cover
Contact Name
Gunawan
Contact Email
gunawan@unram.ac.id
Phone
+628113881131
Journal Mail Official
ijecs.editor@publication-center.com
Editorial Address
Green Pagutan Blok E No. 6 Mataram, Nusa Tenggara Barat
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Indonesian Journal of Education and Community Services
ISSN : -     EISSN : 28278429     DOI : -
Indonesian Journal of Education and Community Services (IJECS) merupakan wadah publikasi ilmiah yang berfokus pada hasil-hasil kegiatan pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat. Jurnal ini ditujukan sebagai sarana bagi dosen, peneliti, praktisi, maupun kelompok masyarakat lainnya untuk mendiseminasikan inovasi, pemberdayaan, dan solusi nyata atas berbagai tantangan di masyarakat. IJECS berkomitmen untuk memperluas dampak positif dari kegiatan akademis ke ranah praktis guna mendukung pembangunan masyarakat yang berkelanjutan. IJECS dikelola secara mandiri oleh Indonesian Publication Center (IPC), sebuah lembaga riset dan publikasi di bawah naungan Academia Indonesia Foundation. Focus and Scope IJECS menerima artikel hasil pengabdian dan pemberdayaan masyarakat yang mencakup berbagai bidang dan multidisiplin ilmu, antara lain: Pendidikan dan Seni: Inovasi pembelajaran di masyarakat, pelatihan seni, dan budaya. Sosial dan Hukum: Pendampingan hukum, advokasi sosial, dan kebijakan publik. Ekonomi dan Bisnis: Pemberdayaan UMKM, ekonomi kreatif, dan manajemen komunitas. Sains dan Teknologi Terapan: Pertanian, perikanan, peternakan, serta teknologi tepat guna. Kesehatan Masyarakat: Penyuluhan kesehatan dan program kesejahteraan masyarakat. Jenis kegiatan yang relevan meliputi: Penyuluhan, pendampingan, bimbingan teknis (bimtek), sosialisasi, pemberdayaan berbasis komunitas, dan bentuk kegiatan pengabdian lainnya yang memberikan dampak terukur. Peer Review Process Untuk menjamin kualitas dan integritas ilmiah, setiap naskah yang dikirimkan akan melalui proses Single-Blind Peer Review. Kami menghargai aktualitas hasil pengabdian Anda, sehingga kami berkomitmen pada efisiensi proses editorial dengan estimasi waktu 7 hari untuk keputusan pertama sejak naskah dikirimkan (submit). Publication Frequency IJECS terbit secara periodik 2 kali dalam satu tahun, yaitu pada bulan: Edisi Januari-Juni Edisi Juli-Desember Open Access Policy IJECS adalah jurnal bersifat Open Access. Seluruh artikel yang dipublikasikan dapat diakses, dibaca, dan diunduh secara bebas oleh masyarakat, praktisi, maupun akademisi tanpa dipungut biaya. Hal ini sejalan dengan misi kami untuk mendukung pertukaran pengetahuan global dan pemanfaatan hasil pengabdian masyarakat secara luas. Plagiarism Check & Author Fees Plagiarism Check: Seluruh naskah wajib melewati pemeriksaan plagiasi (seperti Turnitin atau Ithenticate) untuk memastikan keaslian karya. Author Fees: Proses publikasi di IJECS dilakukan secara Gratis (No Author Fees/APCs) sebagai bentuk dukungan terhadap penyebaran ilmu pengabdian masyarakat.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 85 Documents
Penyuluhan Hukum Penyelesaian Sengketa Perdata di Luar Pengadilan di Desa Rarang Selatan Kecamatan Terara Kabupaten Lombok Timur Lewis Grindulu; M. Hotibul Islam; Muhammad Jailani; Ridwan Ridwan
Indonesian Journal of Education and Community Services Vol. 1 No. 2 (2021): Edisi Juli-Desember 2021
Publisher : Indonesian Publication Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Disparitas yang sangat tajam dalam penyelesaian sengketa perdata menggunakan alternatif penyelesaian sengketa dengan lembaga pengadilan sebagaimana digambarkan di muka dan keburukan-keburukan yang dialamatkan kepada organ-organ pengadilan menjadikan banyak kalangan tertarik mendayagunakan lembaga alternatif penyelesaian sengketa perdata di luar pengadilan. Bahkan pemerintah pada tahun 1999 menerbitkan Undang-Undang No. 30 Tahun 1999 tentang ”Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa” sebagai payung hukum dalam rangka mengembangkan penggunaan Alternative Dispute Resolution (alternatif penyelesaian sengketa) untuk menyelesaikan sengketa yang timbul dalam masyarakat.
Penyuluhan Hukum Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 Tentang Hak Asasi Manusia di Desa Teko Kecamatan Pringgabaya Kabupaten Lombok Timur Jailani, Muhammad; Khairani Pancaningrum, Rina; Zainuddin, Muhammad; Mualifah, Mualifah
Indonesian Journal of Education and Community Services Vol. 1 No. 2 (2021): Edisi Juli-Desember 2021
Publisher : Indonesian Publication Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hak asasi manusia adalah hak-hak yang dimiliki manusia semata-mata karena ia manusia. Umat manusia memilikinya bukan karena diberikan kepadanya oleh masyarakat atau berdasarkan hukum positif, melainkan semata-mata berdasarkan martabatnya sebagai manusia. Dalam arti ini, maka meskipun setiap orang terlahir dengan warna kulit, jenis kelamin, bahasa, budaya dan kewarganegaraan yang berbeda-beda, ia tetap mempunyai hak-hak tersebut. Inilah sifat universal dari hak-hak tersebut. Selain bersifat universal, hak-hak itu juga tidak dapat dicabut (inalienable). Artinya seburuk apapun perlakuan yang telah dialami oleh seseorang atau betapapun bengisnya perlakuan seseorang, ia tidak akan berhenti menjadi manusia dan karena itu tetap memiliki hak-hak tersebut. Dengan kata lain, hak-hak itu melekat pada dirinya sebagai makhluk insani sebagaimana yang dimaksud dalam teori hak kodrati. Desa Teko merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Pringgabaya Kabupaten Lombok Timur. Dilihat dari keadaan geografis dan sosial masyarakatnya, desa ini termasuk salah satu desa agraris yang sebagian besar masyarakatnya hidup dari hasil pertanian. Minimnya tingkat pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang Undang-undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia, dan rendahnya pengetahuan dan pemahaman masyarakat Desa Teko terhadap maksud/pengertian HAM, Generasi-generasi HAM, Asas-asas HAM, dan macam-macam hak yang terkandung dalam ketentuan hukum positif menjadi suatu alasan sehingga tim menjadikan desa ini menjadi lokasi suluh dengan penyuluhan hukum Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM. Rencana pendekatan metode yang akan kami lakukan dalam penyuluhan hukum ini dilaksanakan dalam bentuk: Ceramah, yaitu penyampaian materi penyuluhan dalam bentuk ceramah kepada peserta dengan aplikasi waktu yang telah disepakati. Kemudian Diskusi atau umpan balik, yaitu dengan membuka kesempatan Tanya jawab antara peserta dengan tim penyuluh tentang materi yang telah disampaikan yaitu mengenai maksud dan cakupan HAM yang terkandung dalam ketentuan Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang HAM, dan Konsultasi hukum, yaitu memberikan kesempatan kepada peserta suluh untuk menyampaikan keluhan-keluhan atau permasalahan-permasalahan yang masih membingungkan mereka terkait dengan penegakan dan perlindungan HAM yang terjadi pada masyarakat itu sendiri atau yang sedang dihadapinya kemudian kami dari tim suluh akan menjawab dengan memaparkan dengan rinci dan jelas yang dalam hal ini terkait dengan pengertain, perlindungan dan penegakan HAM dan bagaimana HAM ini diatur dalam hukum positif indonesia yakni dalam ketentuan Undang-undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia.
Penyuluhan Hukum Alternatif Penyelesaian Sengketa Perdata di Luar Pengadilan di Desa Kembang Kuning Kecamatan Sikur Kabupaten Lombok Timur Faisal, Muhammad; Jailani, Muhammad; Mualifah, Mualifah
Indonesian Journal of Education and Community Services Vol. 1 No. 2 (2021): Edisi Juli-Desember 2021
Publisher : Indonesian Publication Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada Tahun 1999 Pemerintah Republik Indonesia telah menerbitkan Undang-Undang No. 30 Tahun 1999 tentang ”Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa” sebagai payung hukum dalam rangka mengembangkan penggunaan Alternative Dispute Resolution (alternatif penyelesaian sengketa) untuk menyelesaikan sengketa yang timbul dalam masyarakat. Bentuk atau model Alternative Dispute Resolution ini sebenarnya telah dipraktekkan oleh setiap komunitas masyarakat di seluruh wilayah Indonesia untuk menyelesaikan segenap ragam sengketa, baik bidang keperdataan maupun kepidanaan sekalipun penamaan sengketa dan lembaga penyelesaian sengketanya menggunakan terminologi yang berbeda-beda, misalnya dalam komunitas masyarakat suku Sasak di Lombok lembaga penyelesaian sengketa secara kultural disebut dengan Majelis Adat Desa. Sedangkan musyawarah mufakatnya untuk menyelesaikan sengketa disebut dengan Begundem. Namun demikian sekalipun lembaga dan penamaan musyawarah mufakat sebagai bangunan proses penyelesaian sengketa menggunakan terminologi yang berbeda-beda untuk setiap masyarakat diberbagai wilayah Indonesia, tetapi tujuan penyelesaian sengketa sama-sama mengedepankan perdamaian melalui musyawarah mufakat untuk membangun harmonisasi pihak-pihak yang terlibat dalam sengketa.
Dinamika Mekanisme Penyelesaian Sengketa Keperdataan di Luar Pengadilan di Desa Kekait Kabupaten Lombok Barat Irfan, Mohammad; Asyhadie, Zaeni; Rahman, Arif; Adryani, Shinta
Indonesian Journal of Education and Community Services Vol. 1 No. 2 (2021): Edisi Juli-Desember 2021
Publisher : Indonesian Publication Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai pelaksanaan dari Undang-Undang No. 30 Tahun 1999 dan implementasi dari Perma No. 1 Tahun 2016 mengamanatkan bentuk penyelesaian sengketa di luar pengadilan (non litigasi atau non adjudikatif), antara lain model penyelesaian sengketa yang diterapkan lebih cenderung para mediator menggunakan Negosiasi dan Mediasi, Dalam persoalan hukum yang mengemuka di Kecamatan Gunung sari sebelum semua persoalan dibawa ke pengadilan menurut masyarakat forum suluh hukum, alangkah lebih bagusnya semua persoalan hukum diselesaikan dengan pendekatan adat, terutama persoalan hukum waris dan hukum pertanahan. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendalami proses penyelesaian sengketa keperdataan yang dilakukan di desa Kekait yang dilakukan oleh masyarakat. Metode kajian dengan melakukan pendekatan hukum empiris, Hasil kajian suluh hukum menunjukkan masih lemahnya pemahaman masyarakat tentang model atau bentuk penyelesaian sengketa perdata di luar pengadilan yang diketahui oleh masyarakat, setelah bedah pengetahuan dan pemahaman yang cukup intens, pikiran peserta suluh hukum mulai terbuka untuk menerima proses penyelesaian sengketa perdata diluar pengadilan, dan diperlukan langkah taktis lebih lanjut untuk memberikan pelatihan lebih lanjut terutama bagi Kepala desa dan aparaturnya sebagai corong pemuka masyarakat.
Pelatihan Pengembangan Usaha Melalui Manajemen Usaha pada Kelompok Usaha Kerupuk Kulit Sapi Gapoktan Seganteng Sriningsih, Siti; Wijimulawiawi, Bq. Saripta; Arini, I Gusti Ayu
Indonesian Journal of Education and Community Services Vol. 1 No. 2 (2021): Edisi Juli-Desember 2021
Publisher : Indonesian Publication Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan program ini adalah untuk membantu mitra dalam Pengelolaan usaha kerupuk kulit sapi yang lebih modern dan lebih baik dengan penerapan manajemen usaha seperti manajemen pemasaran,produksi,keuangan dan SDM terutama dalam meningkatkan kualitas produk seperti pengemasan dan pemberian merek produk kerupuk kulit sapi agar dapat bersaing di pasar terutama pada pasar-pasar modern. Target khusus program PPM Kemitraan ini adalah penerapan manajemen usaha yang modern pada kelompok usaha kerupuk kulit sapi sehingga dapat meningkatkan kualitas produk dengan kemasan dan merek yang baik dan menarik. Metode yang digunakan dalam mencapai tujuan kegiatan ini adalah dengan melakukan pelatihan dan pendampingan. Kegiatan dari program PPM Kemitraan ini terdiri dari : (1) pelatihan penerapan manajemen usaha modern seperti keuangan,SDM dan Pemasaran melalui media sosial/internet, (2) pelatihan penerapan manajemen produksi melalui pengemasan dan pemberian merek produk yang dilakukan oleh Tim PPM Kemitraan. Hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah para pengusaha kerupuk kulit sapi memahami pentingnya penerapan manajemen usaha modern dan mengemas produk dengan baik serta memberi merek agar produk usaha kerupuk kulit sapi semakin bernilai jual dan pada akhirnya akan meningkatkan pendapatan pengusaha kerupuk kulit sapi.
Realisasi Paket Wisata Berbasis Sustainable Competitive Advantage (Sca) dan Sifat Jasa pada Pokdarwis Desa Mertak Kecamatan Pujut Rusdan, Rusdan; Dayani, Rahman; R., Bq. Handayani; Nurmayanti, Siti
Indonesian Journal of Education and Community Services Vol. 1 No. 2 (2021): Edisi Juli-Desember 2021
Publisher : Indonesian Publication Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah, meningkatkan pengetahuan Pokdarwis Desa Mertak tentang keunggulan bersaing yang berkelanjutan (SCA) dan sifat-sifat jasa, selain itu juga untuk meningkatkan kemampuan dalam merealisasikan paket-paket wisata yang sudah dibuat, serta mendorong Pokdarwis menerapkan kaidah-kaidah bisnis yang baik atau positif dalam melayani wisatawan. Diharapkan dari kegiatan ini dapat memberikan manfaat seperti; meningkatnya pengetahuan dan kemampuan Pokdarwis Desa Mertak dalam merealisasikan paket-paket wisata yang sudah dibuat, serta meningkatnya pendapatan masyarakat terutama yang berkaitan dengan pariwisata. Untuk mencapai tujuan tersebut, tim telah menyiapkan materi dengan baik, berkoordinasi dengan pokdarwis dan melaksanakan pelatihan realisasi paket wisata berbasis SCA dan sifat jasa. Selanjutnya dilakukan pendampingan selama dua bulan.Kesimpulan yang dapat diambil dari kegiatan ini adalah; sebahagian besar peserta kurang mengenal sifat jasa, tidak mengenal konsep Sustainable Competitive Advantage (SCA), keaktifan peserta saat pelatihan cukup tinggi, peserta juga bersedia menularkan pengetahuannya kepada rekan-rekan Pokdarwis yang hadir, adanya rencana untuk menambah paket wisata sesuai potensi yang ada (preemption asset),seperti wisata bahari dengan inti utamanya Restoran Terapung, sebahagian sarana jalan raya dalam kawasan TWA Gunung Tunak yang menuju kelima pantainya masih jalan setapak. Rekomendasi yang diberikan dalam realisasi paket wisata yang sudah dibuat; (a) gunakan secara lebih intensif media sosial seperti; Youtube, FB, WA, Instagram, Tiktok, Line, Twitter, Reddit, Pinterest, dan Tumblr, (b) terapkan konsep SCA dengan menyesuaikan antara paket wisata yang ada dengan unsur SCA yang tepat (strategi sinergi, strategi difrensiasi, strategi low cost , strategi preemptive move, strategi focus), (c) karena sifat barang berbeda dengan jasa, maka pemasaran jasa perlu penanganan khusus sesuai sifatnya (tidak berwujud, tidak terpisahkan, jasa bervariasi, jasa dapat musnah, tidak menimbulkan kepemilikan), (d) mengusulkan ke BKSDA atau pemerintah kabupaten Loteng atau Propvinsi untuk pengerasan atau pengaspalan jalan raya yang menuju ketiga pantai.
Penyuluhan Penghitungan, Pemotongan, Penyetoran dan Pelaporan Pajak Sesuai PP No 23 Tahun 2018 Bagi Wajib Pajak UMKM di Kelurahan Pagesangan Kecamatan Mataram Alwi, Muhammad; Yudha S., I Dewa Ketut; Fadliyanti, Luluk
Indonesian Journal of Education and Community Services Vol. 1 No. 2 (2021): Edisi Juli-Desember 2021
Publisher : Indonesian Publication Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat adalah memberikan pengetahuan tata cara mendapatkan NPWP, fungsi NPWP, fungsi pajak dan tata cara menghitung , menyetor dan melaporakan pajak terutang. Tempat penyelenggaraan kegiatan ini adalah di Aula Lingkungan Pagesangan Indah Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 10 Oktober 2020 di ikuti Wajib Pajak UMKM dan ketua RT, kapala lingkungan, Sekretaris lingkungan dan anggota karang taruna dengan jumlah peserta 19 Orang. Metode kegiatan penyuluhan berupa ceramah dan focus group discussion (FGD) yang berkaitan dengan perpajakan dan UMKM. Hasil diskusi menunujukkan bahwa peserta pada umumnya sudah mengetahui cara menghitung, memperhitungkan, menyetor dan melaporkan pajak terutang dengan benar, cara mendapatkan NPWP dan mendapatkan bantuan permodalan dengan membentuk kelompok usaha bersama. Disarankan agar para pengusaha tetap memperhatikan dan menanyakan pada KPP tentang perubahan-perubahan dalam ketentuan dan tata cara perpajakan dan juga kepada Tax center Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unram dan kepada bapak lingkungan agar membuat program bagi setiap RT membuat Kelompok Usaha Bersama (KUBE).
Penyuluhan Tentang Pendirian Koperasi Syariah Bagi Kelompok Usaha Bersama Masyarakat di Desa Meninting Kecamatan Batulayar Kabupaten Lombok Barat Alamsyah Abu Bakar; Lalu Hamdani Husnan
Indonesian Journal of Education and Community Services Vol. 1 No. 2 (2021): Edisi Juli-Desember 2021
Publisher : Indonesian Publication Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menghasilkan neraca awal koperasi, calon pengurus koperaasi syariah, yang akan melanjutkan/mengurus sampai terbentuknya koperasi syariah yang berbadan hukum, disamping memberikan pengetahuan kepada masyarakat mengenai tatacara dan prosedur mendirikan koperasi, serta mempraktekkannya. Kehadiran kelompok usaha bersama sebagai cikalbakal terbentuknya koperasi dapat menopang dan mendukung aktivitas ekonomi sangat dirasakan manfaatnya, karena didasarkan atas kepentingan dan kemaslahatan bersama para anggotanya. Oleh karenya, pemerintah harus memberikan perhatian dan kemudahan terhadapa upaya-upaya dari berbagai pihak yang ingin mendirikan sebuah koperasi. Hal ini dimaksudkan agar masyarakat dapat melakukan aktivitas ekonomi sekaligus dapat memecahkan setiap permasalahan yang dihapadi secara mudah dan dalam waktu yang relative cepat, tidak memerlukan adanya persyaratan-persyaratan yang berat dan sulit. Kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat saat ini adalah melakukan usaha bersama yang salah satu kegiatannya adalah melakukan simpan pinjam. Kegiatan simpan pinjam tersebut yang sekarang akan ditingkatkan menjadi koperasi, dan telah terbentuk necara dan calon pengurus. Koperasi adalah usaha simpan-pinjam uang, yang biasanya memberlakukan system bunga sebesar presentase terhadap besaran uang yang disimpan atau yang disimpan oleh anggota. Penggunaan system bunga oleh koperasi, mengikuti cara yang dilajkukan oleh lembaga-lembaga baik bank maupun non bank. Dari hasil usaha ini, koperasi memperoleh Laba (Profit) dari sisa hasil usaha tersebut diberikan kepada para anggotanya sesuai dengan peran dan konstribusinya terhadapa usaha koperasi. Harapan akhirnya nanti adalah dengan terbentuknya tim persiapan pembentukan koperasi dan jalannya usaha kelompok bersama nantinya akan dilanjutkan dengan pembentukan koperasi simpan pinjam syariah di wilayah dusun Montong Desa Meninting Kecamatan Batulayar Lombok Barat.
Pelatihan Pengolahan Sampah Rumah Tangga di Desa Tunjung Sari Husnul Hatimah; Ratna Azizah Mashami; Fikrian; Menik Aryani; Dahlia Rosma Indah
Indonesian Journal of Education and Community Services Vol. 2 No. 1 (2022): Edisi Januari-Juni 2022
Publisher : Indonesian Publication Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan sehari-hari dalam skala rumah tangga menghasilkan sampah yang jumlahnya cukup besar. Sampah menjadi masalah ketika volumenya terus meningkat tanpa ada usaha pengolahannya. Sampah rumah tangga merupakan salah satu masalah mendesak di Desa Tunjung Sari yang perlu segera diselesaikan. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang sampah rumah tangga menyangkut jenis, dampak, pemilahan, serta pengolahannya dan mengajarkan teknologi sederhana pengolahan sampah. Pelatihan dilakukan melalui tiga tahap, yaitu persiapan, pelaksanaan, serta evaluasi dan sosialisasi. Masyarakat terlihat antusias mengikuti pelatihan dan menunjukkan adanya peningkatan kesadaran untuk menjaga lingkungan. Pengolahan sampah organik menghasilkan pupuk organik cair dan pestisida alami. Pengolahan sampah anorganik menghasilkan bunga hias dan tempat sampah. Pengolahan sampah rumah tangga dapat mengatasi permasalahan sampah yang dihasilkan masyarakat sekaligus menghasilkan produk yang dapat dimanfaatkan kembali oleh masyarakat.
Inseminasi Buatan Menggunakan Sperma Beku pada Ternak Sapi Bali untuk Meningkatkan Mutu Genetik Ternak di Kecamatan Woha Kabupaten Bima Lukman HY; Burhan Burhan; Nikmaturrayan Nikmaturrayan; Inne Karni; Kuntum Khoirani
Indonesian Journal of Education and Community Services Vol. 2 No. 1 (2022): Edisi Januari-Juni 2022
Publisher : Indonesian Publication Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengabdian pada masyarakat merupakan salah satu program perguruan tinggi yang sangat penting dilaksanakan oleh dosen, Dinas peternakan. Perguruan tinggi dalam melaksanakan kegiatan pengabdian untuk mendukung peningkatan mutu Pendidikan Tinggi dan kesejahteraan rakyat secara terprogram dan berkelanjutan. Pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh setiap dosen dapat memperkaya bahan ajar dan pemahaman masyarakat khususnya peternak terhadap tekhnologi inseminasi buatan baik pada kandang kelompok kandang individu yang ada di desa atau Dusun, kecamatan Woha Kabupaten Bima, untuk meningkatkan pendapatan peternak dan program peternakan kabupaten Bima Konsep yang diarahkan untuk memecahkan berbagai permasalahan di masyarakat. Metode/ Bentuk kegiatan bersifat penyuluhan, ceramah, praktek dan diskusi. Sasaran pengabdian ini adalah para peternak dan para petani yang tertarik untuk mengikuti program inseminasi buatan (IB) pada ternak sapi dan berkaitanya dengan penerapan tehnologi reprduksi pada ternak sapi di kecamatan Woha. Tujuan untuk meningkatkan pendapatan peternak melalui peningkatkan mutu genetik ternak lokal melalui IB. Diharapkan kegiatan pengabdian ini dapat memecahkan berbagai permasalahan di masyarakat untuk membantu meningkatkan pengetahuan dan pendapatan peternak di Kecamatan Woha. Kegiatan ini Dosen dapat merealisasikan ilmu pengetahuan tentang Penerapan Teknologi Reproduksi ternak untuk masyarakat yang ada di kecamatan Woha.