cover
Contact Name
-
Contact Email
lppm@umkudus.ac.id
Phone
+6285117477445
Journal Mail Official
lppm@umkudus.ac.id
Editorial Address
https://ejr.umku.ac.id/index.php/JAI/pages/view/editorial-boards
Location
Kab. kudus,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Abdimas Indonesia
ISSN : 26544822     EISSN : 26542544     DOI : doi.org/10.26751/jai
Jurnal Abdimas Indonesia aims to disseminate scholarly works and best practices related to the implementation of community engagement and empowerment activities based on science, technology, and local wisdom. The journal seeks to bridge academic knowledge with real-world community needs, supporting sustainable development and improving community welfare through participatory and innovative approaches. Scope of the Journal The journal publishes articles derived from community service and engagement activities conducted by academics, practitioners, and students. The scope includes, but is not limited to, the following areas: Community empowerment and capacity building Application of science, technology, and innovation for community development Health promotion and disease prevention in communities Education, literacy, and learning empowerment programs Economic empowerment, entrepreneurship, and MSME development Environmental conservation and sustainable development Social innovation and community-based solutions Appropriate technology and digital transformation for communities Disaster preparedness, mitigation, and community resilience Public policy implementation and community participation Cultural preservation and local wisdom-based community programs Evaluation and impact assessment of community service programs
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 132 Documents
PENGEMBANGAN PRODUK SABUN COCONUT OIL DAN EKSTRAK LAVENDER SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN EKONOMI MASYARAKAT DAN PENCEGAHAN PENYAKIT Anny Rosiana Masithoh; Muhammad irfan Abdillah; Diah Andriani; Noor Alfina Febrianti; Fatikha Prameswari; Amara Qonita Nur Izzati; Afif putri Habibah; Desy Dewi Purbaningrum; Amalia Mar’atus Sholikah; Anisa Safitri
Jurnal Abdimas Indonesia Vol 6, No 2 (2024): JURNAL ABDIMAS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jai.v6i2.2797

Abstract

Peningkatan ekonomi harus dilakukan untuk memberikan dampak kesejahteraan pada masyarakat, dengan diadakannya pelatihan pembuatan sabun minyak kelapa dan ekstrak lavender sebagai bentuk pemberdayaan ibu-ibu PKK Desa Jepangpakis dalam mengembangkan produk herbal yang bernilai tambah. Kegiatan ini memiliki tujuan untuk meningkatkan keterampilan pembuatan sabun sekaligus memanfaatkan potensi lokal. Metode yang digunakan adalah pelatihan praktis dan diskusi interaktif. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Desember 2024 di Balai Desa Jepangpakis, diikuti oleh 30 peserta. Kriteria inklusi adalah ibu-ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga yang berminat dalam pembuatan produk berbasis bahan alami. Tahapan kegiatan mencakup pengenalan bahan, proses saponifikasi, pembuatan sabun, serta pengemasan produk. Variabel yang dievaluasi meliputi peningkatan pengetahuan peserta, keterampilan pembuatan sabun, dan antusiasme peserta. Instrumen yang digunakan adalah pre-test dan post-test. Analisis data dilakukan dengan perbandingan nilai pre-test dan post-test untuk mengetahui peningkatan pengetahuan, serta analisis kualitatif untuk mengevaluasi antusiasme peserta. Peserta awalnya memiliki pemahaman terbatas, setelah diadakan pelatihan pemahaman pengetahuan peserta meningkat sebesar 40-60%. Rekomendasi dari kegiatan ini adalah melanjutkan pelatihan lanjutan dan pendampingan dalam pemasaran produk untuk meningkatkan daya saing.AbstractEconomic improvement must be carried out to have a welfare impact on the community, with the holding of training in making coconut oil soap and lavender extract as a form of empowerment for PKK women in Japanpakis Village in developing value-added herbal products. This activity aims to improve the skills of soap making skills while utilizing local potential. The methods used are practical training and interactive discussions. The activity was carried out in December 2024 at the Japanpakis Village Hall, attended by 30 participants. Inclusion criteria are mothers of Family Welfare Empowerment who are interested in making products based on natural ingredients. The activity stages include introduction of ingredients, saponification process, soap making, and product packaging. The evaluated variables include the increase in participant knowledge, soap making skills, and participant enthusiasm. The instruments used were pre-test and post-test. Data analysis was carried out by comparing pre-test and post-test scores to determine the increase in knowledge, as well as qualitative analysis to evaluate the enthusiasm of participants. Participants initially had limited understanding, after the training the understanding of participants' knowledge increased by 40-60%. The recommendation from this activity is to continue further training and assistance in product marketing to increase competitiveness.
PENGEMBANGAN PRODUK DAUR ULANG LIMBAH ORGANIK “ECO ENZIM” MENJADI SABUN PADAT ANTISEPTIK Eko Retnowati; Sitta Hasanatin Solikah; Latifah Dikdayani
Jurnal Abdimas Indonesia Vol 4, No 1 (2022): JURNAL ABDIMAS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jai.v4i1.1507

Abstract

Mencuci tangan merupakan upaya memutus rantai penyebaran dan penularan virus Covid-19. Sabun cuci tangan yang mengandung antiseptic adalah komponen ampuh dalam menghambat dan mematikan berbagai mikroorganisme patogen diantaranya virus covid-19. Penggunaan sabun yang banyak beredar di pasaran dalam jangka waktu lama sering memberikan efek samping berupa kulit kering karena banyak mengandung zat kimia. Pembuatan sabun dengan menggunakan bahan-bahan alami akan lebih aman dan tentunya tidak memberikan efek kering di kulit. Eco enzim merupakan produk hasil olahan limbah rumah tangga dari hasil fermentasi sampah sayur maupun buah-buahan segar. Salah satu kandungan eco enzim adalah asam asetat (COOHCH₃) yang mampu membunuh mikroorganisme patogen. Pemilihan eco enzim sebagai bahan aktif pada pembuatan sabun padat selain manfaatnya sebagai antiseptic juga ramah lingkungan. Kegiatan ini bertujuan menambah pengetahuan dan ketrampilan masyarakat dalam pembuatan produk inovatif dengan memanfaatkan limbah organic eco enzim yang sudah dibuat oleh masyarakat. Metode pelatihan dilaksanakan dengan penyampaian materi, demonsrasi dan diskusi. Peserta pelatihan merupakan ibu-ibu desa Margorejo, kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus. Kegiatan ini diikuti peserta dengan antusias dan diskusi berjalan interaktif. Pembuatan sabun berbahan aktif eco enzim ini masih memerlukan pengembangan lebih lanjut dari segi teknologi maupun pemasaran agar dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
SOSIALISASI LEPTOSPIROSIS UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG PENYAKIT LEPTOSPIROSIS Ade Kurnia Bayu Firdaus; Sayyidati Maulia Ashfa; Siti Mahgfiroh; Sabiq Ismail; Hawa Suci; Indanah Indanah; Fida Maisa Hana
Jurnal Abdimas Indonesia Vol 7, No 1 (2025): JURNAL ABDIMAS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jai.v7i1.2714

Abstract

Leptospirosis merupakan penyakit zoonosis yang menjadi masalah kesehatan masyarakat. Di Indonesia, leptospirosis sering terjadi setelah banjir, dengan kasus tertinggi di daerah pesisir dan dataran rendah. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Leptospira yang ditularkan melalui kontak dengan lingkungan yang terkontaminasi, terutama dari hewan pengerat seperti tikus. Penyuluhan dan sosialisasi kepada masyarakat mengenai leptospirosis sangat penting untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran mereka tentang bahaya Leptospirosis. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Kaliwungu melakukan sosialisasi sebagai upaya pencegahan dan pengendalian kasus leptospirosis Melalui edukasi dan pembagian leaflet, masyarakat diberikan informasi mengenai definisi, cara penularan, gejala, faktor risiko, serta langkah-langkah pencegahan leptospirosis. Sosialisasi ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat, sehingga mereka lebih waspada dan bertanggung jawab dalam mencegah penyebaran penyakit. Tujuan dari sosialisasi ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat terhadap leptospirosis, sehingga dapat mengurangi risiko penularan.
BEBAS DARI GHIBAH: KUNCI KEBAHAGIAAN DI BALIK JERUJI Supardi Supardi; Rizka Himawan; Toni Ardi Rafsanjani
Jurnal Abdimas Indonesia Vol 6, No 1 (2024): JURNAL ABDIMAS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jai.v6i1.2541

Abstract

Ghibah merupakan masalah sosial yang dapat merusak hubungan antarmanusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur efektivitas program pengabdian masyarakat dalam mengurangi perilaku ghibah di kalangan narapidana Rutan Kudus. Metode yang digunakan adalah penyuluhan, diskusi kelompok, dan kegiatan interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program ini berhasil meningkatkan pemahaman peserta tentang dampak negatif ghibah dan memotivasi mereka untuk berubah. Kendala yang dihadapi antara lain keterbatasan waktu dan perbedaan tingkat pendidikan peserta. Disarankan untuk memperpanjang durasi program, memperkaya materi, dan membentuk kelompok diskusi untuk mendukung perubahan perilaku jangka panjang.
PENYULUHAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT DI DESA SUKAMULYA DAN MANGUNKERTA Umi Faridah; Noor Hidayah; Abdul Faruq; Abdul Rohman S; Ananda Quraini Dwi p; M Imam Wakhidin
Jurnal Abdimas Indonesia Vol 5, No 1 (2023): JURNAL ABDIMAS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jai.v5i1.1958

Abstract

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat atau PHBS menunjukkan setiap kebiasaan yang dijalankan dengan percaya diri dengan cara keluarga dan semua anggota perawatan kesehatan mereka membantu diri sendiri dan aktif berpartisipasi pada kegiatan masyarakat. Pola hidup bersih sehat adalah upaya dalam penyampaian perilaku sehat melalui saluran komunikasi oleh pribadi, anggota atau masyarakat umum sebagai sarana tranfer informasi. berbagai informasi yang bisa disharingkan ada banyak, misalkan untuk menambah dan meningkatkan pengetahuan, sikap serta perilaku hidup bersih dan sehat dengan materi pembelajaran.
OPTIMALISASI KESEHATAN MELALUI KEGIATAN SENAM: ANALISIS PERBEDAAN KADAR GULA DARAH SEBELUM DAN SESUDAH Annisa Surya Mustika; Fadli Akbar Faizin; Jeyssa Az-Zhukruf Nada Khofianto; Nila Friscandani; Sabbaha Sinai Lillah; Noor Hidayah; Rusnoto Rusnoto
Jurnal Abdimas Indonesia Vol 7, No 1 (2025): JURNAL ABDIMAS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jai.v7i1.2646

Abstract

Diabetes Mellitus merupakan suatu penyakit tidak menular (PTM) dengan prevalensi yang semakin meningkat seiring dengan gaya hidup masyarakat serba praktis. Sudah ada program senam bersama di desa BulungCangkring hanya waktunya perlu di tambah menjadi setiap minggu dan perlunya bukti yang bisa dilihat langsung msyarakat bagaimana kadar gula secbelum dan setelah aktivitas. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat, mencegah resiko diabetes bagi kelompok yang tidak memiliki resiko, dan membantu penderita diabetes mengendalikan kadar gula darah dan mencegah komplikasi secara non farmakologi. Kegiatan dilaksanakan dengan melibatkan 30 responden berusia 20–60 tahun dengan rata – rata  kadar gula darah sewaktu pra test  ≥140mg/dL. Tahapan kegiatan meliputi pemeriksaan gula darah sebelum senam, senam aerobik dan pemeriksaan gula darah sesudah senam. Data dikumpulkan menggunakan alat glucometer dan dianalisis menggunakan uji Paired Sample T-Test untuk mengetahui perbedaan signifikan. Hasil menunjukkan bahwa rata-rata kadar gula darah sebelum senam adalah 174,93mg/dL, sementara setelahnya menurun menjadi 152,73 mg/dL menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan (p0,05) antara kadar gula darah sebelum dan sesudah senam. Hasil ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang menemukan bahwa latihan aerobik dapat meningkatkan sensitivitas insulin dan menurunkan kadar gula darah juga menunjukkan bahwa latihan intensitas tinggi mampu menurunkan kadar gula darah hingga 24 jam setelah sesi olahraga. Kesimpulannya, kegiatan senam terbukti efektif dalam menurunkan kadar gula dan intervensi non-farmakologis untuk pengelolaan kadar gula darah pada warga Desa Bulungcangkring. Saran yang diberikan, senam dijadikan program rutin dengan frekwensi 1 minggu sekali untuk pengelolaan kesehatan metabolik masyarakat.
PENYULUHAN PENCEGAHAN STUNTING DENGAN MEDIA SENAM DI DESA SADANG, KECAMATAN JEKULO, KUDUS Kharisma Aprilita Rosyidah; Hasriyani Hasriyani; Dewi Hartinah; Atun Wigati; Khamid Khanafi
Jurnal Abdimas Indonesia Vol 5, No 2 (2023): JURNAL ABDIMAS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jai.v5i2.2275

Abstract

According to data released by UNICEF, the highest number of cases of stunting is in Africa and Asia, including Indonesia. Riskesdas Indonesia data shows that more than a third (30.8%) of the toddler population experiences stunting, which must be addressed immediately. This community service activity aims to increase the knowledge of the people of Desa Sadang, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, where the activities carried out include several stages, namely the delivery of material related to what stunting is and its prevalence in Central Java, the characteristics of stunted toddlers and efforts that can be taken. community to prevent stunting, question and answer and evaluation of material with a post-test, joint exercise led by students to form the "ABCDE" movement to help the community remember efforts to prevent stunting, and ending with the provision of additional food (PMT) to stunted toddlers including formula milk and biscuits. The activity was carried out at Balai Desa Sadang, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, with 70 participants.
ISOLASI MANDIRI TERPUSAT SHELTER UMKU SEBAGAI UPAYA MENURUNKAN PENYEBARAN COVID DI KABUPATEN KUDUS Sri Karyati; Heny Siswanti; Anny Rosiana Masithoh
Jurnal Abdimas Indonesia Vol 4, No 2 (2022): JURNAL ABDIMAS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jai.v4i2.1720

Abstract

Abstrak Angka penyebaran covid-19 di Kudus yang awalnya sudah mulai menurun mengalami lonjakan yang sangat tinggi pasca lebaran akibat peningkatan arus mudik dan adanya varian baru. Salah satu permasalahan yang dihadapi adalah pelaksanaan isolasi mandiri bagi mereka yang terkonfirmasi covid dengan tanpa gejala atau dengan gejala ringan. Tidak semua orang atau keluarga siap dan tertib untuk melakukan isolasi mandiri. Untuk itu perlu disiapkannya tempat isolasi terpusat, salah satunya shelter UMKU. Shelter UMKU yang dikelola oleh persyarikatan Muhammadiyah memiliki beberapa kelebihan dibanding tempat isolasi mandiri terpusat lain, yaitu adanya edukasi serta pendampingan, pemantauan dan evaluasi secara rutin pada santri penghuni shelter. Edukasi tentang penyakit covid, cara pencegahan penularan, cara meningkatkan daya tahan tubuh, serta upaya untuk mengatasi rasa cemas, takut, dan kesepian diberikan untuk meningkatkan pengetahuan santri. Pendampingan dan pemantauan kesehatan dilakukan secara berkala 3x sehari. Santri juga mendapatkan pendampingan spiritual dan psikososial. Kegiatan tersebut terbukti dapat menurunkan kecemasan dan kesepian mereka. Pengalaman yang baik selama di shelter serta edukasi yang diberikan menjadikan mereka edukator yang efektif di masyarakat. Kegiatan isolasi mandiri terpusat shelter UMKU merupakan bentuk peranserta persyarikatan Muhammadiyah khususnya Universitas Muhammadiyah dalam membantu pemerintah untuk menurunkan angka penyebaran covid-19. Kata Kunci: shelter UMKU, covid-19, edukasi, pendampingan kesehatan Abstract The spread of Covid-19 in Kudus experienced a very high spike after Eid al-Fitr due to increased population mobility and new variants. One of the government's problems is the implementation of self-isolation for those who are confirmed positive for Covid. Not everyone or family is ready and orderly to self-isolate. It is necessary to prepare a centralized isolation place, one of which is the UMKU shelter. Managed by the Muhammadiyah Association. It has several advantages over others, in the form of education and assistance, regular monitoring and evaluation of all living in shelters. Education about COVID-19, how to prevent transmission, increase endurance, as well as efforts to overcome anxiety, fear, and loneliness are given to increase their knowledge. Assistance and health monitoring are carried out regularly 3 times a day. they also receive spiritual and psychosocial assistance. all of which can reduce their anxiety and loneliness. Good experience while in the shelter and education provided make them effective educators in the community. The centralization of self-isolation activities at the UMKU shelter is a form of participation from Muhammadiyah organizations, especially Muhammadiyah University in helping the government suppress the spread of COVID-1. Keywords: UMKU shelter, covid-19, education, health assistance
PERAN BIDAN DALAM UPAYA MENURUNKAN KEHAMILAN RISIKO TINGGI MELALUI PENDIDIKAN KESEHATAN PADA IBU HAMIL Nasriyah Nasriyah; Diah Ayu Wulandari
Jurnal Abdimas Indonesia Vol 4, No 1 (2022): JURNAL ABDIMAS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jai.v4i1.1497

Abstract

Abstrak Kehamilan merupakan proses terjadinya pembuahan sampai kelahiran. Selama kehamilan tidak menutup kemungkinan terjadinya masalah atau risiko. Kehamilan risiko tinggi adalah suatu kondisi kehamilan yang bisa mengancam kesehatan dan keselamatan ibu dan janin. Kondisi ini bisa disebabkan karena komplikasi saat kehamilan, namun bisa juga disebabkan oleh suatu kondisi medis yang sudah ibu miliki sejak sebelum hamil. Ibu hamil yang mengalami kondisi ini harus rajin memeriksakan diri dan membutuhkan pengawasan dan perawatan ekstra dari dokter. Lebih dari 90% kematian ibu disebabkan oleh komplikasi obstetrik pada masa kehamilan, persalinan, dan nifas. Komplikasi akan cenderung meningkat pada ibu hamil yang memiliki faktor risiko, meskipun komplikasi dapat pula terjadi pada ibu hamil yang tidak dikategorikan berisiko. Diperkirakan 15% kehamilan akan mengalami keadaan risiko tinggi dan komplikasi obstetrik yang dapat membahayakan ibu maupun janin apabila tidak ditangani dengan memadai. Melalui Antenatal Care dapat dilakukan deteksi dini kehamilan yang berisiko, selain itu dapat dilakukan pendidikan kesehatan untuk memberikan pemahaman tentang kehamilan dan bahaya kehamilan. Kehamilan dengan letak plasenta renda merupakan salah satu bagian dari kehamilan risiko tinggi, keadaan ini dapat menyebabkan perdarahan pada ibu hamil dan komplikasi pada janin yang dikandungnya. Salah satu upaya yang dapat diberikan kepada ibu hamil yang memiliki risiko tinggi adalah pemberian pendidikan kesehatan tentang tanda bahaya kehamilan trimester III. Pemberian pendidikan kesehatan diharapkan dapat menambah pengetahuan ibu hamil tentang kehamilan risiko tinggi sehingga dapat melakukan pengambilan keputusan dengan cepat untuk mendapatkan penanganan yang tepat di fasilitas kesehatan.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PEMANFAATAN LIMBAH TAHU MENJADI PUPUK CAIR DI DESA PLOSO Naily Maretha Zahrotul Asma; Larasati Wijanarko Putri; Nanang Saiful Imron; Nor Asiyah
Jurnal Abdimas Indonesia Vol 6, No 2 (2024): JURNAL ABDIMAS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jai.v6i2.2771

Abstract

Desa Ploso merupakan daerah yang terkenal dengan produksi tahu dimana terdapat sekitar 20 industri rumahan yang memproduksi tahu. Akan tetapi Desa Ploso juga menghadapi isu lingkungan yang berpengaruh terhadap perubahan iklim yaitu kurangnya tempat untuk pembuangan limbah tahu. Oleh karena itu, Mahasiswa pengabdian Universitas Muhammadiyah Kudus mengadakan program kerja dilaksanakan sebagai bentuk fasilitas pelatihan guna meningkatkan kemampuan untuk mengolah limbah cair tahu untuk dimanfaatkan sebagai pupuk cair organik. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan fasilitas kepada warga Desa Ploso untuk menjadikan masyarakat mampu memanfaatkan limbah cair tahu sebagai pupuk cair organik. Dari kegiatan ini dihasilkan pupuk cair organik yang efektif dalam meningkatkan produktifitas tanaman, ramah lingkungan, serta ekonomis, kegiatan ini berjalan dengan lancar dan mendapatkan respon yang positif dari masyarakat Desa Ploso. Bagi mahasiswa, program pengabdian memberikan wadah untuk berkontribusi dan memberikan manfaat bagi masyarakat sesuai dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kegiatan ini meliputi sosialisasi, demonstrasi dan re demonstrasi. Yang di hadiri 30 partisipan yang mengikuti kegiatan sosialisasi. Terlaksananya kegiatan ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi masyarakat terutama pengusaha industri tahu di Desa Ploso untuk memanfaatkam kembali limbah tahu menjadi produk bernilai yaitu pupuk cair.

Page 10 of 14 | Total Record : 132