena dapat menjadi acuan keberhasilan dari suatu tindakan/intervensi atau terapi1.Salah satu terapi tanpa obat pada pasien DM adalah olahraga. Olahraga yang disarankan adalah yang bersifat progressive. Peer education digunakan sebagai media untuk memberikan pengaruh kepada anggota lain baik dalam lingkup individu maupun kelompok atau pun masyakarat dalam kelompok sebaya yang sama sehingga terjadi perubahan melalui modifikasi pengetahuan, sikap, kepercayaan dan perilaku6.Tujuan penelitian ini menganalisa  pengaruh peer education PMR terhadap kualitas hidup pada pasien DM. Jenis penelitian  quasi eksperimen dengan rancangan one group pretest and posttest with control. Dengan penentuan sampel purposive sampling pada pasien DM. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan nilai kualitas hidup pada kelompok intervensi setelah dilakukan uji Wilcoxon Signed Ranks Test didapatkan nilai p: 0,000 sedangkan pada kelompok kontrol setelah dilakukan uji Dependent T-Test didapatkan nilai p: 0,099. Perbedaan nilai post test pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol setelah dilakukan uji Independent T-Test didapatkan p: 0,000.Sehingga dapat disimpulkan ada pengaruh Peer Education Progressive Muscle Relaxation (PMR) terhadap kualitas hidup pasien DM.
SIKAP DAN PERILAKU JAVANESE TRADISIONAL HEALING MASA NIFAS PADA IBU MODERN ANTAR GENERASI Umi Baroroh; Adevia Maulidya Chikmah
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 14, No 1 (2023): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v14i1.1520

Abstract

The healing system in Indonesia is experiencing pluralism. Where a variety of different ways of treatment exist side by side including humoral medicine and magical elements. Socio-cultural factors have an important role in understanding the attitudes and behavior of human life, one of which is in the postpartum period. The descriptions of Javanese culture in postpartum mothers obtained include pilis, parem, drinking herbal medicine, massage, stagenan, octopus, kempitan, walik dadah, sitting senden, abstinence from eating and sitting culture. This underlies the researcher to take the title of the study of Traditional Javanese Attitudes and Behaviors Healing the Postpartum Period in Modern Mothers at Harapan Bersama Polytechnic.This research is a descriptive non-experimental quantitative research, with the research design used is cross sectional. With the population of Harapan Bersama Polytechnic employees who are female and have postpartum experience as many as 55 people but who are willing to become respondents (sample) are only 44 respondents. With a measuring instrument using a questionnaire.TestAnalysisbivariate statistical test using chi square where there is no relationship between age and respondent's attitude towards Javanese Traditional Healing during the postpartum period with a significance level of 0.155 (P 0.05), there is no relationship between age and respondents' behavior towards Javanese Traditional Healing during the postpartum period with a significance level of 0.155 (P 0 0.05) and there is a relationship between attitudes and behavior of respondents towards Javanese Traditional Healing during the postpartum period where the results obtained a significance level of 0.000 (P 0.05). It is hoped that the postnatal care of Javanese culture can be monitored and made more modern so that it is not harmful to health.Keywords: Attitude, behavior, postpartum complementer
HUBUNGAN ANTARA PERSONAL HYGIENE (DAERAH KEMALUAN) DENGAN TINGKAT INFEKSI PADA AKSEPTOR KB IUD PASCA PEMASANGAN 6 BULAN – 5 TAHUN DI KECAMATAN JEKULO KABUPATEN KUDUS Dewi Hartinah
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 5, No 3 (2014): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : IUD merupakan alat kontrasepsi yang terbuat dari  bahan plastik yang    halus  berbentuk  spiral  atau  berbentuk  lain  yang  dipasang  di  dalam  rahim. IUD mempunyai efektivitas tinggi. Sangat efektif 0,6-0,8 kehamilan per 100 perempuan dalam 1 tahun pertama, akan tetapi IUD juga dapat mengakibatkan infeksi jika personal hygiene di daerah  kemaluan  yang  dilakukan  pemakainya  tidak  baik.  Tujuan  penelitian  ini  untuk mengetahui  hubungan  antara  personal hygiene  (daerah kemaluan)  dengan  tingkat  infeksi pada  akseptor  KB  IUD  pasca  pemasangan  6  bulan –  5  tahun  di  Kecamatan  Jekulo Kabupaten Kudus tahun 2012.Metode  Penelitian  : Jenis  penelitian  adalah  analitik  korelasi  dengan  pendekatan  waktu cross  sectional.  Data  yang  dikumpulkan  adalah  data  primer  dan  sekunder.  Sampel  dalam penelitian  ini  adalah  47  orang  dari  populasi dengan  teknik  total  sampling.  Analisa  data yang digunakan analisa univariat dan bivariat menggunakan uji statistik kendall tau. Hasil Penelitian : Responden yang memiliki personal hygiene kurang sebanyak 18 (38,3%) dan  responden  yang  mengalami  infeksi  berat  sebanyak  20  (42,6%).  Hasil  uji  statistik kendall tau,  diperoleh  ada  hubungan  antara  personal  hygiene  (daerah  kemaluan)  dengan tingkat infeksi pada akseptor KB IUD pasca pemasangan 6 bulan – 5 tahun di Kecamatan Jekulo Kabupaten Kudus (p value : 0,001 0,05) dengan nilai kendall tau 0,731. Kekuatan hubungannya adalah kuat. Kesimpulan : Ada  hubungan  antara  personal hygiene  (daerah  kemaluan)  dengan  tingkat infeksi pada akseptor KB IUD pasca pemasangan 6 bulan – 5 tahun di Kecamatan Jekulo Kabupaten Kudus. Saran  : Menyarankan  ibu  selalu  menjaga  kebersihan  dan  meningkatkan  kesehatan  agar mengurangi resiko terkena infeksi setelah melakukan pemasangan IUD.
PERSEPSI PERAWAT TERHADAP PENERAPAN EARLY WARNING SCORE (EWS) DIRSUD BANYUMAS Atika Dhiah Anggraeni; Destiya Dwi Pangestika
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 11, No 1 (2020): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v11i1.762

Abstract

Early Warning Score (EWS) merupakan  sistem scoring pendeteksian dini atau peringatan dini untuk mendeteksi adanya perburukan keadaan pasien. Perawat  sebagai pelaksana dalam memberikan asuhan keperawatan harus melakukan pengkajian secara terfokus dan mengobsevasi tanda vital agar dapat menilai dan mengetahui resiko terjadinya perburukan pasien, mendeteksi dan merespon dengan mengaktifkan emergency call. Dengan demikian tenaga kesehatan khususnya perawat harus menguasai konsep penerapan EWS dengan baik. Penelitian  ini berguna mengetahui persepsi perawat terhadap pelaksanaan EWS. Design penelitian bersifat kuantitatif dengan menggunakan metode penelitian deskriptif non eksperimen terhadap 68 responden dengan variable tunggal. Hasil penelitian persepsi perawat terhadap EWS dalam kategori baik sedangkan persepsi perawat terhadap pelaksanaan EWS pada level cukup baik. Penelitian ini dapat menjadi evaluasi bagi rumah sakit untuk mempersiapkan tenaga medisnya lebih baik lagi dalam pendeteksian perburukan keadaan pasienKata Kunci: Persepsi, EWS, Perawat
TAHAPAN COGNITIVE BEHAVIOR THERAPY PADA RISIKO BUNUH DIRI: SYSTEMATIC REVIEW Catur Warih Andriastuti; Megah Andriany; Muhammad Muin
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 13, No 1 (2022): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v13i1.1265

Abstract

AbstrakRisiko bunuh diri merupakan kedaruratan psikiatri yang harus segera ditangani, hal ini untuk mencegah kemungkinan terjadinya bunuh diri. Adapun cara terbaik untuk mengetahui apakah individu mempunyai ide untuk bunuh diri adalah dengan menanyakan langsung. Ide bunuh diri individu disebabkan karena stresor dengan beberapa perspektif diantaranya: kemampuan berfikir (kognitif), sikap dan nilai (afektif), fisiologis, perilaku dan sosial atau kemasyarakatan. Kepekaan terhadap kondisi yang dialami oleh individu yang memiliki risiko bunuh diri adalah dengan memberikan motivasi dan keyakinan yang berarti. Salah satu intervensi terapi non farmakologi yang dapat diberikan adalah Cognitive Behavior Therapy Suicide Prevention.  Tujuan review untuk memberikan deskripsi tahapan CBT-SP dalam penelitian yang berfokus pada intervensi yang dilakukan untuk pencegahan bunuh diri. Metode pencarian artikel yang relevan bersumber dari Science Direct, Google Scholar, dan PubMed. Lima artikel yang dibahas masuk dalam tinjauan systematic review meliputi tahapan-tahapan CBT-SP. Kesimpulannya bahwa dengan tahapan-tahapan intervensi CBT-SP dapat menurunkan risiko bunuh diri.  Kata Kunci: Terapi Perilaku Kognitif, terapi risiko bunuh diri, pencegahan bunuh diri AbstractThe risk of suicide is a psychiatric emergency that must be treated immediately, this is to prevent the possibility of suicide. The best way to find out if an individual has suicidal ideation is to ask directly. Individual suicidal ideation is caused by stressors with several perspectives including: thinking ability (cognitive), attitudes and values (affective), physiological, behavioral and social or social. Sensitivity to the conditions experienced by individuals who are at risk of suicide is to provide meaningful motivation and confidence. One of the non-pharmacological therapeutic interventions that can be given is Cognitive Behavior Therapy Suicide Prevention. The purpose of the review is to provide a description of the stages of CBT-SP in studies that focus on interventions for suicide prevention. Relevant article search methods are sourced from Science Direct, Google Scholar, and PubMed. The five articles discussed are included in the systematic review review covering the stages of CBT-SP. The conclusion is that the stages of CBT-SP intervention can reduce the risk of suicide.Keywords: Cognitive behavioral therapy, suicide risk therapy, suicide prevention
PERBEDAAN TINGKAT KEPATUHAN DIET SEBELUM DAN SETELAH AFIRMASI POSITIF PADA PASIEN DIABETES MELLITUS DI RUANG CEMPAKA I RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN KUDUS Solichah Solichah; anny Rosiana Masitoh; henny Siswanti
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 4, No 1 (2013): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Meningkatnya prevalensi Diabetes Mellitus di Indonesia, diduga ada hubungannya dengan cara hidup (pola makan) seiring dengan kemakmuran yang meningkat. Untuk mencegah komplikasi perlu penatalaksanaan diet yang baik. Afirmasi merupakan penguatan dalam diri sendiri melalui kalimat positif pendek yang mencakup suatu hal yang kita inginkan atau hal-hal lain yang ingin kita rubah dalam hidup kita. Dengan afirmasi dapat mempengaruhi seseorang untuk patuh terhadap diet DM yang sedang dijalani.Tujuan Penelitan: Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perbedaan tingkat kepatuhan diet sebelum dan setelah afirmasi positif pada pasien Diabetes Mellitus di Ruang Cempaka I Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten KudusMetode Penelitian: Metode dalam penelitian ini adalah pra experiment dengan desain one-group pre-post test design yang mempunyai tujuan mengungkapkan hubungan sebab akibat tanpa melibatkan kelompok kontrol dengan populasi penderita DM di Ruang Cempaka I Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Kudus pada bulan Juni – Agustus  2012 yang berjumlah 108 pasien dan besar sampel 52 responden. Adapun pengambilan sampel dengan tehnik accidental sampling.Hasil Penelitian: Hasil analisis uji wilcoxon signed rank test didapatkan bahwa p value = 0,003 (p value  a) maka dapat disimpulkan Ho ditolak dan Ha diterima yang berarti ada perbedaan tingkat kepatuhan diet sebelum dan setelah afirmasi positif pada pasien Diabetes Mellitus di Ruang Cempaka I Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Kudus.Simpulan: Ada perbedaan tingkat kepatuhan diet sebelum dan setelah afirmasi positif pada pasien Diabetes Mellitus di Ruang Cempaka I Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Kudus. Dengan penelitian ini diharapak ada kelanjutannya dengan desain dan metode yang lebih baik
JUS PARE MENURUNKAN KADAR GULA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELLITUS Risah Wati Dewi; Sukesih Sukesih; Muhamad Jauhar; Noor Eswanti; Faridha Alfiatur Rohmaniah
Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan Vol 15, No 2 (2024): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jikk.v15i2.2520

Abstract

Diabetes mellitus (DM) menjadi masalah kesehatan di dunia selain penyakit menular yang juga masih menjadi ancaman kesehatan masyarakat. DM ditandai dengan defisiensi insulin akibat pola hidup tidak sehat, kurangnya aktivitas fisik, pola makan, obesitas, dan keturunan. Dampak yang muncul antara lain penyakit ginjal dan kebutaan pada usia di bawah 65 tahun, kecacatan, bahkan kematian. Salah satu intervensi nonfarmakolgi komplementer yang dapat dilakukan untuk mengontrol kadar gula darah adalah pemberian jus pare. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis pengaruh jus pare terhadap kadar gula darah pada pasien diabetes mellitus di Wilayah Kerja Puskesmas Dawe. Desain Penelitian ini menggunakan eksperimen semu dengan pendekatan pretest posttest group with control design dengan variable independent (Jus Pare) dan dependen (kadar gula darah). Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari-Juli 2024 di Wilayah Kerja Puskesmas Dawe dengan jumlah sampel 19 responden untuk masing-masing kelompok. Kriteria inklusi yaitu terdiagnosis DM, GDS 140 mg/dL, mengkonsumsi obat anti DM. Kriteria eksklusi yaitu memiliki komplikasi, mendapatkan terapi nonfarmakologi lain. Instrumen penelitian menggunakan glukometer GCU type 301 dan lembar observasi. Terapi yang diberikan yaitu jus pare sebanyak 2 kali masing-masing 250 ml selama 1 minggu. Analisis data menggunakan paired t-test dan independent t-test. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan secara statistik pemberian jus pare terhadap penurunan kadar gula darah pada pasien DM dengan nilai p = 0.000 (0,05). Jus pare menurunkan kadar gula darah pada pasien diabetes mellitus. Bentuk intervensi ini dapat diintegrasikan dalam program posbindu PTM, posbindu lansia, dan prolanis sebagai upaya dalam mengkontrol kadar gula darah pasien DM. @font-face {font-family:"Cambria Math"; panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:roman; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-536870145 1107305727 0 0 415 0;}p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; margin:0cm; text-align:justify; text-indent:14.2pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; mso-bidi-font-size:12.0pt; font-family:"Times New Roman",serif; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-ansi-language:IN; mso-fareast-language:JA;}.MsoChpDefault {mso-style-type:export-only; mso-default-props:yes; font-size:11.0pt; mso-ansi-font-size:11.0pt; mso-bidi-font-size:11.0pt; mso-ansi-language:EN-US;}.MsoPapDefault {mso-style-type:export-only; text-align:justify; text-indent:14.2pt;}div.WordSection1 {page:WordSection1;}

Filter by Year

2010 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 16, No 2 (2025): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 16, No 1 (2025): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 15, No 2 (2024): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 15, No 1 (2024): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 14, No 2 (2023): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 14, No 1 (2023): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 13, No 2 (2022): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 13, No 1 (2022): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 12, No 2 (2021): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 12, No 1 (2021): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 11, No 2 (2020): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 11, No 1 (2020): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 10, No 2 (2019): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 10, No 1 (2019): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 9, No 2 (2018): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 9, No 1 (2018): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 8, No 2 (2017): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 8, No 1 (2017): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 7, No 2 (2016): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 7, No 1 (2016): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 6, No 3 (2015): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 6, No 2 (2015): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 6, No 1 (2015): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 5, No 3 (2014): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 5, No 2 (2014): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 5, No 1 (2014): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 4, No 2 (2013): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 4, No 1 (2013): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 3, No 2 (2012): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 3, No 1 (2012): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 2, No 2 (2011): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 2, No 1 (2011): JURNAL ILMU KEPERAWATAN DAN KEBIDANAN Vol 1, No 1 (2010) More Issue