Indonesian Journal of Education and Community Services
Indonesian Journal of Education and Community Services (IJECS) merupakan wadah publikasi ilmiah yang berfokus pada hasil-hasil kegiatan pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat. Jurnal ini ditujukan sebagai sarana bagi dosen, peneliti, praktisi, maupun kelompok masyarakat lainnya untuk mendiseminasikan inovasi, pemberdayaan, dan solusi nyata atas berbagai tantangan di masyarakat. IJECS berkomitmen untuk memperluas dampak positif dari kegiatan akademis ke ranah praktis guna mendukung pembangunan masyarakat yang berkelanjutan. IJECS dikelola secara mandiri oleh Indonesian Publication Center (IPC), sebuah lembaga riset dan publikasi di bawah naungan Academia Indonesia Foundation. Focus and Scope IJECS menerima artikel hasil pengabdian dan pemberdayaan masyarakat yang mencakup berbagai bidang dan multidisiplin ilmu, antara lain: Pendidikan dan Seni: Inovasi pembelajaran di masyarakat, pelatihan seni, dan budaya. Sosial dan Hukum: Pendampingan hukum, advokasi sosial, dan kebijakan publik. Ekonomi dan Bisnis: Pemberdayaan UMKM, ekonomi kreatif, dan manajemen komunitas. Sains dan Teknologi Terapan: Pertanian, perikanan, peternakan, serta teknologi tepat guna. Kesehatan Masyarakat: Penyuluhan kesehatan dan program kesejahteraan masyarakat. Jenis kegiatan yang relevan meliputi: Penyuluhan, pendampingan, bimbingan teknis (bimtek), sosialisasi, pemberdayaan berbasis komunitas, dan bentuk kegiatan pengabdian lainnya yang memberikan dampak terukur. Peer Review Process Untuk menjamin kualitas dan integritas ilmiah, setiap naskah yang dikirimkan akan melalui proses Single-Blind Peer Review. Kami menghargai aktualitas hasil pengabdian Anda, sehingga kami berkomitmen pada efisiensi proses editorial dengan estimasi waktu 7 hari untuk keputusan pertama sejak naskah dikirimkan (submit). Publication Frequency IJECS terbit secara periodik 2 kali dalam satu tahun, yaitu pada bulan: Edisi Januari-Juni Edisi Juli-Desember Open Access Policy IJECS adalah jurnal bersifat Open Access. Seluruh artikel yang dipublikasikan dapat diakses, dibaca, dan diunduh secara bebas oleh masyarakat, praktisi, maupun akademisi tanpa dipungut biaya. Hal ini sejalan dengan misi kami untuk mendukung pertukaran pengetahuan global dan pemanfaatan hasil pengabdian masyarakat secara luas. Plagiarism Check & Author Fees Plagiarism Check: Seluruh naskah wajib melewati pemeriksaan plagiasi (seperti Turnitin atau Ithenticate) untuk memastikan keaslian karya. Author Fees: Proses publikasi di IJECS dilakukan secara Gratis (No Author Fees/APCs) sebagai bentuk dukungan terhadap penyebaran ilmu pengabdian masyarakat.
Articles
65 Documents
Penerapan Ekowisata Berbasis Keramba Jaring Apung (Eko-Kja) di Dusun Prajak
Dwi Mardhia;
Febri Jumati Hasani;
Agum Rhismanda
Indonesian Journal of Education and Community Services Vol. 1 No. 1 (2021): Edisi Januari-Juni 2021
Publisher : Indonesian Publication Center
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Desa Batu bangka termasuk dalam gugusan Teluk Saleh yang arah pembangunannya sebagai daerah wisata pesisir. Kondisi wisata desa Batu Bangka belum dikembangkan secara optimal. Permasalahan utama adalah masih maraknya illegal fishing yang berdampak pada rusaknya terumbu karang, berkurangnya hasil tangkapan nelayan serta terancamnya keberlanjutan ikan. Oleh karena itu perlu dilakukan pendampingan melalui program Eko-KJA (ekowisata berbasis Keramba Jaring Apung). Tujuan Eko-KJA adalah menjaga kelestarian sumberdaya laut, meningkatkan pengembangan pariwisata dan membantu perekonomian nelayan. Adapun tujuan program adalah (1) Meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang Eko-KJA, (2) Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam budidaya KJA mulai pembenihan hingga pembesaran, (3) Tersedianya KJA di perairan desa Batu Bangka (4) Terciptanya Eko-KJA (Ekowisata berbasis keramba jarring apung) dan (5) Meningkatnya partisipasi masyarakat dalam pengelolaan Eko-KJA. Metode pelaksanaan kegiatan adalah melalui penyuluhan, pelatihan, pendampingan dan bantuan unit KJA. Hasil kegiatan adalah tersedianya KJA dengan kondisi sesuai desain teknis, ada peningkatan pengetahuan dan keterampilan mitra dalam budidaya KJA sebesar > 50 %, terjalinnya kemitraan dengan berbagai pihak meliputi Pokdarwis Bunga Karang, Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Pariwisata dan WCS, serta adanya alternatif mata pencaharian masyarakat sehingga adanya peningkatan partisipasi masyarakat dalam menjaga keberlanjutan Eko-KJA.
Peningkatan Kapasitas Literasi Keuangan Petani Melalui Penyuluhan Manajemen Keuangan dan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Di Kecamatan Moyo Hilir
Jayanti Mandasari;
Hartini Hartini;
Rudi Masniadi;
Serli Oktapiani
Indonesian Journal of Education and Community Services Vol. 1 No. 1 (2021): Edisi Januari-Juni 2021
Publisher : Indonesian Publication Center
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kecamatan Moyo Hilir berlokasi di sebelah utara Kabupaten Sumbawa merupakan wilayah pertanian dengan segenap potensinya. Komoditi unggulan sektor pertanian yang dihasilkan seperti padi, jagung, kerbau dan sapi. Namun demikian, dibalik potensi tersebut masyarakat/petani setempat menghadapi permasalahan keuangan (kekurangan mmodal) terutama pada masa menjelang musim tanam. Sehingga ketergantungan pada tengkulak tidak dapat dihindari. Salah satu faktor penyebab yang dapat dijadikan hipotesis adalah masih rendahnya tingkat pengetahuan dan pemahaman masyarakat desa terkait literasi keuangan. Berangkat dari masalah ini perlu dilakukan kegiatan yang mengarah pada peningkatan literasi keuangan masyarakat/petani melalui penyuluhan majamen keuangan dan kredit usaha rakyat (KUR) di Kecamatan Moyo Hilir. Adapun tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman masyarakat/petani khususnya di Kecamatan Moyo Hilir terkait literasi keuangan, sehingga masyarakat/petani terbiasa untuk selalu melakukan perencanaan keuangan (financial planning) dengan matang, mempersiapkan tabungan, memahami pentingnya asuransi dan berinvestasi. Metode pelaksanaan kegiatan adalah dengan metode edukasi melalui kegiatan penyluhan. Hasil dari kegiatan ini adalah telah berhasil meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat/petani Kecamatan Moyo Hilir terkait peningkatan literasi keuangan melalui manajemen keuangan dan KUR.
Implementasi Pembelajaran Saintifik Melalui Lesson Studi di PAUD Rinjani Darma Wanita Unram
Baik Nilawati Astini;
Dwi Istati Rahayu;
I Nyoman Suarta;
Nurhasanah Nurhasanah;
I Made Swasta Astawa;
Baiq Nada Buahana
Indonesian Journal of Education and Community Services Vol. 1 No. 1 (2021): Edisi Januari-Juni 2021
Publisher : Indonesian Publication Center
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Stimulasi terhadap seluruh aspek perkembangan anak harus dilakukan secara terpadu dan simultan. Stimulasi atau pembelajaran yang sesuai dengan itu adalah melalui bermain. Bermain yang dimaksudkan aadalah bermain yang menyenangkan, namun dapat menstimulasi seluruh aspek perkembangan anak. Kenyataannya pembelajaran anak usia dini masih cenderung didril dan tidak menyenangkan, hal ini dilakukan untuk memenuhi tuntutan orang tua agar anaknya dapat membaca, menulis, dan berhitung secara cepat. Padahal ada pembelajaranyang dapat mencapai tujuan tersebut juga dengan cepat, disamping juga dapat menstimulasi aspek perkembangan lainnya. Pembelajaran tersebut adalah pembelajaran saintifik. Oleh karena itu tujuan pengabdian pada masyarakat ini untuk mengimplementasikan pembelajaran saintifik melalui lesson studi di PAUD Rinjani DW UNRAM.
Efektivitas pelatihan pembelajaran saintifik melalui lesson study dengan penerapan TIK pada masa pandemi
Risa Rahmawati;
Tasya Septiana Melanie tasya
Indonesian Journal of Education and Community Services Vol. 2 No. 1 (2022): Edisi Januari-Juni 2022
Publisher : Indonesian Publication Center
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
BSTRAKPenelitian bertujuan yaitu mengimplementasikan pendekatan saintifik melalui lesson study kepada guru-guru untuk memberikan pemahaman untuk mememahami hakekat perencanaan pembelajaran sebagai dasar pelaksanaan pembelajaran yang efektif dan berkualitas. Pendekatan saintifik akan berhasil jika melalui penerapan keterampilan proses pada pembelajaran yang disajika dengan strategi dan metode yang tepat. Untuk itu perlu usaha guru dalam penerapannya.Hal ini bisa dilakukan dengan menggunakan kegiatan Lesson Study.Tulisan ini bertujuan untuk mengektivitas pelaksanaan pembelajaran santifik melalui lesson study dengan menerapkan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam masa pendemi. Adanya penerapan TIK di berbagai bidang sangat membantu pada masa pandemi Covid-19 Kata kunci : pendekatan Santifik ,Lesson study, Penerapan TIK Masa PandemiABSTRACTThe aim of the research is to implement a scientific approach through study lesson study to teacher to provide an understanding to understand the nature of learning planning as the basis for implementing effective and a have certain quality. The scientific approach can be applied through skills and processes. The scientific approach will succeed through the application of process skills to learning presented with appropriate strategies and methods. For this reason, teacher efforts need to be made in its application. This can be done using Lesson Study activities. This paper aims to activate the implementation of scientific learning through lesson study by applying Information and Communication Technology (ICT) during a pandemic. The application of ICT in various fields is very helpful during the Covid-19 pandemic.Key words: Santific approach, Lesson study, Application of ICT during the Pandemic
Pelayanan Publik Dalam Pembelajaran Fisika Menggunakan E-Learning
Julia Rahmania Putri Suhardin
Indonesian Journal of Education and Community Services Vol. 2 No. 2 (2022): Edisi Juli-Desember 2022
Publisher : Indonesian Publication Center
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Di tengah kondisi pandemi COVID-19 saat ini, setiap elemen masyarakat sekolah diminta untuk dapat menyesuaikan aktivitasnya dengan memperhatikan prinsip physical distancing. Menanggapi hal tersebut, Pemerintah kemudian membuat suatu kebijakan tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar, yang salah satu implikasinya adalah setiap pihak baik itu dari unsur pemerintah maupun non-pemerintah wajib untuk bekerja dari rumah/ melakukan pembelajaran secara Daring. Kendati demikian, proses penyelenggaraan pemerintah tersebut harus dipastikan tetap berjalan dengan efektif dan optimal sehingga pelayanan publik yang diberikan tetap berkualitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji literatur tentang e-learning sebagai bagian dari pelaksanaan e-government yang dapat memberikan pelayanan berkualitas di tengah situasi pandemi COVID-19, pada pembelajaran Fisika menggunakan elearning. Penerapan e-learning di perguruan tinggi pada situasi pandemi Covid 19 dipengaruhi beberapa faktor. Faktor yang paling penting adalah kesiapan mahasiswa menggunakan e-learning dalam proses perkuliahan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kesiapan mahasiswa pendidikan fisika dalam menggunakan e-learning . Dengan mengetahui tingkat kesiapan mahasiswa, dosen dan pemangku kebijakan dapat mempersiapkan kebijakan pengembangan lebih lanjut. Metode yang digunakan adalah survei. Kesiapan mahasiswa menggunakan e-learning diukur dengan menggunakan angket kesiapan mahasiswa.
Implementasi Pembelajaran Daring dan Luring Pada Mata Pelajaran Geografi SMA di Kabupaten Morowali
Liana Liana;
Joni Rokhmat
Indonesian Journal of Education and Community Services Vol. 2 No. 2 (2022): Edisi Juli-Desember 2022
Publisher : Indonesian Publication Center
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Dilakukan penelitian untuk mendeskripsikan persiapan pembelajaran online dan offline dilakukan oleh guru, siswa dan orang tua, pelaksanaan pembelajaran, evaluasi pembelajaran, kendala yang dialami siswa dan guru dalam mempelajari pembelajaran, dan upaya apa yang dilakukan guru untuk pencapaian pembelajaran online dan offline yang baik terutama di high sekolah mata pelajaran geografi di kabupaten Morowali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan pembelajaran perlu dipersiapkan sebelum memulai pembelajaran online dan offline seperti menyiapkan kuota internet atau jaringan wifi yang dapat mendukung pembelajaran, penyiapan bahan ajar, video pembelajaran, ppt, dan tugas untuk dibagikan kepada siswa. Kendala dalam pembelajaran yang dialami oleh guru dan siswa pada akses ke jaringan internet, penerimaan kiriman/materi, biaya paket data yang mahal. Dalam Belajar Offline Kenda adalah jarak rumah dan sekolah cukup jauh sehingga menyulitkan guru untuk mendatangi siswanya masing-masing.
Mendorong Akselerasi Pertumbuhan Industri untuk Penguatan Modal Usaha Melalui Inklusi dan Literasi Keuangan
Djoko Suprayetno;
Iwan Kusmayadi;
Lalu Edy Herman Mulyono;
Muhammad Mujahid Dakwah
Indonesian Journal of Education and Community Services Vol. 1 No. 1 (2021): Edisi Januari-Juni 2021
Publisher : Indonesian Publication Center
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Khalayak sasaran dalam kegiatan pelatihan ini yaitu KUBe (Kelompok Usaha Bersama) “Maju Jaya”. KUBe Maju Jaya adalah satu dari KUBe yang ada di Desa Karang Bayan dan sudah berjalan kurang lebih 8 tahun sejak awal pendiriannya. Namun belum mengalami kemajuan yang berarti, masih perlu mendapatkan perhatian terutama strategi manajerial pengembangan usaha yang efektif melalui penguatan modal. Pendekatan dalam pelatihan ini melalui ceramah dan praktik edukasi literasi keuangan untuk meningkatkan kecakapan masyarakat. Manfaat literasi dan inklusi keuangan dalam pelatihan ini berdampak pada kenaikan tingkat inklusi keuangan sehingga akan mengurangi kesenjangan (inequality) dan rigiditas low income trap sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang selanjutnya akan berujung pada penurunan tingkat kemiskinan.
Urgensi Peraturan Desa Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa dalam Pembangunan Desa
Sofwan Sofwan;
Haeruman Haeruman;
Rusnan Rusnan
Indonesian Journal of Education and Community Services Vol. 1 No. 1 (2021): Edisi Januari-Juni 2021
Publisher : Indonesian Publication Center
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Desa dalam beberapa tahun terakhir ini mendapat perhatian dari pemerintah dengan diberikan alokasi dana desa dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa dengan jumlah yang cukup besar. Dana tersebut digunakan untuk pembangunan desa dengan beberapa bidang pembangunan desa yaitu bdang pemerintahan, pembangunan desa, kemasyarakatan dan pemberdayaan masyarakat. Namun demikian, sebelum Desa menerima dana tersebut, maka Desa harus memenuhi beberapa syarat, salah satu diantaranya adalah harus menyusun peraturan desa tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa. Karena kemampuan pemerintah desa (aparat desa) sangat terbatas dan rendah, maka aparat desa harus diberikan bekal untuk penyusunan peraturan desa melalui pelatihan. Metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi, dan pelatihan penyusunan peraturan desa tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa di Desa Parado Rato Kecamatan Parado Kabupaten Bima. Hasil kegiatan yang dilaksanakan adalah bertambahnya pengetahuan dan kemampuan aparat desa dalam menyusun peraturan desa tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa.
Rumah Dataku: Antara Harapan dan Kenyataan di Kampung KB: Kasus Pendampingan Rumah Dataku Pada Kampung KB Di Kampung KB Dusun Pengempel Indah Kelurahan Bertais Kecamatan Sandubaya Kota Mataram
Helmy Fuady
Indonesian Journal of Education and Community Services Vol. 1 No. 2 (2021): Edisi Juli-Desember 2021
Publisher : Indonesian Publication Center
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Persoalan yang dihadapi di Kampung KB pada dasarnya adalah belum adanya perencanaan yang akurat dari bawah (bottom up). Kesulitan yang dihadapi Kampung KB dalam membuat perencanaan yang sesuai dengan persoalan dan kebutuhan mereka adalah tidak tersedianya data. Di Setiap Kampung KB telah diinisiasi Rumah Dataku, namun ketersediaan data disini yang sangat minim bahkan tidak tersedia. Rumah data kependudukan yang disingkat Rumah Dataku adalah rumah yang difungsikan sebagai pusat data dan intervensi permasalahan kependudukan yang mencakup sistem pengelolaan dan pemanfaatan data kependudukan di tingkat mikro mulai dari mengidentifikasi, mengumpulkan, memverifikasi dan memanfaatkan data kependudukan yang bersumber dari, oleh Penduduk. Selama ini masyarakat merasa dijadikan obyek pengumpulan data, baik sensus maupun survei. Masyarakat belum sepenuhnya memahami bahwa data-data yang dikumpulkan tersebut, digunakan untuk perencanaan pembangunan nasional, pembangunan daerah maupun pembangunan sektoral. Mereka juga belum semua menyadari bahwa program-program pembangunan yang dilaksanakan itu merupakan hasil dari data-data yang telah dikumpulkan darinya. Oleh karena itu, berbagai upaya untuk meningkatkan kepedulian dan peran serta masyarakat, atau menciptakan masyarakat “sadar data” perlu terus dilakukan. Dikampung KB Dusun Pengempel Indah, walaupun sosialisasi rumah dataku telah dilakukan namun belum ada tanda tanda rumah dataku bergerak apalagi setelah gempa 2018 yang telah meluluh lantakkan kampung KB ini ditambah dengan pandemi yang belum berakhir ini. Oleh sebab itu pendampingan dan pelatihan rumah dataku harus terus dilakukan dimasa yang akan datang.
Penyuluhan Hukum Penyelesaian Sengketa Perdata di Luar Pengadilan di Desa Rarang Selatan Kecamatan Terara Kabupaten Lombok Timur
Lewis Grindulu;
M. Hotibul Islam;
Muhammad Jailani;
Ridwan Ridwan
Indonesian Journal of Education and Community Services Vol. 1 No. 2 (2021): Edisi Juli-Desember 2021
Publisher : Indonesian Publication Center
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Disparitas yang sangat tajam dalam penyelesaian sengketa perdata menggunakan alternatif penyelesaian sengketa dengan lembaga pengadilan sebagaimana digambarkan di muka dan keburukan-keburukan yang dialamatkan kepada organ-organ pengadilan menjadikan banyak kalangan tertarik mendayagunakan lembaga alternatif penyelesaian sengketa perdata di luar pengadilan. Bahkan pemerintah pada tahun 1999 menerbitkan Undang-Undang No. 30 Tahun 1999 tentang ”Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa” sebagai payung hukum dalam rangka mengembangkan penggunaan Alternative Dispute Resolution (alternatif penyelesaian sengketa) untuk menyelesaikan sengketa yang timbul dalam masyarakat.